Tampilkan postingan dengan label kopdar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kopdar. Tampilkan semua postingan

Minggu, Maret 13, 2011

Kopdar Alumni UGM Divisi Kagama Virtual


Selesai dengan acara pembukaan Dapur Mie Ijo di Halim, aku langsung meluncur ke BCP (Bekasi Cyber Park) tempat diadakannya kopdar alumni UGM yang tergabung dalam KagamaVirtual.

Dari 12 orang yang menyatakan siap hadir, etrnyata yang hadir sampai 25 orang, belum termasuk suami dan anak-anak yang ikutan memeriahkan acara kopdar ini.



"Kopdar pertama kita hanya dihadiri oleh 4 orang, mas Gojis, Mas Ryan, Mas Indarto, Mas Sinyo dan saya sebagai orang ke lima-nya, tapi sekarang sudah tambah meja masih saja perlu nambah meja lagi. Untuk pertemuan yang akan datang, kalau masing-masing membawa 1 orang, maka akan berkumpul 50 orang minimal", begitu sambutan yang kuberikan pada wajah-wajah cerah yang menghiasi acara kopdar ini.



Satu demi satu saling memperkenalkan diri dan saling tertawa sendiri, karena sangat berbeda antara tulisan dan penampilan asli di kopdar.



"Untuk pertemuan yang akan datang, kita rencanakan ada muatannya, sehingga pulang dari kopdar ada sesuatu yang bisa didapat selain kangen-kangenan", pak Sekjend memberikan masukan untuk acara bulan depan.



Dari beberapa perkenalan yang disampaikan memang terlihat ada semangat wirausaha atau minimal semangat pemasaran dari masing-masing peserta kopdar. Ada yang menawarkan tabungan di Bank dan ada juga yang menawarkan tas kulit ular.



"Ini kulit memang dari ular, tetapi tiak sembarang ular yang kita buat menjadi tas. Ular-ular itu kita budi dayakan, sehingga tidak mengganggu eko sistem alam"



Tiga orang fotografer dari alumni Gadjah Mada terlihat mondar mandir selama acara. Dua orang memakai camera DSLR dan satu orang memakai pocket camera. Risikonya wajahnya jadi tidak banyak terlihat. Primadona acara ini, kata mas Sis adalah mbak Retno Palupi. Beberapa kali wajahnya kena tembakan mas Sis, baik memakai DSLR maupun memakai BB.



Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, tahu-tahu sudah menjelang maghrib. Acara selesai dengan berdoa bersama untuk kemanfaatan acara ini. Peserta yang beragama muslim langsung meninggalkan lokasi dan menuju ke masjid.



Ternyata meskipun acara sudah selesai, tetapi masih banyak yang "beredar" di BCP untuk sekedar jalan-jalan atau makan lagi, karena mungkin sudah terasa lapar lagi.

Sampai bertemu di Kopdar yang akan datang.

Minggu, Februari 20, 2011

Kopdar Bandung : bukan hura hura

"Jendral yang baik adalah prajurit yang baik"

"Wah kita ini jendral semua nih"

"Hahahaha... ya oke, mari sekali-kali kita juga bisa berperan sebagai prajurit yang baik"

Begitulah kalau memimpin permainan yang pesertanya semua jendral di bidangnya masing-masing. Permainan sederhana bisa menjadi rumit kalau pesertanya merasa kedudukannya paling tinggi. Diperlukan sedikit helaan nafas dan senyum yang selalu terpasang agar suasana tetap riuh terkendali.



"Aku hanya menawarkan permainan yang akan membuat kebersamaan kita menjadi makin bermakna. Berpulang kepada teman-teman, apakah mau bermain atau kita kembali ke ruangan dalam dan cerita ngalor ngidul saja"

"Oke. Siap! Mari kita bermain!"

Permainanpun dimulai dan gelak tawa makin meriah ketika para peserta permainan mulai masuk ke dalam permainan "team building" ini. Seperti permainan yang khas diadakan saat outbound, maka Emosi peserta diaduk-aduk agar proses penyelesaian permainan menimbulkan kesan yang mendalam bagi para peserta permainan.



Itulah salah satu acara dalam rangka kopdar para alumni UGM yang diadakan di rumah mantan Ketua Kagama Riau dan sekaligus juga mantan Kagama Pusat.

Kopdar yang biasanya diisi dengan kegiatan hura-hura, kangen-kangenan dan kegiatan lain yang lebih ditekankan pada acara non formil, kali ini dicoba disisipi dengan kegiatan yang lebih bermakna.



