Selasa, Juli 14, 2009

LiLo mulai demen ke CiMarT


Pulang kantor kulihat rumah gelap dan LiLo sendirian ditemani Satpam. Begitu melihat aku Lilo langsung menempel dan berbicara tanpa boleh diputus.

"Coba bayangkan pak, anak seumur klas empatg SD, kalau sudah smp atau sma ditinggal sendirian tidak apa-apa, ini kan masih sd klas IV..."

Aku langsung memotong saja pembicaraan ini dengan sebuah pujian padanya.

"Hebat ya LiLo, anak SD sudah berani njagain rumah.."

"...."

"Kalau anak smp atau sma mah udah biasa nungguin rumah sendirian. Ini kan anak SD, hebat banget kamuj nak..."

"Kamu udah maghrib belum? Biasanya kan sholat maghrib di masjid sama kawan-kawanmu?"

LiLo sudah lupa rupanya dengan pembicaraan pertama. Dia mengeluarkan kunci rumah dan kamipun masuk rumah.

Semua lampu kita nyalakan, gordyn ditutup dan Ayuko dibukain pintu [wuih...langsung makan deh kucing itu].

Abis mandi dan sholat LiLo kuajak beli lauk ke Cimart. Karena LiLo tampak ogah-ogahan, maka aku malah jadi etrtantang untuk mengajak LiLo ke Cimart.

"Jauh pak kalau pakai sepeda", kata LiLo. Iya juga ya, pikirku. Tak ada motor dan tak ada mobil, adanya ya cuma sepeda doank.

"Kamu kan pernah sampai ke beruang sendirian Lo, masak Cimart ini kan lebih dekat kok kamu bilang jauh?", kataku membangkitakan semangat LiLo.

Alhamdulillah, rupanya semangat Lilo etrlecut dan diapun akhirnya mau kuajak ke Cimart naik sepeda tandem, berduaan.

"Cari jalan pintas ya pak"

"Oce nak..."

Kamipun lewat jalan pintas, menerobos jalan off road [maksudnya jalan desa yang naik turun tanpa kita tekan rem, yang ginian inilah yang bikin LiLo suka naik sepeda sama aku] dan lewat rumah pak Dirut CiMart di Jalan Kelinci Raya.

Sebentar kemduian kamipun sudah sampai Cimart.

Hari ini yang ke toko pak Saparjan serta istri dan pak Dirut Afrizal, begitu kata mas Hendra.

LiLopun langsung memilih kesenangannya, sementara itu aku lihat telor baru yang sudah datang.


Permintaanku tentang sabun cair [refill] juga sudah ada.


Permintaan pak Afrizal juga sudah ada, itulah tisue dalam berbagai bentuk dan ukuran.


Setelah membayar ke Hendra, kamipun pulang kembali sesuai rute berangkat. Mampir sebentar ke penjual gorengan. Minimal sebagai tanda buka pintu pagar karena tadi satpam itu telah membantu menemani LiLo menjaga rumah.

Sampai di rumah, kitapun beraksi berdua. Hobinya sama, yaitu masak mie, tapi langsung tak campur ama nasi, telur, kacang, sosis, dan mentega secukupnya [maksudanya sebanyak-banyak kita mau]

Jadilah masakan khas Montana. Kata koki beneran sih, ini adalah menu putus asa, tapi bagi kami berdua, ini adalah makanan yang pans dan lezat [sampai lidah ini masih terasa habis terbakar, saking panasnya makanan yang kita masak].

Udah enak bisa ngajak anak-anak main ke Cimart. Tinggal usaha dan kerja keras kita semua untuk menyadarkan bapak-bapak anggota CiMart yang masih belum mau aktif belanja di CiMart.

Kata pak Direktur Operasional, Pak Ceppi, Cimart ini adalah toko kita sendiri, kenapa kita harus beli ke tempat lain kalau disini -di toko kita ini- ada yang lebih murah.

Semakin aktif anggota CiMart, maka dijamin Cimart akan makin maju, tetapi semakin lesu daya beli anggota, maka bukan tidak mungkin CiMart akan terus menurun kinerjanya.

Sebelum tidur, LiLo sempat juga membuat blog meski sangat pendek. Silahkan lihat sendiri isi blog liLo.

Dua tiga tahun lagi, CiMart ditargetkan untuk mulai dapat menyaingi mart-mart yang lain, jadi sejak sekarang kita harus berpikir agar selain anggota aktif, kita perlu terus menggalakkan anggota pasif dan yang lebih penting lagi adalah menggerakkan masyarakat sekitar toko untuk berpaling ke Cimart.

Semoga sukses. amin

Senin, Juli 13, 2009

MMC1 : Back To nature

Gemersik daun diterpa angin, gemercik air mengalir dan suara burung-burung kecil yang riang gembira mengiringi acara Mastermind Cikarang 1 [MMC1] di bundaran Golf Jababeka.

Adalah kondisi kesehatan pak Sangadi Budi yang tidak mengijinkan untuk menerima tamu yang membuat MMC1 memindahkan pertemuan dari rumah pak Sangadi Budi ke tempat ini. Ide ini muncul dari mas Gun Gunawan, yang ingin suasana santai tetapi tetap serius.



Acara dimulai dari paparan pak Nas tentang pemasaran yang baik di masa ini dan action yang sebaiknya dilakuakn etrhadap suatu ide.

