Tampilkan postingan dengan label sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sehat. Tampilkan semua postingan

Kamis, Agustus 12, 2010

Selamat Datang Sakit

Pagi-pagi sepulang dari masjid, aku dicegat oleh kawanku yang kelihatan sedang meringis kesakitan sambil menelpon seseorang. Kutebak segera yang ditelepon adalah istrinya dan ternyata benar. Setelah selesai menelpon, pandangan temanku langsung beralih padaku dan suaranya lirih kudengar di telingaku.

"Tolong antar saya ke rumah sakit pak", begitu katanya.




Selamat datang sakit. Begitulah yang kuucapkan dalam hatiku. Perasaan ikhlas menerima sakit adalah awal yang baik untuk membuat rasa sakit menjadi rasa syukur.

"Alhamdulillah. Allah masih sayang padaku dan saat ini Dia sedang menegurku dengan nikmat sakit ini. Aku harus berhenti melangkah dulu dan memastikan langkahku sudah benar atau aku harus memperbaiki langkah-langkah kakiku yang mungkin ada salah disana-sini"

Itulah kalimat bijak bagi orang yang sedang sakit. Sebuah kalimat yang mudah dituliskan, tetapi saat kita sendiri yang sakit, mungkin kalimat itu tak pernah terlintas di pikiran kita. Di saat seperti itu, maka itulah gunanya seorang teman sejati.

Kejadian seperti temanku ini bisa menimpa siapa saja. Bisa juga menimpa diriku sendiri. Semua itu tidak ada yang tahu dengan pasti. Hanya Tuhan yang tahu tentang semua kejadian yang akan terjadi di muka bumi ini.



Aku jadi ingat nasehat ayah dari seorang temanku terhadap sekumpulan anak-anaknya. Kusebut sekumpulan karena anak-anaknya jumlahnya lebih dari delapan, jadi terlihat seperti sekumpulan orang muda (anak-anak) dengan satu bapak yang tentu lebih tua.

Sang Ayah ini bercerita tentang buah kelapa yang mana yang jatuh duluan.

Ternyata ada buah kelapa yang masih sangat muda sudah jatuh duluan. Ada juga yang masih muda tetapi karena dimakan hewan, maka dia jatuh duluan. Begitu juga hidup kita ini. Kita tidak pernah bisa menebak siapa duluan yang akan sakit dan siapa yang tetap sehat sampai meninggalnya.

Kalau sudah begini aku jadi ingat ibuku lagi. Kasih sayangnya yang begitu besar ternyata masih juga belum bisa kubalas dengan sebaik-baiknya. Selama ini yang telah kulakukan lebih banyak untuk diriku sendiri dan bukan untuk ibuku. Sedangkan kasih ibuku begitu tulus dan murni. Kasih ibu hanya ingin agar anaknya bisa menjadi lebih baik dari dirinya, lebih segalanya dibanding dirinya, meskipun untuk itu dia harus melakukan suatu hal yang sering tidak masuk akal kita.

Begitulah indahnya kasih sayang seorang ibu.



Setelah selesai mengawani temanku menemui dokter jaga di unit gawat darurat, dan akhirnya aku harus meninggalkan dia di salah satu ruangan kamar RS Mitra no 709, maka akupun menuliskan cerita ini di komputer.

Semoga kita tahu bahwa tuidak ada sesuatu yang abadi. Tidak ada seseorang yang selalu sehat sepanjang hidupnya, bahkan Nabi Besar Muhammad Rasullullah sempat mendapat nikmat sakit tua sebelum ajal menjemputnya.

Jagalah kesehatan dengan baik agar kita tidak terlalu sering sakit. Ingatlah Tuhan Maha Oke, dia pasti akan mengabulkan semua doa kita yang kita lakukan dengan penuh ikhlas padaNya.

Sabtu, Juli 24, 2010

Hari tanpa TV


Mampukah kita hidup tanpa TV selama sehari?

Kalau mampu mari kita laksanakan. Kalau tidak mampu ya kita mampu-mampukan saja. Kan cuma sehari doank.

+++

Dukung gerakan nasional "No TV day/Hari tanpa TV" 25 Juli 2010, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 23 Juli 2010.
 Matikan TV seharian, ganti dgn aktivitas yg lebih positif bagi diri & keluarga kita.

+++

Jumat, Januari 08, 2010

Sakit ini memang NIKMAT !

Akhirnya badanku tumbang juga di hari Rabu ini. Semua terjadi setelah selesai rapat Serikat Pekerja, pas jam 14.00 wib. Akupun menyerah pada kekuatan tubuhku. Tidak ada selera makan dan kerjaan numpuk membuat kondisi tubuh terus memburuk.

Di rumah baru kurasakan nikmatnya sakit ini. Aku jadi tidak leluasa lagi bergerak kesana-kemari. Ah indahnya saat masih bisa bergerak kesana-kemari.




Tergolek di kamar sendirian, akupun jadi ingat nikmatnya main bola di halaman belakang. Subhanallah, begitu banyak nikmat yang telah kuterima dan baru kurasakan nikmat itu ketika badan ini menderita sakit.

Istriku dengan setia menyiapkan minuman dan makanan kesukaanku dan semua hanya kucicipi saja karena mulutku masih belum mau menerima makanan dan minuman itu. Dengan sabar istriku menyiapkan makanan dan minuman yang lain, sehingga akhirnya ada juga sedikit minuman dan makanan yang memasuki tubuhku.

Melawan rasa mual ini memang perlu perjuangan tersendiri, tapi kalau tidak kulawan, maka tubuhku akan kekurangan tenaga untuk mengalahkan penyakit yang ada di tubuhku, jadi dengan berbagai macam cara akhirnya sukses juga memasukkan makanan minuman ke tubuhku.

Ada beberapa sendok bubur bayi dan segelas jus alpukat yang bisa memasuki tubuhku dan kurasa itu sudah cukup untuk menjadi bantuan amunisi melawan penyakit yang ada di tubuhku. Perlahan tubuhku yang panas mulai kembali normal dan akhirnya meski masih mual, tapi aku sudah bisa menulis di blog lagi.

Akupun jadi ingat lima perkara sebelum datangnya lima perkara, ingat sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, muda sebelum tua, lapang sebelum sempit, dan hidup sebelum mati.




Mumpung masih sehat, kaya, muda, lapang dan hidup, mari semua itu kita gunakan untuk mencari bekal sebelum saatnya tiba, menghadap padaNya.

Kalau sekarang kita sudah tidak muda, tidak kaya, tidak lapang dan tidak sehat, maka apalagi yang akan kita cari di dunia ini.

Semoga aku ikhlas menerima sakit ini. Insya Allah, masalah ikhlas memang masalah yang masih sangat perlu diperjuangkan. Masih banyak ilmu ikhlas yang belum kumiliki.

Yuk belajar ikhlas yuk...!

+++


Inilah saat muda, sehat, kaya dan lapang.

Senin, Juli 20, 2009

Memelihara Hati


"Umur kita ini sudah ditentukan mas, jadi mari kita nikmati saja umur yang ada ini dengan menjalaninya senikmat mungkin"

"Caranya?"

"Kita isi dengan berbagi apa saja, seperti yang saat ini kita lakukan, berbagi kegembiraan dan berbagi kesehatan"

Demikian kira-kira salah satu dialogku dengan mas Ircham [74], yang terlihat selalu senyum dalam mengikuti acara sepedaan CiVeng, Minggu, 19 Juli 2009 ini. Waktu mudanya mas Ircham ini ganteng banget, setelah tua ternyata masih ganteng juga [tidak luntur oleh waktu dan kerasnya kehidupan ini].



Pak Edi Ciak [73], yang datang di urutan nomor dua nampak tersenyum kecut ketika sudah keliling-keliling tapi kawan yang dicarinya tidak juga nampak.

Sebelum dia menelpon, kuhampiri dia dan kusodorkan tanganku.

"Eko pak", kataku sambil tersenyum semanis-manisnya.

Pak Edi menyambut uluran tanganku dan menyalamiku sambil menyebut namanya. Dia adalah mantan Owner salah satu proyek yang dikerjakan Waskita, jadi dia langsung saja akrab denganku yang kebetulan adalah orang Waskita.

Kusodorkan telepon dari pak Mitra kepada pak Edi dan merekapun saling bertukar kalimat. Intinya, berani ngundang harus berani datang duluan [hehehe... untung aku datang duluan]

Pas pak Yayak datang, muncul juga sang repairer BB alias Mr MBR. Saat itu juga tahu-tahu mas Ircham sudah bergabung. Darimana munculnya makhluk kota gedhe ini, yang jelas tahu-tahu sudah ikut ngobrol bareng kita.

Anakku LiLo yang kemudian mengabadikan peristiwa langka ini [halah... emangnya yang langka peristiwanya atau orangnya ya?].



Sambil ngobrol ngalor ngidul dengan pak Edi, sempat kulihat kalung kesehatan yang dipakainya. Persis sama dengan yang dijual oleh istriku. Kalau mau beli kalung kesehatan itu, silahkan bel ke istriku aja. No hapenya 0888 308 7532 [halah malah iklan...!:-)]

Rupanya pak Edi ini memang jagoan kalau sudah bicara masalah kesehatan. Mungkin karena dia pernah kena masalah dengan jantung dan pembuluh darahnya, maka dia sangat familiar dengan masalah kesehatan, dan tidak mau lepas dari kalung biofir itu [lha rak iklan maneh...!:-)]

"Duit, materi dll itu sudah tidak penting lagi mas. Kalau sudah oversket, umur di atas 50 tahun, maka yang paling perlu adalah masalah kesehatan. Titik!", begitu nasehat pak Edi Ciak padaku.

Pada pembicaraan kemudian baru aku tahu kalau pak Edi ini punya julukan pak Edi libido juga, karena pengetahuannya yang luas tentang masalah Libido di usia senja.

Perjalanan sepedaan pagi ini dimulai dengan start yang tidak jelas. Yang penting nggowes dulu, tujuan ditentukan kemudian sambil jalan.

Di depan pak Edi dan pak Ircham langsung meluncur. Mr. MBR terus online dengan ponselnya. Sebentar kemudian kulihat hampir semua peserta sepedaan ini online dengan ponsel masing-masing.

Yowis, aku langsung ngebut saja dan kufoto mereka dengan gaya masing-masing. Tak tahunya acara online selesai semua begitu mau difoto.

Begitu menginjak jalan raya, tiba-tiba pak Edi mampir ke rumah temannya, salah satu anggota partai politik. Wah... mau apa nih???.

Kita semua terpaksa ikut berhenti juga. Sambil nunggu munculnya tuan rumah [angkatan 71], kita berpose ria di depan rumah.

Tenryata yang punya rumah masih tidur. Hehehe...kita terpaksa jalan lagi.

Baru beberapa meter jalan, eh.. tiba-tiba rombongan di depan langsung balik kanan dan kembali ke kampus. Wah, ada apa ini? Keringat belum mengalir apalagi menetes [kebalik nggak nih?], lha kok wis mbalik kandang?

Sambil bisik-bisik, kita jadi tahu bahwa pak Edi ternyata sudah pasang satu buah ring, jadi jantungnya jangan dipaksa untuk bekerja keras.

Kitapun akhirnya "nginthil" saja di belakang pak Edi yang kemudian langsung mencari warung lesehan di depan taman lembah UGM yang ada satwa kijang [dan sekarang kijangnya terlihat kurus-kurus].

Setelah milih beberapa tempat, diputuskan untruk beli sarapan lontong opor aja. Semua pesanan sama persis, biar cepet selesainya. Kecuali soal minuman, ada yang pesan teh dan ada yang pesan jeruk. Persamaannya semuanya gak ada yang pakai es [tenryata kemudian yang datang semuanya pakai es, hehehe...dikiranya kalau sudah kasepuhan pada berani makan eh minum es? yan enggak donk!:-)].

Hiburan yang datang ada bermacam-macam, terutama pasukan pengemis. Ini hiburan yang memprihatinkan dan bikin keki. Mau ngasih salah, mau nggak ngasih juga gak enak hati. Ya udah teguhkan hati, untuk pengemis tidak ada dispensasi. Semuanya ditolak.

Yang dibayar hanya hiburan pantomim dan siter ibu-ibu.




Pantomim ini sangat menghibur rombongan civeng, terlihat dari pandangan mata dan tertawa terbahak-bahaknya mereka. Sementara ibu-ibu yang main siter bahasanya kurang dipahami. Kelihatannya jawa tapi kok asing [padahal gara-gara jawa bindeng tuh..]

Sehabis makan sarapan, ternyata pak Edi seperti dibangikitkan lagi semangatnya. Langsung menantang untuk sepedaan lagi. Kebetulan saat itu juga bergabunglah admin Civeng, mas Djoko Luknanato dengan Nemesisnya [ini setingkat di atas Anvilku, bedanya semua rem Nemesis sudah pakai cakram sedang Anvil masih belum pakai cakram]

Rute barupun ditentukan dan kembali kita kayuh sepeda ini sesuai rute yang disepakati. Pak MBR mulai terlihat "sayah", nafasnya mulai memburu dan rambutnya makin memutih [maklum rumahnya di Gampingan, jadi sering kena radiasi gamping].

Seperti kegiatan model beginian di Civil Scout ataupun acara kebut gunung yang dulu kuikuti, aku kebagian jadi tim penjaring. Kusetel gigi persneling sepeda pada posisi santai dan kutemani Mr MBR di belakang.

Berhenti sebentar di Hotel Hyat, Mr MBR langsung buka reparasi BB. Topiknya adalah Google Maps [GM] dengan jurus latitude. Sayangnya jalur komunikasi XL agak ngadat sehingga proses download GM lambat dan harus ditinggal, karena peserta lain sudah tidak sabar dan  mulai meninggalkan Hotel Hyat.



Acarapun berubah, dari sepeda sehat menjadi kunjungan sehat. Beberapa kali kita mampir ke rumah teman-teman dan kebetulan yang didatangi tidak ada semua. Yang kemudian ada adalah rumah dosen kita, pak Darmanto. Inilah contoh dosen yang tidak bisa tua [atau tidak mau tua]

"Rumus supaya tidak tua adalah jangan pernah merasa tua dan jangan mau merasa tua"

Itulah rumus yang bisa dipakai sebagai acuan bagi mereka yang tidak ingin terlihat tua.

Sampai di rumah pak Darmanto, korban pertama yang jatuh adalah Mr MBR. Kepalanya sudah nggliyeng, jadi tanpa peduli lantai kotor, langsung saja badannya dihamparkan di lantai teras rumah. 



Setelah hidangan keluar, maka tanpa terasa beberapa pisang juga telah mencuri masuk ke perut peserta tanpa uluk salam. Mak lhesssss...... dan tahu-tahu piring sudah terlihat setengah kosong [atau setengah isi].

Akhirnya, setelah puas ngobrol ngalor ngidul kitapun berpamitan. Pelajaran yang didapat dari semua ini adalah perlunya kita menjaga hati kita. Hanya dengan menajga hati, maka semua yang kita lakukan di usia senja ini akan terkontrol dengan baik.

Materi dan kesenangan duniawi masih diperlukan, tetapi ada yang jauh lebih penting dari semua itu. Kesehatan jasmani dan rohani terlihat jauh lebih penting.

Dalam minggu ini sudah makin banyak undangan yang datang, bukan undangan yang diharapakan dan direncanakan, karena undangan yang datang adalah undangan layat, undangan untuk menghadiri saat penghormatan terakhir bagi kawan-kawan kita.

Pas diskusi di hari ini juga kita terima kabar bahwa pak Giat, salah satu teman kita juga meninggalkan kita di pagi Minggu 19 Juli 2009 ini.

Yang muda belum tentu yang paling akhir dipanggil. Masih banyak yang tua yang belum juga dipanggil sementara yang muda malah sudah mendahului.

Akhirnya pertemuan di hari minggu ini diakhiri dengan ngebutnya pak Edi meninggalkan kita di depan UC dan kemudian disusul berpisahnya moderator milsi Civeng karena rumahnya berlawanan dengan arah sepedaan kita.

Pak MBR dan mas Yayak masuk mobil masing-masing dan aku berduaan dengan mas Ircham menggowes menuju arah selatan UGM.

Greget Civeng sudah tidak hanya di milis, tapi sudah muncul dalam tindakan nyata. Minggu depan insya Allah lebih meriah lagi. Para peserta makin yakin bahwa ada orang Civeng yang mau bersepeda.

Salam Sehat

Selamat menjaga hati masing-masing.

+++

artikel sepadaan ada juga di beberapa tulisanku

latihan sepedaan menjelang hari H

atau search beberapa artikel yang ada di blog wordpress




siter women



terpesona ma anak didiknya mas JeMeK


saatnya sang  pemotret dipotret


...

.

Minggu, Mei 17, 2009

Sepedaan CiMaRT [hari H-1 jam]

Menjelang tidur, LiLo sudah sangat gembira menunggu datangnya hari Minggu, hari pelaksanaannya Sepeda Gembira CiMart.

Dia juga sudah mengajak kawannya untuk ikut, tapi ketika kuminta dia mengajak kawan-kawannya, LiLo terlihat enggan. Di blognya baru kutahu kalau dia memang sudah kecapekan maen sama teman-temannya, sehingga sudah males keluar rumah lagi.

Kemarin sore memang LiLo main setengah harian, suatu kegiatan yang tidak dilakukannya sejak sepedanya mangkrak di depan rumah.

Begitu sepedanya sudah diperbaiki, maka LiLo seperti mendapat mainan baru, langsung pamit mencari teman-teman sepedaannya. Apalagi sepedanya sekarang jauh lebih lancar ketika di"gowes", sehingga LiLo makin semangat untuk sepedaan.

Pagi ini juga, tidak seperti biasa, LiLo langsung mandi sebelum sholat subuh. Biasanya pakai celana pendek, hari ini dia pakai celana panjang. Rupanya LiLo sudah nggak sabar ingin menunjukkan bel sepedanya yang baru.



Kaosnya pakai kaos hijau yang warnanya kurang disukai oleh istriku tapi disukai oleh kakak-kakak LiLo maupun olehku.

Bagiku, untuk anak-anak, warna apapun cocok. Mau ngejreng boleh, enggak ngejreng juga gak masalah. Yang penting bersih dan rapi dipakai.

Memang beda dengan keinginan ibunya yang selalu ingin anaknya tampil "perfect".

Acara sepedaan yang maunya santai ini ternyata mendatangkan kesibukan tersendiri bagi Anisku. Pagi-pagi istriku sudah memasak makanan dan minuman untuk para tamu yang sebentar lagi akan mendatangi rumahku.

Akupun harus segera meneyelesaikan tulisan ini agar bisa mbantu Anisku.

Kalau Litha dan LiLo biasanya asyik main sama anak-anak kucing yang lucu-lucu .

Saat ini memang selain sepeda, maka topik kucing sedang jadi topik terhangat di rumah.




.....
...
.

Sabtu, Mei 16, 2009

Sepedaan Cimart [H-1]

Sehari sebelum acara sepedaan Cimart 17 Mei 2009, aku ajak Anisku menyusuri calon rute sepedaan itu.

Rupanya sampai di Padang Golf sudah lumayan keringeten [pasti Om Gazelle ketawa mbaca ini]. Jadi istirahat sebentar di pinggir jalan terus mencoba melihat arah off road besok pagi.



"istirahat dulu be", kata istriku


Ternyata jalannya lumayan becek juga. Bagi Litha tentu suatu tantangan yang menarik. Dia langsung pingin ikut naik sepeda besok tanggal 17 Mei 2009 bareng aku pakai tandem.




wah jalannya becek tuh, anak-anak kepleset gak ya? 
[kok takut amat sih dengan jalan becek, LitHa aja berani]


Padahal tadinya Litha diplot untuk naik motor saja bareng kakaknya, mbak LuLuk.

Oke nanti kita lihatlah bagaimana baiknya. Jangan sampai Anisku kecewa dengan acara besok.

Tiba-tiba, ketika aku "gowes" lagi sepedaku untuk menuju arah KuTahu [kupat tahu], tanpa sebab yang jelas sepeda istriku jatuh,"Gubrak...!!!"

Halah, aku terlanjur "gowes" kencang je. Aku bilang saja sama mbak Litha, "Ibu udah naik sepeda lagi belum tuh?"

"Masih jauh pak, kayaknya Ibu berhenti deh.."

Yowis, akupun berhenti dan mengambil gambarnya.


abis GUBRAK langsung ngebut..


Sambil senyum-senyum istriku melewatiku dan ketika kutanya kenapa jatuh, jawabnya enteng aja, "..ada cowok ganteng lewat.."

Halah...!

Kamipun kembali meluncur meninggalkan Padang Golf. Beli kue pukis dan kemudian meluncur ke tempat finish di KuTahu Ban alias Kupat Tahu Bandung pak Ato.

Ternyata yang namanya kupat tahu pak Ato ini, kalau dimakan di warungnya rasanya jauh beda dengan kalau dimakan setelah dingin.



masih pagi, jadi masih sepi


Aku jadi agak under estimate deh. Soalnya pernah makan kupat tahu ini saat di toko Cimart dulu dan rasanya kayaknya hanya sampai taraf lumayan saja.

Sebelum KuTahunya habis tak sempatkan motret dulu ah. Lihat saja penampilannya yang sangat menggoda. Wuih...lezat abis deh.


tampilan yang sangat menggoda


Padahal tadi malem sudah kenyang tahu juga di Sami Kuring, tapi tahu yang ini kan modelnya lain.

Setelah selesai acara makan-makan, kubayar lunas semua makanan dan akupun SMS pak Ato untuk nanyain kartu diskon untuk acara besok.

Ada banyak lembar diskon yang diberikan pak Ato. Tidak tanggung-tanggung diskon 40% untuk Cimart dan Warga Cluster Montana.

Tengkyu pak Ato dan sampai jumpa besok.


.....
...
.

Kamis, Mei 14, 2009

Sepedaan dari Montana

Tadinya acara sepedaan yang digagas pak Akur akan mengambil START di Kursus Musik JM [Jimmy Manopo], tapi karena aku juga pingin ngajak teman-teman kumpul-kumpul di rumah, maka akhirnya lokasi START dipindah ke rumahku.

Route sepedaan yang tadinya hanya on road, akhirnya juga dirubah menjadi [semi] off road, karena ada acara masuk kampung.

Acara sepedaan ini akan dipandu langsung oleh Om Gazzele, panggilan akrab pak Sulis [sang Maha Dewa Gitar band CiMarT].

Anakku rencananya mau ikut juga, tinggal bagaimana mbagi sepedanya. LiLo dijamin pakai sepedanya sendiri, sedangkan LitHa mungkin naik sepeda motor saja, karena sepedanya perlu beberapa perbaikan kalau mau dipakai. Udah gitu sepeda itu sering dipakai BiBi untuk beli sayur atau pergi kemana-mana, jadi dipastikan tidak dipakai saja.

Aku ada dua pilihan, pakai Anvil atau Tandem. Kalau Anvil dipinjam pak Saparjan, maka aku pasti pakai Tandem, mungkin sama LuLuk atau sama ibunya.

Kalau pak Saparjan mau naik motor [langsung menunggu di lokasi Finsih], maka mungkin aku pakai Anvil dan tandem dipakai ibunya.

Oke, apapun yang terjadi semuanya "fine-fine" saja. Aku siap dengan segala plan.

Beberapa hari lalu, malem-malem aku telepon pak Ato, sang pemilik Kupat Tahu Bandung. Kubilang padanya bahwa ada acara sepedaan dan mengambil lokasi FINISH di Warung Kupat Tahu Bandung.

Pak Ato langsung tanggap dan memberikan diskon bagi anggota Cimart yang mau mampir makan di warungnya. Luar biasa memang pak Ato ini.

Kayaknya memang semua anggota TDA Bekasi punya hobi ngasih diskon ya. Pak Rawi, pak Wisnu, semuanya suka berlomba-lomba ngasih diskon.

Jadi pingin segera hari Minggu nih, biar bisa membahagiakan anak-anakku dnegan bersepedaan bersama kawan-kawan CiMart.

Start dari Jl Puspita VII Blok T.26
Menuju Golf Jababeka
Masuk kampung
Keluar Tropikana
FINISH di Kupat Tahu Bandung

Semoga acara ini bermanfaat bagi semua
Amin.

Rabu, Februari 04, 2009

Internet Sehat Award 2009

Ingin berpartisipasi dalam menumbuhkembangkan internet sehat di Indonesia?

Silahkan baca baik-baik disini dan disini.

Mau download materi internet sehat, bisa diambil disini.

Internet Sehat Blog Award 2009 ini adalah penghargaan yang diberikan kepada pengelola blog (blogger) yang dengan segenap daya kreatifitasnya telah menuangkan ide, gagasan dan pikirannya dalam bentuk tulisan di blog. Tulisan tersebut tentunya yang harus dapat memberikan ide ataupun mengarahkan tindakan atas pembacanya untuk melakukan tindakan yang positif dan bermanfaat, bagi dirinya ataupun masyarakat sekitarnya di Indonesia.

Kriterianya ada education blog, family blog, student blog, travel & culinary blog, techno blog, citizen journalist, inspirative blog, Best of The Best blog dan Super Blog.

Internet Sehat

Mau lihat wajah para yurinya?

Ini dia


Selamat mengikuti.

Salam

Kamis, Desember 11, 2008

Dosaku [ternyata] banyak

Tiga pemuda [kepala 2, 3 dan 4] asyik makan di warung sebelah kantor. Mereka semua dalam kondisi tidak FIT, dan sedang membahas latihan FUTSAL malam ini.

Pemuda kepala 2 dan 3 sepakat tidak hadir di acara latihan FUTSAL, dengan alasan badannya tidak FIT 100%. Pemuda kepala 4 alias berumur 49 tahun bilang begini,"Aku tadi malem ke dokter, karena tahu akan tidak FIT hari ini, jadi dengan datang ke dokter aku jadi siap untuk ikut latihan FUTSAL".

Percaya diri berdasar baik sangka pada perasaan positif telah membuat sang penyakit tersingkirkan dan ikutlah sang pemuda kepala 4 ke tempat latihan FUTSAL

Dia yakin bahwa alarm dalam tubuhnya telah memberi sinyal positif, sehingga diapun jadi punya keyakinan untuk latihan bola tanpa takut jatuh sakit.

Walhasil pulang dari FUTSAL masih sempat PLURK, Blog maupun facebook.

Dalam teori Quantum Ikhlas, maka setiap pancaran energi positif dari kita akan menyebabkan lingkungan kita menjadi penuh dengan energi positif. Akibatnya, semua yang kita jumpai adalah lingkungan yang positif.
Contohnya, bila kita anggap anak kita bodoh, maka akan jadi bodohlah dia, tanpa perlu kita berdoa untuk dia.

Suara hati kita itulah doa yang selalu di dengar oleh Allah swt. Suara hati, menurut teori Quantum Ikhlas, selalu akan bergetar secara terus menerus. Getaran positif ini jika selalu berbenturan dengan getaran engatif yang ada di sekelilingnya, maka lama-lama akan melemah, sehingga seorang yang berbudi luhurpun, bisa saja jadi "bandit" bila dalam kehidupan sehari-hari selalu bergaul dengan para "bandit", yang tentu saja hatinya penuh dengan getaran energi negatif.

Contoh lain, kalau kita menghormati orang lain, maka tanpa kita suruhpun orang lain akan menghormati kita. Kalau kita selalu ramah pada semua orang, orangpun akan segan tidak ramah pada kita.
Kalau kita melempar bola ke dinding, maka bola itupun akan memantul kembali pada kita. Apa yang kita berikan pada orang lain, sesungguhnya akan kembali pada kita. Kalau kita mengejek orang lain, maka sama artinya dengan mengejek diri sendiri.

Coba kita simak lagu obat hati pada baris,"kumpulilah orang soleh", disitu jelas rumusnya, bahwa untuk mendapat hati yang bersih dan selalu berprasangka baik, maka berkumpulan dengan orang soleh.
Lalu, apakah kita tidak mau berkumpul dengan orang yang tidak soleh? Apakah mereka harus kita jauhi?

Tentu tidak donk.

Mereka justru perlu didekati, agar hati mereka menjadi lembut, agar belenggu yang membuat hitam hati mereka dapat kita lepaskan.

Mereka adalah ladang amal kita, jadi tentu harus kita perhatikan, agar mereka tidak makin jauh dari ajaran Tuhan.

Yang sebaiknya tidak dilakukan adalah menjadikan mereka sebagai sahabat. Artinya, kita menyetujui apa yang ada dalam getaran hati mereka. Ini yang tidak boleh.

Kita sendiri masih banyak dosa dan masih sedikit pahala, apa kita mau tambah "bankrut" dengan menerima mereka yang hatinya hitam sebagai sahabat kita?

Aku jadi ingat doanya Abu Nawas [CMIIW]

"Ya Allah, aku ini hambamu yang penuh dengan dosa, sebanyak pasir di laut, jadi aku ini tidak pantas masuk surgamu yang suci itu Ya Allah"
"Ya Allah, aku tahu neraka itu panas dan aku tahu tidak akan sanggup aku masuk ke dalamnya, untuk itu tolonglah aku Ya Allah, masukkan aku dalam surgamu"
"Amin. Amin. Amin"

"Alhamdulillahi rabbil alamin"
Abu Nawas memang seniman besar.

Doa Abu Nawas yang lengkap, kira-kira begini  [CMIIW]:

Ya Tuhanku, tidak pantas bagiku menjadi penghuni surga-Mu
Namun, aku tidak kuat dengan panasnya api neraka


Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar


Dosaku seperti jumlah pasir
Maka terimalah pengakuan taubatku Wahai Pemilik Keagungan


Dan umurku berkurang setiap hari
Dan dosaku bertambah, bagaimana aku menanggungnya


Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu
Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu


Seandainya Engkau mengampuni
Memang Engkaulah Pemilik Ampunan


Dan seandainya Engkau menolak taubatku
Kepada siapa lagi aku memohon ampunan selain hanya kepada-MU

Minggu, Agustus 10, 2008

Jalan Jalan Sore

Aku baru mau nulis blog tetapi diajak jalan-jalan sore sama LiLo, soalnya dia nggak ada yang dikerjain sore ini.

Mulai dengan melewati jembatan keseimbangan yang ada di depan cluster Montana.

Kemudian melewati rombongan kambing yang asyik merumput di median (belakang rumah).

Mencoba berayun di pohon-pohon yang ada di belakang rumah, persis kayak anaknya Tarzan (eh ...tapinya aku bukan Tarzan lho..!:-)

Kemudian mulai merasakan kenyamanan padang yang mulai hilang hijaunya, karena musim hujan sudah mulai berlalu.

Senangnya tinggal di lingkungan yang sangat sehat ini. Lebih menyenangkan lagi bisa menikmatinya bersama keluarga dengan penuh senyum dan cinta.


Tidak lupa beli buah, agar energi yang hilang bisa segera tergantikan. Favoritnya adalah buah semangka. Segar dan langsung mengembalikan kesegaran tubuh, setelah cukup capek berjalan-jalan sore.

Pulang kembali melalui jembatan keseimbangan.

Indahnya sore ini. Penuh senyum yang ikhlas dan udara yang segar.

Sabtu, Agustus 02, 2008

Rekor vs Kesehatan mata

Menulis artikel di blogdetik dengan tema ‘Internet Sehat‘ terlihat gampang, tetapi ternyata jadi susah ketika menuangkannya di tulisan.

Aku mencoba berbagai metode untuk menulis dengan tema “Internet Sehat”, tapi buntu semua. Yang sehat itu jalur internetnya atau internet itu yang membuat penggunanya jadi sehat?

Apa benar jalur internet di Indonesia itu sehat? Kalau sehat, ditinjau dari sisi mana disebut sehat itu?

Melihat banyaknya layanan internet (alamat imil, web page, chatting, dll) yang harus melakukan akses ke luar negeri, maka kesehatan jalur internet jadi kurang bermanfaat, karena duit yang dikeluarkan untuk biaya internet beberapa bagiannya menguap untuk bayar biaya interkoneksi ke luar negeri.

Lalu apakah pengguna internet pada sehat setelah mereka berselancar di dunia maya?

Belum tentu. Ajakan memecahkan rekor muri ini juga merupakan salah satu ajakan yang bisa membuat pengguna internet jadi tidak sehat.

Semangat untuk memecahkan rekor ini membuat mereka bisa jadi lupa akan kesehatan. Waktu yang disediakan adalah dari jam 13.00 s.d jam 16.00 alias 3 jam.

Menulis di depan komputer selama 3 jam nonstop jelas akan menyebabkan tidak sehatnya mata pengguna komputer. Maksimal 2 jam haru sberhenti, melihat pemandangan yang jauh selama 5 atau 20 menit baru ngetik lagi.

Nah, apakah ada yang mengikuti saran tersebut?

Semoga saja ada. Minimal aku tak akan melupakan sisi kesehatan mataku walaupun akhirnya aku tidak menjadi pemecah rekor sebagai penulis terbanyak.

Insya Allah, dengan senyum ikhlas aku bisa menerim asemua yang kuterima hari ini.

Amin.

Selasa, Juli 29, 2008

BuANg Air KEciL

Lega rasanya kalau kita bisa buang air kecil. Bisa dibayangkan kalau sehari gakbisa buang air kecil, wah .... pasti perut ini jadi nggak karu-karuan.

Adakah kasus seperti itu?

Banyak deh kasus orang susah buang air kecil. Mereka hidup dalam kesusahan yang nyata.

Padahal bagi yang gampang buang air kecil selalu tidak merasa bahwa ada suatu karunia Tuhan yang telah mereka nikmati secara gratis dalam kehidupan sehari-harinya.

Kalau diibaratkan dalam kehidupan beragama, maka kegiatan buang air kecil ini bisa disamakan dengan memberi sedekah. Saat kita memebri sedekah, maka sebenarnya kita sedang menyehatkan tubuh kita. Jadi tidak ada sedekah yang membuat pemberinya menjadi makin miskin.

Maka, .... marilah kita mulai dengan sedekah yang paling gampang dan paling bermanfaat bagi lingkungan kita, yaitu sedekah SENYUM (bibir ditarik ke atas 2 cm ke kiri dan 2 cm kekanan, jangan sampai tidak seimbang, ntar dikira ngejek)

Semoga memberi kesehatan jasmani dan rohani kita.
AMin.

Minggu, September 09, 2007

Tai-Chi Dan Gerakan Dalam Sholat











Artikel Sufi. ”Tai-Chi Dan Gerakan Dalam Sholat”, www.sufinews.com, Publikasi 27 Februari 2004

Esensi kompleks yang dihasilkan dari ajaran hidup sesuai dengan hukum alam merupakan kebenaran yang mendalam dari semua agama. Bagaimanapun, esensi ini sangat ditekankan untuk semua ajaran relegius.

Esensi yang kompleks yang dihasilkan dari ajaran hidup yang sesuai dengan hukum alam juga menjadi tujuan dari segala ilmu.

Ajaran ini bagaikan kunci master (guru) yang dapat membuka semua pintu yang membimbing kita ke arah kebenaran utama dalam tingkat emosi, juga tidak terkunci pada tingkat pikiran sehingga tidak membuat kita tidak skeptis.

Apalagi perkembangan hidup modern sangat pesat di berbagai bidang, ditambah dengan penemuan-penemuan modern yang tidak diragukan lagi mempunyai manfaat bagi semua orang. Namun sayangnya kehidupan psikologis dan perkembangan kepribadian manusia belum setaraf dengan perkembangan teknologi modern. Seperti di Barat misalnya, agama dominan dalam banyak aspek kehidupan, dengan akibat positif dan negatifnya.

Agama sebagai pengatur psikologis menawarkan kekuatan psikologis bagi seseorang dan membuat manusia bisa menghadapi problem sehari-hari. Akan tetapi ketika ilmu pengetahuan mulai berkembang pengatur psikologis ini mulai melemah sebagai hasil dari perkembangan intelektualitas. Sehingga akibatnya kehidupan psikologis tidak terlindungi.

Pada akhirnya kebingungan mulai muncul dalam berbagai bentuk. Lain halnya dengan dunia Timur, agama sebagai pengatur psikologis yang menjadi pegangan dasar dalam menjalankan kehidupan tetap dipertahankan walaupun penemuan-penemuan teknologi modern mulai berkembang dan semakin canggih, tidak banyak mempengaruhinya dalam menjalankan ritual keagamaan sehari-hari, dengan demikian psikologi dapat terlindungi sehingga ketentraman jiwa tetap terkontrol.


Filosofi Tai-Chi


Keberuntungan dan malapetaka tidak akan datang dengan sendirinya, tetapi datang karena diundang oleh manusia. Pernyataan tersebut mengekspresikan hukum respons terhadap energi universal (alam semesta) sebagaimana dialami oleh nenek moyang kita yang berkembang batinnya. Para guru di masa silam mengajarkan kepada muridnya hukum respons atas energi universal sebagai dasar semua praktik spiritual. Hukum ini mengungkapkan bahwa kalau seseorang harmonis dengan hukum universal manifestasi dari energi fisik, emosi dan mentalnya juga akan harmonis. Jika seseorang melanggar hukum alam, hidupnya akan kacau dan tidak harmonis.

Hal ini sesuai dengan firman Allah surat al-Furqan ayat 2, yang artinya: “Allah menciptakan tiap-tiap sesuatu lalu ditetapkan padanya hukum-hukumnya.”

Filosofi inilah yang mengilhami terciptanya Tai-Chi, yaitu gerakan yang diprinsipkan pada pola hukum alam.

Dalam prinsipnya Tai-Chi mengungkapkan bahwa tubuh manusia adalah miniatur dari alam semesta, sistem gerakan yang lembut dalam Tai-Chi bertujuan mengarahkan energi individual ke dalam jaringan energi sesuai dengan hukum alam. Ungkapan selanjutnya, kalau tubuh harmonis dengan alam, maka kesehatan fisik akan terjaga pikiran jernih sehingga menjadi tenang dan kuat.

Prinsip pertama Tai-Chi menyebutkan bahwa ke-Esa-an adalah akar dari segala gerakan. Dari perspektif kosmologis, ke-Esa-an adalah manifestasi di alam semesta.

Dari ke-Esa-an inilah tercipta satu yang bisa dibagi “Yin” dan “Yang” (keseimbangan). Yin dan Yang ini menghasilkan berbagai manifestasi pula. Hal ini dapat diilustrasikan dengan kerjasama dua kaki ketika berjalan.

