Sabtu, Februari 02, 2013
Ngumpulke balung pisah lagi
Alhamdulillah, meski sempat beberapa kali menemui hujan lebat, tapi sekitar jam 10.30 sudah sampai ke lokasi.
"Bu alamat blok BB5 nomor 4 mana ya?", kataku ketika aku gagal menemukan rumah dengan alamat BB5 nomor 4. Yang ada adalah BB5 nomor 1 dan kemudian nomor 3. Jadi aku berhenti pas di depan BB5 nomor 4 dan bertanya pada seorang ibu-ibu yang ada di seberang rumah itu.
"Ya di depan bapak itu nomor 4".
"Hahaha.... bener rupanya feelingku", kataku dalam hati sambil mengangguk pada ibu yang kutanya.
Mas Sukamto yang baru saja memarkirkan mobilnya membantuku memarkir mobilku. Wajahnya sudah familiar, tapi ternyata setelah ngobrol baru ketahuan bahwa kita belum pernah bertemu.
Mas Sukamto ini alumni Undip dan pernah bekerja sama dengan salah satu proyek Waskita, tapi belum pernah bertemu denganku.
Kamipun ngobrol ngalor ngidul sambil menunggu datangnya saudara yang lain. Ternyata mereka baru berangkat ketika aku sudah sampai lokasi.
Jalan ke arah Blok BB5 Jatiasih Bogor ini saat aku lewat tadi sudah macet yang dari arah Jati asih menuju Cikunir dan ternyata setelah aku lewat jalan menjadi macet dari kedua arah.
Jam setengah dua, barulah seluruh keluarga ngumpul dan arisanpun dimulai.
Yang membuat suasana makin akrab adalah penuhnya rumah itu didatangi dari berbagai penjuru Jakarta. Lantai atas untuk yang "no smoking" dan lantai bawah untuk kaum ahli hisap (rokok).
Aku sebenarnya sudah kenyang makan kue dan minuman (sampai berbotol-botol), tapi ketika ada ajakan untuk pindah makan siang ke Resto Saung Apung, ternyata perutku masih sanggup mengikutinya.
Acarapun berlanjut ke Saung Apung. Resto yang asri, bersih dan ramai pengunjung. Anak-anak langsung mancing, sementara para orang tua langsung menyantap hidangan yang sudah terhidang di meja.
Di hadapanku terhidang teh manis panas dan ayam bakar "brutu", Wah pas banget nih. Langsung saja kusikat habis dan langsung cuci tangan. Hehehe.. pingin ngobrol soalnya.
Pas adzan Asar, akhirnya acara selesai dan ditutup dengan foto bersama, meskipun tidak semua bisa ikut. Rudi membawa camera pocket Fuji. Ini adalah camera yang mirip punya mas Bagus. Di kelas mirrorless, camera merk Fuji mungkin termasuk jajaran camera klas premium, mengungguli Nex dari Sony atau OMD dari Olympus.
Aku sendiri mengabadikan acara ini dengan camera ponsel dan terakhir memakai Sony NEX-6.
Semoga pertemuan yang akan datang bisa lebih meriah lagi. Kebetulan aku yang jadi host. Tinggal cari tempat yang sejuk dan bikin anak-anak merasa nyaman. Terpikir kalau acaranya di Taman Bunga Mekar Sari mungkin meriah ya?
Nantilah survey dulu sama anak istri. Hari ini ngumpulke balung pisah lagi dan rasanya sore ini menjadi sore yang indah penuh kenangan. Alhamdulillah.
Minggu, Agustus 07, 2011
Mengawal BThree (B3) di Gran Melia Hotel
Aku juga baru tahu kalau AB3 sekarang sudah ganti nama menjadi B3, Be Three ! Tadinya kupikir nama AB3 sudah mereka patenkan tetapi ternyata mereka lebih baik melepas nama lama itu meskipunlebih beken, karena menghormati kelompok mereka dulu dan juga kelompok mereka sekarang.
Sang suami menjadi manager mereka sekarang, sehingga mereka lebih nyaman dalam menentukan kegiatan mereka. Akupun merasa nyaman berbicara dengan manajer mereka yang sekarang. Apa yang kuminta ke B3, bisa dikoordinasikan dengan baik dan mengedepankan win-win solution.