Mutu sudah menjada suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi. Mutu atau Mati, begitulah kira-kira prinsip bagian produksi agar bisa dipasarkan dengan mudah oleh pemasar.

Mutu adalah pemasaran yang diam, artinya tidak perlu banyak bicara kalau mutunya baik, maka dia akan menjadi showroom yang cantik menarik untuk produk yang kita pasarkan.

Mutu juga adalah pembunuh yang kejam, karena setiap bagian produksi melakukan produk yang tidak bermutu akan membuat produk menjadi susah dipasarkan.

Sebuah komplain dari pengguna produk kita sebenarnya tidak hanya komplain tunggal, ada 24 orang di belakang sebuah komplain. Jadi satu komplain sudah mewakili 25 komplain yang lain.

Jangan lupa, dari komplain yang mereka sampaikan kemudian kita selesaikan sehingga memuaskan mereka, tidak semuanya tetap akan memakai produk kita lagi.

Tanggapan dari para peserta MMC1 inipun beragam, misalnya saat ini selain mutu, maka yang penting lagi adalah menciptakan produk yang berbeda dengan pesaing. Inilah keunggulan produk kita yang susah diitru oleh pesaing.

Disini dibutuhkan kreatifitas yang tinggi, agar keunggulan produk kita tidak dibarengi dengan kenaakan biaya produksi.

Setelah paparan dari pak Nas selesai, maka dilanjutkan dengan  acara paparan mimpi masing-masing peserta MMC1 ini.



Pak Mualib masih mimpi untuk membuka sebuah kantor pemasaran lagi di Tangerang.

Pak Nas masih mimpi untuk meningkatkan omzet penjualan sabun curah sampai 10 ribu L/bulan.

Pak Eko masih mimpi untuk membuat sebuah kumpulan tulisan untuk diterbitkan dan di"launching" pada saat buka bersama di bulan September. tadinya direncanakan pada tanggal 14 September 2009, tetapi pak Rui juga punya acara di tanggal 11 September 2009, jadi akan digabung saja, dengan tanggal yang dekat-dekat tanggal itu.

Resto Samikuring akan menjadi tempat pertemuan di tanggal tiu.

Pak Rui mengutarakan mimpi-mimpi jangka pendeknya. Membuat kartu anggota yang sekaligus kartu diskon dari beberapa bisnis yang dijalankan oleh masing-masing anggota MMC1.

Pak Agus terus berupaya agar fokus pada salah satu bisnisnya. Dibahas juga mengenai bisnis bengkel yang sebenarnya prospektif tetapi montirnya masih keluar masuk.

Pak Gun Gunawan, sedang mencari pilihan alternatif terbaik antara membuat kue sendiri atau mengelola restoran khas sunda.

Mbak Win beralih target, dari membuat modifikasi kerudung menjadi pembuatan tas. Saat ini suah 250 tas yang dipesan dan kesulitan dengan etnaga penjahitnya.

Semua masalah itu dibahas secara santai dan penuh canda, sehingga masing-masing peserta merasa puas denga masukan yang diterimanya.



Pertemuan yang akan datang rencananya diadakan lagi di tempat yang sama. Sejuk segar dan nyaman. Kekurangannya hanya pada laptop yang tidak ada sumber listriknya.



Sampai ketemu di pertemuan MMC1 yang akan datang.


...
.

Kamis, Juli 09, 2009

Munas Kampung nDeso UGM

Badan ini rasanya sudah melayang-layang, tapi kapan lagi bisa ketemuan sama Om RDP, mas Nukman dan Bank Al kalau tidak hari ini. jadi setelah nganter Anis ke stasiun KA, aku meluncur menuju Citos.

Ada Munas kampung nDeso UGM disana dan aku didapuk sebagai Project Manager [iki istilahe sopooooo...?], jadi aku harus menghadirinya.

Beberapa hari ini aku memang terkena penyakit kesetanan. Hari-hari yang biasanya kulalui dengan santai [meski serius] tiba-tiba berubah menjadi serius tapi santai [halah mung diwolak-walik wae, kentekan kata-kata yo...?]

Dimulai dari berbagi sehat di Samikuring, arisan keluarga [juga di samikuring], talkshow di radio[RGA 102,8 FM], nonton pilem [Garuda di Dadaku], kampanye toko Cimart, blogshop kompasiana di Cikarang [kerja sama kompasiana dan cimart], wayangan di Samikuring, sampai ke pilpres [belum termasuk kegiatan kantor yang tiba-tiba full menu], maka lengkaplah mereka membuatku mencapai titik lelah stadium 1.

Kelelahan itu, alhamdulillah, terbayar dengan kepuasan yang tidak terkira. Pak Dhe RDP yang kelihatan tua di blog itu, ternyata masih terhitung adikku. Dia seangkatan dengan profesor termuda Civeng UGM, Siti Malkamah, artinya dia masih angkatan 81.



Kelelahan lain sebelum acara munas juga terbayar masing-masing dengan kepuasan model masing-masing juga [sudah tak ceritakan di episode sebelumnya]

Di Munas ini yang membuat penasaran adalah akan hadirnya bank Al, yang sehari-harinya ngendon di Kuwait. Ternyata bank Al yang sering narsis dengan kenggantengannya adalah berita bohong yang asli bohong.



Dia lebih ganteng dari yang kukira, lebih ramah dibanding saat di milis dan Kevinnya bank Al juga lebih lucu dibanding yang sering diceritakan.

