Tampilkan postingan dengan label futsal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label futsal. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 30, 2009

Full Day Meeting and Futsal

Seharian ini aku mabuk rapat, mulai rapat dengan Serikat Pekerja, dengan Kepala Lapangan Proyek Jembatan Suramadu, sampai dengan Panitia Reuni Akbar Teknik Sipil 2009.

Meski rapatnya berlangsung santai dan efektif, tetapi ternyata energiku habis terkuras juga. Tahu-tahu hari sudah malam dan kawan-kawan sudah menunggu untuk latih tanding Futsal.

Inilah olah raga yang sedang tren di saat ini. Dari faktor kesehatan sendiri, olah raga ini kurang dianjurkan, karena 3-4 jam sebelum tidur sebaiknya kita tidak ber olah raga berat.

Sayangnya pertandingan bola, diadakan juga pada malam hari, sehingga anjuran itu seperti suara di padang pasir saja, tanpa gaung dan hilang begitu saja.

Tadinya tempat latih tanding ini mau dipindahkan dari tempat yang sudah direncanakan, karena ada salah satu direktur kita ada yang ingin nonton, tetapi karena tempat lain sudah penuh, akhirnya tempat latihan tidak jadi dipindah dan kitapun meluncur ke tempat latih tanding itu.

Tanpa menunggu waktu, langsung pemanasan [maksudnya foto narsis dulu] kemudian milih anggota tim saat itu juga dan permainanpun dimulai.





Seperti biasa kita tampil dengan kostum kebesaran kita [sugesti biar menang lagi, kayak waktu melawan telkomsel beberapa waktu lalu]

Ternyata kiper lawan luar biasa hebatnya. Meskipun kendali permainan ada di tangan tim kita, tetapi akhirnya malah kecolongan gol duluan karena terlalu asyik menyerang. Kecolongan ini terus berlanjut, sehingga skor yang terpampang menunjukkan kita kemasukan 6 gol dan hanya memasukkan 3 gol.

Tuan rumahpun timbul eforianya, sehingga menurunkan tim lapis keduanya, demikian juga tim kita, turun juga anggota tim yang belum main.

Hasilnya 2-2.

Permainan terus berlanjut dan akhirnya merekapun kecapekan dan skor akhir menjadi 9-4, kita berhasil melesakkan 9 gol dan mereka berhasil membalas 4 gol.

Kedua timpun merasa sama-sama menang dan dirayakan di rumah makan terdekat.








Jam 22.00 aku meluncur pulang ke rumah dengan kondisi yang sudah hancur lebur. Untungnya pakai kalung biofir, sehingga masih bisa sampai ke tempat perisitirahatan di km 19, tol jakarta cikampek.

Setelah tidur sejenak di dalam mobil, akupun pulang dan sampai di rumah dalam kondisi yang segar. Kusiapkan diri untuk menghadapi keroyokan anak-anakku.

Ternyata mereka sudah pada tidur, sehingga akupun langsung menyiapkan diri untuk tidur.

Hmm.... pasti besok pagi acara dialog dengan anak-anak akan sangat meriah ...................

Kamis, Desember 11, 2008

Dosaku [ternyata] banyak

Tiga pemuda [kepala 2, 3 dan 4] asyik makan di warung sebelah kantor. Mereka semua dalam kondisi tidak FIT, dan sedang membahas latihan FUTSAL malam ini.

Pemuda kepala 2 dan 3 sepakat tidak hadir di acara latihan FUTSAL, dengan alasan badannya tidak FIT 100%. Pemuda kepala 4 alias berumur 49 tahun bilang begini,"Aku tadi malem ke dokter, karena tahu akan tidak FIT hari ini, jadi dengan datang ke dokter aku jadi siap untuk ikut latihan FUTSAL".

Percaya diri berdasar baik sangka pada perasaan positif telah membuat sang penyakit tersingkirkan dan ikutlah sang pemuda kepala 4 ke tempat latihan FUTSAL

Dia yakin bahwa alarm dalam tubuhnya telah memberi sinyal positif, sehingga diapun jadi punya keyakinan untuk latihan bola tanpa takut jatuh sakit.

