Tampilkan postingan dengan label lilo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lilo. Tampilkan semua postingan

Selasa, November 05, 2013

Lilo yang baik hati

Dalam suatu diskusi dengan Lilo dan Luluk, aku baru ngeh, ternyata Lilo adalah anak yang baik hati. Jadi kutulislah artikel "Lilo yang baik hati" ini.

Ceritanya suatu hari aku ngobrol dengan Lilo soal sepeda. Kebetulan mbak Luluk ada di ruang kita diskusi dan ikut mendengarkan sambil terheran-heran mendengar cerita Lilo tentang sepeda termahal yang kita punyai.

 "Jadi dimana sekarang sepeda itu mas?", kataku heran, setelah menyadari bahwa ada sepeda yang tidak ada lagi di rumahku.

"Di rumah temanku", jawab Lilo kalem

"Hmmm... kenapa?"

"Biar kalau aku pas ingin sepedaan dan aku ngajak dia, maka dia tidak perlu repot nyari sepeda"

"Maksudnya saat mas Lilo ingin sepedaan, tinggal ngajak dia dan dia tidak perlu nyari sepeda lagi?"

"Iya, kan dia tidak punya sepeda"

"Tahukah Lilo kalau sepeda itu adalah sepeda termahal yang kita punyai"

"Tapi sepeda itu gak ada yang pakai lagi tuh..."

"Ya gimana mau pakai, kan sepedanya di rumah temanmu?"

"Sepeda itu juga sudah rusak kok, sudah ada bunyi-bunyiannya..."

"Ya kalau rusak mari kita perbaiki. Kalau ditaruh di rumah temanmu, apa gak sepeda itu malah makin rusak?"

Diskusi itupun berakhir dengan tanpa keputusan. Rumah kita yang tempat parkirnya sudah penuh dengan sepeda dan sepeda motor memang kurang memadai kalau mau ditambah satu sepeda lagi.

Di rumah satunya, ada juga sepeda lipat yang kulihat sudah makin tidak terurus. Sepeda Lita dan Luluk juga sudah lama tidak kulihat lagi. Setahuku sepeda itu dulu diperbaiki oleh Omnya tapi terlalu banyak yang harus diperbaiki, akhirnya malah jadi tidak jelas kabarnya. 

Mungkin Lilo memotret kondisi parkir sepeda di rumah yang tidak memadai lagi dan punya inisiatif untuk meminjamkan sepedanya ke temannya. Aku sendiri setiap bersepeda hanya fokus pada sepeda Specialized yang jadi tungganganku, sehingga sepeda lainnya tidak kuperhatikan lagi.

Semua itu membuat Lilo berinisiatif untuk membersihkan lokasi parkir sepeda di rumah agar tidak menyesakkan pandangan mata yang melihatnya. Lilo yang baik hati memang anak yang cerdas dan suka berbagi dengan siapa saja.

Sabtu, Maret 16, 2013

Ketika Lilo Lita Sakit

Saat berlibur berdua dengan istri di Pulau Belitung (Belitong), ternyata Haslita Nisa, anak nomor duaku, sedang kesakitan dan bingung mau kemana. Maklum biasanya kalau sakit selalu diantar ayah bundanya ke dokter dan tinggal nunggu panggilan dokter saja.
Kali ini ayah bundanya jauh di seberang lautan dan seluruh Indonesia sedang merayakan hari Raya Nyepi, sehingga hampir semua rumah sakit hany amenyediakan dokter umum dengan jam jaga yang terbatas.

"Mbak Lita telepon dulu ke Rumah Sakit dan janjian jam berapa mau ke sana. Kalau tidak pasti tidak ada dokter yang khusus merawat mbak Lita. Bisa di dekat Rumah, ada Ludira Husada atau di JIH Condong catur yang pelayanannya bagus"

Begitu kudengar arahan istriku untuk menenangkan mbak Lita, tapi aku bisa membayangkan perasaan mbak Lita saat itu. Di saat dia harus konsentrasi ujian di sekolah, ternyata ada Allah swt yang memberi nikmat sakit.

Mungkin Allah ingin menunjukkan bahwa badan manusia itu terbatas kemampuannya. Selama ini memang mbak Lita adalah anak teraktif di rumahku. Hampir selalu pulang malam dengan seabrek kegiatannya dan itu tidak hanya di hari biasa, hari liburpun tetap bukan tanggal merah bagi mbak Lita.

Dalam seminggu kadang hanya bisa berjumpa di saat sholat Subuh berjamaah saja. Selain waktu itu, lebih sering hanya melihat bayangannya saja.

Alhamdulillah, meski harus pontang panting, akhirnya mbak Lita ditangani dokter dengan baik dan benar, sehingga sudah bisa tersenyum lagi.



Aku sebenarnya sempat panik juga melihat kondisi ini, tapi aku akhirnya berbaik sangka pada Allah swt. Pasti sudah menjadi waktu terbaik untuk memberi hadiah mbak Lita sakit saat orang tuanya tidak ada di rumah. Bila nanti menjumpai kondisi yang mirip, maka anak-anak sudah siap menjalaninya. Allah swt pasti Maha Tahu dan Maha Adil.

