Tampilkan postingan dengan label berbagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berbagi. Tampilkan semua postingan
Selasa, Desember 14, 2010
Fly me to the Moon
Hujan-hujan, sehabis sholat jamaah kami berkumpul dan ngobrol di tikar. Sajadah sudah dilipat dan mulailah perbincangan khas keluarga dimulai.
"Bapak suka cerita dimana-mana, sekarang saatnya cerita di depan keluarga"
".........."
"Ini sebuah permainan dengan judul DENGARKAN SAYA..."
"Pasti sama dengan yang tadi sore, PERHATIKAN SAYA..."
"Ini adalah permainan saat jadi instruktur outbound dan kondisi di luar hujan deras"
"..................."
"Oke, kita mulai ya..."
"....................."
"Ini adalah cerita jaman nanti, sekitar tahun 2050. Saat itu dunia sudah sangat berubah. Kita bisa pergi kemana-mana dengan sangat mudah. Oke ? Siap?"
"Ya..."
"Perkenalkan nama saya Eko. Nanti di tahun 2050, kalau masih hidup, saya mau pergi ke Ethiopia, ingin menyaksikan keadaan alam disana apakah sudah berubah, tidak ada lagi kelaparan dan saya akan bawa Elang, karena disana mungkin sudah tidak ada lagi yang pernah melihat burung Elang"
"..................."
"Nah, siapa yang mau melanjutkan?"
"Aku pak, aku pak, Aku tahu"
"Oke.."
"Namaku Luluk, aku mau ke Laos bawa laptop aja"
"Bagus, mbak Luluk mau lihat Laos jaman nanti kayak apa setelah dibantai oleh PSSI. Bawa laptop? Tentu boleh dong, daripada jemu kalau pas bete..."
".........aku Lilo mau ke Mekah bawa ...."
"Gak boleh. Gak boleh ke Mekah Lo..."
Suasana jadi riuh karena penolakanku ini. Kenapa ada yang boleh dan kenapa ada yang tidak boleh? Mbak Luluk yang sudah memahami permainan ini hanya ikut senyum-senyum saja setiap adiknya menjawab salah.
Akhirnya Litha bisa menjawab dengan benar dan kemudian disusul oleh Lilo. Paling akhir sebagai penutup adalah ibunya anak-anak.
Acara baru berhenti ketika adzan Isya terdengar dan kita kembali sholat berjamaah.
Kamis, Oktober 28, 2010
Sarapan sepotong kue
Pagi ini aku sarapan sepotong kue dan sebotol teh. Rasanya nikmat luar biasa. Selepas makan dan minum akupun ingat kembali kata ayahku almarhum.
"Saat kamu makan makanan yang enak, cobalah ingat di belahan bumi yang lain, ada yang belum tentu bsia makan seperti kamu. Sehari bisa makan saja sudah untung"
Astaghfirullah. Terima kasih buat bapakku yang masih suka mengingatkan aku walaupun beliau sudah tiada. Rasanya ibuku tersenyum di sampingku, padahal aku hatrus meyakinkan diriku bahwa Ibuku juga sudah tiada.
Berbahagialah yang masih mempunyai ayah dan ibu lengkap. Lakukan yang terbaik buat mereka, berbagilah pada sesama untuk menyenangkan hatimu, dan sebagai bukti syukur padaNya.
Insya Allah. Jalanmu akan dimudahkanNya. Amin.
Di belahan bumi yang lain masih banyak orang yang memerlukan uluran tangan kita, Yang paling dekat ada di Merapi, di Mentawai dan di Wasior
+++
Wasior
+++
Indonesia Berduka kembali
+++
Detik-detik Merapi meletus
Kamis, Agustus 26, 2010
Tentang Kehangatan kata SMP
Aku baru ngeh ketika searching kata SMP di mesin pencari Gugel. Wow, aku harus mendukung gerakan SEO putih untuk kata SMP nih. Nampaknya kata SMP memang kata yang tidak banyak dicari, tetapi begitu nulis kata itu, maka munculah situs-situs yang membuat bulu kuduk jadi merinding.
Ini mirip dengan kata BEKASI, yang ketika dicari dengan mesin gugel yang muncul adalah sesuatu yang tidak kita harapkan. Untung kita keburu sadar sehingga saling beradubahu untuk membuat SEO putih buat kata Bekasi.
Para pembaca blog ini semoga juga sadar akan perlunya membuat tulisan yang mengandung kata SMP, sehingga bisa membendung popularitas situs-situs porni yang muncul setiap kata SMP diketikkan di mesin pencari.
Para pemilik blog dengan PR 3 atau lebih besar lagi semoga terketuk hatinya untuk menulis tentang SMP di blog masing-masing.
Jangan lupa tulisan yang dibuat sebaiknya disisipi gambar dan nama gambarnya juga diberi judul yang mengandung kata SMP.
Nah, sialhkan berkreasi sendiri dengan imajinasi masing-masing. Yang penting membuat tulisan dengan kata SMP dalam tulisannya. Akan lebih baik lagi kalau beberapa kata SMP dibuat dengan huruf BOLD. Misalnya kata ini : SMP
Salut juga buat pemrakarsa ide ini. Silahkan meluncur ke pemrakarsa ide ini dan mari sama-sama kita buat tulisan tentang SMP.
Selamat menulis dan salut buat semua yang mau menulis kata SMP. Itulah saat-saat kehangatan persahabatan begitu terasa. Itulah saat-saat kita mulai tahu tentang hidup dan kehidupan ini. Kehangatan SMP masih terasa juga sampai saat kita sudah berusia senja.
+++
Artikel terkait :
Blognya Litha
Kehangatan Anak SMP
Anak SMP yang penuh gairah
Gelora Nafsu Anak SMP
Ganyang Situs Anak SMP
Ini mirip dengan kata BEKASI, yang ketika dicari dengan mesin gugel yang muncul adalah sesuatu yang tidak kita harapkan. Untung kita keburu sadar sehingga saling beradubahu untuk membuat SEO putih buat kata Bekasi.
Para pembaca blog ini semoga juga sadar akan perlunya membuat tulisan yang mengandung kata SMP, sehingga bisa membendung popularitas situs-situs porni yang muncul setiap kata SMP diketikkan di mesin pencari.
Para pemilik blog dengan PR 3 atau lebih besar lagi semoga terketuk hatinya untuk menulis tentang SMP di blog masing-masing.
Jangan lupa tulisan yang dibuat sebaiknya disisipi gambar dan nama gambarnya juga diberi judul yang mengandung kata SMP.
Judul gambar ini adalah
"anak smp di tugu jogja"
kalau ini judulnya
"ini turis jogja bukan anak smp"
gambar ini mirip dengan gambar yang ada di paling atas
judulnya
"nostalgia SMP di jogja"
Nah, sialhkan berkreasi sendiri dengan imajinasi masing-masing. Yang penting membuat tulisan dengan kata SMP dalam tulisannya. Akan lebih baik lagi kalau beberapa kata SMP dibuat dengan huruf BOLD. Misalnya kata ini : SMP
Salut juga buat pemrakarsa ide ini. Silahkan meluncur ke pemrakarsa ide ini dan mari sama-sama kita buat tulisan tentang SMP.
+++
Artikel terkait :
Blognya Litha
Kehangatan Anak SMP
Anak SMP yang penuh gairah
Gelora Nafsu Anak SMP
Ganyang Situs Anak SMP
Jumat, Maret 12, 2010
Diskusi Rokok Yuk...!:-)
"Aku gak peduli halal atau haram, yang jelas keluargaku selalu tersiksa kalau berdekatan dengan mereka yang sedang merokok, kasihan anakku yang sampai seperti tercekik kalau kena bau rokok", begitu kataku ketika berdiskusi tentang rokok.
Komentar pendekku ini langsung dikomentari dengan sebuah komentar yang cukup panjang
"Sama mas Eko, kami sekeluarga juga tersiksa oleh rokok, terutama kalo pergi ke mal-mal/restoran/cafe yang tidak memisahkan perokok/non perokok.. di beberapa mal di jakarta malahan mal-nya bau rokok :(
Karena para perokok di Indonesia sebagian besar tidak bisa di-atur (boro-boro menghargai non-smoker), aku setuju dengan pengharaman rokok. terlebih alasan pengharamannya juga cukup jelas.
Kalo di ausie, memang merokok tidak diharamkan tapi dibuat sangat susah..mulai dari harga rokok yang mahal, kemudian tempat merokok juga susah (biasanya merokok hanya boleh di luar gedung di bagian pojokan terpencil).....
Jika ada even-even keluarga seperti konser, piknik besar, dan even lainnya biasanya sudah di-state sebagai non-smoking event..
Hebatnya para perokok di-sini (yang jumlahnya tidak banyak) cukup tahu diri dan tidak merokok sembarangan..
Saat ini sedang dipersiapkan peraturan tentang denda jika merokok di-mobil yang ada anak kecilnya..
Kalau di Indonesia ini bisa diterapkan dan dipatuhi, mungkin tidak perlu lagi pengharaman rokok", begitu kata mas Suryo
Mbak Ruripun mengeluarkan uneg-unegnya.
"Gimana yah cara menegur orang yang ngrokok di angkot atau di bis dengan sopan? Sering nggak tahan karena asapnya, tapi takut juga mau negur, mana supirnya ngrokok juga
*sigh...."
Aku langsung angkat pendapat,"kalau di angkot yang sering kunaiki aku biasa saja memintanya untuk tidak merokok di dalam angkot,tapi kalau di daerah yang aku belum kenal kayaknya gak berani deh. Hehehe....
Kalau anakku pasti langsung batuk berat, aslinya sih batuk biasa, tapi dibuat kayak batuk yang sangat berat sambil pasang muka memelas..."
Mbak Raisha tak tahan langsung angkat pendapat juga,"Pingin share soal rokok. Jangan segan menegur orang yang merokok di tempat umum"
Kalimat yang biasanya kugunakan:
"Maaf Pak, asap rokoknya mengganggu (meracuni) saya dan orang lain"
"Maaf Pak, boleh tidak kalau merokoknya nanti saja pas Bapak sendirian...?"
"Saya tidak keberatan Anda merokok, tapi bisa tidak asapnya jangan mengganggu saya dan orang lain di sekitar sini?" (hisap semua asapnya, maksudnya...hehe)
Ada yang ngeyel bilang "mati tuh, emang ajal Mbak. bukan karena rokok segala..."
Kujawab, "Silakan saja kalau mau mati dengan penyakit parah..., jangan ngajak-ngajak orang lain".
Semua kalimat dengan senyum... meski kecut. Hehe...
Kadang ada orang yang merokok tanpa pernah memikirkan kalau itu pilihan bodoh.
Pernah ada sopir angkot yang kusadarkan berapa banyak uang yang dibuangnya untuk rokok dan uang itu sebenarnya bisa ditabung agar anak-2nya bisa sekolah lebih tinggi nanti.
Beberapa minggu kemudian bertemu lagi, dia mengaku sudah berhenti, meski masih makan permen setiap kali kecanduannya muncul.
Dia bilang, "Baru Ibu orang yang pernah ngomong soal rokok sama saya, semua orang yang saya kenal menganggap itu suatu kewajaran bagi laki-laki dewasa... Padahal selain boros, nafas saya juga suka sesak dibuatnya."
Jadi terharu banget! :-)
Pas ngajar, setiap semester contoh rokok selalu kumasukkan ke dalam materi. Bicara tema rasionalitas, unsur sugestif dalam iklan rokok, belajar penalaran/logika..., apa saja materinya dalam satu semester pasti ada bahasan tentang rokok. :-)
Unsur adiktif rokok itu lebih parah dibanding heroin, sebenarnya orang yang sudah kecanduan itu harus dikasihani.
Dan harus dibantu untuk dengan sadar bisa mengalahkan kecanduannya.
Aku paling marah kalau melihat orang yang pekerjaannya tidak memberi cukup uang bagi keluarganya, tapi dia merokok! Rokok itu alat memiskinkan sebuah bangsa, menurutku. Lihat aja gimana pemulung atau pedagang asongan merokok...:-(
Bank Al, yang berpengalaman di luar negeri menambahkan begini,"Iya, memang harus tegas seperti Yanti gitu"
Aku dulu waktu di Indonesia juga seringkali meminta orang untuk mematikan rokok kok kalau aku sedang jalan2 bawa Kevin. Sejauh ini belum ada yg pernah menjawab dan menolak sih.
Btw, aku kebetulan saat ini sedang menginap di sebuah hotel.
Ada tulisan sadis banget di ruangannya, yaitu:
"The Beverly Heritage hotel is 100% non-smoking. In consideration for our non-smoking guests, please do not smoke in the guestroom. If you choose to smoke in the guestroom, a $150.00 deep cleaning fee will be applied to your bill."
Ha...ini mirip benar dengan yang ada di Surabaya Plaza. Kita disuruh teken di kertas yang isinya kurang lebih seperti yang dilihat Bank Al.
Mas Komo pencetus diskusi ini, mungkin masih banyak menimbang-nimbang.
"Meskipun aku bukan perokok,ning kok kurang sreg dengan fatwa ini ya?"
Muhammadiyah Haramkan Rokok
10/03/2010 08:17:18
JAKARTA (KR) - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan fatwa baru mengenai hukum merokok. Melalui Majelis Tarjih dan Tajdid, PP Muhammadiyah berkesimpulan bahwa aktivitas merokok hukumnya adalah haram.
”Setelah mendengar masukan dari berbagai pihak, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan, Majelis Tarjih dan Tajdid mengeluarkan amar putusan bahwa merokok haram hukumnya, ” ujar Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih Prof Dr Yunahar Ilyas kepada wartawan di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (9/3).
Sebelumnya PP Muhammadiyah telah mengeluarkan fatwa mubah (diperbolehkan) bagi perokok. Namun setelah ditelaah dan dikaji lebih lanjut. Hasilnya, ternyata mudharatnya lebih banyak dibandingkan manfaatnya, maka dikeluarkanlah fatwa haram merokok. ”Muhammadiyah pernah mengeluarkan fatwa mubah, setelah kita pelajari lagi dengan narasumber dari pihak kesehatan dan ekonomi, kita bahas kembali dan kita simpulkan merokok itu haram,” tambah dosen UMY ini.
