Tampilkan postingan dengan label kehangatan cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehangatan cinta. Tampilkan semua postingan

Minggu, Mei 17, 2009

Sepedaan CiMaRT [hari H-1 jam]

Menjelang tidur, LiLo sudah sangat gembira menunggu datangnya hari Minggu, hari pelaksanaannya Sepeda Gembira CiMart.

Dia juga sudah mengajak kawannya untuk ikut, tapi ketika kuminta dia mengajak kawan-kawannya, LiLo terlihat enggan. Di blognya baru kutahu kalau dia memang sudah kecapekan maen sama teman-temannya, sehingga sudah males keluar rumah lagi.

Kemarin sore memang LiLo main setengah harian, suatu kegiatan yang tidak dilakukannya sejak sepedanya mangkrak di depan rumah.

Begitu sepedanya sudah diperbaiki, maka LiLo seperti mendapat mainan baru, langsung pamit mencari teman-teman sepedaannya. Apalagi sepedanya sekarang jauh lebih lancar ketika di"gowes", sehingga LiLo makin semangat untuk sepedaan.

Pagi ini juga, tidak seperti biasa, LiLo langsung mandi sebelum sholat subuh. Biasanya pakai celana pendek, hari ini dia pakai celana panjang. Rupanya LiLo sudah nggak sabar ingin menunjukkan bel sepedanya yang baru.



Kaosnya pakai kaos hijau yang warnanya kurang disukai oleh istriku tapi disukai oleh kakak-kakak LiLo maupun olehku.

Bagiku, untuk anak-anak, warna apapun cocok. Mau ngejreng boleh, enggak ngejreng juga gak masalah. Yang penting bersih dan rapi dipakai.

Memang beda dengan keinginan ibunya yang selalu ingin anaknya tampil "perfect".

Acara sepedaan yang maunya santai ini ternyata mendatangkan kesibukan tersendiri bagi Anisku. Pagi-pagi istriku sudah memasak makanan dan minuman untuk para tamu yang sebentar lagi akan mendatangi rumahku.

Akupun harus segera meneyelesaikan tulisan ini agar bisa mbantu Anisku.

Kalau Litha dan LiLo biasanya asyik main sama anak-anak kucing yang lucu-lucu .

Saat ini memang selain sepeda, maka topik kucing sedang jadi topik terhangat di rumah.




.....
...
.

Sabtu, Mei 16, 2009

Sepedaan Cimart [H-1]

Sehari sebelum acara sepedaan Cimart 17 Mei 2009, aku ajak Anisku menyusuri calon rute sepedaan itu.

Rupanya sampai di Padang Golf sudah lumayan keringeten [pasti Om Gazelle ketawa mbaca ini]. Jadi istirahat sebentar di pinggir jalan terus mencoba melihat arah off road besok pagi.



"istirahat dulu be", kata istriku


Ternyata jalannya lumayan becek juga. Bagi Litha tentu suatu tantangan yang menarik. Dia langsung pingin ikut naik sepeda besok tanggal 17 Mei 2009 bareng aku pakai tandem.




wah jalannya becek tuh, anak-anak kepleset gak ya? 
[kok takut amat sih dengan jalan becek, LitHa aja berani]


Padahal tadinya Litha diplot untuk naik motor saja bareng kakaknya, mbak LuLuk.

Oke nanti kita lihatlah bagaimana baiknya. Jangan sampai Anisku kecewa dengan acara besok.

Tiba-tiba, ketika aku "gowes" lagi sepedaku untuk menuju arah KuTahu [kupat tahu], tanpa sebab yang jelas sepeda istriku jatuh,"Gubrak...!!!"

Halah, aku terlanjur "gowes" kencang je. Aku bilang saja sama mbak Litha, "Ibu udah naik sepeda lagi belum tuh?"

"Masih jauh pak, kayaknya Ibu berhenti deh.."

Yowis, akupun berhenti dan mengambil gambarnya.


abis GUBRAK langsung ngebut..


Sambil senyum-senyum istriku melewatiku dan ketika kutanya kenapa jatuh, jawabnya enteng aja, "..ada cowok ganteng lewat.."

Halah...!

Kamipun kembali meluncur meninggalkan Padang Golf. Beli kue pukis dan kemudian meluncur ke tempat finish di KuTahu Ban alias Kupat Tahu Bandung pak Ato.

Ternyata yang namanya kupat tahu pak Ato ini, kalau dimakan di warungnya rasanya jauh beda dengan kalau dimakan setelah dingin.



masih pagi, jadi masih sepi


Aku jadi agak under estimate deh. Soalnya pernah makan kupat tahu ini saat di toko Cimart dulu dan rasanya kayaknya hanya sampai taraf lumayan saja.

Sebelum KuTahunya habis tak sempatkan motret dulu ah. Lihat saja penampilannya yang sangat menggoda. Wuih...lezat abis deh.


tampilan yang sangat menggoda


Padahal tadi malem sudah kenyang tahu juga di Sami Kuring, tapi tahu yang ini kan modelnya lain.

Setelah selesai acara makan-makan, kubayar lunas semua makanan dan akupun SMS pak Ato untuk nanyain kartu diskon untuk acara besok.

Ada banyak lembar diskon yang diberikan pak Ato. Tidak tanggung-tanggung diskon 40% untuk Cimart dan Warga Cluster Montana.

Tengkyu pak Ato dan sampai jumpa besok.


.....
...
.

Kamis, Mei 14, 2009

Yeni Istriku Anis Kecintaanku

Pagi ini tanpa sarapan aku langsung berangkat ke kantor. Tadi malem kelupaan nggak nyiapin makan dan pagi tadi kesiangan bangun,lengkaplah sudah acara tanpa sarapan pagi ini.

Istriku menyodorkan topi dan kutolak dengan isyarat. Mungkin istriku inget kemarin aku minta topi ketika mau ngantor, jadi dia nyiapin topi lagi untukku.

Ke kantor tanpa sarapan sudah membuat otakku agak beku, hari ini banyak kerjaan kantor jadi aku lupa kalau sekali-kali ujian kesabaran itu muncul di saat kita akan sulit menerimanya.

Sampai di Halim baru ketahuan kalau aku memang perlu topi. Hujan gerimis memang hanya turun satu-satu, tetapi sudah cukup membuat kepalaku kebasahan. Ah andai topi tadi kubawa ya?

Istriku memang sering melakukan sesuatu yang aku tidak pahami, sering tidak masuk akal, tidak logis dan seperti nggak ngelihat sikon.

Kenyataan kemudian selalu menunjukkan apa yang dilakukan istriku itu seperti "cenayang", yang tahu persis kejadian apa yang nanti akan terjadi.

Waktu di SUrabaya, istriku pernah menjemputku dengan mobil pribadi di Airport Juanda. Aku tentu saja kaget ketika gantian nyopir dan ternyata istriku tadi masuk ke parkiran aiport tanpa mengambil tiket parkir.

"Wah... pasti runyam deh saat keluar pintu parkir", begitu pikirku sambil menyalahkan diri sendiri kenapa aku nggak ngasih tahu ke istriku kalau mobil pribadiku ini tidak pakai stiker bebas parkir. Kalau mobil kantor sih aman-aman saja masuk airport, karena sudah ada stiker bebas parkirnya.

Yang terjadi kemudian ya keluar airport tanpa masalah, nggak ada acara mbayar tiket masuk.

Banyak hal yang telah ditunjukkan istriku, yang kadang sulit dipahami tetapi ternyata kemudian menunjukkan bahwa istriku seperti orang yang "waskita", mengetahui sebuah kejadian sebelum kejadian itu terjadi.

Di luar hal itu, istriku juga selalu menunjukkan kasih sayangnya pada anak-anaknya. Saat LiLo, si kecil tertidur dengan posisi yang memprihatinkan, aku cuek saja dan langsung tidur di kasur, sementara istriku menggendong LiLo, menempatkannya di kasurnya, menyelimutinya dan memastikan kondisi kamar tidurnya aman dari hal-hal yang mengganggu.

Itulah epos [energi positif] dari istriku yang kemudian menyebar bagai virus di rumahku.

Kemarin ketika aku kecapekan dan tertidur di sofa, LiLo dengan penuh kasih sayang mengambilkan aku bantal. Kemudian beberapa saat berlalu, LiLo datang lagi dan menyelimutiku. AKu yang mau bangun jadi mengurungkan niatku, kunikmati dulu kasih sayang LiLo padaku.

Ah indahnya kehangatan keluarga ini, pasti semua karena aura epos dari ibunya yang tak kunjung padam.

Saat aku pulang ke rumah dan membunyikan klakson mobil, maka anak-anak biasanya langsung berhamburan keluar membukakan pintu. Kadang Litha duluan kadang LiLo duluan.

