Minggu pagi mau sepedaan pagi tapi ada Real Madrid yang masih belum tuntas mainnya. Akhirnya acara sepedaan bergeser setelah real Madrid menyelesaikan tugas tayangnya.
Selesai menonton acara bola langsung tancap ke kampus UGM Bulaksumur. Cuaca yang cerah dan hati yang berbunga-bunga membuat rasa capek tajk pernah mampir.
Saat aku pesan minuman sari tebu, maka Luluk dan Lilo pesan yang lain. Selera anak-anak memang selalu berbeda dengan ortunya. Mereka memilih ice Cream.
Di depanku duduk, banyak orang duduk dengan pikirannya masing-masing. Ada yang terlihat asyik ngobrol dan ada juga yang terlihat raganya disini tapi hati dan pikirannya entah kemana.
Sementara itu aku lebih memilih nonton kapal laut mini, semua ini mengingatkan aku akan masa-masa kapal mini ini selalu dipunyai anak-anak seusiaku saat itu. Masa lalu yang pahitpun terasa indah kalau sudah jadi nostalgia seperti ini.
Setelah puas minum perjalananpun dilanjutkan ke arah sdelokan mataram. Di depan Fakultas Perikanan, Luluk dan Lilo mengajak berhenti. Ternyata ada yang menarik perhatian mereka.
Hanya sebentar saja Luluk melihat lokasi bergambar komik Jepang dan kemudian sudah berbalik lagi.
"Pak Boleh.......?"
"Boleh..!"
"Hmmm....harganya mahal tapi,,,"
"Boleh pilih. Gramedia atau disini. Bagaimana?"
"Disini saja", sahut Luluk mantap
Aneh juga Luluk kali ini. Biasanya kalau ingin sesuatu terus disuruh milih, maka pilihan selalu jatuh ke Toko Buku. Kenapa kok sekarang gak milih ke toko buku ya?
Ternyata Luluk membeli boneka kesayangannya. Pantes saja toko buku dikalahin.
Akhirnya perjalanan dimulai lagi setelah Luluk selesai dengan bonekanya. Jam 08.00 pas sampai di Toko Buku Gramedia dan langsung parkir sepeda.
"Masuk saja, gak usah pakai karcis. Yang njaga belum datang". begitu kata pak Satpam.
Ya sudah kamipun masuk. Beli buku untuk Lilo dan peralatan tuner gitar untuk Luluk. Beli juga tali skipping dan barbel untuk variasi olah raga..
Sampai rumah langsung bergabung dengan pelatihan Mie Sehati. Peserta pelatihannya sangat ideal, 10 orang.
Dengan jumlah peserta sebanyak ini, maka peserta akan bisa menerima dengan baik apa yang diajarkan dan sang instrukturpun tidak terlalu memaksakan diri dalam mengajar.
Hari Minggu, 20 Maret 2011 inipun berlalu dengan manis.
Tampilkan postingan dengan label luluk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label luluk. Tampilkan semua postingan
Kamis, Maret 24, 2011
Sabtu, April 17, 2010
Ngurus Pindah KK
Setelah sukses mengurus KTP di Cikarang Bekasi, maka aku kembali ditantang untuk ngurus kepindahan anakku, Luluk dan Litha, dari Cikarang ke Yogya.
Pasti urusan ini hanya masalah yang sepele saja dan mungkin bukan tantangan bagi sebagian dari kita, apalagi kalau ngurusnya titip ke Biro Jasa, pasti bukan lagi menjadi tantangan.
Sayang tantangan ini tak bisa kujemput. Istriku yang menyelesaikan semuanya. Aku hanya bisa membantu dari belakang layar, mulai download foto anak-anakku, mencetaknya dan mengurus administrasi kecil-kecilan yang lain.
Malem-malem sepulang aku dari Cawang, istriku baru bercerita tentang perjalanannya mengurus kepindahan anakku ini.
"Sudah diikuti semua petunjuk dari pak RT, RW, petugas kelurahan dan semua yang berwenang dalam hal ini, masih saja pada ribut sendiri"
"......" (sambil merasakan lembutnya kasur)
"Foto-foto anak yang mau pindah harus berwarna, begitu kata pihak kecamatan, karena pasti ditolak di kabupaten kalau fotonya hitam putih, ternyata di kabupaten gak diminta tuh"
"......." (tersenyum)
".....pihak kecamatan marah-marah karena formulir dari kelurahan yang diisi adalah formulir yang salah..."
