Tampilkan postingan dengan label kebersamaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebersamaan. Tampilkan semua postingan

Jumat, Mei 22, 2009

Kebersamaan Mengalahkan semua kekurangan

Ketika salah seorang simpatisan kegiatan CiMart akan menikahkan anaknya, maka sambil lalu istriku membahas tentang salah satu kegiatan CiMart yang suka nongkrong di Kursus Musik Jimmie Manopo, yaitu band CiMarT.

Bagai gayung bersambut, maka band CiMart dimohon untuk menjadi pengisi acara dalam upacara akad nikah itu.

Grup band yang baru terbentuk ini benar-benar kebanjiran order. Lagu-lagu masih belum apal, latihan juga masih belum bisa rutin, tetapi order dari mana-mana sudah berdatangan.

Inilah yang disebut kekuatan sebuah networking. Gaul Abiz, begitu kata kuncinya.

Semua hal bisa terjadi tanpa pernah terpikirkan, hanya karena networking yang kuat dan sehat di antara kita.

Pernahkan terpikir untuk mengisi acara band di carefour, ataupun menjelang NoBar Barca vs MU memperebutkan real final piala Kampiun 2009?

Ataukah pernah terbayang main band di acara keluarga, dimana yang hadir adalah artis-artis atau minimal penyanyi "beneran"?

Semua itu tak pernah terlintas dalam pikiran anggota band CiMart, tapi itulah yang terjadi sekarang ini.

Pagi-pagi, saat hari H, band Cimart masih dipusingkan dengan kondisi peralatan band yang masih belum optimal.



Lokasi yang sempit, peralatan yang kurang masih menjadi kendala di pagi itu. Namun menjelang siang kendala-kendala itu mulai teratasi satu demi satu.

Aku patut bersyukur mempunyai kabel gulung panjang yang mampu menjadi kabel power utama. Ini memang kabel gulung yang menjadi favorit dimanapun aku tinggal. Kabel yang lemas, panjang, mudah ditarik kemana-mana dan mudah digulung lagi.

Saat menjelang pelaksanaan akad nikah, kulihat wajah-wajah tegang di antara para anggota band CiMart. Meskipun mereka terlihat seolah-olah santai [banget], ngobrol ngalor ngidul dengan letupan-letupan canda di sana sini, tetapi wajah relax masih belum terlihat di penampakan mereka.

Setelah melalui proses yang cukup khidmat, maka akad nikahpun selesai dilaksanakan dan itulah saatnya Band CiMart manggung. Aku harus lari dulu ke toilet untuk ganti kostum dan muncul lagi dengan wajah yang kubuat serelax mungkin.

Aku memang cukup pusing melihat situasi dan kondisi yang kurang mendukung. Sempitnya ruangan panggung dan penonton yang menyebar ke semua tempat tentu menjadi PR tersendiri bagi pengisi acara.

He..he..he.. selama bertahun-tahun berkarir sebagai MC, belum pernah njumpain suasana yang seperti ini. Mic yang kupakai, juga tidak seperti yang sering kupakai saat aku jadi MC. Tahun 80an harga mic sudah 1 jutaan, sementara Mic jaman sekarang 1 juta sudah dapet beberapa mic [wireless lagi]. Kemampuan vocalku yang standard memang memerlukan kualitas Mic yang bagus agar suarakau bisa terdongkrak sedikit.

Akhirnya pakai jurus dasar saja, yaitu "diantara sekian banyak hadirin yang tidak memperhatikan kita, pasti ada satu dua orang yang memperhatikan kita"

Kumulai acara itu dengan perkenalan dari masing-masing anggota Band. Ini teori yang tidak disarankan tapi harus dilakukan, karena ada salah satu Gitar yang masih belum bsia dimainkan, sehingga untuk mengisi kekosongan harus ada yang berbicara.

Sebaiknya memang perkenalan singkat saja dan langsung mainkan lagu unggulan dan kemudian cari waktu untuk memperkenalakan anggota band, tapi melihat sikon yang ada, maka perkenalan secara detil terpaksa dilakukan. Yang pertama kukenalkan adalah mas Riky, fotografer CiMart [he..he..he.. biar penonton kecele deh, kata pak Rawi, ini ilmu "keluar dari pakem"]

Hasilnya lumayan bermanfaat. Kulihat wajah-wajah kawan-kawan sudah mulai cerah dan aroma stress sudah mulai "hilang-hilang datang" [kadang kelihatan dan kadang tidak kelihatan].

