Tampilkan postingan dengan label berbagi senyum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berbagi senyum. Tampilkan semua postingan

Kamis, Juli 01, 2010

Hari yang melelahkan, tapi membahagiakan

Malam Sabtu, saat Brazil bertanding melawan Portugal, aku harus meninggalkannya. Kupaksakan diriku meluncur malam-malam dari Bogor menuju Cikarang. Kutaksir perjalanan akan memakan waktu sekitar setengah jam sampai satu jam, sehingga masih bisa menikmati ujung pertandingan Brazil melawan Portugal, minimal bisa mendengar komentar dari para komentator (yang pelit waktunya) dan melihat tayang ulang gol-gol yang terjadi.

Awal perjalanan sangat lancar, mobil bisa kupacu di atas 140 km/jam, tetapi begitu masuk simpang Cikunir ternyata macetnya luar biasa. Perjalanan sederhana ini akhirnya menjadi rumit, karena kondisi badanku yang saat itu sedang drop setelah seminggu mengawal acara outbond dan pikiranku yang ingin cepat sampai ke rumah.

Akhirnya aku harus melupakan acara piala dunia dan langsung memeluk bantal guling begitu sampai ke rumah. Pagi-pagi aku harus segera meluncur ke airport untuk terbang ke Yogya dalam rangka ketemu dengan anak-anakku tercinta di Yogya, sehingga malam ini aku harus jaga kondisi dan melupakan piala dunia di dini hari yang dingin ini.

Di Yogya ada mbak Litha yang begitu baik menungguin rumah di Yogya dan ada mbak Lukluk yang sedang mengikuti kemah wajib sekolahnya. Ada acara mengambil raport juga di hari Sabtu pagi ini.

Seperti biasa, aku suka menunggu waktu boarding dengan nongkrong di Lounge. Beberapa kali mendapat masalah di Lounge itu, tetapi tetap saja tidak membuat aku kapok. Kali ini masalah itu kembali menimpaku. Tak ada panggilan keberangkatan pesawat ke Yogya, yang ada adalah panggilan ke kota lain, tetapi ternyata pesawat ke Yogya sudah boarding dan aku harus berlari-lari kecil diikuti pandangan dari petugas pesawat yang menyiratkan pandangan kejengkelan yang khas saat mereka melihat penumpang yang terlambat naik pesawat.

Sampai di Yogya, aku dijemput Totok, adikku yang ke tiga dan kemudian aku langsung menuju ke SMAN 1 Teladan untuk mengambil raport.

"Kok siang banget baru sampai pak?", kata ibu wali kelas dengan ramahnya padaku.

Sambil senyum kujelaskan kondisiku saat ini dan kamipun asyik ngobrol tentang prestasi LukLuk di sekolah. Beberapa kertas kutanda tangani dan ada satu lembar kertas yang harus diisi berupa usulan untuk kemajuan sekolah SMAN 1 Teladan Yogyakarta.

Karena saat itu baru saja selesai mengawal acara outbond, maka usulan yang kusampaikan tidak jauh dari acara outbond. Kutulis bahwa sebaiknya outbond di SMAN 1 tidak berupa anjuran "sunah muakad", tetapi bersifat wajib bagi yang secara fisik mampu mengikutinya.

Lukluk tentu saja tersenyum ketika siangnya kuceritakan usulan ini padanya.

Sehabis dari sekolah Lukluk, aku berduaan sama Litha jalan-jalan dan akhirnya mampir ke warung CERIA. Ada banyak jenis minuman segar di situ dan kami menikmatinya berduaan.

Dengan kecepatan penuh, kami minum Es Ceria dan kemudian meluncur menuju ke sekolah mbak Lukluk lagi, karena mbak Lukluk sudah selesai acara kemahnya dan saat ini sedang di sekolahnya menunggu jemputanku.

Ternyata barang-barang Lukluk masih di mobil lainnya yang saat ini masih "OTW" ke Yogya. Jadilah aku ngobrol berdua sama Lukluk. Kami ngobrol bermacam-macam hal, terutama tentang hasil diskusiku dengan Ibu Guru Wali Kelas Lukluk.



Suasana yang riuh rendah disekolah Lukluk membuat aku larut dalam nostalgia saat aku masih SMA dulu dan study tour ke Surabaya. Wow mengapa wajah-wajah ganteng dan cantik itu kembali bersliweran di hadapanku? Apakah mereka tidak capek lari-lari di dalam ingatanku?



Sampai di rumah, ternyata ada telpon dari travel yang akan mengantarku ke Jakarta. Langsung saja kami sibuk ngurusi persiapan ke Jakarta. Kesibukan ini makin lengkap, karena aku harus memperbaiki telepon dan kunci rumah yang hanya bisa dikunci dari dalam saja.

Akhirnya aku berhasil mengganti kunci pintu dengan yang baru dan sebentar kemudian aku bersama anak-anak sudah masuk dalam sebuah mobil bersama tiga orang veteran perang yang akan menghadiri acara kenegaraan di Jakarta.

Dengan santainya para veteran perang itu berkelakar dan ngobrol ngalor ngidul di depan kami. Pak Sopirpun ikut meramaikan obrolan itu dengan serunya.

"Pak siapa sih namanya, jangan sampai salah sebut atau hanya mengenal sebagai sopir tapi gak kenal namanya?"

"Wah saya masih muda pak, meskipun wajahnya tua tetapi umur masih muda. Baru kepala 4 pak"

"Wah baru empat puluhan ya? Kalau aku kelahiran tahun 36, jadi umur berapa ya? Kalau Ibuku sendiri umurnya sudah di atas seratus tahun"

Ups...bapak-bapak ini rupanya seumuran dengan ibuku. Hanya saja penampakan mereka jauh dari umur mereka. Suara mereka masih menggelegar dan wajah bersih mereka terlihat sangat ramah menyambutku. Salah satu dari mereka langsung mengulurkan tangan padaku. Akupun membagi kartu namaku pada mereka yang bagiku sangat istimewa.

