Selasa, Februari 28, 2012
Senyum membuat semuanya jadi baik-baik saja
Minggu, 26 Pebruari 2012 aku ajak istriku untuk bersepeda. Sampai di depan POM Bensin HOS Cokroaminoto, tiba-tiba kurasakan ban sepedaku bermasalah.
Benar saja, anginnya habis tanpa sisa.
Langsung saja bawa ke bengkel sepeda yang berada di dekat POM Bensin itu. Hasilnya dop ban dalam lepas. Pantas saja anginnya langsung habis.
Ini kejadian yang cukup rutin menimpa sepedaku Specialized. Sementara itu sepedaku yang lain, baik United, Polygon atau Dahon tak pernah mengalami masalah seperti ini. Sudah berbagai macam merk ban dalam kupasang di sepeda ini tapi tetap saja muncul kejadian ini.
Mulai dari ban dalam yang model dop kecil sampai dop normal, semuanya pernah dicoba dan hasilnya tetap saja sering gembos dan habis angin secara mendadak.
Ya sudah, daripada bersungut-sungut, akupun senyum dan mulai mengganti mode "bersepeda" dengan mode "berjalan kaki". Istriku tetap naik Dahon dan membuntutiku. Kadang mendahuluiku ketika dia mampir membelikan koran Tempo kesayanganku.
Perjalanan pagi ini tetap terasa indah meskipun ban sepeda bocor. Kuncinya hadapi dengan senyum dan perasaan marahpun tiba-tiba pergi tanpa pamit.
Sampai rumah langsung ambil camera dan motret kondisi sepeda yang sedang menderita sakit "dadakan". Malamnya sepeda siap untuk turun ke jalan lagi. Semoga tidak ada halangan lagi untuk bersepeda.
Kesehatan itu mahal tapi baru terasa mahalnya ketika kita sedang sakit. Jadi mari kita jagain kesehatan dengan olah raga semampu kita, minimal setengah jam setiap berolah raga.
Minggu, Mei 17, 2009
Sepedaan CiMaRT [hari H-1 jam]
Dia juga sudah mengajak kawannya untuk ikut, tapi ketika kuminta dia mengajak kawan-kawannya, LiLo terlihat enggan. Di blognya baru kutahu kalau dia memang sudah kecapekan maen sama teman-temannya, sehingga sudah males keluar rumah lagi.
Kemarin sore memang LiLo main setengah harian, suatu kegiatan yang tidak dilakukannya sejak sepedanya mangkrak di depan rumah.
Begitu sepedanya sudah diperbaiki, maka LiLo seperti mendapat mainan baru, langsung pamit mencari teman-teman sepedaannya. Apalagi sepedanya sekarang jauh lebih lancar ketika di"gowes", sehingga LiLo makin semangat untuk sepedaan.
Pagi ini juga, tidak seperti biasa, LiLo langsung mandi sebelum sholat subuh. Biasanya pakai celana pendek, hari ini dia pakai celana panjang. Rupanya LiLo sudah nggak sabar ingin menunjukkan bel sepedanya yang baru.
Kaosnya pakai kaos hijau yang warnanya kurang disukai oleh istriku tapi disukai oleh kakak-kakak LiLo maupun olehku.
Bagiku, untuk anak-anak, warna apapun cocok. Mau ngejreng boleh, enggak ngejreng juga gak masalah. Yang penting bersih dan rapi dipakai.
Memang beda dengan keinginan ibunya yang selalu ingin anaknya tampil "perfect".
Acara sepedaan yang maunya santai ini ternyata mendatangkan kesibukan tersendiri bagi Anisku. Pagi-pagi istriku sudah memasak makanan dan minuman untuk para tamu yang sebentar lagi akan mendatangi rumahku.
Akupun harus segera meneyelesaikan tulisan ini agar bisa mbantu Anisku.
Kalau Litha dan LiLo biasanya asyik main sama anak-anak kucing yang lucu-lucu .
Saat ini memang selain sepeda, maka topik kucing sedang jadi topik terhangat di rumah.
.....
...
.
Sabtu, April 18, 2009
Ban Gembos
Wah, sudah terlanjur melaju baru tahu kalau ban belakang gembos. Tadi yang kucek hanya ban depan, karena biasanya ban belakang selalu keras, sedangkan ban depan sering kurang angin, ternyata yang terjadi tidak sesuai prediksi.
Di sepanjang jalan, aku diskusi sama Litha masalah ban gembos ini.
"Menurutmu, sebaiknya kita pompa di rumah atau kita pompa di tukang tambal ban nak?", kataku membuka diskusi
"Di tambal ban aja pak", jawab Litha
"Kenapa?"
"Kan kita sudah jauh dari rumah, daripada balik lagi, lebih baik kita ke tukang tambal ban"