Begitu semua alat sudah berfungsi dengan baik, maka musikpun digeber dengan lagu "Angin Laut" milik legenda musik pop Indonesia, Koes Plus.

Begitu lagu dimainkan, maka wajah stres para pemain makin berkurang berganti dengan wajah yang serius tapi mulai santai.

Sempat salah hafalan di lagu pertama [tetep masih demam panggung rupanya], akhirnya semua mengalir lancar.



Ketika aku membawakan lagu D'lloyd "Sepanjang Lorong Yang Gelap", maka penonton sudah mulai panas. Kulihat seorang cewek sudah begitu panasnya sehingga dia menunjuk-nunjuk aku dengan jempol teracung dari tangannya. Badannya yang padatpun mulai berjoget mengikuti irama lagu ini.

Kucoba mengisi lagu ini dengan tari poco-poco, tapi panggung yang sempit kurang memadai untuk tari poco-poco ini.

Meski begitu, sang cewek tetap saja ikut menari di kejauhan sana, di kerumunan kawan-kawannya yang terlihat menikmati tarian sang cewek itu.




Saking nikmatnya, sang cewekpun minta lagu "Cotton Fields" agar suasana makin panas. Woow...!

Lagu itu membuat penonton makin panas. Merekapun mulai berjoget mengikuti irama lagu itu.

Aku jadi inget keinginanku tadi malam untuk mengajak penonton berjoget poco-poco saat lagu band CiMart dinyanyikan. Tenryata Tuhan menjawabnya dengan cara lain, tetapi dengan hasil yang lebih menakjubkan.

Begitulah Tuhan mengatur hidup ini. Semua yang kita minta pasti dikabulkanNya. Syaratnya satu saja, mintanya harus dari HATI bukan dari mulut dan harus ada aroma IKHLAS disitu.

Acara terus berlangsung, permintaan lagupun semakin banyak, padahal sejak awal didirikan, Band ini sudah sepakat tidak akan menerima request lagu. Namun bagaimana bisa menolak, kita sudah ada di panggung dan penonton sudah histeris dengan penampilan musikus band ini.

Alhamdulillah, semua lagu yang diminta bisa dipenuhi, kecuali lagu "Just The Way You are", yang kebetulan tidak jadi diminta.

Suasana semakin asyik ketika beberapa kawan temanten lelaki ikut main musik, bahkan sang temanten juga ikut gatal untuk duduk di depan "double" keyboardnya.

Lagu-lagu Amerika latinpun muncul di panggung, karena memang sang penganten berasal dari daerah sana.

Jadi geli deh melihatnya, soalnya sejak band ini dipesan oleh sang empunya "gawe", maka sudah diwanti-wanti untuk tidak usah menyanyikan lagu barat, karena takut ketahuan tidak fasihnya. Maklum hadirin memang sebagian adalah warga negara asing.

Lagu-lagu selanjutnya yang mengalir justru adalah lagu-lagu barat semua. Bahkan ketika ada permintaan lagu dang dut, para pemain band malah angkat tangan.

Jadilah kembali ke penyanyi oldies lagi, Koes Plus, dengan lagu kegemaran pak Faisal, pemain keyboard band CiMart yaitu "JEMU".

Ketika sore makin menjelang, maka acara harus diakhiri, sehingga band ini langsung masuk ke lagu terakhir. Medley dari LiLin Kecil, Kidung dan To Love Somebody.




Seneng juga aku hari ini. Biar suara pas-pasan, ternyata bisa menghibur para hadirin [pasti gara-gara para musikus di belakangku yang luar biasa talentanya]. Akupun bisa berduet dengan istriku di panggung membawakan lagu kesayangan istriku "BIRU" [milik Vina P].




Terakhir aku duet dengan istriku rasanya sudah lamaaaa sekali. Kalau gak salah membawakan lagu PELANGInya Jamrud, saat acara Waskita di Malang [tahun berapa ya?]

Waktu acara ultah pak KK Menristek di Puspitek, aku juga diminta pak KK untuk tampil ke depan, berkali-kali malahan, tapi gak pedhe abis [dan ada 4G disitu, jadi lebih mantap nyobain WiMax dari pada bikin malu pak Menteri dengan suaraku yang semi fals ini].