Aku akhirnya bisa tersenyum ketika kawan sekolah mbak Lita, aktris teater SMAN 7, ikut memberi tahu kalau mbak Lita sedang sakit.

Tadi malam, ternyata latihan ikhlasku belum lulus. Mendadak mas Lilo gantian sakit dan harus menginap di RS JIH Jogja. Tadinya Lilo mau diperiksakan Sabtu pagi ini, tetapi aku berkeras untuk membawa Lilo ke RS JIH malam kemarin.

Alhamdulillah, Lilo langsung diinfus dan hari ini sudah bisa tidur nyenyak.



Sehabis subuh rupanya cerita belum berakhir. Mbak Lita demamnya kambuh dan sangat ingin bertemu ibunya yang ada di RS JIH menemani Lilo. Akhirnya ibunya yang harus pontang panting lagi.

Mbak Lita sedang menjalani ujian di sekolah dan rasanya kalau kondisinya seperti ini dia jadi tidak pedhe untuk ikut ulangan/ujian. Alhasil, terpaksa ke dokter lagi untuk minta surat ijin tidak masuk sekolah. Artinya ada ulangan yang nanti harus diikuti mbak Lita di luar jadwal regular.

Hari ini memang hari yang penuh nuansa. Semoga semuanya berakhir baik. Mbak Lita dan Lilo segera sembuh, bisa bermain lagi dan bisa ikut ulangan dengan tenang. Ketika Lilo Lita sakit, maka dunia rasanya berhenti berputar sejenak !:-)

Semoga Allah swt mengabulkan doa ini. Amin.

Kamis, Agustus 09, 2012

Diskusi Wirausaha dengan Lilo

Menjelang tidur malam, Lilo mendekatiku dan dengan wajah serius mulai mengajakku bicara.

"Pak, bisa bantu?", katanya

"Bantu apa?", jawabku

"Aku ada PR yang harus selesai malam ini, besok harus dikumpul"

Waduh, kalau ada todongan seperti ini aku pasti langsung resah dan gelisah. Mau dimarahi nanti malah tambah stress, kalau tidak dimarahi ya bisa jadi akan terulang terus. Akhirnya setelah berpikir sejenak, aku mulai duduk kembali dan tidak jadi tidur, tapi berubah menjadi tiduran.

"Kenapa baru sekarang dibahas?", tetap saja nada protes yang keluar dari mulutku, padahal sudah ditahan agar tetap tersenyum.

"Aku sudah lama membahas dengan ibu pak, tapi ya hari ini baru bisa dibahas", Lilo tidak kalah gertak menjawab protesku dengan protesnya dia.

"Ya oke, jadi PR tentang apa?"

"Aku harus wawancara dengan beberapa pengusaha atau wiraswastawan dan mencatat hasil wawancara itu dalam sebuah laporan"

"Lho sudah malam begini siapa yang mau kita ajak wawancara?", aku makin geleng-geleng kepala saja mendengar apa yang harus dilakukan Lilo.

"Ya kita wawancarai saja para angggota TDA Jogja, kan tidak harus bertemu muka, yang penting isinya betul"

Wah bener juga Lilo ini, tapi males juga malem-malem nelpon kawan untuk diajak wawancara. Akhirnya terjadi diskusi panjang sebelum ditemukan solusi yang disepakati bersama.

Yang dipilih sebagai nara sumber pertama adalah ibunya yang ditulis Lilo sebagai pemilik warung Mie Sehati.Wirausahawan yang kedua adalah ibunya lagi dengan judul penjual lotek.

Giliran yang ketiga Lilo mulai bingung, siapa lagi, tapi otaknya bekerja cepat dan menunjuk ibunya lagi untuk menjadi penjual Es Buah.

Nah yang ke empat akhirnya dia putus asa dan menatap wajahku. Akupun langsung siap menjawab pertanyaannya, karena dari tadi aku memang menawarkan diri untuk diwawancarai sebagai penjual Kacang Mete.

"Berapa modal bapak jualan kacang mete?"

"Dua puluh lima juta saja"

"Sudah berapa lama jualan kacang mete?"

"Setiap tahun di bulan puasa"

"Berapa harga jual kacang mete?"

"Seratus empat puluh lima ribu per kilo gram"

"Keuntungnya?"

"xxxxx..... rupiah"

Dengan sigap Lilo mencatat semua jawabanku dan akhirnya dengan mata berbinar-binar Lilo menutup catatan hasil diskusinya. Diapun tidur dengan nyenyak karena laporannya sudah selesai dikerjakannya.

Kupandangi wajah Lilo ketika tidur dan aku mengucap terima kasih pada Tuhan yang telah mengkaruniaku seorang anak ganteng yang lucu dan penuh semangat seperti Lilo. Hidupnya selalu penuh dengan kegembiraan, seolah-olah hidup hanya untuk bersenang-senang saja.

Terima kasih juga buat para guru di sekolah Lilo yang sudah mengajarkan alur berjualan, meskipun akan lebih baik kalau Lilo berdiskusi dengan penjual yang bukan orang tuanya. Jadi ingat ketika Lilo berjualan di Cikarang beberapa tahun lalu. Dia masih sangat kecil dan sudah berjualan dengan sukses. barangnya terjual habis tapi tanpa mengantongi untung, mungkin karena perintahnya latihan berjualan bukan latihan mencari untung. Akibatnya ya proses berjualan lancar tapi proses mencari untung tidak menjadi tujuan jualan.