"Ada empat pernyataan terhaqdap kasus ini"
"..........."
"Pertama, kita pompa di rumah saja, gak bayar, bisa sekalian berolah raga"
"Kedua, kita pompa di tukang tambal ban, dapet sehat bersepeda dan sekalian beramal dengan memberi rejeki pada tukang tambal ban"
"Ketiga, kita pompa di rumah saja, enak aja tukang tambal ban dapet duit untuk pekerjaan yang gampang ini"
"Keempat, kita pompa di tukang tambal ban, soalnya males deh mompa sendiri, enakan mbayar dan dipompain orang lain"
"Nah, dari satu masalah ban gembos ternyata bisa muncul empat pernyataan ya nak", kataku mengakhiri pernyataan ban gembos ini
"Iya pak... tinggal kita pilih yang baik saja ya pak. Epos", jawab anakku
Epos, adalah energi positif, artinya setiap tindakan positif dari kita, maka hasil positif juga yang akan kita dapat.
Kalau kita berbuat yang positif, misalnya menolong orang, maka hasil positif yang kita terima nanti bisa berupa kita ganti ditolong orang atau dimudahkan dalam menyelesaikan suatu hal yang kita anggap sulit.
Sebaliknya energi negatif [ENEG] akan membuat kita menuai hasil negatif dari tindakan negatif kita. Saat kita marah-marah tanpa alasan yang jelas, maka ada kemungkinan ganti kita yang dimarahi orang di lain kesempatan.
Kumpulan ENEG akan mengundang ENEG dari alam, sehingga hidup kitapun akan penuh dengan suasana atau situasi ENEG.
Keputusan tinggal ada pada kita, jadi mau ENEG atau EPOS, maka kitalah yang menentukan, bukan orang lain.
Minggu, April 05, 2009
Kota Pahlawan di Minggu Pagi
Keluar dari hotel langsung belok kanan menuju "TKP". Hmm udaranya lumayan segar, dibanding Jakarta, tetapi tetap lebih segar udara di belakang rumahku yang penuh dengan pepohonan hijau [maklum rumah di desa CIkarang].
Sampai di depan patung Sudirman, kulihat penjual gudeg yang dulu sering kudatangi sudah gak jualan lagi. Gantinya para mania VW yang nongkrong disitu. Warung Pecel masih laris manis dan penuh parkirannya.
Jalan sedikit lagi ke arah Pemkot, kulihat warung lesehan yang dulu ada di situ sudah berganti dengan deretan sepeda onthel tua. Dandanan mereka bak warok atau bak "amtenar" jaman dulu. Tua muda, laki perempuan pada nongkrong disitu.
Warung lesehannya sudah terlihat bersih dan dipakai markas salah satu partai yang katanya berhati nurani.
Nyebrang jalan, sampailah ke gedung Pemkot. Suasananya masih seperti dulu, yang berubah hanya yang jualan tidak sebanyak dulu. Masih banyak orang yang main bola, badminton ataupun hanya sekedar loncat-loncat saja.
Pikiran jadi terasa segar melihat suasana seperti itu. Gak terasa langsung melamun ke Cikarang. Sedang apa ya anak-anakku disana? Apa mereka jalan-jalan juga ya di Taman Golf?
Pak AMril katanya mau melihat istriku jualan di Taman Golf, tetapi aku yakin istriku di rumah ngurusin anak-anak yang kehilangan candaan "jayus" dari bapaknya.
Puas menikmati taman Pemkot, langsung balik kanan menyusuri rumput hijau yang lembut, sampai tiba-tiba kakiku menabrak besi.
Uaduh, sakitnya lumayan juga nih. Rupanya ada besi di balik rumput itu. He..he..he.. makanya jangan ngelamun deh. Katanya instruktur K3LM kok kesandung [emang jalan hanya pakai kaki saja, pakai mata juga donk], wah gak iya nih...!:-)
Mendekati hotel Surabaya Plaza, sempat lihat perahu melintas di sungai. Wah, ada wisata air juga akhirnya di Surabaya. Dulu waktu aku lima tahun di Surabaya, itu hanya jadi wacana terus.
Salut deh buat mereka yang berjuang untuk melestarikan wisata air itu.
Sesampai di hotel aku langsung minta obat luka. Para petugas hotelpun sibuk melayaniku. Sayang tidak ada kotak P3K di hotel megah ini.
Ya udah beli saja di drug store. Kalau aku jadi pemilik hotel pasti kubelikan deh tamu yang kakinya luka.
Sekarang udah sehat, siap untuk jalan-jalan muter-muter kota Surabaya.
Senin, Januari 05, 2009
Yuk Kerja Lagi