Untung ada pak APRIL [ATG] yang bisa kutunjuk hidungnya untuk mewakili Kompasiana maju ke panggung. Bagi mas ATG juga untung deh, bisa menunjukkan kebolehannya menyanyi di depan pak Menteri yang gaul abiz itu.

Sayang hari ini pak ATG tidak muncul di band Cimart, padahal kita sudah abis-abisan berlatih lagunya mas ATG. Untung ada cewek kece yang request lagunya mas ATG, jadi para musikus band Cimart bisa menunjukkan hasil latihan mereka.

Sungguh ini adalah hari yang luar biasa bagi Band CiMart. Kebersamaan yang kita rintis berhari-hari menunjukkan kekuatannya di hari ini.

Kita saling berbagi kerja, berbagi beban dan berbagi kebahagiaan di akhirnya.

Terima kasih Ya Tuhan atas nikmat dan karuniamu di hari ini.
Alhamdulillah.


pengantin yang berbahagia


band cimart yang lebih berbahagia


'''''
'''
'

Minggu, April 19, 2009

Kolaborasi Lukisan Keluarga




Ketika asyik nonton TiVi, Lilo mendekatiku dan bercerita tentang berbagai hal, mulai dari penemuan sepatu, garam sampai penemuan Elevator.

Ceritanya begitu hangat dan asyik, tapi aku sendiri membagi perhatianku pada TiVi yang sedang asyik menayangkan film kesukaanku.

Melihat antusias LiLo dan melihat ketidak antusiasanku melayani obrolan LiLo, ibunya rupanya tidak tahan.

"Pak tiVinya matiin dulu, ajak LiLo mempraktekkan lembar kreatifitas di buku itu", kata istriku.

Aku jadi tersadar, rupanya hari ini tidak sama dengan hari-hari biasa.

Ada LiLo yang tiba-tiba banyak cerita tentang segala hal [caper 'kali ya] dan ada Litha, kakak LiLo, yang asyik mendengarkan cerita LiLo, meski sambil main komputer.

Si Mbarep, LuLu, yang sama dengan hari biasa, tidak terlihat batang hidungnya karena masuk sekolah.

Kumatikan TiVi dan kuajak LiLo untuk berkolaborasi membuat apa yang diperintahkan dalam buku penemuan garam.

LiLo tampak ragu-ragu, tapi LiTha langsung menyahut,"Ayuk pak, aku ikut...!"

Begitulah, kami bertiga mempersiapkan segala "uba rampe", apa saja yang diperlukan untuk mengikuti petunjuk di lembar kreatif itu.

Saat semua peralatan sudah siap, tiba-tiba terdengar suara salam di depan. Waqh, LuLuk sudah pulang, pasti seru nih.

Biasanya memang untuk kegiatan yang melibatkan seluruh anggota keluarga, LuLuk selalu pandai mengatur adik-adiknya.

Kegalakan Bapaknya dan kebijakan Ibunya menurun padanya, sehingga aku selalu percaya padanya bila meninggalkan urusan untuk dilaksanakan oleh adik-adiknya.

Percobaan yang dilakukan adalah melukis di sebuah kertas dengan mempergunakan cat air, kemudian saat masih basah ditebarin garam "secukupnya'. Ketika lukisan itu kering, maka akan muncul sebuah kertas dengan lukisan yang "mengejutkan"

Sayangnya tidak ada kuas, sehingga aku langsung mengoleskan cat dari "tube"nya, sedangkan LiLo mengoleskan cat denga mempergunakan "pipet/sedotan".

Namanya juga kolaborasi, maka sedotan [kuas] LiLo ikut berpartisipasi di segala area lukisan. Biarpun LiLo sudah dikasih tahu, tetap saja ekor sedotan LiLo membuat cat yang sudah dioleskan dengan rata menjadi campur baur tidak karu-karuan.




Ributlah suasana di kamar. Semua orang punya pendapat sendiri-sendiri, sehingga suasana benar-benar riuh rendah.

"Bapak kebanyakan garam", kata anakku

"LiLo kebanyakan memberi air, kertasnya jadi basah banget, cat airnya meleleh tuh..."