Prof Yunahar menjelaskan, fatwa haram merokok diputuskan dalam rapat Majelis Tarjih dan Tajdid pada 8 Maret lalu di Yogyakarta. Dalam rapat itu juga dibahas mengenai dampaknya kepada para petani tembakau. ”Kita juga siapkan program untuk membimbing petani tembakau agar beralih ke lahan usaha yang lainnya,”jelasnya.
PP Muhammadiyah juga siap jika nantinya akan ada pertentangan dari para petani tembakau dan perusahaan produsen rokok. PP Muhammadiyah akan terus mensosialisasikan fatwa haram merokok tersebut. ”Kita sosialisasi ke dalam dulu, nanti misalkan di rumah sakit, di tempat umum dan juga di kampus-kampus. Sebagian sudah melaksanakan kawasan bebas rokok,” ungkapnya.
Prof Yunahar menjelaskan, dalam Alquran disebutkan, ”jangan kamu dengan sengaja mati.” Sementara merokok masuk kategori bunuh diri pelan-pelan. ”Perokok itu merusak diri dan orang lain, termasuk khabais atau kotoran dan tidak baik. Mubazir. Fakta kesehatan dan ekonomi haram,” ujar Yunahar.
Dijelaskan, perubahan fatwa ini karena dulu Muhammadiyah kurang meneliti soal rokok. ”Sekarang data-data yang kami dapat sudah lengkap dan orang-orangnyapun masih yang lama,” katanya.
Sementara itu, kemarin Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan uji materiil pasal yang mengatur larangan iklan rokok sepanjang tidak memperagakan wujud rokok.
Pasal yang mengatur hal tersebut dapat dalam pasal 46 ayat 3 huruf c Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Pemohon yang terdiri dari Pemohon I, yakni Komisi Nasional Perlindungan Anak yang diwakili Seto Mulyadi dan Arist Merdeka Sirait, Pemohon II Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Jawa Barat yang diwakili Kusnadi Rusmil dan Pemohon III yang terdiri dari Alfie Sekar Nadia (13 tahun) dan Faza Ibnu Ubaydillah (17 tahun).
Menurut pemohon, ”promosi rokok yang memperagakan wujud rokok” dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 28B ayat (2), Pasal 28A, Pasal 28C ayat (1), Pasal 28F. Pemohon mendalilkan Pasal 46 ayat (3) huruf c UU Penyiaran menjadi dasar justifikasi yang secara normatif masih memperbolehkan promosi rokok walaupun dengan persyaratan tertentu, yakni ‘tidak memperagakan wujud rokok’.
Ketentuan yang diatur dalam Pasal 46 ayat (3) huruf c UU Penyiaran merupakan norma hukum yang berlaku dan mengikat sehingga menjadi pembenaran yuridis bagi pelaksanaan siaran iklan atau promosi terhadap rokok, asalkan tidak memperagakan wujud rokok. Karena itu, mereka menuntut Mahkamah membatalkan ketentuan itu.
Secara terpisah Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih menjelaskan, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang rokok akan segera terbit. ”Saya optimis, segera terbit dan di dalamnya juga mengatur tentang larangan iklan rokok,” katanya di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (9/3).
Bahkan RPP tersebut dalam waktu dekat akan diserahkan kepada Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono. Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menyiapkan draf/rancangan peraturan pemerintah (PP) tentang rokok untuk mendukung pelaksanaan pasal rokok dalam Undang-Undang Kesehatan (UU No 36/2009).
Isi pokok PP tentang rokok, di antaranya, meliputi pengaturan kawasan tanpa rokok, peringatan berupa gambar pada bungkus rokok, dan larangan menjual rokok kepada anak-anak, larangan menjual rokok batangan, serta larangan iklan, sponsor, dan promosi rokok di media massa. (Sim/Ati)-a
http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=211014&actmenu=35
+++
Jadi...?
Apakah ada pendapat lain? Silahkan berpendapat. Ini ruangan bebas untuk kita semua.
Komentar pendekku ini langsung dikomentari dengan sebuah komentar yang cukup panjang
"Sama mas Eko, kami sekeluarga juga tersiksa oleh rokok, terutama kalo pergi ke mal-mal/restoran/cafe yang tidak memisahkan perokok/non perokok.. di beberapa mal di jakarta malahan mal-nya bau rokok :(
Karena para perokok di Indonesia sebagian besar tidak bisa di-atur (boro-boro menghargai non-smoker), aku setuju dengan pengharaman rokok. terlebih alasan pengharamannya juga cukup jelas.
Kalo di ausie, memang merokok tidak diharamkan tapi dibuat sangat susah..mulai dari harga rokok yang mahal, kemudian tempat merokok juga susah (biasanya merokok hanya boleh di luar gedung di bagian pojokan terpencil).....
Jika ada even-even keluarga seperti konser, piknik besar, dan even lainnya biasanya sudah di-state sebagai non-smoking event..
Hebatnya para perokok di-sini (yang jumlahnya tidak banyak) cukup tahu diri dan tidak merokok sembarangan..
Saat ini sedang dipersiapkan peraturan tentang denda jika merokok di-mobil yang ada anak kecilnya..
Kalau di Indonesia ini bisa diterapkan dan dipatuhi, mungkin tidak perlu lagi pengharaman rokok", begitu kata mas Suryo
Mbak Ruripun mengeluarkan uneg-unegnya.
"Gimana yah cara menegur orang yang ngrokok di angkot atau di bis dengan sopan? Sering nggak tahan karena asapnya, tapi takut juga mau negur, mana supirnya ngrokok juga
*sigh...."
Aku langsung angkat pendapat,"kalau di angkot yang sering kunaiki aku biasa saja memintanya untuk tidak merokok di dalam angkot,tapi kalau di daerah yang aku belum kenal kayaknya gak berani deh. Hehehe....
Kalau anakku pasti langsung batuk berat, aslinya sih batuk biasa, tapi dibuat kayak batuk yang sangat berat sambil pasang muka memelas..."
Mbak Raisha tak tahan langsung angkat pendapat juga,"Pingin share soal rokok. Jangan segan menegur orang yang merokok di tempat umum"
Kalimat yang biasanya kugunakan:
"Maaf Pak, asap rokoknya mengganggu (meracuni) saya dan orang lain"
"Maaf Pak, boleh tidak kalau merokoknya nanti saja pas Bapak sendirian...?"
"Saya tidak keberatan Anda merokok, tapi bisa tidak asapnya jangan mengganggu saya dan orang lain di sekitar sini?" (hisap semua asapnya, maksudnya...hehe)
Ada yang ngeyel bilang "mati tuh, emang ajal Mbak. bukan karena rokok segala..."
Kujawab, "Silakan saja kalau mau mati dengan penyakit parah..., jangan ngajak-ngajak orang lain".
Semua kalimat dengan senyum... meski kecut. Hehe...
Kadang ada orang yang merokok tanpa pernah memikirkan kalau itu pilihan bodoh.
Pernah ada sopir angkot yang kusadarkan berapa banyak uang yang dibuangnya untuk rokok dan uang itu sebenarnya bisa ditabung agar anak-2nya bisa sekolah lebih tinggi nanti.
Beberapa minggu kemudian bertemu lagi, dia mengaku sudah berhenti, meski masih makan permen setiap kali kecanduannya muncul.
Dia bilang, "Baru Ibu orang yang pernah ngomong soal rokok sama saya, semua orang yang saya kenal menganggap itu suatu kewajaran bagi laki-laki dewasa... Padahal selain boros, nafas saya juga suka sesak dibuatnya."
Jadi terharu banget! :-)
Pas ngajar, setiap semester contoh rokok selalu kumasukkan ke dalam materi. Bicara tema rasionalitas, unsur sugestif dalam iklan rokok, belajar penalaran/logika..., apa saja materinya dalam satu semester pasti ada bahasan tentang rokok. :-)
Unsur adiktif rokok itu lebih parah dibanding heroin, sebenarnya orang yang sudah kecanduan itu harus dikasihani.
Dan harus dibantu untuk dengan sadar bisa mengalahkan kecanduannya.
Aku paling marah kalau melihat orang yang pekerjaannya tidak memberi cukup uang bagi keluarganya, tapi dia merokok! Rokok itu alat memiskinkan sebuah bangsa, menurutku. Lihat aja gimana pemulung atau pedagang asongan merokok...:-(
Bank Al, yang berpengalaman di luar negeri menambahkan begini,"Iya, memang harus tegas seperti Yanti gitu"
Aku dulu waktu di Indonesia juga seringkali meminta orang untuk mematikan rokok kok kalau aku sedang jalan2 bawa Kevin. Sejauh ini belum ada yg pernah menjawab dan menolak sih.
Btw, aku kebetulan saat ini sedang menginap di sebuah hotel.
Ada tulisan sadis banget di ruangannya, yaitu:
"The Beverly Heritage hotel is 100% non-smoking. In consideration for our non-smoking guests, please do not smoke in the guestroom. If you choose to smoke in the guestroom, a $150.00 deep cleaning fee will be applied to your bill."
Ha...ini mirip benar dengan yang ada di Surabaya Plaza. Kita disuruh teken di kertas yang isinya kurang lebih seperti yang dilihat Bank Al.
Mas Komo pencetus diskusi ini, mungkin masih banyak menimbang-nimbang.
"Meskipun aku bukan perokok,ning kok kurang sreg dengan fatwa ini ya?"
Muhammadiyah Haramkan Rokok
10/03/2010 08:17:18
JAKARTA (KR) - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan fatwa baru mengenai hukum merokok. Melalui Majelis Tarjih dan Tajdid, PP Muhammadiyah berkesimpulan bahwa aktivitas merokok hukumnya adalah haram.
”Setelah mendengar masukan dari berbagai pihak, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan, Majelis Tarjih dan Tajdid mengeluarkan amar putusan bahwa merokok haram hukumnya, ” ujar Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih Prof Dr Yunahar Ilyas kepada wartawan di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (9/3).
Sebelumnya PP Muhammadiyah telah mengeluarkan fatwa mubah (diperbolehkan) bagi perokok. Namun setelah ditelaah dan dikaji lebih lanjut. Hasilnya, ternyata mudharatnya lebih banyak dibandingkan manfaatnya, maka dikeluarkanlah fatwa haram merokok. ”Muhammadiyah pernah mengeluarkan fatwa mubah, setelah kita pelajari lagi dengan narasumber dari pihak kesehatan dan ekonomi, kita bahas kembali dan kita simpulkan merokok itu haram,” tambah dosen UMY ini.
Prof Yunahar menjelaskan, fatwa haram merokok diputuskan dalam rapat Majelis Tarjih dan Tajdid pada 8 Maret lalu di Yogyakarta. Dalam rapat itu juga dibahas mengenai dampaknya kepada para petani tembakau. ”Kita juga siapkan program untuk membimbing petani tembakau agar beralih ke lahan usaha yang lainnya,”jelasnya.
PP Muhammadiyah juga siap jika nantinya akan ada pertentangan dari para petani tembakau dan perusahaan produsen rokok. PP Muhammadiyah akan terus mensosialisasikan fatwa haram merokok tersebut. ”Kita sosialisasi ke dalam dulu, nanti misalkan di rumah sakit, di tempat umum dan juga di kampus-kampus. Sebagian sudah melaksanakan kawasan bebas rokok,” ungkapnya.
Prof Yunahar menjelaskan, dalam Alquran disebutkan, ”jangan kamu dengan sengaja mati.” Sementara merokok masuk kategori bunuh diri pelan-pelan. ”Perokok itu merusak diri dan orang lain, termasuk khabais atau kotoran dan tidak baik. Mubazir. Fakta kesehatan dan ekonomi haram,” ujar Yunahar.
Dijelaskan, perubahan fatwa ini karena dulu Muhammadiyah kurang meneliti soal rokok. ”Sekarang data-data yang kami dapat sudah lengkap dan orang-orangnyapun masih yang lama,” katanya.
Sementara itu, kemarin Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan uji materiil pasal yang mengatur larangan iklan rokok sepanjang tidak memperagakan wujud rokok.
Pasal yang mengatur hal tersebut dapat dalam pasal 46 ayat 3 huruf c Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Pemohon yang terdiri dari Pemohon I, yakni Komisi Nasional Perlindungan Anak yang diwakili Seto Mulyadi dan Arist Merdeka Sirait, Pemohon II Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Jawa Barat yang diwakili Kusnadi Rusmil dan Pemohon III yang terdiri dari Alfie Sekar Nadia (13 tahun) dan Faza Ibnu Ubaydillah (17 tahun).
Menurut pemohon, ”promosi rokok yang memperagakan wujud rokok” dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 28B ayat (2), Pasal 28A, Pasal 28C ayat (1), Pasal 28F. Pemohon mendalilkan Pasal 46 ayat (3) huruf c UU Penyiaran menjadi dasar justifikasi yang secara normatif masih memperbolehkan promosi rokok walaupun dengan persyaratan tertentu, yakni ‘tidak memperagakan wujud rokok’.
Ketentuan yang diatur dalam Pasal 46 ayat (3) huruf c UU Penyiaran merupakan norma hukum yang berlaku dan mengikat sehingga menjadi pembenaran yuridis bagi pelaksanaan siaran iklan atau promosi terhadap rokok, asalkan tidak memperagakan wujud rokok. Karena itu, mereka menuntut Mahkamah membatalkan ketentuan itu.
Secara terpisah Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih menjelaskan, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang rokok akan segera terbit. ”Saya optimis, segera terbit dan di dalamnya juga mengatur tentang larangan iklan rokok,” katanya di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (9/3).
Bahkan RPP tersebut dalam waktu dekat akan diserahkan kepada Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono. Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menyiapkan draf/rancangan peraturan pemerintah (PP) tentang rokok untuk mendukung pelaksanaan pasal rokok dalam Undang-Undang Kesehatan (UU No 36/2009).
Isi pokok PP tentang rokok, di antaranya, meliputi pengaturan kawasan tanpa rokok, peringatan berupa gambar pada bungkus rokok, dan larangan menjual rokok kepada anak-anak, larangan menjual rokok batangan, serta larangan iklan, sponsor, dan promosi rokok di media massa. (Sim/Ati)-a
http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=211014&actmenu=35
+++
Jadi...?
Apakah ada pendapat lain? Silahkan berpendapat. Ini ruangan bebas untuk kita semua.
Jumat, Oktober 30, 2009
Aku perlu uang saku pak...
"Pak sangu 4 ribu..", kata Lilo ketika aku pamitan sama dia. Senyumnya yang khas menandakan bahwa ada apa-apa dibalik permintaannya itu. Aku sudah hapal model senyuman LiLo.