Walhasil pulang dari FUTSAL masih sempat PLURK, Blog maupun facebook.

Dalam teori Quantum Ikhlas, maka setiap pancaran energi positif dari kita akan menyebabkan lingkungan kita menjadi penuh dengan energi positif. Akibatnya, semua yang kita jumpai adalah lingkungan yang positif.
Contohnya, bila kita anggap anak kita bodoh, maka akan jadi bodohlah dia, tanpa perlu kita berdoa untuk dia.

Suara hati kita itulah doa yang selalu di dengar oleh Allah swt. Suara hati, menurut teori Quantum Ikhlas, selalu akan bergetar secara terus menerus. Getaran positif ini jika selalu berbenturan dengan getaran engatif yang ada di sekelilingnya, maka lama-lama akan melemah, sehingga seorang yang berbudi luhurpun, bisa saja jadi "bandit" bila dalam kehidupan sehari-hari selalu bergaul dengan para "bandit", yang tentu saja hatinya penuh dengan getaran energi negatif.

Contoh lain, kalau kita menghormati orang lain, maka tanpa kita suruhpun orang lain akan menghormati kita. Kalau kita selalu ramah pada semua orang, orangpun akan segan tidak ramah pada kita.
Kalau kita melempar bola ke dinding, maka bola itupun akan memantul kembali pada kita. Apa yang kita berikan pada orang lain, sesungguhnya akan kembali pada kita. Kalau kita mengejek orang lain, maka sama artinya dengan mengejek diri sendiri.

Coba kita simak lagu obat hati pada baris,"kumpulilah orang soleh", disitu jelas rumusnya, bahwa untuk mendapat hati yang bersih dan selalu berprasangka baik, maka berkumpulan dengan orang soleh.
Lalu, apakah kita tidak mau berkumpul dengan orang yang tidak soleh? Apakah mereka harus kita jauhi?

Tentu tidak donk.

Mereka justru perlu didekati, agar hati mereka menjadi lembut, agar belenggu yang membuat hitam hati mereka dapat kita lepaskan.

Mereka adalah ladang amal kita, jadi tentu harus kita perhatikan, agar mereka tidak makin jauh dari ajaran Tuhan.

Yang sebaiknya tidak dilakukan adalah menjadikan mereka sebagai sahabat. Artinya, kita menyetujui apa yang ada dalam getaran hati mereka. Ini yang tidak boleh.

Kita sendiri masih banyak dosa dan masih sedikit pahala, apa kita mau tambah "bankrut" dengan menerima mereka yang hatinya hitam sebagai sahabat kita?

Aku jadi ingat doanya Abu Nawas [CMIIW]

"Ya Allah, aku ini hambamu yang penuh dengan dosa, sebanyak pasir di laut, jadi aku ini tidak pantas masuk surgamu yang suci itu Ya Allah"
"Ya Allah, aku tahu neraka itu panas dan aku tahu tidak akan sanggup aku masuk ke dalamnya, untuk itu tolonglah aku Ya Allah, masukkan aku dalam surgamu"
"Amin. Amin. Amin"

"Alhamdulillahi rabbil alamin"
Abu Nawas memang seniman besar.

Doa Abu Nawas yang lengkap, kira-kira begini  [CMIIW]:

Ya Tuhanku, tidak pantas bagiku menjadi penghuni surga-Mu
Namun, aku tidak kuat dengan panasnya api neraka


Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar


Dosaku seperti jumlah pasir
Maka terimalah pengakuan taubatku Wahai Pemilik Keagungan


Dan umurku berkurang setiap hari
Dan dosaku bertambah, bagaimana aku menanggungnya


Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu
Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu


Seandainya Engkau mengampuni
Memang Engkaulah Pemilik Ampunan


Dan seandainya Engkau menolak taubatku
Kepada siapa lagi aku memohon ampunan selain hanya kepada-MU

Selasa, Oktober 28, 2008

FUTSAL [hobiku]

Minggu lalu, saat main FUTSAL, aku kebanjiran banyak gol. Artinya aku banyak beramal karena telah membuat penyerang musuh pada kesenangan. Di Minggu ini, aku hanya membuat tiga amalan buat musuh, sementara penjaga gawang musuh capek mungutin bola dari gawangnya.