"Sudah, jangan ditambahi cat lagi, segera ratakan garamnya dan kertasnya dijemur di luar, cepat...ayu cepat..."




Seru banget deh acara pagi itu. Sampai-sampai ibunya ikut terkekeh-kekeh. Suasana baru berubah ketika ibunya melihat lantai yang kotor dan "tube" cat air yang bertebaran dimana-mana.

Suasana makin mencekam ketika ada salah satu "tube" yang tintanya "nyeprot" ke lantai. Waduh,.... aku segera ambil kertas dan menulis namaku di kertas dengan tinta yang nempel di lantai itu.

Eh...anak-anak malah ngikuti perbuatanku, jadinya kita semua melukis lagi. Bedanya sekarang melukis di kertas masing-masing.







Gakpapa deh, yang penting tidak ada ibu yang marah-marah. "Everything is under control!"

Pelajaran hari ini :

1. Kebersamaan adalah awal dari kebahagiaan
2. Saling memberi bukan saling meminta adalah bagian dari kebersamaan yang indah.



Minggu, Maret 29, 2009

Kebersamaan Warga Montana menjelang Pemilu


Pagi hari, berdua dengan LiLo aku keliling kompleks pakai sepeda tandem. Dua bel sepeda saling bersahut-sahutan dengan maksud mengajak teman-teman kompleks untuk keluar dan kerja bakti.

Ada dua acara yang harus kuhadiri di pagi hari ini, yang pertama acara kerja bakti dan sosialisasi pemilu 2009 di kompleks dan satunya bersih-bersih markas usaha bersama CiMart, yang merupakan bagian dari Komunitas Insan Mandiri atau Koperasi Mutiara Insan Mandiri.

Tadinya suasana tetap sepi, padahal acara seharusnya dimulai setengah jam lalu, akan tetapi begitu kerjaan mulai dikerjakan, maka berturut-turut para penghuni kompleks mulai bermunculan.

Pak RT mulai memberi contoh mbersihkan got


Dimulai dari bersih-bersih got, akhirnya sampai pada kerjaan bongkar "man hole". Banyak sekali sampah yang seharusnya tidak masuk saluran ini, tetapi begitulah yang terjadi. Aneka ragam sampah masuk ke saluran air dan akibatnya sudah jelas, bila hujan
tiba air tetap saja menggenang.


anak kecilpun ikut

sampah yang mestinya tidak masuk ke got


Penggerak kerja bakti yang tak kenal lelah

Suasana yang tadinya sepi, makin lama makin meriah. Para penghuni kompleks yang tadinya adem ayem di rumah masing-masing mulai mengeluarkan ilmunya masing-masing, bahkan seorang warga asing yang ikut acara kerja bakti itu tidak segan-segan untuk memegang barang yang mungkin sehari-hari tidak akan pernah dia pegang.

Tumpukan sampah yang menggunung tidak menyurutkan para pekerja amatiran ini. Salah seorang wargapun dinobatkan sebagai pahlawan kompleks karena begitu totalnya dia membersihkan got, sampai kepalanyapun ikut masuk ke dalam lobang yang gelap dan jelas beraroma "sangat wangi".


Pahlawan RT melihat proses akhir pembersihan "man hole"

Teknologi canggihpun dilakukan, yaitu dengan memasukkan handycam ke dalam lorong saluran, sehingga dapat diketahui barang apa saja yang membuat saluran di bawah jalan itu mampet.


hati-hati ke"cemplung" ya pak...!

Di kelompok lain, rupanya ada kegiatan tersendiri, yaitu menanam pohon buah [mangga] di beberapa titik jalan. Inilah semangat Go Green di kompleksku.


he..he..he.. dapet pohon gratis

Alhamdulillah, di depan rumahku juga ditanami satu buah pohon baru. Lumayan, tinggal siap-siap untuk merawatnya saja secara rutin.

Di kelompok lain lagi, ibu-ibu rupanya ikut komunitas NU alias komunitas penyedia Nasi Uduk untuk mereka yang giat bekerja bakti. Gurauan khas ibu-ibu jelas membuat suasana makin meriah. Tahu sendirilah kalau ibu-ibu sedang ngumpul.

penyedia nasi uduk montana

Begitu asyiknya bekerja bakti, sehingga seperti tidak mendengar ketika pak RT bilang bahwa sebaiknya sisa pekerjaan yang ada [menerobos lorong di bawah jalan] diserahkan saja pada ahlinya. Paling dengan biaya 200 ribu, got di bawah jalan itu akan bersih, karena sudah kita rintis dengan memindahkan segunung sampah dari dalam got itu ke pinggir jalan.