"Kami ini semua manusia cacat mas. Yang di depan itu matanya tinggal satu", kata yang paling tua seolah-olah menganggap mata tinggal satu adalah hal yang sangat lumrah, seperti juga kaki yang lecet karena terjatuh.

"Saya ini lebih cacat lagi. Ada peluru yang masih mengeram di badan dan ada penyakit gula juga", lanjut veteran yang paling tua itu. Di cerita-cerita selanjutnya, aku baru tahu bahwa veteran perang tertua ini berasal dari Makasar dan beristri orang Yogya. Bahasa Jawanya sangat lancar cuma logat Makasarnya memang susah dihilangkan, sehingga terdengar lucu di telinga orang Yogya.

"Kami diundang oleh istana negara untuk menghadiri acara kepresidenan, jadi kami sepakat naik mobil ini bareng-bareng. Ini saat yang sangat ditunggu-tunggu, berkumpul dengan teman-teman sesama veteran", lanjut veteran dari Makasar itu.

Satu orang lagi kita jemput di rumahnya dan lengkaplah 4 (empat) orang veteran mengawani perjalanan ke Jakarta. Sepanjang jalan mereka terus berkelakar, kadang bercerita dengan nada serius dan kadang bercerita tentang asmara di usia lanjut. Kadang mereka lupa kalau ada anak ABG yang duduk bersama mereka.

Luar biasa memang kemampuan mereka bercerita. Tanpa henti mereka bergantian bicara tentang apa saja, mulai dari jam 16.00 sore dari Yogya, sampai jam 04.00 pagi di Jakarta.

Kututup hari yang melelahkan ini dengan mengambil beberapa hikmah.

  1. Tidak usah menyesal tidak nonton Brazil vs Portugal, karena mereka bermain aman kosong-kosong, jadi ternyata Tuhan sudah memberikan cerita terbaik untukku.
  2. Aku mempunyai anak-anak yang begitu cantik dan mempunyai karakter unik dan menyenangkan hati orang tuanya.
  3. Ada bapak-bapak yang jauh lebih tua dariku dengan penampilan lebih trendi dan memandang dunia ini sebagai sebagai tempat mampir hidup.
  4. Kebahagiaan memang hanya bisa kita pilih sendiri bukan dari pilihan orang lain.
Benar kata pak Purdi EC, Tuhan selalu berkata YA terhadap doa dari semua hambaNya.

Minggu, Juli 26, 2009

Mandiin Ayuko

Sore ini badan capek banget. Maklum tadi malem nungguin istri nggak dateng-dateng. Lewat tengah malam baru dia muncul, padahal dari Surabaya terbangnya jam 20.00, tapi sampai di Cikarang rupanya sudah lewat "midnight". Acara ngobrol menjelang tidur jadi nggak ada deh, istriku langsung "tewas", demikian juga aku, langsung lupa segala-galanya [untung chordnya masih ingat]


Sambil guyon, aku bertanya pada istriku, yang juga mengaku capek berat, soalnya acara ngobrol menjelang tidur diganti acara ngobrol sehabis subuh. Habis itu langsung meluncur ke acara hari Belanja CiMart dan kemudian dilanjut ke acara "launching" Logo JM yang baru di resto Samikuring.

"Kapan mau mandiin Ayuko?", begitu kataku.

"Ya udah mandikan saja", jawabnya

"Loh aku itu nanya, kok malah disuruh mandiin?"

"Kalau bapak mau mandiin, kubuatkan air hangatnya", kata istriku sambil tersenyum.

Yowis kalah set, akupun tesenyum sambil mengangguk.

Segera kuajak LiLo untuk latihan PBB [pasukan baris berbaris?], dan kutugaskan dia untuk memimpin acara pemandian Ayuko.

LiLo terlihat setengah hati mengikuti perintahku, karena dia sedang main Game Sims-3 yang baru, tapi dia tahu benar, bahwa aku gak suka main game, jadi kalau nggak mau baris-berbaris pasti masalah main game akan dipermasalahkan.

Hehehe...salah juga aku ya, memaksakan kehendak pada anak kecil ini.



Alhamdulillah, akhirnya yang terjadi adalah suasana yang akrab dan ceria. Kami saling bantu membersihkan bulu Ayuko yang sudah terlihat "jorok".

Aku bagian mbawa air panas, dan LiLo bagian pekerjaan yang ringan-ringan. Tugas ibunya adalah mengawasi proses pemandian Ayuko ini sambil ceprat cepret pakai Canonku.

Sungguh nikmat rasanya mempunyai keluarga yang mau saling berbagi, saling bantu dalam segala urusan. Meski LiLo kadang-kadang suka bandel, tapi kalau ditelusuri, dia bandel karena ada contoh dari lingkungannya dan bukan dari dia murni.

Patut kita catat bahwa lingkungan yang paling gampang dicontoh oleh seorang anak adalah ortunya sendiri. Ortu adalah sosok yang sangat pas untuk dicontoh, sehingga kita harus selalu berhati-hati bersikap di depan anak-anak. Kalau sikap kita salah, maka sikap itu sudah tercetak di rekaman orak si anak, dan agak sulit untuk emnghilangkannya.

So, hati-hatilah para ortu dalam bersikap di depan anak-anak.

...
.

Senin, Juni 08, 2009

Polling Capres dan Radio Delta

Pagi ini, Senin tanggal 8 Juni 2009 yang indah dan menyegarkan, Farhan kembali berceloteh tentang polling presiden yang diadakan oleh beberapa lembaga.



