Jumat, Maret 06, 2009

Tanjung Lesung Villa Bora-bora [dari Kompasiana]

 

Akhir-akhir ini diskusi di rumah beberapa kali nyinggung tentang hadiah dari Kompasiana, "Nginap di Villa Bora-bora 2 Tanjung Lesung!".

Temenku bilang begini,"Wuah jalannya jelek banget mas, bisa 5-6 jam sampai kesana"

Berarti aku harus berangkat sebelum jam 7 dari rumah, sehingga sampai disana pas sebelum jam 14.00 [waktu check in].

Teman lain bilang begini,"Jangan lupa mampir di rumahku, biar bisa istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke ujung pulau jawa"

Duh senengnya punya teman yang baik hati seperti ini. Berarti aku sudah punya tempat pemberhentian sementara dan kayaknya bisa juga sebagai tempat nanya-nanya tentang Tanjung Lesung [maklum baru dengar nama tapi belum pernah nyampai kesana].

Nah, teman yang lain lagi bilang begini,"Mas, jangan lupa bawa supermie. Disana makanan serba mahal. Orang kita chinese saja, kulihat bawa supermie, masih dalam kemasan kardus lagi!"

Ha..ha..ha.. ini yang paling cocok buat keluargaku. Anakku paling suka makanan tanpa gizi ini. Enak dan langsung matang. Budaya instan kali [kayak mereka yang ingin segera sembuh dari penyakit dan main ke rumah Ponari]. Istriku yang biasanya mrengut lihat anak-anak pada demen makanan instan, untuk yang ini mungkin dia akan sedikit memberi dispensasi.

Tadinya sih, kupikir Villa ini hanya sekitar 2-3 jam perjalanan, gak nyangka ternyata jaraknya begitu jauh, sehingga perlu persiapan khusus untuk sampai kesana.

Maunya sih pas libur panjang, sehingga bisa tenang menikmati suasana Villa. Bila perlu nambah satu hari lagi, biar terasa aroma pikniknya.

Akhirnya search aja ke internet [biasa minta tolong mbah Gugel]. Wow... ternyata untuk nambah satu hari lagi mesti setor duit 310 USD [berapa tuh kalau dijadiin dalam rupiah?].


Wah langsung muntir nih. Duit sebanyak itu apa tidak lebih baik untuk beli harddisk baru atau hape baru aja ya? [mode hemat : ON]

Padahal kemarin ada yang bilang begini juga,"Mancing disana enak lho mas. Ikannya macem-macem dan banyak banget"

Jadi inget di Aceh dulu suka mancing di laut, bahkan pernah dapet gurita yang lari-lari muter-muter di atas kapal [sampai bingung megangnya].

Waktu lihat ada fasilitas "diving" di Tanjung Lesung, wah aku langsung terangsang pingin nyelam lagi.

Sayangnya perlu perencanaan yang lebih matang kalau pingin nambah hari dan ikut bermacam-macam kegiatan hiburan disana. BUT, jangan-jangan ada doorprize dari kompasiana lagi, isinya tambahan nginep satu hari lengkap dengan fasilitas hiburannya [he..he..he.. doa nih ye...]

Kalau dipikir, ini memang jawaban salah satu doaku.




Sebelum aku dapet hadiah dari Kompasiana, aku sering ngomong dengan teman-teman di kantor tentang nginap di hotel yang dekat ujung pulau Jawa sebelah "kulon". Nah ketika dari jauh kulihat kang Pepih narik kartu nama berwarna hijau [itu satu-satunya kartu nama yang berwarna, kartu nama lainnya putih aja], aku langsung "mak deg". Dapet nih aku doorprizenya.

Bener dapet tuh.

Begitulah kalau kita terlalu ingin akan sesuatu, maka Tuhan ternyata akan mengabulkan keinginan kita yang muncul dari dalam hati. Kalau keinginan itu hanya diucapin saja dan tidak merasuk dalam hati, maka Tuhan pasti tidak akan mengabulkannya.

Yuk berdoa yuk, semoga kopdar II Kompasiana, yang mungkin penuh dengan para pejabat tinggi negara tidak larut dalam suasana protokoler tetapi tetap dalam suasana kaum blogger. Nyantai dan serius. Mari kita mencari bahagia di hati kita masing-masing.

Atau anda punya doa yang lain?

 

3 komentar:

-Lu2K TrezNa- mengatakan...

Ceritanya berangkatnya kapan?

ebong mengatakan...

minta info penginapan di tanjung lesung yang murah meriah dong...thx

CiMarT mengatakan...

penginapan di tanjung lesung yang murah meriah belum ketemu mas

sebaiknya nggak nginep, langsung pulang saja malamnya

salam