Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Februari 02, 2013

Ngumpulke balung pisah lagi

Hari ini acaranya adalah ngumpulke balung pisah lagi. Kebetulan lokasinya dekat dengan Cawang, jadi aku bisa lebih pagi menuju lokasi arisan trah Jakarta ini. Gerimis yang mulai turun juga membuatku menyegerakan berangkat ke lokasi arisan. Maklum namanya Jakarta kalau sudah hujan, pasti banjir dan macet.

Alhamdulillah, meski sempat beberapa kali menemui hujan lebat, tapi sekitar jam 10.30 sudah sampai ke lokasi.

"Bu alamat blok BB5 nomor 4 mana ya?", kataku ketika aku gagal menemukan rumah dengan alamat BB5 nomor 4. Yang ada adalah BB5 nomor 1 dan kemudian nomor 3. Jadi aku berhenti pas di depan BB5 nomor 4 dan bertanya pada seorang ibu-ibu yang ada di seberang rumah itu.

"Ya di depan bapak itu nomor 4".

"Hahaha.... bener rupanya feelingku", kataku dalam hati sambil mengangguk pada ibu yang kutanya.

Mas Sukamto yang baru saja memarkirkan mobilnya membantuku memarkir mobilku. Wajahnya sudah familiar, tapi ternyata setelah ngobrol baru ketahuan bahwa kita belum pernah bertemu.



Mas Sukamto ini alumni Undip dan pernah bekerja sama dengan salah satu proyek Waskita, tapi belum pernah bertemu denganku.

Kamipun ngobrol ngalor ngidul sambil menunggu datangnya saudara yang lain. Ternyata mereka baru berangkat ketika aku sudah sampai lokasi.

Jalan ke arah Blok BB5 Jatiasih Bogor ini saat aku lewat tadi sudah macet yang dari arah Jati asih menuju Cikunir dan ternyata setelah aku lewat jalan menjadi macet dari kedua arah.

Jam setengah dua, barulah seluruh keluarga ngumpul dan arisanpun dimulai.

Yang membuat suasana makin akrab adalah penuhnya rumah itu didatangi dari berbagai penjuru Jakarta. Lantai atas untuk yang "no smoking" dan lantai bawah untuk kaum ahli hisap (rokok).

Aku sebenarnya sudah kenyang makan kue dan minuman (sampai berbotol-botol), tapi ketika ada ajakan untuk pindah makan siang ke Resto Saung Apung, ternyata perutku masih sanggup mengikutinya.



Acarapun berlanjut ke Saung Apung. Resto yang asri, bersih dan ramai pengunjung. Anak-anak langsung mancing, sementara para orang tua langsung menyantap hidangan yang sudah terhidang di meja.

Di hadapanku terhidang teh manis panas dan ayam bakar "brutu", Wah pas banget nih. Langsung saja kusikat habis dan langsung cuci tangan. Hehehe.. pingin ngobrol soalnya.

Pas adzan Asar, akhirnya acara selesai dan ditutup dengan foto bersama, meskipun tidak semua bisa ikut. Rudi membawa camera pocket Fuji. Ini adalah camera yang mirip punya mas Bagus. Di kelas mirrorless, camera merk Fuji mungkin termasuk jajaran camera klas premium, mengungguli Nex dari Sony atau OMD dari Olympus.

Aku sendiri mengabadikan acara ini dengan camera ponsel dan terakhir memakai Sony NEX-6.

Semoga pertemuan yang akan datang bisa lebih meriah lagi. Kebetulan aku yang jadi host. Tinggal cari tempat yang sejuk dan bikin anak-anak merasa nyaman. Terpikir kalau acaranya di Taman Bunga Mekar Sari mungkin meriah ya?

Nantilah survey dulu sama anak istri. Hari ini ngumpulke balung pisah lagi dan rasanya sore ini menjadi sore yang indah penuh kenangan. Alhamdulillah.





Minggu, Agustus 07, 2011

Mengawal BThree (B3) di Gran Melia Hotel

Aku bukan penggemar AB3 yang berdiri pada tanggal 13 Agustus 1993, tapi aku jadi terpesona melihat cara salah satu personil AB3 ini menyanyi sambil mengajak bermain anaknya. Memang ini hanya check sound bukan pentas di panggung, tapi aku bisa merasakan kedekatan emosi dari sang ibu dan anak ini.



Aku juga baru tahu kalau AB3 sekarang sudah ganti nama menjadi B3, Be Three ! Tadinya kupikir nama AB3 sudah mereka patenkan tetapi ternyata mereka lebih baik melepas nama lama itu meskipunlebih beken, karena menghormati kelompok mereka dulu dan juga kelompok mereka sekarang.

Sang suami menjadi manager mereka sekarang, sehingga mereka lebih nyaman dalam menentukan kegiatan mereka. Akupun merasa nyaman berbicara dengan manajer mereka yang sekarang. Apa yang kuminta ke B3, bisa dikoordinasikan dengan baik dan mengedepankan win-win solution.

Manajemen artis memang sangat menentukan job mereka, baik di panggung maupun di luar panggung. Manajer yang terlalu melindungi artis bisa jadi malah membuat artis jadi tidak laku, dan begitu juga sebaliknya, kalau terlalu diumbar jadi terasa kurang eksklusif. Nilai jual bisa turun.