"Kok 4 ribu?", aku coba mengorek keterangan darinya.
".........",
Lilo menjawab dengan senyuman. Biasanya dia hanya perlu dua ribu, untuk uang jajan di sekolah seribu dan sisanya dimasukkan kotak infaq.
"Hari Jumat, infaqnya yang banyak ya Lo", dari belakang istriku mengingatkan LiLo.
"Lima ribu pak...!", kata Lilo berubah pikiran.
Kuserahkan uang lembaran 2 ribuan sebanyak 5 buah pada LiLo.
"Nih, infaqnya empat ribu ya...", kataku sambil menyerahkan lembaran uang itu ke Lilo.
Lilo sibuk menghitung uang itu.
"Kenapa nak?", tanyaku heran.
"Hmmm infaqnya 6 ribu aja pak", jawab LiLo membuatku makin heran.
"Tadi kamu kan minta lima ribu, nah sekarang aku sudah kasih uang sepuluh ribu, potong infaq empat ribu, jadi mas Lilo dapet enam ribu, lebih besar dari permintaanmu. Iya kan?", kataku dengan heran
"Hmmm... aku butuhnya tiga ribu aja kok, jadi kalau empat ribu untuk infaq duitku jadi kebanyakan. Jadi enam ribu aja untuk infaq. Aku dapat empat ribu...", Lilo menjelaskan hitungannya
"Subhanallah...", ucapku dalam hati. Begitu rupanya jalan pikiran LiLo.
"Terima kasih Tuhan yang telah menganugerahi aku istri dan anak-anak yang baik dan mengerti akan perlunya bersyukur pada Tuhan..."
Kusalami Lilo dengan pegangan yang erat banget. Lilo kayaknya tidak merasakan keeratan pegangan tanganku. Sikapnya biasa-biasa saja.
"Aku hari ini hanya perlu tiga ribu pak...", kata Lilo sambil berlari masuk rumah.
Kulangkahkan kaki hari ini dengan semangat yang lebih semangat dibanding hari-hari lain. Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin. Amin.
Semoga kita semua dimudahkan urusannya. AMin.
"Kok 4 ribu?", aku coba mengorek keterangan darinya.
".........",
Lilo menjawab dengan senyuman. Biasanya dia hanya perlu dua ribu, untuk uang jajan di sekolah seribu dan sisanya dimasukkan kotak infaq.
"Hari Jumat, infaqnya yang banyak ya Lo", dari belakang istriku mengingatkan LiLo.
"Lima ribu pak...!", kata Lilo berubah pikiran.
Kuserahkan uang lembaran 2 ribuan sebanyak 5 buah pada LiLo.
"Nih, infaqnya empat ribu ya...", kataku sambil menyerahkan lembaran uang itu ke Lilo.
Lilo sibuk menghitung uang itu.
"Kenapa nak?", tanyaku heran.
"Hmmm infaqnya 6 ribu aja pak", jawab LiLo membuatku makin heran.
"Tadi kamu kan minta lima ribu, nah sekarang aku sudah kasih uang sepuluh ribu, potong infaq empat ribu, jadi mas Lilo dapet enam ribu, lebih besar dari permintaanmu. Iya kan?", kataku dengan heran
"Hmmm... aku butuhnya tiga ribu aja kok, jadi kalau empat ribu untuk infaq duitku jadi kebanyakan. Jadi enam ribu aja untuk infaq. Aku dapat empat ribu...", Lilo menjelaskan hitungannya
"Subhanallah...", ucapku dalam hati. Begitu rupanya jalan pikiran LiLo.
"Terima kasih Tuhan yang telah menganugerahi aku istri dan anak-anak yang baik dan mengerti akan perlunya bersyukur pada Tuhan..."
Kusalami Lilo dengan pegangan yang erat banget. Lilo kayaknya tidak merasakan keeratan pegangan tanganku. Sikapnya biasa-biasa saja.
"Aku hari ini hanya perlu tiga ribu pak...", kata Lilo sambil berlari masuk rumah.
Kulangkahkan kaki hari ini dengan semangat yang lebih semangat dibanding hari-hari lain. Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin. Amin.
Semoga kita semua dimudahkan urusannya. AMin.
Minggu, Juli 26, 2009
Mandiin Ayuko
Sore ini badan capek banget. Maklum tadi malem nungguin istri nggak dateng-dateng. Lewat tengah malam baru dia muncul, padahal dari Surabaya terbangnya jam 20.00, tapi sampai di Cikarang rupanya sudah lewat "midnight". Acara ngobrol menjelang tidur jadi nggak ada deh, istriku langsung "tewas", demikian juga aku, langsung lupa segala-galanya [untung chordnya masih ingat]
Sambil guyon, aku bertanya pada istriku, yang juga mengaku capek berat, soalnya acara ngobrol menjelang tidur diganti acara ngobrol sehabis subuh. Habis itu langsung meluncur ke acara hari Belanja CiMart dan kemudian dilanjut ke acara "launching" Logo JM yang baru di resto Samikuring.
"Kapan mau mandiin Ayuko?", begitu kataku.
"Ya udah mandikan saja", jawabnya
"Loh aku itu nanya, kok malah disuruh mandiin?"
"Kalau bapak mau mandiin, kubuatkan air hangatnya", kata istriku sambil tersenyum.
Yowis kalah set, akupun tesenyum sambil mengangguk.
Segera kuajak LiLo untuk latihan PBB [pasukan baris berbaris?], dan kutugaskan dia untuk memimpin acara pemandian Ayuko.
LiLo terlihat setengah hati mengikuti perintahku, karena dia sedang main Game Sims-3 yang baru, tapi dia tahu benar, bahwa aku gak suka main game, jadi kalau nggak mau baris-berbaris pasti masalah main game akan dipermasalahkan.
Hehehe...salah juga aku ya, memaksakan kehendak pada anak kecil ini.
Alhamdulillah, akhirnya yang terjadi adalah suasana yang akrab dan ceria. Kami saling bantu membersihkan bulu Ayuko yang sudah terlihat "jorok".
Aku bagian mbawa air panas, dan LiLo bagian pekerjaan yang ringan-ringan. Tugas ibunya adalah mengawasi proses pemandian Ayuko ini sambil ceprat cepret pakai Canonku.
Sungguh nikmat rasanya mempunyai keluarga yang mau saling berbagi, saling bantu dalam segala urusan. Meski LiLo kadang-kadang suka bandel, tapi kalau ditelusuri, dia bandel karena ada contoh dari lingkungannya dan bukan dari dia murni.
Patut kita catat bahwa lingkungan yang paling gampang dicontoh oleh seorang anak adalah ortunya sendiri. Ortu adalah sosok yang sangat pas untuk dicontoh, sehingga kita harus selalu berhati-hati bersikap di depan anak-anak. Kalau sikap kita salah, maka sikap itu sudah tercetak di rekaman orak si anak, dan agak sulit untuk emnghilangkannya.
So, hati-hatilah para ortu dalam bersikap di depan anak-anak.
...
.
Sambil guyon, aku bertanya pada istriku, yang juga mengaku capek berat, soalnya acara ngobrol menjelang tidur diganti acara ngobrol sehabis subuh. Habis itu langsung meluncur ke acara hari Belanja CiMart dan kemudian dilanjut ke acara "launching" Logo JM yang baru di resto Samikuring.
"Kapan mau mandiin Ayuko?", begitu kataku.
"Ya udah mandikan saja", jawabnya
"Loh aku itu nanya, kok malah disuruh mandiin?"
"Kalau bapak mau mandiin, kubuatkan air hangatnya", kata istriku sambil tersenyum.
Yowis kalah set, akupun tesenyum sambil mengangguk.
Segera kuajak LiLo untuk latihan PBB [pasukan baris berbaris?], dan kutugaskan dia untuk memimpin acara pemandian Ayuko.
LiLo terlihat setengah hati mengikuti perintahku, karena dia sedang main Game Sims-3 yang baru, tapi dia tahu benar, bahwa aku gak suka main game, jadi kalau nggak mau baris-berbaris pasti masalah main game akan dipermasalahkan.
Hehehe...salah juga aku ya, memaksakan kehendak pada anak kecil ini.
Alhamdulillah, akhirnya yang terjadi adalah suasana yang akrab dan ceria. Kami saling bantu membersihkan bulu Ayuko yang sudah terlihat "jorok".
Aku bagian mbawa air panas, dan LiLo bagian pekerjaan yang ringan-ringan. Tugas ibunya adalah mengawasi proses pemandian Ayuko ini sambil ceprat cepret pakai Canonku.
Sungguh nikmat rasanya mempunyai keluarga yang mau saling berbagi, saling bantu dalam segala urusan. Meski LiLo kadang-kadang suka bandel, tapi kalau ditelusuri, dia bandel karena ada contoh dari lingkungannya dan bukan dari dia murni.
Patut kita catat bahwa lingkungan yang paling gampang dicontoh oleh seorang anak adalah ortunya sendiri. Ortu adalah sosok yang sangat pas untuk dicontoh, sehingga kita harus selalu berhati-hati bersikap di depan anak-anak. Kalau sikap kita salah, maka sikap itu sudah tercetak di rekaman orak si anak, dan agak sulit untuk emnghilangkannya.
So, hati-hatilah para ortu dalam bersikap di depan anak-anak.
...
.
Kamis, Mei 14, 2009
Sepedaan dari Montana
Tadinya acara sepedaan yang digagas pak Akur akan mengambil START di Kursus Musik JM [Jimmy Manopo], tapi karena aku juga pingin ngajak teman-teman kumpul-kumpul di rumah, maka akhirnya lokasi START dipindah ke rumahku.
Route sepedaan yang tadinya hanya on road, akhirnya juga dirubah menjadi [semi] off road, karena ada acara masuk kampung.
Acara sepedaan ini akan dipandu langsung oleh Om Gazzele, panggilan akrab pak Sulis [sang Maha Dewa Gitar band CiMarT].
Anakku rencananya mau ikut juga, tinggal bagaimana mbagi sepedanya. LiLo dijamin pakai sepedanya sendiri, sedangkan LitHa mungkin naik sepeda motor saja, karena sepedanya perlu beberapa perbaikan kalau mau dipakai. Udah gitu sepeda itu sering dipakai BiBi untuk beli sayur atau pergi kemana-mana, jadi dipastikan tidak dipakai saja.
Aku ada dua pilihan, pakai Anvil atau Tandem. Kalau Anvil dipinjam pak Saparjan, maka aku pasti pakai Tandem, mungkin sama LuLuk atau sama ibunya.
Kalau pak Saparjan mau naik motor [langsung menunggu di lokasi Finsih], maka mungkin aku pakai Anvil dan tandem dipakai ibunya.
Oke, apapun yang terjadi semuanya "fine-fine" saja. Aku siap dengan segala plan.
Beberapa hari lalu, malem-malem aku telepon pak Ato, sang pemilik Kupat Tahu Bandung. Kubilang padanya bahwa ada acara sepedaan dan mengambil lokasi FINISH di Warung Kupat Tahu Bandung.
Pak Ato langsung tanggap dan memberikan diskon bagi anggota Cimart yang mau mampir makan di warungnya. Luar biasa memang pak Ato ini.
Kayaknya memang semua anggota TDA Bekasi punya hobi ngasih diskon ya. Pak Rawi, pak Wisnu, semuanya suka berlomba-lomba ngasih diskon.
Jadi pingin segera hari Minggu nih, biar bisa membahagiakan anak-anakku dnegan bersepedaan bersama kawan-kawan CiMart.
Start dari Jl Puspita VII Blok T.26
Menuju Golf Jababeka
Masuk kampung
Keluar Tropikana
FINISH di Kupat Tahu Bandung
Semoga acara ini bermanfaat bagi semua
Amin.
Route sepedaan yang tadinya hanya on road, akhirnya juga dirubah menjadi [semi] off road, karena ada acara masuk kampung.
Acara sepedaan ini akan dipandu langsung oleh Om Gazzele, panggilan akrab pak Sulis [sang Maha Dewa Gitar band CiMarT].
Anakku rencananya mau ikut juga, tinggal bagaimana mbagi sepedanya. LiLo dijamin pakai sepedanya sendiri, sedangkan LitHa mungkin naik sepeda motor saja, karena sepedanya perlu beberapa perbaikan kalau mau dipakai. Udah gitu sepeda itu sering dipakai BiBi untuk beli sayur atau pergi kemana-mana, jadi dipastikan tidak dipakai saja.
Aku ada dua pilihan, pakai Anvil atau Tandem. Kalau Anvil dipinjam pak Saparjan, maka aku pasti pakai Tandem, mungkin sama LuLuk atau sama ibunya.
Kalau pak Saparjan mau naik motor [langsung menunggu di lokasi Finsih], maka mungkin aku pakai Anvil dan tandem dipakai ibunya.
Oke, apapun yang terjadi semuanya "fine-fine" saja. Aku siap dengan segala plan.
Beberapa hari lalu, malem-malem aku telepon pak Ato, sang pemilik Kupat Tahu Bandung. Kubilang padanya bahwa ada acara sepedaan dan mengambil lokasi FINISH di Warung Kupat Tahu Bandung.
Pak Ato langsung tanggap dan memberikan diskon bagi anggota Cimart yang mau mampir makan di warungnya. Luar biasa memang pak Ato ini.
Kayaknya memang semua anggota TDA Bekasi punya hobi ngasih diskon ya. Pak Rawi, pak Wisnu, semuanya suka berlomba-lomba ngasih diskon.
Jadi pingin segera hari Minggu nih, biar bisa membahagiakan anak-anakku dnegan bersepedaan bersama kawan-kawan CiMart.
Start dari Jl Puspita VII Blok T.26
Menuju Golf Jababeka
Masuk kampung
Keluar Tropikana
FINISH di Kupat Tahu Bandung
Semoga acara ini bermanfaat bagi semua
Amin.
Senin, Mei 11, 2009
Siapa mau ENEG ?
Apa yang terjadi ketika seorang presenter sedang presentasi tentang rencananya yang spektakuler dan audience sangat tertarik dengan cerita sang presenter?
Entah darimana, tiba-tiba muncul energi yang tak terbatas yang membuat presentasi dari sang presenter menjadi semakin lancar, ide-ide baru yang tidak ada dalam presentasinya tiba-tiba juga mulai bermunculan.
dan…..
Sukseslah presentasi sang presenter di hari itu….