Yang dibahas mulai dari detik dot com, kompas maupun republika online. Yang terakhir adalah survei dari LSI. Hasilnya cukup mencenggangkan, karena berbeda-beda. Ada yang selesai satu putaran dan ada yang perlu putaran kedua. Ada yang memenangkan capres nomor X dan ada yang memenangkan capres nomor bukan X.

Mana yang benar?

Hanya Allah yang tahu [he..he..he..]

BTW kalau pingin berpartisipasi dalam acara 'just having fun" ini, maka silhakan klik polling di blog ini [di ujung kiri atas blog].

Kelihatannya banyak pembaca blogku yang belum tertarik untuk menngisi polling capres. Berbeda dengan saat polling pileg yang sudah kita lakukan bersama. Hasil pollimng PileG di blog ini, mirip dengan hitungan resmi pemerintah. Artinya pembaca blog ini mirip dengan komposisi rakyat Indonesia.

Selamat ngeklik polling presiden di blog ini. Masih ada 27 hari tersisa per hari ini, 8 Juni 2009, jadi masih bisa bersabar dulu, menunggu waktu yang tepat.

Terima kasih telah ikut berpartisipasi untuk kesenangan kita bersama, memeriahkan acara pilpres.

Salam

Senin, Mei 18, 2009

Sabar Yuk...!

Senin pagi adalah hari yang selalu sibuk, apalagi minggu-minggu ini waktu sholat subuh agak siangan, sehingga suasana pagi di Hari Senin di minggu-minggu ini selalu penuh dengan keriuhan.

Ada acara rebutan wudhu, rebutan kamar mandi, rebutan sarapan dan acara rebutan lain-lain yang biasanya tidak terjadi di hari lain.

Selesai dan sukses melaksanakan acara rebutan, maka sampailah pada acara berangkat ke kantor.

Alhamdulillah, hari ini, ada acara tambahan dari istri.

"NGajarin istri makai laptop dan LCD Projector!"

Kerjaan yang sangat gampang, tetapi menjadi penuh ketegangan, karena diburu waktu, sementara itu semua maunya instan.

Laptop yang akan dipakai adalah laptop yang biasa dipakai LuLuk dan ada dual [sistem] mode disitu dengan mode default adalah Linux Blankon 4.

Aku harus memberi pengertian tentang linux?

Pasti akan merepotkan istriku. lha wong windows saja masih kluthak kluthik kok mau pakai Linux, wessss pasti akan bermasalah deh.

Aku mencoba sesabar mungkin menghadapi istriku yang maunya instan, mungkin istriku jengkel dengan sikapku, tapi kalau aku menunjukkan semua caranya tanpa dia tahu dari mana asal caranya, maka pas ada kejadian [trouble] di laptop itu, tentu akan sulit mengatasinya.

Selesai acara dengan istri aku meluncur dengan niat yang sudah disiapkan untuk menjalani lalu lintas yang macet di hari Senin.

Sering kejadian, kalau aku pasang niat ini, maka justru perjalanan akan lancar, karena aku ikhlas menerima apapun yang terjadi.

Ternyata lalu lintas memang tidak seramai biasanya, kecelakaan lalin juga terjadi setelah aku melewati ruas jalan itu.

Sayangnya ada cobaan lain yang tidak pernah kualami, yaitu sopir angkot yang nyopir seenaknya sendiri. Sempat berantem dengan sopir bis [maksudnya adu mulut] dan sepanjang jalan antar gas dan rem selalu dipaksa untuk bekerja secara mendadak.

Badan kayak diguncang-guncang deh.

Alhamdulillah aku lulus menjalani semua cobaan sabar itu. Sampai di kantor tetap yang nomor satu.
Semoga Tuhan juga menganggap aku lulus.
Amin

Sesungguhnya sabar dan sholat adalah penolong kita, jadi marilah kita selalu senyum untuk meningkatkan kesabaran kita.
'''''
'''
'

Dunia Yang Penuh Senyum

Akhirnya hari sepedaanpun tibalah. Pagi-pagi Aku dan Anis sudah pada bangun, menyiapkan segala sesuatu untuk acara sepedaan Komunitas Insan Mandiri Cikarang yang lebih terkenal dengan sebutan Grup Cimart.

Ada kacang ijo yang kami blender dengan blender khusus, sehingga rasanya pasti berbeda dengan kacang ijo yang sering diminum oleh kawan-kawan yang sebentar lagi akan memenuhi rumah kami.

Satu lagi makanan yang kami siapkan adalah Carang Gesing, yang juga insya Allah dijamin enak, karena ditangani oleh istriku yang sedang getol-getolnya masak.

Jam 6.00 saat mestinya para "sepedawan" mulai berkumpul, ternyata belum ada yang nongol. Malah tetanggaku yang nongol duluan sambil ngajak anaknya yang masih pakai sepeda roda 4.

Kamipun ngobrol ngalor ngidul sambil menunggu teman-teman yang masih sibuk dengan kegiatan paginya masing-masing.

Ketelepon pak Ruwi, pak Saparjan dan pak ATG. Mereka pada siap untuk menuju ke rumahku, tapi akhirnya pak ATG nggak muncul juga, padahal ditunggu oleh Band Cimart sampai lohor untuk menyanyikan lagu My Way.

Kulihat di Fisbuk, pak ATG sempat lapor ke kelas dan kemudian istirahat karena malemnya begadang menjaga keamanan kampung [alias ronda].

Om Gazelle [Lead Gitar Band Cimart] yang akhirnya muncul beberapa saat kemudian. Sebagai biker sejati, maka semua perlengkapan standard menempel di badan dan sepeda pak Lis [alias Om Gazelle]

Kaca mata yang dipakai juga kulihat berbeda dengan kaca mata sepeda yang pernah kupunyai. Ada stopper untuk menahan keringat yang mengucur ke mata, sehingga keringat itu meresap di stopper itu atau dialirkan ke sisi kanan kiri mata pemakai.



