Tampilkan postingan dengan label kompasiana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kompasiana. Tampilkan semua postingan

Kamis, Maret 11, 2010

Artikelku masuk Headline Kompasiana [lagi]

Jumat malam, 5 Maret 2010, para peserta Amprokan Blogger 2010 [AB2010] sudah mulai berdatangan, baik yang dari Pontianak, Balikpapan, Riau dsb. Dinihari juga sudah bertambah dengan rombongan dari Solo. Bukannya istirahat, mereka malahan jagongan, ditemani kopi [self service] dan hotspot Telkom yang lumayan kenceng.

Paginya para peserta AB 2010 sudah harus beranjangsana keliling kota Bekasi. Mulai dari tempat nginap di Asrama Haji, Tugu Patriot, UKM Boneka, TPA Bantar Gebang,Kota Hijau Jababeka, Live Blogging Contest [LBC] di Pendopo Walikota dan akhirnya ramah tamah dengan Walikota.

Puncak acara ini adalah Wawancara Tengah Malam, mengetengahkan Srikandi Blogger, Risa Amrikasari [yang cerdas] dan Jane Shalimar [yang ayu banget].



Tulisan tentang Midnight Talk Show di Bekasi ini kuposting di Blog Baruku dan juga di Kompasiana, eh ternyata masuk Headline Kompasiana.

Alhamdulillah.



Sudah lama sih pingin jadi eMCe di acara para blogger, baru sekarang keturutan. Soalnya sering melihat acara para blogger sering kurang greget karena eMCenya kurang mengenal dunia blog atau eMCenya asal berwajah bening saja.



Ini adalah rangkaian acara kopdar nasional yang berbeda dengan acara Pesta Blogger. Banyak sekali bedanya, silahkan baca di artikelku yang lain dengan judul "Rumah Walikota Bekasi sudah menjadi Rumah Rakyat Indonesia".



Beberapa hari lagi akan ada kopdar Politikana di Yogya, pasti seru juga acara ini, meskipun yang hadir tidak akan sebanyak AB 2010.

Kalau di AB2010 ada joget-joget panitia, ada gak ya joget-joget di Politikana. Kalau ada joget-joget model gini pasti seru deh,


Yang jelas, pasti gak ketemu sama mbak Jane Shalimar di Yogya. Kecuali kalau ada yang terketuk pintu hatinya dan mengusahakan dengan berbagai cara untuk mendatangkan mbak Jane Shalimar di Kopdar Politikana di Yogya.


Salam Sakses Dunia Akhirat...!:-)

Senin, Juli 06, 2009

Hari-hari yang melelahkan dan MEMUASKAN


Hari-hari yang panjang dan melelahkan akhirnya berakhir sudah. Alhamdulillah, meski melelahkan tapi telah terbayar dengan kepuasan yang tidak terkira.

Mulai Sabtu pagi, 4 Juli 2009, kita sudah sibuk mempersiapkan tempat untuk ajang pertemuan para peminat usaha waralaba kalung biofir. Mereka adalah para pebisnis maupun calon pebisnis di Cikarang yang sudah sepakat untuk berkumpul di Samikuring dengan mendatangkan seorang pakar Biofir dari Surabaya.

Minggu, Juli 05, 2009

Pelatihan Blog Cimart Kompasiana : STARTED !

Pagi dinihari, sehabis subuh, kita meluncur ke Samikuring, tempat acara pelatihan blog berlangsung siang nanti. Sampai di Samikuring [SK], rupanya masih tutup pagarnya, jadi telepon dulu ke Mas Nu, pemilik SK yang masih OTW ke SK.

satpamnya aja belum datang


"Baru sampai Cibitung mas", begitu kata mas Nu

Langsung kujawab,"Mas jangan tergesa-gesa, santai saja, tapi kalau jam 6 belum sampai SK, maka terpaksa kutingal. Soalnya udah nunggu 20 menit nih.."

Kamipun tertawa bersama.

Suasana pagi yang segar dan menyenangkan ini membuat semua menjadi terlihat enak dan menyenangkan hati.

Jam 6.10 akhirnya acara sepedaan dilanjutkan dengan tambahan satu peserta.





seli masih dilipat


siap untuk berangkat


Begitu meluncur di jalan aspal, langsung kena asap bus yang bikin nafas menjadi sesak. Meski begitu, kita paksakan diri untuk tetap tersenyum, jangan sampai kita sedih sementara sopir busnya tidak merasa apa-apa, rugi donk..!:-)

Melewati jembatan di atas jalan tol, terpaksa berhenti dulu, karena sempat kena tanjakan yang cukup curam. Dengan kata lain, pingin narsis dulu.

 
pura-pura narsis, padahal nafas sudah senin kamis

Turun dari jembatan langsung menuju kompleks dan mampir narsis lagi di depan rumah pak Amril TG. Setelah itu meluncur lagi ke CImart sekedar beli minuman berenergi.

 
pak Amril masih tidur 'kali



 
narsis lagi di depan toko Cimart

Puas di CImart, langsung menuju rumah Direktur Operasi, pak Ceppi. Dengan diem-diem kami ambil foto lagi di depan rumah pak Direktur Operasional.

pak Ceppi masih tidur juga ya?