Dalam kasus lain
Apa yang telah terjadi pada sebuah tim sepak bola yang harus menang untuk maju ke babak selanjutnya, tapi malah kecolongan 3 gol di babak pertama?
Kemudian di babak ke dua, tiba-tiba terlihat semangat juang yang tak kenal lelah dari tim yang kecolongan 3 gol, dan ternyata di menit-menit akhir, tiba-tiba bisa menceploskan 4 gol ke gawang lawan?
Semua itu adalah bukti adanya pancaran energi positif [Epos] yang direspon positif oleh lingkungannya.
Pancaran Epos yang mendapat sambutan sinyal Epos yang lain akan saling menguatkan. Ada aksi maka akan ada reaksi.
Paparan sang presenter yang dipenuhi Epos akan membuat lingkungannya ter”stimulasi” untuk memancarkan Epos mereka.
Arahan pelatih di kamar ganti saat jeda turun minum telah menimbulkan Epos di semua punggawa di seluruh lini, mulai pertahanan sampai ujung tombak, hasilnya mereka main dengan energi yang seperti tak ada habisnya.
Tak kenal menyerah dan tidak kecolongan gol lagi, bahkan mampu mencuri 4 gol dalam masa injury time.
Semua yang tidak mungkin bisa menjadi sangat mungkin saat Epos berperan aktif.
Namun bila hal sebaliknya yang terjadi, maka silahkan dibayangkan sendiri apa yang tejadi di dua kasus di atas.
Akankah sang presenter makin bersemangat menyampaikan presentasinya kalau tanggapan audience memancarkan energi negatip [EneG] ?
Akankah para pemain terus berjuang sampai titik darah penghabisan kalau sang pelatih justru memancarkan Energi negatif dengan memarahi semua pemainnya tanpa memberikan solusi?
Pasti hujan gol akan makin lebat di babak ke dua.
Begitulah, pentingnya memancarkan Epos di lingkungan yang penuh dengan Epos.
Selalulah kita mencari lingkungan yang dipenuhi Epos agar Epos kita mendapat penguatan dari lingkungan kita. Bergaulah dengan orang yang berilmu [baik], maka setidaknya ada ilmu [baik] yang pernah kita dengar dan rasakan.
Jauhi lingkungan yang penuh dengan EneG. Terlalu banyak usaha yang harus dilakukan untuk mengubah Eneg menjadi Epos, maka akan lebih menguntungkan kalau kita mencari lingkungan yang penuh dengan Epos.
Kecuali anda terjebak dalam lingkungan EneG, maka yakinkan diri anda, bahwa :
1. Semua orang pada dasarnya suka dengan Epos
2. Di antara sekumpulan Eneg, maka pasti ada satu dua titik Epos di lingkungan itu [ini sesuai dengan kalimat "di kumpulan Eneg pasti ada setitik Epos dan di kumpulan Epos pasti ada setitik Eneg"]
Nah, dengan keyakinan itu, maka pancarkan Eposmu semampu yang kau bisa.
Semoga sukses.
Amin
Entah darimana, tiba-tiba muncul energi yang tak terbatas yang membuat presentasi dari sang presenter menjadi semakin lancar, ide-ide baru yang tidak ada dalam presentasinya tiba-tiba juga mulai bermunculan.
dan…..
Sukseslah presentasi sang presenter di hari itu….
Dalam kasus lain
Apa yang telah terjadi pada sebuah tim sepak bola yang harus menang untuk maju ke babak selanjutnya, tapi malah kecolongan 3 gol di babak pertama?
Kemudian di babak ke dua, tiba-tiba terlihat semangat juang yang tak kenal lelah dari tim yang kecolongan 3 gol, dan ternyata di menit-menit akhir, tiba-tiba bisa menceploskan 4 gol ke gawang lawan?
Semua itu adalah bukti adanya pancaran energi positif [Epos] yang direspon positif oleh lingkungannya.
Pancaran Epos yang mendapat sambutan sinyal Epos yang lain akan saling menguatkan. Ada aksi maka akan ada reaksi.
Paparan sang presenter yang dipenuhi Epos akan membuat lingkungannya ter”stimulasi” untuk memancarkan Epos mereka.
Arahan pelatih di kamar ganti saat jeda turun minum telah menimbulkan Epos di semua punggawa di seluruh lini, mulai pertahanan sampai ujung tombak, hasilnya mereka main dengan energi yang seperti tak ada habisnya.
Tak kenal menyerah dan tidak kecolongan gol lagi, bahkan mampu mencuri 4 gol dalam masa injury time.
Semua yang tidak mungkin bisa menjadi sangat mungkin saat Epos berperan aktif.
Namun bila hal sebaliknya yang terjadi, maka silahkan dibayangkan sendiri apa yang tejadi di dua kasus di atas.
Akankah sang presenter makin bersemangat menyampaikan presentasinya kalau tanggapan audience memancarkan energi negatip [EneG] ?
Akankah para pemain terus berjuang sampai titik darah penghabisan kalau sang pelatih justru memancarkan Energi negatif dengan memarahi semua pemainnya tanpa memberikan solusi?
Pasti hujan gol akan makin lebat di babak ke dua.
Begitulah, pentingnya memancarkan Epos di lingkungan yang penuh dengan Epos.
Selalulah kita mencari lingkungan yang dipenuhi Epos agar Epos kita mendapat penguatan dari lingkungan kita. Bergaulah dengan orang yang berilmu [baik], maka setidaknya ada ilmu [baik] yang pernah kita dengar dan rasakan.
Jauhi lingkungan yang penuh dengan EneG. Terlalu banyak usaha yang harus dilakukan untuk mengubah Eneg menjadi Epos, maka akan lebih menguntungkan kalau kita mencari lingkungan yang penuh dengan Epos.
Kecuali anda terjebak dalam lingkungan EneG, maka yakinkan diri anda, bahwa :
1. Semua orang pada dasarnya suka dengan Epos
2. Di antara sekumpulan Eneg, maka pasti ada satu dua titik Epos di lingkungan itu [ini sesuai dengan kalimat "di kumpulan Eneg pasti ada setitik Epos dan di kumpulan Epos pasti ada setitik Eneg"]
Nah, dengan keyakinan itu, maka pancarkan Eposmu semampu yang kau bisa.
Semoga sukses.
Amin
Jumat, Mei 01, 2009
Sharing "Cara Mendapatkan Property Gratis"
Malam itu setelah acara kantor selesai aku langsung tancap gas ke Resto Samikuring untuk acara berbagi sehat bersama dengan kawan-kawan dari istri.
Di Samikuring, ketemuan sama pak Bisri yang sengaja datang jauh-jauh dari Surabaya untuk menjelaskan manfaat kalung Biofir terhadap jasamani kita.
Pulang acara bertemu dengan pak Ato yang besok pagi akan tampil di Sami Kuring untuk membahas cara mendapatkan "Property Gratis".
Pak Ato ini kalau sudah ngobrol pasti susah dihentikan. Terus mengalir bagaikan air sungai yang ingin cepet-cepat sampai ke muaranya. Sebelum muara itu ketemu, maka siap-siaplah selalu untuk menerima apapun yang terjadi pada diri kita.
Kamipun bicara serba sedikit tentang perlunya dibentuk TDA rayon Cikarang, sehingga kita bisa saling menguntungkan, karena pasti kita selalu dapat harga bersaing dari teman-teman yang tergabung dalam komunitras TDA ini. Disinilah akan timbul sinergi yang menguntungkan kedua belah pihak.
Acara ini diadakan pada tanggal 2 Mei 2009, jadi aku terpaksa tidak bisa ikut karena sudah janjian dengan pak KK serta temannya yang ditugaskan khusus untuk menemaniku dalam diskusi penentuan kapan diadakan benchmarking dari Waskita ke kantor menristek.
Semoga kegiatan rutin TDA Bekasi dengan judul "Cara MEndapatkan Properti tanpa Modal" ini laris manis. Amin.
....
Senin, April 27, 2009
Pemasaran vs Produksi
Beberapa tahun lalu, Indosat memasarkan jaringan CDMA di Surabaya.
Sang Jagoanpun akhirnya menarik banyak peminat dan bagian pemasaran mendapat berkah karena targetnya terlampaui.
Yang terjadi di lapangan rupanya tidak seperti yang diharapkan. Para pelanggan yang tadinyha sangat puas dengan kualitas layanan CDMA Indosat, lama-lama mulai mengeluh.
Kualitas jaringan terus menurun dan kadang bahkan tiba-tiba putus tanpa sebab.
Dari berbagai isue yang beredar, penyebab turunnya kualitas layanan adalah terlalu banyaknya pengguna jaringan pada saat yang bersamaan.
Hal ini terjadi karena bagian pelayanan jaringan belum siap menambah jaringan baru, sementara pelanggan terus bertambah dengan pertumbuhan yang sangat signifikan.
Inilah pencerminan dari kurang "link"-nya bagian pemasaran dengan bagian produksi.
Belajar dari pengalaman ini, maka Indosat Broom sudah mulai langka dicari. Penyebabnya jelas, jaringan brrom sudah penuh dengan pelanggan, seperti juga jaringan unlimited telkomsel yang 100 ribuan per bulan.
Pelanggan Indonesia memang masih cari yang termurah dari yang murah dan bagian pemasaran harus pandai mengatur iramanya agar bagian produksi bisa mengikuti pertumbuhan jaringan yang diinginkan.
Kuncinya adalah adanya "link" yang selalu terpelihara antara bagian pemasaran dan bagian produksi. Tidak ada yang perlu dijagokan, keduany apunya nadil yang sama besar untuk memberi kontribusi laba.
Bagian Pemasaran yang berlari terlalu kencang tentu akan membuat bagian produksi kelabakan dan ujung-unjungnya pelanggan akan kecewa, dengan kualitas jaringan, sebaliknya juga kalau bagian pemasaran tertinggal jauh akan sia-sialah jaringan yang sudah dibuat oleh bagian produksi.
So.....?
Selama bersinergi !
Sang Jagoanpun akhirnya menarik banyak peminat dan bagian pemasaran mendapat berkah karena targetnya terlampaui.
Yang terjadi di lapangan rupanya tidak seperti yang diharapkan. Para pelanggan yang tadinyha sangat puas dengan kualitas layanan CDMA Indosat, lama-lama mulai mengeluh.
Kualitas jaringan terus menurun dan kadang bahkan tiba-tiba putus tanpa sebab.
Dari berbagai isue yang beredar, penyebab turunnya kualitas layanan adalah terlalu banyaknya pengguna jaringan pada saat yang bersamaan.
Hal ini terjadi karena bagian pelayanan jaringan belum siap menambah jaringan baru, sementara pelanggan terus bertambah dengan pertumbuhan yang sangat signifikan.
Inilah pencerminan dari kurang "link"-nya bagian pemasaran dengan bagian produksi.
Belajar dari pengalaman ini, maka Indosat Broom sudah mulai langka dicari. Penyebabnya jelas, jaringan brrom sudah penuh dengan pelanggan, seperti juga jaringan unlimited telkomsel yang 100 ribuan per bulan.
Pelanggan Indonesia memang masih cari yang termurah dari yang murah dan bagian pemasaran harus pandai mengatur iramanya agar bagian produksi bisa mengikuti pertumbuhan jaringan yang diinginkan.
Kuncinya adalah adanya "link" yang selalu terpelihara antara bagian pemasaran dan bagian produksi. Tidak ada yang perlu dijagokan, keduany apunya nadil yang sama besar untuk memberi kontribusi laba.
Bagian Pemasaran yang berlari terlalu kencang tentu akan membuat bagian produksi kelabakan dan ujung-unjungnya pelanggan akan kecewa, dengan kualitas jaringan, sebaliknya juga kalau bagian pemasaran tertinggal jauh akan sia-sialah jaringan yang sudah dibuat oleh bagian produksi.
So.....?
Selama bersinergi !
Minggu, April 19, 2009
Kolaborasi Lukisan Keluarga
Ketika asyik nonton TiVi, Lilo mendekatiku dan bercerita tentang berbagai hal, mulai dari penemuan sepatu, garam sampai penemuan Elevator.
Ceritanya begitu hangat dan asyik, tapi aku sendiri membagi perhatianku pada TiVi yang sedang asyik menayangkan film kesukaanku.
Melihat antusias LiLo dan melihat ketidak antusiasanku melayani obrolan LiLo, ibunya rupanya tidak tahan.
"Pak tiVinya matiin dulu, ajak LiLo mempraktekkan lembar kreatifitas di buku itu", kata istriku.
Aku jadi tersadar, rupanya hari ini tidak sama dengan hari-hari biasa.
Ada LiLo yang tiba-tiba banyak cerita tentang segala hal [caper 'kali ya] dan ada Litha, kakak LiLo, yang asyik mendengarkan cerita LiLo, meski sambil main komputer.
Si Mbarep, LuLu, yang sama dengan hari biasa, tidak terlihat batang hidungnya karena masuk sekolah.
Kumatikan TiVi dan kuajak LiLo untuk berkolaborasi membuat apa yang diperintahkan dalam buku penemuan garam.
LiLo tampak ragu-ragu, tapi LiTha langsung menyahut,"Ayuk pak, aku ikut...!"
Begitulah, kami bertiga mempersiapkan segala "uba rampe", apa saja yang diperlukan untuk mengikuti petunjuk di lembar kreatif itu.
Saat semua peralatan sudah siap, tiba-tiba terdengar suara salam di depan. Waqh, LuLuk sudah pulang, pasti seru nih.
Biasanya memang untuk kegiatan yang melibatkan seluruh anggota keluarga, LuLuk selalu pandai mengatur adik-adiknya.
Kegalakan Bapaknya dan kebijakan Ibunya menurun padanya, sehingga aku selalu percaya padanya bila meninggalkan urusan untuk dilaksanakan oleh adik-adiknya.
Percobaan yang dilakukan adalah melukis di sebuah kertas dengan mempergunakan cat air, kemudian saat masih basah ditebarin garam "secukupnya'. Ketika lukisan itu kering, maka akan muncul sebuah kertas dengan lukisan yang "mengejutkan"
Sayangnya tidak ada kuas, sehingga aku langsung mengoleskan cat dari "tube"nya, sedangkan LiLo mengoleskan cat denga mempergunakan "pipet/sedotan".