Akhirnya satu demi satu peserta sepedaan Cimart muncul juga. Pak RTkupun ikut meramaikan suasana dengan suara emasnya.



Sebuah keyboard PSR 1500 sangat pas mengiringi semua biduan dadakan pada pagi itu.



Setelah puas menyantap jus kacang ijo, Carang gesing dan melepas stres dengan lagu-lagu nostalgia, maka berangkatlah rombongan kecil ini menuju ke lapangan golf.

Tentu saja acara narsis tidak dilupakan. Sayangnya, karena kebanyakan tukang foto, jadi acara foto-memfoto ini tidak jelas fokusnya. Yang penting ada dokumentasinya !



Perjalanan on road dimulai dari Rumahku di Jalan Puspita VII Blok T.26 Montana sampai ke Lapangan Golf Jababeka.

Begitu sampai di Golf Jababeka, LiLo langsung membagi voucher Kupat Tahu Bandung [KTB]. Ada diskon 40% dari pak Ato, anggota Grup Cimart yang menjadi pemilik KTB. Yang lucu adalah saat Lilo memberikan voucher diskon KTB ini ke Pak Ato, sang Pemilik KTB.



Rupanya LiLo tidak tahu kalau yang dia beri voucher adalah sang pemilik voucher. Untungnya pak Ato sangat bijaksana. Dengan senyumnya dia menerima voucher itu, sehingga LiLo tidak merasa salah memberi.



Sejak kemarin, LiLo memang sudah menunggu saat-saat bersepedaan ini, sehingga hari ini dia terlihat begitu bersemangat untuk melakukan apa saja untuk mendukung acara sepedaan ini.

Acara sepedaan Grup Cimart ini jadi terasa sangat spesial buat keluargaku, karena anakku yang nomor dua sedang siap-siap merayakan ultahnya nanti malam [tapi acaranya sengaja disamarkan, sehingga anakku nomor dua tidak tahu kalau ada kejutan menanti di malam harinya]. Sejak kemarin anakku ini memang ikut aku mencoba rute sepdaan hari ini.

Acara istirahat inipun diisi dengan perbincangan seputar SELI [sepeda lipat] yang dibawa oleh salah satu peserta. Sepeda dengan harga asli 1,6 juta ini sudah dipermak habis, sehingga menjadi sepeda yang lebih ganteng dengan biaya total menjadi 2,6 juta [jadi ada biaya peningkatan mutu sebesar 1 jutaan].



Tidak sampai lima menit istirahat, komandan regu sudah meminta pasukan untuk bergerak kembali menuju jalur off road.

Lilo yang selama ini selalu kecapekan kalau sepedaan menuju Lapangan Golf ini terlihat masih semangat untuk mengikuti rute off road yang menghadang di depan.

"Pak, biasanya aku sudah capek lho kalau sampai di Golf ini", begitu katanya sambil tersenyum-senyum. Dia memang senang sekali karena sepedanya sudah diperbaiki, sehingga lebih keren, terutama bel sepedanya.

Ternyata medan off road ini cukup menantang. Jalan sempit dan licin membuat aku harus ekstra hati-hati, malu dong kalau sampai kepleset. Kasihan juga anakku yang kugonceng. Bisa malu abiz dianya nanti kalau aku terjatuh.

Sepedaku sebenarnya memang jenis on road, jadi kurang cocok untuk medan off road, tapi sepeda off roadku memang sengaja kupinjamkan ke salah satu peserta sepedaan ini yang belum sempat beli sepeda baru.

Beberapa saat mengikuti medan off road, rupanya ketemu medan on road lagi. Jadi aku bisa bernafas lega. Terasa ringan kukayuh sepeda ini, maklum aku kan pakai sepeda tandem, jadi bisa "double gardan" deh.

Sekitar 80% perjalanan, rasa capek mulai menghinggapi LiLo, sehingga dia sudah mulai mengeluh.

"Capek pak!", begitu keluhnya.

Keluhan ini rupanya didengar oleh pak Wahono, yang langsung memacu sepedanya untuk mengingatkan kepala regu agar memperlambat kayuhannya karena ada peserta cilik yang kecapekan.

Kulihat mereka yang di depan akhirnya pada berhenti menunggu rombongan yang kececer di belakang.

Begitu kami sampai, maka rombongan langsung bergerak kembali dan medan "off road"-pun kembali berada di depan kami.

Ajaibnya, LiLo yang kecapekan tiba-tiba seperti mendapat tenaga baru. Jalan menanjak dia sikat habis, sedangkan peserta lain pada kesulitan mengatur irama genjotan, karena rapatnya jarak di antara kami. Kalau untukku sih jalan menanjak memang tidak masalah, karena ada dua pengayuh sepeda tandem ini.

Adrenalin LiLo makin  meningkat ketika sampai di medan turunan terjal.



Ketika semua peserta dihentikan oleh kepala regu, LiLo justru ingin segera melewati turunan itu. Dituntunnya sepedanya ke deretan paling depan, agar dapat meluncur secepatnya kalau sudah diperbolehkan meluincur.

Setelah semua sepeda motor pengguna jalan umum ini dilewatkan, maka tibalah saat para pengendara sepeda untuk mencoba jalan menurun yang cukup terjal ini.

"Janga gunakan rem depan, pakai rem belakang saja", begitu komando kepala Regu.

Begitulah, satu demi satu para peserta menuruni turunan terjal itu. Kulihat LiLo dipandu oleh kawanku [pak Akur], padahal sebenarnya LiLo maunya turun tanpa dipandu. Terima kasih pak Akur atas panduannya [begitu kata yang ada di hatiku].

Begitu semua pengendara sepeda sukses menuruni jalan terjal itu, maka acara narsis kembali ON. Mulailah mereka pada berpose di tengah alam yang penuh dengan udara segar ini. Senyum merebak kemana-mana, terutama ke arah juru foto "amatiran".