Manajer GIGI, Rindu AFI, Novi KDI, adalah beberapa manajer yang kukenal mudah dioajak kompromi. Kita justru yang kadang takut membuat mereka marah, padahal kalau permintaan kita wajar, mereka akan mendukung permintaan kita.

Manajemen Tomi Rafael, Mario Teguh yang kutahu sedikit agak rumit, meskipun mas Tomi dan pak Mario Teguh orangnya luar biasa ramahnya.

Memang begitulah kehidupan selebrity dan itulah yang membuatku kagum dengan salah satu penyanyi B3 ini. Kadang anaknya diajak berlari-lari kecil atau berjoget bersama saat mereka check sound. Dua penyanyi lainnya juga terlihat tidak terganggu dengan ulah anak salah satu rekan mereka.



Kadang juga sang anak dipangku, dipeluk dan diciumi, sementara itu mic tetap dipegang dan suara tetap terjaga tidak fals atau kurang power.





Malam harinya saat mereka tampil juga tidak mengecewakan para hadirin, meskipun yang mereka bawakan lagu-lagu lama khas AB3 atau B3 sekarang.

Anak memang adalah masa depan kita dan mari kita berikan yang terbaik untuk anak kita. Insya Allah Tuhan memudahkan urusan kita. Amin.

Jumat, Juli 29, 2011

Kalau kangen Anak Istri, apa yang kamu lakukan?


"Nggak ada loe nggak rame!"

Kalimat sederhana ini terasa benar kalau kita jauh dari kecintaan kita. Lalu apa yang kita lakukan untuk membunuh rasa rindu akan kekasih hati? Pasti ada banyak cara yang bisa dilakukan dan setiap orang pasti berbeda-beda cara melakukannya.

Inilah yang kulakukan kalau aku kangen Anak Istri :

1. Makan terung, karena istriku suka terung dan aku sangat tidak menyukainya.
2. Baca komik, karena anakku sangat suka komik.
3. Main game SMURF, karena anakku suka memainkannya.
4. Nulis di blog agar dibaca anak-anak.

Bagaimana dengan anda?


Minggu, Februari 06, 2011

Impianku

Banyak sekali impianku, beberapa di antaranya tercapai denga mudah dan beberapa di antaranya tercapai setelah melalui perjuangan yang sangat sulit. Beberapa lainnya masih terlihat ditahan oleh Allah, tentu dengan maksud agar aku siap menerimanya sebelum impian itu diberikan padaku.

Kadang ketika impian itu tercapai, aku baru menyadari mengapa impian itu tercapai saat itu, bukannya saat lalu atau beberapa tahun lampau.

Senyum selalu kusunggingkan di bibirku. Aku tahu dan sangat menyadari kalau impian itu kuterima beberapa tahun lampau, aku pasti tidak kuat menerimanya.

Dari semua impianku, yang paling patut kusyukuri tentu saja, sampai detik ini dan sampai akhir hayatku, insya Allah, aku tetap berpegang teguh pada tali Allah swt. Banyak artikel yang menyatakan bahwa makin pandai seseorang makin jauh dari Tuhan, dan makin rendah IQ seseorang makin dekat dia dengan Tuhannya. Amerika adalah pengecualian tentang pendapat ini. Di Amerika, yang IQ-nya di atas rata-rata, justru keimanan pada Tuhan lebih tinggi dibanding negara lainnya.

Aku tidak tahu keabsyahan pendapat ini, karena aku tidak peduli tentang tionggi rendah IQ. Yang kuperlukan hanya bagaimana aku bisa meningkatkan iman dan taqwa padaNya, agar saat menghadap padaNya aku sudah punya bekal yang cukup.

Sudah banyak contoh terpaparkan di depanku, bahwa yang muda belum tentu yang terakhir menghadap padaNya. Mas Adjie adalah bukti paling dekat di saat ini. Muda ganteng dan (terlihat) sehat, tapi meninggal saat dirawat secara intensif sehabis olah raga malam.


Kusyukuri aku punya keluarga yang sangat sayang padaku dan yang sangat kusayangi. Aku pernah menulis status di FBku, " Yeni Istriku dan Anis kekasihku". Akibatnya banyak teman-temanku yang langsung menegurku.

Seperti biasa aku dengan santai menjawab, bahwa Yeni memang istriku tetapi Anak dan Istri (Anis) adalah kekasihku.

Kamis, Agustus 05, 2010

Keinginanku

Setelah kurenungkan, ternyata keinginanku hanya sederhana saja.
  1. Aku ingin istriku bisa menjadi muslimah yang baik dan memberi contoh yang baik untuk anak-anakku.
  2. Aku ingin anak-anak tercintaku mencontoh perilaku muslimah dari istriku tersayang.
Apakah aku terlalu berharap ataukah sebenarnya ini adlah keinginan yang wajar-wajar saja?

Aku kembali merenung dan kutemukan kunci agar keinginanku itu terpenuhi.
  1. Ing ngarso sun tulada
  2. Ing madyo mbangun karso
  3. Tut wuri handayani
Aku harus jadi panutan untuk istriku dulu agar istri dan anakku menjadi seperti yang kuinginkan.


Minggu, Juli 11, 2010

Ayuko, haruskah kutinggalkan dirimu?