Alhamdulillah, Lilo terus belajar berjualan dan akhirnya mendapat untung juga.

Semoga semua anakku sukses menjadi wirausahawan/wati, agar Indonesia mempunyai wirausahawan yang jumlahnya banyak dan berkualitas. Amin.


Kamis, Juni 21, 2012

Mencari SMP yang cocok untuk Lilo

Akhirnya Lilo lulus juga dengan nilai 26.9, nyaris 27. Dia langsung berlarian mengabarkan nilainya pada teman-temannya begitu aku keluar dari ruang pertemuan guru dan orang tua murid. Terlihat pancaran kegembiraan dari wajahnya dan juga wajah teman-temannya.

Beberapa hari kemudian kegembiraan Lilo makin lengkap karena datangnya hari yang dia tunggu-tunggu, hari ulang tahunnya. Seharian, dari pagi sampai sore dia menerima kedatangan orang-orang yang memberi selamat, baik tua maupun muda.


Yang tua datang dari teman-temanku, alumni UGM yang sengaja mengadakan acara gowes pagi dengan finish di mie sehati. Orang tua lainnya adalah saudara-saudaraku yang hari itu kumpul di mie sehati untuk mengadakan pertemuan trah Sastro Utomo.

Sempat terjadi ketegangan ketika surat kelulusan Lilo sempat tidak ditemukan. Sudah dicari dimana-mana tidak ketemu, tapi akhirnya semua lega ketika mbak Luluk menunjukkan surat kelulusan Lilo. Masalah yang muncul kemudian adalah mau sekolah dimana mas Lilo kecil ini?

Tadinya kudengar Lilo mau sekolah di SMP 7, tapi tiba-tiba dia berubah dan pingin ke SMP 16. Ketika dia kutanya, maka jawabnya dari dulu sudah milih SMP 16, tapi kemarin berubah sebentar dan sekarang balik lagi ke SMP 16.

Aku sih tidak mempermasalahkan dia mau dimana, meskipun dalam hati aku ingin dia sekolah di SMPN 3 Pajeksan Yogyakarta, tempat aku bersekolah dulu. Aku juga ingin Lilo sekolah di SMPN 15, tempat kakak Lilo, mbak Lita sekolah dulu, tapi semua terserah Lilo saja setelah berdiskusi dengan ibunya.


Aku hanya kurang setuju kalau Lilo ingin pergi ke sekolah tertentu karena terpengaruh oleh kawan-kawannya. Aku ingin Lilo memilih sekolah karena dia memang ingin sekolah disitu bukan karena terpengaruh oleh kawannya.

Hari ini proses pendataan nilai prestasi sudah dimulai dan pendaftaran akan dimulai tanggal 25 Juni nanti dan pengumuman akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2012. Sebuah proses yang sangat cepat. Pada tanggal 16 Juli nanti, Lilo sudah bersekolah di SMP baru. Dimana ya?


JADWAL PELAKSANAAN PPDB ONLINE KOTA YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Jadwal Pelaksanaan PPDB SMP/MTs, SMA/MA, SMK PEMEGANG KMS
NOKEGIATANTANGGALJAMKETERANGAN
1Pendataan20 - 25 Juni 201208.00 - 14.00 WIBdi Dinas Pendidikan
Kota Yogyakarta
2Pendataan Nilai Prestasi
( bagi yang memiliki )
20 - 25 Juni 201208.00 - 14.00 WIBdi Dinas Pendidikan
Kota Yogyakarta
3Pendaftaran25 - 26 Juni 201208.00 - 14.00 WIBdi salah satu sekolah
pilihan
4Hasil Akhir ( Online )26 Juni 201224.00 WIBhttp://yogya.siap-ppdb.com
5Pengumuman27 Juni 201210.00 WIBPapan Pengumuman di sekolah
pendaftar diterima
6Daftar Ulang ( lapor diri )27 - 28 Juni 201208.00 - 14.00 WIBdi sekolah pendaftar
diterima
7Hari pertama masuk sekolah16 Juli 2012-di sekolah pendaftar
diterima



Daya Tampung Sementara di SMP Reguler

Status data: SementaraHasil s/d tanggal: 21 Juni 2012 18:02 WIB
Wilayah seleksi: YogyaTanggal seleksi: 4 Juli 2012 - 6 Juli 2012
No.Nama SekolahKapasitasLuar Kota
1SMP NEGERI 122852
2SMP NEGERI 220247
3SMP NEGERI 313440
4SMP NEGERI 411034
5SMP NEGERI 5 (SBI)28060
6SMP NEGERI 617847
7SMP NEGERI 714440
8SMP NEGERI 8 (SBI)28060
9SMP NEGERI 917840
10SMP NEGERI 1010634
11SMP NEGERI 116827
12SMP NEGERI 1212034
13SMP NEGERI 135720
14SMP NEGERI 149627
15SMP NEGERI 1520668
16SMP NEGERI 1617447

sumber : http://yogya.siap-ppdb.com/info/jadwal.html

Sabtu, Desember 24, 2011

Kasih LiLo pada Ibunda

Hari ini, Jumat 28 Juni 2013, kisah "Kaasih Lilo pada Ibunda" ini kubaca lagi dan akupun kembali ingat Lilo yang sekarang sudah (lebih) besar.

