Tampilkan postingan dengan label montana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label montana. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 06, 2010

Pamitan

Setiap pindah rumah, istriku selalu mengadakan acara pamitan. Aku sendiri tidak pernah hadir dalam acara pamitan yang diadakan oleh istriku itu. Beberapa kendala antara lain karena aku sudah jauh di tempat lain, sok sibuk dan yang terakhir aku merasa tidak perlu pamitan karena aku tidak ingin berpisah dengan mereka.

Saat anak-anakku pindah ke Yogya, aku sudah siap untuk tinggal berdua saja dengan istri di Montana, tapi kepikiran juga dengan Lilo si kecil yang masih perlu bimbingan orang tua.

Meskipun ada eyangnya di Yogya, tapi rasanya kurang afdol kalau istri tidak mendampingi anak-anak di Yogya. Jadilah acara pamitan digelar oleh istriku pada Selasa, 3 Agustus 2010, bertepatan dengan hari ulang tahun Siti Nuraini, adikku yang tinggal di Brebes.

Yang diundang hanya warga Montana saja, karena untuk mengundang warga lain di luar Montana, kayaknya rumahku tidak akan sanggup menerimanya. Alasan klasikpun disampaikan, aku tidak ingin pisah dengan warga Cimart ataupun warga TDA, karena tidak ada yang bisa memisahkan para blogger dari dunianya.

Namun apa mau dikata, sore-sore menjelang Asar Bosnya NetCom datang ke rumah dan ngobrol ngalor ngidul. Ketika aku iseng buka ponsel, ternyata sudah ada berita pamitan ini di milis Cikarang Baru. Ya sudah, akhirnya teman-teman yang sempat online berdatangan juga di malam saat pamitan.

Istriku tentu sangat senang dengan kedatangan pak Ruwi, owner JM Kursus Musik terbaik, pak Faisal Mahbub, owner OPS Distro yang datang di awal acara dan di akhir acara.

Teman-teman lain yang menyempatkan datang juga ada beberapa yang masih kuingat, pak Acoe Siomay Bandung, Pak Iman, owner Mie KCB, pak Andi MMC2, Pak Ipung Bosnya OE  Cikarang, Pak Ari Sarsono ketua MMC4, Mas Gun owner Ayam Bakar Cimandiri dan pak Masud yang malam ini bertugas sebagai bagian jepret-jepret.

Tukang jepret aslinya datang terlambat dan tidak mengeluarkan senjatanya, siapa lagi kalau bukan mas Firman, admin milis dan blog citography. Yang datang cukup awal dengan badan yang sekelas dengan mas Firman adalah blogger internasional dari Cikarang, siapa lagi kalau bukan mas Amril TG. Penulis puisi yang tak pernah kehabisan ide.



Kedatangan tamu yang tidak seragam membuat tuan rumah dapat bersilaturahmi dengan semua tamu. Ada yang datang tepat setelah Isya, kemudian pulang dan menyusul kemudian datang rombongan pak RT dan warganya lewat pintu depan.

Yang lewat pintu samping adalah ibu-ibu arisan RT. Mereka langsung menggelar lapak gosip sambil cekikikan. Semoga gosip yang baik-baik yang mereka bahas, soalnya kelihatannya asyik dan sesekali terdengar gabungan suara tertawa mereka.

Sepulang warga RT, warga blogger mulai berdatangan. Setelah puas ngobrol dan mereka pulang, maka muncul lagi rombongan dari Cafe JM yang malam ini mengadakan konsolidasi di cafe JM.



Jadilah malam itu merupakan malam terpanjang dalam hidupku di Montana. Soalnya sepulang mereka dari rumah, aku melanjutkan diskusi dengan istri sampai menjelang dini hari. Kadang diskusinya pakai ngomong, kadang hanya saling pandang dan saling senyum saja.