Saat itulah tiba-tiba pak RT mendapat berita dari relawan yang sedang ada di lokasi bencana alam Situ Gintung. Langsung saja berita itu disampaikan ke warga dan para wargapun langsung menyambutnya dengan menyumbang semampu masing-masing. Aku sendiri tidak bisa ikut acara itu, karena aku nantinya pasti hanya akan menjadi turis saja disana.

Kubaca di koran pagi ini, bahwa ”turis lokal” itu justru akan mempersulit proses evakuasi dari tim SAR ataupun tim yang lebih berpengalaman dalam proses itu. Aku juga lebih percaya pada relawan dari partai-partai yang ikut pemilu ini, karena kutahu bahwa mereka sudah cukup berpengalaman dalam menangani bantuan untuk korban bencana alam.

Ketika siang sudah makin menjelang, maka acara makan pagi yang kesianganpun dimulai. Nasi uduk lengkap dengan telor, ayam goreng, tempe goreng dan kawan-kawannya akhirnya mampir juga ke perut kita. Acara makan ini seperti biasa diiringi oleh musik khas RT kami, lagu dangdut RH Oma Irama dan lagu-lagu dari Tom Jones. Perpaduan yang khas banget.

Usai makan nasi uduk, mulailah pak RT melakukan sosialisasi pencontrengan kartu suara. Ger-geran kembali mewarnai acara sosialisasi ini. Pertanyaan silih berganti ditanyakan dan jawaban selalu membuat penonton makin paham dengan yang disampaikan oleh pak RT.

Masalah para penonton nanti akan memilih golput atau tidak, tetap akan menjadi rahasia penonton saja, meskipun pak RT menghimbau agar warga jangan golput.

asyik mendengarkan sosialisasi pemilu

ketua KPPS melakukan sosialisasi pemilu


orang asingpun ikut memperhatikan sosialisasi pemilu

”Kita tunjukkan rasa nasionalisme kita pada Nusa dan Bangsa”, kataku nyeletuk. Membuat para penonton tambah ger-geran. Apalagi ketika mereka mulai mengomentari salah saorang warga asing yang tidak punya hak memberi suara di pemilu ini.

””Bapak nyoblos yang lain saja ya pak”, kataku yang makin membuat penonton tertawa lepas.

Akhirnya acarapun diakhiri dengan suka cita di hati masing-masing. Kamipun pulang ke rumah masing-masing, karena sebentar lagi akan datang para petugas "FOGGING" untuk mengasapi rumah masing-masing warga.

Salut buat pak RT dan jajaran pengurusnya, tidak lupa buat teman-teman warga kompleks Montana yang begitu hangat mengisi acara pagi ini. Bersama memang terasa ringan.

Akupun siap-siap untuk menuju markas CiMarT. Ada acara bersih-bersih di sana.


narsis berjamaah

Minggu, Januari 18, 2009

Pemilihan RW/RT

Canda ceria mewarnai sepanjang acara pemilihan ketua RW dan ketua RT di Mekar Indah Cikarang Baru. Wajah-wajah baru juga bermunculan menjadi kandidat calon ketua RT/RW ini, bahkan akhirnya yang terpilih juga adalah beberapa wajah baru ataupun wajah lama dengan jabatan baru.

Acara yang berlangsung sekitar 2 [dua] jam ini, dimulai molor setengah jam dari undangan, namun berakhir dengan manis. Hal ini terlihat dari meriahnya suasana, pidato dari pengurus lama dan pengurus baru serta sambutan terhadap pidato yang disampaikan. Begitu semangatnya para hadirin sampai-sampai ada yang ngajak anak bayinya untuk menyaksikan peristiwa 3 tahun sekali ini.