"Lilo dimana ya? Kok dari tadi tidak kelihatan?", kataku pada seisi rumah.
"Pergi sama temannya pak"
"Kemana?"
"Gak tahu, ke alun-alun barangkali.."
"Lho ngapain ke alun-alun?"
"Ada pasar malam pak"
"Wah, dimana dia sholat maghrib ya?"
"Paling di rumah temannya, seperti kalau temannya sholat disini"

Selepas Isya baru Lilo muncul di rumah. Keningnya diplester memakai band aid dan tangannya membawa sebuah tas.

"Ini Bu hadiah hari Ibu buat Ibu"
"Haaaa...?"

Seisi rumah langsung terdiam dan terpana melihat Lilo menyerahkan tas pada Ibundanya.

"Kok tumben kamu ngasih hadiah Ibu Lo?"
"Kan ini hari Ibu, dan tas itu murah kok", jawab LiLo enteng.
"Bukan soal murahnya, tapi kamu kok kepikiran membelikan tas... ya ampun tas ini persis dengan yang kuinginkan", kata Ibunda Lilo dengan penuh haru

Lilo jadi tersipu malu ketika melihat bapaknya juga memberikan pandangan kagum padanya. Diapun langsung mengelesot di kaki bapaknya.

Kupeluk Lilo dengan penuh rasa haru, sambil berpikir darimana Lilo dapat uang untuk beli hadiah itu.



"Pak, habis ini aku dikawani beli tongkat pramuka ya?"
"Itu yang mau kutanyakan padamu. Besok kamu kemah, lha kok persiapanmu tidak terlihat?", tanyaku dengan penuh keheranan

Lilo langsung masuk ke kamarnya dan keluar membawa check list barang yang harus dibawa. Mulai dari kompor, lampu tenda, serta segala macam perlengkapan lainnya.

"Kok banyak banget Lo? Kamu ketua Regu lagi ya?"
"Bukan!"
"Dulu waktu kamu jadi ketua regu, bawaanmu banyak sekali. Sekarang sudah tidak jadi ketua regu kok masih banyak bawaanmu?"
"Aku sekarang jadi anggota regu, bawaannya harus banyak pak"
"..???..."

Lilo kemudian mulai memeriksa bawaan yang masih perlu dibeli dan mengajakku keluar rumah.

"Ke toko Kurnia ya pak. Beli perlengkapan pramuka"
"Bukannya kamu sudah dikasih uang untuk beli perlengkapan pramuka?"
"Sudah habis uangku pak, sudah tak belikan hadiah untuk Ibu", jawab Lilo polos tanpa merasa ada beban.

Seisi rumah langsung meledak dengan tawa ketika mendengar ucapan Lilo. Dasar Lilo, ada saja kelakuannya yang bikin kita tertawa bersama.

"Kamu memang anak baik Lo. Sudah bisa membuat kita tersenyum dan bangga pada kelakuanmu"


Kasih Ibu kepada Beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai Sang Surya menyinari Dunia

Artikel Kasih Lilo pada Ibunda ini kubaca lagi karena ada yang berkomentar di artikel ini.

Selasa, Agustus 09, 2011

Untung ada Mas Lilo Kuro Ichi

Beberapa hari ini susah sekali menghubungi anak-istri di Jogja. Entah kenapa, semua tidak bisa ditelepon. Ada yang nada sibuk dan ada yang tidak diangkat sama sekali.

Untunglah ada mas Lilo yang selalu berdekatan dengan ponselnya. Setiap aku putus asa menghubungi anak istri, maka saat sampai di mas Lilo selalu saja langsung nyambung dan terdengar suara mas lilo di seberang sana.

Apa metode telepon dibalik ya?

Telpon Lilo dahulu baru telepon yang lainnya. Soalnya metode yang tak pakai sekarang adalah menelpon Ibunya anak-anak dulu baru kemudian anak pertama, anak kedua dan terakhir baru mas Lilo.

Terima kasih ya mas Lilo, selalu stnad by menunggu telepon dari Bapak.

Salam sehati


Jumat, Agustus 05, 2011

SMS (setiap Minggu Sepedaan) ke Kraton

"Met pagi Prof..", sapa seorang pengunjung soto kadipiro pada salah satu peserta SMS (Setiap Minggu Sepedaan) ketika mereka mampir makan pagi di Soto kadipiro.

Kebetulan beberapa peserta SMS kali ini memang banyak yang bergelar profesor, jadi aku tidak tahujuga yang disapa profesor yang mana. Akhirnya ya aku hanya menduga-nduga saja. Aku tenggelam dalam lezatnya soto kadipiro, setelahmengayuh sepeda dari Mie Sehati ke Kampus dan balik lagi ke Soto Kadipiro yang hany abeberapa ratus meter dari mie sehati.