Melewati rumah ketua KMMC2, pak Iman, kamipun meluncur ke rumah Direktur Utama, pak Afrizal.  Terlihat pak Afrizal dan ALif sedang main badminton di depan rumah. Wah, ini memang contoh keluarga yang harmonis.

Kamipun ngobrol sebentar dan meluncur lagi ke Jalan Puspita VII T.26 [maksudnya rumahku]. Sampai di rumah, tadinya mau langsung mandi dan berangkat lagi ke SK, tapi tiba-tiba datang rejeki.

Pak Amril datang sambil membawa titipan dari Pak AMid, kawanku di Singapura. Langsung kukirim SMS ke pak Amid, mengucapkan syukur dan berterima kasih pada beliau. Sahabat sejati yang tak kenal batas negara lagi.

Akhirnya, ketika pak Masud, ketua panitia datang, barulah kami sibuk mandi dan segera meluncur ke SK. ALhamdulillah tidak terlambat dan acara berlangsung sesuai jadwal.

Seperti biasa, sebagai komisaris Cimart aku kebagian jadi MC.Udah tahu kan arti komisaris? Kompor yang Narsis !:-)

Punya komentar tentang pelatihan blog ini?

Silahkan buat komentar untuk kebaikan kita semua.

Salam
 
mas Iskandar mulai berbagi ilmu
...
.

Minggu, Juni 28, 2009

Diwawancarai Radio Asyik juga nih... [mode narsis : ON]

Jam 11.30 wib aku nyampe di Radio Gaya. Ini sesuai dengan pesan SMS dari pak Rawi, bahwa dia sudah ada di lokasi pada jam itu.

Setelah celingukan sebentar, akhirnya muncul juga pak Rawi di Studio Radio Gaya 93.6 FM. Kita langsung masuk di studio dan disambut ramah oleh beberapa orang yang ada di ruangan studio.

Berada di Studio Radio Gaya ini, rasanya seperti sedang main ke rumah kawan. Ada dapur dan toilet yang diatur sedemikian rupa sehingga memberikan kesan sebuah rumah yang dipakai sebagai ruangan studio. Rasanya adem dan akrab banget.

Baru bernarsis ria di depan tulisan radio Gaya, mbak Eri sudah muncul dan menyalami kita satu demi satu. Di kemudian saat baru aku tahu kalau dia adalah lulusan S1 Arsitek. Wauw, mantap banget nih. Lulusan S1 yang hobinya membuat gambar arsitek dan pekerjaannya menjadi penyiar radio.



Tepat jam 12.00, kami langsung test sound. Hehehehe... mic-nya pak Rawi sempat ngadat, gak keluar suaranya. Setelah dipegang-pegang mbak Eri baru mau bunyi, tapi biar lebih afdol, pak Rawipun ganti mic. Kejadian ini tentu tidak tertangkap oleh pendengar, padahal dilakukan sambil tetap siaran on air.



Talkshow ini dibagi menjadi tiga babak, yaitu babak pertama banyak difokuskan untuk menggali tentang Kompasiana, babak kedua tentang Cimart dan babak terakhir lebih fokus pada pelaksanaan acara pelatihan Blog Kompasiana, tanggal 5 Juli 2009 di Resto SamiKuring Cikarang.

Pak Amril yang seharunya diplot untuk bicara atas nama Kompasiana, terpaksa tak gantikan posisinya, sehingga pak Rawi terpaksa menjadi wakil dari Cimart. Padahal tadinya diplot untuk menjadi wakil dari panitia pelaksana acara.

Dalam wawancara selanjutnya, ternyata memang aku banyak cerita tentang Rumah Sehat Kompasiana.

"Kalau rumah sakit membuat orang yang sedang sakit menjadi sembuh, maka kalau Rumah Sehat adalah membuat orang sehat menjadi semakin sehat, bukan malah menjadi sakit !"

Pada sesi selanjutnya, kuceritakan tentang terbentuknya Cimart, yang tadinya berawal dari obrolan ngalor ngidul di milis Cikarang baru dan kemudian berkembang menjadi diskusi serius dan akhirnya terbentuklah Cimart, dengan pemegang tampuk kepemimpinan saat ini adalah Salah seorang pengusaha Baju Muslim yang sudah malang melintang di dunia bisnis baju.