Akhirnya hari kerjapun datang lagi setelah capek liburan. Bertemu kembali dengan teman kantor dan mulai menjalani rutinitas kerja seperti biasanya.
Semoga tahun 2009 ini dapat kujalani dengan lebih baik dibanding tahun-tahun lalu. Amin.
Selama liburan ini, praktis aku lebih banyak kumpul dengan keluarga di rumah. Acara keluar rumah hanya nonton Teater Dinasti dan makan di D'Cost. Selebihnya kuisi dengan olah raga ringan, sepedaan bersama keluarga dan makan bareng di warung lesehan atau beli pukis dan makan di pinggir lapangan [disapu dengan angin sepoi yang "suejuk"].



Tiap hari aku sepedaan, hari terakhir libur kututup dengan membeli kelinci kecil. Dua ekor binatang kecil yang lucu banget, sehingga ketika sampai di rumah dan melihat kelucuannya, kita kembali lagi ke penjualnya dan beli 3 [tiga] ekor lagi.
Mereka dinamai oleh masing-masing pemiliknya, yaitu :
1. momo [father], berwarna putih dengan belang hitam
2. panda [pisu], putih dengan mata mirip panda
3. shiro [lilo], putih dengan maksud mirip piaraannya Sin Chan
4. kumu [lytha], coklat dan sangat lincah
5. kuro [luluk], artinya hitam seperti warna bulunya
Sayang di sore harinya Kuro sakit sehingga terpaksa dibawa oleh sang pawang. Semoga lekas sembuh Kuro. Amin.
Liburan yang sangat indah, karena habis untuk keperluan keluarga doank.

KURO [si hitam]

KUMU [Litha Poenya]

Anggora PANDA

Angora MOMO

ShIRO [punya LiLo]
Sabtu, September 13, 2008
SePeDaAn [di bulan PuaSa]
Hari libur [Sabtu-Minggu], acara yang paling menyenangkan adalah bermain bersama keluarga. Sekalian olah raga, maka diputuskan bentuk acara adalah bersepeda, memanfaatkan sepeda yang minggu lalu telah diberesin.
Minggu, September 07, 2008
MaiN BoLa [di bulan puasa]
Ketika masih aktif di Tapak Suci, aku pernah bikin acara long march dengan jarak sekitar 17 km [yogya - prambanan] di bulan puasa. Tim medis sudah disiapkan, siapa tahu nanti ada yang perlu dilarikan ke rumah sakit atau perlu istirahat di tempat yang teduh.
Ternyata semua sehat-sehat, tidak ada yang bermasalah. Padahal aspal panas yogya prambanan cukup menyengat juga tuh. Kuncinya hanya ada dua, yaitu keyakinan bahwa bulan puasa tidak identik dengan "lemas, loyo, letih dan lesu".
Yang kedua, sebelum berangkat olesi kaki dengan ramuan khusus, yaitu bawang merah yang diuleg [dihancurkan] dicampur minyak makan ["lengo klenthik"].
Saat masih aktif latihan teater, pernah juga latihan alam di pantai baron pas bulan puasa. Diterpa angin laut dan ombak pantai, berteriak-teriak kayak orang gila [aslinya memang agak gila], dan tidak ada rasa harus "mokel", berbuka sebelum waktu berbuka.
Sore ini, kuajak anakku untuk main bola di lapangan jababeka, di pinggir lapangan golf, di belakang rumah.
Berdua berlari-larian, saling berganti pose, sampai menjelang buka, kita pulang, mandi dan ke masjid untuk ngumpul dengan teman-teman, berbuka puasa bersama.
Sore ini takjilnya enak banget dan buanyak banget, sehingga biarpun yang datang juga banyak banget, nggak ada yang kekurangan makanan.
Kamis, Agustus 07, 2008
FUTSAL (02)
Minggu, Agustus 03, 2008
50 minus OnE

