Minggu, April 19, 2009

Kolaborasi Lukisan Keluarga




Ketika asyik nonton TiVi, Lilo mendekatiku dan bercerita tentang berbagai hal, mulai dari penemuan sepatu, garam sampai penemuan Elevator.

Ceritanya begitu hangat dan asyik, tapi aku sendiri membagi perhatianku pada TiVi yang sedang asyik menayangkan film kesukaanku.

Melihat antusias LiLo dan melihat ketidak antusiasanku melayani obrolan LiLo, ibunya rupanya tidak tahan.

"Pak tiVinya matiin dulu, ajak LiLo mempraktekkan lembar kreatifitas di buku itu", kata istriku.

Aku jadi tersadar, rupanya hari ini tidak sama dengan hari-hari biasa.

Ada LiLo yang tiba-tiba banyak cerita tentang segala hal [caper 'kali ya] dan ada Litha, kakak LiLo, yang asyik mendengarkan cerita LiLo, meski sambil main komputer.

Si Mbarep, LuLu, yang sama dengan hari biasa, tidak terlihat batang hidungnya karena masuk sekolah.

Kumatikan TiVi dan kuajak LiLo untuk berkolaborasi membuat apa yang diperintahkan dalam buku penemuan garam.

LiLo tampak ragu-ragu, tapi LiTha langsung menyahut,"Ayuk pak, aku ikut...!"

Begitulah, kami bertiga mempersiapkan segala "uba rampe", apa saja yang diperlukan untuk mengikuti petunjuk di lembar kreatif itu.

Saat semua peralatan sudah siap, tiba-tiba terdengar suara salam di depan. Waqh, LuLuk sudah pulang, pasti seru nih.

Biasanya memang untuk kegiatan yang melibatkan seluruh anggota keluarga, LuLuk selalu pandai mengatur adik-adiknya.

Kegalakan Bapaknya dan kebijakan Ibunya menurun padanya, sehingga aku selalu percaya padanya bila meninggalkan urusan untuk dilaksanakan oleh adik-adiknya.

Percobaan yang dilakukan adalah melukis di sebuah kertas dengan mempergunakan cat air, kemudian saat masih basah ditebarin garam "secukupnya'. Ketika lukisan itu kering, maka akan muncul sebuah kertas dengan lukisan yang "mengejutkan"

Sayangnya tidak ada kuas, sehingga aku langsung mengoleskan cat dari "tube"nya, sedangkan LiLo mengoleskan cat denga mempergunakan "pipet/sedotan".

Namanya juga kolaborasi, maka sedotan [kuas] LiLo ikut berpartisipasi di segala area lukisan. Biarpun LiLo sudah dikasih tahu, tetap saja ekor sedotan LiLo membuat cat yang sudah dioleskan dengan rata menjadi campur baur tidak karu-karuan.




Ributlah suasana di kamar. Semua orang punya pendapat sendiri-sendiri, sehingga suasana benar-benar riuh rendah.

"Bapak kebanyakan garam", kata anakku

"LiLo kebanyakan memberi air, kertasnya jadi basah banget, cat airnya meleleh tuh..."

"Sudah, jangan ditambahi cat lagi, segera ratakan garamnya dan kertasnya dijemur di luar, cepat...ayu cepat..."




Seru banget deh acara pagi itu. Sampai-sampai ibunya ikut terkekeh-kekeh. Suasana baru berubah ketika ibunya melihat lantai yang kotor dan "tube" cat air yang bertebaran dimana-mana.

Suasana makin mencekam ketika ada salah satu "tube" yang tintanya "nyeprot" ke lantai. Waduh,.... aku segera ambil kertas dan menulis namaku di kertas dengan tinta yang nempel di lantai itu.

Eh...anak-anak malah ngikuti perbuatanku, jadinya kita semua melukis lagi. Bedanya sekarang melukis di kertas masing-masing.







Gakpapa deh, yang penting tidak ada ibu yang marah-marah. "Everything is under control!"

Pelajaran hari ini :

1. Kebersamaan adalah awal dari kebahagiaan
2. Saling memberi bukan saling meminta adalah bagian dari kebersamaan yang indah.



3 komentar:

RCO mengatakan...

Bahagianya.......

DeeDee mengatakan...

niru comenta diatas....
bahagianya.....

eshape waskita mengatakan...

@RCO, DeeDee

Alhamdulillah,
makasih doanya

semoga kita semua diberi kebahagiaan olehNya
amin