Lilo pasti hanya membuka pintu pagar untuk berlari ke mobil dan langsung mencari tasku dengan pertanyaan yang sama, "bawa kue pak?"

Kakak-kakaknya yang akan membuka pintu pagar sampai penuh dan biasanya akupun membuka kaca samping kanan untuk melakukan "high five" dengan LuLuk dan Litha.

Semua ajaran ibunyalah yang kupastikan telah membuat anak-anak ini begitu sayang padaku, seperti juga aku sayang pada mereka.

Jadi kalau dulu aku hanya cinta dengan istriku saja, maka saatnya aku harus membelah cinta itu untuk anak dan istriku. Anis, aku cinta padamu, more than you"ll ever know...

 
....
..
.

Minggu, Mei 10, 2009

Selingkuh ternyata [enggak] enak tuh...

Hati yang berdebar-debar saat memandang lawan jenis adalah saat awal dimulainya serial kisah selingkuh seseorang. Start point ini bisa berlanjut dengan cerita yang lebih mengharu biru atau bisa juga berhenti begitu saja.

Bagi seorang laki-laki, kesempatan untuk meneruskan kisah ini biasanya lebih besar dibanding kalau menimpa seorang wanita.

Bagi wanita, yang menarik adalah sikap dan kharisma seorang lelaki, sedangkan bagi laki-laki yang menarik baginya adalah wajah dan kesempatan yang ada.

Tak dipungkiri lagi yang namanya Harta, Tahta dan Wanita adalah sisi lemah lelaki yang mudah dipakai sebagai sasaran tembak lawan [politik]nya.

Ada seorang lelaki yang begitu tegar menghadapi godaan wanita, tetapi begitu ada godaan harta ataupun kedudukan, maka mulailah hatinya bergetar kendor.

Ada cerita tentang sesorang yang begitu alim dan begitu tahan menghadapi godaan wanita maupun kedudukan, suatu ketika dia perlu duit sebesar 1 Milyard.

Saat itu dia harus melaporkan suatu kejadian yang sepele, tetapi jika dilaporkan maka rentetan yang terjadi akan panjang, karena yang dia laporkan mempunyai hubungan dengan orang gedhe yang tidak ingin muncul laporan itu.

Datanglah sang mediator menawarkan uang sebesar 100 juta agar jangan melaporkan kasus hamil di luar nikah yang sedang dia tangani. Sebuah harga yang pantas hanya untuk tidak melaporkan kisah itu, karena memang hanya kisah yang biasa-biasa saja.

Dengan tegas ditolaknya tawaran itu, sehingga tawaran dinaikkan menjadi 200, 400 dan aklhirnya 600 juta.

Si Alim tetap dengan pendapatnya. Senyum halusnya tidak bisa lepas dari bibirnya ketika dia menolak semua permintaan itu.

Sampai akhirnya tawaran sampai ke angka 900 juta dan si Alim tiba-tiba beridiri tegak dengan mata yang membara dan mengusir tamunya. Ditutupnya semua pintu rumahnya dan pergilah dia ke kamarnya. Menangis dia tersedu-sedu karena tawaran itu sudah dekat dengan kebutuhannya.

Disini si Alim lolos dari lubang neraka, tapi seberapa banyak orang seperti si Alim ini. Jangan-jangan hanya ada dalam dongeng saja.

Di kisah lain, ada seorang laki-laki yang sudah dekat ke masalah zina. Selingkuh kecil sudah dijalani, tinggal memastikan selingkuh besar dan masuklah dia dalam lingkaran perselingkuhan yang tak akan mudah lepas lagi.

Saat itulah bayangan anak-anaknya [yang kebetulan cewek] muncul di hadapannya. Tidakkah selingkuhannya sepantaran dengan anaknya?

Tegakah dia jika anaknya diselingkuhi oleh temannya?

Benarkah yang dia lakukan ini sesuai dengan ajaran agamanya?

Kesadaran ini akan membuatnya lepas dari masalah selingkuh, namun jika dua hal tersebut tidak tertayang dalam pikirannya, maka perselingkuhan itu akan langsung terjadi tanpa perlu menunggu waktu lagi.

Yang sering menjadi lucu, kadang-kadang istri selingkuhan ini malah lebih jelek dibanding istri resminya. Kitapun jadi bingung melihat sesorang yang sudah punya rumput hijau malah memilih rumput alang-alang.

"... hanya alang-alang pagar rumah kita
tanpa anyelir tanpa melati
hanya bunga bakung tumbuh di halaman
namun semua itu milik kita
sendiri ..."

Indah bener lantunan lagu Rumah Kita itu. Bayangkan lagu itu adalah perwujudan dari kondisi kita saat ini, istri kita saat ini dan harta kita saat ini.

Semoga kita jauh dari godaan harta, tahta dan wanita.
Amin

Sabtu, Mei 09, 2009

Mencari Bahagia

Perjalanan yang lumayan melelahkan akhirnya selesai juga di hari Sabtu sore ini. Dimulai dari naik angkot mandala ke Pekan Baru Riau pada hari Senin dan diakhiri dengan Angkot Garuda dari Yogya ke Jakarta pada Sabtu sore ini.

Aku langsung meluncur ke Cimart untuk mengecek isue yang beredar bahwa ada kutu di beras yang dijual cimart.

Disana kulihat dua orang pegawai di toko CiMArt sedang melakukan "Quality Control" terhadap beras yang diisukan mengandung kutu. Menurut laporan mereka, tidak ada kutu yang ditemukan, tetapi mereka tetap waspada karena begitu ada kutu beneran, maka pelanggan akan berpikir dua kali sebelum beli beras di Cimart.

Setelah puas bercengkerama sambil beli beberapa kebutuhan rumah, akupun meluncur ke PET CORNER untuk beli makanan kucing persia. Sun Diet !

Andai di CimaRt ada makanan kucing pasti kubeli disana, sayangnya belum ada peminat yang lain, jadi belum menjadi prioritas toko CimArt.

Sampai di rumah, kuajak anak-anakku untuk masak, karena ibunya sedang pergi ke Surabaya untuk melakukan terapi berbagi sehat energi kalung biofir.

Seperti biasa, suasana selalu heboh kalau kami masak bersama. Alhamdulillah, hasilnya cukup memuaskan. Tinggal satu piring yang tersisa di panci. He..he..he.. tadi kebanyakan sih memasukkan material yang dimasak.

Inilah masak makan malam yang murah meriah.

Uang memang bisa berbuat banyak tetapi kebahagiaan tetap tidak dapat dibeli dengan uang, kebahagiaan hanya dapat kita cari di diri kita sendiri. Jadi lebih mudah mencari kebahagiaan dibanding mencari uang.

Benarkah itu?

Hanya hati anda yang bisa menjawabnya.

Selasa, Mei 05, 2009

LiLo ngeBLOG

"Pak... rapikan tulisan di blogku ya..", kata LiLo [anak bontotku yang masih SD], sehabis asyik kutak kutik komputer sendirian.

"Upload dulu aja, nanti tak rapiin deh", kataku yang sedang asyik mengerjakan hal lain.

"Tombol yang mana pak?", tanya LiLo. Rupanya LiLo sudah lupa cara upload blog. He..he..he.. kelamaan nggak nulis blog sih.

"Lihat tuh yang paling kiri bawah, warna merah jambu, ada tombol bertuliskan terbitkan entri..", jawabku dari jauh.

"Publish post ya pak?"

"Ya..."

Setelah luang waktu akupun merapikan tulisan LiLo agar enak dibaca.

Model tulisan LiLo spontan banget, terus ditulis tanpa ada alinea, terussssss ditulis.

He..he...he....silahkan lihat di sini

dan disini juga

Rasanya anak-anak memang selalu mampu menyampaikan pendapatnya dengan lebih jernih dan kita kadang-kadang merasa under estimate dengan kemampuan anak-anak menghadapi masalah di sekelilingnya.

Aku baru tahu kalau kawan-kawan LiLo kalau sekolah selalu diberi uang saku sampai di atas 20 ribu rupiah.

Sementara itu LiLo hanya menerima uang saku sebesar 1.000 rupiah, itupun dia masukkan ke kotak infaq.

LiLo baru dapet uang saku 2.000 kalau dia nggak bawa makanan dari rumah, jadi 1.000 untuk jajan dan 1.000 lainnya untuk infak.

Bila membawa makanan dari rumah, maka LiLo cukup diberi uang saku 1.000 rupiah.

[sekarang LiLo gak pernah bawa makanan dari rumah lagi, karena kita sudah pesan catering makanan untuk LiLo]

Malam sebelumnya, ketika LiLo mendandani hape N73nya, maka paginya dia nulis juga tentang peristiwa itu.