Selesai mode narsis, maka tak terasa akhirnya sampai juga rombongan ini di KTB. Kulihat para peserta tambahan pada bermunculan di pinggir jalan. Mereka adalah anggota CiMart yang naik sepeda motor dan ingin ikut ber"kongkow" ria di KTB.

"Pak nanti kita ke tempat turunan itu lagi ya. Aku mau menurun lagi di situ", kata LiLo dengan penuh semangat.

Kamipun ngobrol tentang perasaan hati Lilo ketika tadi dia merasa kecapekan dan kemudian jadi bersemangat lagi ketika melihat medan yang curam itu.

Lilo terlihat sangat antusias menceritalan suasana hatinya ketika menuruni turunan terjal itu. Gayanya naik sepedapun masih serasa di medan off road, padahal saat itu kita sudah di medan on road lagi.



Suasana di KTB akhirnya penuh dengan canda tawa. Silih berganti para anggota CiMart menyambangi kami. Merekapun akhirnya diracuni oleh beberapa aktifis B2W.



"Ini racun yang paling sehat di dunia, B2W bukan R4N1", begitu kira-kira penyebaran racun itu.

Selesai kita menyantap KTB, maka pak Ruwi, Deputy Director CiMart tampil ke depan dan menyampaikan sebuah pidato singkat.

"Bertepatan dengan ulang tahun ke 3 Kursus Musik Jimmie Manopo, maka khusus hari ini KTB gratis untuk peserta sepedaan CiMart"

Langsung kitapun bertepuk tangan dengan senyum yang mengembang [besaaaar sekali].

"Bagi mereka yang mendaftarkan putra putrinya di JM, maka 25 persen dari pendaftaran akan disalurkan ke kaum Duafa", lanjut pak Ruwi.

Tepuk tanganpun makin keras, sambil mengucapkan Amin, bersyukur pada Tuhan atas karuniaNya.

Selesailah acara makan KTB yang sangat lezat ini. Masakan KTB ini memang terasa lezat dan nikmat karena disamping masakannya memang lezat, masih ditambah rasa lapar sehabis mengayuh sepeda dari Montana ke KTB.



Ternyata acara masih belum selesai benar, karena sebagian peserta rupanya masih ingin main ke rumahku. Alhamdulillah, jus kacang ijo dan Carang Gesing buatan istriku laris manis. Habis tanpa sisa.

Terima kasih teman-teman yang telah mengharagai pekerjaan masak istriku.

Acara siang itupun dilanjutkan dengan permainan Keyboard pak Faisal Mahbub dan petikan gitar Pak Lis. Vocalis dadakanpun muncul, begitu juga lagu-lagu dadakan juga muncul. Pak Akur yang biasa nyanyi malah asyik nulis blog dikawani anak kesayangannya.




Ketemulah beberapa lagu yang terasa pas untuk dimainkan saat acara pernikahan salah satu kawan kita nanti. Hari Kamis 21 Mei 2009 nanti, memang band Cimart akan manggung di Tropikana dan hari ini, meskipun bukan jam latihan, ternyata malah dapat lagu-lagu yang lebih enak dibawain dibanding lagu-lagu yang sering dilatih di studio JM [Jimmie Manopo].

Ini sungguh hari yang penuh dengan suka cita. Senyum bertebaran dimana-mana dan kemana-mana.

Terima kasih Tuhan atas karuniaMu.

Semoga kami menjadi hambaMu yang pandai bersyukur.
Amin.

.....
...
.

Sabtu, Mei 16, 2009

Sepedaan Cimart [H-1]

Sehari sebelum acara sepedaan Cimart 17 Mei 2009, aku ajak Anisku menyusuri calon rute sepedaan itu.

Rupanya sampai di Padang Golf sudah lumayan keringeten [pasti Om Gazelle ketawa mbaca ini]. Jadi istirahat sebentar di pinggir jalan terus mencoba melihat arah off road besok pagi.



"istirahat dulu be", kata istriku


Ternyata jalannya lumayan becek juga. Bagi Litha tentu suatu tantangan yang menarik. Dia langsung pingin ikut naik sepeda besok tanggal 17 Mei 2009 bareng aku pakai tandem.




wah jalannya becek tuh, anak-anak kepleset gak ya? 
[kok takut amat sih dengan jalan becek, LitHa aja berani]


Padahal tadinya Litha diplot untuk naik motor saja bareng kakaknya, mbak LuLuk.

Oke nanti kita lihatlah bagaimana baiknya. Jangan sampai Anisku kecewa dengan acara besok.

Tiba-tiba, ketika aku "gowes" lagi sepedaku untuk menuju arah KuTahu [kupat tahu], tanpa sebab yang jelas sepeda istriku jatuh,"Gubrak...!!!"

Halah, aku terlanjur "gowes" kencang je. Aku bilang saja sama mbak Litha, "Ibu udah naik sepeda lagi belum tuh?"

"Masih jauh pak, kayaknya Ibu berhenti deh.."

Yowis, akupun berhenti dan mengambil gambarnya.


abis GUBRAK langsung ngebut..


Sambil senyum-senyum istriku melewatiku dan ketika kutanya kenapa jatuh, jawabnya enteng aja, "..ada cowok ganteng lewat.."

Halah...!

Kamipun kembali meluncur meninggalkan Padang Golf. Beli kue pukis dan kemudian meluncur ke tempat finish di KuTahu Ban alias Kupat Tahu Bandung pak Ato.

Ternyata yang namanya kupat tahu pak Ato ini, kalau dimakan di warungnya rasanya jauh beda dengan kalau dimakan setelah dingin.



masih pagi, jadi masih sepi


Aku jadi agak under estimate deh. Soalnya pernah makan kupat tahu ini saat di toko Cimart dulu dan rasanya kayaknya hanya sampai taraf lumayan saja.

