Minggu, April 05, 2009

Saung Apung [resto keluarga]

Mantan direkturku dulu suka ngajarin anak buahnya untuk hunting makanan "berkualitas" tanpa pernah memperhatikan "kualitas" tempat jualannya.

Bahkan ada yang beseloroh begini,"makin kumuh tempatnya akan makin lezat tuh rasanya". Tentu itu hanya guyon, meskipun pada beberapa kasus terbukti benar adanya.

Meskipun naik mobil mewah, tapi tidak segan-segannya dia parkir di tempat yang lumayankumuh dan mengendap-endap menuju lokasi warung yang dituju.

Kursinya papan keras yang sudah licin karena sering didudukin dan rela berdiri dulu sampai ada yang selesai makan dan kursinya bisa didudukin.

Hari ini, dalam rangka syukuran salah satu tugas yang terselesaikan denganbaik, maka kami hunting makanan yang berkualitas, tapi kualitas tempat jangan dinomor duakan, soalnya kita kan belum jadi direktur.

Akhirnya secara aklamasi kita tentukan tempatnya di Saung Apung yang beralamatkan di Villa Nusa Indah II Blog G-1. Ini tempat yang dipakai saat acara syukuran yang lain.



Info yang masuk makanan berkualitas dan tempat juga berkualitas. Jadi arahnya dari Cawang menuju tol Cikampek dan turun di Jati Asih. Habis itu beberapa saat kemudian akan sampai di lokasi tujuan.

Ternyata ada yang belum terinformasikan, yaitu keluar dari tol jalannya lumayan macet dan jueleknya minta ampun.

Jadi harus lengkap nih, makanan berkualitas, tempat berkualitas juga dan jalan menuju ke tempat itu harus yang standard.

Ketika sampai di lokasi dan mulai pesan makanan dan minuman, sang pelayan rsto ini membuat pernyataan yang mengagetkan,"Pak kalau minumannya terlambat jangan terlalu dikomplain ya?"

"Gak kok mas, kita tidak terlalu komplain, kita hanya akan komplain saja kok tanpa kata terlalu", langsng saja kusaut umpan pendek ini.

Ngobril ngalor ngidul sebentar, eh ternyata minuman sudah langsng terhidang. Lha secepat ini pelayanannya kok sampai takut terlambat ya?

Gak lama kemudian, menyusul makanan pesanan dalam waktu yang cukup singkat.

Perjalanan yang cukup jauh membuat rasa lapar tidak bisa ditunda lagi, acara motret menu makanan juga sudah terlupakan. Langsung tancap habis semua hidangan yang di depan meja.

Ternyata perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan ini terbayar lunas dengan kualitas masakan yang dihidangkan.

Luar biasa lezatnya. Minimal di atas standard deh. Soalnya faktor lapar juga bisa meningkatkan kualitas makanan.

Ikan asam manisnya sih tidak terlalu istimewa, tapi ikan bakarnya mantap banget. Baru ngambil sedikit tahu-tahu sisanya sudah disikat oleh teman disamping.

Terpaksa "long arm" difungsikan. Cari kepala ikan bakar di tempat yang agak jauh, tentu saja dibuat kesulitan ketika mengambil kepala ikan sehingga akhirnya yang terambil adalah kepala ikan termasuk badannya.

Minuman jeruknya juga mantap banget.



Kulihat kawan-kawan juga pada mandi keringat merasakan pedasnya sambal disini. Hmm.... apa perlu mandi lagi ya? Soalnya badan sudah basah bener nih.

Tidak ada AC di ruangan ini, karena memang saung ini dibuat dengan suasana alami. Ada kompleks perumahan yang asri, danau buatan dan tempat makan yang santai.



Pakai kursi bisa, model lesehan juga oke. Tidak lupa tempat cuci tangan juga airnya bersih,lancar dan sabunnya kental [tidak dicampur air].

Terakhir, tempat sholatnya perlu ekstra hati-hati kalau menggunakannya. Plafondnya sangat rendah, sehinga bahaya kepala terantuk sangat besar.

2 komentar:

Rusa Bawean™ mengatakan...

wah
cocok banget neh dengan seleraku
:)

eshape waskita mengatakan...

@Rusa Bawean

yuk kapan-kapan barengan kesana...