Sharing alumni dilakukan begitu para peserta kopdar sudah kekenyangan dan mulai mengantuk.

"Agar setelah selesai acara ini kita bisa membawa sesuatu yang bermakna, mari kita mulai dengan sharing tentang kampus kita"

"......"

"Apa yang bisa kita lakukan untuk almamater agar ada pemasukan rutin ke almamater?"

"......"

"Kalau kita pakai kartu BNI Kagama ini, maka akan ada 0.3% terhadap transaksi yang dilakukan oleh kita melalui kartu ini yang secara otomatis masuk ke rekening UGM"

"Wah kok kecil amat mas?"

"Yes! Memang kecil, tapi kalau kit amelihat jumlah alumni, maka kita akan bicara angka dalam digit milyard rupiah"

"........"



Pembicaraan tentang kartu kredit BNI Kagama ini akhirnya menyerempet pada plus minus memakai kartu kredit dan juga kelebihan dan kekurangan masing-masing kartu kredit yang dimilki oleh para peserta kopdar.

Beberapa trik dan tips tentang kartu kredit yang kusampaikan diamini oleh beberapa peserta, sehingga suasana makin cair dan semua peserta kopdar sepakat untuk memiliki kartu kredit BNI Kagama dan membuang kartu kredit lama mereka, atau menambah koleksi kartu kredit mereka.



Sharing selanjutnya adalah bagaimana setiap kopdar harus ditindaklanjuti dengan langkah yang nyata.

"Kopdar yang lalu mas Wawan telah menunjukkan betapa perlunya sinergi di antara peserta kopdar. Silahkan mas Wawan sampaikan"



"Ya mas Eko, beberapa proyek yang kujalani telah memakai jasa dari para peserta kopdar ini, tapi aku tidak mau pertemanan ini rusak gara-gara kita masih amatiran. Jadi aku tetap mengedepankan profesionalis di antara kita. Aku pakai jasa dari teman-teman kalau memang itu membuat kita sama-sama untung"

"Wah ini prinsip ISO 9001", kataku dalam hati.

"Di luar peserta kopdar inipun kalau dia masih alumni kita ya kita dahulukan"

"Lho KKN dong mas"

"Tidak seratrus persen benar, karena aku tetap profesional. Kalau dia tidak punya kompetensi yang kubutuhkan, maka ya tidak akan kupakai jasanya, meskipun dia kawan baik kita semua"

"......"

"Kawan hanya dalam arti pemberian kesempatan pertama untuk bernegosiasi, tapi tidak harus dipakai jasanya. Kita harus tetap profesional agar sama-sama untung"

Kalau sudah mulai cerita tentang dunia bisnis, maka pertanyaan yang muncul pasti akan berkisar pada komunitas TDA (tangan di atas), sebuah komunitas wirausaha Indonesia terbaik versi majalah SWA.

Kalau sudah bicara TDA, maka pasti juga akan sampai pada bahasan tentang kelompok mastermind, sebuah kelompok kecil yang ada di komunitas TDA.




"Tidak dianggap anggota TDA jika belum mempunyai kelompok mastermind!"

Di akhir acara sharing, maka tanpa dapat ditahan lagi muncul sebuah pertanyaan yang terpaksa kujawab dengan cukup panjang lebar.

"Konsep mie sehati itu gimana mas Eko?"

"Ini adalah bisnis kuliner yang berkonsep hijau, jadi mie yang dibuat sendiri pada hari itu, dijual pada hari itu dan tidak memakai pengawet maupun penyedap"

"Kalau gak laku dimakan sendiri donk"

"Kita punya cara untuk mengatasi hal itu. Kita giling mie per setengah kilo atau setara 9 mangkok, bila sudah habis kita giling lagi, demikian seterusnya, sehingga mie selalu siap saji dan tidak basi"

"Mienya warnanya Hijau?"

"Benar. Mienya berwarna hijau. Pewarnanya berasal dari juice sawi yang kita saring dan dipakai sebagai air adukan mie ini"

Segala pertanyaan tentang mie kusambut dengan jawaban antusias, sehingga semua puas dan koppdar ini terasa menjadi lain dari kopdar yang biasa kita lakukan. Tidak hanya sekedar hura-hura tapi ada nilai yang membuat kita ingin datang lagi di kopdar selanjutnya.

Waktu jua akhirnya yang membuat acara kopdar ini harus ditutup. Dalam kopdar ini beberapa peserta memintaku untuk menanda tangani buku yang kuterbitkan.