Sebelum KuTahunya habis tak sempatkan motret dulu ah. Lihat saja penampilannya yang sangat menggoda. Wuih...lezat abis deh.


tampilan yang sangat menggoda


Padahal tadi malem sudah kenyang tahu juga di Sami Kuring, tapi tahu yang ini kan modelnya lain.

Setelah selesai acara makan-makan, kubayar lunas semua makanan dan akupun SMS pak Ato untuk nanyain kartu diskon untuk acara besok.

Ada banyak lembar diskon yang diberikan pak Ato. Tidak tanggung-tanggung diskon 40% untuk Cimart dan Warga Cluster Montana.

Tengkyu pak Ato dan sampai jumpa besok.


.....
...
.

Kamis, Mei 14, 2009

Yeni Istriku Anis Kecintaanku

Pagi ini tanpa sarapan aku langsung berangkat ke kantor. Tadi malem kelupaan nggak nyiapin makan dan pagi tadi kesiangan bangun,lengkaplah sudah acara tanpa sarapan pagi ini.

Istriku menyodorkan topi dan kutolak dengan isyarat. Mungkin istriku inget kemarin aku minta topi ketika mau ngantor, jadi dia nyiapin topi lagi untukku.

Ke kantor tanpa sarapan sudah membuat otakku agak beku, hari ini banyak kerjaan kantor jadi aku lupa kalau sekali-kali ujian kesabaran itu muncul di saat kita akan sulit menerimanya.

Sampai di Halim baru ketahuan kalau aku memang perlu topi. Hujan gerimis memang hanya turun satu-satu, tetapi sudah cukup membuat kepalaku kebasahan. Ah andai topi tadi kubawa ya?

Istriku memang sering melakukan sesuatu yang aku tidak pahami, sering tidak masuk akal, tidak logis dan seperti nggak ngelihat sikon.

Kenyataan kemudian selalu menunjukkan apa yang dilakukan istriku itu seperti "cenayang", yang tahu persis kejadian apa yang nanti akan terjadi.

Waktu di SUrabaya, istriku pernah menjemputku dengan mobil pribadi di Airport Juanda. Aku tentu saja kaget ketika gantian nyopir dan ternyata istriku tadi masuk ke parkiran aiport tanpa mengambil tiket parkir.

"Wah... pasti runyam deh saat keluar pintu parkir", begitu pikirku sambil menyalahkan diri sendiri kenapa aku nggak ngasih tahu ke istriku kalau mobil pribadiku ini tidak pakai stiker bebas parkir. Kalau mobil kantor sih aman-aman saja masuk airport, karena sudah ada stiker bebas parkirnya.

Yang terjadi kemudian ya keluar airport tanpa masalah, nggak ada acara mbayar tiket masuk.

Banyak hal yang telah ditunjukkan istriku, yang kadang sulit dipahami tetapi ternyata kemudian menunjukkan bahwa istriku seperti orang yang "waskita", mengetahui sebuah kejadian sebelum kejadian itu terjadi.

Di luar hal itu, istriku juga selalu menunjukkan kasih sayangnya pada anak-anaknya. Saat LiLo, si kecil tertidur dengan posisi yang memprihatinkan, aku cuek saja dan langsung tidur di kasur, sementara istriku menggendong LiLo, menempatkannya di kasurnya, menyelimutinya dan memastikan kondisi kamar tidurnya aman dari hal-hal yang mengganggu.

Itulah epos [energi positif] dari istriku yang kemudian menyebar bagai virus di rumahku.

Kemarin ketika aku kecapekan dan tertidur di sofa, LiLo dengan penuh kasih sayang mengambilkan aku bantal. Kemudian beberapa saat berlalu, LiLo datang lagi dan menyelimutiku. AKu yang mau bangun jadi mengurungkan niatku, kunikmati dulu kasih sayang LiLo padaku.

Ah indahnya kehangatan keluarga ini, pasti semua karena aura epos dari ibunya yang tak kunjung padam.

Saat aku pulang ke rumah dan membunyikan klakson mobil, maka anak-anak biasanya langsung berhamburan keluar membukakan pintu. Kadang Litha duluan kadang LiLo duluan.

Lilo pasti hanya membuka pintu pagar untuk berlari ke mobil dan langsung mencari tasku dengan pertanyaan yang sama, "bawa kue pak?"

Kakak-kakaknya yang akan membuka pintu pagar sampai penuh dan biasanya akupun membuka kaca samping kanan untuk melakukan "high five" dengan LuLuk dan Litha.

Semua ajaran ibunyalah yang kupastikan telah membuat anak-anak ini begitu sayang padaku, seperti juga aku sayang pada mereka.

Jadi kalau dulu aku hanya cinta dengan istriku saja, maka saatnya aku harus membelah cinta itu untuk anak dan istriku. Anis, aku cinta padamu, more than you"ll ever know...

 
....
..
.

Rabu, April 29, 2009

Serba Serbi Flight A59

"Aku pakai Deliani [note book mini] pak untuk bongkar-bongkar FB bapak di atas 121", begitulah kira-kira imil yang masuk ke BB-ku.

Sesama pengemar transportasi masal memang saat ini dimanjakan dengan koneksi yang unlimited dari beberapa penyedia layanan akses internet, sehingga sepanjang jalan dari rumah menuju ke kantor bisa asyik ber"hubungan" dengan sesama teman "maya"-nya masing-masing.

Itu pula yang membuat aku makin cinta pada penerbangan nomor Flight A59 dari Cikarang ke Cawang. Bagaimana tidak, naik penerbangan Airbus A59 ini sangat nyaman kok.