Namanya juga kolaborasi, maka sedotan [kuas] LiLo ikut berpartisipasi di segala area lukisan. Biarpun LiLo sudah dikasih tahu, tetap saja ekor sedotan LiLo membuat cat yang sudah dioleskan dengan rata menjadi campur baur tidak karu-karuan.
Ributlah suasana di kamar. Semua orang punya pendapat sendiri-sendiri, sehingga suasana benar-benar riuh rendah.
"Bapak kebanyakan garam", kata anakku
"LiLo kebanyakan memberi air, kertasnya jadi basah banget, cat airnya meleleh tuh..."
"Sudah, jangan ditambahi cat lagi, segera ratakan garamnya dan kertasnya dijemur di luar, cepat...ayu cepat..."
Seru banget deh acara pagi itu. Sampai-sampai ibunya ikut terkekeh-kekeh. Suasana baru berubah ketika ibunya melihat lantai yang kotor dan "tube" cat air yang bertebaran dimana-mana.
Suasana makin mencekam ketika ada salah satu "tube" yang tintanya "nyeprot" ke lantai. Waduh,.... aku segera ambil kertas dan menulis namaku di kertas dengan tinta yang nempel di lantai itu.
Eh...anak-anak malah ngikuti perbuatanku, jadinya kita semua melukis lagi. Bedanya sekarang melukis di kertas masing-masing.
Gakpapa deh, yang penting tidak ada ibu yang marah-marah. "Everything is under control!"
Pelajaran hari ini :
1. Kebersamaan adalah awal dari kebahagiaan
2. Saling memberi bukan saling meminta adalah bagian dari kebersamaan yang indah.
Minggu, April 12, 2009
Dua Jempol buat FEDUs
Menjelang pemilu kemarin, aku mendapat sms dari pak Ibnu Qosim, isinya mengundang anak-anakku yang masih remaja untuk ikut acara pelatihan motivasi dan leadership ala kubik.
Pak Qosim ini aktif banget membuka cakrawala para remaja, agar nanti saat mereka dewasa sudah lebih siap menghadapi hidup dan kehidupan yang semakin keras ini.
Kegiatan pak Qosim beragam banget, mulai dari perpustakaan mini, perpustakaan kunjungan, seminar, pengembangan masyarakat maupun pendampingan [parenting]. Mau tahu tentang pak Qosim bisa dilihat di FEDUs [Family Education Series] dengan alamat http://www.fedus.org/
Acara yang diadakan di klinik Rizki ini sedianya dimulai jam 08.00, tetapi karena berbagai hal terpaksa mundur setengah jam lebih.
Instrukturnya kulihat sangat memadai untuk membimbing audience yang cukup beragam. Tidak gampang memang mempunyai audience yang beragam seperti ini dan pak Instruktur terlihat sudah bekerja keras demi tercapainya tujuan pelatihan ini.
Acara ini sebenarnya sangat mengherankan aku. Di saat orang lain susah mencari duit, maka pak Qosim dkk telah membuang duit untuk melaksanakan acara ini.
Bayangkan, untuk acara seperti ini hanya ditarik biaya Rp. 10.000 per orang. Padahal pasti panitia mengeluarkan banyak duit untuk acara ini.
Sewa gedung misalnya, pasti ada biayanya. Namun ketika kutanyakan, ternyata sewa gedung ini gratis, demikian juga snack maupun makan siang adalah sumbangan dari para donatur.
Terus instrukturnya juga ternyata tidak dibayar alias gratis.
Sungguh usaha luar biasa untuk mencerdaskan remaja kita. Apalagi kalau melihat perangkat sound systemnya yang cukup memadai, artinya penyelenggaranya benar-benar serius menjalankan acara ini.
Kalaulah ada saran untuk perbaikan, maka aku mencatatkannya di blog ini, setelah melakukan wawancara dengan anakku yang ikut acara itu. Semoga bermanfaat buat pak Qosim yang mungkin membacanya.
1. Tidak adanya ice breaker yang benar-benar diyakini sudah mencairkan suasana. Hal ini mungkin terjadi karena terlambatnya beberapa peserta, sehingga instruktur lupa untuk mencairkan suasana yang terlihat masih kaku.
2. Sebaiknya di awal acara diajarkan dulu yel-yel untuk menyemangati peserta. Yang umum biasanya dengan ucapan Selamat Pagi dan peserta wajib menjawab dengan jawaban "PAGI". Di pertengahan acara, instruktur mencoba memberi salam ini, tetapi peserta yang belum diajarkan cara menjawab hanya terdiam saja.
3. Salah satu Instruktur sudah sangat ahli untuk audience yang homogen dan berusia dewasa, sehingga ketika menjumpai audience yang heterogen maka terlihat kurang konsentrasi dan hukum alampun berlaku, audience merasakan kurang yakinnya pembimbingan dari sang instruktur.
4. Instruktur juga kurang banyak bergerak menguasai "stage", kecuali untuk acara Semut-Gajah-Ular, sehingga hanya peserta yang duduk di depan saja yang bisa berinteraksi dengan isntruktur.
Meskipun demikian, dengan segala hal tersebut di atas, aku patut mengangkat jempol buat kegiatan ini.
Salam Semangat.
Pak Qosim ini aktif banget membuka cakrawala para remaja, agar nanti saat mereka dewasa sudah lebih siap menghadapi hidup dan kehidupan yang semakin keras ini.
Kegiatan pak Qosim beragam banget, mulai dari perpustakaan mini, perpustakaan kunjungan, seminar, pengembangan masyarakat maupun pendampingan [parenting]. Mau tahu tentang pak Qosim bisa dilihat di FEDUs [Family Education Series] dengan alamat http://www.fedus.org/
Acara yang diadakan di klinik Rizki ini sedianya dimulai jam 08.00, tetapi karena berbagai hal terpaksa mundur setengah jam lebih.
Instrukturnya kulihat sangat memadai untuk membimbing audience yang cukup beragam. Tidak gampang memang mempunyai audience yang beragam seperti ini dan pak Instruktur terlihat sudah bekerja keras demi tercapainya tujuan pelatihan ini.
Acara ini sebenarnya sangat mengherankan aku. Di saat orang lain susah mencari duit, maka pak Qosim dkk telah membuang duit untuk melaksanakan acara ini.
Bayangkan, untuk acara seperti ini hanya ditarik biaya Rp. 10.000 per orang. Padahal pasti panitia mengeluarkan banyak duit untuk acara ini.
Sewa gedung misalnya, pasti ada biayanya. Namun ketika kutanyakan, ternyata sewa gedung ini gratis, demikian juga snack maupun makan siang adalah sumbangan dari para donatur.
Terus instrukturnya juga ternyata tidak dibayar alias gratis.
Sungguh usaha luar biasa untuk mencerdaskan remaja kita. Apalagi kalau melihat perangkat sound systemnya yang cukup memadai, artinya penyelenggaranya benar-benar serius menjalankan acara ini.
Kalaulah ada saran untuk perbaikan, maka aku mencatatkannya di blog ini, setelah melakukan wawancara dengan anakku yang ikut acara itu. Semoga bermanfaat buat pak Qosim yang mungkin membacanya.
1. Tidak adanya ice breaker yang benar-benar diyakini sudah mencairkan suasana. Hal ini mungkin terjadi karena terlambatnya beberapa peserta, sehingga instruktur lupa untuk mencairkan suasana yang terlihat masih kaku.
2. Sebaiknya di awal acara diajarkan dulu yel-yel untuk menyemangati peserta. Yang umum biasanya dengan ucapan Selamat Pagi dan peserta wajib menjawab dengan jawaban "PAGI". Di pertengahan acara, instruktur mencoba memberi salam ini, tetapi peserta yang belum diajarkan cara menjawab hanya terdiam saja.
3. Salah satu Instruktur sudah sangat ahli untuk audience yang homogen dan berusia dewasa, sehingga ketika menjumpai audience yang heterogen maka terlihat kurang konsentrasi dan hukum alampun berlaku, audience merasakan kurang yakinnya pembimbingan dari sang instruktur.
4. Instruktur juga kurang banyak bergerak menguasai "stage", kecuali untuk acara Semut-Gajah-Ular, sehingga hanya peserta yang duduk di depan saja yang bisa berinteraksi dengan isntruktur.
Meskipun demikian, dengan segala hal tersebut di atas, aku patut mengangkat jempol buat kegiatan ini.
Salam Semangat.
persiapan main game "ingin memiliki"
permainan dimulai
cewek-cewek duduk di belakang
peserta cewek teraktif [kayaknya anaknya pak Qosim nih]
terima kasih buat klinik Rizki yang menyediakan tempat pelatihan yang gratis
Aku sangat yakin, ke depan nanti, pelatihan ini akan makin sukses dan barokah. Amin.
Sabtu, April 11, 2009
Reuni Sipil 78
Tahun 2001 mas Himawan sudag ngajak reunian di Tokonya, tapi keburu aku pindah ke Surabaya, maka acara itu akhirnya gagal. Meski begitu, mas Sigit dan pak Noor Utomo tidak bosen-bosennya untuk ngajak angkatan 78 untuk kumpul-kumpul, berapapun yang hadir.
Seringkali mas Noor cerita tentang mas Gunawan yang sudah jadi boss besar dan pingin ketemuan sama rekan-rekan seangkatan. Tidak kalah semangatnya adalah mas Subandono [bukan ayahnya Alisa Subandono ya..]
Pada akhirnya pertemuan itupun terjadilah di Warung Prima, Taman Galaxy Bekasi dan mas Subandono membagi-bagikan buku karangannya, lengkap dengan tanda tangannya.
Pulang dari reunian aku masih harus ikut reunian lagi di Bekasi. Ini reunian spesial, karena waktunya tidak ditentukan. Semuanya tergantung pada waktuku dan waktu istriku.
Ini benar-benar hari reuni, dan mungkin tahun reuni bagiku.
Saat membuka acara ini, maka yang kuucapkan adalah ajakan kesepakatan tentang pengurus angkatan 78 ini. Kutunjuk mas Sigit sebagai Sekjend dan mas Himawan sebagai Bendahara.
"Tidak usah pakai ketua, yang penting sekretarisnya joss, pasti angkatan 78 akan terurus dengan baik", begitu kataku.
Dalam perjalanan acara selanjutnya, kelihatannya para peserta sudah mendudukkan aku sebagai ketua angkatan 1978. Akupun tidak mau memperlambat acara dengan diskusi tentang kepengurusan ini, jadi semua kuterima dan kuputuskan bahwa angkatan 78 perlu dana untuk memudahkan komunikasi.
Eh, pada mbayar iuran lebih dari yang seharusnya dibayar. Yo wis terima saja deh. Toh yang ngurus mas Himawan [ha..ha...ha...].
Sampai di rumah langsung sudah ada laporan mas Himawan tentang penggunaan dana. Tengkyu mas Himawan atas kerja cepatnya.
Tahun ini bener-bener akan jadi tahun reuni buatku. Setelah ngurusi reuni angkatan 78 ini, maka pada tanggal 18 Juli 2009 aku kembali mengundang semua alumni Sipil UGM untuk berkumpul lagi dalam acara forum bisnis dan gathering. Setelah itu, kayaknya delayota Jakarta juga ingin mengadakan reunian, karena tidak sempat kumpul2 Reuni Akbar di Yogya kemarin.
Aku siapkan diri dulu deh untuk ngurus semua ini. Jangan sampai reuni sukses tapi kerjaan kantor terbengkalai.
Semoga sukses semua yang kukerjakan, baik untuk teman-teman, untuk perusahaan maupun untuk diriku sendiri [tentunya] . Amin
Seringkali mas Noor cerita tentang mas Gunawan yang sudah jadi boss besar dan pingin ketemuan sama rekan-rekan seangkatan. Tidak kalah semangatnya adalah mas Subandono [bukan ayahnya Alisa Subandono ya..]
Pada akhirnya pertemuan itupun terjadilah di Warung Prima, Taman Galaxy Bekasi dan mas Subandono membagi-bagikan buku karangannya, lengkap dengan tanda tangannya.
Pulang dari reunian aku masih harus ikut reunian lagi di Bekasi. Ini reunian spesial, karena waktunya tidak ditentukan. Semuanya tergantung pada waktuku dan waktu istriku.
Ini benar-benar hari reuni, dan mungkin tahun reuni bagiku.
Saat membuka acara ini, maka yang kuucapkan adalah ajakan kesepakatan tentang pengurus angkatan 78 ini. Kutunjuk mas Sigit sebagai Sekjend dan mas Himawan sebagai Bendahara.
"Tidak usah pakai ketua, yang penting sekretarisnya joss, pasti angkatan 78 akan terurus dengan baik", begitu kataku.
Dalam perjalanan acara selanjutnya, kelihatannya para peserta sudah mendudukkan aku sebagai ketua angkatan 1978. Akupun tidak mau memperlambat acara dengan diskusi tentang kepengurusan ini, jadi semua kuterima dan kuputuskan bahwa angkatan 78 perlu dana untuk memudahkan komunikasi.
Eh, pada mbayar iuran lebih dari yang seharusnya dibayar. Yo wis terima saja deh. Toh yang ngurus mas Himawan [ha..ha...ha...].
Sampai di rumah langsung sudah ada laporan mas Himawan tentang penggunaan dana. Tengkyu mas Himawan atas kerja cepatnya.
Tahun ini bener-bener akan jadi tahun reuni buatku. Setelah ngurusi reuni angkatan 78 ini, maka pada tanggal 18 Juli 2009 aku kembali mengundang semua alumni Sipil UGM untuk berkumpul lagi dalam acara forum bisnis dan gathering. Setelah itu, kayaknya delayota Jakarta juga ingin mengadakan reunian, karena tidak sempat kumpul2 Reuni Akbar di Yogya kemarin.
Aku siapkan diri dulu deh untuk ngurus semua ini. Jangan sampai reuni sukses tapi kerjaan kantor terbengkalai.
Semoga sukses semua yang kukerjakan, baik untuk teman-teman, untuk perusahaan maupun untuk diriku sendiri [tentunya] . Amin
Kamis, April 02, 2009
Kisah Cinta si T 1 AR
Aku dapet sms dari teman lama. Isinya undangan untuk mengunjungi webnya. Ya udah aku langsung ke TKP.
Wah trenyuh rasanya membaca kisah kasihnya. Langsung saja kuminta kesediaannya agar isi webnya tak muat di blogku. Balasan persetujuannya ternyata via SMS, y audah langsung saja pas jam istirahat kantor, kulakukan acara "copas" isi webnya.