Ada juga si Tika banget yang pernah ngirim pesan pribadi via plurk, tapi ketika kuklik pesan itu, muncul pesan,"pesan ini hanya untuk teman-teman Tika saja!". Halah, aku gak donk deh dengan ulah Tika ini.

Mas Anung
juga terlihat lebih sangar di dunia nyata dibanding dunia maya. Meski ganteng, tetapi komentarnya tetap cerdas dan menggigit. Lucunya malah jarang menggigit di milis Civeng, beraninya hanya di kampung nDeso.

Bintang malam itu tak lain dan tak bukan ya pasti mas Nukman. Tuan rumah yang begitu enteng membayar semua makanan dan minuman yang terus mengalir di Cafe Betawi Citos.

Akhirnya juga, aku bisa melihat Lala yang lucu banget. Makanya selalu menjadi inspirasi mas Nukman dalam ngeplurk, lha wong lucu banget je.

Aku ini sering dibilang gak ada matinya kalau soal online di FB [mas RDP bilang aku ada dimana-mana, politikana, kompasiana maupun rumah dik Ana yang lain], tapi malam itu yang tidak ada matinya mas Nukman deh. Di depanku persis, jari-jarinya terus menari di papan ketik BB-nya.

Peserta munas yang lain masih banyak, tapi aku gak banyak berinterakse dengan mereka. Bagaimana tidak di kananku mas RDP terus asyik ebrcerita, mitra ngobrolnya mas Nukmandan mas Anung. Di sebelah kiriku Bank Al juga ditanggap oelh Tika dan kawan-kawan yang lain.

Wis aku meneng waelah. Kupasanag mode multitasking untuk mendengar suara dari kanan dan dari kiriku. Semuanya penting dan memberi pencerahan, tapi beberapa pembicaraan kayaknya off the record deh. Ntar ada yang merah kupingnya kan berabe. Cukup berhenti di munas ini saja.

Mas Nukman cerita tentang Page Rank dan beberapa teori yang ndakik-ndakik, meski disampaikan dengan gaya luwesnya.

"Nek tak critakke perlu waktu seminggu, jadi perlu tujuh kali munas. Piye?"

Hahaha... guyonan mas Nukman memang membuat acara munas terus mencair gak pernah "njedhel". Itulah memang kelebihan mas Nukman.

Ada satu pertanyaan yang menarik yang diajukan ke Bank Al.

"Milis UGM yang resmi itu apa sih mas?"

Jawabannya ya pasti milis kampung UGM donk. Apalagi di malam ini berkumpul beberapa moderatornya. Namun setelah kurenungkan, sebenarnya milis kampung ugm ini kayaknya hanya bermanfaat bagi anggota milisnya saja.

Milis ynag nyanthol di FB ini mempunyai anggota yangsangat banyak, tetapi yang kutahu belum pernah memberikan manfaat yang signifikan terhadap bangsa Indoensia.

Padahal di milis ini trercantum nama-nama yang sangat beken di lingkungannya masing-masing. Mas RDP yang sangat unik, karena tidak pernah serius "maintenance" blognya tapi ternyata page ranknya sangat tinggi dan berkali-kali diajak kerja sama emmanfaatkan blognya tapi belum juga mampu menggoyahkan hati mas RDP.

Mas Nukman apalagi. Bisnis onlinenya yang terus menanjak. Ke"selebritisannya" yang sebanding dengan kenarsisannya, siapa yang tidak kenal.

Masih banyak lagi tokoh-tokoh di milsi kampung nDeso ini dan kalau mereka mau melakuakn sinergi untuk membangun negara ini, maka urusan akan leboh mudah.

Kita sudah punya menteri komunikasi, mentamben, menteri pu, menristek, dll tapi semuanya itu hanya jadi menteri 'sekak" saja, belum menjadi menteri sungguhan. Lha belum ada presiden dari milis UGM yang mengangkat mereka je....

Wis tulisan iki malah ngalor ngidul gak ono tegese.

Hayuk, siapa yang kemarin kebagian nulis laporan munas, segera diupload.


BB merah tak pernah lepas dari tangan mas Nukman


Tika Banget yang lebih cantik dari fotonya


mas Anung juga pernah ngantuk, meskipun punya energi yang luar biasa


foto lebih lengkap ada di FB
foto-foto lebih canggih menunggu kiriman dari mas RDP

...
.

Rabu, Juli 08, 2009

Pengawalan Pilpres Cikarang : SUKSES !

Alhamdulillah, siapapun pemenangnya, tapi TPS no.23 Wilayah Cikarang telah sukses menyelenggarakan pesta rakyat ini. Disebut pesta rakyat, karena sepanjang acara sampai selesai, kami nikmati dengan penuh canda tawa.



Bahkan saksi yang kebetulan capresnya kalah, juga terlihat ikut menikmati penyelenggaraan acara ini. Mereka terlihat "legowo" melihat kekalahan capresnya.

Pagi-pagi kita sudah berkumpul di lokasi TPS no.23 dan merapikan kerjaan yang belum selesai tadi malem. Setelah semua dianggap selesai dan pemilih mulai berdatangan, maka sebelum jam 08.00 acara sudah kita mulai.



Dimulai dulu dengan pengucapan janji secara ebrsamaan dipimpin oleh ketua KPPS, kami awali hari ini dengan penuh semangat.