Ini daftar kenyamanan dari penerbangan Flight A59

1. Setiap hari selalu tambah kenalan baru, meskipun hanya kenal wajah tanpa kenal nama [ini terutama bagi yang suka narikin ongkos dalam rangka membantu sopir yang sibuk mengemudi]
2. Kalau ngantuk tidak perlu menepi dulu, tapi langsung tidur dengan segala gaya [bebas], sehingga sampai Cawang sudah seger lagi.
3. Mengurangi penggunaan BBM pribadi [untung di kantong dan secara berjamaah mengurangi konsumsi sumber daya alam dalam hal ini BBM]. Yang ini adalah keuntungan yang agak dipaksain tapi sebenarnya tindakan yang nyata dan bermanfaat.
4. Mengurangi kemacetan [meski efeknya sangat sedikit, tapi lumayan deh]
5. dll dll dlll [masih banyaktapi kalau ditulis semua takut kalau gak dibaca [he..he..he...]

Ketidak nyamanan juga pasti ada, tapi kalau dihadapi dengan senyum pasti rasanya tetap nyaman juga.

Contoh, ketika  kemarin aku narikin ongkos pada para penumpang. Ternyata mereka pada menyodorkan uang 50 ribuan padaku padahal ongkosnya cuma 5.500.

Dari sejumlah orang yang ada di bagian belakang Flight A59 akan terkumpul uang sebanyak 126.500, nah kalau sekarang sudah terkumpul sejumlah uang yang lebih dari jumlah itu, darimana aku mesti memberi kembalian pada mereka itu.

Kupandangi lembar-lembar 50 ribuan ini dengan senyum simpul.

Alhamdulillah, aku masih bisa membayar ongkos dengan uang pas, cuma kadang-kadang secara manusiawi jengkel juga melihat mereka dengan tanpa dosa membayar uang 50 ribuan.

Bahkan pernah ada yang marah-marah gak mau dititipin uang angkot, Padahal cuma minta tolong untuk disampekan ke "kondektur". Dia mengangap dirinya kaya raya, sehingga tak pantas ikut menarik ongkos penumpang angkot ini.

Wah, tetanggaku yang hidupnya mapan dan punya mobil bagus di garasi, rela juga kok naik angkot ini dan tetap bersikap seperti penumpang lain yang bersahaja dan penuh senyum persahabatan.

Setelah lama melihat-lihat lembaran 50 ribuan, akupun menukarkan satu lembar ke pak Sopir dan menawarkan pada penumpang untuk menukar uang 50 ribuan ini dengan pecahan berapapun.

Yang pertama mendapat pengembalian uang adalah mereka yang membayar ongkos 50.500, artinya kembalianya bulat 45.000. Kalau yang membayar 50.000 utuh kembaliannya agak sukar 44.500, jadi kunomor duakan.

Kebetulan yang mbayar 50.500 adalah seoranhg cewek muda, sehingga ada kesan aku milih-milih, tapi cuek ajalah. Kusodorkan kembalian 45.000 dan ada ucapan terima kasih dari bibir tipis itu [emang tahu kalau bibirnya tipis?].

ini cewek yang mbayar 50.500 itu [tipis gak ya bibirnya?]

Begitulah sebaiknya yang dilakukan oleh mereka yang menerima kembalian ongkos yang mereka bayarkan. Ucapan terima kasih atau minimal pandangan yang penuh pancaran persahabatan adalah etika yang pantas untuk hal ini.

Biarpun aku tidak mengharap ucapan itu, tapi kalau melihat mereka yang acuh menerima kembalian yang susah payah diusahakan, rasanya jengkel juga deh [wah.. artinya aku memang mengharap ucapan terima kasih nih, berarti aku masih belum ikhlas melakukan hal ini ya, astaghfirullah].

Senang juga kalau melihat pasutri yang berdiskusi sepanjang jalan di angkot ini. Bagaimana tidak, berbisikpun akan didengar oleh orang yang duduk di sekitar kita, apalagi kalau ngomongnya sampai diisi dengan emosi yang naik turun.

Wah kayak nonton sinetron 3Dimensi deh.

Begitu juga kalau ada yang nelpon dan lupa kalau sedang naik angkot. Wah, jadi ngebayangin apa yang sedang diomongkan oleh lawan bicara penelpon yang ada di samping kita nih.

Naik Angkot 59 memang penuh sensasi. Jangan sekali-kali berani nyoba naik kalau belum pernah naik, takut kecanduan.



pasutri yang asyik ngobrol

He..he..he... salam mesra penuh persahabatan buat penumpang Angkot 59.

...... .........

Minggu, April 26, 2009

Lukisan Alam Pagi

Pagi-pagi sepedaan sama anakku nomor dua, Haslita Nisa atau yang suka dipanggil LitHa, arah tujuan pertama adalah beli kue pukis kesayangan.

Banyak orang jualan pukis di Cikarang, tapi paling enak tetap yang ada di pasar Roxy depan ALfa Mart. Selama ini adonannya selalu mampu membuat kami ketagihan, kecuali saat dia berhalangan berjualan dan digantikan adiknya, rasanya sedikit berubah [atau sugesti aja ya?]

Sambil merasakan segarnya udara Jababeka, kami ngobrol ngalor ngidul dan akhirnya berhenti di dekat lapangan golf, karena melihat matahari pagi yang indah dan kabut di atas sawah yang membuat suasana serasa di kintamani.

Inilah lukisan alam pagi yang indah, "sungguh agung Pelukisnya", demikian kata Koes Plus.

Karena gak bawa tustel, maka kukeluarkan hape untuk mengabadikan lukisan alam pagi itu.

Lithapun tak mau ketinggalan, langsung mengeluarkan hapenya. Kamipun saling berlomba mengambil lukisan alam pagi yang begitu indah.

Begitu indahnya suasana pagi itu, sehingga hasil foto yang indah ini masih belumisa menggambarkan keindahan yang asli di pagi itu.