Awalnya, perhitungan suara sempat tersendat karena perbedaan jumlah suara, antara penulis di papan dengan penulis di meja [yang pakai kalkulator] dan belum ditulisnya suara yang cacat [gugur].
Penyelesaian perbedaan suara ini akhirnya dapat diatasi dengan sangat "nyaman". karena ditaati oleh semua hadirin. Tidak ada yang merasa pendapatnya tidak diakui, semua menjadi satu keputusan yang disepakati.
Awal yan tersendat dan penyelesaian masalah yang "nyaman" ini akhirnya membuahkan suasana yang penuh dengan celetukan segar dari para hadirin.
Terpilih sebagai ketua RW baru adalah Pak Hendri Waluyo, seorang penggemar VW dan beberapa ketua RT terpilih ternyata juga adalah para aktifis sepedaan, jadi kloplah komposisi kepengurusan RT dan RW ini. Semoga pemimpin baru ini dapat memimpin warganya dengan hati.
Semoga kriminalitas di Cikarang juga bisa makin terkendali.
[Insya Allah, amin.]


[wajah pak RW baru]

Di penghujung acara, ada sambutan dari hadirin yang mengatas namakan masjid MI [tempat acara ini diselenggarakan] yang memuji pelaksanaan acara ini dan menjadi inspirasi bagi DKM Masjid MI untuk melakukan acara serupa [pemilihan DKM] di bulan Maret 2009 ini [CMIIW].
Suasana seperti ini memang sangat indah. Andai suasana ini terjadi juga pada saat Pemilu 2009, maka mendatangi acara pencoblosan Pemilu 2009 menjadi menarik dan membuat hadirin bisa sedikit melupakan rutiniatas sehar-hari.
Di perjalanan pulang, bersama beberapa kawan lama dan abru, aku sempat berkata "kalau nggak ada acara ini tentu nggak akan ketemuan ya pak"
Kamipun senyum bersama. Itu memang salah satu hikmah pertemuan ini.
Ternyata kebersamaan itu memang indah.


Hmmm ada nama Eko HP disini [pasti bukan aku yang dimaksud, soalnya banyak Eko di RT 06]

Kamis, Agustus 21, 2008

FUTSAL CITY com





Sore, tanggal 20 08 2008, aku presentasi tentang Sistem Manajemen Waskita dihadapan karyawan baru Waskita. Sejak kemarin aku sudah "woro-woro" bahwa sehabis presentasi kalau ada yang tertarik dipersilahkan gabung latihan FUTSAL di futsalcity.

Aku sih nggak tahu alamat lengkapnya, tapi jalan menuju ke arena itu aku sudah cukup apal. Begitulah sehabis maghrib langsung meluncur bersama beberapa kawan baru. Mereka ada yang dari UNPAD, UGM maupun UNDIP.

Karena aku harus nganter mereka balik ke kantor, maka aku pinjem aja sopir kantor runtuk mbawa mobil, jadi sepanjang perjalanan bisa istirahat (maunya).

Kenyataannya, sepanjang jalan asyik ngobrol jadi ya mirip degan mbawa sendiri aja jadinya.

Beberapa topik obrolan adalah sebagai berikut :

1. Ada pemain yang sudah umur 65 tahun tapi tetap bisa bertahan main 30 menit tanpa henti (meskipun kalau diberi umpan daerah dia gak bisa ngejar).
2. Pemain tertua kedua, direktur keuangan Waskita, dari awal main sampai akhir permainan terus keluar masuk lapangan untuk membuat gol-gol indah.
3. Lapangan futsal yang cukup keren dengan rumput sintetis (tiger turf), lokasi futsal yang cukup lengkap fasilitasnya.

Pelajaran yang didapat hari ini adalah :
1. Jangan meremehkan umur orang tua, karena dengan semangat 45 ternyata mereka mampu mengimbangi pemuda yang umurnya sepertiganya atau setengahnya (tetapi bagi orang tua jangan terlalu bersemangat, karena sebenarnya onderdilnya sudah lapuk).
2. Kebersamaan adalah salah satu kunci menciptakan suasana kerja yang kondusif. Saat olah raga, sudah tidak ada lagi jarak antara direktur dan OB.

Malem hari, sampai rumah aku langsung tumbang. Untung aku tadi tidak memfrosir tenaga, soalnya besok pagi sudah ditunggu untuk acara keliling proyek Waskita yang menjadi "landmark" Jakarta.

Segala puji bagi Allah yang masih memberi kekuatan dan kesehatan padaku. Semoga aku terus dibimbingNya.
Amin.