Ini dia kisah cinta si T 1 AR.
Tibalah saatnya aku menyatakan cinta. Ceritanya setelah beberapa hari berpikir dan mempertimbangkan berbagai hal, akhirnya aku putuskan untuk mengatakan cinta padanya.
Beberapa hari sebelumnya aku ngrasa gelisah banget, ga tenang, dipikiranku makin banyak aja muncul pertanyaan-pertanyaan kenapa selalu mikirin dia, kenapa rasanya aku butuh dia banget. Tapi aku ga boleh buru-buru, soalnya aku pengen sekali jadi dan untuk yang terakhir.
Metodenya diawali melalui email cinta supaya ngomongnya ntr ga panjang-panjang, soalnya aku orang yang kurang bagus berkomunikasi secara langsung hehehe...kemudian pas ketemu, baru aku katakan terus terang tetapi ga sepanjang di email cinta itu
hehehehe...take a look that mail:
"Mudah2an lu baca ini sampek abis, gw pengen bilang gw sayang ma lu, gw ngrasa nyaman ma lu, gw pengen lu jadi pacar gw, tapi gw ga mau maksain lu, klo lu mang ga mau ya udah gpp, klo lu mang ga sayang ma gw, ya udah gpp, klo gw ga bisa bikin lu ngerasa nyaman seperti gw nyaman ma lu, gw minta maaf, prasaan mang ga bisa dipaksain, yang penting gw udah bilang n gw lega bisa ngungkapin apa yang gw rasain, walopun nantinya mungkin cuman jadi cinta bertepuk sebelah tangan buat gw, itu juga gpp, it’s fine,
maaf klo tulisan ini jadi bikin lu sebel, bikin lu benci ma gw, tapi gw harus bilang ma lu klo gw emang sayang ma lu sekarang, walopun ga bilang langsung n cuman beraninya lewat email n ga special banget, terus terang gw penakut sekarang, gw ga berani bilang langsung, gw takut ga bisa ngungkapin apa yang gw rasain klo langsung bilang tatap muka ma lu,
Lebih baik pake tulisan kaya gini supaya bisa lebih jelas apa yang gw rasain.
Skali lagi gw minta maaf klo gw ngeganggu lu dengan tulisan gw, gw tau gw egois dengan bilang ini, tapi gw minta tolong lu ngertiin perasaan gw, gw musti bilang ini, daripada gw jadi gila mikirin ini smua.
Berat rasanya gw musti bilang n nulis ini semua, musti berpikir berkali-kali buat gw bikin tulisan ini trus gw kirim ke lu, tapi gw harus bilang n siap nerima semua konsekuensinya.
gw ga tau apa yang bakal terjadi besok-besok dikantor setelah gw kirim tulisan ini ke lu, berantakankah hari-hari gw setelah ini?
gw pasrah ajah deh, mungkin ini bagian dari jalan hidup gw yang harus gw laluin.
Maaf yach, thx udah baca sampek akhir isi ati gw malam ini.
Gw tunggu jawaban lu lewat apa ajah, mo dibales lewat email, mo kirim sms dengan ketik Y/N kirim ke 02192110707 atau lu mo bilang langsung atau lewat telfun, gw tau cewek pasti berpikir bermilyar-milyar kali buat ngambil keputusan,
therefore gw ga ngasi batas waktu kapan lu mo jawabnya, terserah lu ajah, yang penting lu ga gantungin gw aja.
InsyaAllah gw bakal berusaha pegang komitmen gw ini klo misalnya lu mo nerima gw apa adanya.
Bismillahirahmanirrahim GW SAYANG LU
Thx so much for everythings.
Maybe you are my “someone in somewhere” if you love me too like what I told you before."
hihihi...jadi malu...norak ya...xixixixi...cuek aja deh... :P
Setelah email itu sampai dan dia baca tiba lah saat pertemuan kita, pas waktu pulang kerja kebetulan waktu bulan puasa aku ajak dia buka puasa di soto kudus Tebet (tempatnya ga romantis, maklum abis pulang kerja, cari tempat yang gampang aja hehe...yang penting momentnya), disitu aku tembak dia lagi, dan nanyain apa jawabannya.
Pertama dia senyum-senyum aja (biasalah cewek sok jual mahal xixixixi) trus akhirnya dia bilang "ya udah klo emang lu maunya gitu, gw mau kok"
hehehehe...that night feel sooo beautiful for me, after i heard you said that.
Mulailah hubungan baru kita ditanggal 20 September 2008 walaupun masih dengan rasa canggung diawalnya. :)
I love you more than you love me honey. :)
Source :
Wah trenyuh rasanya membaca kisah kasihnya. Langsung saja kuminta kesediaannya agar isi webnya tak muat di blogku. Balasan persetujuannya ternyata via SMS, y audah langsung saja pas jam istirahat kantor, kulakukan acara "copas" isi webnya.
Ini dia kisah cinta si T 1 AR.
Tibalah saatnya aku menyatakan cinta. Ceritanya setelah beberapa hari berpikir dan mempertimbangkan berbagai hal, akhirnya aku putuskan untuk mengatakan cinta padanya.
Beberapa hari sebelumnya aku ngrasa gelisah banget, ga tenang, dipikiranku makin banyak aja muncul pertanyaan-pertanyaan kenapa selalu mikirin dia, kenapa rasanya aku butuh dia banget. Tapi aku ga boleh buru-buru, soalnya aku pengen sekali jadi dan untuk yang terakhir.
Metodenya diawali melalui email cinta supaya ngomongnya ntr ga panjang-panjang, soalnya aku orang yang kurang bagus berkomunikasi secara langsung hehehe...kemudian pas ketemu, baru aku katakan terus terang tetapi ga sepanjang di email cinta itu
hehehehe...take a look that mail:
"Mudah2an lu baca ini sampek abis, gw pengen bilang gw sayang ma lu, gw ngrasa nyaman ma lu, gw pengen lu jadi pacar gw, tapi gw ga mau maksain lu, klo lu mang ga mau ya udah gpp, klo lu mang ga sayang ma gw, ya udah gpp, klo gw ga bisa bikin lu ngerasa nyaman seperti gw nyaman ma lu, gw minta maaf, prasaan mang ga bisa dipaksain, yang penting gw udah bilang n gw lega bisa ngungkapin apa yang gw rasain, walopun nantinya mungkin cuman jadi cinta bertepuk sebelah tangan buat gw, itu juga gpp, it’s fine,
maaf klo tulisan ini jadi bikin lu sebel, bikin lu benci ma gw, tapi gw harus bilang ma lu klo gw emang sayang ma lu sekarang, walopun ga bilang langsung n cuman beraninya lewat email n ga special banget, terus terang gw penakut sekarang, gw ga berani bilang langsung, gw takut ga bisa ngungkapin apa yang gw rasain klo langsung bilang tatap muka ma lu,
Lebih baik pake tulisan kaya gini supaya bisa lebih jelas apa yang gw rasain.
Skali lagi gw minta maaf klo gw ngeganggu lu dengan tulisan gw, gw tau gw egois dengan bilang ini, tapi gw minta tolong lu ngertiin perasaan gw, gw musti bilang ini, daripada gw jadi gila mikirin ini smua.
Berat rasanya gw musti bilang n nulis ini semua, musti berpikir berkali-kali buat gw bikin tulisan ini trus gw kirim ke lu, tapi gw harus bilang n siap nerima semua konsekuensinya.
gw ga tau apa yang bakal terjadi besok-besok dikantor setelah gw kirim tulisan ini ke lu, berantakankah hari-hari gw setelah ini?
gw pasrah ajah deh, mungkin ini bagian dari jalan hidup gw yang harus gw laluin.
Maaf yach, thx udah baca sampek akhir isi ati gw malam ini.
Gw tunggu jawaban lu lewat apa ajah, mo dibales lewat email, mo kirim sms dengan ketik Y/N kirim ke 02192110707 atau lu mo bilang langsung atau lewat telfun, gw tau cewek pasti berpikir bermilyar-milyar kali buat ngambil keputusan,
therefore gw ga ngasi batas waktu kapan lu mo jawabnya, terserah lu ajah, yang penting lu ga gantungin gw aja.
InsyaAllah gw bakal berusaha pegang komitmen gw ini klo misalnya lu mo nerima gw apa adanya.
Bismillahirahmanirrahim GW SAYANG LU
Thx so much for everythings.
Maybe you are my “someone in somewhere” if you love me too like what I told you before."
hihihi...jadi malu...norak ya...xixixixi...cuek aja deh... :P
Setelah email itu sampai dan dia baca tiba lah saat pertemuan kita, pas waktu pulang kerja kebetulan waktu bulan puasa aku ajak dia buka puasa di soto kudus Tebet (tempatnya ga romantis, maklum abis pulang kerja, cari tempat yang gampang aja hehe...yang penting momentnya), disitu aku tembak dia lagi, dan nanyain apa jawabannya.
Pertama dia senyum-senyum aja (biasalah cewek sok jual mahal xixixixi) trus akhirnya dia bilang "ya udah klo emang lu maunya gitu, gw mau kok"
hehehehe...that night feel sooo beautiful for me, after i heard you said that.
Mulailah hubungan baru kita ditanggal 20 September 2008 walaupun masih dengan rasa canggung diawalnya. :)
I love you more than you love me honey. :)
Source :
Minggu, Maret 29, 2009
Resto Mang Engking [re-check]

Nikmat lezat Ikan Asam Manis Sami Kuring masih lekat di lidah, tapi aku harus sudah merasakan nikmat lezat ikan bakar Mang Engking. Wuih... jarak acara yang terlalu dekat nih, jadi aku harus merelakan kehilangan pesona rasa Sami Kuring [SK].
Tidak apalah, nikmat lezat Mang Engking [ME] masih mampu membuat lidahku menari-nari, sehingga aku tetap dapat berada di dunia kuliner yang selalu membuat "ngiler" dan terpaksa sesekali menelan air liur [sendiri].
INGAT menelan air liur orang lain bisa menimbulkan bahaya [kalau bukan muhrim lho].
Suasana rumah makan ME memang selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya. Kolam ikan yang penuh ikan berlarian kesana kemari dan gubug yang begitu teduh membuat penikmat kuliner rela membayar mahal untuk ini.

Perjalanan jauh dari Jakarta menuju kampus UI Depok juga membuat kita sepanjang jalan sudah menelan air liur duluan, sehingga ketika sampai di lokasi, maka yang dipikirkan hanyalah menyikat hidangan sampai habis.

Makanan istimewa memang udang, baik yang model direbus atau model belepotan dengan rasa pedas yang panas dan membuat belum mau berhenti sebelum piring udangnya kosong.

Kalau mau disetarakan, mungkin udang bakar madu ME ini setara dengan udang yang ada di resto Aloha Surabaya, namun nuansanya lebih kena di ME yang penuh dengan kedamaian, tanpa AC dan tanpa dinding yang dingin.
Jadi kalau demen udang bakar madu, tidak salah kalau test rasa di resto ME ini.
Menu lain yang tanpa malu-malu kulahap habis adalah Ikan Bakar. Bagaimana tidak, bumbunya yang sangat meresap membuat duri ikan yang keringpun habis kumakan.

Jangan tanya soal daging di kepalanya, kuoperasi sedikit demi sedikit, sehingga hanya tulang yang tidak bisa kemakan saja yang masih tinggal di meja.
Selesai satu ekor ikan lengkap dengan kepalanya masuk ke peraduannya [maksudku ke perutku], akupun mulai bergerilya ke piring yang lain. Saat kawanku meleng sedikit, maka kutarik piring ikan bakarnya dan tanpa tedeng aling-aling kuambil semua sisa ikan yang ada di piringnya.
Puas sudah makan siang sehabis Jumatan ini. Kamipun bergeser ke tempat cuci tangan dan siap-siap untuk kembali ke Jakarta. Perjalanan cukup jauh, takutnya sampai jakarta udah lapar lagi terus pingin ke resto ME lagi, abis dah waktu untuk pp Jakarta Depok.
Minggu, Maret 22, 2009
Blog POLITIK

Satu lagi muncul situs politik yang diisi oleh kumpulan blogger. Isinya tentu politik dari kaca mata para blogger.
Silahkan simak cerita tentang caleg yang sehari-harinya menjadi penjual sate disini :
http://politikana.com/baca/2009/03/21/mau-nyontreng-mbak-sriati-penjual-sate-atau-yang-lain.html
dan masih banyak lagi cerita yang khas.
Situs ini juga menjadi khas karena, setiap tulisan selalu dikomentari dengan nilai +1 atau -1. Dinilai + bila lucu, menarik, keren, bagus dll.
Dinilai minus bila isinya promosi diri, gak penting atau malah cari masalah.
Diperlihatkan juga para penulis yang mempunyai penilaian baik, sehingga para penulis termotivasi untuk menulis yang baik atau dipermalukan oleh para pembacanya.
Kalau ada waktu silahkan menyempatkan main ke situs politikana
Rabu, Maret 18, 2009
Capek Kok Bahagia, emang bisa?
"Pak Oke, tahu enggak komentar anak-anak yang sampeyan gojlok sampai termehek-mehek kemarin?", kata pak Yoga ketika kami jalan berendeng.
"Apa kata mereka?"
"Ada yang bilang, instrukturnya jangan yang tua-tua, diperbanyak yang model mbak Tria, muda dan cantik"
"He..he..he.. terus?"
"Ada yang cuma nggambar jempol, ada juga yang bilang kok cuma 3 hari, kenapa tidak 3 minggu?"
"4 hari bisa gempor mereka tuh", kataku sambil senyum
"Pokoknya lucu-kucu deh. Ntar sampeyan baca sendiri ya.."
Kamipun berpisah dengan menyisakan kelegaan buatku. Rasanya capek di badan jadi hilang ketika melihat manfaat dari hasil usaha yang kita kerjakan dengan sepenuh hati.
Malam pertama aku sudah mulai merasa salut dengan kelompok baru ini. Saat mata terkantuk-kantuk, mereka masih mau mendengar "ceramahku", padahal aku tawarkan untuk pindah jadwal.
Aku melihat materi malam itu sudah cukup berat dan mereka sudah terduduk sampai berjam-jam di ruangan yang dekat dengan bantal dan guling.
Akhirnya kubangunkan mereka dari duduk panjang dan kuajak sedikit stretching. Kasihan kaki mereka sudah pada kesemutan.