"Harus difoto dan ada tulisan namaku di buku itu"

Jadilah acaranya seperti penulis dan fans-nya.


Terima kasih kawan-kawan terbaikku, sampai jumpa di kopdar yang akan datang.




Kamis, Februari 03, 2011

Munas Kampung(an) di Citos

Acaraku bubar berantakan gara-gara munculnya mantan pacarku di Jakarta. Rupanya ada rapat mendadak yang membuat istriku harus ke Jakarta dan semua jadwal acarapun digeser atau bahkan dibatalkan (demi hukum).

Tiket Jakarta-Semarang pp batal sudah. Sayang juga, karena harus dijual lagi dalam waktu yang sangat mendesak dan pada saat penumpang sepi. Coba saat penumpang rame, bisa-bisa malah dapat harga bagus untuk dijual lagi.

Akupun akhirnya siap mengikuti dua acara yang tadinya kupastikan tidak akan bisa kuikuti. Kunjungan ke Angkringan Cekli yang sudah masuk agenda terpaksa ikut bergeser. Aku jadinya menghadiri acara Munas Kampung UGM di Tartine Resto dan Kopdar Alumni UGM di Excelsio Coffee.

"Siapa yang jadi bandar hari ini?", mas Nukman Luthfie begitu datang langsung nyerocos.

"Anung mas!", serempak terdengar suara koor dari mereka yang mendengar pertanyaan mas Numkan.

"Wah ini kejutan. Harus pilih makanan yang paling mahal!"

"Sirloin Wagyu mas yang paling mahal"

"Yes. Pilih yang itu!"



Aku hanya beradu pandang saja dengan istriku. Soalnya masih kekenyangan sehabis sarapan siang di Kafe Betawi. Namun ketika ditanya terus sama pramusaji, akupun akhirnya memilih Wagyu juga. Kayak apa sih kok sampai semahal itu (penasaran dot com).

Ternyata Wagyu yang datang porsinya cukup besar, sehingga masih cukup besar untuk berdua.



"Wah pak Eko sepiring berdua nich..."

Seperti biasa untuk komentar seperti in iaku hanya senyum saja. Tak perlu menjelaskan pada mereka bahwa kita sudah kekenyangan dan sepiring berdua adalah penyelesaian yang pas buat kita. Aku harus ingat-ingat bahwa di sebelah resto ini ada juga kopdar alumni yang pastinyha aku harus pesan lagi ke pramusaji.

"Ooo itu istrinya to. Makanya aku kok heran, pak Eko makan di piring orang lain"

"Ya jelas gitu to, pasti istrinya pak Eko, mana berani pak Eko makan di piring orang lain selain piring istrinya"



Gelak canda terus mewarnai acara munas ini. Seperti biasanya, maka tokoh sentral adalah mas Nukman, kang Hasan dan mas RDP. Tiga tokoh ini sudah lebih dari cukup untuk membuat diskusi jadi hangat dekat-dekat ke panas.

Ki Broto yang jago debat, hari ini terpaksa mengalah. Materi debat hanya dibaca oleh tiga orang tersebut, sehingga semua peserta munas berperan sebagai penggembira saja, meskipun mas Anung terlihat mencoba ikut nimbrung.



Di sela-sela diskusi, akupun berdiskusi di kelompok yang duduk berdekatan denganku. Ada beberapa kelompok yang saling diskusi di ruang ini. Ruang utama sudah diduduki oleh Mas Nukman, Kang Hasan dan Mas RDP. Di sebelah dalam ada lagi kelompok diskusi lainnya, sayang karena terlalu jauh aku tidak menyimak apa yang menajdi topik mereka.. Di sebelah luar ada aku dan kelompokku, topiknya seperti biasa mie sehati dan fotography.

Ada lagi dua meja yang diisi oleh anggota keluarga para peserta munas ini.



Di luar ruangan, terlihat peserta Kopdar Alumni UGM berdiskusi seru sambil menunggu peserta lainnya. Mas Indarto yang ternyata punya kegiatan yang mirip denganku (management system consulting) dan mas Sudarmaji yang ternyata adik kelasku di Teknik Sipil.

Selesai acara Munas, maka peserta bubar dan melanjutkan acara masing-masing. Mas Anung, Ruri, dan Mas THS kayaknya langsung meluncur ke Bogor untuk mencoba cita rasa teh dari mas Bambang lare Solo.