Pagi ini, seperti biasa aku ditemani mas Lilo yang memang sangat setia mendampingi kemanapun bapaknya bersepeda. Tak peduli bapaknya sudah kecapekan, Lilo tetap saja semangat mengajak bapaknya untuk rajin olah raga.

"Bapak kalau berhenti jangan megangi sepeda terus", kata Lilo ketika melihatku tetap di atas sepeda saat kita berhenti mengayuh sepeda.




"Lihat pak, lari-lari, naik turun tangga atau apalah, biar tambah sehat dan perutnya tidak gendut!", Lilo terus saja menasehatiku sementara aku tetap hanya bisa tersenyum melihat tingkah polah lucu Lilo.

Alasanku tetap di sepeda, pertama sepedaku memang tidak ada standardnya, sehingga tidak bisa dilepas, harus selalu dipegangi atau disenderkan ke tembok. Yang kedua, aku memang capek.

"Bapak itu harus banyak bergerak, biar sehat", kembali Lilo menasehatiku. Tidak juga bosan Lilo memberi nasehat padaku. Kadang aku mendengarkan nasehatnya, kadang bosan juga dengan nasehatnya.



Saat aku bosan, akupun jadi berpikir. "Jangan-jangan anak-anakkupun kalau mendengar nasehat dariku bosan juga ya?"

Beberapa kali bersepada dengan keluarga, anak-anakku yang cewek sering tidak mau lagi menemaniku bersepeda. Alasan mereka macam-macam. Mulai dari acara sekolah, sampai alasan teman-teman sepedaanku yang sudah banyak dan tua-tua.

Akupun tidak mau memaksa mereka. Biarlah mereka ikut sepedaan denganku kalau mereka berminat, jangan sampai aku memaksakan keinginanku untuk bersepeda tapi membuat mereka jadi menderita. Untunglah mas Lilo tetap setia menemaniku bahkan tidak segan-segan memberi nasehat olah raga padaku.

Melewati Kraton, para pesepeda sudah tinggal sedikit. Beberapa lamgsung pulang setelah kekenyangan soto di kadipiro. Lilopun kembali berlarian dan melompat-lompat di lapangan yang luas ini.



Hidup ini memang indah kalau kita menikmatinya. kadang kita lupa mensyukuri nikmat Tuhan, sehingga hidup jadi terasa menjemukan dan penuh dengan ketidak pastian. Saat bersepeda, bersenda gurau sepanjang jalan adalah saat yang membuat hidup ini menjadi sangat indah. Senyum merebak dimana-mana dan duniapun ikut tersenyum bersama kita.



Terima akasih Tuhan atas semua nikmat yang telah kau limpahkan pada diriku, keluargaku dan pada teman-temanku.

Selasa, Mei 10, 2011

LiLo Tahajud

Malam menjelang dinihari, aku sholat tahajud dan saat aku sujud terakhir, Lilo terbangun dan jalan mondar mandir di sebelahku. Beberapa saat kemudian Lilo masuk kamarku dan terdengar suara istriku bicara sama Lilo.

Saat aku selesai sholat Lilo keluar dari kamarku dan menghampiriku. Selesai aku berdoa, lilo bertanya padaku tentang apa yang kulakukan.

"Bapak sholat apa?"

"Tahajud nak..."

"Berapa rakaat?"

"Sekali sholat dua rakaat.."

"Aku mau sholat juga ah.."

"Mas Lilo, nanti di sujud terakhir agak lama sedikit ya. Doa yang banyak di sujud terakhir itu"

Lilo diam saja dan ngeloyor mengambil air wudhu. Beberapa saat kemudian dia melaksanakan sholat tahajud dan kemudian nyungsep di pangkuanku.

Aku jadi ingat lagu "The Greatest love of All". Betapa bahagianya mempunyai anak yang shalih dan baik hati. Akupun jadi ingat saat Lilo sempat kuabadikan ketika Lilo jadi imam untuk kakaknya. Aku juga ingat kultum Lilo yang selalu sederhana, ngutip sana-sini dan sangat menyentuhku. Aku juga ingat ketika Lilo juara pildacil, tanpa aku sempat melihat penampilannya. Bahkan aku tidak sempat melihat apa hadiahnya.

Makasih mas lilo, kamu telah membuat hidup bapak menjadi lebih bercahaya.


Kalau sudah besar nanti, insya Allah mas Lilo jadi penggantiku yang lebih hebat dari aku diumurnya. Aamiin.

Senin, Mei 02, 2011

Kaos Lilo



Minggu kemarin aku dan Lilo difoto dan kemudian dilukis. Yang melukis mahasiswa sebuah PT di Yogya, katanya untuk kegiatan amal. Fotonya sih tidak mirip tapi lumayan buat kenang-kenangan saat sepedaan ma Lilo, Luluk dan Litha.

Hari ini Lilo dapat kaos yang menggambarkan persahabatanku dengan Lilo.

I love U my LiLo

sketsa wajah oleh pelukis Yogya di SunMor UGM


posted from Bloggeroid

Sabtu, April 16, 2011

Nasehat LiLo

"Bapak, lihat pesan masuk tuh...", kata Lilo padaku.

"Memang kenapa nak?", jawabku sambil melihat ke sepasang mata Lilo yang selalu menarik untuk dilihat.