Ternyata mereka siap untuk mendengar "ceramahku", bahkan akhirnya ketika aku bercerita tentang lingkungan hidup, mereka sepakat untuk tidak merokok selama pelaksanaan out bound ini.
Hari kedua, mereka ditantang untuk menunjukkan siapa diri mereka. tantangan individu kita siapkan dan rupanya berhasil mereka lewati dengan baik.
Sore sampai larut malam, kita beri tantangan kelompok, dan kita lihat kekompakan yang luar biasa di masing-masing kelompok. Merekapun bersaing untuk menunjukkan jati diri kelompok masing-masing.
Semangat dari 3 kelompok yang sangat membanggakan.
Hari terakhir, sehabis sholat jamaah subuh, aku ingatkan mereka untuk kembali ke bumi. Ini saatnya untuk menunjukkan jati diri kita sebagai insan Waskita.
Mulai hari ini tidak ada lagi kelompok-kelompok dalam Waskita, karena semua ini adalah bagian dari keluarga besar Waskita.
Selesai memberi kultum, acara api unggun sudah menunggu.
Api unggun tapi dilaksanakan pagi hari, aku harus buat kondisi yang mirip malam hari, padahal ketika acara dimulai sudah kulihat cahaya fajar yang menyembul dari ufuk timur.
Kuminta mereka duduk santai dan kuajak untuk bermeditasi ringan.
"Pejamkan mata dan rasakan rumput lembut yang menyatu dengan badan kita. Tarik nafas dalam, hitung 2 hitungan, lepaskan nafas pelan-pelan melalui mulut dan rasakan tubuh kita makin dalam tertanam dalam bumi"
Kubuat mereka senyaman mungkin dan ketika kulihat suasana itu sudah masuk, kuberi tanda agar mbak Popy menyanyikan lagu "Ketika Tangan dan Kaki Mulai Bicara".
Perpaduan denting gitar Novian dan suara merdu mendayu Popy membuat peserta makin hanyut di alam lain.
Kuminta mereka untuk mengingat masa-masa indah mereka, masa-masa yang mebuat mereka bisa tersenyum ikhlas dan kulihat senyum di beberapa wajah yang mengelilingi api unggun itu.
Saat matahari mulai menerangi api unggun, saatnya mereka kuminta untuk membuka mata dan tersenyum pada saudara barunya yang ada di sampingnya.
Kuminta mereka juga menuliskan sifat yang mereka benci yang ada dalam diri mereka dalam potongan kertas kecil dan kuminta mereka meremas-remas kertas itu.
"Remas kertas itu. Singkirkan sifat itu dari diri kalian. Buang kertas itu dalam api"
Pagi yang indah itu menjadi saksi kebersamaan mereka dalam tim Waskita dan bukan dalam grup-grup kecil lagi.
Perjuangan terakhir mereka adalah menunjukkan kekompakan mereka sebagai sebuah grup besar yang terdiri dari tiga kelompok kecil.
Kulihat kekompakan yang luar biasa dari mereka. Tidak ada lagi rasa kedaerahan ataupun perbedaaan perguruan tinggi, Semuanya larut dalam satu kelompok besar untuk menyelesaikan satu tugas besar.
Kulihat juga senyum dari Direktur SDM ketika melihat kelompok besar ini berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Semua kelelahan ini akhirnya membuat kebahagiaan tersendiri bagi panitia penyelenggara. Suatu kerja keras dari Biro SDM yang patut diacungi jempol.
"Apa kata mereka?"
"Ada yang bilang, instrukturnya jangan yang tua-tua, diperbanyak yang model mbak Tria, muda dan cantik"
"He..he..he.. terus?"
"Ada yang cuma nggambar jempol, ada juga yang bilang kok cuma 3 hari, kenapa tidak 3 minggu?"
"4 hari bisa gempor mereka tuh", kataku sambil senyum
"Pokoknya lucu-kucu deh. Ntar sampeyan baca sendiri ya.."
Kamipun berpisah dengan menyisakan kelegaan buatku. Rasanya capek di badan jadi hilang ketika melihat manfaat dari hasil usaha yang kita kerjakan dengan sepenuh hati.
Malam pertama aku sudah mulai merasa salut dengan kelompok baru ini. Saat mata terkantuk-kantuk, mereka masih mau mendengar "ceramahku", padahal aku tawarkan untuk pindah jadwal.
Aku melihat materi malam itu sudah cukup berat dan mereka sudah terduduk sampai berjam-jam di ruangan yang dekat dengan bantal dan guling.
Akhirnya kubangunkan mereka dari duduk panjang dan kuajak sedikit stretching. Kasihan kaki mereka sudah pada kesemutan.
Ternyata mereka siap untuk mendengar "ceramahku", bahkan akhirnya ketika aku bercerita tentang lingkungan hidup, mereka sepakat untuk tidak merokok selama pelaksanaan out bound ini.
Hari kedua, mereka ditantang untuk menunjukkan siapa diri mereka. tantangan individu kita siapkan dan rupanya berhasil mereka lewati dengan baik.
Sore sampai larut malam, kita beri tantangan kelompok, dan kita lihat kekompakan yang luar biasa di masing-masing kelompok. Merekapun bersaing untuk menunjukkan jati diri kelompok masing-masing.
Semangat dari 3 kelompok yang sangat membanggakan.
Hari terakhir, sehabis sholat jamaah subuh, aku ingatkan mereka untuk kembali ke bumi. Ini saatnya untuk menunjukkan jati diri kita sebagai insan Waskita.
Mulai hari ini tidak ada lagi kelompok-kelompok dalam Waskita, karena semua ini adalah bagian dari keluarga besar Waskita.
Selesai memberi kultum, acara api unggun sudah menunggu.
Api unggun tapi dilaksanakan pagi hari, aku harus buat kondisi yang mirip malam hari, padahal ketika acara dimulai sudah kulihat cahaya fajar yang menyembul dari ufuk timur.
Kuminta mereka duduk santai dan kuajak untuk bermeditasi ringan.
"Pejamkan mata dan rasakan rumput lembut yang menyatu dengan badan kita. Tarik nafas dalam, hitung 2 hitungan, lepaskan nafas pelan-pelan melalui mulut dan rasakan tubuh kita makin dalam tertanam dalam bumi"
Kubuat mereka senyaman mungkin dan ketika kulihat suasana itu sudah masuk, kuberi tanda agar mbak Popy menyanyikan lagu "Ketika Tangan dan Kaki Mulai Bicara".
Perpaduan denting gitar Novian dan suara merdu mendayu Popy membuat peserta makin hanyut di alam lain.
Kuminta mereka untuk mengingat masa-masa indah mereka, masa-masa yang mebuat mereka bisa tersenyum ikhlas dan kulihat senyum di beberapa wajah yang mengelilingi api unggun itu.
Saat matahari mulai menerangi api unggun, saatnya mereka kuminta untuk membuka mata dan tersenyum pada saudara barunya yang ada di sampingnya.
Kuminta mereka juga menuliskan sifat yang mereka benci yang ada dalam diri mereka dalam potongan kertas kecil dan kuminta mereka meremas-remas kertas itu.
"Remas kertas itu. Singkirkan sifat itu dari diri kalian. Buang kertas itu dalam api"
Pagi yang indah itu menjadi saksi kebersamaan mereka dalam tim Waskita dan bukan dalam grup-grup kecil lagi.
Perjuangan terakhir mereka adalah menunjukkan kekompakan mereka sebagai sebuah grup besar yang terdiri dari tiga kelompok kecil.
Kulihat kekompakan yang luar biasa dari mereka. Tidak ada lagi rasa kedaerahan ataupun perbedaaan perguruan tinggi, Semuanya larut dalam satu kelompok besar untuk menyelesaikan satu tugas besar.
Kulihat juga senyum dari Direktur SDM ketika melihat kelompok besar ini berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Semua kelelahan ini akhirnya membuat kebahagiaan tersendiri bagi panitia penyelenggara. Suatu kerja keras dari Biro SDM yang patut diacungi jempol.
Senin, Maret 02, 2009
Persiapan KOPDAR Kompasiana II
Baru saja "leyeh-leyeh" mengikuti beberapa acara kopdar, eh tiba-tiba pak Amril ngasih tahu kalau ada breaking news di Kompasiana.
Langsung ke TKP dan ndaftar ikut Kopdar Kompasiana II. Wow tempatnya di BPPT, lokasi yang nyaman banget tuh. Tempat yang luas, masjid yang bersih dan karpet merah yang sudah disiapkan untuk digelar oleh pak KK menristek "gaul" kita.
Pulang kantor, langsung ngidupin kompie dan buat draft undangan di FisBuK, sayangnya tanggal pastinya belum ada. Ya sudah anggap saja diadakan tanggal 15 Mei 2009, mulai jam 09.00 s.d jam 15.00 wib.
Kalau ternyata tanggal dan jam acara berubah, tinggal masuk lagi ke FB dan ganti data yang berubah.
Karena acaranya diadakan di BPPT, maka akan lebih baik kalau diadakan acara "launching" grup dari teman-teman pak KK [FoKK]
Ini adalah sebuah grup yang tidak dikelola langsung oleh pak KK tetapi diikuti oleh beberapa staf atau "mata-mata" pak KK, sehingga semua informasi tetap sampai ke pak "Gaul" KK.
Semoga kalau pak KK sudah luang waktunya bisa buat account di FB dan langsung memantau FoKK [friends of KK] tanpa melalui mata-matanya.
Semoga juga salah seorang Dirut BUMN [terlucu] dapat hadir untuk memeriahkan acara ini. Dia pasangan yang cocok untuk ngobrol ngalor ngidul dengan pak KK, apalagi kalau mas Basuki Jusuf [dirjen Postel] ikut hadir [meskipun saat hadir nanti mungkin sudah tidak jadi dirjen postel].
Klop deh tiga serangkai itu.
Acara yang diusulkan oleh peserta juga terlihat lebih beragam dan lebih terarah, tinggal acara yang mana yang dipilih oleh EO-nya. Semua acara bagus, sehingga tidak ada risiko salah pilih dari sang EO.
Mari kita tunggu kedatangan hari pertemuan itu. Silahkan untuk meramaikannya dengan mengikuti tautan di facebook, baik untuk menyatakan dukungan kehadiran acara ini atau untuk menjadi teman dari pak KK.
Siapkah anda mengikutinya?
[maksudnya, jangan sampai kartu nama ketinggalan, gak bawa alas kaki atau malah ketinggalan dompet]
Salam
Langsung ke TKP dan ndaftar ikut Kopdar Kompasiana II. Wow tempatnya di BPPT, lokasi yang nyaman banget tuh. Tempat yang luas, masjid yang bersih dan karpet merah yang sudah disiapkan untuk digelar oleh pak KK menristek "gaul" kita.
Pulang kantor, langsung ngidupin kompie dan buat draft undangan di FisBuK, sayangnya tanggal pastinya belum ada. Ya sudah anggap saja diadakan tanggal 15 Mei 2009, mulai jam 09.00 s.d jam 15.00 wib.
Kalau ternyata tanggal dan jam acara berubah, tinggal masuk lagi ke FB dan ganti data yang berubah.
Karena acaranya diadakan di BPPT, maka akan lebih baik kalau diadakan acara "launching" grup dari teman-teman pak KK [FoKK]
Ini adalah sebuah grup yang tidak dikelola langsung oleh pak KK tetapi diikuti oleh beberapa staf atau "mata-mata" pak KK, sehingga semua informasi tetap sampai ke pak "Gaul" KK.
Semoga kalau pak KK sudah luang waktunya bisa buat account di FB dan langsung memantau FoKK [friends of KK] tanpa melalui mata-matanya.
Semoga juga salah seorang Dirut BUMN [terlucu] dapat hadir untuk memeriahkan acara ini. Dia pasangan yang cocok untuk ngobrol ngalor ngidul dengan pak KK, apalagi kalau mas Basuki Jusuf [dirjen Postel] ikut hadir [meskipun saat hadir nanti mungkin sudah tidak jadi dirjen postel].
Klop deh tiga serangkai itu.
Acara yang diusulkan oleh peserta juga terlihat lebih beragam dan lebih terarah, tinggal acara yang mana yang dipilih oleh EO-nya. Semua acara bagus, sehingga tidak ada risiko salah pilih dari sang EO.
Mari kita tunggu kedatangan hari pertemuan itu. Silahkan untuk meramaikannya dengan mengikuti tautan di facebook, baik untuk menyatakan dukungan kehadiran acara ini atau untuk menjadi teman dari pak KK.
Siapkah anda mengikutinya?
[maksudnya, jangan sampai kartu nama ketinggalan, gak bawa alas kaki atau malah ketinggalan dompet]
Salam
Kamis, Februari 26, 2009
Perasan SN itu namanya GAUL
Ambil blender, masukkan sepotong buah Friendster, tambah Fisbuk secukupnya, masukkan dua sendok twitter dan beberapa tetes PLURK. Bila ingin rasa lebih jos, masukkan juga my space, flixter dan jangan lupa blogger.
Hidupkan blender dan hasilnya adalah Jus GAUL !
Begitulah kira-kira kalau ucapan menrisrtek [pak KK] diterjemahkan oleh seorang koki Bangomania [wak radit nih kamsudnya].
Menurut KK, semua social networking pada ujung-ujungnya adalah gaul dan itu dibuktikan beliau secara gamblang dalam acara Kopdar Kompasiana. Laiknya remaja ABG yang baru kenal sesuatu yang menarik, maka pak KK rela mengambil jatah waktunya yang begitu padat dengan menghadiri acara kopdar para blogger.
"Aku disini sampai sore", begitu suara pak KK di telepon [entah ngomong sama siapa dan entah membahas apa, gak ada hubungannya 'kali].
Dengan santai pak KK "nggelongsor" di depanku dalam sesi acara foto bersama. Bandingkan dengan pejabat lain yang mungkin milih dipersilahkan duduk di tengah diapit oleh bos-bos yang lain.
Baju yang dipakai pak KK ini juga gak menyolok, bagi dia yang penting rapi dan gaul. Kalau ada temanku dari negeri jiran yang datang di acara ini, mungkin dia akan kesulitan mencari pak menteri di kerumunan ini.
Saat diperkenalkan oleh pak B3 [Dirut BUMN] pada pak KK, aku gak mengira kalau beliau langsung aktif ber"imilria" denganku.