"terus?"
"...kubilang kalau memang salah ya aku bersedia ke kantor kelurahan lagi untuk mencari formulir yang benar..."
"......" (mulai sambil memandang wajah istri)
".. di kelurahan itu mbayar 30 ribu tapi malah salah ngasih formulir, bener-bener tidak profesional, untung dari pihak kecamatan akhirnya yang nelpon ke kelurahan dan menyelesaikan diskusi tentang kesalahan formulir itu..."
"......." (masih memandang wajah istri)
"...yang bikin jengkel lagi di kecamatan diminta kartu keluarga yang asli, kan tidak kubawa karena kata kelurahan cukup hanya formulir itu saja yang dibawa...eh ternyata setelah pimpinannya keluar, gak perlu pakai KK gak papa...."
"....hehehe...."
"....yah ahirnya mbayar sepuluh ribu di kecamatan dan urusan selesai, tinggal ke kabupaten, antri lagi dan diskusi lagi sama petugas kabupaten, soalnya baru naruh formulir sudah nanyain kapan selesainya...."
"..maksudnya?"
"...masak dibilang selesainya tidak hari ini, memang seberat apakah ngurus kepindahan KK ini..."
"...terus..."
".. ternyata gak lama kemudian urusan itu selesai dan langsung keluar dari kantor kabupaten, sampai lupa belum bayar, akhirnya nanya sama pegawai kabupaten yang kebetulan ketemu, kuceritakan kalau aku ngurus kepindahan KK dan kutanyakan berapa biayanya, kata petugas itu memang gak bayar, jadi aku langsung pulang saja..."
"..hehehe..aslinya semua itu gak bayar, cuma ibu baik hati saja jadi bayar 40 ribu untuk keluarahan dan kecamatan..."
"Alhamdulillah, inilah surat yang ditunggu Totok agar Lulita segera punya status di KK Totok"
"Alhamdulillah"
Tahu-tahu sudah pagi, hehehe...aku ketiduran rupanya.
Pasti urusan ini hanya masalah yang sepele saja dan mungkin bukan tantangan bagi sebagian dari kita, apalagi kalau ngurusnya titip ke Biro Jasa, pasti bukan lagi menjadi tantangan.
Sayang tantangan ini tak bisa kujemput. Istriku yang menyelesaikan semuanya. Aku hanya bisa membantu dari belakang layar, mulai download foto anak-anakku, mencetaknya dan mengurus administrasi kecil-kecilan yang lain.
Malem-malem sepulang aku dari Cawang, istriku baru bercerita tentang perjalanannya mengurus kepindahan anakku ini.
"Sudah diikuti semua petunjuk dari pak RT, RW, petugas kelurahan dan semua yang berwenang dalam hal ini, masih saja pada ribut sendiri"
"......" (sambil merasakan lembutnya kasur)
"Foto-foto anak yang mau pindah harus berwarna, begitu kata pihak kecamatan, karena pasti ditolak di kabupaten kalau fotonya hitam putih, ternyata di kabupaten gak diminta tuh"
"......." (tersenyum)
".....pihak kecamatan marah-marah karena formulir dari kelurahan yang diisi adalah formulir yang salah..."
"terus?"
"...kubilang kalau memang salah ya aku bersedia ke kantor kelurahan lagi untuk mencari formulir yang benar..."
"......" (mulai sambil memandang wajah istri)
".. di kelurahan itu mbayar 30 ribu tapi malah salah ngasih formulir, bener-bener tidak profesional, untung dari pihak kecamatan akhirnya yang nelpon ke kelurahan dan menyelesaikan diskusi tentang kesalahan formulir itu..."
"......." (masih memandang wajah istri)
"...yang bikin jengkel lagi di kecamatan diminta kartu keluarga yang asli, kan tidak kubawa karena kata kelurahan cukup hanya formulir itu saja yang dibawa...eh ternyata setelah pimpinannya keluar, gak perlu pakai KK gak papa...."
"....hehehe...."