Katanya bapak ibu telah beramal, demikian juga anak-anak sudah membantu bapak ibu beramal, jadi satu keluarga sudah beramal.

Kalau anak-anak tidak mau menerima hadiah dari orang tuanya, maka anak-anak tidak membantu orang tuanya beramal, jadi gagal deh amalan ortunya.

Begitulah jalan pikiran LiLo dan guyonanku pada anak-anak pada pagi hari ketika kita jalan-jalan bersama.

Indahnya kebersamaan bersama keluarga ini.

Semoga begitu terus aja ya. Semoga Tuhan memberi kami petunjuk selalu. Amin.

Sabtu, Mei 02, 2009

Laporan Pandangan Mata Puspitek [1]

Akhirnya saat yang ditunggu itu tibalah. Pak Masud sudah nongkrong di ruang tamu ketika aku keluar dari kamar dan kamipun berangkat menuju acara bertemunya para blogger [kompasiana] dan penulis milis kompas [FPK].

Di jalan, kami menepi untuk mengambil pak ATG yang sudah nunggu di pinggir jalan.

Perjalanan selanjutnya menuju ke Resto Samikuring

Ada acara TDA Bekasi di sana. Pembicaranya adalah salah satu anggota CiMaRt yang sangat piawai kalau cerita tentang property.

Setelah sekedar haha hehe, maka kamipun meluncur ke Bekasi. Ada mas ArisHu yang sudah menunggu di rumah. Mobilku kutaruh di rumah pak Aris dan kami ganti mobil. Pak Aris bertindak selaku driver termahal menuju ke Jati Bening untuk menjemput Om Jay, Cik Gu kompasiana yang sudah tercemar namanya [maaf pak Jay, salah ketik, yang benar terkenal bukan tercemar]

Perjalanan ke Puspitek dipandu beberapa telepon dari teman-teman dan alhamdulillah hanya tersesat beberapa kali saja [he..he..he...]. Jalannya jelek banget nih ke Puspitek.

Kelompok blogger kompasianapun akhirnya bisa berkumpul di guest house puspitek. Ada test teleconferfence disana dan aku bersama pak Wijaya [maksudnya Om Jay] mencoba melakukan komunikasi dengan pak Onno W Purbo dan pak Sahar. Sayang suaranya belum sempurna. Semoga nanti siang sudah sempurna.



Setelah lengkap rombongan, maka mobil kami beriringan menuju ruang pertemuan puspitek. Langsung melakukan hunting tempat yang paling  strategis yaitu tempat yang dekat dengan titik api alias colokan listrik.

Di acara ini penyanyi band cimart menjadi andalan kelompok kompasiana, yaitu pak APRIL [alias ATG].




Saingan dekat pak April hanyalah pak KK yang membawakan lagu-lagu jadul.

 
 



Suasana benar-benar larut dalam kemeriahan yang sangat nyaman, karena tidak ada batas antara boss dan bawahan, pejabat maupun non pejabat.

Pak KK begitu mobil untuk menyalami dan larut dalam kelompok-kelompok kecil yang ada dalam ruangan itu, sehingga suasana benar-benar menyatu.

 
 



Jam 13.00 saat kita akan melakukan acara pertemuan pertama dengan pembicara pak Onno, ajdi break dulu

[to be continued]

 
.... 
internet pakai wimax luar biasa kencengnya bisa 10 kali lipat kecepatan speedy
[luar biasa]
...

Minggu, April 26, 2009

Lukisan Alam Pagi

Pagi-pagi sepedaan sama anakku nomor dua, Haslita Nisa atau yang suka dipanggil LitHa, arah tujuan pertama adalah beli kue pukis kesayangan.

Banyak orang jualan pukis di Cikarang, tapi paling enak tetap yang ada di pasar Roxy depan ALfa Mart. Selama ini adonannya selalu mampu membuat kami ketagihan, kecuali saat dia berhalangan berjualan dan digantikan adiknya, rasanya sedikit berubah [atau sugesti aja ya?]

Sambil merasakan segarnya udara Jababeka, kami ngobrol ngalor ngidul dan akhirnya berhenti di dekat lapangan golf, karena melihat matahari pagi yang indah dan kabut di atas sawah yang membuat suasana serasa di kintamani.

Inilah lukisan alam pagi yang indah, "sungguh agung Pelukisnya", demikian kata Koes Plus.

Karena gak bawa tustel, maka kukeluarkan hape untuk mengabadikan lukisan alam pagi itu.

Lithapun tak mau ketinggalan, langsung mengeluarkan hapenya. Kamipun saling berlomba mengambil lukisan alam pagi yang begitu indah.

Begitu indahnya suasana pagi itu, sehingga hasil foto yang indah ini masih belumisa menggambarkan keindahan yang asli di pagi itu.

Belum lagi kabut dan hawa segar yang menerpa wajah kita, semu aitu pasti tidak tergambarkan di foto yang kita ambil ini.

".....
Kicau burung bernyanyi
menyambut pagi nan cerah

senyum merebak
dan hatipun bernyanyi

indahnya alam pagi ini
membawa damai di hati

terima kasih Tuhan
......"

 
matahari di antara dua tower


 
lomba foto 

 
jadi deh foto matahari LiTha 

 
tidah seindah warna aslinya [memang]
...

Minggu, April 19, 2009

Kolaborasi Lukisan Keluarga




Ketika asyik nonton TiVi, Lilo mendekatiku dan bercerita tentang berbagai hal, mulai dari penemuan sepatu, garam sampai penemuan Elevator.

Ceritanya begitu hangat dan asyik, tapi aku sendiri membagi perhatianku pada TiVi yang sedang asyik menayangkan film kesukaanku.

Melihat antusias LiLo dan melihat ketidak antusiasanku melayani obrolan LiLo, ibunya rupanya tidak tahan.

"Pak tiVinya matiin dulu, ajak LiLo mempraktekkan lembar kreatifitas di buku itu", kata istriku.

Aku jadi tersadar, rupanya hari ini tidak sama dengan hari-hari biasa.

Ada LiLo yang tiba-tiba banyak cerita tentang segala hal [caper 'kali ya] dan ada Litha, kakak LiLo, yang asyik mendengarkan cerita LiLo, meski sambil main komputer.

Si Mbarep, LuLu, yang sama dengan hari biasa, tidak terlihat batang hidungnya karena masuk sekolah.

Kumatikan TiVi dan kuajak LiLo untuk berkolaborasi membuat apa yang diperintahkan dalam buku penemuan garam.

LiLo tampak ragu-ragu, tapi LiTha langsung menyahut,"Ayuk pak, aku ikut...!"

Begitulah, kami bertiga mempersiapkan segala "uba rampe", apa saja yang diperlukan untuk mengikuti petunjuk di lembar kreatif itu.

Saat semua peralatan sudah siap, tiba-tiba terdengar suara salam di depan. Waqh, LuLuk sudah pulang, pasti seru nih.

Biasanya memang untuk kegiatan yang melibatkan seluruh anggota keluarga, LuLuk selalu pandai mengatur adik-adiknya.

Kegalakan Bapaknya dan kebijakan Ibunya menurun padanya, sehingga aku selalu percaya padanya bila meninggalkan urusan untuk dilaksanakan oleh adik-adiknya.

Percobaan yang dilakukan adalah melukis di sebuah kertas dengan mempergunakan cat air, kemudian saat masih basah ditebarin garam "secukupnya'. Ketika lukisan itu kering, maka akan muncul sebuah kertas dengan lukisan yang "mengejutkan"

Sayangnya tidak ada kuas, sehingga aku langsung mengoleskan cat dari "tube"nya, sedangkan LiLo mengoleskan cat denga mempergunakan "pipet/sedotan".

Namanya juga kolaborasi, maka sedotan [kuas] LiLo ikut berpartisipasi di segala area lukisan. Biarpun LiLo sudah dikasih tahu, tetap saja ekor sedotan LiLo membuat cat yang sudah dioleskan dengan rata menjadi campur baur tidak karu-karuan.




Ributlah suasana di kamar. Semua orang punya pendapat sendiri-sendiri, sehingga suasana benar-benar riuh rendah.

"Bapak kebanyakan garam", kata anakku

"LiLo kebanyakan memberi air, kertasnya jadi basah banget, cat airnya meleleh tuh..."

"Sudah, jangan ditambahi cat lagi, segera ratakan garamnya dan kertasnya dijemur di luar, cepat...ayu cepat..."




Seru banget deh acara pagi itu. Sampai-sampai ibunya ikut terkekeh-kekeh. Suasana baru berubah ketika ibunya melihat lantai yang kotor dan "tube" cat air yang bertebaran dimana-mana.