Kedua kaki dapat bergerak dengan harmonis, berselang-seling yang keduanya diatur oleh otak manusia berjalan satu atau esa. Prinsip ini kemudian diterapkan di Tai-Chi yang mengutamakan gerakan lembut dan tenang.

Dalam alam semesta semua gerakan berpola memutar. Bumi berputar pada porosnya ketika mengorbit matahari, matahari pun berputar mengorbit pusat galaksi Milky Way. Dan Milky Way berputar pula mengelilingi alam semesta.

Hidup ini pun bersiklus. Tai-Chi merupakan rangkaian gerakan yang memutar dan merefleksikan hukum mikrokosmis. Tai-Chi mengungkap prinsip-prinsip kosmis (hukum alam) yaitu gerakan melingkar yang kemudian menjadi simbol dari Tai-Chi, karena gerakan melingkar atau berputar adalah gerakan yang dinamis dan menghindari titik akhir (puncak), karena puncak itu adalah titik akhir dari pertumbuhan sekaligus awal dari kemerosotan.

Tai-Chi yang dilakukan tiap hari akan membangkitkan naluri kemanusiaan kita untuk menemukan rumus alam semesta yang pada akhirnya akan membantu kita dalam mencapai keutuhan, kedamaian, ketenangan jiwa dan kejernihan pikiran, sehingga dengan ini kita dapat menyadari keterbatasn kita sebagai hamba Tuhan yang tidak kekal di dunia ini (apabila mengenal diri maka akan mengenal Tuhannya).

Pengertian Tai-Chi

Tai-Chi terbentuk dalam dua suku kata yaitu Tai dan Chi. Tai mempunyai makna agung, dahsyat (luar biasa) dan Chi mempunyai air hawa murni atau tenaga yang sangat halus yang ada di dalam diri manusia dan dapat dihasilkan melalui latihan Qi Gong (olah nafas),

Jadi Tai-Chi adalah kekuatan jiwa yang muncul dari hasil olah nafas dalam diri manusia sehingga keluar dalam bentuk tenaga yang sangat dahsyat secara fisik.

Tai-Chi merupakan meditasi gerak yang menjadi penyeimbang atas meditasi duduk. Untuk mengetahui Tai-Chi lebih dalam, terlebih dahulu kita bahas pengertian meditasi itu sendiri. Meditasi yang sering kita dengar mempunyai pengertian yaitu: sikap menenangkan pikiran dengan cara-cara tertentu di mana pikiran kita sampai menemukan sensasi-sensasi sehingga menimbulkan rasa damai dalam hati untuk mencapai ketenangan jiwa (ruhani).

Meditasi ada dua macam, yaitu meditasi duduk dan meditasi gerak (Tai-Chi). Meditasi duduk ini sebenarnya sudah diperkenalkan oleh Islam jauh sebelum Sidharta Gauthama lahir melalui ajaran Budhi Dharma.

Meditasi ini juga sering dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika sebelum dan sesudah diangkat menjadi Nabi dan Rasul, yang pada saat itu disebut dengan berkhalwat dan tahannuts. Beliau melakukan meditasi di Gua Hira, ketika menghadapi masalah yang menimpa diri dan umatnya.

Seperti halnya meditasi duduk, meditasi gerak juga sudah ada dalam ajaran Islam yaitu dalam bentuk gerakan shalat. Jadi sebenarnya Tai-Chi yang kita kenal sebagai suatu ilmu bela diri yang datang dari daratan Cina dengan gerakan-gerakannya yang khas dengan ritme pelan, lembut dan lemah gemulai, ini juga secara tidak disadari oleh umat Islam dalam gerakan shalat lima waktu. Oleh sebab itu secara tersurat Allah mewajibkan shalat kepada hambanya selain untuk menyembahnya juga mengandung nilai-nilai kesehatan bagi orang yang melaksanakannya.

Sesuai dengan firman Allah tentang perintah shalat pada surat an-Nisa ayat 103, yang artinya: “Shalat itu adalah fardlu yang telah ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman.”

Filosofi Air

Air adalah simbol dari para praktisi Tai-Chi yang sempurna, dalam arti yang telah sungguh-sungguh mendalami, menghayati dan mengamalkan ilmunya itu. Hidupnya akan penuh dengan keseimbangan, keselarasan, keharmonisan. Tapi bukan berarti sempurna dengan mutlak. Dalam air terkandung sifat-sifat kebebasan, spontan, kerendahan hati, dan kekuatan dalam daya lenting untuk menerima perubahan tanpa kecemasan dan ketegangan.

Air bersifat mengalah, namun selalu tidak pernah kalah
Air mematikan api dan membersihkan kotoran.
Kalau merasa sekiranya akan dikalahkan, air meloloskan diri
Dalam bentuk uap dan kembali mengembun.
Air merapuhkan besi sehingga hancur menjadi abu
Bilamana bertemu batu arang, dia akan berbelok
untuk kemudian meneruskan perjalanannya kembali.
Air membuat jernih udara sehingga angin menjadi mati
Air memberikan jalan pada hambatan dengan segala kerendahan hati.
Karena dia sadar bahwa tak ada suatu kekuatan apapun
Yang dapat mencegah perjalanannya menuju lautan.
Air menang dengan mengalah, dia tak pernah menyerang
Namun selalu menang pada akhir perjuangannya.

---(ooo)---
Master Saeho-Master Lan She Lung the Islamic Shaolin Kung Fu


diambil dari
http://www.sufinews.com/index.php?subaction=showfull&id=1077854282&archive=1227167387&start_from=&ucat=3&do=arsip
[Artikel Sufi. ”Tai-Chi Dan Gerakan Dalam Sholat”, www.sufinews.com, Publikasi 27 Februari 2004]