Nyamuk yang luar biasa banyak dan tidak adanya obat nyamuk di rumah membuat diskusi malam itu makin seru. Kembali aku dan istriku membuat sejarah baru di rumah Montana ini.

Semoga acara ini bermanfaat bagi kita semua. Maaf kalau ada nama yang tidak kusebut, soalnya terlalu banyak nama yang muncul dan aku kehabisan kata-kata untuk merangkainya.


Yang kuingat hanya ucapan pak RT saat memberikan sambutan.

"Pak Eko ini begitu datang langsung berbaur dengan warga RT, langsung menjadi eMCe tetap dan terus aktif di kegiatan RT sampai sekarang. Semoga di tempat yang baru dapat aktif juga sebagai penggerak masa dan kita pasti tetap akan bisa berhubungan dengan pak Eko karena blognya selalu aktif dan bisa kita jenguk setiap saat"

Wah ucapannya bikin kepalaku jadi membesar gak karuan. Makasih pak RT atas sambutan warga Montana yang luar biasa ini.

Sampai ketemu di dunia maya, dunia yang tak kenal TAPAL BATAS.

+++

Makanan yang kita sediakan, selain mie sehati adalah makanan khas nonton bola.


Kamis, Februari 11, 2010

Tabrakan, kok bisa ...?

Pagi-pagi di Jababeka bagian Montana dan Gardenia selalu sepi dan sejuk udaranya. Apalagi kalau hari Sabtu dan Minggu, biasanya penuh dengan pejalan kaki. Anehnya hari ini kok jadi macet ya?

Ternyata pas di depan pintu masuk komplek Gardenia ada dua mobil yang berciuman. Lumayan seru ciumannya. Satu mobil minibus yang mengangkut anak sekolah warna biru penyok body kirinya karena dicium kijang tahun 90an.

Kijangnya sendiri somplak moncongnya, tidak tahu juga apakah radiatornya ikut remek, soalnya aku hanya melihat dari jauh saja.

Kejadiannya pas aku berangkat ke dokter dan sampai selesai acara berdokter ria, masih saja dua mobil itu nongkrong di depan Gardenia.



Aku kadang tidak habis pikir dengan kejadian ini. Lalu lintas sepi dan waktu masih menunjukkan pukul 6.30 tetapi kok sampai terjadi tabrakan yang separah itu.

Kayaknya mereka memang harus lebih banyak belajar ilmu safety driving. Kemampuan mengendarai kendaraan saja tidak cukup, perlu ada sikap mental yang benar untuk mengemudikan kendaraan.

Sehebat-hebatnya seorang pengemudi, tetapi mereka tidak akan pernah tahu apa yang sedang terlintas di pikiran pengendara kendaraan lainnya. Itu sebabnya kita harus belajar safety driving. Sehati-hatinya kita, kalau orang lain tidak hati-hati dalam berkendara, maka kecelakaan juga yang terjadi.

Berikut ini panduan berkendara dari Astra yang dimuat di salah satu blog.


1. Jangan pernah lengah. Berkendara memang harus rileks, tetapi harus selalu waspada. Monitor terus kendaraan dan objek-objek di  sekitar Anda. Tidak hanya yang jauh di depan, pantau juga yang di belakang, kiri dan kanan melalui kaca-kaca spion.

2. Patuhi marka jalan dan traffic light. Sesuaikan laju mobil Anda dengan informasi yang terpampang di tepi jalan. Dan hati-hati saat melintasi persimpangan. Bila lampu merah menyala, tak usah menerobos. Berhentilah di belakang garis putih.

3. Jangan terpancing pengendara ugal-ugalan. Jika bertemu dengan pengendara ugal-ugalan, lebih baik mengalah. Biarkan mereka lewat lebih dulu, karena yang paling mengerikan adalah kita tidak tahu bagaimana kondisi si pengendara. Jangan-jangan, dia sedang emosi, atau bahkan sedang mabuk.