Kotak suarapun dibuka dan kartu suara kita hitung bersama-sama. Ada 632 kartu suara, yaitu pemilih terdaftar sebanyak 602 dan cadangan sebesar 30 buah.



Begitu selesai menghitung, para pemilih sudah langsung masuk ke bilik suara dan melaksanakan haknya. Mereka biasanya datang berombongan, keluarga demi keluarga. Bapak ibunya yang nyontreng dan anaknya yang memasukkannya ke kotak suara.



Suasananya mirip benar dengan suasana pileg kemarin, cuma ruangan di TPS terlihat lengang, karena hampir tidak ada antrian. Siapa datang langsung ambil kartu suara dan langsung masuk bilik suara.

Selesai nyontreng, aku punya tugas untuk membimbing mereka memasukkan kartu suara ke kotak suara. Wuii.. suatu tugas yang sangat mudah, sehingga bisa "disambi" imil dan browsing di internet. Sekali-kali ikut nimbrung di beberapa milis yang kuikuti.

Kampanye-kampanye terselubung masih menghampiri ponselku dan imilku. Lucu-lucu isinya, sehingga kuforward ke bebrapa teman yang jadi anggota KPPS. Merekapun pada tertawa renyah ketika menerima SMSku.



Pal Arry yang duduk di dekatku yang paling banyak menerima sharing dariku, soalnya aku langsung tunjukkan saja isi ponselku padanya.



Model tinta pemilu kali ini kelihatannya berbeda dengan biasanya. Jenisnya mudah luntur dan mudah tumpah [ini sih karena anak-anak dan orangtua yang sulit dikontrol syaraf geraknya].




Pada kemasannya ada tulisan halal, sehingga ada yang nyeletuk,"Wah habis dicelup langsung saja dijilat, kan halal !:-)"

Pencelupan tinta ini memang cukup heboh. Kebanyakan anak-anak pada minta ke ortu masing-masing untuk dicelupkan jarinya. Ada yang dilarang dan ada yang malah dianjutrkan oleh ortunya. Hehehe... begitulah sifat masing-masing ortu. Tuhan menicptakan manusia memang tidak ada yang sama persis.

Jam 12.00 acara break sebentar untuk ISHOMA. Lumayan mantap hidangannya, sehingga puas makannya, meskipun biayanya dipotongkan dari honor resmi [emang ada yang tidak resmi?]

Selesai break, keadaan sudah sangat sepi. Menunggu jam 13.00 kitapun saling melempar joke-joke ringan. Penonton juga sudah mulai berdatangan. Baik dari par apetinggi partai, petugas negara maupun penonton yang peduli pada pesta rakyat ini.

Setelah kita cek daftar pemilih dan laporan warga, maka kamipun meluncur ke rumah teman-teman yang sedang sakit dan tidak bisa hadir di TPS. Kami datangi dan kita minta untuk menyontreng sesuai pilihan mereka disaksikan oleh petugas dan keluarga mereka.







Tepat jam 13.00 kamipun mulai proses penghitungan suara. Ternyata hasilnya cukup membuat kami terpingkal-pingkal. Ada saja komentar dari penonton, meskipun yang muncul di hadapan mereka bukan suatu hal yang lucu.

Yang lucu beneran adalah ketika salah satu kartu suara dicontreng dengan jelas kemudian capres lain yang tidak dicontreng wajahnya ditambahin dengan lukisan kumis.

Ada lagi yang dicontreng dengan benar tapi ditambahin gambar jantung hati [halah ... malah jadi tidak syah]



Jam 14.00 acarapun selesai dengan khidmat. Kami semua teken berita acara dan teken honor panitia. Lumayan dapet duit 136 ribu rupiah dari 235 ribu yang seharusnya kita terima, setelah dipotong biaya macem-macem [potongannya 99 ribu ya?]



Kamipun bersalam-salaman dan seperti biasa bernarsis ria dulu sebelum berpisah. Selamat tinggal pesta rakyat 2009, kami tunggu putaran kedua [kalau ada] dan pesta rakyat 2014 [kalau diberi umur panjang].

 
dari 602 pemilih tercatat di DPT, yang hadir 413 orang
12 di antaranya surat suaranya tidak syah
pemilih MW 59 orang
SBY 279 orag dan
JK 63 orang
...
.

Yuk Kita Kawal Pilpres 2009 dengan baik

Pulang dari kantor, aku langsung mandi, kemudian bercengkerama dengan anak dan istri sebentar dan tahu-tahu jam sudah menunjukkan waktu untuk mengikuti acara rapat KPPS di Masjid.
Pak RW sudah bicara panjang lebar ketika aku datang [waduh telat nih, jadi malu ati deh]. Akupun cari tempat duduk yang kosong, kebetulan ada di antara pak Arry dan pak Nur, dua orang yang terlihat paling ganteng di rapat itu [aku ketularan ganteng atau tenggelam di antara kegantengan mereka ya?]

Satu demi satu agenda rapat dibahas pak RW dan akhirnya sampailah pada hitung-hitungan biaya pelaksanaan pilpres besok pagi.