Aku ikut gabung dengan kopdar Alumni UGM  yang topiknya membahas masalah KLP V yang sampai saat ini masih belum terrealisir. Yang hadir dalam pertemuan ini benar-benar tunas muda UGM yang siap tempur di segala medan.

"Kalau KLP dianggap sulit terbentuk dalam waktu dekat ini, bagaimana kalau kita contoh konsep komunitas TDA (Tangan Di Atas) dengan membuat kelompok-kelompok mastermind saja?"

"Bagaimana konsepnya mas?"

"Kita buat satu kelompok kecil, beranggota 5-8 orang. Mereka tidak harus satu fakultas atau harus sudah punya usaha, tapi siapapun boleh bergabung di kelompok kecil itu, yang penting lokasi geografisnya berdekatan, sehingga kalau mau mengadakan pertemuan lebih enak koordinasinya"

"Boleh enggak kalau kelompok itu hanya beranggota orang yang ahli IT semua, atau ahli properti semua?"

"Boleh, jelas boleh, tapi tidak harus. Komunitas yang anggotanya terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu dan berbagai macam jenis usaha, maka akan terjadi pengkayaan dari masing-masing anggota"

"Wah bener itu mas. Nanti kita tiru juga model MLM, sehingga komunitas ini tidak hanya bisa cuap-cuap via milis tapi punya kegiatan offline yang nyata. Kuncinya ACTION mas!"

Kami tersenyum bersama, saling memberi energi positip (EPOS) dan berpisah dengan jabat erat yang seperti kawan lama, padahal ada yang baru ketemuan di hari kopdar ini.


Minggu, Juni 14, 2009

Kopdar Kompasiana di "Indonesian Cellular Show"

Akhirnya terlaksana juga pertemuan kopdar mini kompasiana hari ini. Satu demi satu peserta memasuki ruangan pertemuan dan acarapun dimulai oleh Kang Pepih, karena kalau nunggu yang belum datang, ditakutkan malah gak mulai-mulai.




Tidak seperti kopdar pertama yang kaku, maka kopdar mini siang/sore ini langsung masuk ke suasana yang cair. Beberapa muka baru yang muncul di kopdar mini ini, juga memberi warna tersendiri pertemuan para sahabat kompasiana ini.



Seperti biasa, pak Pray, Jendral beneran yang selalu ramah kepada siapapun, duduk di muka dan langsung ngocol dengan siapapun yang duduk di dekatnya.



Tak bisa dihindari, obrolan politikpun mewarnai pertemuan mini ini. Apakah ini berarti kompasiana mulai masuk ke ranah politik?

Jawabnya tentu tidak. Ranah politik sudah menjadi milik politikana dan kompasiana tetap berada pada jalannya sendiri. Kalaulah saat ini banyak blogger kompasiana yang menulis tentang politik, maka itu hanyalah trend sesaat karena memang saat ini kita tidak bisa lepas dari obrolan politik.

Yang penting, sepanjang PRO RAKYAT, maka semua urusan segera diselesaikan dengan cepat, karena lebih cepat akan lebih baik. Perintahnya satu saja, LANJUTKAN.

Blogger Kompasiana juga bertekad untuk mensukseskan Pesta Blogger o9. Ini terlihat dari kaos para hadirin yang sebagian memakai logo PBo8 [karena kaos PBo9 belum jadi ya?].

Suasana terus hangat dari saat dimulai sampai saat acara tanya jawab bebas. Forum yang sangat terbuka ini menghasilkan banyak masukan untuk kompasiana. Semua audience yang merasa punya ganjalan dengan manajemen kompasiana, satu demi satu mulai menyampaikan gagasannya.

Aku sendiri memilih diem, karena sebagian besar usulanku sudah dijawab sebelum sempat kutanyakan. Tampilan kompasiana yang lebih familiar segera akan di "launching" bila "timing"nya sudah tepat. Paling tidak bulan Agustus sudah bisa dinikmati para penggila kompasiana.




Di penghujung acara, satu persatu para peserta memperkenalkan diri. Mas Amril memperkenalkan dirinya sambil tidak lupa menyinggung tentang acara pelatihan blog di Cikarang, yang merupakan hasil kerja sama antara Kompasiana dengan UB CiMart [komunitas blogger Cikarang]

Sementara itu, saat perkenalan, aku mempersingkat pekenalanku dengan menyebut diriku sebagai sopirnya mas Amril, karena setiap acara kompasiana ataupun pesta blogger kita selalu berangkat barengan, Aku bagian nyopir dan mas Amril bagian microblogging [PLURK]

Sayang mas Arishu tidak bisa gabung hari ini. Kesibukan telah membuat mas Aris kerja lembur dan tak sempat menikmati gurauan pak Ragile yang seru banget dengan mbak Novrita.