4. Jangan emosi. Seandainya pun ada yang nyalip, atau seseorang tiba-tiba membunyikan klakson berkali-kali, tetaplah tenang. Ada berjuta-juta alasan yang bisa Anda cari untuk tidak marah dan mengintai keselamatan Anda sendiri.

5. Jangan percaya pada pengendara lain. Meskipun pada dasarnya semua pengendara ingin selamat, sebaiknya jangan percaya bahwa mereka juga akan menjamin keselamatan kita. Tetaplah bersikap hati-hati.

6. Gunakan safety belt. Tak usah khawatir kemeja atau celana menjadi kusut akibat tertekan safety belt. Yang harus kita pikirkan, perangkat yang mungkin mengurangi kerapihan pakaian kita ini akan membuat kita selamat dan tetap hidup saat terjadi kecelakaan. Bagi pengendara sepeda motor, gunakan helm dengan benar.

7. Gunakan lampu sign untuk komunikasi pada sesama pengendara. Pastikan cahayanya terang. Jika akan berbelok, sama sekali tidak sulit untuk menyalakan lampu sign agar pengendara lain tahu Anda akan berbelok.

8. Singkirkan benda-benda yang berpotensi mengganggu konsentrasi berkendara. Kewaspadaan juga harus kita bangun dengan menciptaan lingkungan yang membantu konsentrasi berkendara. Bahkan, bila ada telpon masuk handphone saat Anda tengah mengemudi, tidak perlu diangkat dulu karena bisa mengganggu konsentrasi.

9. Jangan minum minuman memabukkan. Karena kesadaran sangat penting, hindari minum-minuman memabukkan. Bahkan, jika minum obat yang menimbulkan kantuk, sebaiknya kita tidak berkendara.

10. Lebih baik menunggu kereta lewat. Ini biasa terjadi di persimpangan lintasan kereta. Banyak pengendara menduga-duga kereta masih jauh ketika sinyal tanda kereta akan lewat sudah berbunyi. Menunggu beberapa menit jauh lebih baik.

Semoga tidak terjadi lagi tabrakan di kompleks yang sunyi ini.
Amin.


+++
Etika berkendara yang gokil [bukan untuk ditiru]
Etika berkendara yang pernah saya tulis dan sebaiknya diturutin

Kamis, Mei 14, 2009

Sepedaan dari Montana

Tadinya acara sepedaan yang digagas pak Akur akan mengambil START di Kursus Musik JM [Jimmy Manopo], tapi karena aku juga pingin ngajak teman-teman kumpul-kumpul di rumah, maka akhirnya lokasi START dipindah ke rumahku.

Route sepedaan yang tadinya hanya on road, akhirnya juga dirubah menjadi [semi] off road, karena ada acara masuk kampung.

Acara sepedaan ini akan dipandu langsung oleh Om Gazzele, panggilan akrab pak Sulis [sang Maha Dewa Gitar band CiMarT].

Anakku rencananya mau ikut juga, tinggal bagaimana mbagi sepedanya. LiLo dijamin pakai sepedanya sendiri, sedangkan LitHa mungkin naik sepeda motor saja, karena sepedanya perlu beberapa perbaikan kalau mau dipakai. Udah gitu sepeda itu sering dipakai BiBi untuk beli sayur atau pergi kemana-mana, jadi dipastikan tidak dipakai saja.

Aku ada dua pilihan, pakai Anvil atau Tandem. Kalau Anvil dipinjam pak Saparjan, maka aku pasti pakai Tandem, mungkin sama LuLuk atau sama ibunya.

Kalau pak Saparjan mau naik motor [langsung menunggu di lokasi Finsih], maka mungkin aku pakai Anvil dan tandem dipakai ibunya.

Oke, apapun yang terjadi semuanya "fine-fine" saja. Aku siap dengan segala plan.