Sampai saat ini aku belum membuat keputusan untuk Ayuko. Apakah dia tetap ikut pindah ke Yogya menyusul "ibu" asuhnya atau kuserahkan saja pada teman-teman yang ada di Cikarang dan sekitarnya.


Ayuko yang cantik dan manja ini saat ini menjadi pemikiran bagi diriku untuk memeliharanya dengan baik. Aku belum tentu bisa dengan rutin memberinya makan setiap hari, pagi dan sore, mengingat kesibukanku yang cukup padat dan menyita waktu serta energi.



Pingin dikasih ke orang lain, tapi pada siapa ya? Kasihan kalau nanti jatuh di tangan orang yang suka mainin binatang tapi gak suka mengurusi tetek bengeknya.

Kasihan Ayuko saat ini sering sendirian di rumah. Tak ada lagi belai kasih di bulunya yang dulu indah dan kini terlihat jadi kusam karena jarang mandi.

Ayuko Sayangku
Mandiin Ayuko
Ngasih makan Ayuko
Keluarga lengkapku

Adakah yang mau mengasihi Ayuko seperti pemiliknya yang dulu?
Atau kubawa saja ke pemiliknyha yang dulu dan sekarang ada di Yogya?

Salam Sehati
+++
Kalau ini bukan Ayuko, tapi kawannya Ayuko

Minggu, Juli 26, 2009

Mandiin Ayuko

Sore ini badan capek banget. Maklum tadi malem nungguin istri nggak dateng-dateng. Lewat tengah malam baru dia muncul, padahal dari Surabaya terbangnya jam 20.00, tapi sampai di Cikarang rupanya sudah lewat "midnight". Acara ngobrol menjelang tidur jadi nggak ada deh, istriku langsung "tewas", demikian juga aku, langsung lupa segala-galanya [untung chordnya masih ingat]


Sambil guyon, aku bertanya pada istriku, yang juga mengaku capek berat, soalnya acara ngobrol menjelang tidur diganti acara ngobrol sehabis subuh. Habis itu langsung meluncur ke acara hari Belanja CiMart dan kemudian dilanjut ke acara "launching" Logo JM yang baru di resto Samikuring.

"Kapan mau mandiin Ayuko?", begitu kataku.

"Ya udah mandikan saja", jawabnya

"Loh aku itu nanya, kok malah disuruh mandiin?"

"Kalau bapak mau mandiin, kubuatkan air hangatnya", kata istriku sambil tersenyum.

Yowis kalah set, akupun tesenyum sambil mengangguk.

Segera kuajak LiLo untuk latihan PBB [pasukan baris berbaris?], dan kutugaskan dia untuk memimpin acara pemandian Ayuko.

LiLo terlihat setengah hati mengikuti perintahku, karena dia sedang main Game Sims-3 yang baru, tapi dia tahu benar, bahwa aku gak suka main game, jadi kalau nggak mau baris-berbaris pasti masalah main game akan dipermasalahkan.

Hehehe...salah juga aku ya, memaksakan kehendak pada anak kecil ini.



Alhamdulillah, akhirnya yang terjadi adalah suasana yang akrab dan ceria. Kami saling bantu membersihkan bulu Ayuko yang sudah terlihat "jorok".

Aku bagian mbawa air panas, dan LiLo bagian pekerjaan yang ringan-ringan. Tugas ibunya adalah mengawasi proses pemandian Ayuko ini sambil ceprat cepret pakai Canonku.

Sungguh nikmat rasanya mempunyai keluarga yang mau saling berbagi, saling bantu dalam segala urusan. Meski LiLo kadang-kadang suka bandel, tapi kalau ditelusuri, dia bandel karena ada contoh dari lingkungannya dan bukan dari dia murni.

Patut kita catat bahwa lingkungan yang paling gampang dicontoh oleh seorang anak adalah ortunya sendiri. Ortu adalah sosok yang sangat pas untuk dicontoh, sehingga kita harus selalu berhati-hati bersikap di depan anak-anak. Kalau sikap kita salah, maka sikap itu sudah tercetak di rekaman orak si anak, dan agak sulit untuk emnghilangkannya.

So, hati-hatilah para ortu dalam bersikap di depan anak-anak.

...
.

Minggu, November 09, 2008

SABAR SUBUR

Menjelang subuh aku ngePLURK dulu sebelum masuk ke kamar mandi.

"Abis Subuhan ngapain ya?"
"Jalan-jalan atau ngeBLOG ya?"

Salah satu tanggapan dari kawan plurker adalah : "sebaiknya ngeBLOG saja".

Saran yang menarik memang, tapi yang kupilih akhirnya bukan langkah itu. Aku keluarkan sepeda tandem dan sepedaan sama Lita [anak nomor duaku].

Melihat aku mau sepedaan sama Lita, adiknya [LiLo] rupanya tertarik untuk ikut. Jadilah kami bertiga sepedaan keliling komplek, sambi nyari pulsa XL [kelamaan nggak dipakai ternyata expired, padahal pulsanya masih banyak tuh]

Sejak beberapa minggu ini memang aku jarang di rumah. Mulai dari jalan-jalan ke Pantai Parai di Pulau Bangka, bercanda sampai malam di Proyek GOR Boker, ngobrol ngalor ngidul dengan para "executor" di Proyek Kali Progo [YoGyA] sampai bersantai ria bersama teman-teman Serikat Pekerja di Cisarua.