Pak Pray dan Mbak Linda juga tampil di depan untuk lebih menyegarkan suasana yang memang dari awal sudah segar. Kalaulah disitu ada piano, mungkin mbak Linda tak tahan untuk tidak menyentuhnya.




Jam 17.30 acara perkenalan baru bisa diakhiri, padahal ijin ruangan hanya sampai jam 17.00. Dasar para nekater kompasiana ini memang bandel-bandel ya [bisa jadi karena ada pak Pray disini, sehingga pada nggak takut diusir security, soalnya pak Pray kan bertahun-tahun bertugas di bagian security, hehehe....].




Sebagai penutup acara, apalagi kalau bukan pembagian door prize Kompas Phone. Sebuah hape yang sudah diinstall dengan aplikasi khusus, sehingga bisa melakukan akses ke Kompas dengan membayar 2 ribu per minggu.

Setiap minggu akan ada artikel sejumlah 2 ribuan, sehingga harga ini boleh dibilang sangat murah meriah.




Berbahagialah bagi mereka yang mendapat hadiah ini. Om Jay dan aku harus puas pulang dengan tangan kosong. Hadiah di kopdar pertama yang diterima Om Jay dan aku masih lebih bagus dari hadiah prtemuan kali ini [hehehe... menghibur diri sendiri ya...!:-)]

Alhamdulillah, di pintu keluar dapet kaos kompas dua biji. Satu untukku dan satu untuk istriku. Kupilih yang sizenya "S" dan langsung dipakai LiLo, blogger termuda yang ikut acara di hari itu.

Pada mini kopdar ini, aku memang membawa pasukan cukup lengkap. Mulai dari pak ATG, Pak Ceppi dengan Andranya [blogger termuda juga, sekelas dengan anakku di Al Azhar, sama-sama kelas 3 SD dengan penampilan klas 1 SD], kemudian istriku dan terakhir LiLo, anakku.

Selamat buat teman-teman baru dan salam kompak buat semuanya. Sampai ketemu lagi di kopdar yang lain. Jangan lupa, kalau ada ringan kaki, silahkan dijenguk pelatihan blogger di Cikarang, tanggal 5 juli 2009 nanti. Jangan lupa juga ada PBo9 yang sebentar lagi akan mulai memanaskan mesinnya.

Salam


.
.






.....
...
.

Senin, Maret 02, 2009

Persiapan KOPDAR Kompasiana II

Baru saja "leyeh-leyeh" mengikuti beberapa acara kopdar, eh tiba-tiba pak Amril ngasih tahu kalau ada breaking news di Kompasiana.

Langsung ke TKP dan ndaftar ikut Kopdar Kompasiana II. Wow tempatnya di BPPT, lokasi yang nyaman banget tuh. Tempat yang luas, masjid yang bersih dan karpet merah yang sudah disiapkan untuk digelar oleh pak KK menristek "gaul" kita.

Pulang kantor, langsung ngidupin kompie dan buat draft undangan di FisBuK, sayangnya tanggal pastinya belum ada. Ya sudah anggap saja diadakan tanggal 15 Mei 2009, mulai jam 09.00 s.d jam 15.00 wib.

Kalau ternyata tanggal dan jam acara berubah, tinggal masuk lagi ke FB dan ganti data yang berubah.

Karena acaranya diadakan di BPPT, maka akan lebih baik kalau diadakan acara "launching" grup dari teman-teman pak KK [FoKK]

Ini adalah sebuah grup yang tidak dikelola langsung oleh pak KK tetapi diikuti oleh beberapa staf atau "mata-mata" pak KK, sehingga semua informasi tetap sampai ke pak "Gaul" KK.

Semoga kalau pak KK sudah luang waktunya bisa buat account di FB dan langsung memantau FoKK [friends of KK] tanpa melalui mata-matanya.

Semoga juga salah seorang Dirut BUMN [terlucu] dapat hadir untuk memeriahkan acara ini. Dia pasangan yang cocok untuk ngobrol ngalor ngidul dengan pak KK, apalagi kalau mas Basuki Jusuf [dirjen Postel] ikut hadir [meskipun saat hadir nanti mungkin sudah tidak jadi dirjen postel].