"Banyak banget. Memang bapak tidak pernah membuka pesan yang masuk?"

"Yah, kalau aku harus membaca ribuan pesan yang masuk, kapan aku bisa bermain sama mas lilo donk?", jawabku dalam hati, karena aku ternyata tetap duduk di depan komputer dan tidak berhenti main komputer untuk memeluk Lilo yang telah memberi nasehat padaku dengan jalan pikirannya yang lurus bersih.

"Coba kalau bapak yang kirim surat dan kemudian tidak dibaca, bagaimana rasanya?"

Aku semakin diam dengan rentetan pertanyaan Lilo. Aku hanya bisa menjawab dalam hati saja, sambil mencoba mencari jawaban terbagus untuk Lilo.

Percakapan itu masih terngiang sampai sekarang, padahal kejadiannya sudah lama dan terjadinya ketika aku asyik ngetik di FB tapi membiarkan pesan masuk, baik pesan berupa surat maupun ajakan chatting.

Aku sudah lama melupakan acara chatting yang biasanya menghabiskan waktu saja (bagiku). Aku pernah nyandu mIRC jaman dulu dan menghentikan kebiasaan chatting karena takut kecanduan seperti saat kecanduan main HT tahun 80an dulu.



Pagi ini kulihat ada ribuan pesan masuk di ponsel dan akupun kembali ingat percakapan dengan Lilo. Sambil merenung aku kembali mencoba memahami nasihat Lilo dan kemudian aku taruh kursor di ujung atas dan mulai melakukan proses delete pesan.

Perlu waktu dua jam untuk delete semua pesan itu dan aku puas bisa melaksanakannya. Aku harus memaksakan diriku untuk tidak tergantung pada BB atau Android. Dia bukan tuhanku jadi aku tidak boleh mengalah dan ngikut apa maunya.


Kamis, Maret 24, 2011

Nikmatnya Jalan sama anak-anak

Minggu pagi mau sepedaan pagi tapi ada Real Madrid yang masih belum tuntas mainnya. Akhirnya acara sepedaan bergeser setelah real Madrid menyelesaikan tugas tayangnya.


Selesai menonton acara bola langsung tancap ke kampus UGM Bulaksumur. Cuaca yang cerah dan hati yang berbunga-bunga membuat rasa capek tajk pernah mampir.


Saat aku pesan minuman sari tebu, maka Luluk dan Lilo pesan yang lain. Selera anak-anak memang selalu berbeda dengan ortunya. Mereka memilih ice Cream.



Di depanku duduk, banyak orang duduk dengan pikirannya masing-masing. Ada yang terlihat asyik ngobrol dan ada juga yang terlihat raganya disini tapi hati dan pikirannya entah kemana.


Sementara itu aku lebih memilih nonton kapal laut mini, semua ini mengingatkan aku akan masa-masa kapal mini ini selalu dipunyai anak-anak seusiaku saat itu. Masa lalu yang pahitpun terasa indah kalau sudah jadi nostalgia seperti ini.


Setelah puas minum perjalananpun dilanjutkan ke arah sdelokan mataram. Di depan Fakultas Perikanan, Luluk dan Lilo mengajak berhenti. Ternyata ada yang menarik perhatian mereka.


Hanya sebentar saja Luluk melihat lokasi bergambar komik Jepang dan kemudian sudah berbalik lagi.

"Pak Boleh.......?"
"Boleh..!"
"Hmmm....harganya mahal tapi,,,"
"Boleh pilih. Gramedia atau disini. Bagaimana?"
"Disini saja", sahut Luluk mantap

Aneh juga Luluk kali ini. Biasanya kalau ingin sesuatu terus disuruh milih, maka pilihan selalu jatuh ke Toko Buku. Kenapa kok sekarang gak milih ke toko buku ya?



Ternyata Luluk membeli boneka kesayangannya. Pantes saja toko buku dikalahin.


Akhirnya perjalanan dimulai lagi setelah Luluk selesai dengan bonekanya. Jam 08.00 pas sampai di Toko Buku Gramedia dan langsung parkir sepeda.

"Masuk saja, gak usah pakai karcis. Yang njaga belum datang". begitu kata pak Satpam.

Ya sudah kamipun masuk. Beli buku untuk Lilo dan peralatan tuner gitar untuk Luluk. Beli juga tali skipping dan barbel untuk variasi olah raga..

Sampai rumah langsung bergabung dengan pelatihan Mie Sehati. Peserta pelatihannya sangat ideal, 10 orang.



Dengan jumlah peserta sebanyak ini, maka peserta akan bisa menerima dengan baik apa yang diajarkan dan sang instrukturpun tidak terlalu memaksakan diri dalam mengajar.

Hari Minggu, 20 Maret 2011 inipun berlalu dengan manis.

Kamis, Februari 24, 2011

Keinginan LiLo

  1. Sony PS2,
  2. kue tart keju,
  3. track hotwheel,
  4. Komik Garudaboi,
  5. sepatu baru,
  6. kaos kaki,
  7. pedang mainan light saber,
  8. Al-Qur'an baru,
  9. Tas sekolah yang jumbo,
  10. uang Rp 50.000,
  11. NDS,
  12. PSP,
  13. CD zoo tycoon ultimate collection,
  14. CD Counter strike,
  15. Antivirus tercanggih,
  16. mouse keren,
  17. Hp0 sony erricson yang lipat,
  18. kotak pensil baru,
  19. buku tentang Hewan,
  20. mainan robot anjing,
  21. Hp android,
  22. DLL
Wah banyak banget keinginan Lilo.
Mampukah aku memenuhinya?