Suasana makin mencekam ketika ada salah satu "tube" yang tintanya "nyeprot" ke lantai. Waduh,.... aku segera ambil kertas dan menulis namaku di kertas dengan tinta yang nempel di lantai itu.

Eh...anak-anak malah ngikuti perbuatanku, jadinya kita semua melukis lagi. Bedanya sekarang melukis di kertas masing-masing.







Gakpapa deh, yang penting tidak ada ibu yang marah-marah. "Everything is under control!"

Pelajaran hari ini :

1. Kebersamaan adalah awal dari kebahagiaan
2. Saling memberi bukan saling meminta adalah bagian dari kebersamaan yang indah.



Kamis, April 16, 2009

Diskusi Malam

Sehabis jamaah Isya, kami berempat [aku dan anak-anakku] menunggu istriku sambil "golek-golek" [tiduran] di lantai. Kami ngobrol ngalor ngidul nggak karua-karuan, kebanyakan bercerita tentang mimpi-mimpi liar kami.

"Pak, kalau kawanku ingin sekolah ke yogya, gimana pak?", kata anakku
"Hmm... ya ajak aja dia kost di rumah kita"
"Boleh pak?"
"Bilang sama ibumu, supaya dia diperbolehkan kost di rumah. Gak usah bayar", begitu kataku [sok] serius
"Asyiiiik...."
"Nah, nanti kita bisa bilang ke kawanmu untuk bantu-bantu bersih-bersih rumah, nyuci piring, dll...", kataku
"Ha...ha...ha...", anakku mulai kepingkel-pingkel
"Bilang sama kawanmu untuk mbayar kost dan duitnya kamu bagi berdua sama kawanmu"
"Ha...ha....ha...."
"Bilang juga sama kawanmu untuk beli motor, biar bisa kamu antar kemana-mana"
"............."
"Nanti kamu bilang dia, bahwa kau akan mengemudikan motor itu, dan kawanmu boleh beli bensinnya tiap hari"
"ha...ha...ha...."
"Kalau hari minggu atau hari libur, kamu bilang sama kawanmu untuk di rumah saja, nggak usah kemana-mana. Soal motor, kamu bisa bilang dia untuk jangan kuatir, karena motor akan kamu pakai untuk keliling-keliling kota yogya"
"Huuu......"
"Soal bensin di hari minggu, kamu ijinkan kawanmu untuk mengisinya, kamu yakinkan dia bahwa bensinnya akan kamu manfaatkan untuk keliling kota"
"Ha...ha...ha..."

Tahu-tahu sudah malam dan istri belum juga datang. Ya udah, akhirnya yang mbarep kembali ngerjakan PR, nomor dua main internet dan nomor 3 tergeletak pasrah dalam tidur.

Akupun menunggu istri sendirian, dalam kondisi lapar [padahal pas cerita tadi gak ada rasa lapar je]. Begitulah kekuatan anak-anak. Mereka bisa membuat perut lapar jadi tidak terasa lapar dan membuat capek kerja jadi tak terasa.

Alhamdulillah, aku telah dikaruniai keluarga yang menyenangkan.
Semoga Allah swt membimbing kami selalu.
Amin

Kamis, April 02, 2009

Kisah Cinta si T 1 AR

Aku dapet sms dari teman lama. Isinya undangan untuk mengunjungi webnya. Ya udah aku langsung ke TKP.

Wah trenyuh rasanya membaca kisah kasihnya. Langsung saja kuminta kesediaannya agar isi webnya tak muat di blogku. Balasan persetujuannya ternyata via SMS, y audah langsung saja pas jam istirahat kantor, kulakukan acara "copas" isi webnya.

Ini dia kisah cinta si T 1 AR.

Tibalah saatnya aku menyatakan cinta. Ceritanya setelah beberapa hari berpikir dan mempertimbangkan berbagai hal, akhirnya aku putuskan untuk mengatakan cinta padanya.

Beberapa hari sebelumnya aku ngrasa gelisah banget, ga tenang, dipikiranku makin banyak aja muncul pertanyaan-pertanyaan kenapa selalu mikirin dia, kenapa rasanya aku butuh dia banget. Tapi aku ga boleh buru-buru, soalnya aku pengen sekali jadi dan untuk yang terakhir.

Metodenya diawali melalui email cinta supaya ngomongnya ntr ga panjang-panjang, soalnya aku orang yang kurang bagus berkomunikasi secara langsung hehehe...kemudian pas ketemu, baru aku katakan terus terang tetapi ga sepanjang di email cinta itu

hehehehe...take a look that mail:

"Mudah2an lu baca ini sampek abis, gw pengen bilang gw sayang ma lu, gw ngrasa nyaman ma lu, gw pengen lu jadi pacar gw, tapi gw ga mau maksain lu, klo lu mang ga mau ya udah gpp, klo lu mang ga sayang ma gw, ya udah gpp, klo gw ga bisa bikin lu ngerasa nyaman seperti gw nyaman ma lu, gw minta maaf, prasaan mang ga bisa dipaksain, yang penting gw udah bilang n gw lega bisa ngungkapin apa yang gw rasain, walopun nantinya mungkin cuman jadi cinta bertepuk sebelah tangan buat gw, itu juga gpp, it’s fine,


maaf klo tulisan ini jadi bikin lu sebel, bikin lu benci ma gw, tapi gw harus bilang ma lu klo gw emang sayang ma lu sekarang, walopun ga bilang langsung n cuman beraninya lewat email n ga special banget, terus terang gw penakut sekarang, gw ga berani bilang langsung, gw takut ga bisa ngungkapin apa yang gw rasain klo langsung bilang tatap muka ma lu,
Lebih baik pake tulisan kaya gini supaya bisa lebih jelas apa yang gw rasain.


Skali lagi gw minta maaf klo gw ngeganggu lu dengan tulisan gw, gw tau gw egois dengan bilang ini, tapi gw minta tolong lu ngertiin perasaan gw, gw musti bilang ini, daripada gw jadi gila mikirin ini smua.


Berat rasanya gw musti bilang n nulis ini semua, musti berpikir berkali-kali buat gw bikin tulisan ini trus gw kirim ke lu, tapi gw harus bilang n siap nerima semua konsekuensinya.


gw ga tau apa yang bakal terjadi besok-besok dikantor setelah gw kirim tulisan ini ke lu, berantakankah hari-hari gw setelah ini?


gw pasrah ajah deh, mungkin ini bagian dari jalan hidup gw yang harus gw laluin.


Maaf yach, thx udah baca sampek akhir isi ati gw malam ini.


Gw tunggu jawaban lu lewat apa ajah, mo dibales lewat email, mo kirim sms dengan ketik Y/N kirim ke 02192110707 atau lu mo bilang langsung atau lewat telfun, gw tau cewek pasti berpikir bermilyar-milyar kali buat ngambil keputusan,


therefore gw ga ngasi batas waktu kapan lu mo jawabnya, terserah lu ajah, yang penting lu ga gantungin gw aja.


InsyaAllah gw bakal berusaha pegang komitmen gw ini klo misalnya lu mo nerima gw apa adanya.


Bismillahirahmanirrahim GW SAYANG LU


Thx so much for everythings.


Maybe you are my “someone in somewhere” if you love me too like what I told you before."

hihihi...jadi malu...norak ya...xixixixi...cuek aja deh... :P

Setelah email itu sampai dan dia baca tiba lah saat pertemuan kita, pas waktu pulang kerja kebetulan waktu bulan puasa aku ajak dia buka puasa di soto kudus Tebet (tempatnya ga romantis, maklum abis pulang kerja, cari tempat yang gampang aja hehe...yang penting momentnya), disitu aku tembak dia lagi, dan nanyain apa jawabannya.

Pertama dia senyum-senyum aja (biasalah cewek sok jual mahal xixixixi) trus akhirnya dia bilang "ya udah klo emang lu maunya gitu, gw mau kok"

hehehehe...that night feel sooo beautiful for me, after i heard you said that.

Mulailah hubungan baru kita ditanggal 20 September 2008 walaupun masih dengan rasa canggung diawalnya. :)

I love you more than you love me honey. :)



Source :

Selasa, Februari 24, 2009

SlumDog Millionaire Menang Besar

Tebakanku tentang Slumdog bener menjadi kenyataan. Film bagus ini menang di beberapa kategori. Silahkan cek di http://oscar.com/oscarnight/winners/

Ada 8 penghargaan untuk Slumdog dan tiga penghargaan untuk Benjamin Button. Dulu saking senangnya dengan film ini, maka sehabis nonton langsung kubuat reviewnya di kompasiana dan di warnaislam

Film slumdog ini memang menuai banyak kritikan dari mereka yang merasa dilecehkan dalam film itu. Mereka menolak penggambaran kemiskinan di India yang begitu nyata.