"Seperti biasa, untuk konsumsi kita nombok, jadi jatah kompensasi dari pemerintah kita potong ya, kecuali untuk linmas, tidak kita potong untuk konsumsi, hanya dipotong pajak saja ...."
"Hahaha...", kamipun tertawa maklum.
"Untuk biaya tenda juga nombok ya..."
"Hehehe...", kembali kami tertawa bersama
"Oke, kalau sudah jelas semua mari kita ke TKP masing-masing untuk melakukan cek terakhir sebelum pulang ke rumah masing-masing", pak RW mengakhiri penjelasannya




Pak Arry terlihat menghitung uang yang diterimanya. Pecahan uang yang besar-besar kutukar menjadi pecahan yang lebih kecil dan kamipun kemudian pergi ke lokasi TPS 23,
"Eh..jangan lupa baju seragam kita besok pakai kaos putih berkerah dan pakai celana jins. Biasa juga, pakai baju sendiri-sendiri. Boleh pakai sendal dan boleh juga pakai sepatu"
Suasana bener-bener seperti pileg beberapa bulan lalu. Kami bercanda ria merapikan TPS 23, tempat besok kami bertugas.
"Pak Nur sudah bawa jarik kan?", kataku
Pak Nur sambil tersenyum segera menuju ke tempat dia menyimpan kain batik yang akan dipakai untuk menutup bilik pencoblosan.
"Wah paku pinesnya gak ada, harus nyari paku dulu untuk masang kain batik ini", kata pak RT
Dasar pak Arry idenya ada saja, maka sambil menunggu datangnya paku pines, dicobanya untuk tetap memasang kain batik itu. Pak RT senyum-senyum saja melihat pak Arry.
"Wah, pak Arry pakai kaos Cimart sambil promosi ya?", kata pak RT bergurau
"Aku ngambil foto kaos pak Arry lho bukan motret orangnya", kataku menimpali guyonan itu.
"Solusi belanja hemat, CiMart ! mantap bener nih slogannya"
Kamipun kembali tertawa bersama.




"Ada warga kita yang sakit stroke nih, gimana besok caranya dia nyontreng ya?", pak KetuaKPPS mulai membuka pembicaraan tentang kasus-kasus yang diperkirakan besok akan terjadi.
Semua kasus kita pecahkan dengan kepala dingin dan penuh canda tawa, sampai akhirnya sudah tidak ada lagi pekerjaan tersisa dan kasus-kasus yang diperkirakan tyerjadi sudah mempunyai pemecahan masing-masing.
Semoga besok acara pilpres ini berakhir dengan sukses dan khidmat, seperti suasana pemilihan RW dan pemilihan caleg beberapa waktu lalu. Soalnya aku punya acara mengantar anak istri ke stasiun KA. Mereka akan ke Yogya untuk menyelesaikan pendaftaran ke SMAN I [walah malah curhat, dasar mau promosi diri nih, alias narsis kebablasen]
Insya Allah, Amin.
Malam ini hanya satu orang saksi yang melaporkan dirinya. Waduh, pada kemana saksi dari capres yang lain ya? Apakah terjadi lagi seperti pemilihan caleg kemarin, jumlah saksi tidak sesuai dengan jumlah yang dicontreng?


Gak tahulah, yang penting, ada atau tidak ada saksi pelaksanaan pilpres tetap akan berjalan dengan baik. Amin.
SIAP GRAK !

TPS 23 selesai disiapkan
Mari kita dukung siapapun presiden kita
...
.
...
.

Selasa, Juli 07, 2009

PC Media Antivirus (PCMAV) 2.0d - Valkyrie

------------------------------
ANTIVIRUS KEBANGGAAN INDONESIA
------------------------------
Tidak ada antivirus lain yang mampu mengatasi dengan tuntas virus
komputer, baik lokal maupun asing, yang banyak menyebar di Indonesia
sebaik dan seaman PCMAV.

Umumnya antivirus yang ada hanya mampu mengenali dan menghapus file
yang dideteksi bervirus. PCMAV menyempurnakannya dengan tingkat akurasi
pendeteksian yang lebih tinggi, sehingga lebih handal dalam
mengembalikan file, dokumen dan sistem yang menjadi sasaran serangan
virus hingga pulih 100%.

PC Media Antivirus (PCMAV) 2.0d - Valkyrie
Copyright (c) 2006-2009 Majalah PC Media
Pinpoint Publications Group

--------------
APA YANG BARU?
--------------
a. UPDATED! Ditambahkan database pengenal dan pembersih 42 virus lokal/
asing/varian baru yang dilaporkan menyebar di Indonesia. Total 2813
virus beserta variannya, termasuk varian virus Conficker yang
canggih, yang banyak beredar di Indonesia telah dikenal di versi
2.0d ini.

b. IMPROVED! Ditambahkan pembersih khusus yang dapat menangani virus
PutriEor.vbs yang banyak melakukan perubahan pada konfigurasi Windows.

c. IMPROVED! Engine heuristik untuk mendeteksi varian virus polymorphic
nan-kompleks yang banyak beredar di Indonesia.

d. UPDATES! Optimasi engine cleaner yang menangani virus Yuyun.vbs,
untuk lebih memastikan bahwa virus telah dibersihkan dengan tuntas.

e. .... masih banyak lagi

Selamat mengunduh disini
Gratis tanpa biaya !:-)

Salam Indonesia Raya

Senin, Juli 06, 2009

Hari-hari yang melelahkan dan MEMUASKAN


Hari-hari yang panjang dan melelahkan akhirnya berakhir sudah. Alhamdulillah, meski melelahkan tapi telah terbayar dengan kepuasan yang tidak terkira.