"....yah ahirnya mbayar sepuluh ribu di kecamatan dan urusan selesai, tinggal ke kabupaten, antri lagi dan diskusi lagi sama petugas kabupaten, soalnya baru naruh formulir sudah nanyain kapan selesainya...."
"..maksudnya?"
"...masak dibilang selesainya tidak hari ini, memang seberat apakah ngurus kepindahan KK ini..."
"...terus..."
".. ternyata gak lama kemudian urusan itu selesai dan langsung keluar dari kantor kabupaten, sampai lupa belum bayar, akhirnya nanya sama pegawai kabupaten yang kebetulan ketemu, kuceritakan kalau aku ngurus kepindahan KK dan kutanyakan berapa biayanya, kata petugas itu memang gak bayar, jadi aku langsung pulang saja..."
"..hehehe..aslinya semua itu gak bayar, cuma ibu baik hati saja jadi bayar 40 ribu untuk keluarahan dan kecamatan..."
"Alhamdulillah, inilah surat yang ditunggu Totok agar Lulita segera punya status di KK Totok"
"Alhamdulillah"
Tahu-tahu sudah pagi, hehehe...aku ketiduran rupanya.
Minggu, September 21, 2008
Kampung LaLaNG [medan]

Kampung Lalang tahun 2000an, merupakan salah satu tempat yang sangat padat lalu lintasnya. Malam itu, aku bertiga dengan LuLiTa [LuLuk n Lita] antri beli makanan di pinggir jalan besar itu.
Seperti biasa, saat aku antri, maka LuLiTa main berdua, berkejaran di pinggir jalan yang sangat ramai itu. Penjual warung sampai nggak konsentrasi dalam melayani pembeli, sebentar-sebentar dia mengawasi tingkah polah LuLuk dan Lita.
Akhirnya, karena tidak tahan, maka diapun berkata,”Bang, anaknya dijagain ya, nanti ketabrak mobil!”
Aku mau njawab begini, ”Nggak apa-apa kok, mereka sudah terbiasa main di pinggir jalan. Pasti mereka tidak akan bermain di tengah jalan”
Cuma setelah tak pikir-pikir, itu jawaban yang kurang bijaksana. Masak orang lain sangat memperhatikan anak-anakku, kok malah aku cuek saja.
”Makasih Bang”, jawabku sambil tersenyum [2-2-7] dan akupun mendekati kedua anakku untuk ngawanin mereka bermain.
Suatu kejadian yang sangat mengerikan, di mata anak-anakku, terjadi beberapa bulan lalu. Seekor kodok mati ”gepeng” terlindas mobil yang lewat di depan rumah. Sejak saat itu, sangat gampang mengajarkan mereka agar jangan sampai menginjak ”pasar hitam” [jalan aspal-bahasa medan].
Mungkin kalau kita melihat fenomena artis yang tadinya gila ”dugem” kemudian rapat-rapat menutup auratnya, atau seseorang yang tadinya anti agama mendadak menjadi ahli agama, barangkali mereka sudah melihat ”kodok gepeng” dalam perjalanan hidupnya.
Namun untuk urusan orang kafir, maka firman Allah sangat tegas.
”Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan, atau tidak, mereka tidak akan beriman.
Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup, dan bagi mereka siksa yang amat berat”
[Al Baqarah QS 2;6-7]
Nah, tinggal milih aja, mau jadi orang kafir atau siap-siap untuk tobat, atau bagi yang sudah tobat, bagaimana memaknai hidup ini agar lebih bermakna lagi.
Insya Allah, kita termasuk hambaNya yang pandai bersyukur. Amin.
”Tiap-tiap anak Adam itu berbuat banyak kesalahan, tetapi sebaik-baiknya orang yang berbuat banyak kesalahan itu, ialah orang-orang yang banyak bertaubat”
[Bulughul Maraam, Hadits No. 1505 Riwayat Turmudzi dan Ibnu Majah dan sanadnya kuat]

Minggu, September 14, 2008
TaKenGon 14 09 1994 [foto jadul]




JAdi inget kalau dulu pernah punya monyet namanya MERRY. Yang ngasih usul sopirku tuh [mr Adenan], di kemudian hari ternyata nama itu adalah nama anaknya. Wah....??