Manajemen artis memang sangat menentukan job mereka, baik di panggung maupun di luar panggung. Manajer yang terlalu melindungi artis bisa jadi malah membuat artis jadi tidak laku, dan begitu juga sebaliknya, kalau terlalu diumbar jadi terasa kurang eksklusif. Nilai jual bisa turun.
Manajer GIGI, Rindu AFI, Novi KDI, adalah beberapa manajer yang kukenal mudah dioajak kompromi. Kita justru yang kadang takut membuat mereka marah, padahal kalau permintaan kita wajar, mereka akan mendukung permintaan kita.
Manajemen Tomi Rafael, Mario Teguh yang kutahu sedikit agak rumit, meskipun mas Tomi dan pak Mario Teguh orangnya luar biasa ramahnya.
Memang begitulah kehidupan selebrity dan itulah yang membuatku kagum dengan salah satu penyanyi B3 ini. Kadang anaknya diajak berlari-lari kecil atau berjoget bersama saat mereka check sound. Dua penyanyi lainnya juga terlihat tidak terganggu dengan ulah anak salah satu rekan mereka.
Kadang juga sang anak dipangku, dipeluk dan diciumi, sementara itu mic tetap dipegang dan suara tetap terjaga tidak fals atau kurang power.
Malam harinya saat mereka tampil juga tidak mengecewakan para hadirin, meskipun yang mereka bawakan lagu-lagu lama khas AB3 atau B3 sekarang.
Anak memang adalah masa depan kita dan mari kita berikan yang terbaik untuk anak kita. Insya Allah Tuhan memudahkan urusan kita. Amin.
Jumat, Juli 29, 2011
Kalau kangen Anak Istri, apa yang kamu lakukan?
"Nggak ada loe nggak rame!"
Kalimat sederhana ini terasa benar kalau kita jauh dari kecintaan kita. Lalu apa yang kita lakukan untuk membunuh rasa rindu akan kekasih hati? Pasti ada banyak cara yang bisa dilakukan dan setiap orang pasti berbeda-beda cara melakukannya.
Inilah yang kulakukan kalau aku kangen Anak Istri :
1. Makan terung, karena istriku suka terung dan aku sangat tidak menyukainya.
2. Baca komik, karena anakku sangat suka komik.
3. Main game SMURF, karena anakku suka memainkannya.
4. Nulis di blog agar dibaca anak-anak.
Bagaimana dengan anda?
Minggu, Februari 06, 2011
Impianku
Kadang ketika impian itu tercapai, aku baru menyadari mengapa impian itu tercapai saat itu, bukannya saat lalu atau beberapa tahun lampau.
Senyum selalu kusunggingkan di bibirku. Aku tahu dan sangat menyadari kalau impian itu kuterima beberapa tahun lampau, aku pasti tidak kuat menerimanya.
Dari semua impianku, yang paling patut kusyukuri tentu saja, sampai detik ini dan sampai akhir hayatku, insya Allah, aku tetap berpegang teguh pada tali Allah swt. Banyak artikel yang menyatakan bahwa makin pandai seseorang makin jauh dari Tuhan, dan makin rendah IQ seseorang makin dekat dia dengan Tuhannya. Amerika adalah pengecualian tentang pendapat ini. Di Amerika, yang IQ-nya di atas rata-rata, justru keimanan pada Tuhan lebih tinggi dibanding negara lainnya.
Aku tidak tahu keabsyahan pendapat ini, karena aku tidak peduli tentang tionggi rendah IQ. Yang kuperlukan hanya bagaimana aku bisa meningkatkan iman dan taqwa padaNya, agar saat menghadap padaNya aku sudah punya bekal yang cukup.
Sudah banyak contoh terpaparkan di depanku, bahwa yang muda belum tentu yang terakhir menghadap padaNya. Mas Adjie adalah bukti paling dekat di saat ini. Muda ganteng dan (terlihat) sehat, tapi meninggal saat dirawat secara intensif sehabis olah raga malam.
Kusyukuri aku punya keluarga yang sangat sayang padaku dan yang sangat kusayangi. Aku pernah menulis status di FBku, " Yeni Istriku dan Anis kekasihku". Akibatnya banyak teman-temanku yang langsung menegurku.