Semua "kesenangan" itu harus ditebus dengan jarangnya ketemuan dengan anak istri, sedangkan bagi anakku, mereka jadi jarang ketemuan sama bapaknya. Begitulah jika kita menjadi pekerja yang selalu mencoba menganggap pekerjaannya sebagi ladang amal yang perlu dikerjakan dalam kondisi yang penuh keceriaan.

Kadang saat menjelang tidur, terpikir olehku akan anak istri yang jarang kutemui. Kupikirkan dalam-dalam, apa sebaiknya yang kukerjakan bila nanti bertemu anak istriku. Ketika saat pertemuan dengan anak istri tiba, kadang apa yang ada dalam angan-angan lain dengan yang terjadi kemudian.

Pas sampai di rumah, kadang yang terlihat adalah piring kotor yang berserakan atau kendaraan yang ditaruh di tempat yang tidak semestinya, atau apa saja yang mengganggu pandangan mata.

Disinilah kesabaran dan ketenangan sangat dibutuhkan. Kadang emosi [karena kecapekan di jalan menuju rumah] langsung meledak melihat kondisi yang tidak sesuai dalam bayangan otak. Buyarlah sudah semua rencana pertemuan yang sudah disusun rapi. Senyum yang tadinya siap dikembangkan langsung meredup dan berganti dengan tarikan wajah kaku dan keruh.

Tidak ada saat sabar untuk bertanya, kenapa piring kotor begitu banyak atau kenapa lantai begitu kotor. Yang ada hanya rasa jengkel dan bobolnya tembok emosi.

Jika ada rasa berbaik sangka, tentunya hal seperti di atas tidak mungkin terjadi. Namun kata baik sangka memang hanya mudah diucapkan, tetapi sangat sulit dilaksanakan, padahal jika benar-benar mau berbaik sangka, maka semuanya akan mengalir begitu lancar.

Seperti mobil yang berhenti dan didorong, maka dibutuhkan kekuatan dorongan yang sangat besar di awal proses pendorongan mobil. Baru setelah mobil mulai bergerak, maka dorongan yang kecilpun akan sanggup membuat mobil tetap bergerak.


"Dan jadikan sabar dab shalat sebagai penolongmu ( Al-Baqarah:153 ) "

Kamis, Oktober 30, 2008

Makan Buah

Pagi-pagi LiLo [anak ragilku] narik-narik tanganku, yang sedang mau ngetik di kompie.

"Pak, jangan ngetik terus donk. Nanti matanya sakit lho keseringan ngetik", begitu kata LiLo.

Memang semalem aku nggak ketemu sama LiLo, soalnya aku nggak ngantor, tapi ke proyek GOR Boker [bimbingan fungsional sistem manajemen K3LM] dan pulangnya agak malam.

"Begini cara makannya pak. Pakai satu garpu dan kemudian satu-satu. Bapak makan satu, kemudian aku makan satu"

"Gitu ya?"

Lilo mengangguk sambil tersenyum, dan kamipun makan buah bersama. Jadi inget tadi malem, anakku Lita juga ngajak makan pisang goreng, tapi belum bisa kupenuhi, sehingga dia tidur duluan sebelum makan pisang bersama.

Kasihan anak-anakku yang jarang ketemuan sama bapaknya yang sok sibuk [gak menentu ini]. Semoga tangan Allah senantiasa menjaga mereka, menjaga agar taliku dengan tali keluargaku tetap terikat rapi dan makin lama makin erat.

Amin.

“Siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hubungkanlah tali silaturahminya,” (HR. Bukhari).

IMG_2506

Kates yang uenak tenan.

IMG_2504

Nulis dulu sebelum dihabiskan bapaknya [yang penggemar berat pisang goreng]thumbs_up

Jumat, September 19, 2008

PuAsA ngInterNeT


Setelah menjalani beberapa hari ibadah di bulan puasa, akhirnya diberi cobaan yang cukup menantang. Bagi orang lain sih ini bukan cobaan, bahkan mungkin suatu hal yang tidak perlu dianggap cobaan apalagi ujian.

Tidak menyentuh ineternet selama 3 hari, hayo  ...!:-)

Bisa enggak?

He..he..he... ada pemantapan Examiner Malcolm Baldridge di CiMaCan dan aku mengikutinya dengann HaPe yang hampir mati dan charger yang ketinggalan di kantor.

Pilihannya :
1. Tetep nginetrnet dengan risiko mati HaPe [karena batere drop], sehingga tidak bisa kontak anak istri, atau
2. Puasa internet, puasa nelpon, dan hanya nelpon istri diwaktu subuh [buat memastikan pada bangun sahur]

Pilihan pertama sangat menarik, soalnya baru ada tantangan dari pagerank. Blogku yang di blogspot pageranknya cuma 3/10, sedangkan di wordpress pageranknya 4/10, padahal lebih banyak pengunjung di blogspot dibanding di wordpress.

Risikonya, gak bisa telpon anak istri. Nah....!?!

Akhirnya kubulatkan tekad untuk memilih anak istri dibanding internet.