Beberapa hari lalu, malem-malem aku telepon pak Ato, sang pemilik Kupat Tahu Bandung. Kubilang padanya bahwa ada acara sepedaan dan mengambil lokasi FINISH di Warung Kupat Tahu Bandung.

Pak Ato langsung tanggap dan memberikan diskon bagi anggota Cimart yang mau mampir makan di warungnya. Luar biasa memang pak Ato ini.

Kayaknya memang semua anggota TDA Bekasi punya hobi ngasih diskon ya. Pak Rawi, pak Wisnu, semuanya suka berlomba-lomba ngasih diskon.

Jadi pingin segera hari Minggu nih, biar bisa membahagiakan anak-anakku dnegan bersepedaan bersama kawan-kawan CiMart.

Start dari Jl Puspita VII Blok T.26
Menuju Golf Jababeka
Masuk kampung
Keluar Tropikana
FINISH di Kupat Tahu Bandung

Semoga acara ini bermanfaat bagi semua
Amin.

Minggu, Maret 29, 2009

Kebersamaan Warga Montana menjelang Pemilu


Pagi hari, berdua dengan LiLo aku keliling kompleks pakai sepeda tandem. Dua bel sepeda saling bersahut-sahutan dengan maksud mengajak teman-teman kompleks untuk keluar dan kerja bakti.

Ada dua acara yang harus kuhadiri di pagi hari ini, yang pertama acara kerja bakti dan sosialisasi pemilu 2009 di kompleks dan satunya bersih-bersih markas usaha bersama CiMart, yang merupakan bagian dari Komunitas Insan Mandiri atau Koperasi Mutiara Insan Mandiri.

Tadinya suasana tetap sepi, padahal acara seharusnya dimulai setengah jam lalu, akan tetapi begitu kerjaan mulai dikerjakan, maka berturut-turut para penghuni kompleks mulai bermunculan.

Pak RT mulai memberi contoh mbersihkan got


Dimulai dari bersih-bersih got, akhirnya sampai pada kerjaan bongkar "man hole". Banyak sekali sampah yang seharusnya tidak masuk saluran ini, tetapi begitulah yang terjadi. Aneka ragam sampah masuk ke saluran air dan akibatnya sudah jelas, bila hujan
tiba air tetap saja menggenang.


anak kecilpun ikut

sampah yang mestinya tidak masuk ke got


Penggerak kerja bakti yang tak kenal lelah

Suasana yang tadinya sepi, makin lama makin meriah. Para penghuni kompleks yang tadinya adem ayem di rumah masing-masing mulai mengeluarkan ilmunya masing-masing, bahkan seorang warga asing yang ikut acara kerja bakti itu tidak segan-segan untuk memegang barang yang mungkin sehari-hari tidak akan pernah dia pegang.

Tumpukan sampah yang menggunung tidak menyurutkan para pekerja amatiran ini. Salah seorang wargapun dinobatkan sebagai pahlawan kompleks karena begitu totalnya dia membersihkan got, sampai kepalanyapun ikut masuk ke dalam lobang yang gelap dan jelas beraroma "sangat wangi".


Pahlawan RT melihat proses akhir pembersihan "man hole"

Teknologi canggihpun dilakukan, yaitu dengan memasukkan handycam ke dalam lorong saluran, sehingga dapat diketahui barang apa saja yang membuat saluran di bawah jalan itu mampet.


hati-hati ke"cemplung" ya pak...!

Di kelompok lain, rupanya ada kegiatan tersendiri, yaitu menanam pohon buah [mangga] di beberapa titik jalan. Inilah semangat Go Green di kompleksku.


he..he..he.. dapet pohon gratis

Alhamdulillah, di depan rumahku juga ditanami satu buah pohon baru. Lumayan, tinggal siap-siap untuk merawatnya saja secara rutin.