Sekarang saat film itu menuai banyak penghargaan dan sekaligus membuat film India menjadi raja tahun 2009 ini, maka pendapat itu bisa jadi berubah atau malah makin membuat mereka sakit hati.

Di India sendiri ada dua kubu yang saling bertolak belakang. Satu kubu merasa dihina oleh film itu dan satu kubu lagi merasa dihargai oleh film itu.

Memang mereka yang tinggal di lokasi syuting itu mungkin tidak akan pernah melihat film itu, karena mereka lebih sibuk memikirkan mata pencaharian mereka daripada menyempatkan diri untuk menonton sesuatu yang menurut mereka mungkin tidak ada untungnya.

Begitulah dunia ini selalu ada du akutub yang saling berseberangan [dan biasanya ada juga satu kutub lagi yang suka pindah kesana-kemari, menjadi bunglon, selalu menyiapkan diri untuk ikut yang paling menguntungkan]

Mau lihat hasil lengkapnya?
Silahkan simak dibawah ini :

Daftar Pemenang Oscar 2009
http://oscar.com/oscarnight/winners/

Film terbaik
"Slumdog Millionaire"
sebelumnya menang juga di Golden Globe 2009

Sutradara Terbaik
Danny Boyle
"Slumdog Millionaire"
sebelumnya menang juga di Golden Globe 2009

Aktor terbaik
Sean Penn
"Milk"

Aktris Terbaik
Kate Winslet
"The Reader"

Aktor Pendukung Terbaik
Heath Ledger
"The Dark Knigth "
sebelumnya menang juga di Golden Globe 2009, saya sudah yakin sebelumnya kalau aktor dari Australia ini akan menang juga di Oscar setelah menang juga di Golden Globe.

Aktris Pendukung Terbaik
Penelope Cruz
"Vicky Cristina Barcelona"

Skenario asli terbaik
"Milk"
Dustin Lance Black

Skenario adaptasi terbaik
"Slumdog Millionaire"
Simon Beaufoy (dari novel Vikas Swarup "Q & A")

Tata kamera terbaik
"Slumdog Millionaire"
Anthony Dod Mantle

Tata rias terbaik
"The Curious Case of Benjamin Button"
Greg Cannom

Tata seni terbaik
"The Curious Case of Benjamin Button"
Penata seni Donald Graham Burt, dekorasi set Victor J. Zolfo

Efek visual terbaik
"The Curious Case of Benjamin Button"
Eric Barba, Steve Preeg, Burt Dalton and Craig Barron

Tata busana terbaik
"Duchess"
Michael O'Connor

Film animasi terbaik
"WALL-E"
Sutradara Andrew Stanton
sebelumnya film ini juga menang di Golden Globe untuk film animasi terbaik.

Film animasi pendek terbaik
"La Maison en Petits Cube"

Film aksi pendek terbaik
"Spielzeugland (Toyland)"
Jochen Alexander Freydank

Film dokumenter panjang terbaik
"Man on Wire"
James Marsh and Simon Chinn

Film dokumenter pendek terbaik
Smile Pinki
Megan Mylan

Editing terbaik
"Slumdog Millionaire"
Chris Dickens

Tata suara terbaik
"Slumdog Millionaire"
Ian Tapp, Richard Pryke and Resul Pookutty

Penyuntingan suara terbaik
"The Dark Knigth "
Richard King

Lagu tema terbaik
"Jai Ho" dalam "Slumdog Millionaire"
Musik A.R. Rahman, syair Gulzar

Musik film terbaik
"Slumdog Millionaire"
A.R. Rahman

Film asing terbaik
"Departures" (Jepang)
Yojiro Takita

= ==== =

Belum nonton slumdog?

Baca reviewnya dulu baru nonton [he..he..he.. nonton dulu juga boleh kok]

Bisa juga dibaca disini atau disini

Selasa, Februari 03, 2009

SlumDog Millionaire


Harapan. Itulah sebuah kata yang telah memberi kekuatan luar biasa bagi Jamal. Harapan telah mampu membuat seorang Jamal melakukan segala hal demi bertemu dengan Latika, buah hatinya sejak ia masih anak-anak.

Perjalanan cinta Jamal ini tertuang lewat scene-scene yang berujud kilas balik. Rangkaian kilas balik inilah yang membuat penonton jadi keasyikan, bahkan bisa jadi film India ini benar-benar telah berubah menjadi film yang hollywood banget. Khas film India dengan lagu dan tari baru muncul ketika film sudah berakhir.

Ini memang film India di tangan sutradara Inggris yang piawai meramu warna India dalam kanvas hollywood. Film besutan Danny Boyle ini dikerjakannya bersama sang asisten yang India asli, Loveleen Tandan, dengan merombak novel karya Vikas Swarup berjudul Q & A. Sebuah novel yang sudah penuh dengan penghargaan, sehingga akhirnya film inipun mendapat beberapa penghargaan.

Keinginan Jamal untuk main dalam kuis "Who Wants to be A Millionaire" bukanlah keinginan untuk main dan menang. Bahkan Jamal dikisahkan sebagai pemuda yang tidak bisa membaca, bagaimana mungkin ia punya cita-cita untuk memenangkan kuis yang luar biasa sulit ini.

Bahkan untuk pertanyaan yang begitu mudahpun ia tidak bisa menjawabnya. Sang inspekturpun dibuat kagum dengan retorika berpikir Jamal, ketika ia menanyakan mengapa pertanyan yang semua orang India bisa menjawab justru tidak dijawab Jamal, tetapi pertanyaan yang sulit malah selalu dapat dijawab dengan baik.

Jamal tiba-tiba mengajukan beberapa pertanyaan yang sepele pada sang inspektur dan itu adalah pertanyaan sederhana yang tak dijketahui jawabannya oleh sang inspektur.

Kepiawaian menjawab pertanyaan kuis super sulit ini menjadikan sang "Tantowi Yahya" alias pemandu kuis menjadi berang. Iapun mulai geram dengan kelakuan Jamal yang selalu bisa menjawab pertanyaannya. Dalam dunia nyata pemandu kuis ini adalah Amitabh Bachchan, namun dalam film ini diperankan oleh orang yang mirip dengannya. Sosok Bachchan yang lagendaris rupanya tidak mau dirusak oleh citra buruk sang pemandu kuis yang jahat dalam film ini.

Berbagai cara dilakukan sang pemandu kuis untuk menteror mental Jamal dan akhirnya bahkan menjebloskan Jamal dalam penjara, demi untuk mengetahui cara yang dipakai Jamal dalam menjawab deretan pertanyaan yang super sulit itu.

Pertanyaan yang sulit dari kuis itu memang selalu melempar Jamal dalam kisah kehidupannya secara kilas balik, mulai dari anak-anak, ABG sampai menjadi remaja. Rangkaian kilas balik itulah yang mampu menjawab rangkaian pertanyaan dalam kuis.

Penontonpun dibuat semakin terpaku oleh drama kehidupan keluarga Jamal, mulai dari meninggalnya ibu tercinta, kelakuan kakak Jamal [Salim], perjumpaannya dengan Latika dan cinta Jamal yang seolah tak berujung.




[melihat heli Amitabh Bachchan]


Ini memang film drama yang telah membuktikan dirinya dengan penghargaan dari Golden Globe 2009. Tidak salah kalau memang film berdurasi 2 jam lebih ini menyabet penghargaan sebagai film drama terbaik. Film inipun telah mendapat penghargaan sebagai film dengan sutradara terbaik, penulis naskah terbaik dan pembuat musik terbaik. Kayaknya penghargaan lanjutan akan segera menyusul, melihat kehebatan film ini.

Bila ingin berwisata keluarga dengan tujuan menonton film, maka film ini layak untuk ditonton. Kita akan merasa telah menonton sebuah film Indonesia, karena seting cerita yang begitu mirip suasana Indonesia dan sekaligus serasa menonton campuran film Inggris, India dan Amerika, karena aroma itulah yang disajikan dalam film ini.

Kalau di film laskar pelangi, para bocah asli Babel telah tampil memikat, maka di film ini bocah Mumbailah yang tampil memikat. Merekapun mendapat berkah dengan adanya bea siswa untuk pendidikan sekolahnya dan sejumlah uang yang sudah menanti saat mereka dewasa nanti. Kepolosan bocah-bocah inilah yang membuat penonton terbius untuk tidak bergerak selama film berlangsung dan sang sutradara merasa perlu untuk membayar sebagian honor mereka saat mereka sudah besar nanti.