Seperti biasa aku dengan santai menjawab, bahwa Yeni memang istriku tetapi Anak dan Istri (Anis) adalah kekasihku.
Kamis, Agustus 05, 2010
Keinginanku
- Aku ingin istriku bisa menjadi muslimah yang baik dan memberi contoh yang baik untuk anak-anakku.
- Aku ingin anak-anak tercintaku mencontoh perilaku muslimah dari istriku tersayang.
- Ing ngarso sun tulada
- Ing madyo mbangun karso
- Tut wuri handayani
Minggu, Juli 11, 2010
Ayuko, haruskah kutinggalkan dirimu?
Ayuko yang cantik dan manja ini saat ini menjadi pemikiran bagi diriku untuk memeliharanya dengan baik. Aku belum tentu bisa dengan rutin memberinya makan setiap hari, pagi dan sore, mengingat kesibukanku yang cukup padat dan menyita waktu serta energi.
Pingin dikasih ke orang lain, tapi pada siapa ya? Kasihan kalau nanti jatuh di tangan orang yang suka mainin binatang tapi gak suka mengurusi tetek bengeknya.
Kasihan Ayuko saat ini sering sendirian di rumah. Tak ada lagi belai kasih di bulunya yang dulu indah dan kini terlihat jadi kusam karena jarang mandi.
Ayuko Sayangku
Mandiin Ayuko
Ngasih makan Ayuko
Keluarga lengkapku
Adakah yang mau mengasihi Ayuko seperti pemiliknya yang dulu?
Atau kubawa saja ke pemiliknyha yang dulu dan sekarang ada di Yogya?
Salam Sehati
+++
Kalau ini bukan Ayuko, tapi kawannya Ayuko
Minggu, Juli 26, 2009
Mandiin Ayuko
Sambil guyon, aku bertanya pada istriku, yang juga mengaku capek berat, soalnya acara ngobrol menjelang tidur diganti acara ngobrol sehabis subuh. Habis itu langsung meluncur ke acara hari Belanja CiMart dan kemudian dilanjut ke acara "launching" Logo JM yang baru di resto Samikuring.
"Kapan mau mandiin Ayuko?", begitu kataku.
"Ya udah mandikan saja", jawabnya
"Loh aku itu nanya, kok malah disuruh mandiin?"
"Kalau bapak mau mandiin, kubuatkan air hangatnya", kata istriku sambil tersenyum.
Yowis kalah set, akupun tesenyum sambil mengangguk.
Segera kuajak LiLo untuk latihan PBB [pasukan baris berbaris?], dan kutugaskan dia untuk memimpin acara pemandian Ayuko.
LiLo terlihat setengah hati mengikuti perintahku, karena dia sedang main Game Sims-3 yang baru, tapi dia tahu benar, bahwa aku gak suka main game, jadi kalau nggak mau baris-berbaris pasti masalah main game akan dipermasalahkan.
Hehehe...salah juga aku ya, memaksakan kehendak pada anak kecil ini.
Alhamdulillah, akhirnya yang terjadi adalah suasana yang akrab dan ceria. Kami saling bantu membersihkan bulu Ayuko yang sudah terlihat "jorok".
Aku bagian mbawa air panas, dan LiLo bagian pekerjaan yang ringan-ringan. Tugas ibunya adalah mengawasi proses pemandian Ayuko ini sambil ceprat cepret pakai Canonku.
Sungguh nikmat rasanya mempunyai keluarga yang mau saling berbagi, saling bantu dalam segala urusan. Meski LiLo kadang-kadang suka bandel, tapi kalau ditelusuri, dia bandel karena ada contoh dari lingkungannya dan bukan dari dia murni.
Patut kita catat bahwa lingkungan yang paling gampang dicontoh oleh seorang anak adalah ortunya sendiri. Ortu adalah sosok yang sangat pas untuk dicontoh, sehingga kita harus selalu berhati-hati bersikap di depan anak-anak. Kalau sikap kita salah, maka sikap itu sudah tercetak di rekaman orak si anak, dan agak sulit untuk emnghilangkannya.
So, hati-hatilah para ortu dalam bersikap di depan anak-anak.
...
.