Di kelompok lain lagi, ibu-ibu rupanya ikut komunitas NU alias komunitas penyedia Nasi Uduk untuk mereka yang giat bekerja bakti. Gurauan khas ibu-ibu jelas membuat suasana makin meriah. Tahu sendirilah kalau ibu-ibu sedang ngumpul.

penyedia nasi uduk montana

Begitu asyiknya bekerja bakti, sehingga seperti tidak mendengar ketika pak RT bilang bahwa sebaiknya sisa pekerjaan yang ada [menerobos lorong di bawah jalan] diserahkan saja pada ahlinya. Paling dengan biaya 200 ribu, got di bawah jalan itu akan bersih, karena sudah kita rintis dengan memindahkan segunung sampah dari dalam got itu ke pinggir jalan.

Saat itulah tiba-tiba pak RT mendapat berita dari relawan yang sedang ada di lokasi bencana alam Situ Gintung. Langsung saja berita itu disampaikan ke warga dan para wargapun langsung menyambutnya dengan menyumbang semampu masing-masing. Aku sendiri tidak bisa ikut acara itu, karena aku nantinya pasti hanya akan menjadi turis saja disana.

Kubaca di koran pagi ini, bahwa ”turis lokal” itu justru akan mempersulit proses evakuasi dari tim SAR ataupun tim yang lebih berpengalaman dalam proses itu. Aku juga lebih percaya pada relawan dari partai-partai yang ikut pemilu ini, karena kutahu bahwa mereka sudah cukup berpengalaman dalam menangani bantuan untuk korban bencana alam.

Ketika siang sudah makin menjelang, maka acara makan pagi yang kesianganpun dimulai. Nasi uduk lengkap dengan telor, ayam goreng, tempe goreng dan kawan-kawannya akhirnya mampir juga ke perut kita. Acara makan ini seperti biasa diiringi oleh musik khas RT kami, lagu dangdut RH Oma Irama dan lagu-lagu dari Tom Jones. Perpaduan yang khas banget.

Usai makan nasi uduk, mulailah pak RT melakukan sosialisasi pencontrengan kartu suara. Ger-geran kembali mewarnai acara sosialisasi ini. Pertanyaan silih berganti ditanyakan dan jawaban selalu membuat penonton makin paham dengan yang disampaikan oleh pak RT.

Masalah para penonton nanti akan memilih golput atau tidak, tetap akan menjadi rahasia penonton saja, meskipun pak RT menghimbau agar warga jangan golput.

asyik mendengarkan sosialisasi pemilu

ketua KPPS melakukan sosialisasi pemilu


orang asingpun ikut memperhatikan sosialisasi pemilu

”Kita tunjukkan rasa nasionalisme kita pada Nusa dan Bangsa”, kataku nyeletuk. Membuat para penonton tambah ger-geran. Apalagi ketika mereka mulai mengomentari salah saorang warga asing yang tidak punya hak memberi suara di pemilu ini.

””Bapak nyoblos yang lain saja ya pak”, kataku yang makin membuat penonton tertawa lepas.

Akhirnya acarapun diakhiri dengan suka cita di hati masing-masing. Kamipun pulang ke rumah masing-masing, karena sebentar lagi akan datang para petugas "FOGGING" untuk mengasapi rumah masing-masing warga.

Salut buat pak RT dan jajaran pengurusnya, tidak lupa buat teman-teman warga kompleks Montana yang begitu hangat mengisi acara pagi ini. Bersama memang terasa ringan.

Akupun siap-siap untuk menuju markas CiMarT. Ada acara bersih-bersih di sana.


narsis berjamaah

Sabtu, Agustus 09, 2008

Pancaran Energi Positif (02)

Setelah membaca buku Quantum Ikhlas, lihat film The Secret, kemudian menghadiri presentasi “Setengah Isi Setengah Kosong”, maka aku jadi bernostalgia. Ternyata semu ajalan hidupku menjadi seperti ini adalah buah dari pancaran energi yang bersumber dari suara hatiku.