Klop deh tiga serangkai itu.

Acara yang diusulkan oleh peserta juga terlihat lebih beragam dan lebih terarah, tinggal acara yang mana yang dipilih oleh EO-nya. Semua acara bagus, sehingga tidak ada risiko salah pilih dari sang EO.

Mari kita tunggu kedatangan hari pertemuan itu. Silahkan untuk meramaikannya dengan mengikuti tautan di facebook, baik untuk menyatakan dukungan kehadiran acara ini atau untuk menjadi teman dari pak KK.

Siapkah anda mengikutinya?
[maksudnya, jangan sampai kartu nama ketinggalan, gak bawa alas kaki atau malah ketinggalan dompet]

Salam

Sabtu, Februari 28, 2009

OUN [Ohsas Users Network]

Pertemuan OUN kali berlangsung meriah. Undangan yang datang melebih undangan yang terdaftar  Meskipun sedikit kaku di awal, tapi setelah "break" acara langsung mengalir dengan nyaman. Tidak terasa, waktu akhirnya yang menghentikan acara ini. Ruangan yang nyaman dan materi presentasi yang memadai membuat betah peserta.

Pertemuan sesama pengguna Sistem Manajemen K3 [OHSAS] sore itu diisi oleh dua pembicara, yaitu dari SAI Global [management system certification] dan dari Penguin [produsen APD].

Menarik ketika salah seorang penanya memberi masukan pada presenter dari Penguin, bahwa di lapangan terbukti sxafety shoes yang rusak kebanyakan adalah pada kaki kanan.

Sayang pernyataan yang menarik ini tidak dilengkapi dengan data penyebab, sehingga perlu kajian lebih dalam untuk mengetahui penyebabnya.

Kebanyakan pelaku di lapangan, masih awam soal APD dan menjadikan APD sebagai kontrol utama dalam mengatasi bahaya yang ada di pekerjaan masing-masing.

Dalamkesempatan itu, Penguin memberikan paparan 5 langkah menuju selamat.

Bila salah satu dari lima pertanyaan di bawah ini dijawab dengan TIDAK, maka sebaiknya tidak usah bekerja dulu.

1. Apakah saya secara fisik sehat melakukan pekerjaan ini?
2. Apakah saya mengerti risiko dari pekerjaan yang akan dikerjakan ini?
3. Sudahkan saya melakukan tindakan untuk mengurangi bahaya yang mungkin terjadi?
4. Apakah saya memiliki APD yang sesuai untuk pekerjaan ini.
5. Apakah saya memiliki perlatan yang sesuai untuk pekerjaan ini.

Lima hal ini berkaitan erat dengan kontrol risiko yang juga disampaikan dalam sesi presentasi pertama. Kecelakaan kerja yang terjadi, biasanya tidak mengindahkan hal-hal di atas. Hal ini terjadi karena work permit masih diberlakukan sebagai penghalang pekerjaan bukan salah satu "tools" untuk memastikan pekerjaan akan diekrjakan secara aman dan benar.

Hierarki kontrol terhadap risiko, seperti biasa mempunyai urutan sebagai berikut :
1. Eliminasi
2. Substitusi
3. Administrasi
4. APD

Sayangnya, masih banyak yang menempatkannya secara terbalik, sehingga kalau sudah memakai APD merasa sudah aman, padahal belum melakukan tindakan apa-apa untuk mengurangi bahaya yang mungkin terjadi.

Sesi tanya jawab berlangsung santai dan penuh canda. Presenter yang sangat menguasai materi memang terlihat dominan dalam acara itu, sehingga semua pertanyaan dapat dijawab dengan memuaskan. Aku jadi inget ketika jadi moderator presentasi K3 di KTBG dulu. Sebenarnya pemerhati masalah K3 ini sangat antusias dengan sistem manajemen K3 [OHSAS 18001], tetapi kendala sering muncul di lapangan. Banyak sekali budaya K3 yang masih belum jadi Budaya Indonesia.

Kita tunggu pertemuan yang akan datang dengan pokok bahasan sesuai dengan keinginan audience.

Memang pada acara ini semua hadirin diberi kertas dan alat tulis, sehingga dapat mengusulkan materi pertemuan yang menarik dan sesuai dengan keinginan peserta di pertemuan yang akan datang.

Sukses OUN.
 
 sesi tanya jawab
  
 presenter sesi pertama
  
 sesi tanya jawab
 

Sabtu, Februari 21, 2009

Dan Orang-orang Gendeng itupun berkumpulah….