Minggu, November 09, 2008
SABAR SUBUR
"Abis Subuhan ngapain ya?"
"Jalan-jalan atau ngeBLOG ya?"
Salah satu tanggapan dari kawan plurker adalah : "sebaiknya ngeBLOG saja".
Saran yang menarik memang, tapi yang kupilih akhirnya bukan langkah itu. Aku keluarkan sepeda tandem dan sepedaan sama Lita [anak nomor duaku].
Melihat aku mau sepedaan sama Lita, adiknya [LiLo] rupanya tertarik untuk ikut. Jadilah kami bertiga sepedaan keliling komplek, sambi nyari pulsa XL [kelamaan nggak dipakai ternyata expired, padahal pulsanya masih banyak tuh]
Sejak beberapa minggu ini memang aku jarang di rumah. Mulai dari jalan-jalan ke Pantai Parai di Pulau Bangka, bercanda sampai malam di Proyek GOR Boker, ngobrol ngalor ngidul dengan para "executor" di Proyek Kali Progo [YoGyA] sampai bersantai ria bersama teman-teman Serikat Pekerja di Cisarua.
Semua "kesenangan" itu harus ditebus dengan jarangnya ketemuan dengan anak istri, sedangkan bagi anakku, mereka jadi jarang ketemuan sama bapaknya. Begitulah jika kita menjadi pekerja yang selalu mencoba menganggap pekerjaannya sebagi ladang amal yang perlu dikerjakan dalam kondisi yang penuh keceriaan.
Kadang saat menjelang tidur, terpikir olehku akan anak istri yang jarang kutemui. Kupikirkan dalam-dalam, apa sebaiknya yang kukerjakan bila nanti bertemu anak istriku. Ketika saat pertemuan dengan anak istri tiba, kadang apa yang ada dalam angan-angan lain dengan yang terjadi kemudian.
Pas sampai di rumah, kadang yang terlihat adalah piring kotor yang berserakan atau kendaraan yang ditaruh di tempat yang tidak semestinya, atau apa saja yang mengganggu pandangan mata.
Disinilah kesabaran dan ketenangan sangat dibutuhkan. Kadang emosi [karena kecapekan di jalan menuju rumah] langsung meledak melihat kondisi yang tidak sesuai dalam bayangan otak. Buyarlah sudah semua rencana pertemuan yang sudah disusun rapi. Senyum yang tadinya siap dikembangkan langsung meredup dan berganti dengan tarikan wajah kaku dan keruh.
Tidak ada saat sabar untuk bertanya, kenapa piring kotor begitu banyak atau kenapa lantai begitu kotor. Yang ada hanya rasa jengkel dan bobolnya tembok emosi.
Jika ada rasa berbaik sangka, tentunya hal seperti di atas tidak mungkin terjadi. Namun kata baik sangka memang hanya mudah diucapkan, tetapi sangat sulit dilaksanakan, padahal jika benar-benar mau berbaik sangka, maka semuanya akan mengalir begitu lancar.
Seperti mobil yang berhenti dan didorong, maka dibutuhkan kekuatan dorongan yang sangat besar di awal proses pendorongan mobil. Baru setelah mobil mulai bergerak, maka dorongan yang kecilpun akan sanggup membuat mobil tetap bergerak.
"Dan jadikan sabar dab shalat sebagai penolongmu ( Al-Baqarah:153 ) "
Kamis, Oktober 30, 2008
Makan Buah
Pagi-pagi LiLo [anak ragilku] narik-narik tanganku, yang sedang mau ngetik di kompie.
"Pak, jangan ngetik terus donk. Nanti matanya sakit lho keseringan ngetik", begitu kata LiLo.
Memang semalem aku nggak ketemu sama LiLo, soalnya aku nggak ngantor, tapi ke proyek GOR Boker [bimbingan fungsional sistem manajemen K3LM] dan pulangnya agak malam.
"Begini cara makannya pak. Pakai satu garpu dan kemudian satu-satu. Bapak makan satu, kemudian aku makan satu"
"Gitu ya?"
Lilo mengangguk sambil tersenyum, dan kamipun makan buah bersama. Jadi inget tadi malem, anakku Lita juga ngajak makan pisang goreng, tapi belum bisa kupenuhi, sehingga dia tidur duluan sebelum makan pisang bersama.
