Senin, April 27, 2009

Pemasaran vs Produksi

Beberapa tahun lalu, Indosat memasarkan jaringan CDMA di Surabaya.

Sang Jagoanpun akhirnya menarik banyak peminat dan bagian pemasaran mendapat berkah karena targetnya terlampaui.

Yang terjadi di lapangan rupanya tidak seperti yang diharapkan. Para pelanggan yang tadinyha sangat puas dengan kualitas layanan CDMA Indosat, lama-lama mulai mengeluh.

Kualitas jaringan terus menurun dan kadang bahkan tiba-tiba putus tanpa sebab.

Dari berbagai isue yang beredar, penyebab turunnya kualitas layanan adalah terlalu banyaknya pengguna jaringan pada saat yang bersamaan.

Hal ini terjadi karena bagian pelayanan jaringan belum siap menambah jaringan baru, sementara pelanggan terus bertambah dengan pertumbuhan yang sangat signifikan.

Inilah pencerminan dari kurang "link"-nya bagian pemasaran dengan bagian produksi.

Belajar dari pengalaman ini, maka Indosat Broom sudah mulai langka dicari. Penyebabnya jelas, jaringan brrom sudah penuh dengan pelanggan, seperti juga jaringan unlimited telkomsel yang 100 ribuan per bulan.

Pelanggan Indonesia memang masih cari yang termurah dari yang murah dan bagian pemasaran harus pandai mengatur iramanya agar bagian produksi bisa mengikuti pertumbuhan jaringan yang diinginkan.

Kuncinya adalah adanya "link" yang selalu terpelihara antara bagian pemasaran dan bagian produksi. Tidak ada yang perlu dijagokan, keduany apunya nadil yang sama besar untuk memberi kontribusi laba.

Bagian Pemasaran yang berlari terlalu kencang tentu akan membuat bagian produksi kelabakan dan ujung-unjungnya pelanggan akan kecewa, dengan kualitas jaringan, sebaliknya juga kalau bagian pemasaran tertinggal jauh akan sia-sialah jaringan yang sudah dibuat oleh bagian produksi.

So.....?
Selama bersinergi !

4 komentar:

rco mengatakan...

Kasusnya gak beda jauh dengan penjualan motor.

Contoh aja ni ya...
di kec. tempat saya tinggal ada sekitar 6 dealer motor. Beberapa teman saya ada yang bekerja di situ. Mereka ditarget bisa menjual motornya per hari 10 unit. Kalau dalam satu hari 1 dealer bisa mnegeluarkan 5 saja sudah 30 motor baru bertambah. Seminggu bisa sampai dua ratusan motor.
Ironisnya prasarana tetap segitu lebarnya.
Akibatnya, .... bisa dibayangin sendiri
Alangkah tidak idealnya bukan?

eshape waskita mengatakan...

@RCO

bener mas
begitulah yang sering terjadi
dan kadang-kadang tidak menjadi pelajaran untuk memperbaiki kebiajakan di kemudian hari

Choirul Asyhar mengatakan...

Kalau pemasaran berlari terlalu kencang... secara gak sadar sebenarnya dia cuma jualan kecap.
Kasihan dia ya....

Semoga jadi pelajaran untuk bisnis kita..

Salam,
Choirul
http://muslimart-dannis.blogspot.com

eshape mengatakan...

bener pak

saya pernah memasarkan sesuatu, tetapi ternyata bagian produksi tidak bisa memenuhi order yang saya dapat, akhirnya ya saya terpaksa mundur dulu sampai bagian produksi bisa menyiapkan apa yang akan saya pasarkan

makasih komentarnya