Apa kata mas Pepih ketika menyambut kedatangan para tamunya?

”Kita santai saja ya, acara ini dari kita ke kita aja kok”

Kenyataannya?

Suasana terasa beku dan tidak juga mencair. Ajakan makan siangpun tidak langsung ditanggapi oleh para peserta Kopdar, padahal diyakini semua peserta Kopdar dalam kondisi lapar berat.

Musik pembuka yang ditampilkan juga terasa kurang menggigit, padahal kualitasnya oke punya. Kurang ”pe-dhe”nya sang penyanyi yang membuat penonton ragu untuk bertepuk tangan.

Ajakan tepuk tanganku juga kurang berhasil menarik minta peserta lain untuk bertepuk tangan. Beda banget kalau pas aku yang jadi host acara [mode narsis : ON]

”Ice break” sebenarnya mutlak perlu dilakukan, dan siang ini, ”Ice break” itu tidak dilakukan dengan baik oleh pemandu acara.

Sambutan-sambutan dari para pejabat, lumayan dapat mendongkrak peningkatan kecairan penonton, tapi masih belum homogen. Baru mencair di beberapa kelompok saja.

Ini memang penyakit sebuah pertemuan dengan model ”semi” reuni. Para penonton sibuk berbincang dengan kawan barunya atau kawan lamanya dan yang di panggung sudah tidak lagi menjadi tujuan utama.

Bintang penolong akhirnya datang ketika Sang Mantan Petinggi TNI [Chappy Hakim] unjuk gigi. Beberapa nomor lagu melengkapi cerita kocaknya. Makin meriah ketika suara Louis Armstrong juga ikut meramaikan suasana.

Bapak satu ini memang luar biasa kreatifitasnya.

Mulai saat ini para peserta sudah dibaptis sebagai kumpulan orang ”gendeng” dan ”baiat” itupun berlangsung dalam suasana yang benar-benar sudah cair.

Ketika presenter sesi pertama mulai serius, dan kemudian sang presenter bertanya,”Para blogger ini dibayar enggak?”

Maka reflekskupun mulai bekerja. Jawaban seharusnya adalah ”Tidak dibayar!”, tapi karena ini kumpulan orang gendeng maka jawabanku adalah ”BELUM!”

Lumayan, suasana kembali cair dan makin cair ketika audience makin yakin bahwa mereka bebas berkata apa saja.

Pada saat membahas peran menteri bila mau mengisi komentar di blog para audience, sebenarnya aku ingin bilang bahwa komentar pak KK yang diblogku sudah tak print dan tak bingkai, tapi kulihat suasana sudah cair, jadi cukuplah komentar itu kutulis di sini saja.

Tegang itu dihindari, tapi terlalu cair juga akan menghilangkan fokus yang sudah terbentuk.

Di sesi pertama ini bintangnya memang Sang Mantan Petinggi TNI dan Sang Petinggi [pak KK]. Sang mantan begitu lancar mengalirkan kesegaran ke audience dan pak KK begitu pas menempatkan diri sebagai blogger bukan sebagai menteri.

Saat “break” kusempatkan untuk ngobrol tentang FoKK [Friend of KK] yang sudah diikuti oleh banyak orang. Pak KK hanya memastikan bahwa dia masih belum mau ikut FisbuK [he..he..he... sampai kapan ya beliau tahan tidak ndaftar FB, aku kok nggak yakin imannya sekuat itu--> mode ngacir : ON]

Setelah itu, maka pak KK jadi milik publik. Mereka yang sebenarnya sangat terpelajar dan mungkin biasanya pada JAIM, saat itu sudah kehilangan keJAIMannya. Merekapun berebut berfoto dengan pak KK [termasuk aku, he..he..he... meski masih sok jaim sedikit]

Puncak acara memang di sesi terakhir. Panji dan Sang Kambing Jantan mengocok perut peserta dengan humor mereka. Bukan sekedar lawakan [slapstick?], tapi adalah humor yang mengalir begitu saja.

Jadi inget sama mas Arwah Setiawan dan Mas Wendo [Arswendo] yang sama-sama sepakat bahwa humor itu serius.

Acara di Bentara Budaya ini juga mengingatkan aku dengan mas Wendo, karena tahun 80an aku pernah ditawarin untuk mengelola Bentara Budaya yang di Yogyakarta. He..he..he.. kalau aku waktu itu jadi mengelola Bentara Budaya yang di Yogya, mungkin aku malah nggak bisa ikut acara kopdar ini, karena aku pasti malah jauh dari dunia blogger.