Kalau saja tidak ada tendangan mendadak [dan sangat keras] yang mengenai jari tanganku, kayaknya aku masih akan bertahan untuk main FUTSAL sampai bel berbunyi. Emang nyaman tuh main FUTSAL di FUTSAL CITY.

Begitu kurasakan sakit yang tak tertahankan, maka aku langsung keluar lapangan. Yang kuarah adalah balsem atau apapun untuk mengurangi rasa sakit dan menahan bengkaknya jariku.

Ternyata tim FUTSAL Waskita tidak mempersiapkan kotak [atau tas] P3K. Jadinya ya nanya ke grup FUTSAL lainnya. Siapa tahu ada yang mbawa.

Udah keliling-keliling ke beberapa grup, masih juga belum dapet balsem. Akhirnya diputuskan beli saja atau minta ke pengelola FUTSAL CITY.

Ternyata "sami mawon" alias sama saja. Pengeliola tidak punya kotak P3K dan tidak jual balsem. Waduh, tempat sebagus ini ternyata tidak menjalankan K3 dengan baik. Akupun menuju ke parkiran mobil, siapa tahu ada kotak P3K di mobil.

Alhamdulillah, dengan tersenyum kecut, kota P3K-nya sudah diisi oleh barang yang lain.

Kawan-kawan pada nanyain tentang sakitku, tapi kujawab dengan tersenyum."Yang penting hari ini tidak main tidak apa-apa, tapi yang akan datang insya Allah datang lagi. Gak ada bosennya deh!"

Begitulah, kalau sudah hobi, maka sakit ataupun cedera sudah bukan menjadi halangan. Para pemain bola profesional, karena digaji tinggi, maka merekapun tidak pernah takut sakit. Ada suatu hal yang mereka kejar yang membuat semua jenis kesakitan tidak menjadi halangan untuk main bola.

Sekarang menjadi jelas kenapa Rasullullah Muhammad SAW begitu tak peduli dengan kakinya yang bengkak gara-gara terlalu rajin sholat malam.

Ada sesuatu yang dikejar yang membuat bengkak kaki tak perlu dirisaukan. Sholat sudah menjadi kebutuhan beliau, mungkin sudah lebih dari hobi.

Memang sesuatu kalau sudah menjadi hobi akan membuat pengorbanan apapun menjadi tidak terasa.

Para penggila bola, betah melek sampai pagi kalau ada pertandingan yang mereka nantikan. Begitu juga mereka yang hobi memelihara binatang. Kadang, mereka lebih sayang binatangnya dibanding anak atau saudaranya. Mereka tida tersentuh ketika anak atau saudaranya sakit atau kesakitan, tetapi sedikit saja binatang peliharaannya sakit, maka kalang kabutlah mereka.

Hobi memang membuat hidup menjadi lebih hidup. Tingga bagaimana kit amensiasatinya, sehingga hobi tetap jalan dan ibadah juga tidak ketinggalan.

Saat banyak orang mencibir penggila bola yang suka melek sampai pagi, maka akan sangat bermanfaat kalau waktu dia nonton dilengkapi dengan sholat tahajud.

Bila dia hobinya memelihara kucing, maka berkacalah pada bapak kucing [Abu Hurairah] yang sanggup merawat kucing dan sanggup meriwayatkan banyak hadits nabi.

Jadi kuncinya adalah kita memilih menjadi budak hobi [mengikuti kesenangan pada dunia] atau kita memilih memanfaatkan hobi untuk mendekatkan diri padaNya.

Oke?

Silahkan memilih yang paling cocok, sambil membaca ayat di bawah ini.

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.(al-Hadiid: 20)

Rabu, Oktober 15, 2008

Selalu mencari SOLUSI

Ketika ada pasir yang masuk ke mataku, maka aku berhenti main FUTSAL. Daripada tetep maksain main tapi kucek-kucek mata terus, terpaksa kurelakan tempatku untuk orang lain.