Kasihan anak-anakku yang jarang ketemuan sama bapaknya yang sok sibuk [gak menentu ini]. Semoga tangan Allah senantiasa menjaga mereka, menjaga agar taliku dengan tali keluargaku tetap terikat rapi dan makin lama makin erat.
Amin.
“Siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hubungkanlah tali silaturahminya,” (HR. Bukhari).
Kates yang uenak tenan.
Nulis dulu sebelum dihabiskan bapaknya [yang penggemar berat pisang goreng]
Jumat, September 19, 2008
PuAsA ngInterNeT
Setelah menjalani beberapa hari ibadah di bulan puasa, akhirnya diberi cobaan yang cukup menantang. Bagi orang lain sih ini bukan cobaan, bahkan mungkin suatu hal yang tidak perlu dianggap cobaan apalagi ujian.
Selasa, Agustus 19, 2008
MAti Lampu Ketika Mandi
Rabu, Agustus 13, 2008
"Home Work"-nya LiLo
Senin, Agustus 11, 2008
Belut Bakar
Ketika anak-anak melihat belut dan melihat lauk di meja yang belum terhidang, maka timbulah pikiran untuk masak belut.
Kuarahkan sedikit tentang bumbu yang perlu untuk masak belut. Mereka bilang mau dibakar saja, biar rasanya nggak seperti belut goreng yang biasa dibawa ibunya dari Yogya, jadi bumbunya sederhana saja, bawang merah-putih dan garam, kalau mau boleh ditambah kecap (cap Bango).
Acara yang paling sulit adalah membunuh belut itu. Kembali aku ngasih sedikit arahan untuk membunuh belut dengan tidak menyiksanya. Akhirnya merekapun sukses membunuh semua belut yang masih ada di ember.
Giliran proses masak, maka semua terlibat dalam menyiapkan peralatan untuk membuat sang belut mateng. LiLo berbuat semampu dia untuk ikut mensukseskan acara bakar belut itu. Sayangnya, setelah acara mbakar belut selesai, LiLo diajak main oleh kawannya, sehingga sholat Asar udah menjelang maghrib dan diapun tidak kebagian daging belut bakar.
Rupanya kakak-kakaknya sudah nggak tahan melihat sang belut bakar yang sudah siap hidang, dan habislah belut itu dimakan mereka berdua.
Kunasehati LiLO, yang matanya berurai air mata, kalau dia ikhlas menerim akondisi ini, maka Tuhan akan mengganti LiLo dengan makanan yang jauh lebih lezat dibanding belut bakar.
Terbuktilah, malem itu aku masak menu aneh yang luar biasa lezatnya, meskipun gizinya masih patut dipertanyakan.
Awalnya kita masak sarden tapi tanpa garam, sehingga rasanya hambar. Kemudian kita beli mie instan 2 bungkus dan kita campur sarden itu dengan mie instan tersebut.
Pertama, margarine satu sendok dipanaskan di “wajan” penggorengan, masukkan sarden yang telah ditambah air. Biarkan mendidih dan masukkan mie instan bersama dengan bumbunya. Tambahkan telur yang sudah diberi campuran sedikit garam dan kecap (cap Bango). Selesailah sudah...!
Setelah sore makan belut bakar, maka malemnya Luluk Lita dapat merasakan sarden + mie instan. Mama mia lezatos..!
Yang penting LiLo sudah ngga ngambek lagi, karena dapat bagian paling banyak ...!:-)





Minggu, Agustus 10, 2008
Jalan Jalan Sore
Aku baru mau nulis blog tetapi diajak jalan-jalan sore sama LiLo, soalnya dia nggak ada yang dikerjain sore ini.
Mulai dengan melewati jembatan keseimbangan yang ada di depan cluster Montana.
Kemudian melewati rombongan kambing yang asyik merumput di median (belakang rumah).
Mencoba berayun di pohon-pohon yang ada di belakang rumah, persis kayak anaknya Tarzan (eh ...tapinya aku bukan Tarzan lho..!:-)
Kemudian mulai merasakan kenyamanan padang yang mulai hilang hijaunya, karena musim hujan sudah mulai berlalu.