Aku yang belum dikenal baik olehnya sudah dianggap kawan lama saja, sehingga pak Amril sampai heran, seolah-olah pak KK ini adalah kawan sealmamater denganku.
"PAk KK gaul banget ya pak", begitu komentar mereka yang melihat penampilan pak KK dalam acara kopdar itu.
Saat dia datang dan duduk di depanku dan akhirnya melihat aku tepat di belakangnya, tangannya langsung terulur dan memberikan jabat erat yang menjadi ciri khasnya. Itulah jabat erat KK yang tidak mungkin dilakukannya jika bertemu dengan SBY atau GusDur [jangan-jangan tetap gitu juga ya cara berjabat tangan pak KK\]. Aku terus terang jadi "Ge eR", wow begini rasanya jadi teman seorang menteri.
Pada jam-jam selanjutnya baru kusadari kalau pk KK ini tidak hanya akrab denganku, tetapi akrab dengan semua orang. He..he..he.. pak KK memang milik semua orang.
Jadi inget juga dengan pak Basuki [orang bapenas yang jadi dirjen postel] yang jadi berubah total ketika bertemu dengan komunitas wong yogya.
"Rasanya plong banget lepas dari birokrasi dan protokoler", begitu katanya.
Hidup jadi lebih bermakna ketika keluar sebentar dari rutinitas, tapi kalau keluarnya kelamaan atau bahkan tidak kembali mungkin para birokrat itu mikir juga ya. Seenak-enaknya jadi blogger, kayaknya masih lebih enak jadi menteri atau dirjen yang juga ngeBLOG.
Begitulah dunia ini. Disaat orang punya pendapat bahwa jadi presiden RI, disaat ini isinya hanya susah dan sangat susah, karena banyaknya persoalan bangsa ini, tetapi tetap saja banyak orang yang berebut menjadi capres.
Bahkan DM ikut turun gunung untuk meramaikan pesta rakyat tahun 2009 ini.
Seandainya para capres pada gaul,mungkin pemilu 2009 cukup diadakan di FB saja dan nggak perlu repot repot nyetak kartu suara. Cukup bikin polling dan selesai.
Sayangnya belum semua capres gaul dan belum semua infrastruktur kita sanggup melayani pemilihan online di seluruh wilayah nusantara. Amerika saja masih harus antri untuk nyoblos kok kita mau ngalahin AMerika.
He..he...he... tapi siapa tahu ya?
Bahasa Indonesia sudah jadi bahasa dunia ke tiga di wordpress, bukan tidak mungkin nanti presiden kita lebih top dibanding presiden Amerika. Apalagi piala dunia juga sudah akan diadakan di Indonesia [nah lo...!:"-)]
Hidupkan blender dan hasilnya adalah Jus GAUL !
Begitulah kira-kira kalau ucapan menrisrtek [pak KK] diterjemahkan oleh seorang koki Bangomania [wak radit nih kamsudnya].
Menurut KK, semua social networking pada ujung-ujungnya adalah gaul dan itu dibuktikan beliau secara gamblang dalam acara Kopdar Kompasiana. Laiknya remaja ABG yang baru kenal sesuatu yang menarik, maka pak KK rela mengambil jatah waktunya yang begitu padat dengan menghadiri acara kopdar para blogger.
"Aku disini sampai sore", begitu suara pak KK di telepon [entah ngomong sama siapa dan entah membahas apa, gak ada hubungannya 'kali].
Dengan santai pak KK "nggelongsor" di depanku dalam sesi acara foto bersama. Bandingkan dengan pejabat lain yang mungkin milih dipersilahkan duduk di tengah diapit oleh bos-bos yang lain.
Baju yang dipakai pak KK ini juga gak menyolok, bagi dia yang penting rapi dan gaul. Kalau ada temanku dari negeri jiran yang datang di acara ini, mungkin dia akan kesulitan mencari pak menteri di kerumunan ini.
Saat diperkenalkan oleh pak B3 [Dirut BUMN] pada pak KK, aku gak mengira kalau beliau langsung aktif ber"imilria" denganku.
Aku yang belum dikenal baik olehnya sudah dianggap kawan lama saja, sehingga pak Amril sampai heran, seolah-olah pak KK ini adalah kawan sealmamater denganku.
"PAk KK gaul banget ya pak", begitu komentar mereka yang melihat penampilan pak KK dalam acara kopdar itu.
Saat dia datang dan duduk di depanku dan akhirnya melihat aku tepat di belakangnya, tangannya langsung terulur dan memberikan jabat erat yang menjadi ciri khasnya. Itulah jabat erat KK yang tidak mungkin dilakukannya jika bertemu dengan SBY atau GusDur [jangan-jangan tetap gitu juga ya cara berjabat tangan pak KK\]. Aku terus terang jadi "Ge eR", wow begini rasanya jadi teman seorang menteri.
Pada jam-jam selanjutnya baru kusadari kalau pk KK ini tidak hanya akrab denganku, tetapi akrab dengan semua orang. He..he..he.. pak KK memang milik semua orang.
Jadi inget juga dengan pak Basuki [orang bapenas yang jadi dirjen postel] yang jadi berubah total ketika bertemu dengan komunitas wong yogya.
"Rasanya plong banget lepas dari birokrasi dan protokoler", begitu katanya.
Hidup jadi lebih bermakna ketika keluar sebentar dari rutinitas, tapi kalau keluarnya kelamaan atau bahkan tidak kembali mungkin para birokrat itu mikir juga ya. Seenak-enaknya jadi blogger, kayaknya masih lebih enak jadi menteri atau dirjen yang juga ngeBLOG.
Begitulah dunia ini. Disaat orang punya pendapat bahwa jadi presiden RI, disaat ini isinya hanya susah dan sangat susah, karena banyaknya persoalan bangsa ini, tetapi tetap saja banyak orang yang berebut menjadi capres.
Bahkan DM ikut turun gunung untuk meramaikan pesta rakyat tahun 2009 ini.
Seandainya para capres pada gaul,mungkin pemilu 2009 cukup diadakan di FB saja dan nggak perlu repot repot nyetak kartu suara. Cukup bikin polling dan selesai.
Sayangnya belum semua capres gaul dan belum semua infrastruktur kita sanggup melayani pemilihan online di seluruh wilayah nusantara. Amerika saja masih harus antri untuk nyoblos kok kita mau ngalahin AMerika.
He..he...he... tapi siapa tahu ya?
Bahasa Indonesia sudah jadi bahasa dunia ke tiga di wordpress, bukan tidak mungkin nanti presiden kita lebih top dibanding presiden Amerika. Apalagi piala dunia juga sudah akan diadakan di Indonesia [nah lo...!:"-)]
Kamis, Februari 19, 2009
"NgeGo BLoG" itu Gampang
Ini pertanyaan seorang kawan di milis.
Gimana cara buat blog yang gampang?
jawabku :
Membuat blog itu gampang-gampang sulit
sulitnya?
ya terbukti masih banyak orang yang belum ngeblog
gampangnya?
ya emang gampang
tampilan foto saja sudah mewakili sejuta kata
kalau gak punya foto?
tinggal bayangkan satu kata yang menarik
misalnya "MASJID"
nah jalankan 5W [what, where, when, who, why?]
apa sih masjid itu
dimana ya masjid terdekat/terjauh/terindah dsb
kapan sebaiknya ke masjid
siapa sih yang suka ke masjid
kenapa ya mesti ke masjid
kalau pertanyaan itu dijawab, maka udah jadi tulisan di blog tuh
he..he..he.. tinggal milih saja
kita bisa milih anggapan menulis di blog itu gampang
kita juga bisa memilih anggapan menulis di blog itu mudah
pilihannya tinggal gampang atau mudah
[silahkan pilih salah satu]
biar kelihatan membuat blog itu mudah, simak ini hasil dari kata "MASJID"
Masjid yang disebut juga sebagai Rumah Tuhan [baitullah], kuperhatikan setiap maghrib selalu rame dikunjungi orang.
Masjid itu memang masjid kompleks yang dekat dengan tempat tinggalku, kira-kira 20 langkah aku sudah bisa sampai di tempat wudhunya. Jadi begitu iqamah terdengar, aku masih punya banyak waktu untuk tidak terlambat sholat jamaah di masjid itu.
Saat subuh adalah saat yang rawan. Bila di saat maghrib, suasana begitu hingar bingar dengan suara anak-anak, baik ABG ataupun mantan ABG yang belum mateng, maka di saat subuh, suasana begitu hening.
Yang datang ke masjid itupun hanya beberapa orang, kebanyakan adalah orang yang seksi alias orang yang berumur di atas 50 tahun [seketan kata orang jawa].
Kadang imamnya juga begitu sepuhnya, sehingga suaranya sampai nggak terdengar lagi. Saat sujud kita jadi nggak bangun-bangun karena tidak mendengar suara imam yang memberi aba-aba untuk bangun.
Jamaah Ibu-ibu yang kadang-kadang mengeluh sepulang dari masjid,"sudah sepuh gitu kok yo masih mau jadi imam, mbok diserahkan sama yang muda, biar kedengaran suaranya dari belakang..."
He..he..he... yang muda gak ada yang datang bu. Yang lebih mudaan sih ada, tapi gak apal ayat Quran, apalnya cuma Qulhu, jadi malu untuk jadi imam.
Alhamdulillah, itu adalah kisah dulu kala.
Sekarang masjid itu terlihat ramai di lima sholat fardlu. Aku kadang bertanya-tanya juga, kenapa ya kok sekarang jadi rame?
Ternyata, rame karena banyak anak muda yang pada "pacaran" di situ.
Ha?
Pacaran?
Memang pacaran diperbolehkan di Islam?
Ternyata maksudnya adalah para remaja itu pada aktif memakmurkan masjid, sehingga terlihat dari luar seperti sedang pacaran.
Dengan menggerakkan anak muda dan anak-anak, maka otomatis orang tua mereka juga jadi ikut aktif di masjid, akhirnya masjid itupun jadi makmur dan penuh dengan nafas ibadah.
Kuperhatikan, para anak muda itu pada membuat kelompok-kelompok kecil di RT masing-masing, sehingga saat ada kegiatan di masjid tinggal menghubungi koordinator kelompok dan ramailah masjid itu.
Para orang tua tinggal memberi "sangu" agar para remaja itu punya bekal untuk memakmurkan masjid.
That's all.
Nah, sudah jadi blognya.
Salam dan selamat ngeblog.
updated :
link belajar blog ada disini http://www.belajarngeblog.com/ ada juga disini http://www.belajarngeblogyuk.blogspot.com/ dan ada dimana-mana [search belajar blog di http://www.google.com/]
Gimana cara buat blog yang gampang?
jawabku :
Membuat blog itu gampang-gampang sulit
sulitnya?
ya terbukti masih banyak orang yang belum ngeblog
gampangnya?
ya emang gampang
tampilan foto saja sudah mewakili sejuta kata
kalau gak punya foto?
tinggal bayangkan satu kata yang menarik
misalnya "MASJID"
nah jalankan 5W [what, where, when, who, why?]
apa sih masjid itu
dimana ya masjid terdekat/terjauh/terindah dsb
kapan sebaiknya ke masjid
siapa sih yang suka ke masjid
kenapa ya mesti ke masjid
kalau pertanyaan itu dijawab, maka udah jadi tulisan di blog tuh
he..he..he.. tinggal milih saja
kita bisa milih anggapan menulis di blog itu gampang
kita juga bisa memilih anggapan menulis di blog itu mudah
pilihannya tinggal gampang atau mudah
[silahkan pilih salah satu]
biar kelihatan membuat blog itu mudah, simak ini hasil dari kata "MASJID"
Masjid yang disebut juga sebagai Rumah Tuhan [baitullah], kuperhatikan setiap maghrib selalu rame dikunjungi orang.
Masjid itu memang masjid kompleks yang dekat dengan tempat tinggalku, kira-kira 20 langkah aku sudah bisa sampai di tempat wudhunya. Jadi begitu iqamah terdengar, aku masih punya banyak waktu untuk tidak terlambat sholat jamaah di masjid itu.
Saat subuh adalah saat yang rawan. Bila di saat maghrib, suasana begitu hingar bingar dengan suara anak-anak, baik ABG ataupun mantan ABG yang belum mateng, maka di saat subuh, suasana begitu hening.
Yang datang ke masjid itupun hanya beberapa orang, kebanyakan adalah orang yang seksi alias orang yang berumur di atas 50 tahun [seketan kata orang jawa].
Kadang imamnya juga begitu sepuhnya, sehingga suaranya sampai nggak terdengar lagi. Saat sujud kita jadi nggak bangun-bangun karena tidak mendengar suara imam yang memberi aba-aba untuk bangun.
Jamaah Ibu-ibu yang kadang-kadang mengeluh sepulang dari masjid,"sudah sepuh gitu kok yo masih mau jadi imam, mbok diserahkan sama yang muda, biar kedengaran suaranya dari belakang..."
He..he..he... yang muda gak ada yang datang bu. Yang lebih mudaan sih ada, tapi gak apal ayat Quran, apalnya cuma Qulhu, jadi malu untuk jadi imam.
Alhamdulillah, itu adalah kisah dulu kala.
Sekarang masjid itu terlihat ramai di lima sholat fardlu. Aku kadang bertanya-tanya juga, kenapa ya kok sekarang jadi rame?
Ternyata, rame karena banyak anak muda yang pada "pacaran" di situ.
Ha?
Pacaran?
Memang pacaran diperbolehkan di Islam?
Ternyata maksudnya adalah para remaja itu pada aktif memakmurkan masjid, sehingga terlihat dari luar seperti sedang pacaran.
Dengan menggerakkan anak muda dan anak-anak, maka otomatis orang tua mereka juga jadi ikut aktif di masjid, akhirnya masjid itupun jadi makmur dan penuh dengan nafas ibadah.
Kuperhatikan, para anak muda itu pada membuat kelompok-kelompok kecil di RT masing-masing, sehingga saat ada kegiatan di masjid tinggal menghubungi koordinator kelompok dan ramailah masjid itu.
Para orang tua tinggal memberi "sangu" agar para remaja itu punya bekal untuk memakmurkan masjid.
That's all.
Nah, sudah jadi blognya.
Salam dan selamat ngeblog.
updated :
link belajar blog ada disini http://www.belajarngeblog.com/ ada juga disini http://www.belajarngeblogyuk.blogspot.com/ dan ada dimana-mana [search belajar blog di http://www.google.com/]
Langganan:
Postingan (Atom)