Lebih dari 10 gol yang kuikhlaskan untuk para penyerang lawan, gak tahu juga kenapa penampilanku buruk banget malam ini. Bola-bola yang mestinya tidak menjadi gol, ternyata pada nyelonong masuk ke gawangku.

[ngeblog sambil njawabin YM nih..., ayo lanjut lagi nulisnya eh YMnya]

Beberapa hal menjadi penyebabnya, antara lain :
  1. Pemain Back yang mestinya ada di depanku selalu terlambat turun, karena mereka pada kecapaian ketika mau kembali dari penyerangan ke gawang musuh
  2. Mereka kecapaian karena pemain penggantinya sedikit, banyak peminat FUTSAL yg absen hari ini.
  3. Peminat FUTSAL absen karena masih belum fit abis pulang mudik.
  4. Pulang mudik karena yang lainnya pada mudik [jadi ikut-ikutan].
  5. Ikut-ikutan karena hanya itu yang bisa diikuti
  6. Udah ah, capek nyari penyebab, sebaiknya nyari solusi aja ya...
Kata salah satu motivator di TiPi, bedanya orang yang gagal dan yang sukses adalah sebagai berikut :

"Orang gagal selalu punya satu alasan sedang orang sukses selalu punya satu solusi!"

Jadi akupun tidak usah nyari alasan kenapa banyak gol yang bersarang di gawangku, tapi cari solusi agar tidak banyak gol yang bersarang lagi. SO .... keputusanku ganti kiper udah tepat ya.

Kiper lawan memang sedang bagus-bagusnya tuh. Segala macam tendangan bisa diantisipasi dengan baik. Bola yang mestinya gol, semuanya jadi bola mentah. Padahal matanya terlihat ngantuk dan berair.

Kata kawannya,"Pak kalau dia nggak ngantuk malah kebobolan terus ...!"

Malamitu akupun pulang dengan membawa amalan berupa gol-gol buat penyerang lawan.

Pelajaran hari ini :
  1. Jangan suka ujub, sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya GOL juga.
  2. Jangan jadikan pulang mudik sebagai alasan untuk pembenaran suatu kesalahan.
  3. Tersenyumlah menghadapi kekalahan, jadilah "the good loser", jangan suka cari kambing hitam [nyari catnya aja udah susah tuh]
  4. Kegagalan adalah sukses yang tertunda [kalau gak percaya tanya ama pak Mario Teguh]
  5. “ Mulailah kehidupan anda dari apa yang anda yakini, karena Apapun yang anda yakini nanti JADINYA seperti yang anda yakini”.
  6. Dengarkan radio GEN FM dan setel terus sampai terdengar dialog "Salah Sambung", maka akan terdengar suara dari Kemal dan .... lho kok jadi nulis tentang radio GEN FM [gara-gara ngeblog sambil ngePLURk sambil YM sambil mikir GEN FM, jadinya ya gini....]
  7. Selalu Fokus pada mesin ketik [jangan sampai tulis tangan], jangan pedulikan PLURK [yang karmanya naik sedikit demi sedikit], jangan pedulikan YM [yang isinya ngalor ngidul] dan jangan dengarkan radio selain GEN FM [halah .... tambah kaco aja nih..]
  8. Dilanjut besok aja [kalau sempet]

Jumat, Agustus 22, 2008

(akibat) Main FUTSAL




Hari Kamis, aku nemenin pegawai baru yang keliling kota Jakarta,melihat-lihat proyek Waskita yang menjadi land mark Jakarta. Disepanjang perjalanan aku banyak tidurnya (minimal tidur ayam), badan rasanya meriang.


Begitu mampir di proyek Casablanca, aku langsung masuk ke klinikproyek. Maunya sih periksa kondisi tubuh yang agak gak enak ini, tetapi aku dianggap atau dikira sedang nggodain paramedisnya, jadi aku nggak dikasih obat apa-apa, hanya dikasih sangobion saja.

Ketika mampir lagi di Proyek GOR Boker, aku kembali langsung keklinik, dan seperti kasus di klinik Casablanca, maka kembali aku tidak dilayani dengan serius. Mereka pada ketawa-ketawa melihat aku diperiksa oleh paramedis. Baru setelah aku minta dicek suhu badanku, merekayakin bahwa aku memang sedang sakit.