Mungkin kemiskinan warga Mumbai yang membuat pemikiran itu, karena berapapun uang yang didapat saat ini bukan mustahil hanya akan habis tanpa sempat dinikmati oleh sang bocah dikala mereka memerlukannya nanti.

Selamat menonton.

Slumdog Millionaire PG-13 memang layak menjadi tontonan keluarga. Meski biaya pembuatannya murah meriah dan tanpa aktor kondang, tapi inilah memang film sederhana yang layak tonton.

Mau lihat trailernya silahkan klik disini
Pingin tahu lebih jauh silahkan klik disini
Ringkasan cerita disini bisa dilihat
Gambar-gambar bisa dilihat disini
Cuplikan dari wikipedia bisa dilihat disini

update !!!
Bagi penggemar fisbuk, silahkan jadi penggemar film ini disini

Senin, Januari 05, 2009

Yuk Kerja Lagi



Akhirnya hari kerjapun datang lagi setelah capek liburan. Bertemu kembali dengan teman kantor dan mulai menjalani rutinitas kerja seperti biasanya.

Semoga tahun 2009 ini dapat kujalani dengan lebih baik dibanding tahun-tahun lalu. Amin.

Selama liburan ini, praktis aku lebih banyak kumpul dengan keluarga di rumah. Acara keluar rumah hanya nonton Teater Dinasti dan makan di D'Cost. Selebihnya kuisi dengan olah raga ringan, sepedaan bersama keluarga dan makan bareng di warung lesehan atau beli pukis dan makan di pinggir lapangan [disapu dengan angin sepoi yang "suejuk"].







Tiap hari aku sepedaan, hari terakhir libur kututup dengan membeli kelinci kecil. Dua ekor binatang kecil yang lucu banget, sehingga ketika sampai di rumah dan melihat kelucuannya, kita kembali lagi ke penjualnya dan beli 3 [tiga] ekor lagi.

Mereka dinamai oleh masing-masing pemiliknya, yaitu :

1. momo [father], berwarna putih dengan belang hitam
2. panda [pisu], putih dengan mata mirip panda
3. shiro [lilo], putih dengan maksud mirip piaraannya Sin Chan
4. kumu [lytha], coklat dan sangat lincah
5. kuro [luluk], artinya hitam seperti warna bulunya

Sayang di sore harinya Kuro sakit sehingga terpaksa dibawa oleh sang pawang. Semoga lekas sembuh Kuro. Amin.

Liburan yang sangat indah, karena habis untuk keperluan keluarga doank.


KURO [si hitam]


KUMU [Litha Poenya]



Anggora PANDA


Angora MOMO


ShIRO [punya LiLo]

Rabu, Desember 10, 2008

Kegelisahan Pak Dhe [3]

Nama-nama yang tertulis dalam daftar pekerja yang akan di-PHK sangat dikenal pak Dhe. Merekalah aktifis Mushola pabrik ini. Lalu, kenapa mereka yang aktif memakmurkan Mushola ini justru yang namanya masuk dalam daftar pekerja yang akan di-PHK?

Memang pabrik ini sedang kelebihan tenaga kerja, tetapi apa harus dengan mengorbankan para anak muda yang begitu giat mengisi kegiatan di mushola ini?

Bukankah ustadz Ilham yang sering ceramah di Mushola ini, selalu mengatakan bahwa akhlaq seorang muslim merupakan cerminan dari aqidahnya, dan orang yang akhlaqnya mulia, insya Allah prestasi kerjanya juga baik, karena dia bekerja buat Tuhannya, bukan untuk mencari pujian dari hamba Allah yang lain.

Bekerja untuk Tuhan, artinya kita akan memberikan yang terbaik yang dimiliki agar hasil kerja kita paling optimal.

Lalu kenapa para pekerja yang rajin ke Mushola ini malah kinerjanya [dianggap] kurang baik dan malah akan segera di-PHK?

Dimana salahnya?

"Assalamu'alaikum", sapa seseorang membuyarkan lamunan pak Dhe.

"Wa'alaikum salam. Lho.... pak Anton, lama tidak ketemu pak. Dimana saja?"

"Wah, pak Dhe kangen juga ya sama aku. Iya nih, aku juga kangen sama pak Dhe", jawab pak Anton dengan senyum khasnya.

Senyum itu sungguh khas, hanya milik Anton. Nama lengkapnya Antonius, nama yang aneh bagi telinga pak Dhe, karena ternyata pak Anton ini bukan non muslim, tapi muslim tulen.

Ingatan pak Dhepun kembali meluncur di beberapa tahun lalu.

Mushola ini berdiri, antara lain adalah karena perjuangan tak kenal lelah dari seorang Anton. Pekerja baru ini begitu gigih menghadap ke semua pimpinan untuk merealisasikan mimpinya, "mempunyai sebuah mushola di pabrik".

Dulunya Anton ini adalah seorang pembersih kloset yang kerjaannya luar biasa rapi dan bersih. Tak ada "bau menyengat" di kamar mandi atau di WC selama ada Anton.

Lulusan Sekolah kejuruan ini memang tidak punya nasib baik untuk melanjutkan sekolahnya, sehingga dia terdampar di pabrik ini untuk menghidupi dirinya dan membantu meringankan beban orang tuanya.

Yang menarik adalah senyumnya yang tak pernah lepas dari bibirnya. Orangpun tak ada yang mengira betapa saat-saat itu, Anton sedang ditimpa berbagai macam cobaan dalam hidupnya.

Nasib [benarkah nasib?] yang membawa Anton selalu sholat Jumat disamping bos pabrik ini, tepat di belakang imam.

Perjalanan hidup Anton ditentukan kemudian ketika bosnya ketemu dengan kawannya, sesama bos pabrik lain, yang sedang mencari pekerja dengan satu persyaratan yaitu "jujur dan pecinta kebersihan" [ini mah dua syarat, bukan satu].

Antonpun berpindah pekerjaan dan dia diangkat sebagai staf administrasi di perusahaan kawan bosnya. Karirnya tiba-tiba melesat begitu cepat dan dalam usia muda, dia sudah menjadi manajer keuangan, hasil dari ketekunannya bekerja dan ketekunannya untuk sekolah lagi.

"Hei... pak Dhe kok malah ngelamun", guncangan Anton di pundak pak Dhe membuyarkan lamunan itu.

Pak Dhepun tersenyum, Anton masih seperti dulu. Begitu dekat dan begitu familiar dengan siapapun.

"Tumben main ke sini Ton"

"Iya pak Dhe, mau menjemput kawan-kawan"

"Eh... emang siapa yang mau dijemput? Trus mau kemana?"

Anton tergelak menerima jawaban pak Dhe.

"Iya pak Dhe, aku jemput kawan-kawan untuk makan bersama. Aku sekarang diangkat sebagai kepala pabrik. He..he...he... Anton sablenk ini sudah jadi kepala pabrik pak Dhe. Mau syukuran pak Dhe"

Sekarang senyum Anton sudah bertambah dengan lelehan air mata di sudut matanya.

Entah siapa yang memulai, pak Dhe dan Anton saling berpelukan bak tak ingin berpisah lagi.

Tak ada lagi pembicaraan di antara mereka. Yang ada hanya sesunggukan Anton di pundak pak Dhe.

Pak Dhe merasa pundaknya basah oleh air mata Anton.

Inilah cita-cita besar Anton yang dulu selalu diketawain oleh teman-temannya, dan hari ini ternyata Anton benar-benar sudah jadi kepala pabrik.

Mushola ini menjadi saksi, ketika cita-cita Anton menjadi bulan-bulanan gurauan antara para aktifis mushola. Ada yang mendoakan dan ada yang meminta Anton untuk jangan terlalu tinggi menaruh mimpi.

Mereka memang kelompok pemuda yang selalu riang dalam bekerja dan selalu mampu meluangkan waktunya untuk mengisi acara di mushola ini.

Ketika isakan Anton mulai mereda, maka pak Dhepun melepas pelukan Anton dan kertas daftar pekerja yang akan di PHK ikut terjatuh bersama lepasnya pelukan itu.

"Apa ini pak Dhe?", tanya Anton

"Itu kawan-kawanmu dulu yang rajin mendoakanmu. Sebentar lagi mereka akan berpisah dengan pabrik ini Ton", jawab pak Dhe lirih [dan sedikit bergetar].

"Pak Dhe tidak tahu hal ini?"

"Aku baru saja cuti panjang, jadi tidak tahu Ton. Mereka juga tidak ngabari aku. Entah hikmah apa dibalik peristiwa ini. Mereka perlu bekerja dan saat ini pekerjaan itu harus mereka lepaskan"

"Pak Dhe bener-bener tidak tahu?"