Untuk laki-laki berusia 49 (50-1), maka setahun lagi akan mulai banyak penyakit yang rajin datang. Untuk itu, mulai sekarang harus sudah dipasang pertahanan yang kuat untuk menolak penyakit itu.
- Jalan kaki seminggu minimal 3 kali, dengan jarak minimal 3 km, atau jalan kaki seminggu minimal 3 kali dengan waktu tempuh minimal 30 menit (sama dengan nasihat di atas)
- Kurangi maknan berlemak (daging dkk)
- Perbanyak makan sayur, buah dkk
- Yang paling penting, selalu ikhlas dan tersenyum dalam kondisi apapun.
Insya Allah, aku sanggup melaksanakannya.
Amin.
Minggu, Mei 11, 2008
Babak Awal Thomas Cup

Indonesia harus babak belur dulu sebelum akhirnya sukses mengalahkan Thailand dengan skor yang sangat tipis, 3-2.
"Piala Thomas adalah kejuaraan bulutangkis internasional untuk nomor beregu pria yang diadakan setiap dua tahun sekali. Nama kejuaraan ini berasal dari nama Sir George Alan Thomas, bekas Presiden IBF dan pemain bulutangkis dari Inggris yang menyumbangkan piala tersebut pada tahun 1939.
Piala Thomas adalah kejuaraan tertua yang diadakan oleh IBF. Kejuaraan yang pertama diadakan pada tahun 1948-1949. Pada tahun tersebut, turnamen ini diikuti oleh 10 negara: Kanada, Denmark, Inggris, Perancis, Irlandia, Wales, Amerika Serikat, India, Malaya dan Swedia. Sepanjang sejarahnya, hanya tiga negara yang pernah menjadi juara: Tiongkok, Malaysia (Malaya) dan Indonesia.
Piala Uber, kejuaraan beregu untuk putri dimulai pada tahun 1956 dan dilaksanakan bersamaan dengan Piala Thomas, namun mulai tahun 2010 penyelenggaraan kedua turnamen tersebut akan dipisah.
Setiap tim peserta Piala Thomas terdiri dari lima orang/pasangan (3 tunggal, 2 ganda)."
Salam
Sabtu, Maret 22, 2008
Jalan Kaki (pagi)
Kebiasaan ini, dulu selalu kulakukan selama 4 tahun di Surabaya. Hampir tiap hari, kami sekeluarga sholat jamaah di Masjid. Para jamaah sholat subuh sampai sangat kenal sama anakku, karena memang dia satu-satunya laki-laki yang berumur dibawah 20 tahun di masjid itu.
Waktu itu, Lilo memang sekolah TK aja belum. Jamaah Masjid itu memang seperti jamaah subuh di masjid-masjid lain, penuh orang yang berkepala 5. Aku yang berkepala 4 saja masih dianggap pemuda di masjid itu, karena gak ada yang lebih muda lagi.
Sehabis sholat subuh, jika jalan-jalan di komplek, maka beberapa ibu atau bapak-bapak yang sudah sepuh pada menyapa Lilo (dan bukan bapaknya). Aku tidak kenal mereka, tapi mereka rupanya sangat kenal sama Lilo.
Di Jakarta, kebiasaan itu sangat sulit dilakukan. Habis sholat subuh, kegiatan rutin sudah menanti dengan tenggat waktu yang sangat mepet. Kayaknya hanya di hari libur, kegiatan itu dapat dilakukan.
Menjelang kelahiran anak pertama, di Aceh, kebiasaan ini kulakukan hampir setiap pagi. Sedangkan saat anak kedua, mulai tidak rutin. Pada anak ketiga, di Medan, boleh dikata hampir tidak bisa dilakukan kegiatan jalan pagi.
Hasilnya, kelahiran anak pertama sangat lancar, anak kedua kurang lancar dan anak ketiga terpaksa pakai bantuan medis ekstra. Korelasi ini, aku gak tahu benar atau tidak, tapi banyak temen yang setuju kalau jalan kaki mempunyai dampak yang cukup besar dalam proses kelahiran anak.
Beberapa teman juga menasehatiku, kalau ada tangga di kantor, maka persedikit pemakaian lift dan mulai sering menggunakan tangga. Kesempatan olah raga yang sangat sedikit di Jakarta, pasti membuat frustasi orang yang gemar olah raga. Bagi yang tidak gemar olah raga, mereka jadi punya pembenaran untuk tidak berolah raga.
Kayaknya ajakan teman-temanku, untuk selalu mencari kesempatan berjalan kaki, sangat pantas untuk diikuti.
Berolah-ragalah mumpung masih bisa. Pada saat sudah gak bisa lagi berolah raga, maka sesal kemudian tidak berguna.
Salam olah raga (jalan kaki!:-).
...