[he..he..he.. jadi cerita nostalgia denga bumbu semi narsis sedikit]

Secara keseluruhan materi acara ini tidak istimewa. Yang membuat ajang kopdar ini terasa istimewa, adalah beberapa hal sebagai berikut :

1. Pertama kali bertemunya para blogger maya KOMPASIANA secara riil.
2. Peserta yang dibatasi, sehingga hampir semua peserta bisa saling mengenal secara pribadi.
3. Sebagian besar peserta berusia produktif dan mapan di bidang masing-masing, sehingga apa yang disampaikan seseorang memang pencerminan dari kekhususannya [kita sampai terlongong ketika mendengar cerita tentang bidang kedokteran yang begitu menakjubkan].
4. Hadirnya manajemen KOMPAS sebagai ujud komitment mereka terhadap KOMPASIANA
5. Terdaftarnya seorang menteri aktif yang mau menempatkan dirinya sebagai blogger
6. Adanya hadiah voucher menginap di Villa Bora-bora 2 Pool Kalicaa Villa Tanjung Lesung untukku [lho ... kok jadi lari kesini nih?...]

Dengan demikian acara ini akhirnya menjadi istimewa, dan seperti kata pak Cik Gu Wijaya, dua jempol buat mas Pepih !!!

Kita tunggu undangan dan vouchernya yang lain.



Saat menerima Voucher dari mas Pepih


Sangat menggiurkan


Latihan narsis


Sang Bintang Sesi 2


Sang wartawan

Rabu, Februari 18, 2009

Undangan Kopdar Kompasiana sudah datang

Akhirnya undangan kepastian kopdar kompasiana sudah datang. Ternyata acaranya siang, kira-kira makan siang dulu baru ngobrol [atau ngantuk].


Cuma kalau ada Raditya dijamin gak ngantuk deh.

Malemnya ada acara kopdar juga antar anggota milis Cikarang Baru. terus minggunya menghadiri acara temanten kawan.

Kasihan sabtu minggu ini anakku hanya akan melihat bayang-bayangku saja.
Maafkan ya nak...

Semoga keikhlasan kalian diberkahi oleh Allah swt.

Amin.

Selasa, Januari 27, 2009

Pesta Blogger 2009 versi Kompas[iana]

Pesta blogger 2008 telah berlalu, dan tahun 2009 ini ada pesta terbatas yang diadakan oleh Kompasiana. Jika tidak dibatasi, maka dijamin pesta Kompasiana ini akan lebih menggelegar dibanding pesta Blogger 2008.

Ada tiga nama yang terdaftar sebagai peserta dan sudah kukonfirmasikan, berdasar tulisan dari mas Pepih

  1. Pepih Nugraha,
    — 19 Januari 2009 jam 6:57 pm



    Daftar peserta Kopi Darat Pertama Kompasiana, Sabtu 21 Februari 2009 di Bentara Budaya Jakarta:



    del ....
    2. Aris Heru Utomo
    del ...
    6. Wijaya Kusumah [belum tak konfirmasi, ini pak Wijaya yang di http://wijayalabs.blogspot.com/2009/01/seni-menghidupkan-hati.html atau yang lain ya?]
    7. Amril Taufil Gobel
    del ....
    32. Eko Sutrisno Hp
    ....... dst

    (Ditambah para jurnalis/networks/guest)
    Catatan:
    Pendaftaran masih dibuka sampai Sabtu, 7 Februari 2009, agar kami memiliki waktu cukup untuk membuat name tag atau nomor peserta. Terima kasih.

Kalau melihat pembaca blog ini yang ribuan [ada satu artikel yang bisa dibaca oleh lebih dari 2.000 kali, maka sebegitu jugalah calon peserta pesta kompasiana ini jika tidak dibatasi [maksudnya pembaca yang dari LNpun akan ndaftar sebagai peserta kalau dapet tiket gratis dari Kompas, he...he...he....:-)]

Sayangnya ruangan kopdar ini cukup sempit, sehingga tentu akan banyak peserrta yang kecewa. Semoga nanti ada lomba penulisan artikel setelah acara selesai, sehingga yang tidak datang bsia merasakan sensasi acara tersebut.

Hadiahnya gak usah yang mahal-mahal, cukup [gambar] laptop Axioo saja + [gambar] hape IphonE Apple3G dan langganan kompas selama setahun.

Semoga sukses acaranya.
Amin.