Pak Dhe tak kuasa menjawab, hanya sebuah anggukan kecil yang diberikan sebagai jawaban.

"Mereka inilah yang akan kujemput pak Dhe. Mereka akan bekerja di pabrik yang kupimpin. Hari ini kita akan makan siang di gule kepala ikan, di restoran Deli, depan bioskop itu"

Pak Dhe terganga mendengar penjelasan Anton. Benarkah yang didengarnya ini?

Apakah ini sebuah mimpi atau inilah bukti kebenaran ucapan pak Ustadz Ilham.

Pak Dhe sekarang yang ganti melelehkan air matanya. Rasanya pak Dhe merasa berdosa telah berprasangka buruk terhadap janji Allah.

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila dia ditimpa kesusahan, dia berkeluh kesah. Dan apabila dia mendapat kebaikan, dia amat kikir. (QS. al-Ma’ârij: 19-21)”.

"Subhanallah, hari ini kembali aku menerima pencerahan dari Allah swt melalui Anton"

==== ========= ========

Ali menutup buku dan menuju ruang keluarga. Cerita pak Dhe telah memberi petunjuk baginya untuk kembali minta maaf pada sepasang orang tuanya yang sedang bercengkerama di situ.

Selama ini, betapa seringnya Ali berprasangka tidak baik terhadap apa yang disampaikan oleh orang tuanya. Gara-gara PS, maka semua yang dilakukan oleh orang tuanya untuk membatasi permainan PS itu selalu dianggap sebagai penderitaan oleh Ali.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS 2: Al Baqarah ayat 216)


=========

terinspirasi berdasar kisah yang kuilihat sendiri dan yang diceritakan padaku, kupetik pelajaran dari kisah ini adalah "bekerja itu [ternyata] ibadah"

[kuubah disana-sini untuk menyesuakan dengan gaya bahasaku]

Jumat, November 28, 2008

Diskusi sehabis Subuh

Setelah lama gak berdiskusi dengan anak-anak, tadi pagi sehabis subuh akhirnya bisa juga kita berdiskusi.
Topiknya adalah apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua menjelang sholat subuh .

Ini topik yang menarik [bagiku], karena akhir-akhir ini memang suasana menjelang sholat subuh selalu agak kacau balau. Kalau mau cari kambing hitamnya, maka pasti telkomspeedy yang akan dituduh sebagai penyebabnya.

Benarkah demikian?

Kalau coba ditelusuri, maka sebelum ada paket gratis telkomspeedy mulai jam 20.00 s.d jam 08.00, maka kehidupan keluargaku berjalan dengan normal, dalam arti sholat jamaah subuh dapat dilaksanakan dengan tidak banyak effort. Kalaulah ada yang tidak normal , masih dalam taraf wajar deh.

Sejak adanya paket gratis itu, maka kehidupan berinternet anak-anak jadi berubah total. Mereka dengan setia menanti datangnya jam 20.00, baik dengan tiduran atau tidur.

Begitu jam 20.00 lewat sedikit, maka mulailah akses internet dibuka dan merekapun bisa keasyikan berinternet sampai berjam-jam,"mumpung gratis pak", begitu alasannya.

Mau dilarang, gak mempan lagi, karena ortunya juga memanfaatkan jam gratis itu dengan penuh euforia.
Sebelum ada paket gratis itu, maka setiap anak-anak akan melakukan sambungan ke internet selalu dipagari dengan tingginya biaya internet.

Bayangkan dari tagihan normal yang seharusnya cuma 200 ribu [paket kuota 1 GB], bisa berlipat-lipat mbayarnya, bahkan bisa melebihi tagihan paket unlimited.

He..he..he... berarti bukan paket gratisnya yang salah, tapi pengarahanku pada anak-anak tentang mahalnya akses internet yang membuat anak-anak jadi seperti kuda liar yang dilepas dari kandang.

Sebaiknya pembatasan akses inetrnet tidak melulu didasarkan atas besarnya biaya internet, tetapi diutamakan pada perlunya menjaga kombinasi antara bermain internet [di depan komputer] dan bersosialisasi dengan lingkungan [dengan meninggalkan meja komputer].

Anak pertamaku sudah "cacat" matanya karena terlalu rajin membaca + nongkrong di depan komputer. Model kursi dan meja komputer yang dipunyai juga membuat anak-anakku tidak memperhatikan masalah ergonomis.

Anak kedua dan ketiga juga mulai "cacat" matanya. ALhamdulillah, anak ketiga masih bisa ditolerir tanpa harus memakai kaca mata, asal rajin makan buah atau vitamin untuk kesehatan mata.

Kembali ke acara diskusi setelah sholat subuh, maka [ternyata] banyak masukan dari anak-anak yang membuat aku harus meninggalkan juga kebiasaanku [yang enak-enak].

Hari ini disepakati beberapa aturan baru [tapi lama] dan yang sebaiknya kutulis di internet agar ada masukan juga dari teman-teman pembaca.


  1. Jam tidur anak-anak adalah jam 22.00 [artinya maksimal internet adalah 2 jam]
  2. Jam tahajud, anak-anak diperbolehkan main internet lagi, dengan himbauan menyempatkan sholat sunah 2 rakaat.
  3. Yang harus sudah wudhu pertama kali adalah anak kedua atau bapak dan setelah wudhu tidak ada kegiatan menunggu wudhu dengan duduk-duduk di depan komputer [ini kebiasaanku yang sulit dilakukan, tapi harus kulakukan, lah sudah "commit" je!]
  4. Cara membangunkan anak harus lembut dan tidak boleh dengan cara mengguncang-ngguncang badan anak-anak ["seperti yang bapak lakukan pagi ini", kata anakku], seolah-olah anaknya "pasti" susah bangun.
  5. Ibu paling akhir wudhu, dan kalau sedang "libur" [gak sholat] dilarang tiduran di dekat tempat sholat, tapi cari kegiatan lain yang tidak terlihat oleh orang yang sedang sholat.
  6. PR [pekerjaan rumah bukan page rank] anak-anak sebaiknya dikerjakan malam hari [kalau sehabis subuh hasilnya sering ribut terus]
  7. Bapak dilarang [keras] mengancam menghukum anaknya yang lambat bangun.


Alhamdulillah, ternyata banyak usulan anak-anak yang tadinya jarang kulakukan.

Makasih nak , kalian telah mengingatkan ortumu dengan cara yang baik. Semoga menjadi amalan bagi kalian semua.
Insya Allah. Amin.

Minggu, November 16, 2008

Piknik di JCC

Pagi ini seiisi rumah pada meluncur ke JCC. Kita menikmati suasana IBF [Indonesia Book fair] 2008, yang ternyata lebih meriah dibanding hari kemarin. Mungkin karena hari terakhir, maka suasana IBF 2008 jadi kayak pasar kaget. Liputan media masa juga kayaknya dipusatkan pada hari ini. Para kuli tinta dengan "senjata"-nya masing-masing pada bersliweran di seluruh lokasi pameran.

Seperti biasa, LiLo selalu hilang begitu sudah masuk ke lokasi pameran. Sementara kakak-kakaknya pada ngglendot sama bapaknya, keliling ke masing-masing stand.

Sampai di stand demo anti virus, penjaganya begitu bersemangat menjajakan buku tentang dokter virus.

"Silahkan serahkan flash disk yang bervirus, dan dokter virus kita akan melenyapkan semua virus yang ada di flash disk itu dengan cepat"

Aku senyum mendengarnya, dan kemudian nyeletuk,"Iya ilang sak flash-disknya"

Penjaga stand yang di sebelahku tersenyum kecut mendengar celetukanku. Mungkin dia pingin marah, tapi gak bisa karena statusku adalah calon pembeli atau tamu, yang berarti raja bagi dia.

Saat ada yang menyerahkan flash disk model unik, sang dokter bingung. Mau dimasukkan ke card reader kok gak cocok, jadi dikembalikannya ke yang punya. Tentu saja yang punya langsung protes, terus langsung dicolokkan ke port usb dan pak dokter viruspun tersenyum [kecut].

Saat siang kusempatkan untuk nulis di komputer. Ibunya LiLo yang duduk di depanku protes karena LiLonya entah berada dimana.

"Pak LiLo dicari donk. Nanti kalau sudah ketemu jangan dilepas ya...", pintanya.

"LiLo? Jangan dilepas?!", kataku

"Imposible!", kata kakaknya.

Hhahahhahaa... =D


Sehabis makan siang, kita asyik nonton game dance. Luar biasa anak-anak muda itu dalam berdansa mengikuti musik dan menjejakkan kakinya sesuai petunjuk yang ada di monitor. Biasanya yang sering dilihat adalah yang mempunyai 5 [lima] injakan, satu di tengah dan empat lainnya di sekitarnya. Untuk yang dilihat siang ini modelnya dobel, sehingga ada sepuluh injakan yang harus diinjak sesuai petunjuk komputer.