Bertemunya dua kelompok ini terjadi karena dua orang aktifis di Cimart adalah aktifis juga di Kompasiana. Mereka adalah pak Amril dan EsHaPe. Dua orang blogger Cikarang yang "runtang-runtung", mulai pesta Blogger 2008 tahun lalu memang menjadi kompor dari para calon blogger dan blogger asli yang masih males nulis di blog.

Niat untuk ikut pesta Blogger 2009 pada bulan Oktober nanti membuat dua kompor ini terus menebar "racun", sehingga sedikit demi sedikit mulai menggigit para blogger di Cikarang Bekasi ini.

Setelah para blogger Cikarang mulai menggeliat, maka perlu ada momentum yang membuat para blogger ini merasakan keberadaan mereka di kancah komunitas blogger Indonesia. Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya komunitas blogger Cikarang.

Jangan heran kalau sekarang ada undangan kopdar pada para blogger Cikarang, maka DuO kompor Cikarang sudah mempunyai teman perjalanan. Itulah teman sehidup seCikarang !:-). Biasanya aku kebagian setia di depan setir, pak Amril setia ngePLURK di belakang dan teman-teman lain asyik ngobrol menikmati perjalanan Cikarang Jakarta.

Dalam acara ini juga ada sesi tanya jawab dan pertanyaan muncul dari Cibitung dan Cakung. Dua pertanyaan yang menggelitik diajukan dan dijawab dengan jawaban standard, karena mau njawab panjang lebar, waktu on air sudah mendekati lampur merah.

Misalnya pertanyaan tentang bedanya wordpress dengan blogspot. Jawaban pertanyaan ini bisa macem-macem, tapi aku njawabnya yang singkat saja. Dengan isi yang nyaris sama, terlihat wordpress lebih mudah diketemukan oleh search engine Gugel dibanding blogspot. Ini tentu bisa diperdebatkan, karena pada prinsipnya keduanya mempunya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Wordpress lebih sulit untuk memasang widget yang mengandung script, sementara itu di blogspot masang adsense malah sudah ada widgetnya.

Kalau masih penasaran, banyak sudut pandang dari blogger lain terhadap masalah ini. misalnya disini atau disini.

Acara yang berlangsung satu jam ini ternyata berlalu begitu cepat. Tadinya mau ada teleconference dengan Kang Pepih atau Mas Iskandar dari Kompasiana, tapi waktu juga yang membuat acara harus berhenti sementara masih banyak kata-kata yang masih belum dikeluarkan.

Di akhir acara, ada dua pesan yang kusampaikan, yaitu pertama selalulah menulis dengan hati, sehingga tulisan kita bermanfaat bagi para pembacanya. Energi positif yang keluar dari tulisan kita akan membuat alam semsta ini mengirim balik energi positif yang kita kirim.

Yang kedua, bila sedang kehilangan ide ataupun sedang ingin meningkatkan jumlah pengunjung di blog kita secara gratis dan elegan, maka lakukanlah BLOG Walking. Baca baik-baik blog yang menurut kita menarik dan berikanlah komentar yang membangun bukan komentar yang isinya mencerca tanpa ada masukan yang menambah pencerahan tulisan yang kita baca.

Bila pembaca selanjutnya [setelah kita] melihat komentar kita dan tertarik dengan isi komentar kita, maka bisa jadi mereka selanjutnya akan menjadi pembaca setia blog kita. Siapa tahu [?]

Minimal yang punya blog akan mampir ke blog kita juga. Ini sesuai dengan sifat kebanyakan blogger Indonesia, yang langsung pergi ke alamat penulis komentar yang ada di blog mereka.

Oce? Sampai ketemu lagi di talkshow yang lain. Setiap hari Selasa, selalu saja ada wawancara khusus dengan anggota TDA di Radio gaya ini. Silahkan simak mulai tanggal 7 Juli 2009.

Salam


...
.

Minggu, Juni 14, 2009

Kopdar Kompasiana di "Indonesian Cellular Show"

Akhirnya terlaksana juga pertemuan kopdar mini kompasiana hari ini. Satu demi satu peserta memasuki ruangan pertemuan dan acarapun dimulai oleh Kang Pepih, karena kalau nunggu yang belum datang, ditakutkan malah gak mulai-mulai.




Tidak seperti kopdar pertama yang kaku, maka kopdar mini siang/sore ini langsung masuk ke suasana yang cair. Beberapa muka baru yang muncul di kopdar mini ini, juga memberi warna tersendiri pertemuan para sahabat kompasiana ini.



Seperti biasa, pak Pray, Jendral beneran yang selalu ramah kepada siapapun, duduk di muka dan langsung ngocol dengan siapapun yang duduk di dekatnya.