Monyet kecil itu selalu kumandikan dengan bekas air mandi LuLuk [anak pertamaku]. Sayang ada yang suka sama dia, sehingga pergilah monyet itu dari sisiku.
Indahnya panorama Danau Laut Takengon, hanya danau toba yang bisa menandinginya. Bedanya, di Takengon sangat alami, sedangkan di Toba sudah lebih modern.
Banda Aceh 1995 [foto jadul]




Bersih-bersih peti di teras belakang nemu foto-foto lama.
Lumayan dapet beberapa biji. He..he..he... ternyata aku dulu gondrong banget ya? Jadi inget ketika masa remaja dulu, gondrongnya lebih "sangar".
Foto di depan kantor Aceh masih pakai logo Waskita lama tuh. Dari dulu tetep saja narsis...!:-). Jamnya pake ALBA, difoto pake CANON EOS 1000 [kalau gak salah inget]
Sekarang, karena males mau mbawa sisir kemana-mana, jadi model cepak aja sudah oke.
Sekarang, karena males mau mbawa sisir kemana-mana, jadi model cepak aja sudah oke.
Sabtu, September 13, 2008
KulTuM [LiLo]
Sabtu subuh, dalam perjalanan ke masjid, LiLo cerita kalau dia mau menyampaikan kultum di sekolahnya.
Kalau gak salah dia mau cerita tentang seorang laki=laki bernama PARMAN yang ingin jadi SUPERMAN. Jadi akupun mengajukan usul ke LiLo untuk presentasi dulu ke keluarganya sebelum memberikan kultum ke teman-temannya.
Rupanya LiLo sudah tidak tertarik lagi dengan cerita Parman dan Superman, dia ingin cerita baru, yaitu tentang "TUJUAN HIDUP"
Begitulah, sehabis subuh kami sekeluarga berkumpul untuk mendengar dan melihat presentasi LiLo. Apa yang diomongkan dicatat dengan MS Word oleh Lita [kakak LiLo], kemudian karena ngomongnya cepet diambil alih oleh LuLuk [kakak Lita].
Setelah selesai presentasi, maka LiLo gantian yang ngutak-utik MS Word itu. Banyak yang dia koreksi, dan inilah hasil koreksiannya.
Bismillah hirahmani rahim..
ASS. WR. WB..
allhamdulillah,
ashadu alla iLaha ilallah wahdahula syarikallah, wa’ ashhadu anna muHammadan abduhu warrasulluh..
allahhuma shali wa shali alla muhammadin hottamil ambia iwal mursalim, wa’ala lihi wa'shabihi azmain, amma ba’du
teman-teman yang di rahmati Allah s.w.t saya akan menyampaikan kultum yang berjudul
Tujuan Hidup
tujuan hidup itu ada tiga, yaitu jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek.
Apa tujuan hidup jangka panjang..?
Yaitu, bertemu AllahS.w.t dengan bekal yang cukup
Sedangkan jangka menengah yaitu menyebarkan ajaran Islam
Dan jangka pendek adalah berbuat baik dari diri sendiri mulai sekarang.
Jadi, mulai sekarang marilah kita berbuat sebaik baiknya. Jangan mengharap pujian orang lain. dan Mengharapkan ridho Allah S.w.t.
Bersekolah itu ibadah bukan untuk mengharap pujian guru.
Dengan berbuat baik setiap hari setiap saat, lama-lama amal kita semakin banyak dan siap menghadap Allah swt.
amin yarobbalalamin
wabillahi taufik wal hidayah wass…
Semoga LiLo menjadi anak yang berguna bagi dia, kami, bangsa dan agama.
Kalau gak salah dia mau cerita tentang seorang laki=laki bernama PARMAN yang ingin jadi SUPERMAN. Jadi akupun mengajukan usul ke LiLo untuk presentasi dulu ke keluarganya sebelum memberikan kultum ke teman-temannya.
Rupanya LiLo sudah tidak tertarik lagi dengan cerita Parman dan Superman, dia ingin cerita baru, yaitu tentang "TUJUAN HIDUP"
Begitulah, sehabis subuh kami sekeluarga berkumpul untuk mendengar dan melihat presentasi LiLo. Apa yang diomongkan dicatat dengan MS Word oleh Lita [kakak LiLo], kemudian karena ngomongnya cepet diambil alih oleh LuLuk [kakak Lita].