Penonton yang begitu berjubel membuat tontonan jadi kurang jelas dilihat. Akhirnya kucoba untuk duduk saja, dengan harapan semangat kekeluargaan para penonton muncul dan tidak ada yang dengan "pe-dhe"nya berdiri di depanku.

Alhamdulillah, sesuai ilmu Quantum Ikhlas, maka para penonton di depanku pada minggir, sementara itu para penonton lain pada duduk di sebelahku. Jadilah aku sebagai penonton VIP dengan ruang kosong di depanku, sehingga orang yang tidak mau nonton tapi mau lewat tidak terhalangi oleh berjubelnya penonton.

Sore mejelang maghrib, perutpun mulai keroncongan. Anak tertuaku begitu ngiler melihat uap yang mengepul di atas "rombongan" bakpau, maka sore itupun kita asyik nongkrong di depan mobil pintar makan bak pau.

Sementara itu, LiLo datang pergi dengan gaya khasnya. Setiap ingin beli sesuatu, kalau ditolak bapaknya, maka ibunya yang dijadikan "second change", demikian juga sebaliknya bila ditolak ibunya. Sungguh dia sangat menikmati hari ini bersama mainan barunya. Arena pameran yang luas ini sudah lengkap dijelajahinya dan setiap melihat komputer yang nganggur langsung saja dia duduk dan "sok" berlagak tanpa dosa untuk njalanin komputer itu.

Jadi inget ketika LiLo tak "lepas" di time zone. Ternyata tanpa koinpun dia bisa ikut main. Caranya sok akrab dengan yang sedang main di Time Zone dan ada saja kesempatan dia untuk ikut main tanpa pakai koin.

Saat nulis di bagian ini, LiLo sedang asyik ngobrol sama penjaga stand unicef yang berada di depanku. Penjaganya ya pasti sok akrab juga dengan LiLo, jadilah mereka kayak sudah lama berkenalan. Obrolan itu baru terhenti ketika LiLo kuajak jamaah maghrib.

Malam terus berjalan dan ruangan pameran makin lama makin dingin, tapi khusus ruang pameran dalam, tempat istriku buka stand, tetep saja panas. Bisa jadi karena pengunjung di ruangan lain makin berkurang atau AC di runag pameran dalam kurang berfungsi dengan baik, atau jangan-jangan kedua-dua yang terjadi. AC -nya kurang baik dan pengunjung di ruang pameran dalam ini tetep saja rame.


Malam ini sebenarnya pengulangan kejadian tahun lalu. Bedanya, malam ini kita lengkap sekeluarga "piknik" di pameran dari pagi sampai malam dan barang bawaannya juga lebih banyak dibanding tahun lalu.

Blog inipun dibuat tidak hanya olehku sendiri dalam satu waktu tertentu, tetapi ditulis sedikit demi sedikit dari pagi sampai malam dan ada kontribusi anak keduaku dalam tulisan ini.

Di arena pameran inipun kami bisa foto bareng [he..he..he.. termasuk kesempatan langka nih] .

Senin, November 03, 2008

[jangan suka] MENGELUH

Ketika pak Paijo naik pangkat dan kemudian jadi OKB [orang kaya baru], maka banyak tetangga yang memberikan apresiasi pada pak Paijo, namun ada juga yang malah menebarkan gosip miring untuk pak Paijo.

Bermacam-macam gosip memang kalau makin digosok makin sip. Jadilah, isu OKB itu menjadi santapan empuk para ibu-ibu di kampung.

"Enak tuh jadi pak Paijo. Mau beli apa-apa tinggal bilang saja. Coba kalau inget dulu. Wah... mau beli indomie aja susah banget"

"Kok bisa tahu-tahu jadi orang kaya. Kenapa ya?"

"Jangan-jangan.............."

Wah, kalau sudah jangan-jangan, pasti ujung-ujungnya makin tidak jelas dan makin jauh dari kenyataan.

Sambil menggosip, dalam hati para penggosip mulai muncul keluhan sedikit demi sedikit. Makin banyak menggosip, maka dalam hatinya akan makin banyak keluhan terhadap kehidupannya yang terasa kurang.

Begitulah, mengeluh memang suatu pelarian yang sering menimpa manusia, dan kalau sudah mengeluh, maka para pengeluh itu selalu merasa keluhannya adalah keluhan yang paling luar biasa.

Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, (QS 70: Al Ma’aarij ayat 19-20)

Seangkan pak Paijo sendiri, apa benar dia sudah puas dengan hidupnya?

Dulu dia susah mau beli supermie, sekarang mau beli mie pangsit sak grobaknya saja dia sudah sanggup.

Tapi apa dia sudah puas?

Belum tentu. Saat masih miskin, memang keinginannya cuma beli super mie, tapi saat uang sudah banyak di tangan, maka munculllah keinginan baru yang belum dapat dipuaskan oleh duit yang ada di tangannya.

Dia sudah tidak mikir mie, tapi sudah mikir "hom titer", LCD yang sebesar dinding rumahnya.

Kalau dulu kemana-mana naik angkot, sekarang dia mulai melihat iklan Alphard.

Akhirnya kekayaan itu memang hanya tipuan semata. Kekayaan hatilah yang akan membuat hidup jadi enak dan indah.

SO, enjoy aja...!

Kamis, Oktober 30, 2008

Makan Buah

Pagi-pagi LiLo [anak ragilku] narik-narik tanganku, yang sedang mau ngetik di kompie.

"Pak, jangan ngetik terus donk. Nanti matanya sakit lho keseringan ngetik", begitu kata LiLo.

Memang semalem aku nggak ketemu sama LiLo, soalnya aku nggak ngantor, tapi ke proyek GOR Boker [bimbingan fungsional sistem manajemen K3LM] dan pulangnya agak malam.

"Begini cara makannya pak. Pakai satu garpu dan kemudian satu-satu. Bapak makan satu, kemudian aku makan satu"

"Gitu ya?"

Lilo mengangguk sambil tersenyum, dan kamipun makan buah bersama. Jadi inget tadi malem, anakku Lita juga ngajak makan pisang goreng, tapi belum bisa kupenuhi, sehingga dia tidur duluan sebelum makan pisang bersama.

Kasihan anak-anakku yang jarang ketemuan sama bapaknya yang sok sibuk [gak menentu ini]. Semoga tangan Allah senantiasa menjaga mereka, menjaga agar taliku dengan tali keluargaku tetap terikat rapi dan makin lama makin erat.

Amin.

“Siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hubungkanlah tali silaturahminya,” (HR. Bukhari).

IMG_2506

Kates yang uenak tenan.

IMG_2504

Nulis dulu sebelum dihabiskan bapaknya [yang penggemar berat pisang goreng]thumbs_up

Senin, Oktober 27, 2008

Back 2 Work

Setelah menjalani liburan yang mengasyikkan sama anak-anak [dan istri], maka saatnya kembali bekerja. Dengan pikiran yang sangat positif, kulangkahkan kaki ke markasku. Itulah tempat mangkalnya pesawat Airbus A59 flight pagi jurusan Cikarang-Cawang.

ALhamdulillah, perjalanan sangat lancar. Tumben banget nih Jakarta di hari Senin kok suepi banget. Jam 06.15 udah nyampai di kantor. OBnyapun sedang di kamar mandi, belum siap untuk bersih-bersih ruangan.

Kemarin ngapain aja ya sama anak dan istri. Kayaknya kok seru banget deh hari Minggu kemarin itu.

Pagi, nonton film oleh-oleh dari istri waktu ke Beijing minggu lalu. Wah, kami semua nonton di kamar berlima, kayak di studio 21, seru dan mengasyikkan.

Kok bisa ya orang cina itu berakrobat dengan begitu lentur.

Siangnya, jalan-jalan ama LiLo, beli majalah dan kitapun asyik menjadi kutu buku.

Sore, ini yang paling seru. Main kartu sekeluarga, dan yang kalah harus rela mukanya dioret-oret.

Pertama main 41, Luluk yang kena oret2 mukanya. Kemudian ganti main cangkulan, soalnya ribut sih main 41 dengan 5 orang pemain.

Akhirnya, semua kena oret mukanya, kecuali LiLo, sang champion. Wah seneng banget dia menjadi sang pemenang dan wajahnya polos.

Permainan terhenti ketika adzan maghrib.

He..he..he... coba nggak pakai adzan maghrib, pasti sampai subuh tuh mainnya.
Saking asyiknya main, kartunya sampai sobek tuh