Tak bisa dihindari, obrolan politikpun mewarnai pertemuan mini ini. Apakah ini berarti kompasiana mulai masuk ke ranah politik?

Jawabnya tentu tidak. Ranah politik sudah menjadi milik politikana dan kompasiana tetap berada pada jalannya sendiri. Kalaulah saat ini banyak blogger kompasiana yang menulis tentang politik, maka itu hanyalah trend sesaat karena memang saat ini kita tidak bisa lepas dari obrolan politik.

Yang penting, sepanjang PRO RAKYAT, maka semua urusan segera diselesaikan dengan cepat, karena lebih cepat akan lebih baik. Perintahnya satu saja, LANJUTKAN.

Blogger Kompasiana juga bertekad untuk mensukseskan Pesta Blogger o9. Ini terlihat dari kaos para hadirin yang sebagian memakai logo PBo8 [karena kaos PBo9 belum jadi ya?].

Suasana terus hangat dari saat dimulai sampai saat acara tanya jawab bebas. Forum yang sangat terbuka ini menghasilkan banyak masukan untuk kompasiana. Semua audience yang merasa punya ganjalan dengan manajemen kompasiana, satu demi satu mulai menyampaikan gagasannya.

Aku sendiri memilih diem, karena sebagian besar usulanku sudah dijawab sebelum sempat kutanyakan. Tampilan kompasiana yang lebih familiar segera akan di "launching" bila "timing"nya sudah tepat. Paling tidak bulan Agustus sudah bisa dinikmati para penggila kompasiana.




Di penghujung acara, satu persatu para peserta memperkenalkan diri. Mas Amril memperkenalkan dirinya sambil tidak lupa menyinggung tentang acara pelatihan blog di Cikarang, yang merupakan hasil kerja sama antara Kompasiana dengan UB CiMart [komunitas blogger Cikarang]

Sementara itu, saat perkenalan, aku mempersingkat pekenalanku dengan menyebut diriku sebagai sopirnya mas Amril, karena setiap acara kompasiana ataupun pesta blogger kita selalu berangkat barengan, Aku bagian nyopir dan mas Amril bagian microblogging [PLURK]

Sayang mas Arishu tidak bisa gabung hari ini. Kesibukan telah membuat mas Aris kerja lembur dan tak sempat menikmati gurauan pak Ragile yang seru banget dengan mbak Novrita.

Pak Pray dan Mbak Linda juga tampil di depan untuk lebih menyegarkan suasana yang memang dari awal sudah segar. Kalaulah disitu ada piano, mungkin mbak Linda tak tahan untuk tidak menyentuhnya.




Jam 17.30 acara perkenalan baru bisa diakhiri, padahal ijin ruangan hanya sampai jam 17.00. Dasar para nekater kompasiana ini memang bandel-bandel ya [bisa jadi karena ada pak Pray disini, sehingga pada nggak takut diusir security, soalnya pak Pray kan bertahun-tahun bertugas di bagian security, hehehe....].




Sebagai penutup acara, apalagi kalau bukan pembagian door prize Kompas Phone. Sebuah hape yang sudah diinstall dengan aplikasi khusus, sehingga bisa melakukan akses ke Kompas dengan membayar 2 ribu per minggu.

Setiap minggu akan ada artikel sejumlah 2 ribuan, sehingga harga ini boleh dibilang sangat murah meriah.




Berbahagialah bagi mereka yang mendapat hadiah ini. Om Jay dan aku harus puas pulang dengan tangan kosong. Hadiah di kopdar pertama yang diterima Om Jay dan aku masih lebih bagus dari hadiah prtemuan kali ini [hehehe... menghibur diri sendiri ya...!:-)]

Alhamdulillah, di pintu keluar dapet kaos kompas dua biji. Satu untukku dan satu untuk istriku. Kupilih yang sizenya "S" dan langsung dipakai LiLo, blogger termuda yang ikut acara di hari itu.

Pada mini kopdar ini, aku memang membawa pasukan cukup lengkap. Mulai dari pak ATG, Pak Ceppi dengan Andranya [blogger termuda juga, sekelas dengan anakku di Al Azhar, sama-sama kelas 3 SD dengan penampilan klas 1 SD], kemudian istriku dan terakhir LiLo, anakku.

Selamat buat teman-teman baru dan salam kompak buat semuanya. Sampai ketemu lagi di kopdar yang lain. Jangan lupa, kalau ada ringan kaki, silahkan dijenguk pelatihan blogger di Cikarang, tanggal 5 juli 2009 nanti. Jangan lupa juga ada PBo9 yang sebentar lagi akan mulai memanaskan mesinnya.

Salam


.
.






.....
...
.

