Tampilkan postingan dengan label jualan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jualan. Tampilkan semua postingan

Kamis, Maret 18, 2010

Belajar Bisnis dari Kecil

"Bu kemarin kawan-kawanku ikut menghabiskan mie yang kubawa ke sekolah", begitu kata Lilo di suatu pagi sebelum berangkat ke sekolah.

"Hmm....."

"Hari ini bawa mie yang banyak ya, biar semua kebagian. Enak deh kata kawan-kawanku"

"Mau nggak kamu jualan mie di sekolah?"

"Maksudnya?"

"Kamu tanya sama kawan-kawanmu, siapa yang mau beli mie dan bisa dimakan sendiri satu porsi. Setiap ada kawanmu yang beli maka kamu dapat seribu"

"Kalau yang beli lima orang?"

"Ya kamu dapat 5 ribu"

"Ibu dapat 25 ribu aku lima ribu? Wah nggak adil donk. Harusnya aku tidak hanya 5 ribu"

Istriku sampai "kemekelen" menjelaskan pada Lilo. Kalau sampai Lilo mendapat separuh dari harga penjualan, maka bukannya untung yang didapat oleh penjual mie SEHATI ini tapi kerugian yang didapat.

"Kalau uangnya untuk kamu semua, terus besok untuk beli tepung, minyak dan lain-lain pakai uang apaan donk?"

Akhirnya Lilo paham juga dan tak terasa sudah beberapa hari ini Lilo berjualan Mie SEHATI di sekolahnya. Sukses selalu ya mas LiLo.



Tim MMC2 penggagas Mie Ayam SEHATI minus pak Syam Mie Perto dan mas Lukman bernarsis ria di depan warung Mie SEHATI.

+++
ditulis oleh : eshape

Selasa, Juli 14, 2009

LiLo mulai demen ke CiMarT


Pulang kantor kulihat rumah gelap dan LiLo sendirian ditemani Satpam. Begitu melihat aku Lilo langsung menempel dan berbicara tanpa boleh diputus.

"Coba bayangkan pak, anak seumur klas empatg SD, kalau sudah smp atau sma ditinggal sendirian tidak apa-apa, ini kan masih sd klas IV..."

Aku langsung memotong saja pembicaraan ini dengan sebuah pujian padanya.

"Hebat ya LiLo, anak SD sudah berani njagain rumah.."

"...."

"Kalau anak smp atau sma mah udah biasa nungguin rumah sendirian. Ini kan anak SD, hebat banget kamuj nak..."

"Kamu udah maghrib belum? Biasanya kan sholat maghrib di masjid sama kawan-kawanmu?"

LiLo sudah lupa rupanya dengan pembicaraan pertama. Dia mengeluarkan kunci rumah dan kamipun masuk rumah.

Semua lampu kita nyalakan, gordyn ditutup dan Ayuko dibukain pintu [wuih...langsung makan deh kucing itu].

Abis mandi dan sholat LiLo kuajak beli lauk ke Cimart. Karena LiLo tampak ogah-ogahan, maka aku malah jadi etrtantang untuk mengajak LiLo ke Cimart.

"Jauh pak kalau pakai sepeda", kata LiLo. Iya juga ya, pikirku. Tak ada motor dan tak ada mobil, adanya ya cuma sepeda doank.

"Kamu kan pernah sampai ke beruang sendirian Lo, masak Cimart ini kan lebih dekat kok kamu bilang jauh?", kataku membangkitakan semangat LiLo.

Alhamdulillah, rupanya semangat Lilo etrlecut dan diapun akhirnya mau kuajak ke Cimart naik sepeda tandem, berduaan.

"Cari jalan pintas ya pak"

"Oce nak..."

Kamipun lewat jalan pintas, menerobos jalan off road [maksudnya jalan desa yang naik turun tanpa kita tekan rem, yang ginian inilah yang bikin LiLo suka naik sepeda sama aku] dan lewat rumah pak Dirut CiMart di Jalan Kelinci Raya.

Sebentar kemduian kamipun sudah sampai Cimart.

Hari ini yang ke toko pak Saparjan serta istri dan pak Dirut Afrizal, begitu kata mas Hendra.

LiLopun langsung memilih kesenangannya, sementara itu aku lihat telor baru yang sudah datang.


Permintaanku tentang sabun cair [refill] juga sudah ada.


Permintaan pak Afrizal juga sudah ada, itulah tisue dalam berbagai bentuk dan ukuran.


Setelah membayar ke Hendra, kamipun pulang kembali sesuai rute berangkat. Mampir sebentar ke penjual gorengan. Minimal sebagai tanda buka pintu pagar karena tadi satpam itu telah membantu menemani LiLo menjaga rumah.

Sampai di rumah, kitapun beraksi berdua. Hobinya sama, yaitu masak mie, tapi langsung tak campur ama nasi, telur, kacang, sosis, dan mentega secukupnya [maksudanya sebanyak-banyak kita mau]

Jadilah masakan khas Montana. Kata koki beneran sih, ini adalah menu putus asa, tapi bagi kami berdua, ini adalah makanan yang pans dan lezat [sampai lidah ini masih terasa habis terbakar, saking panasnya makanan yang kita masak].

Udah enak bisa ngajak anak-anak main ke Cimart. Tinggal usaha dan kerja keras kita semua untuk menyadarkan bapak-bapak anggota CiMart yang masih belum mau aktif belanja di CiMart.

Kata pak Direktur Operasional, Pak Ceppi, Cimart ini adalah toko kita sendiri, kenapa kita harus beli ke tempat lain kalau disini -di toko kita ini- ada yang lebih murah.

Semakin aktif anggota CiMart, maka dijamin Cimart akan makin maju, tetapi semakin lesu daya beli anggota, maka bukan tidak mungkin CiMart akan terus menurun kinerjanya.

Sebelum tidur, LiLo sempat juga membuat blog meski sangat pendek. Silahkan lihat sendiri isi blog liLo.

Dua tiga tahun lagi, CiMart ditargetkan untuk mulai dapat menyaingi mart-mart yang lain, jadi sejak sekarang kita harus berpikir agar selain anggota aktif, kita perlu terus menggalakkan anggota pasif dan yang lebih penting lagi adalah menggerakkan masyarakat sekitar toko untuk berpaling ke Cimart.

Semoga sukses. amin

Minggu, September 07, 2008

Jajan Buka Puasa [jababeka]





Di Yogya ada kampung yang kalau bulan puasa menjadi luar biasa ramainya, itulah kampung Kauman. Menjadi ramai karena banyaknya penjual makanan kecil [sekarang ada juga makanan beratnya] yang berjualan mulai dari Asar sampa menjelang Maghrib.

Di CIkarang, tidak jauh berbeda. Muncul penjual makanan kecil di depan deretan penjual makanan yang sudah biasa mangkal.

Akibatnya, menjelang maghrib, mulai jam 17.00 jalanan menjadi macet. Jalan ini memang sering macet kalau pas malam minggu, tetapi saat ini sepanjang hari [menjelnag maghrib] selalu macet.

Kalau pingin lewat, sebaiknya sebelum jam 17.00, Begitu juga kalau pingin beli makanannya tanpa berdesak-desakan, sebaiknya sebelum jam 17.00.

Enak enggak ya makanannya?

Buktikan saja sendiri. Lidah kita kan lain-lain. He..he..he...

Silahkan singgah kalau pas lewat.