Senangnya tinggal di lingkungan yang sangat sehat ini. Lebih menyenangkan lagi bisa menikmatinya bersama keluarga dengan penuh senyum dan cinta.
Tidak lupa beli buah, agar energi yang hilang bisa segera tergantikan. Favoritnya adalah buah semangka. Segar dan langsung mengembalikan kesegaran tubuh, setelah cukup capek berjalan-jalan sore.
Pulang kembali melalui jembatan keseimbangan.
Indahnya sore ini. Penuh senyum yang ikhlas dan udara yang segar.
Sabtu, Agustus 02, 2008
Indahnya Berbagi (nasi)

Futsal sudah jadi mode di kantor. Pada demam main futsal, sampai-sampai diumumin di lift. Wah, pasti rame banget di hari latihan rabu depan.
Rabu, Juli 30, 2008
Tukang Ledeng (01)

Bulan ini kondisi shower di kamar mandi sangat memprihatinkan. Bocor dan suara bocornya sangat mengganggu. Kesempatan untuk memperbaikinya selalu saja nggak ada.
Akhirnya, suatu sore di awal bulan Juli, ketika sedang asyik sholat maghrib, terdengar suara air menyemprot seperti suara semprotan pemadam kebakaran. Keras sekali.
Ketika kuintip kamar mandi, ternyata bukan shower yang rusak tapi wastafel di samping shower yang slangnya lepas dan airnya menyemprot deras mengenai pintu kamar mandi.
Langsung saja, kumatikan air, beli selang baru dan kupasang di tempatnya.
Beres?
Belum, ternyata showernya makin bermasalah. Kondisinya sudah bukan bocor lagi, tapi seolah-olah memang krannya dalam posisi dibuka. Airpun mengucur tanpa terkendali.
Nyerah?
Karena nggak punya perlengkapan yang memadai, ditambah badan yang capek pulang kerja, maka dipanggillah tukang ledeng terdekat yang bisa ngerjakan malam ini juga.
Setelah kubelikan kran, kupesan sama tukangnya agar hati-hati masangnya. Ternyata muncul masalah pertama. Showernya putus, sehingga aku ke toko lagi untuk beli shower.
Masalah yang kedua, saking semangatnya masang konektor shower, akhirnya krannya patah pada posisi pertemuan antara slang shower dan kran. Melihat jam yang sudah malem, dan bosen harus ke toko lagi, maka kuputuskan untuk memulangkan sang tukang. Tentu saja dengan ucapan terima kasih dan senyum yang seikhlas-ikhlasnya.
Kran baru kok bisa patah ya? Kata tukangnya sih dia nggak begitu keras ngencenginnya, tapi kenyataan menunjukkan kalau ngencenginnya terlalu kuat atau bahan krannya kurang bagus, sehingga patahlah sang kran itu.
Di hari libur Isra dan Miraj ini, berdua sama LiLo aku beli lagi semua perlengkapan dan kuselesaikan pekerjaan tukang itu dengan sangat memuaskan.
Hikmah dari cerita ini adalah jangan pernah menyerahkan pekerjaan pada tukang (yang tidak jelas keahliannya), jika kita ternyata bisa lebih ahli.
Hikmah kedua, jangan pernah menyangsikan kemampuan tukang ledeng yang baru kita kenal, akibatnya hasilnya bener-bener sesuai dengan yang kita sangsikan tadi.
Hikmah ketiga, kebersamaan keluarga dalam mengerjakan sesuatu, sesepele apapun itu, sangat menyenangkan. Having FUN with your family, ALWAYS!
Kamis, Juli 24, 2008
LiLo ESQ
Harapan apa yang kupasang buat LiLo?
Kita lihat dulu selebaran materi dari ESQ dibawah ini.
- Star Principle; Allah tempat bergantung
- Angel Principle; Malaikat mencatat semua perbuatan
- Leadership Principle; Nabi Muhammad SAW sebagai idola
- Learning Principle; Belajar dan Memperbaiki diri sesuai dengan surat Al Fatihah
- Vision Principle; Allah tujuan dan cita-cita akhir
- Well Organized Principle; Ikhlas menerima apapun
- Mission Statement; Aku adalah Wakil Allah
- Character Building; Mengapa Sholat?