Jumat, Maret 06, 2009

Tanjung Lesung Villa Bora-bora [dari Kompasiana]

 

Akhir-akhir ini diskusi di rumah beberapa kali nyinggung tentang hadiah dari Kompasiana, "Nginap di Villa Bora-bora 2 Tanjung Lesung!".

Temenku bilang begini,"Wuah jalannya jelek banget mas, bisa 5-6 jam sampai kesana"

Berarti aku harus berangkat sebelum jam 7 dari rumah, sehingga sampai disana pas sebelum jam 14.00 [waktu check in].

Teman lain bilang begini,"Jangan lupa mampir di rumahku, biar bisa istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke ujung pulau jawa"

Duh senengnya punya teman yang baik hati seperti ini. Berarti aku sudah punya tempat pemberhentian sementara dan kayaknya bisa juga sebagai tempat nanya-nanya tentang Tanjung Lesung [maklum baru dengar nama tapi belum pernah nyampai kesana].

Nah, teman yang lain lagi bilang begini,"Mas, jangan lupa bawa supermie. Disana makanan serba mahal. Orang kita chinese saja, kulihat bawa supermie, masih dalam kemasan kardus lagi!"

Ha..ha..ha.. ini yang paling cocok buat keluargaku. Anakku paling suka makanan tanpa gizi ini. Enak dan langsung matang. Budaya instan kali [kayak mereka yang ingin segera sembuh dari penyakit dan main ke rumah Ponari]. Istriku yang biasanya mrengut lihat anak-anak pada demen makanan instan, untuk yang ini mungkin dia akan sedikit memberi dispensasi.

Tadinya sih, kupikir Villa ini hanya sekitar 2-3 jam perjalanan, gak nyangka ternyata jaraknya begitu jauh, sehingga perlu persiapan khusus untuk sampai kesana.

Maunya sih pas libur panjang, sehingga bisa tenang menikmati suasana Villa. Bila perlu nambah satu hari lagi, biar terasa aroma pikniknya.

Akhirnya search aja ke internet [biasa minta tolong mbah Gugel]. Wow... ternyata untuk nambah satu hari lagi mesti setor duit 310 USD [berapa tuh kalau dijadiin dalam rupiah?].


Wah langsung muntir nih. Duit sebanyak itu apa tidak lebih baik untuk beli harddisk baru atau hape baru aja ya? [mode hemat : ON]

Padahal kemarin ada yang bilang begini juga,"Mancing disana enak lho mas. Ikannya macem-macem dan banyak banget"

Jadi inget di Aceh dulu suka mancing di laut, bahkan pernah dapet gurita yang lari-lari muter-muter di atas kapal [sampai bingung megangnya].

Waktu lihat ada fasilitas "diving" di Tanjung Lesung, wah aku langsung terangsang pingin nyelam lagi.

Sayangnya perlu perencanaan yang lebih matang kalau pingin nambah hari dan ikut bermacam-macam kegiatan hiburan disana. BUT, jangan-jangan ada doorprize dari kompasiana lagi, isinya tambahan nginep satu hari lengkap dengan fasilitas hiburannya [he..he..he.. doa nih ye...]

Kalau dipikir, ini memang jawaban salah satu doaku.




Sebelum aku dapet hadiah dari Kompasiana, aku sering ngomong dengan teman-teman di kantor tentang nginap di hotel yang dekat ujung pulau Jawa sebelah "kulon". Nah ketika dari jauh kulihat kang Pepih narik kartu nama berwarna hijau [itu satu-satunya kartu nama yang berwarna, kartu nama lainnya putih aja], aku langsung "mak deg". Dapet nih aku doorprizenya.

Bener dapet tuh.

Begitulah kalau kita terlalu ingin akan sesuatu, maka Tuhan ternyata akan mengabulkan keinginan kita yang muncul dari dalam hati. Kalau keinginan itu hanya diucapin saja dan tidak merasuk dalam hati, maka Tuhan pasti tidak akan mengabulkannya.

Yuk berdoa yuk, semoga kopdar II Kompasiana, yang mungkin penuh dengan para pejabat tinggi negara tidak larut dalam suasana protokoler tetapi tetap dalam suasana kaum blogger. Nyantai dan serius. Mari kita mencari bahagia di hati kita masing-masing.

Atau anda punya doa yang lain?

 

Senin, Maret 02, 2009

Persiapan KOPDAR Kompasiana II

Baru saja "leyeh-leyeh" mengikuti beberapa acara kopdar, eh tiba-tiba pak Amril ngasih tahu kalau ada breaking news di Kompasiana.

Langsung ke TKP dan ndaftar ikut Kopdar Kompasiana II. Wow tempatnya di BPPT, lokasi yang nyaman banget tuh. Tempat yang luas, masjid yang bersih dan karpet merah yang sudah disiapkan untuk digelar oleh pak KK menristek "gaul" kita.