Kuingat ketika aku harus pindah rumah di Ajun Peukan Bada Aceh, karena tidak ada kesepakatan harga kontrak dengan pemilik rumah, maka tetangga depan rumahku dengan penuh antusias bersedia untuk menghubungi pemilik rumah agar harga sewa rumahnya diturunkan. Tentu maksudnya agar aku tetap berdekatan dengannya. Padahal selama tetanggaan dengan dia, lebih banyak materi yang kuterima dari dia dibanding materi yang kuberikan padanya.

Di Medan, aku sewa sebuah rumah, kemudian kawan-kawan yang mau tinggal di rumah itu membayar sewa kamar padaku. He..he..he… jadi inget ketika tiap hari harus masak mie instan, dengan segala macam metode.

Kalau dijumlah, sewa kamar yang kudapat dibanding yang kubayarkan, maka aku “tekor” banyak. Soalnya mereka membayar sesuai harga kamar kost sederhana, sementara aku membayar sewa rumah lengkap.

Saat itu, aku lkhlas menerima kondisi itu, disamping aku sanggup membayar kekurangannya, aku juga jadi punya temen ngobrol kalau nonton TiVi malem-malem. Yang tak terduga, yang punya rumah ternyata sering ngirimin aku makanan, mungkin menjaga agar aku tidak keriting karena kebanyakan makan mie instan.

Selama tinggal di rumah Jl Elang Medan itu, begitu banyak materi yang kudapat dari pemilik rumah maupun dari temannya orang yang mbayar sewa kamar padaku. Alhasil, total biaya yang kukeluarkan jadi optimal dan aku sanggup mengirim “ucapan terima kasih” pada orang tuaku di Yogya. Memang kata orang-orang, seberapapun “ucapan terima kasih” yang kita berikan pada orang tua kita, maka itu tetap tidak akan cukup untuk membalas kasih sayang mereka, yang bak matahari.

Di Surabaya, aku tinggal di kampung yang begitu damai (bagiku). Meskipun kemudian aku tahu, bahwa ada beberapa “kelompokisme” di kampung, namun ternyata aku tidak terpengaruh dengan kelompokisme itu.

Mereka memang pada membuat kelompok yang saling tidak setuju, namun semua kelompok itu mengakui aku sebagai salah satu anggotanya, dan sebenarnya mereka punya tujuan yang sama, yaitu bagaimana memakmurkan RT-nya (lingkungannya) agar memebri nilai tambah bagi penghuni kampung.

Mis komunikasi yang membuat mereka pecah menjadi beberapa kelompok.

Seiring dengan perjalanan waktu, maka kelompok-kelompok itu mulai makin mencair, dan meskipun tidak benar-benar mencair, tetapi keguyuban RT di Pondok Candra itu memberi ketenteraman hati pada para penghuninya.

Di Jakarta ini, setali tiga uang.  Model cluster yang membuat kita saling tidak tahu kegiatan antar tetangga, tidak menyurutkan semangat bertetangga. Mereka adalah tetangga yang baik dan menyenangkan. Peringatan 17an tahun 2008 ini akan menjadi saksi betapa kompaknya Custer Montana yang kutempati sampai saat ini.

Benang merah dari semua kejadian itu adalah energi positif yang selalu kupancarkan secara sengaja maupun tida sengaja. Memang energi itu otomatis akan memancarkan suara hati kita. Jadi tinggal kita “tune” suara hati kita dengan musik asmaul husna, maka lingkungan kita akan baik dengan sendirinya. Tidak perlu berdakwah, cukup perkuat “broadcast” suara hati dan alam semesta ini akan diatur oleh Yang Maha Kuasa untuk menerima pancaran suara hati kita.

Pecahkan belenggu yang mengotori suara hati kita, dan pelihara “GOD SPOT” aga terus memancarkan suara hati yang berlafaz asmaul husna, 99 nama Allah yang indah. Insya Allah, hidup menjadi lebih bermakna. Amin.