Mulai Sabtu pagi, 4 Juli 2009, kita sudah sibuk mempersiapkan tempat untuk ajang pertemuan para peminat usaha waralaba kalung biofir. Mereka adalah para pebisnis maupun calon pebisnis di Cikarang yang sudah sepakat untuk berkumpul di Samikuring dengan mendatangkan seorang pakar Biofir dari Surabaya.

Acara ini berlangsung cukup meriah dan seperti pertemuan yang dulu-dulu, meskipun acara sudah berakhir, tetap saja para peserta pertemuan itu berkumpul berkelompok untuk membahas apa yang baru saja mereka dapat.

Sebenarnya acara sudah kuatur agar tidak saling tabrakan, soalnya sehabis acara makan siang, saudara-saudaraku sudah berdatangan untuk arisan keluarga di Samikuring.

Ternyata aku harus bagi waktu. Istriku menemani pak Rifai, sang pembicara dari Surabaya, dan aku masuk ke ruang khusus untuk pertemuan keluarga.

Acara terus bergerak tidak sesuai rencana, sehingga kita harus lincah untuk mengadaptasi perubahan acara ini.

Jam 14.30 tepat, mau tidak mau aku harus meninggalkan resto Samikuring karena harus mengikuti acara talkshow di Radio Gema Annisa [RGA]. Topik bahasannya adalah UB CiMart dan acara Kompasiana Blogshop yang bekerja sama dengan CiMart.

Satu mobil akhirnya meluncur mengantarkan pak Rifai ke ariport, mobil lainnya membawa mas Nu dan kawan-kawan menuju RGA. Aku sendiri gonceng sepeda motor Pak Arry, karena aku merasa sepeda motor jauh lebih lincah dan aku tidak mau terlambat di acara talkshow ini.

Kalaulah yang lain terlambat, maka harus ada salah satu atau dua orang yang tidak terlambat.

Jam 15.00 pas sampai di RGA [102.8 FM] dan langsung diskusi dengan penyiar yang ada di RGA. Setelah melalaui beebrapa diskusi akhirnya acarapun dimulai. Sayangnya yang mewawancarai kita adalah seorang penyiar yang spesialisasinya tidak di bidang talkshow.

Meski begitu, sang penyiar RGA ini tetap penuh senyum dan memandu kita dengan baik. Ini pengalaman baru bagi kami, karena pewawancaranya sedikit ngomongnya, maka kitalah yang mendominasi pembicaraan. Beberapa hari kemudian, baru kami tahu kalau acara ini direkam oleh pak Samsudin CITOYS.

Minggu lalu, kita juga diwawancarai oleh Radio Gaya 93.6 FM, sehingga sebagian materi di talkshow RGA ada miripnya dengan materi yang ada di Radio Gaya.

Pulang dari talkshow, kita mampir ke toko Cimart. Ada beberapa pengurus teras CiMart di toko dan kitapun ngobrol ngalor ngidul tentang bisnis dan tentu saja tentang politik. maklum saat pencontrengan sudah dekat [banget].

Pulang dari toko Cimart, kita mampir di JM [Jaguar Music]. Ketemu pak Rui dan pak Sulis yang masih perlu satu buah mixer lagi agar acara kompasiana blogshop besok bisa lebih baik.

Yang membuat suasana makin menantang adalah munculnya acara baru, yaitu acara wayang kulit kebangsaan. Wah kok serba mendadak dan kolosal gini ya?

Bismillah. Setelah lewat tengah malam kamipun dapat menyelesaikan pengecekan persiapan sound untuk besok [dari pagi sampai tengah malam].

satpamnya aja belum bangun


Pagi-pagi, di hari "H", aku meluncur ke Samikuring untuk pengecekan persiapan acara. Beberapa meja kita rapikan dan kursi kita susun lagi agar sesuai dengan peserta yang datang dan setiap peserta dapat merasa nyaman duduk di kursinya masing-masing.

Selesai pengecekan tempat akupun pulang sambil menggondol pak Wisnu, pemilik resto Samikuring. Kita susuri jalan-jalan dari Samikuring menuju ke rumahku dengan mempergunakan sepeda goes.

Mas Nu pakai Seli dan aku pakai tandem.

mampir di CiMart


Sampai di rumah, maunya sih langsung mandi, tetapi datanglah pak Amril TG yang membawa titipan oleh-oleh dari kawanku [pak AMID] yang ada di Singapura. Wah, pagi-pagi sudah dapet kiriman kue coklat dan mainan singa yang dulu mau dibeli istriku saat ke Singapura tapi gak sempat kebeli [maksudnya uangnya kurang, hehehe...]. Alhamdulillah.

Jam 09.00 pas kita mulai acara pelatihan blogger Cikarang ini. Kupanaskan para peserta dengan Ice Breaking, agar suasana tidak kaku dan semua peserta dapat memakai kedua belahan otraknya untuk mengikuti acara hari ini.

Sayang kalau kita punya dua belahan otak tapi hanya separo yang kita pakai.


Acara terus mengalir. Pak IskandarJet Li memaparkan presentasinya dengan lancar dan menarik. Semua peserta pelatihan terlihat asyik mendengarakan, meskipun kuperhatikan ada juga yang sambil diskusi dengan YM [entah sama siapa, ku tak tahu].

Iskandar JET LI beraksi


Sebelum acara dari pak Iskandar, pak Afrizal, Dirut Cimart juga memaparkan proses berdirinya UB Cimart ini.