Kita lihat saja nanti.

Yang jelas selamat buat Lilo yang telah menjadi Juara Pildacil.


Selasa, November 30, 2010

LiLo ngeBLOG lagi

"Pak aku sudah nulis lagi di blog"

"Ah masa?"

"Iya pak... lihat aja..."

"Ayuk, coba pinjam laptop mbak Litha"

Lilo langsung mengambil laptop mbak Litha dan menghidupkannya.

Hehehe... ternyata bener. Lilo nulis lagi. Ada tiga tulisan baru di blog LiLo. Dua tulsian merupakan copas dari tempat lain dan satu tulisan hasil karyanya sendiri.

"Kok kamu copas semuanya mas?"

"Kan sumbernya tak tulis disitu pak...", kata Lilo sambil menunjukkan link sumber beritanya.

"Hmmm oke sih, tapi kalau bapak lebih suka tulisan Lilo yang cuma tiga baris ini"

"Gak papa pak, yang penting sumbernya tak tulis disitu"

"Iya deh. Nanti nulis lagi ya?"


Kegemaran Lilo akan game memang teklah menyurutkan semangat menulis Lilo. Semoga setelah tulisan yang ini Lilo jadi rajin nulis lagi. Amin.

Yang jelas, dulu biasanya Lilo nulis di blog dan kemudian kurapikan, sekarang benar-benar murni hasil tuilisan dia sendiri. Mulai dari buka blog sampai publish.

Yuk kita doakan sama-sama Lilo mau menulis lagi. Semoga doa kita terkabul. Amin.

Selasa, Juli 13, 2010

Outbond bareng Lilo


Biasanya kalau aku jadi pemberi insight saat permainan dalam rangkaian acara outbond, maka aku biasanya cuma meminta masukan dari para peserta permainan dan kemudian merangkaikannya menjadi sebuah insight yang bermanfaat bagi mereka.

Kadang aku sendirian dan kadang aku bersama beberapa orang dalam memberi insight tersebut. Kalau kawanku sudah memberi insight yang memadai, maka akupun tidak menambahkan insight yang lain, cukup kulambaikan tangan tanda aku memilih "pass".

Saat aku mengajak Lilo ikut acara outbond alu jadi ketawa sendiri setiap Lilo menyuruhku memberi insight padahal mereka semua sudah paham apa insight dari permainan yang baru saja dimainkan.

Lilo pasti mendekatiku dan menowel-nowel badanku dengan pandangan mata menyuruhku pidato di depan para peserta outbond yang biasanya duduk melingkar di depanku. Kalau sudah begitu akupun maju dan mulai memberi insight yang merupakan improvisasi dari insight yang sudah disampaikan dan dipahami bersama.

Di kali lain, saat aku jadi eMCe, Lilopun sering membuatku tertawa saat dia ikut naik ke panggung dan melakukan kegiatan sesukanya sendiri di atas panggung. Kadang dia sendirian main di panggung dan kadang dia diikuti oleh anak-anak kecil lain yang tertarik melihat tingkah Lilo di atas panggung.

Sayangnya Lilo sekarang sudah sekolah di Yogya dan aku tidak bisa lagi mengajaknya bergelut di atas kasur setiap aku pulang kerja. Jadi kangen deh kalau sudah nulis seperti ini.

Semoga Lilo makin dewasa di Yogya, makin mandiri dan makin paham betapa indahnya hidup ini kalau kita bisa menikmatinya dengan penuh rasa syukur.

Sabtu, Mei 15, 2010

Sholat Jamaah

Beginiliah Lilo kalau bermain bersama kawan-kawannya, bila ada aku di rumah. Semoga bila tidak ada aku di rumah, mereka juga melakukan hal yang sama.

Amin.



Ambil air wudhu di depan rumah



Bergantian ambil air wudhu



Akhirnya mulai sholat berjamaah



Semoga Allah swt menunjukkan jalan yang benar kepada mereka semua. Amin.



Aku tidak bisa mewariskan banyak hal pada mereka, tetapi semoga mereka dapat membaca ayat-ayat Tuhan yang ada dimana-mana. Insya Allah. Amin.

Kamis, Maret 18, 2010

Belajar Bisnis dari Kecil

"Bu kemarin kawan-kawanku ikut menghabiskan mie yang kubawa ke sekolah", begitu kata Lilo di suatu pagi sebelum berangkat ke sekolah.

"Hmm....."

"Hari ini bawa mie yang banyak ya, biar semua kebagian. Enak deh kata kawan-kawanku"

"Mau nggak kamu jualan mie di sekolah?"

"Maksudnya?"

"Kamu tanya sama kawan-kawanmu, siapa yang mau beli mie dan bisa dimakan sendiri satu porsi. Setiap ada kawanmu yang beli maka kamu dapat seribu"

"Kalau yang beli lima orang?"