Pulang kantor, langsung ngidupin kompie dan buat draft undangan di FisBuK, sayangnya tanggal pastinya belum ada. Ya sudah anggap saja diadakan tanggal 15 Mei 2009, mulai jam 09.00 s.d jam 15.00 wib.

Kalau ternyata tanggal dan jam acara berubah, tinggal masuk lagi ke FB dan ganti data yang berubah.

Karena acaranya diadakan di BPPT, maka akan lebih baik kalau diadakan acara "launching" grup dari teman-teman pak KK [FoKK]

Ini adalah sebuah grup yang tidak dikelola langsung oleh pak KK tetapi diikuti oleh beberapa staf atau "mata-mata" pak KK, sehingga semua informasi tetap sampai ke pak "Gaul" KK.

Semoga kalau pak KK sudah luang waktunya bisa buat account di FB dan langsung memantau FoKK [friends of KK] tanpa melalui mata-matanya.

Semoga juga salah seorang Dirut BUMN [terlucu] dapat hadir untuk memeriahkan acara ini. Dia pasangan yang cocok untuk ngobrol ngalor ngidul dengan pak KK, apalagi kalau mas Basuki Jusuf [dirjen Postel] ikut hadir [meskipun saat hadir nanti mungkin sudah tidak jadi dirjen postel].

Klop deh tiga serangkai itu.

Acara yang diusulkan oleh peserta juga terlihat lebih beragam dan lebih terarah, tinggal acara yang mana yang dipilih oleh EO-nya. Semua acara bagus, sehingga tidak ada risiko salah pilih dari sang EO.

Mari kita tunggu kedatangan hari pertemuan itu. Silahkan untuk meramaikannya dengan mengikuti tautan di facebook, baik untuk menyatakan dukungan kehadiran acara ini atau untuk menjadi teman dari pak KK.

Siapkah anda mengikutinya?
[maksudnya, jangan sampai kartu nama ketinggalan, gak bawa alas kaki atau malah ketinggalan dompet]

Salam

Sabtu, Februari 21, 2009

Dan Orang-orang Gendeng itupun berkumpulah….

Apa kata mas Pepih ketika menyambut kedatangan para tamunya?

”Kita santai saja ya, acara ini dari kita ke kita aja kok”

Kenyataannya?

Suasana terasa beku dan tidak juga mencair. Ajakan makan siangpun tidak langsung ditanggapi oleh para peserta Kopdar, padahal diyakini semua peserta Kopdar dalam kondisi lapar berat.

Musik pembuka yang ditampilkan juga terasa kurang menggigit, padahal kualitasnya oke punya. Kurang ”pe-dhe”nya sang penyanyi yang membuat penonton ragu untuk bertepuk tangan.

Ajakan tepuk tanganku juga kurang berhasil menarik minta peserta lain untuk bertepuk tangan. Beda banget kalau pas aku yang jadi host acara [mode narsis : ON]

”Ice break” sebenarnya mutlak perlu dilakukan, dan siang ini, ”Ice break” itu tidak dilakukan dengan baik oleh pemandu acara.

Sambutan-sambutan dari para pejabat, lumayan dapat mendongkrak peningkatan kecairan penonton, tapi masih belum homogen. Baru mencair di beberapa kelompok saja.

Ini memang penyakit sebuah pertemuan dengan model ”semi” reuni. Para penonton sibuk berbincang dengan kawan barunya atau kawan lamanya dan yang di panggung sudah tidak lagi menjadi tujuan utama.

Bintang penolong akhirnya datang ketika Sang Mantan Petinggi TNI [Chappy Hakim] unjuk gigi. Beberapa nomor lagu melengkapi cerita kocaknya. Makin meriah ketika suara Louis Armstrong juga ikut meramaikan suasana.

Bapak satu ini memang luar biasa kreatifitasnya.

Mulai saat ini para peserta sudah dibaptis sebagai kumpulan orang ”gendeng” dan ”baiat” itupun berlangsung dalam suasana yang benar-benar sudah cair.

Ketika presenter sesi pertama mulai serius, dan kemudian sang presenter bertanya,”Para blogger ini dibayar enggak?”

Maka reflekskupun mulai bekerja. Jawaban seharusnya adalah ”Tidak dibayar!”, tapi karena ini kumpulan orang gendeng maka jawabanku adalah ”BELUM!”

Lumayan, suasana kembali cair dan makin cair ketika audience makin yakin bahwa mereka bebas berkata apa saja.

Pada saat membahas peran menteri bila mau mengisi komentar di blog para audience, sebenarnya aku ingin bilang bahwa komentar pak KK yang diblogku sudah tak print dan tak bingkai, tapi kulihat suasana sudah cair, jadi cukuplah komentar itu kutulis di sini saja.