Akan tetapi, cobaanya ternyata tidak hanya itu. Aku juga punya tekad untuk sebanyak-banyaknya sholat jamaah tarwikh, minimal lebih banyak dibanding tahun lalu [padahal tahun lalu sudah lupa berapa kali terpaksa jamaah tarwikh di rumah]

Targetku, bulan ini maksimal 3 kali aku jamaah tarwikh di rumah, dan sudah 1 kali aku jamaah tarwikh di rumah [kalau gak salah karena anak-anak sendirian di rumah tanpa ortu, jadi habis buka bersama langsung meluncur pulang]

Lha kalau 3 hari di CiMaCaN tanpa tarwikh berjamaah berarti targetku nggak kecapai donk. Kulihat di Villa Renata ini [tempat pelatihan/pemantaban] gak ada mesjid, sehingga penghuni villa ini gak tahu pada tarwikh dimana.

Alhamdulillah, mungkin karena aku sudah mendahulukan keluarga dibanding internet, maka Tuhan memberi rakhmat dengan adanya penyelenggaraan acara tarwikh bersama, lengkap dengan ruangan yang luas dan imam yang favorit [ini istilah dari teman-teman, karena kecepatan imam dalam memimpin sholat]

Segala puji hanya bagi Allah swt.
Semoga nikmatnya tidak putus-putus sampai kapanpun.
Amin.

Selasa, Agustus 19, 2008

MAti Lampu Ketika Mandi

Ketika sedang asyik mandi, tiba-tiba lampu kamar mandi mati. Aku jadi inget dengan cerita lampu mati yang tadi siang diceritain oleh direkturku.

Tersebutlah sebuah keluarga yang pada suatu malem dapat giliran pemadaman listrik oleh PLN. Meskipun sudah diberitahu, tetapi ketika akhirnya listrik padam betul (kadang sudah diberitahu ada pemadaman tapi lampu tetep nyala juga) munculah kejengkelan dari sang istri.

Dengan bersungut-sungut dia memerintahkan dihidupkan genset dan mengumpulkan semua anggota keluarganya untuk masuk di suatu kamar. Di kamar itulah listrik dari genset dialirkan, sehingga perangkat elektronik khusus di ruangan itu bisa berfungsi dengan baik.

Sang suami dengan tetap tenang, menyelesaikan bacaannya, anak-anak nonton TV dengan hembusan angin dari AC yang sejuk banget. Sementara itu, sang istri masih tetap bersungut-sungut dan sesekali menengok keluar rumah. Siapa tahu ada tetangga yang sudah hidup lampunya, sehingga dia juga bisa menghidupkan semua AC, semua TV, kulkas dsb.

Ketika akhirnya listrik menyala, sekitar jam 2-3 lewat tengah malam, maka barulah sang istri mengakhiri kejengkelannya dan tidur (entah nyenyak atau tidak ya).

Bagi sang istri kondisi itu dianggap sebagai kondisi yang sangat menjengkelkan, sehingga mulai jam 8 malem sampai jam 2-3 dini hari dia tersiksa oleh kejengkelannya sendiri.

Bagi sang suami, maka tidak ada hal yang perlu dipermasalahkan. Dia bisa membaca, anak-anak bisa nonton TV, minum air dingin juga masih bisa (tinggal ngambil di kulkas).

Begitulah suatu kondisi yang sama persis tetapi karena ditinjau dari perasaan (sudut pandang) yang berbeda, maka hasilnya jadi lain. Ini mirip dengan cerita Setengah Isi Setengah Kosong. Kita bisa bilang gelas yang berisi separonya dengan air dengan sebutan setengah isi, namun bisa juga dengan sebutan setengah kosong. Dua-duanya benar tetapi maknanya sangat berbeda.

Jadi kenapa aku pusing dengan lampu yang mati?

Akupun tetep saja menikmati mandiku dengan senyum yang terkembang. Selesai mandi, pakai baju dengan kondisi mati lampu tanpa terbalik. Ada kepuasan tersendiri ketika aku keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang utuh dan senyum yang terkembang.

Anakku yang tadinya mengira aku akan marah-marah (insya Allah dugaanku ini salah) ikut tersenyum melihat aku keluar kamar mandi dengan tetap tersenyum.

Ketika lampu akhirnya bisa dihidupkan kembali, akupun foto bersama LiLo untuk mengenang saat mati lampu yang tidak membuat hati sengsara.

Pelajaran hari ini :
1. Selalu baik sangka terhadap apapun yang menimpa kita. Yakinlah, Allah swt hanya akan memberi cobaan pada kita sejauh kita mampu menerimanya.
2. Kondisi yang kepepet, sering menimbulkan isnpirasi untuk melakukan "improvement". Pada waktu lampu hidup, kadang salah atau terbalik pakai kaos, tetapi ketika lampu mati malah pakaian dalam gak ada yang kebalik.

Salam.



Rabu, Agustus 13, 2008

"Home Work"-nya LiLo

Pulang kantor, LiLo sudah menunggu dengan ceritanya,"Pak, ada PR yang gile bener nich...", katanya.

"Apaan tuh...?", kataku sambil nglepas jaket

"Kita bikin gambar pakai karton, tentang perayaan 17an", jawab LiLo penuh semangat.

"Terus?", kataku sambil ngelepas kaos kaki.

"Gak mungkin deh pak, soalnya besok harus jadi. Padahal gambarnya harus banyak. Kita beli kertas karton yang kecil aja pak?", LiLo terus menjawab dengan semangat.