"Ya kamu dapat 5 ribu"

"Ibu dapat 25 ribu aku lima ribu? Wah nggak adil donk. Harusnya aku tidak hanya 5 ribu"

Istriku sampai "kemekelen" menjelaskan pada Lilo. Kalau sampai Lilo mendapat separuh dari harga penjualan, maka bukannya untung yang didapat oleh penjual mie SEHATI ini tapi kerugian yang didapat.

"Kalau uangnya untuk kamu semua, terus besok untuk beli tepung, minyak dan lain-lain pakai uang apaan donk?"

Akhirnya Lilo paham juga dan tak terasa sudah beberapa hari ini Lilo berjualan Mie SEHATI di sekolahnya. Sukses selalu ya mas LiLo.



Tim MMC2 penggagas Mie Ayam SEHATI minus pak Syam Mie Perto dan mas Lukman bernarsis ria di depan warung Mie SEHATI.

+++
ditulis oleh : eshape

Selasa, Maret 16, 2010

Senangnya LiLo di Sea World

Setelah lama tertunda-tunda, akhirnya LiLo jadi juga berangkat ke Sea World.

"Kalau kemarin sudah membuat senang kakak-kakak LiLo, ya sekarang waktunya membuat senang Lilo", kata Ibunya Lilo.

Dua hari kemarin, memang aku telah berpuas diri dengan Luluk dan Litha. Kita saling goncengan ke Warung Makan Itali [nyobain lasagna jawa] dan juga ke Siomay Kang Otong Bandung.

Ada juga sore hari yang indah saat bercengkerama dengan anak-anakku di teras atas rumah Yogya. Kok anak-anakku tidak bosan ya mendengar ceritaku, baik saat ini maupun saat aku masih kecil.

"Blognya dilanjutin pak. Itu kan baru masa TK sama SD, yang lainnya masih banyak kan?"

"Hehehe...tunggu saja ya...", jawabku sambil menerawang ke masa lalu.

Teriakan LiLo membangunkan aku dari lamunan.

"Pak ayo berangkat sekarang, aku sudah siap nih", begitu kata LiLo sambil menenteng tas ranselnya.

Akhirnya kamipun meluncur ke Sea World Ancol. Jam 09.00 berangkat dan sampai di Ancol belum jam 10, perjalanan ini hanya memakan waktu 45 menit saja. Wuih...enak banget kalau Jakarta bisa seperti ini tiap hari.



Langsung saja beli tiket dan antri masuk ke wahana Sea World.

Di pintu masuk langsung disambut dengan akuarium ikan Piranha, kemudian buaya putih dan kolam ikan Hiu.



Seperti kuda yang lepas dari kendali, begitulah lilo berlarian kesana kemari. Bingung sendiri dia mau melihat apa. Semuanya bagus-bagus dan menarik, sehingga Lilo susah menentukan pilihan apa yang mau ditonton.



"Dimana ya tempat kaki digigitin ikan?", begitu kata lilo padaku. Akupun langsung menanyakan pada salah satu penjaga yang ada di dekatku.

Lilo langsung meluncur ke tempat yang dimaksud dan langsung minta beli tiket.

"Wah tiketnya mahal Lo. 40 rebu untuk 20 menit. Gimana?"

"Ya gak papa pak"

"Tapi dua puluh menit lagi ada acara penyelam ngasih makan ikan pari dan lain-lain, gimana?"

"Ya udah nanti saja sehabis acara itu", kata Lilo, tapi kupikir-pikir sekarang saja ngerasain kaki digigit ikan kecil-kecil.

Kamipun beli tiket dan masuk ke ruangan. Cuci kaki dulu baru kemudian kaki kita dimasukkan ke kolam ikan dokter itu.



Lilo tertawa-tawa sendiri merasakan kegelian yang amat sangat. Begitu juga cewek yang duduk di sebelah lilo, sampai menjerit-jerit merasakan kegelian dari gigitan ikan kecil-kecil ini.



Selesai acara digigit ikan kecil, maka acara penyelam memberi makan ikan pari dan lain-lain sudah dimulai. Tempat duduk sudah penuh, sehingga sudah tidak kebagian tempat lagi.



Ini acara yang sangat menarik. Audience tidak hanya disuguhi tontonan pemebrian makan ke ikan, tetapi diselipi ilmu pengetahuan dasar tentang hewan-hewan air tersebut.



Lilo dengan fasih menerangkan apdaku bedanya Kura-kura dengan Penyu. Persis seperti yang dijelaskan oleh "ilmuwan" yang ada di depan panggung.

"Bedanya pada kaki pak, kalau penyu gak punya jari-jari dan hidupnya di laut", begitu Lilo dengan serius menjelaskan padaku.

Yah.... tidak sia-sialah Lilo berlangganan National Geographic untuk anak-anak.

Jam sudah menunjukkan tengah hari dan saatnya untuk pulang. Makan duluj di kantin yang ada dan kemudian langsung meluncur pulang. Sempat juga beli minuman, foto dengan badut dan beli kaos di pintu keluar.



Terima kasih ya Tuhan. Atas kehendakMu, kami bisa bersenang-senang hari ini. Semoga kami jadi orang yang pandai bersyukur. Amin.