Belum lagi kabut dan hawa segar yang menerpa wajah kita, semu aitu pasti tidak tergambarkan di foto yang kita ambil ini.

".....
Kicau burung bernyanyi
menyambut pagi nan cerah

senyum merebak
dan hatipun bernyanyi

indahnya alam pagi ini
membawa damai di hati

terima kasih Tuhan
......"

 
matahari di antara dua tower


 
lomba foto 

 
jadi deh foto matahari LiTha 

 
tidah seindah warna aslinya [memang]
...

Sabtu, April 25, 2009

Bergaul Bersama Teman-teman Baik

Sepulang dari acara seminar berbagi sehat di Samikuring, aku menemani mas Nu menemui kawan-kawan CiMarT di rumah pak Ruwi.

Ini adalah pertemuan perdana dengan beberapa kawan penggemar musik di Cikarang ini. Tempat yang dipilih juga sangat bonafide, yaitu tempat kursus musik Jimmy Manopo di Jalan Jaguar Jababeka.

Badan sebenarnya udah capek setengah mati, gara-gara seharian "meeting" dan melaporkan hasil panitia reuni Akbar 2009 Teknik Sipil UGM kemudian disambung seminar perdana Kalung Biofir di SamiKuring.

Sayangnya capek itu jadi terlupakan ketika mendengar suara sang Vocalis alias pak Arry Mercury, sehingga sampai di rumah sudah benar-benar teler.



Eh ketika mau tidur, inget janji untuk upload tulisan tentang Band CiMart yang hari itu terbentuk tanpa sengaja ke blog CiMarT. Ya sudah teruskan saja "melek"-nya. Setelah selesai upload foto-foto, maka "tewaslah" aku di malam itu dengan senyum kepuasan.

Sungguh hari yang tak terlupakan, seminar kalung biofir perdana dan pembentukan Band CiMart yang luar biasa.

Ternyata semua merasa hari itu adalah hari yang istimewa, sehingga tangan pak Rawi sang Maha Drummerpun bergerak untuk menuliskannya.

Aku senyum-senyum sendiri membaca tulisan pak MahaRawi. Cocok deh, dia akan jadi pengusaha yang menyempatkan bermain musik. Mirip Setiawan Jodi deh.

Bedanya Setiawan Jodi gak kenal pak Ruwi, sedang pak Ruwi kenal dengan wajah Setiawan Jodi [lah opo hubungane pak Rawi, Ruwi dan Setiawan Jodi? Gak ono babar belas..!:-)]

Memang enak kalau mempunyai kawan yang hebat-hebat, rasanya kita jadi ikut hebat deh. Berarti betul deh kata par aorang tua kita, "bergaulah dengan orang baik-baik, maka kamu akan ketularan baiknya, bergaulah dengan orang alim, semoga berkahnya ikut nempel di dirimu"

Terima kasih kawan-kawan baikku. Semoga kita semua ada dalam lindunganNya selalu. Insya Allah. Amin.

Sabtu, April 11, 2009

Reuni Sipil 78

Tahun 2001 mas Himawan sudag ngajak reunian di Tokonya, tapi keburu aku pindah ke Surabaya, maka acara itu akhirnya gagal. Meski begitu, mas Sigit dan pak Noor Utomo tidak bosen-bosennya untuk ngajak angkatan 78 untuk kumpul-kumpul, berapapun yang hadir.

Seringkali mas Noor cerita tentang mas Gunawan yang sudah jadi boss besar dan pingin ketemuan sama rekan-rekan seangkatan. Tidak kalah semangatnya adalah mas Subandono [bukan ayahnya Alisa Subandono ya..]

Pada akhirnya pertemuan itupun terjadilah di Warung Prima, Taman Galaxy Bekasi dan mas Subandono membagi-bagikan buku karangannya, lengkap dengan tanda tangannya.

Pulang dari reunian aku masih harus ikut reunian lagi di Bekasi. Ini reunian spesial, karena waktunya tidak ditentukan. Semuanya tergantung pada waktuku dan waktu istriku.

Ini benar-benar hari reuni, dan mungkin tahun reuni bagiku.

Saat membuka acara ini, maka yang kuucapkan adalah ajakan kesepakatan tentang pengurus angkatan 78 ini. Kutunjuk mas Sigit sebagai Sekjend dan mas Himawan sebagai Bendahara.

"Tidak usah pakai ketua, yang penting sekretarisnya joss, pasti angkatan 78 akan terurus dengan baik", begitu kataku.



Dalam perjalanan acara selanjutnya, kelihatannya para peserta sudah mendudukkan aku sebagai ketua angkatan 1978. Akupun tidak mau memperlambat acara dengan diskusi tentang kepengurusan ini, jadi semua kuterima dan kuputuskan bahwa angkatan 78 perlu dana untuk memudahkan komunikasi.

Eh, pada mbayar iuran lebih dari yang seharusnya dibayar. Yo wis terima saja deh. Toh yang ngurus mas Himawan [ha..ha...ha...].

Sampai di rumah langsung sudah ada laporan mas Himawan tentang penggunaan dana. Tengkyu mas Himawan atas kerja cepatnya.

Tahun ini bener-bener akan jadi tahun reuni buatku. Setelah ngurusi reuni angkatan 78 ini, maka pada tanggal 18 Juli 2009 aku kembali mengundang semua alumni Sipil UGM untuk berkumpul lagi dalam acara forum bisnis dan gathering. Setelah itu, kayaknya delayota Jakarta juga ingin mengadakan reunian, karena tidak sempat kumpul2 Reuni Akbar di Yogya kemarin.

Aku siapkan diri dulu deh untuk ngurus semua ini. Jangan sampai reuni sukses tapi kerjaan kantor terbengkalai.

Semoga sukses semua yang kukerjakan, baik untuk teman-teman, untuk perusahaan maupun untuk diriku sendiri [tentunya] . Amin