Tegang itu dihindari, tapi terlalu cair juga akan menghilangkan fokus yang sudah terbentuk.

Di sesi pertama ini bintangnya memang Sang Mantan Petinggi TNI dan Sang Petinggi [pak KK]. Sang mantan begitu lancar mengalirkan kesegaran ke audience dan pak KK begitu pas menempatkan diri sebagai blogger bukan sebagai menteri.

Saat “break” kusempatkan untuk ngobrol tentang FoKK [Friend of KK] yang sudah diikuti oleh banyak orang. Pak KK hanya memastikan bahwa dia masih belum mau ikut FisbuK [he..he..he... sampai kapan ya beliau tahan tidak ndaftar FB, aku kok nggak yakin imannya sekuat itu--> mode ngacir : ON]

Setelah itu, maka pak KK jadi milik publik. Mereka yang sebenarnya sangat terpelajar dan mungkin biasanya pada JAIM, saat itu sudah kehilangan keJAIMannya. Merekapun berebut berfoto dengan pak KK [termasuk aku, he..he..he... meski masih sok jaim sedikit]

Puncak acara memang di sesi terakhir. Panji dan Sang Kambing Jantan mengocok perut peserta dengan humor mereka. Bukan sekedar lawakan [slapstick?], tapi adalah humor yang mengalir begitu saja.

Jadi inget sama mas Arwah Setiawan dan Mas Wendo [Arswendo] yang sama-sama sepakat bahwa humor itu serius.

Acara di Bentara Budaya ini juga mengingatkan aku dengan mas Wendo, karena tahun 80an aku pernah ditawarin untuk mengelola Bentara Budaya yang di Yogyakarta. He..he..he.. kalau aku waktu itu jadi mengelola Bentara Budaya yang di Yogya, mungkin aku malah nggak bisa ikut acara kopdar ini, karena aku pasti malah jauh dari dunia blogger.

[he..he..he.. jadi cerita nostalgia denga bumbu semi narsis sedikit]

Secara keseluruhan materi acara ini tidak istimewa. Yang membuat ajang kopdar ini terasa istimewa, adalah beberapa hal sebagai berikut :

1. Pertama kali bertemunya para blogger maya KOMPASIANA secara riil.
2. Peserta yang dibatasi, sehingga hampir semua peserta bisa saling mengenal secara pribadi.
3. Sebagian besar peserta berusia produktif dan mapan di bidang masing-masing, sehingga apa yang disampaikan seseorang memang pencerminan dari kekhususannya [kita sampai terlongong ketika mendengar cerita tentang bidang kedokteran yang begitu menakjubkan].
4. Hadirnya manajemen KOMPAS sebagai ujud komitment mereka terhadap KOMPASIANA
5. Terdaftarnya seorang menteri aktif yang mau menempatkan dirinya sebagai blogger
6. Adanya hadiah voucher menginap di Villa Bora-bora 2 Pool Kalicaa Villa Tanjung Lesung untukku [lho ... kok jadi lari kesini nih?...]

Dengan demikian acara ini akhirnya menjadi istimewa, dan seperti kata pak Cik Gu Wijaya, dua jempol buat mas Pepih !!!

Kita tunggu undangan dan vouchernya yang lain.



Saat menerima Voucher dari mas Pepih


Sangat menggiurkan


Latihan narsis


Sang Bintang Sesi 2


Sang wartawan

Rabu, Februari 18, 2009

Undangan Kopdar Kompasiana sudah datang

Akhirnya undangan kepastian kopdar kompasiana sudah datang. Ternyata acaranya siang, kira-kira makan siang dulu baru ngobrol [atau ngantuk].


Cuma kalau ada Raditya dijamin gak ngantuk deh.

Malemnya ada acara kopdar juga antar anggota milis Cikarang Baru. terus minggunya menghadiri acara temanten kawan.

Kasihan sabtu minggu ini anakku hanya akan melihat bayang-bayangku saja.
Maafkan ya nak...

Semoga keikhlasan kalian diberkahi oleh Allah swt.

Amin.

Minggu, Februari 01, 2009

Indahnya DuniaKu dan keluargaKu

Minggu pagi, 1 Pebruari 2009, akhirnya bisa jalan-jalan pagi lagi. Sayang hanya satu anak yang ikut, yang lainnya sudah punya alasan sendiri-sendiri untuk tidak ikut.

Acaranya ya jalan-jalan di seputar rumah saja. Siapa tahu ada anakku yang lain yang nyusul.




Lilopun berbuat yang aneh-aneh, sambil menunggu kemunculan kakak-kakaknya. Dia nyoba terbang biar bisa nyusul Gatotkaca di angkasa. He…he…he.. mimpi kali ni yee…!:-)




Ketika sampai di jembatan penyeberangkan LiLo kaget.
“Lho…! Jembatannya ilang pak…!”
Yah…. Rupanya jembatan bambu di selokan itu hanyut keterjang banjir. Yang tinggal hanya bekas-bekasnya saja.



Yowis jalan lagi aja, muter dikit. Eh ... malah nemu Pemadat Tiga Roda. Action sebentar deh di depannya. Seneng deh lihat LiLo ketawa [kayak bapaknya]


Capek muter-muter di sekitar rumah. Kuajak LiLo beli majalah saja. Pulang dulu, ambil tandem terus dikayuh menuju penjual majalah.


Kesukaan liLo pas sama dengan aku ketika kecil. Komik Donald Bebek. Kalau aku sih milih Kompas Minggu. Ada cerita Koes Plus disana dan juga Red Clift II.


Selesai mbayar, LiLopun cepet-cepet ngajak pulang. Biasa kepingin segera mbaca komik itu di rumah.



Di jalan sempat lihat ada sebuah keluarga yang asyik makan bubur dll. Hmm asyik tuh. Cuek aja mereka nongkrong di pinggir jalan dan menyantap sarapannya.




Eh… ketemu juga dengan rombongan ibu-ibu Jantung Sehat.


Jadi inget dulu pernah jadi Sekretaris Umum Jantung Sehat Perumnas Condong Catur [tahun berapa ya? 80an deh].

Ketuanya pak Dokter yang terkenal dan kaya raya, sekretarisnya Tukang Insinyur yang lebih terkenal [he...he..he... narsis dikit ya] dan kaya hati [astaghfirullah, ini lebih dari narsis deh…]

Pasangan itu memang sangat cocok, soalnya pak Dokter punya ilmunya [dia bisa njelasin kenapa harus ikut Jantung Sehat dengan detail dan tak terbantahkan], sedangkan aku punya masa [maklum saat itu, jadi ketua pemuda masjid, pelatih silat dan ketua pemuda kampung juga].

Uniknya, pak Dokter itu hobi ngrokoknya luar biasa. Kayak sepur deh. Aku sampai heran, kok bisa ya ada dokter yang begitu faham dengan kesehatan tapi hobinya ngrokok.

Alhamdulillah, pagi ini berlangsung dnegan damai dan aku bisa santai menulis blog ini. Sebentar lagi, pasti aku diajak main kartu sama anak-anak cewekku. Mereka baru seneng-senengnya main kartu tuh.

Di ruang lain, kulihat istriku sibuk nyiapin acara masak bersama. Yang dulu diadakan gratis, sekarang diadakan dengan iuran, untuk membeli bahan yang akan dimasak.

He...he...he... ”dosennya” sih gak dibayar, tapi kalau material yang akan dimasak kan harus dibeli. Kasihan kalau peserta kursus pada makan dan tidak mbayar. Mereka kan bisa tersinggung [dikira nggak mampu mbayar ya???].

Semoga sukses acara berbagi ilmu masak ini.

Kalau ada yang punya menu atau resep khas, silahkan kirim ya ke eko.eshape@gmail.com Siapa tahu bisa kita praktekkan juga disini.

Sabtu, Januari 31, 2009

Naik Pesawat

Enaknya tugas ke luar kota oleh perusahaan adalah dipilihkan pesawat yang bagus, yang relatif lebih safe dibanding armada angkut lainnya.


Masuk pesawat duluan, disambut kapten pilot yang ramah, dan duduk di tempat yang nyaman [artinya kaki bisa leluasa bergerak, tidak terhalang oleh kursi di depannya].



Apalagi kalau ditugaskan ke Yogya, wah tambah nyaman tuh. Bisa pulkam tanpa biaya dan tidak mengurangi cuti perorangan.

Sampai di atas pesawat, berbagai macam koran tergeletak di kursi depan. Ada tempo, kompas, dll. Hmmm pilih kompas aja ya. Berita di halaman depan sangat menarik, "SEKATEN".



Seperti biasa, kebiasaan orang kita, maka sampai di Jakarta para penumpang langsung berdiri, hand phone juga sudah mulai berdering, padahal pesawat belum benar-benar berhenti.

Hmmm tidak hanya penumpang armada lain, penumpang Garuda juga punya kebiasaan yang sama.



Turun dari pesawat, kita bisa memilih, lewat anak tangga berjalan atau jalan kaki lewat anak tangga biasa.



Kalau mau sehat, lebih baik turun lewat anak tangga biasa. Setelah sejam duduk tanpa kegiatan, sebaiknya memang cari kegiatan yang bisa melemaskan otot.

Sabtu yang mendung, tapi cerah di hatiku.