Pertemuan pertama terjadi di saung Teras [penetapan pembentukan komunitas Cikarang], kedua di masjid [penetapan Dirut dan jajarannya] dan ketiga di rumahku [penetapanku sebagai ketua Dewan Komisaris sekaligus melengkapi anggota pengurus yang masih belum optimal].

Pertemuan ke empat di Jalan Kancil, menghasilkan pemantapan pengurus dan itulah hari pertama Direktur Operasional [pak Ceppi] berinteraksi dengan Cimart.

Menjelang makan siang, pak Amril [blogger yang menulis dengan hati] dan pak Rawi [gudang ide gila] ikut berbagi cerita, kemudian dilanjutkan dengan promosi dari comnet yang akses internetnya sangat kencang. Tidak kendor meskipun dipakai oleh puluhan laptop dan aktrif semua.

Selama acara ini juga, bagi peserta yang bertanya berkah mendapat souvenir dari sponsor, baik Comnet maupun Netcom.

Setelah makan siang, yang dihibur dengan musik dari Band Cimart, maka acara dilanjutkan dengan paparan dari Kang Pepih.
spesialis My Way
pak makan dulu, jangan nyanyi terus [kata anak pak ATG]
Kembali terjadi diskusi yang seperti tidak mau habis, antara peserta pelatihan dengan kang Pepih. Sampai akhirnya waktu juga yang membuat acara ini harus berakhir.
tips menulis cepat
Para pesertapun dipanggil ke depan untuk menerima bingkisan dari Kompasiana dan sertifikat kehadiran dari kompasiana juga.
Tiada gading yang tak retak, akupun meminta maaf kalau ada salah dalam aku membawakan acara pada hari ini. Wah dua hari berturut-turut aku jadi MC terus di tempat yang sama dengan pengunjung yang berbeda.


Setelah sholat ashar, aku mengantar pak Wisnu ke rumah untuk ngambil SELInya yang tadi ditinggal di rumahku, kemudian kitapun meluncur ke slipi

ambil SELI di rumahku


Istriku terus meluncur ke Slipi dan aku diturunkan di XXI Bekasi. Tugasku jelas, antri cari tiket film yang bagus. Tentu tugas yang gampang, karena saat ini semua film yang diputar di XXI adalah film yang bagus.

Ada KCB1 , Tarix Jabrix2, Garuda di Dadaku, ICE Age 3 dan Transformer II. Jadi biar merempun aku tidak akan salah pilih.

Akhirnya yang terpilih adalah film GARUDA di Dadaku . Sebuah film tentang anak kecil [banget] yang gocekan bolanya luar biasa dan perjuangannya untuk ikut seleksi pemain bola nasional U 13. Bayu atau Bay, sang Gibol, seperti menggambarkan potret kelam anak-anak yang ingin main bola tetapi tidak punya lapangan untuk tempat bermain bola.

Film ini terasa sangat menghibur, meskipun adegannya kadang terasa di panjang-panjangin.

wayangan di SK


Pulang dari nonton film, kita mapir lagi ke Samikuring untuk Nonton Wayang Kebangsaan . Sebuah pertunjukkan yang sudah berpuluh tahun lalu tidak pernah kutomnton lagi. Pak Rui yang menemaniku nonton sampai liyer-liyer melihat para sinden yang meski sudah sepuh tapi masih ganjen dan dengan suaranya yang masih jernih menantang.

Model wayang kebangsaan ini menjadi murah karena semua peralatan gamelan yang biasanya memakan banyak tempat sudah digantikan oleh sebuah keyboard yang penuh aneka musik. Tidak ada lagi kempul, gong dan sebagainya. Hanya sebuah keyboard dan beberapa kendang untuk komandan ritme musik.

Tadinya sih mau sampai selesai goro-goro, tetapi bau rokok yang berseliweran membuatku gak betah, apalagi anakku. Dia sudah nempel saja di dekatku, minta segera pulang [menjauhkan diri dari para perokok di sekelilingku]

Pulang dari nonton wayang, badanku bener-bener sudah kayak tidak ada tulangnya lagi, langsung ambruk begitu tercium aroma bantal dan guling.

Rangkaian acara dua hari ini adalah proses hidup yang melelahkan, tetapi ternyata telah berhasil membahagiakan banyak hati dari mereka yang terlibat acara ini. Ini memang kegiatan untuk memberi konsumsi pada hati.

So..selamat makan [ruhani].


wayang kebangsaan pas ger-geran


gelap-kuning-gelap-kuning-gelap-kuning
[Om Jay, ATG, MasUd, Ceppi, esHaPe,masNu]
sumber gambar :
milik pribadi dan punya mas Nu
...
.

Wayang di Samikuring




Selesai acara pelatihan blogger, kerjasama Cimart dan Kompasiana, rupanya di Samikuring masih menyimpan suatu acara yang super istimewa.

Acara bertajuk Wayang Kulit Kebangsaan ini dilaksanakan pada malam harinya [emang ada ya wayang main siang hari?], di halaman parkir Resto Samikuring [SK].

Kalau acara pelatihan blog didahului dengan talkshow di Radio Gaya [93.6 FM]dan RGA 102.8 FM [Radio Gema Annisa], maka untuk wayang ini langsung diliput oleh radio. Sayang aku tidak mencatat radio mana yang menyiarkannya.


Samikuring dan Wayang

Di tengah acara, ada dialog interaktif antara ki dalang dengan pendengar dari berbagai penjuru kota, bahkan ada yang dari Semarang [lha gimana cara dia mendengarkan ya? apa pakai audio streaming?]

