Kamis, Juni 25, 2026

Mulai Menulis Lagi Beberapa hari ini saya membuka kembali blog-blog lama saya. Ada yang di WordPress, ada yang di Blogspot. Tulisan-tulisan lama itu seperti album foto yang tidak sengaja ditemukan di pojok lemari. Saat dibuka, muncul banyak kenangan yang sudah lama tersimpan. Ada cerita tentang keluarga, tentang anak-anak yang masih kecil, tentang gowes ke berbagai tempat, tentang Jakarta yang hujan, tentang Jogja yang selalu membuat rindu, dan tentang banyak hal lain yang pernah saya anggap penting untuk ditulis. Yang lucu, saya baru sadar sudah lama sekali tidak menulis. Awalnya saya mencoba mengingat kapan terakhir kali membuat tulisan di blog. Saya mengira masih beberapa tahun yang lalu. Ternyata setelah melihat arsip blog, saya malah bingung sendiri. Bulan dan tahunnya jelas tertulis, tetapi ingatan saya kalah cepat dibanding arsip digital. Rupanya usia memang membuat kita semakin sering berkata, "rasanya baru kemarin", padahal sudah bertahun-tahun berlalu. Dulu menulis adalah bagian dari keseharian. Apa yang dilihat, dipikirkan, atau dialami sering berubah menjadi tulisan. Tidak harus hebat, tidak harus panjang, yang penting ditulis. Bahkan beberapa tulisan sempat dikumpulkan menjadi sebuah buku sederhana ketika saya aktif mengikuti kegiatan Tangan Di Atas (TDA). Lalu waktu berjalan. Kesibukan datang dan pergi. Media sosial bermunculan. Kebiasaan menulis perlahan berkurang. Sampai akhirnya blog lebih sering saya kunjungi sebagai pembaca daripada sebagai penulis. Sekarang, sebagai seorang "lansia muda", saya merasa ingin mulai menulis lagi.
Bukan untuk mengejar jumlah pembaca. Bukan pula untuk menjadi terkenal. Saya hanya ingin kembali mencatat perjalanan hidup yang masih terus berlangsung. Tentang langkah kaki menuju masjid sebelum Subuh. Tentang gowes bersama teman-teman KaRMaPIT. Tentang keluarga yang selalu menjadi sumber kebahagiaan. Tentang hal-hal sederhana yang sering luput dari perhatian. Siapa tahu suatu hari nanti tulisan-tulisan ini dibaca kembali oleh anak-anak dan cucu-cucu saya. Atau mungkin oleh saya sendiri, ketika ingatan mulai semakin senang bermain petak umpet. Karena pada akhirnya, menulis bukan hanya soal menyampaikan cerita kepada orang lain. Menulis juga cara kita bercakap-cakap dengan diri sendiri, menyimpan jejak perjalanan, dan mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. Jadi, bismillah. Mari mulai menulis lagi. Salam sehati.

Tidak ada komentar: