Tampilkan postingan dengan label ultah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ultah. Tampilkan semua postingan

Selasa, Agustus 18, 2009

Pre Launching Bloggerbekasi [BB]

Pre launching Blogger Bekasi akhirnya diadakan di Bekasi Cyber Park. Sebuah tempat yang meski agak bising tapi lumayan bersih dan makanannya juga mantap.

Acara intinya sebenarnya adalah menyusun draft final terakhir lay out wajah blogger bekasi, tapi yang terjadi adalah pertemuan keluarga besar kompasiana cabang Bekasi. Sebagian besar peserta memang mengajak buntutnya masing-masing. Sungguh ini persis dengan kejadian pagi tadi saat ada demo masak mie di Sami Kuring yang kemudian juga berubah menjadi rekreasi keluarga besar TDA Bekasi.

Akhirnya ditetapkan hari lahir blogger bekasi adalah tanggal 17 Agustus 2009 ini. Layout draft final terakhir blogger bekasi ini akhirnya disepakati di akhir acara, berkejaran waktunya dengan saat tutupnya BCP [Bekasi Cyber Park].

Dukungan kompas melalui kompasiana membuat para pengurus blogger bekasi sangat yakin akan perkembangan blog ini. Dengan memanfaatkan fasilitas agregator, maka materi blog dijamin tidak akan mengalami kekeringan. Blogger tetap dan blogger tamu juga diyakini akan banyak mengisi halaman blogger bekasi ini.

Nama pak Amril, pak Wijaya apalagi kang Pepih, tentu sudah bukan nama yang asing di dunia blogger Indonesia [apalagi namaku, hehehe.... mode narsis : ON]. Semua ini tentu berkat jaringan yang sangat luas dari masing-masing pengurus blog ini dan adanya dukungan penuh dari Kompasiana.

Selanjutnya?

Mari kita tunggu kiprahnya.

+++


Lokasi pertemuan


narsis mode : ON




Pak Ketua dan Bu Ketua



...
.

Minggu, Agustus 16, 2009

Waskita Bikers Community [ultah II]

Setelah dua tahun berdiri, maka kali ini ultah WBC [Waskita Bikers Community] diperingati dengan cara melakukan touring lagi [ada tanggal 15-16 Agustus 2009. Pemilihan tanggal yang cukup aneh, karena pasti berbenturan dengan banyak acara tujuh belasan.

Ternyata pemilihan tanggal ini mempunyai maksud tertentu, yaitu agar salah satu direktur Waskita bisa ikut kegiatan ini. Salut buat pak Direktur yang begitu menyatu dengan para Bikers, mengikuti jalan yang berliku-liku, naik turun dan macet. Apalagi rem belakangnya tidak berfungsi dengan baik, karena ada salah satu sparepartnya yang lepas.

Salut juga buat panitia yang tanggap akan kondisi sepeda motor anggotanya, sehingga sepeda motor yang bermasalah bisa diperbaiki dengan segera dan bisa ikut melaju lagi bersama sepeda motor bikers yang lainnya.

[pinjam motor pak Yoga lagi]

Tanggal 4 Agustus 2007 lalu, diploklamirkan berdirinya WBC di Puncak dan kali ini diperingati di pegunungan Sukabumi. Sebuah pemandangan yang indah menyambut para bikers di pebukitan itu. Kolam renang yang menggoda membuat rasanya semuanya ingin segera berendam di kolam itu.

LiLo menjadi tester pertama di kolam renang

Tantangan terbesar di touring kali ini memang pada kondisi jalan yang berliku, naik turun, rusaknya beberapa badan jalan di banyak ruas jalan dan kemacetan yang luar biasa. Long week end ini memang membuat hampir semua jalan menuju ke luar kota macet total [el shinta], mulai dari pagi hari sampai malam hari. Beberapa kecelakaan lalu lintas juga membuat kemacetan ini menjadi semakin parah.

Awalnya, akan ada polisi lalu lintas untuk membuka jalan WBC menuju perbatasan DKI [Cibinong], tetapi karena banyaknya tugas kepolisian [utamanya poltas], maka kawalan dari polisi ini dibatalkan. Kawalan dari PJR baru dilakukan setelah rombongan WBC memasuki daerah Cibinong.

Di baris paling belakang, tim penjaring dilengkapi dengan ambulance dan beberapa mobil panitia, sehingga diharapkan tidak ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi di acara ini.

Acara rutin "keblasuk" [tersesat] terjadi lagi di event kali ini. Dulu tersesat karena tim penjaring kurang menguasai medan, maka yang tersesat sekarang adalah mereka yang lepas dari kawalan dan begitu semangat untuk memacu kendaraannya. Dia lupa tidak melihat spion dan petunjuk arah, sehingga biarpun sendirian tetapi tetap melaju kencang menuju jalan yang diyakininya benar.

Acara rutin lainnya adalah acara pembentukan kekompakan tim dan terciptanya suasana kebersamaan yang kuat di antara para peserta touring ini.

tertawa lepas membuat stress jadi lari

Para pesertapun larut dalam suasana canda tawa, apalagi ada juga anak-anak pegawai Waskita yang ikut touring ini, sehingga suasana menajdi makin meriah.

Lilo kebagian jadi kepala Naga

Berbagai macam ketrampilan disampaikan pada kelompok-kelompok kecil dari touring ini. Ada yang menamakan dirinya kelompok mbah Surip, ada juga yang menamakan dirinya kelompok "I love You Full". Kelihatannya semua kelompok ini terinspirasi dari kebesaran nama mbah Surip, bahkan yang menamakan dirinya kelompok macan saja tetap memakai label mbah Surip saat menampilkan yel-yelnya.

Beberapa permainan yang disajikan adalah permainan kepala Naga, penyeberangan kelompok yang berlawanan, ranjau darat dll.

Semua permainan itu adalah permainan untuk menguji kekompakan tim maupun konsentrasi tim. Begitu semangatnya para fasilitator kelompok ini, sehingga salah satu fasilitator permainan ikut menjadi anggota kelompok yang difasilitasinya.

Terlihat kepuasan dari mereka yang berhasil menyelesaikan tugasnya dan kekaguman mereka terhadap kelompok lain yang bisa menyelesaikan tugasnya. Tepuk tangnpun membahana setiap ada kelompok yang berhasil menyelesaikan tugasnya.

Tentu saja ajang saling ejek mengejek antar kelompok juga terjadi. Semuanya itu hanyalah bumbu dari kemeriahan acara sore ini.



Hujan rintik-rintik yang kemudian terasa makin deraslah yang akhirnya membuat acara ini harus diselesaikan sebelum terlanjur menjadi hujan lebat. Acara makan baksopun jadi terasa nikmat dibawah cuaca hujan yang seperti ini.

yang hangat di udara yang dingin

"Setelah berbulan-bulan tiada hujan, hujan ini benar-benar menjadi berkah", begitu kalimat yang keluar dari mereka yang mendambakan hujan

"Berarti rombongan ini membawa berkah ya mas", kataku menimpali.

Sore hari, akupun meluncur ke Jakarta lagi. Ada acara lain yang sudah menanti. Kutinggalkan mereka yang masih mempersipakan acara malam minggu yang sama dengan acara malam minggu dua tahun lalu. Semoga acaranya meriah, lebih meriah dibanding dua tahun lalu. Apalagi ada Direktur yang ikut memeriahkan acara itu.

Dua tahun lalu hanya Kepala Biro dan beberapa Kabag yang memeriahkan acara ini. Tahun ini benar-benar istimewa. Tidak ada Kepala Biro yang hadir, tetapi justru ada direktur yang hadir dan sangat aktif mengikuti acara ini dengan cara ikut naik motor bersama para Bikers WBC lainnya.

"Hari ini saya jadi anggota WBC, sama seperti yang lainnya", begitu ucapan singkat pak Direktur dikala memberi sambutan pemberangkatan di "Daerah Aman" Waskita.

Salut buat semua warga WBC, MERDEKA !

Motor pinjaman dua tahun lalu

+++

artikel terkait dan tidak terkait [campur]

pengrajin mobil yogya
etika berkendara 1
etika berkendara 2
etika berkendara 3
etika berkendara 4

Minggu, September 14, 2008

14 SeP 08




Malem tadi, aku YM dengan beberapa teman yang ngucapin selamat berulang tahun. Memang hari ini adalah hariku untuk mawas diri, untuk melihat sejauh mana aku telah melakukan tugasku mengabdi pada Allah swt.

Kurasakan imanku memang sering naik turun, kadang terasa begitu indah, kadang terasa menjadi beban yang sangat berat. Beberapa cobaan sering membuatku tegar, tetapi beebrapa kenikmatan justru sering membuatku lengah.

Pagi-pagi sudah dilapori hilangnya sepeda Polygon LiLo. Meskipun itu bukan sepeda yang mahal amat, tetapi untuk beli lagi sepeda merk polygon di Cikarang tidak segampang seperti beli sepeda di Surabaya, yang semuanya dekat jaraknya. Udah gitu perlu uang yang tidak sedikit untuk membeli sepeda seperti itu lagi [lha tadi katanya tidak mahal].

Jadi, aku hanya bisa berharap semoga Allah mengembalikan sepeda LiLo itu. Semoga LiLo masih diberi kesempatan untuk naik sepeda itu lagi. Amin.

Dengan tetap tersenyum aku bilang LiLo untuk mencoba mencari lagi sepedanya, kali-kali ada yang nemuin dan menyimpannya. Siapa tahu di bulan puasa ini orang-orang pada tergerak hatinya untuk ebrbuat baik.

Insya Allah. Amin.

Tepat jam 00.00 [saat Adebayor membuat gol ke 2 di EPL] aku mendapat ucapan selamat dari keluargaku. Makanya aku nggak boleh keluar kamar semalem, rupanya mereka pada nyiapin acara buatku.

Aku dapet beberapa hadiah yang pas banget dengan kebutuhanku. Semoga Allah membimbing keluargaku agar selalu berpegang pada tali Allah.

Insya Allah. Amin.

Rabu, Agustus 06, 2008

Pesta Tahunan Indonesia

logohut63risdhw.jpg


Tema HUT RI ke-63:

"Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Lanjutkan Pembangunan Ekonomi Menuju Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, serta Kita Perkuat Ketahanan Nasional Menghadapi Tantangan Global".

Begitu tema pesta tahunan kali ini.

Bagiku, bulan Agustus adalah bulan untuk bersenang-senang, sejenak mengurangi beban pekerjaan dan meingkatkan rasa sosial di antara kita.

Segala macam Olah Raga dipertandingkan dan hampir semuanya kuikuti. Hasil pertandingan, aku selalu MENANG....NGGUNG MALU alaias kalah.

Bagiku kemenangan musuhku adalah amalku untuk membahagiakan mereka yang mungkin jarang menang dalam event olah raga resmi.

Penggembira, itulah yang lebih tepat untuk menggambarkan kontribusiku dalam lomba-lomba yang diadakan di kantor.

Di Kampung sendiri, biasanya aku ikut memeriahkan acara lomba anak-anak. Maksudnya biar anakku tidak takut ikut lomba, soalnya bapak ibunya pada aktif jadi panitia. Hasilnya lumayan. Kadang anakku juara kadang tidak. Yang penting tidak ada KKN untuk memenangkan lomba itu.

Selamat datang bulan Agustus, selamat datang semangat kebersamaan. Mari berbagi keceriaan di bulan penuh semangat ini.

Bulan depan sudah menanti bulan suci, bulan pembakaran dosa kita.

Semoga kita diberi kesempatan menikmati bulan suci Ramadhan.

Amin.

Sabtu, Maret 22, 2008

Jalan Kaki (pagi)

2 Hari setelah kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW adalah hari kelahiran anakku yang paling ganteng, Muhammad Lilo AL Fadil. Pagi ini kutandai dengan mulai aktif untuk jalan kaki sebelum subuh. Rasanya nyaman berjalan dengan diterangi bulan purnama yang teduh dan menyegarkan.

Kebiasaan ini, dulu selalu kulakukan selama 4 tahun di Surabaya. Hampir tiap hari, kami sekeluarga sholat jamaah di Masjid. Para jamaah sholat subuh sampai sangat kenal sama anakku, karena memang dia satu-satunya laki-laki yang berumur dibawah 20 tahun di masjid itu.

Waktu itu, Lilo memang sekolah TK aja belum. Jamaah Masjid itu memang seperti jamaah subuh di masjid-masjid lain, penuh orang yang berkepala 5. Aku yang berkepala 4 saja masih dianggap pemuda di masjid itu, karena gak ada yang lebih muda lagi.

Sehabis sholat subuh, jika jalan-jalan di komplek, maka beberapa ibu atau bapak-bapak yang sudah sepuh pada menyapa Lilo (dan bukan bapaknya). Aku tidak kenal mereka, tapi mereka rupanya sangat kenal sama Lilo.

Di Jakarta, kebiasaan itu sangat sulit dilakukan. Habis sholat subuh, kegiatan rutin sudah menanti dengan tenggat waktu yang sangat mepet. Kayaknya hanya di hari libur, kegiatan itu dapat dilakukan.

Menjelang kelahiran anak pertama, di Aceh, kebiasaan ini kulakukan hampir setiap pagi. Sedangkan saat anak kedua, mulai tidak rutin. Pada anak ketiga, di Medan, boleh dikata hampir tidak bisa dilakukan kegiatan jalan pagi.

Hasilnya, kelahiran anak pertama sangat lancar, anak kedua kurang lancar dan anak ketiga terpaksa pakai bantuan medis ekstra. Korelasi ini, aku gak tahu benar atau tidak, tapi banyak temen yang setuju kalau jalan kaki mempunyai dampak yang cukup besar dalam proses kelahiran anak.

Beberapa teman juga menasehatiku, kalau ada tangga di kantor, maka persedikit pemakaian lift dan mulai sering menggunakan tangga. Kesempatan olah raga yang sangat sedikit di Jakarta, pasti membuat frustasi orang yang gemar olah raga. Bagi yang tidak gemar olah raga, mereka jadi punya pembenaran untuk tidak berolah raga.

Kayaknya ajakan teman-temanku, untuk selalu mencari kesempatan berjalan kaki, sangat pantas untuk diikuti.

Berolah-ragalah mumpung masih bisa. Pada saat sudah gak bisa lagi berolah raga, maka sesal kemudian tidak berguna.

Salam olah raga (jalan kaki!:-).

...

Selasa, Maret 18, 2008

Mawas Diri

Setiap ada "alert" ulang tahun, dari siapapun, aku pasti teringat ketika umur 14 tahun dan ingin ulang tahunku dipestakan.

Biasanya memang selalu ada pesta ulang tahun untukku, meskipun hanya nasi kuning aja, tapi tahun itu tidak.

Orang tuaku tidak mau ulang tahun menjadi ritual pesta. Ulang tahun adalah ritual untuk mawas diri, melihat apa yang telah kita lakukan dan apa yang belum mita lakukan.

Seorang alim yang dulunya bergelimang dosa, pernah berkata bahwa semua amalnya sampai saat ini belum juga sanggup untuk membayar dosa yang telah dia kerjakan selama ini.

Sungguh, aku sering jadi malu hati. Orang sealim itu masih merasa berdosa, lha aku ini alim saja belum kok sudah sok hemat dalam beramal.

Bukankah kehidupan dunia ini hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, dan (ajang) adu kemegahan manusia (QS Al-Hadid [57]: 20).

Wah, kapan ya bisa boros beramal dan hemat berdosa?
...

Rabu, Desember 12, 2007

BK 1212 LK

BK 1212 LK itu adalah plat nomor mobilku yang nomornya kupesan khusus untuk mengingatkan seluruh keluargaku, bahwa di hari itu kita harus mensyukuri semua nikmat Allah swt.

Nikmat Allah begitu banyak, sampai kita nggak sanggup menuliskannya, meskipun air laut dijadikan sebagai tintanya. Luar biasa sekali gambaran yang diberikan tentang betapa banyaknya nikmat yang kita terima.

16 tahun lalu, pak Kiming dan pak Adil Mubarak memberikan sesuatu hal yang bagi mereka aku yakin tidak berarti apa-apa, tapi bagiku sungguh berarti dan tak akan pernah kulupakan dalam hidupku.

Insya Allah, aku yakin Tuhan akan membalas semua amal baik mereka yang pada hari-hari itu ikut menentukan langkahku sampai hari ini.

Di hari-hari menjelang 1212 itu, akupun harus menyembunyikan sesuatu dari pak Bambang EM dan keluarganya. Sesuatu hal yang mestinya tidak perlu kusembunyikan, mengingat “support” mereka terhadapku. Tapi itulah yang terjadi, aku melangkah ke 1212 tanpa sepengetahuan pak BEM dan keluarga.

Alhamdulillah, semua itu sekarang sudah menjadi kenangan manis dan akupun makin kenal dengan kebesaran hati pak BEM.

Selamat Ulang Tahun buat perkawinanku dengan istriku yang pertama dan yang terakhir. Semoga Allah swt selalu memberikan rachmat dan hidayahNya pada keluargaku.

Selamat datang keluarga emasku, selamat datang Waskita Emas 2010 dan Selamat Datang Dunia Emas 2050.

Semoga Tuhan Menyertai kita.

Amin.