Ada juga lomba pantun via SMS yang berhadiah ponsel. Lucunya lomba pantung yang sedianya via SMS ini rupanya bocor juga ke komunikasi audio, tapi dasar Dalangnya cerdas, maka penelpon salah sambung itu tetap ditanggapi dengan baik.

Inti pantunnya cukup menarik, bagiamana kita memilih presiden yang bisa membuat negeri ini menjadi beres. Kayaknya pantun ini yang akan dapat juara alias menggondol ponsel.

Yang bikin penonton tambah "kekel" [tertawa geli] adalah permintaan dari sang penelpon yang mengharapkan hadiahnya adalah ponsel seri HIGH END.




"Mau dapat hadiah kok menentukan mereknya", begitu komentar pak Dalang yang membuat penonton makin terpingkal-pingkal.

Seperti bniasa ada juga acara joget-joget. Lumayan bisa memebri sumbangan buat para sinden yang memeriahkan acara malam itu.



Salut buat Samikuring yang mau merawat budaya bangsa dengan merelakan sumber daya yang dipunyainya untuk melaksanakan acara ini.

Semoga menjadi amalan yang baik
Amin.






...
.

Minggu, Juli 05, 2009

Dapatkan Kaos CiMarT Gratis

 
Pada kesempatan pelaksanaan Roadshow Blogshop Kompasiana dengan UB CiMart, maka bagi peserta pelatihan yang memberikan komentar terbaik terhadap tulisan apa saja yang ada di http://cimart.blogspot.com/ akan mendapat hadiah sebuah kaos CiMart.

Buat peserta pelatihan blog ini, silahkan dipergunakan kesempatan ini. Jangan lupa setelah pelatihan blog ini masih ada klinik blog yang diadakan setiap hari Jumat Malam di Jaguar Music Course [Kursus Musik JM].

Pak Rui akan menerima anda dengan tangan terbuka. Disitu juga biasanya kumpul teman-teman Band Cimart yang latihan ngeband sambil diskusi masalah bisnis.

Oce?

Pelatihan Blog Cimart Kompasiana : STARTED !

Pagi dinihari, sehabis subuh, kita meluncur ke Samikuring, tempat acara pelatihan blog berlangsung siang nanti. Sampai di Samikuring [SK], rupanya masih tutup pagarnya, jadi telepon dulu ke Mas Nu, pemilik SK yang masih OTW ke SK.

satpamnya aja belum datang


"Baru sampai Cibitung mas", begitu kata mas Nu

Langsung kujawab,"Mas jangan tergesa-gesa, santai saja, tapi kalau jam 6 belum sampai SK, maka terpaksa kutingal. Soalnya udah nunggu 20 menit nih.."

Kamipun tertawa bersama.

Suasana pagi yang segar dan menyenangkan ini membuat semua menjadi terlihat enak dan menyenangkan hati.

Jam 6.10 akhirnya acara sepedaan dilanjutkan dengan tambahan satu peserta.





seli masih dilipat


siap untuk berangkat


Begitu meluncur di jalan aspal, langsung kena asap bus yang bikin nafas menjadi sesak. Meski begitu, kita paksakan diri untuk tetap tersenyum, jangan sampai kita sedih sementara sopir busnya tidak merasa apa-apa, rugi donk..!:-)

Melewati jembatan di atas jalan tol, terpaksa berhenti dulu, karena sempat kena tanjakan yang cukup curam. Dengan kata lain, pingin narsis dulu.

 
pura-pura narsis, padahal nafas sudah senin kamis

Turun dari jembatan langsung menuju kompleks dan mampir narsis lagi di depan rumah pak Amril TG. Setelah itu meluncur lagi ke CImart sekedar beli minuman berenergi.

 
pak Amril masih tidur 'kali



 
narsis lagi di depan toko Cimart

Puas di CImart, langsung menuju rumah Direktur Operasi, pak Ceppi. Dengan diem-diem kami ambil foto lagi di depan rumah pak Direktur Operasional.

pak Ceppi masih tidur juga ya?

Melewati rumah ketua KMMC2, pak Iman, kamipun meluncur ke rumah Direktur Utama, pak Afrizal.  Terlihat pak Afrizal dan ALif sedang main badminton di depan rumah. Wah, ini memang contoh keluarga yang harmonis.

Kamipun ngobrol sebentar dan meluncur lagi ke Jalan Puspita VII T.26 [maksudnya rumahku]. Sampai di rumah, tadinya mau langsung mandi dan berangkat lagi ke SK, tapi tiba-tiba datang rejeki.

Pak Amril datang sambil membawa titipan dari Pak AMid, kawanku di Singapura. Langsung kukirim SMS ke pak Amid, mengucapkan syukur dan berterima kasih pada beliau. Sahabat sejati yang tak kenal batas negara lagi.

Akhirnya, ketika pak Masud, ketua panitia datang, barulah kami sibuk mandi dan segera meluncur ke SK. ALhamdulillah tidak terlambat dan acara berlangsung sesuai jadwal.

Seperti biasa, sebagai komisaris Cimart aku kebagian jadi MC.Udah tahu kan arti komisaris? Kompor yang Narsis !:-)

Punya komentar tentang pelatihan blog ini?

Silahkan buat komentar untuk kebaikan kita semua.

Salam
 
mas Iskandar mulai berbagi ilmu
...
.