Tampilkan postingan dengan label mawas diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mawas diri. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 11, 2008

Dosaku [ternyata] banyak

Tiga pemuda [kepala 2, 3 dan 4] asyik makan di warung sebelah kantor. Mereka semua dalam kondisi tidak FIT, dan sedang membahas latihan FUTSAL malam ini.

Pemuda kepala 2 dan 3 sepakat tidak hadir di acara latihan FUTSAL, dengan alasan badannya tidak FIT 100%. Pemuda kepala 4 alias berumur 49 tahun bilang begini,"Aku tadi malem ke dokter, karena tahu akan tidak FIT hari ini, jadi dengan datang ke dokter aku jadi siap untuk ikut latihan FUTSAL".

Percaya diri berdasar baik sangka pada perasaan positif telah membuat sang penyakit tersingkirkan dan ikutlah sang pemuda kepala 4 ke tempat latihan FUTSAL

Dia yakin bahwa alarm dalam tubuhnya telah memberi sinyal positif, sehingga diapun jadi punya keyakinan untuk latihan bola tanpa takut jatuh sakit.

Walhasil pulang dari FUTSAL masih sempat PLURK, Blog maupun facebook.

Dalam teori Quantum Ikhlas, maka setiap pancaran energi positif dari kita akan menyebabkan lingkungan kita menjadi penuh dengan energi positif. Akibatnya, semua yang kita jumpai adalah lingkungan yang positif.
Contohnya, bila kita anggap anak kita bodoh, maka akan jadi bodohlah dia, tanpa perlu kita berdoa untuk dia.

Suara hati kita itulah doa yang selalu di dengar oleh Allah swt. Suara hati, menurut teori Quantum Ikhlas, selalu akan bergetar secara terus menerus. Getaran positif ini jika selalu berbenturan dengan getaran engatif yang ada di sekelilingnya, maka lama-lama akan melemah, sehingga seorang yang berbudi luhurpun, bisa saja jadi "bandit" bila dalam kehidupan sehari-hari selalu bergaul dengan para "bandit", yang tentu saja hatinya penuh dengan getaran energi negatif.

Contoh lain, kalau kita menghormati orang lain, maka tanpa kita suruhpun orang lain akan menghormati kita. Kalau kita selalu ramah pada semua orang, orangpun akan segan tidak ramah pada kita.
Kalau kita melempar bola ke dinding, maka bola itupun akan memantul kembali pada kita. Apa yang kita berikan pada orang lain, sesungguhnya akan kembali pada kita. Kalau kita mengejek orang lain, maka sama artinya dengan mengejek diri sendiri.

Coba kita simak lagu obat hati pada baris,"kumpulilah orang soleh", disitu jelas rumusnya, bahwa untuk mendapat hati yang bersih dan selalu berprasangka baik, maka berkumpulan dengan orang soleh.
Lalu, apakah kita tidak mau berkumpul dengan orang yang tidak soleh? Apakah mereka harus kita jauhi?

Tentu tidak donk.

Mereka justru perlu didekati, agar hati mereka menjadi lembut, agar belenggu yang membuat hitam hati mereka dapat kita lepaskan.

Mereka adalah ladang amal kita, jadi tentu harus kita perhatikan, agar mereka tidak makin jauh dari ajaran Tuhan.

Yang sebaiknya tidak dilakukan adalah menjadikan mereka sebagai sahabat. Artinya, kita menyetujui apa yang ada dalam getaran hati mereka. Ini yang tidak boleh.

Kita sendiri masih banyak dosa dan masih sedikit pahala, apa kita mau tambah "bankrut" dengan menerima mereka yang hatinya hitam sebagai sahabat kita?

Aku jadi ingat doanya Abu Nawas [CMIIW]

"Ya Allah, aku ini hambamu yang penuh dengan dosa, sebanyak pasir di laut, jadi aku ini tidak pantas masuk surgamu yang suci itu Ya Allah"
"Ya Allah, aku tahu neraka itu panas dan aku tahu tidak akan sanggup aku masuk ke dalamnya, untuk itu tolonglah aku Ya Allah, masukkan aku dalam surgamu"
"Amin. Amin. Amin"

"Alhamdulillahi rabbil alamin"
Abu Nawas memang seniman besar.

Doa Abu Nawas yang lengkap, kira-kira begini  [CMIIW]:

Ya Tuhanku, tidak pantas bagiku menjadi penghuni surga-Mu
Namun, aku tidak kuat dengan panasnya api neraka


Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar


Dosaku seperti jumlah pasir
Maka terimalah pengakuan taubatku Wahai Pemilik Keagungan


Dan umurku berkurang setiap hari
Dan dosaku bertambah, bagaimana aku menanggungnya


Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu
Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu


Seandainya Engkau mengampuni
Memang Engkaulah Pemilik Ampunan


Dan seandainya Engkau menolak taubatku
Kepada siapa lagi aku memohon ampunan selain hanya kepada-MU

Selasa, Oktober 28, 2008

FUTSAL [hobiku]

Minggu lalu, saat main FUTSAL, aku kebanjiran banyak gol. Artinya aku banyak beramal karena telah membuat penyerang musuh pada kesenangan. Di Minggu ini, aku hanya membuat tiga amalan buat musuh, sementara penjaga gawang musuh capek mungutin bola dari gawangnya.

Kalau saja tidak ada tendangan mendadak [dan sangat keras] yang mengenai jari tanganku, kayaknya aku masih akan bertahan untuk main FUTSAL sampai bel berbunyi. Emang nyaman tuh main FUTSAL di FUTSAL CITY.

Begitu kurasakan sakit yang tak tertahankan, maka aku langsung keluar lapangan. Yang kuarah adalah balsem atau apapun untuk mengurangi rasa sakit dan menahan bengkaknya jariku.

Ternyata tim FUTSAL Waskita tidak mempersiapkan kotak [atau tas] P3K. Jadinya ya nanya ke grup FUTSAL lainnya. Siapa tahu ada yang mbawa.

Udah keliling-keliling ke beberapa grup, masih juga belum dapet balsem. Akhirnya diputuskan beli saja atau minta ke pengelola FUTSAL CITY.

Ternyata "sami mawon" alias sama saja. Pengeliola tidak punya kotak P3K dan tidak jual balsem. Waduh, tempat sebagus ini ternyata tidak menjalankan K3 dengan baik. Akupun menuju ke parkiran mobil, siapa tahu ada kotak P3K di mobil.

Alhamdulillah, dengan tersenyum kecut, kota P3K-nya sudah diisi oleh barang yang lain.

Kawan-kawan pada nanyain tentang sakitku, tapi kujawab dengan tersenyum."Yang penting hari ini tidak main tidak apa-apa, tapi yang akan datang insya Allah datang lagi. Gak ada bosennya deh!"

Begitulah, kalau sudah hobi, maka sakit ataupun cedera sudah bukan menjadi halangan. Para pemain bola profesional, karena digaji tinggi, maka merekapun tidak pernah takut sakit. Ada suatu hal yang mereka kejar yang membuat semua jenis kesakitan tidak menjadi halangan untuk main bola.

Sekarang menjadi jelas kenapa Rasullullah Muhammad SAW begitu tak peduli dengan kakinya yang bengkak gara-gara terlalu rajin sholat malam.

Ada sesuatu yang dikejar yang membuat bengkak kaki tak perlu dirisaukan. Sholat sudah menjadi kebutuhan beliau, mungkin sudah lebih dari hobi.

Memang sesuatu kalau sudah menjadi hobi akan membuat pengorbanan apapun menjadi tidak terasa.

Para penggila bola, betah melek sampai pagi kalau ada pertandingan yang mereka nantikan. Begitu juga mereka yang hobi memelihara binatang. Kadang, mereka lebih sayang binatangnya dibanding anak atau saudaranya. Mereka tida tersentuh ketika anak atau saudaranya sakit atau kesakitan, tetapi sedikit saja binatang peliharaannya sakit, maka kalang kabutlah mereka.

Hobi memang membuat hidup menjadi lebih hidup. Tingga bagaimana kit amensiasatinya, sehingga hobi tetap jalan dan ibadah juga tidak ketinggalan.

Saat banyak orang mencibir penggila bola yang suka melek sampai pagi, maka akan sangat bermanfaat kalau waktu dia nonton dilengkapi dengan sholat tahajud.

Bila dia hobinya memelihara kucing, maka berkacalah pada bapak kucing [Abu Hurairah] yang sanggup merawat kucing dan sanggup meriwayatkan banyak hadits nabi.

Jadi kuncinya adalah kita memilih menjadi budak hobi [mengikuti kesenangan pada dunia] atau kita memilih memanfaatkan hobi untuk mendekatkan diri padaNya.

Oke?

Silahkan memilih yang paling cocok, sambil membaca ayat di bawah ini.

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.(al-Hadiid: 20)

Minggu, September 14, 2008

14 SeP 08




Malem tadi, aku YM dengan beberapa teman yang ngucapin selamat berulang tahun. Memang hari ini adalah hariku untuk mawas diri, untuk melihat sejauh mana aku telah melakukan tugasku mengabdi pada Allah swt.

Kurasakan imanku memang sering naik turun, kadang terasa begitu indah, kadang terasa menjadi beban yang sangat berat. Beberapa cobaan sering membuatku tegar, tetapi beebrapa kenikmatan justru sering membuatku lengah.

Pagi-pagi sudah dilapori hilangnya sepeda Polygon LiLo. Meskipun itu bukan sepeda yang mahal amat, tetapi untuk beli lagi sepeda merk polygon di Cikarang tidak segampang seperti beli sepeda di Surabaya, yang semuanya dekat jaraknya. Udah gitu perlu uang yang tidak sedikit untuk membeli sepeda seperti itu lagi [lha tadi katanya tidak mahal].

Jadi, aku hanya bisa berharap semoga Allah mengembalikan sepeda LiLo itu. Semoga LiLo masih diberi kesempatan untuk naik sepeda itu lagi. Amin.

Dengan tetap tersenyum aku bilang LiLo untuk mencoba mencari lagi sepedanya, kali-kali ada yang nemuin dan menyimpannya. Siapa tahu di bulan puasa ini orang-orang pada tergerak hatinya untuk ebrbuat baik.

Insya Allah. Amin.

Tepat jam 00.00 [saat Adebayor membuat gol ke 2 di EPL] aku mendapat ucapan selamat dari keluargaku. Makanya aku nggak boleh keluar kamar semalem, rupanya mereka pada nyiapin acara buatku.

Aku dapet beberapa hadiah yang pas banget dengan kebutuhanku. Semoga Allah membimbing keluargaku agar selalu berpegang pada tali Allah.

Insya Allah. Amin.

Sabtu, Agustus 09, 2008

MuBadZiR

“......sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan. Dan setan itu sangat ingkar kepada tuhannya” =Surat al-Isra’ (17) ayat ke 27=

Lalu?

Bagaimana dengan anda? Apakah ada hal-hal yang mubadzir di sekeliling anda? He..he..he... gak usah jauh-jauh, aku mestinya yang harus bertanya pada diriku sendiri,
"jangan-jangan banyak barang mubadzir yang berada di sekelilingku."

Oke, aku mulai motret saja satu demi satu.


ini sepeda gembos yang berbulan-bulan nggak dipakai

rantainya saja dibiarkan terbengkalai berbulan-bulan

malah dijadikan tempat menjemur "keset"

nasi basi yang nggak sempat kemakan, karena kebanyakan masak
kue enak yang nggak kemakan, padahal ada yang pingin ngabisin

mau minum susu aja sampai tumpah-tumpah

sup yang belum kesentuh, tapi sudah basi

Ihhh, capek deh negliat diri sendiri yang masih banyak kekurangannya. Masih banyak yang belum kufoto, dan semoga foto-foto ini mampu menjadi pendorong semangatku untuk terus berbenah hati agar selalu dekat denganNya.

Masih banyak kekuranganku dan aku harus makin fokus pada keluargaku, kalau ingin keluargaku jauh dari api neraka.

ya Tuhan yang maha suci, segala puji bagiMu, Tuhan yang Maha Besar

ya Tuhan aku hanyalah hambaMu yang masih lemah dan penuh dosa, ampunilah aku, ampunilah kedua orang tuaku, ampunilah keluargaku

sayangi kedua orang tuaku seperti mereka menyayangiku, ketika aku kecil

ya Tuhan, tunjukkanlah yang benar adalah benar dan berikanlah kekuatan padaku untuk melaksanakannya.

tunjukkanlah yang salah adalah salah dan berikanlah kekuatan padaku untuk menjauhinya

amin

Kamis, Mei 29, 2008

Keras dan Lunak

















Tulisan ini kubaca di presentasi dari Andrie Wongso. Aku lupa siapa yang ngirim file presentasi ini ke komputerku, tapi yang penting kalimat di atas banyak benarnya.

Selama ini, banyak orang bilang aku terlalu keras terhadap diri sendiri, misalnya bangun pagi sebelum subuh dan ke kantor setelah subuhan.

Ngapain pagi-pagi ke kantor? Mau bantu-bantu ngepel?

Setelah kurenungkan, ternyata kehidupanku menjadi lebih nyaman  Beberapa nikmat yang kudapat dari kekerasan terhadap diri sendiri seperti di atas adalah, antara lain :

  1. Bisa ngobrol dari hati ke hati dengan istri dan anak-anak dalam suasana yang segar, secara rutin.
  2. Bisa baca berita hari ini dengan lebih nyaman (tidak dikejar-kejar jam berangkat atau nunggu koran yang nggak datang-datang)
  3. Membaca surat elektronik dari korporat secara otomatis, karena browserku tak set agar yang terbuka pertama adalah http://surat/disposisi/, dalam suasana yang masih fresh, sehingga kegiatan hari ini lebih terencana.
  4. dll
Apa yang terjadi ketika aku mencoba lunak dengan diriku sendiri. Aku bangun kesiangan dan sesukaku sendiri kemudian pergi ke kantor tidak sesegera mungkin, Akibatnya sampai di kantor dalam kondisi capek (macet di jalan), keringat “gembrobyos” bercucuran, terlambat ngantor (alamat potong gaji), gak sempat baca koran, disposisi surat belum dibaca sudah ditanyain realisasinya, dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat hidup jadi kayak neraka.

Selamat mengendalikan diri sendiri, karena musuh terbesar kita memang adalah mengendalikan diri sendiri. Bekerjalah sesuai tanggung jawab kita kepada Allah, diri sendiri, orang lain dan lingkungan kita (alam semesta).

Salam

Selasa, Maret 18, 2008

Mawas Diri

Setiap ada "alert" ulang tahun, dari siapapun, aku pasti teringat ketika umur 14 tahun dan ingin ulang tahunku dipestakan.

Biasanya memang selalu ada pesta ulang tahun untukku, meskipun hanya nasi kuning aja, tapi tahun itu tidak.

Orang tuaku tidak mau ulang tahun menjadi ritual pesta. Ulang tahun adalah ritual untuk mawas diri, melihat apa yang telah kita lakukan dan apa yang belum mita lakukan.

Seorang alim yang dulunya bergelimang dosa, pernah berkata bahwa semua amalnya sampai saat ini belum juga sanggup untuk membayar dosa yang telah dia kerjakan selama ini.

Sungguh, aku sering jadi malu hati. Orang sealim itu masih merasa berdosa, lha aku ini alim saja belum kok sudah sok hemat dalam beramal.

Bukankah kehidupan dunia ini hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, dan (ajang) adu kemegahan manusia (QS Al-Hadid [57]: 20).

Wah, kapan ya bisa boros beramal dan hemat berdosa?
...

Rabu, November 28, 2007

Disukai Orang Lain

Menjadi Pribadi Yang Disukai Di Kantor

APA yang diperlukan untuk memudahkan peningkatan karir?
Ternyata pencapaian karir yang baik tidak melulu diukur dari keterampilan, keahlian, loyalitas, maupun prestasi. Semua ini belum cukup untuk mengantarkan anda kepada jenjang karir yang tinggi.
Ada hal lain yang tidak kalah penting, yaitu kepedulian terhadap rekan dan lingkungan kerja yang pada intinya, untuk mendukung mulusnya karir anda, anda dituntut untuk menjadi pribadi yang disukai. Coba simak berikut ini :

 Hargai Privasi Orang Lain
Dimanapun anda berada, anda tetap harus menjaga privasi orang lain. Kalau anda termasuk orang yang kurang bisa menghargai wilayah pribadi orang lain, mulai sekarang belajarlah untuk melakukannya. Termasuk untuk hal-hal yang kesannya sepele. Misalnya mengetuk pintu ruangan kerja orang lain sebelum anda masuk, Tahan pula keinginan anda untuk membaca surat-surat atau apapun yang berada dimeja kerja rekan anda. Jika ingin menggunakan benda milik rekan, biasakan untuk meminta ijin dulu

 Patuhi Peraturan
Sekalipuun perusahaan anda tempat bekerja tergolong longgar dalam menetapkan peraturan terhadap karyawannya, jangan pernah sekalipun mengambil keuntungan atau memanfaatkan kondisi tersebut. Misalnya, kebiasaan datang terlambat kekantor hanya karena tidak ada yang menegur. Menelepon rekan keluar kota bahkan keluar negeri berjam-jam atau menggunakan mesin kopi yuntuk kepentingan pribadi hingga berlembar-lembar.

 Jaga Kebersihan dan Kerapihan
Dimana-mana, kebersihan harus selalu dijaga, terlebih dilingkungan kantor. Pribadi yang jorok dan malas menjaga kebersihan jelas bukanlah pribadi yang menyenangkan. Jangan biarkan sisa makanan atau kertas kotor berserakan dimeja kerja anda. Meja yang rapih dan bersih akan membuat anda lebih nyaman dan menambah semangat kerja, selain itu gunakan pakaian yang bersih dan telah disetrika dengan baik.
 Jaga Mulut
Di lingkungan kantor, anda harus pandai-pandai menjaga mulut anda. Harus tahu kapan saatnya angkat bicara dan kapan harus menutup mulut rapat-rapat. Jangan mengobrol omongan tentang keburukan teman atau menyebarkan gosip atau membicarakan hal negatip tentang orang lain. Jika bos menyampaikan suatu rahasia pada anda, jangan sekalipun membocorkannya pada rekan-rekan yang lain. Karena kebiasaan bermulut ember akan mengurangi kredibilitas anda di mata rekan-rekan.
Jangan Berhutang
Kadang dalam kondisi kepepet anda terpaksa meminjamkan duit rekan anda untuk suatu keperluan. Misalnya saat makan bareng, sementara anda lupa membawa uang. Kalau memang anda terpaksa meminjam, kembalikan secepatnya. Jangan sampai anda dicap pura-pura lupa karena kelamaan membayar. Walaupun jumlah yang anda pinjam itu kecil, tetapi yang namanya hutang harus segera anda lunasi. Jangan lupa ucapkan terima kasih ketika mengembalikannya.
 Bersedia Membantu
Jika rekan anda meminta bantuan anda dan kebetulan anda mampu melakukannya, jangan ragu untuk membantunya. Kesediaan meringankan beban orang lain akan membuat anda semakin disegani oleh rekan-rekan anda. Bukankah sekali waktu anda pun memerlukan bantuan rekan anda ?

Nah, Tidak terlalu sulit kan untuk menjadi pribadi yang disukai di kantor? Tapi ingat lakukan semuanya dengan tulus. Jangan sekalipun melakukannya hanya sekedar topeng pergaulan dan basa-basi. Jika anda melakukannya dengan baik, anda bukan hanya berhasil merebut simpati rekan-rekan anda tetapi juga akan membantu memuluskan lajunya karir anda kejenjang yang lebih tinggi. Bukankah kesuksesan seseorang dalam karir juga ditunjang oleh pribadinya yang mempesona?


Sumber : Internet