"Bapak makan dulu, nanti kita bahas lagi ya?", kataku sedikit memotong pembicaraan. LiLo memahami kondisi kelaparanku, jadi dia mengangguk memaklumi.

Selesai makan, mandi dan sholat Isya, kita pergi beli kertas karton. Bawa uang 100 rebu beli kertas 1.500. Wah, sekalian saja beli pelindung lutut deh. Maklum di bulan Agustus ini tiada hari tanpa lomba. Jadi mesti siap-siap APD.

Sampai rumah LiLo mulai ngerjakan PR-nya bersama LuLuk, anak tertua. Ternyata dalam satu kertas karton harus dipenuhi dengan gambar yang berhubungan dengan 17an. Ada lomba makan kerupuk, suasana upacara, lomba lari, dll.

Bener nich. Ini PR LiLo yang ghokil abiz, kalau mesti dikumpulkan besok pagi.

Sampai malem, satu rumah, kecuali aku, pada sibuk ngerjain PR LiLO. Pagi harinyapun masih ada kerjaan yang belum selesai.

Nah, kalau pagi hari, memang aku yang paling sehat. Kumulai dengan senyum dan kuselesaikan kerjaan LiLO, melobangi gelas aqua, memasukkan benang sebagai pengantung dan jadilah dia lentera mini. LiLo tinggal mewarnai gelas itu dengan warna merah putih.

Selesai.

Pelajaran yang didapat hari ini adalah,"seberat-beratnya kerjaan pasti nanti akan selesai juga, bila mulai dikerjakan sedikit demi sedikit"

Aku jadi inget kalimat yang ada di kitab suci,"Tuhan hanya memberi cobaan sebesar kemampuan kita menerima cobaan itu".

Mari kita mulai hari ini dengan senyum dan kita isi dengan senyum, nanti malem kita akhiri juga dengan senyum.

Insya Allah, senyum yang ikhlas. Amin.




Senin, Agustus 11, 2008

Belut Bakar

Sehabis acara lomba di depan rumah, maka tertinggalah beberapa belut di rumahku (tepatnya berhasil disembunyikan oleh LiLo dan kawan-kawannya untuk mainan mereka). Belut itu sudah pada kelelahan, karena dipakai dalam lomba belut, sehinga sudah tidak gesit lagi.

Ketika anak-anak melihat belut dan melihat lauk di meja yang belum terhidang, maka timbulah pikiran untuk masak belut.

Kuarahkan sedikit tentang bumbu yang perlu untuk masak belut. Mereka bilang mau dibakar saja, biar rasanya nggak seperti belut goreng yang biasa dibawa ibunya dari Yogya, jadi bumbunya sederhana saja, bawang merah-putih dan garam, kalau mau boleh ditambah kecap (cap Bango).

Acara yang paling sulit adalah membunuh belut itu. Kembali aku ngasih sedikit arahan untuk membunuh belut dengan tidak menyiksanya. Akhirnya merekapun sukses membunuh semua belut yang masih ada di ember.

Giliran proses masak, maka semua terlibat dalam menyiapkan peralatan untuk membuat sang belut mateng. LiLo berbuat semampu dia untuk ikut mensukseskan acara bakar belut itu. Sayangnya, setelah acara mbakar belut selesai, LiLo diajak main oleh kawannya, sehingga sholat Asar udah menjelang maghrib dan diapun tidak kebagian daging belut bakar.

Rupanya kakak-kakaknya sudah nggak tahan melihat sang belut bakar yang sudah siap hidang, dan habislah belut itu dimakan mereka berdua.

Kunasehati LiLO, yang matanya berurai air mata, kalau dia ikhlas menerim akondisi ini, maka Tuhan akan mengganti LiLo dengan makanan yang jauh lebih lezat dibanding belut bakar.

Terbuktilah, malem itu aku masak menu aneh yang luar biasa lezatnya, meskipun gizinya masih patut dipertanyakan.

Awalnya kita masak sarden tapi tanpa garam, sehingga rasanya hambar. Kemudian kita beli mie instan 2 bungkus dan kita campur sarden itu dengan mie instan tersebut.

Pertama, margarine satu sendok dipanaskan di “wajan” penggorengan, masukkan sarden yang telah ditambah air. Biarkan mendidih dan masukkan mie instan bersama dengan bumbunya. Tambahkan telur yang sudah diberi campuran sedikit garam dan kecap (cap Bango). Selesailah sudah...!

Setelah sore makan belut bakar, maka malemnya Luluk Lita dapat merasakan sarden + mie instan. Mama mia lezatos..!

Yang penting LiLo sudah ngga ngambek lagi, karena dapat bagian paling banyak ...!:-)







Minggu, Agustus 10, 2008

Jalan Jalan Sore

Aku baru mau nulis blog tetapi diajak jalan-jalan sore sama LiLo, soalnya dia nggak ada yang dikerjain sore ini.

Mulai dengan melewati jembatan keseimbangan yang ada di depan cluster Montana.

Kemudian melewati rombongan kambing yang asyik merumput di median (belakang rumah).

Mencoba berayun di pohon-pohon yang ada di belakang rumah, persis kayak anaknya Tarzan (eh ...tapinya aku bukan Tarzan lho..!:-)

Kemudian mulai merasakan kenyamanan padang yang mulai hilang hijaunya, karena musim hujan sudah mulai berlalu.