Setelah selesai presentasi, maka LiLo gantian yang ngutak-utik MS Word itu. Banyak yang dia koreksi, dan inilah hasil koreksiannya.
Bismillah hirahmani rahim..
ASS. WR. WB..
allhamdulillah,
ashadu alla iLaha ilallah wahdahula syarikallah, wa’ ashhadu anna muHammadan abduhu warrasulluh..
allahhuma shali wa shali alla muhammadin hottamil ambia iwal mursalim, wa’ala lihi wa'shabihi azmain, amma ba’du
teman-teman yang di rahmati Allah s.w.t saya akan menyampaikan kultum yang berjudul
Tujuan Hidup
tujuan hidup itu ada tiga, yaitu jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek.
Apa tujuan hidup jangka panjang..?
Yaitu, bertemu AllahS.w.t dengan bekal yang cukup
Sedangkan jangka menengah yaitu menyebarkan ajaran Islam
Dan jangka pendek adalah berbuat baik dari diri sendiri mulai sekarang.
Jadi, mulai sekarang marilah kita berbuat sebaik baiknya. Jangan mengharap pujian orang lain. dan Mengharapkan ridho Allah S.w.t.
Bersekolah itu ibadah bukan untuk mengharap pujian guru.
Dengan berbuat baik setiap hari setiap saat, lama-lama amal kita semakin banyak dan siap menghadap Allah swt.
amin yarobbalalamin
wabillahi taufik wal hidayah wass…
Semoga LiLo menjadi anak yang berguna bagi dia, kami, bangsa dan agama.
Amin.
Minggu, Agustus 17, 2008
Rainy Rachmawati
Nama itu muncul ketika aku terinspirasi susana gerimis di jalan menuju Imogiri. Gerimis kok memunculkan ketenteraman ya?
Ketika anak pertamaku lahir, ternyata nama itu nggak cocok untuk suasana saat itu. Yang kurasakan saat itu adalah suasana yang menunjukkan bahwa Tuhan telah mengasihiku dengan memberi sebuah hadiah yang sangat berharga.
Kuambil satu nama, PERMATA, untuk menggambarkan keindahan hadiah itu. Kemudian akupun melihat bahwa keindahan itu sebenarnya terpancar dari hati, jadi kudapat lagi nama TYAS.
Rasanya tidak lengkap kalau tidak ada unsur cinta pada nama anak pertamaku, maka munculah nama TRESNA. Sehingga lengkaplah nama anakku menjadi :
LULUK TRESNANINGTYAS
Permata dari sinaran hati yang tercinta, begitulah kira-kira makna nama itu.
Sebelum anak kedua lahir, aku berkenalan dengan seorang suster yang sangat baik hati, padahal aku baru ketemu dia dan diapun baru ketemu aku. Seorang suster (perawat) yang sangat cantik dan baik hati. Namanya HASNAH. Dialah yang merawatku ketika aku mengalami kecelakaan lalu lintas.
Nama itu kemudian kurangkai dengan nama WANITA yang CANTIK JELITA, sehingga munculah nama HASLITA NISA.
Wanita yang baik hati dan cantik jelita.
Pada perjalanan waktu, memang Haslita Nisa ini baiknya luar biasa, Kebetulan kawan-kawan dia juga baik-baik. Ada yang namanya Ivone, cantik jelita juga dan rajin puasa sunat Senin-Kamis.
Orang tua Ivone juga sangat menyayangi Lita, karena mereka, Ivone danLita, memang sahabat baik yang bisa saling berbagi.
Paling kecil adalah MUHAMMAD LILO AL FADIL.
Awalnya aku pas tergila-gila sama Linux, sehingga selalu muncul tulisan LiLo (Linux Loader) di layar komputer setiap ngidupin komputer. Kebetulan arti LiLo dalam bahasa Jawa adalah ikhlas, jadi kuambil saja nama itu sebagai salah satu nama anakku.
Harapanku, LILO adalah pengikut MUHAMMAD yang berhati IKHLAS dan MULIA..
Insya Allah. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)