- Self Controlling; Perangi Hawa Nafsu
- Strategic Collaboration; Ayo Bangun Kebersamaan
- Toatal Action; (selalu) Lakukan Yang Terbaik
Jadi harapanku adalah :
- Semoga dengan ikut pelatihan ESQ ini, maka Lilo makin mengenal dirinya, mengenal Tuhan (yangmenciptakanLiLo)
- Makin mengenal sifat-sifat baik yang ada pada dirinya
- Menyayangi orang yang ada di sekitarnya, sebagai bukti kecintaan pada Allah swt.
- Mengenal dan memahami Ihsan, Iman dan Islam
- Menerapkan suara hatinya dengan sebaik-baiknya
Begitulah harapanku.
Semoga sesuai dengan rencana Allah swt.
Amin.
Senin, Juli 21, 2008
Go Back To The Door
Minggu pagi, seperti biasa, jalan-jalan ama LiLo. Abis itu bersih-bersih rumah. Siangnya anak-anak ngajak main di halaman belakang. Ada acara "mbedhol" ketela pohon dan main-main sama Ayuko, kucing kesayangan Lita.
Terakhir main "baksodor" (Go Back To The Door?). Ibunya yang punya ide, tapi ketika permainan dimulai yang ikut cuma anak-anak saja ama aku.
Berdasar hasil "hom pim pah", Lilo temenan sama aku sedangkan Lita temenan sama Luluk. Tak ada garis yang dibuat, cukup garis imajiner saja.
Rupanya LiLo belum pernah main permainan ini. Jadi kalah melulu. Akibatnya jaga terus deh. Akhirnya permainan terhenti karena aku terlalu bersemangat dan jatuh telentang menjatuhi LilO.
Ternyata anak-anakku cewe' pada gesit-gesit semua. Kayaknya anak-anak cewe'ku masih anak kecil, tapi ternyata mereka sudah ABG dan tingginya juga udah sama dengan istriku. Larinya malah gesit banget, susah ditangkep.
Harus kuakui bahwa yang muda memang lebih lincah bin gesit. Jadilah permainan murah meriah ini mengisi hari libur kami.
Foto : main sama ayuko di belakang pohon ketela
Sabtu, Juli 12, 2008
Di'AriE

Sejak kemarin anak-anak pada mbuat buku harian keluarga. Setiap anggota keluarga bisa menulis, syaratnya menyebutkan tanggal tulisan dan suasana hati, serta harus ada gambar kejadiannya.
Hari ini kubaca tulisan di diari itu dan ada tulisan dari LiLo anakku terkecil yang akhirnya sudah berani tidur sendirian di kamar (tidak nyampur dengan bapak ibunya atau kakak-kakak perempuannya).
Dia menuliskan pengalamannya menjadi imam di rumah, tidak tanggung-tanggung yang jadi makmum adalah ibunya.
Anak kelahiran tahun naga ini (tahun 2000) memang lain dari kakak-kakaknya. Cerewetnya luar biasa, melebihi kakaknya yang cewek. Aku kadang berpikiran apa dia cerewet karena tiap hari berkumpul dengan cewek terus ya (ibunya maupun kakak-kakaknya) dan jarang ketemuan sama bapaknya (yang pagi-pagi udah pergi dan malem baru kembali). Sayang aku bukan ahli untuk masalah ini, jadi perlu ahlinya untuk tahu masalah ini.
Buku diari sebenarnya memang akrab dengan kehidupanku. Ketika aku nikahi ibunya anak-anak dan kami jarang ketemuan, maka aku tulis kegiatan harianku di suatu buku dan kemudian setelah 1 atau 2 minggu kukirim ke yogya untuk dilanjutkan ibunya anak-anak. Sementara itu buku catatan kegiatan harian istriku juga dikirim ke aku, sehingga dua buku ini saling terbang bersilangan.
Kami saling menulis di dua buku itu secara bersamaan, masing-masing kota satu buku. Ah, indahnya saat itu, jauh dari istri tetapi terasa dekat terus. Begitu ketemuan, wah …. Gak tahu lagi rasanya dunia ini. Adanya cuma enak dan enaaaaaak tenan.
Salam





