Senangnya tinggal di lingkungan yang sangat sehat ini. Lebih menyenangkan lagi bisa menikmatinya bersama keluarga dengan penuh senyum dan cinta.


Tidak lupa beli buah, agar energi yang hilang bisa segera tergantikan. Favoritnya adalah buah semangka. Segar dan langsung mengembalikan kesegaran tubuh, setelah cukup capek berjalan-jalan sore.

Pulang kembali melalui jembatan keseimbangan.

Indahnya sore ini. Penuh senyum yang ikhlas dan udara yang segar.

Sabtu, Agustus 02, 2008

Indahnya Berbagi (nasi)


Futsal sudah jadi mode di kantor. Pada demam main futsal, sampai-sampai diumumin di lift. Wah, pasti rame banget di hari latihan rabu depan.

Abis subuhan di masjid ama LiLo, aku nyoba latihan main bola di halaman belakang rumah. Itung-itung pemanasan, setelah sepuluh tahun nggak main bola lagi. Eh, ternyata belum 3 menit udah ngos-ngosan, padahal udah ngajak Lita untuk nemenin.

Alhasil ketika Lita sudah siap, akunya yang nggak siap. Udah capek.

Namun ketika Luluk ikut-ikutan main bola, aku jadi tertarik dan kembali ke halaman belakang untuk main bola bertiga.

Jadi meriah donk hari libur ini. Apalagi ketika LiLo ikut nggabung. Wah, biar nggak bisa nendang bola, tapi semangat "jatuhnya" luar biasa. Puncaknya ketika LiLo dijadiin sasaran tembak.

Langsung aja dia pasang muka ngamuk. Acara balas dendampun berlangsung, dan aku lumayan kena tendangan bola kerasnya.

Acara main bola selesai ketika Lita kesakitan gara-gara LiLo ngelempar bola pas kena di kepalanya.

Selesai main bola kita makan-makan. Walah, ternyata lupa tadi baru" nyupir" (nyuci piring) dan mbersihin tempat masak nasi dan belum sempat ngisi beras di tempat itu.

Terpaksa beli nasi uduk dan dimakan  rame-rame. He..he..he.. dimana ada masalah, pasti ada jalan keluar. Yang ini enak banget deh jalan keluarnya.

Asyiiiiiiiiiik ......... makan satu piring berempat.

Kuncinya, ikhlas dan selalu tersenyum menghadapi segala masalah. Seberat apapun masalah itu, pasti ada jalan keluar, dan kondisi yang kita terima saat ini pasti adalah yang terbaik yang diberikan oleh Tuhan saat ini.

Insya Allah, aku selalu dapat menjadi hambaNya yang pandai bersyukur.
Amin.

Rabu, Juli 30, 2008

Tukang Ledeng (01)


Bulan ini kondisi shower di kamar mandi sangat memprihatinkan. Bocor dan suara bocornya sangat mengganggu. Kesempatan untuk memperbaikinya selalu saja nggak ada.

Akhirnya, suatu sore di awal bulan Juli, ketika sedang asyik sholat maghrib, terdengar suara air menyemprot seperti suara semprotan pemadam kebakaran. Keras sekali.

Ketika kuintip kamar mandi, ternyata bukan shower yang rusak tapi wastafel di samping shower yang slangnya lepas dan airnya menyemprot deras mengenai pintu kamar mandi.

Langsung saja, kumatikan air, beli selang baru dan kupasang di tempatnya.

Beres?

Belum, ternyata showernya makin bermasalah. Kondisinya sudah bukan bocor lagi, tapi seolah-olah memang krannya dalam posisi dibuka. Airpun mengucur tanpa terkendali.

Nyerah?

Karena nggak punya perlengkapan yang memadai, ditambah badan yang capek pulang kerja, maka dipanggillah tukang ledeng terdekat yang bisa ngerjakan malam ini juga.

Setelah kubelikan kran, kupesan sama tukangnya agar hati-hati masangnya. Ternyata muncul masalah pertama. Showernya putus, sehingga aku ke toko lagi untuk beli shower.

Masalah yang kedua, saking semangatnya masang konektor shower, akhirnya krannya patah pada posisi pertemuan antara slang shower dan kran. Melihat jam yang sudah malem, dan bosen harus ke toko lagi, maka kuputuskan untuk memulangkan sang tukang. Tentu saja dengan ucapan terima kasih dan senyum yang seikhlas-ikhlasnya.

Kran baru kok bisa patah ya? Kata tukangnya sih dia nggak begitu keras ngencenginnya, tapi kenyataan menunjukkan kalau ngencenginnya terlalu kuat atau bahan krannya kurang bagus, sehingga patahlah sang kran itu.

Di hari libur Isra dan Miraj ini, berdua sama LiLo aku beli lagi semua perlengkapan dan kuselesaikan pekerjaan tukang itu dengan sangat memuaskan.

Hikmah dari cerita ini adalah jangan pernah menyerahkan pekerjaan pada tukang (yang tidak jelas keahliannya), jika kita ternyata bisa lebih ahli.

Hikmah kedua, jangan pernah menyangsikan kemampuan tukang ledeng yang baru kita kenal, akibatnya hasilnya bener-bener sesuai dengan yang kita sangsikan tadi.

Hikmah ketiga, kebersamaan keluarga dalam mengerjakan sesuatu, sesepele apapun itu, sangat menyenangkan. Having FUN with your family, ALWAYS!

