Tampilkan postingan dengan label takjil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label takjil. Tampilkan semua postingan

Minggu, September 14, 2008

TaKjiL dan KeTinggALaN SePeDa


Biasanya LiLo kalau takjilan di Masjid selalu bareng aku, tapi hari ini dia berangkat sorean [jam 16.15], jadi dia naik sepeda sendirian.

Saat takjil, kulihat dia udah ngumpul sama temen-temennya. Pasti setelah capek main di masjid, sekitar 1 jam setengahan.

Lama nggak takjilan di masjid, ternyata pesertanya sudah banyak berkurang, sehingga 10 macam makanan kecil dan minuman boleh dimabil dobel-dobel.

Pulangnya, LiLo lupa kalau mbawa sepeda. Ketahuannya ketika mau subuhan. Lho kok nggak ada sepeda di rumah?

Langsung LiLo meluncur ke masjid, dan ternyata sepedanya sudah nggak ada. Ya namanya nginep semalem, mungkin ada yang menyelamatkannya.

Maka pagi tadi terjadilah percakapan seperti ini,

"Waktu tahu sepedanya nggak ada, apa perasaan LiLO?"

"Tegang"

"Kenapa ?"

"Takut dimarahi bapak"

"Bapak marah enggak?"

"Engak"

"Jadi gimana cara nyari sepeda itu?"

"..................." [diem]

"Coba LiLo ke masjid lagi dan nanya sama ikhwan yang ada di masjid. Mungkin ada diantara mereka yang tahu dimana sepeda LiLo"

".................." [diem]

Hari ini LiLo mencoba ke masjid tapi belum ketemu dengan pengurus masjid. Semoga sepedanya segera kembali.

Amin.

Minggu, September 07, 2008

Jajan Buka Puasa [jababeka]





Di Yogya ada kampung yang kalau bulan puasa menjadi luar biasa ramainya, itulah kampung Kauman. Menjadi ramai karena banyaknya penjual makanan kecil [sekarang ada juga makanan beratnya] yang berjualan mulai dari Asar sampa menjelang Maghrib.

Di CIkarang, tidak jauh berbeda. Muncul penjual makanan kecil di depan deretan penjual makanan yang sudah biasa mangkal.

Akibatnya, menjelang maghrib, mulai jam 17.00 jalanan menjadi macet. Jalan ini memang sering macet kalau pas malam minggu, tetapi saat ini sepanjang hari [menjelnag maghrib] selalu macet.

Kalau pingin lewat, sebaiknya sebelum jam 17.00, Begitu juga kalau pingin beli makanannya tanpa berdesak-desakan, sebaiknya sebelum jam 17.00.

Enak enggak ya makanannya?

Buktikan saja sendiri. Lidah kita kan lain-lain. He..he..he...

Silahkan singgah kalau pas lewat.

MaiN BoLa [di bulan puasa]


Ketika masih aktif di Tapak Suci, aku pernah bikin acara long march dengan jarak sekitar 17 km [yogya - prambanan] di bulan puasa. Tim medis sudah disiapkan, siapa tahu nanti ada yang perlu dilarikan ke rumah sakit atau perlu istirahat di tempat yang teduh.

Ternyata semua sehat-sehat, tidak ada yang bermasalah. Padahal aspal panas yogya prambanan cukup menyengat juga tuh. Kuncinya hanya ada dua, yaitu keyakinan bahwa bulan puasa tidak identik dengan "lemas, loyo, letih dan lesu".

Yang kedua, sebelum berangkat olesi kaki dengan ramuan khusus, yaitu bawang merah yang diuleg [dihancurkan] dicampur minyak makan ["lengo klenthik"].

Saat masih aktif latihan teater, pernah juga latihan alam di pantai baron pas bulan puasa. Diterpa angin laut dan ombak pantai, berteriak-teriak kayak orang gila [aslinya memang agak gila], dan tidak ada rasa harus "mokel", berbuka sebelum waktu berbuka.

Sore ini, kuajak anakku untuk main bola di lapangan jababeka, di pinggir lapangan golf, di belakang rumah.

Berdua berlari-larian, saling berganti pose, sampai menjelang buka, kita pulang, mandi dan ke masjid untuk ngumpul dengan teman-teman, berbuka puasa bersama.

Sore ini takjilnya enak banget dan buanyak banget, sehingga biarpun yang datang juga banyak banget, nggak ada yang kekurangan makanan.




Senin, September 01, 2008

TaKjiL


Pulang dari kantor, aku langsung mandi dan segera meluncur ke masjid. Tadi pagi memang sudah janjian untuk berbuka puasa di masjid MI.

Haslita Nisa dan LiLo ikut sedangkan ibunya bersama anak mbarep tunggu rumah.

Di jalan LiLo ngajak temannya untuk berbuka di masjid, tapi temen-temennya pada merasa aneh diajak maghriban di masjid."Nanti saja setelah maghrib ke masjidnya", kata mereka.

Akhirnya sampailah di masjid pada jam 17.45 wib. Suasana sepi dan hanya terlihat satu orang dewasa, pengurus masjid, dan dua orang anak kecil.

Begitu adzan berkumandang, suasana langsung berubah 180 derajad. Masjid jadi rame, penuh canda tawa dan maknan takjil terus mengalir dari pintu utama masjid. begitu terlihat meja hidangan kosong, maka dari dalam masjid keluar satu tas plastik (berisi makanan) lagi.

Aku jadi inget 20 tahun lalu di Banda Aceh. Saat sebelum adzan berkumandang, aku berjalan dari hotel Medan menuju masjid Baiturrahman, Banda Aceh. Kebiasaan makan takjil di Jawa membuat aku yakin pasti ada makanan di masjid nanti.

"Masjid sebesar itu, semegah itu, pasti ada makanan kecil untuk membatalkan puasa", pikirku dalam hati.

Ternyata model berbuka puasa di masjid Raya Aceh ini sangat berbeda. Tidak ada makanan kecil untuk sekedar membatalkan puasa.

Di Masjid MI Cikarang ini, suasana puluhan tahun lalu kembali terulang. Bagi anakku, ini adalah pertama kalinya dia berbuka di masjid, mereka sungguh sangat menikmatinya.

"Besok kesini lagi ya pak!", kata mereka.

"Oke, kita ajak Izzi dan Alif ya", kataku.

Puasa hari pertama berlalu dengan penuh canda ceria. Semoga puasa besok lebih baik lagi amlan yang bisa kita perbuat. Amin.