Kamis, Juli 24, 2008

LiLo ESQ


Sabtu ini, 26 Juli 2008, LiLo akan ikut ESQ Kids. Wah, dia seneng banget tuh. Aku sudah ndaftar ke Bu Nur, tapi sampai hari ini belum sempat mbayar. Agak susah ya kalau soal mbayar mbayar.

Harapan apa yang kupasang buat LiLo?

Kita lihat dulu selebaran materi dari ESQ dibawah ini.



  1. Star Principle; Allah tempat bergantung

  2. Angel Principle; Malaikat mencatat semua perbuatan

  3. Leadership Principle; Nabi Muhammad SAW sebagai idola

  4. Learning Principle; Belajar dan Memperbaiki diri sesuai dengan surat Al Fatihah

  5. Vision Principle; Allah tujuan dan cita-cita akhir

  6. Well Organized Principle; Ikhlas menerima apapun

  7. Mission Statement; Aku adalah Wakil Allah

  8. Character Building; Mengapa Sholat?

  9. Self Controlling; Perangi Hawa Nafsu

  10. Strategic Collaboration; Ayo Bangun Kebersamaan

  11. Toatal Action; (selalu) Lakukan Yang Terbaik

Jadi harapanku adalah :



  1. Semoga dengan ikut pelatihan ESQ ini, maka Lilo makin mengenal dirinya, mengenal Tuhan (yangmenciptakanLiLo)

  2. Makin mengenal sifat-sifat baik yang ada pada dirinya

  3. Menyayangi orang yang ada di sekitarnya, sebagai bukti kecintaan pada Allah swt.

  4. Mengenal dan memahami Ihsan, Iman dan Islam

  5. Menerapkan suara hatinya dengan sebaik-baiknya

Begitulah harapanku.


Semoga sesuai dengan rencana Allah swt.


Amin.

Senin, Juli 21, 2008

Go Back To The Door


Minggu pagi, seperti biasa, jalan-jalan ama LiLo. Abis itu bersih-bersih rumah. Siangnya anak-anak ngajak main di halaman belakang. Ada acara "mbedhol" ketela pohon dan main-main sama Ayuko, kucing kesayangan Lita.

Terakhir main "baksodor" (Go Back To The Door?). Ibunya yang punya ide, tapi ketika permainan dimulai yang ikut cuma anak-anak saja ama aku.

Berdasar hasil "hom pim pah", Lilo temenan sama aku sedangkan Lita temenan sama Luluk. Tak ada garis yang dibuat, cukup garis imajiner saja.

Rupanya LiLo belum pernah main permainan ini. Jadi kalah melulu. Akibatnya jaga terus deh. Akhirnya permainan terhenti karena aku terlalu bersemangat dan jatuh telentang menjatuhi LilO.

Ternyata anak-anakku cewe' pada gesit-gesit semua. Kayaknya anak-anak cewe'ku masih anak kecil, tapi ternyata mereka sudah ABG dan tingginya juga udah sama dengan istriku. Larinya malah gesit banget, susah ditangkep.

Harus kuakui bahwa yang muda memang lebih lincah bin gesit. Jadilah permainan murah meriah ini mengisi hari libur kami.

Foto : main sama ayuko di belakang pohon ketela

Sabtu, Juli 12, 2008

Di'AriE

Di’ari Keluarga edisi 1/2008



Sejak kemarin anak-anak pada mbuat buku harian keluarga. Setiap anggota keluarga bisa menulis, syaratnya menyebutkan tanggal tulisan dan suasana hati, serta harus ada gambar kejadiannya.

Hari ini kubaca tulisan di diari itu dan ada tulisan dari LiLo anakku terkecil yang akhirnya sudah berani tidur sendirian di kamar (tidak nyampur dengan bapak ibunya atau kakak-kakak perempuannya).


Dia menuliskan pengalamannya menjadi imam di rumah, tidak tanggung-tanggung yang jadi makmum adalah ibunya.

Anak kelahiran tahun naga ini (tahun 2000) memang lain dari kakak-kakaknya. Cerewetnya luar biasa, melebihi kakaknya yang cewek. Aku kadang berpikiran apa dia cerewet karena tiap hari berkumpul dengan cewek terus ya (ibunya maupun kakak-kakaknya) dan jarang ketemuan sama bapaknya (yang pagi-pagi udah pergi dan malem baru kembali). Sayang aku bukan ahli untuk masalah ini, jadi perlu ahlinya untuk tahu masalah ini.

Buku diari sebenarnya memang akrab dengan kehidupanku. Ketika aku nikahi ibunya anak-anak dan kami jarang ketemuan, maka aku tulis kegiatan harianku di suatu buku dan kemudian setelah 1 atau 2 minggu kukirim ke yogya untuk dilanjutkan ibunya anak-anak. Sementara itu buku catatan kegiatan harian istriku juga dikirim ke aku, sehingga dua buku ini saling terbang bersilangan.

Kami saling menulis di dua buku itu secara bersamaan, masing-masing kota satu buku. Ah, indahnya saat itu, jauh dari istri tetapi terasa dekat terus. Begitu ketemuan, wah …. Gak tahu lagi rasanya dunia ini. Adanya cuma enak dan enaaaaaak tenan.


Salam