Malam sebelumnya aku memang terlalu bersemangat main FUTSAL, sehingga biarpun keringat sudah membasahi sekujur tubuh, masih saja kuteruskan mainnya. Akibatnya, sampai di rumah langsung menggigil. Mandinya kayak bebek (tapi pakai anduk nih..!:-). Byar byur dan langsung pakai bajuhangat.

Jumat pagi ini badan rasanya masih belum fit betul, sehingg aku terpaksa harus membatalkan acara outbond. Meskipun berat hati, itu harus kulakukan. Aku juga harus nyiapkan perjalanan ke samarinda hari Minggu. Jadi hari ini lebih baik aku ke dokter lagi ya?

Soalnya aku nggak terlalu yakin dengan pemeriksaan paramedis kemarin sih.

Semoga hari ini lebih baik dari kemarin.Amin.
Salam

Kamis, Agustus 21, 2008

FUTSAL CITY com





Sore, tanggal 20 08 2008, aku presentasi tentang Sistem Manajemen Waskita dihadapan karyawan baru Waskita. Sejak kemarin aku sudah "woro-woro" bahwa sehabis presentasi kalau ada yang tertarik dipersilahkan gabung latihan FUTSAL di futsalcity.

Aku sih nggak tahu alamat lengkapnya, tapi jalan menuju ke arena itu aku sudah cukup apal. Begitulah sehabis maghrib langsung meluncur bersama beberapa kawan baru. Mereka ada yang dari UNPAD, UGM maupun UNDIP.

Karena aku harus nganter mereka balik ke kantor, maka aku pinjem aja sopir kantor runtuk mbawa mobil, jadi sepanjang perjalanan bisa istirahat (maunya).

Kenyataannya, sepanjang jalan asyik ngobrol jadi ya mirip degan mbawa sendiri aja jadinya.

Beberapa topik obrolan adalah sebagai berikut :

1. Ada pemain yang sudah umur 65 tahun tapi tetap bisa bertahan main 30 menit tanpa henti (meskipun kalau diberi umpan daerah dia gak bisa ngejar).
2. Pemain tertua kedua, direktur keuangan Waskita, dari awal main sampai akhir permainan terus keluar masuk lapangan untuk membuat gol-gol indah.
3. Lapangan futsal yang cukup keren dengan rumput sintetis (tiger turf), lokasi futsal yang cukup lengkap fasilitasnya.

Pelajaran yang didapat hari ini adalah :
1. Jangan meremehkan umur orang tua, karena dengan semangat 45 ternyata mereka mampu mengimbangi pemuda yang umurnya sepertiganya atau setengahnya (tetapi bagi orang tua jangan terlalu bersemangat, karena sebenarnya onderdilnya sudah lapuk).
2. Kebersamaan adalah salah satu kunci menciptakan suasana kerja yang kondusif. Saat olah raga, sudah tidak ada lagi jarak antara direktur dan OB.

Malem hari, sampai rumah aku langsung tumbang. Untung aku tadi tidak memfrosir tenaga, soalnya besok pagi sudah ditunggu untuk acara keliling proyek Waskita yang menjadi "landmark" Jakarta.

Segala puji bagi Allah yang masih memberi kekuatan dan kesehatan padaku. Semoga aku terus dibimbingNya.
Amin.

Kamis, Agustus 07, 2008

FUTSAL (02)


Kali ke dua ikut FUTSAL, beli sepatu baru dulu. Pilihan yang dicari adalah yang warnanya hitam, dan ukurannya cocok. Ternyata dapetnya SPECS nomor 43. Wuihhh....gede banget pikirku.

Setelah kucoba pakai, eh ... kok pas ya..

Jadilah hari itu aku main FUTSAL dengan sepatu baru. Targetnya, main 30 menit, berkeringat dan jangan sampai besok nggak bisa kerja karena kecapekan atau keseleo. Main "safe" katanya.
FUTSAL kali ini dipublikasikan secara meriah. Poster dipasang di lift dan di"announce" ke seluruh lantai dengan penegras suara.

Ternyata yang datang tidak sebanyak hari pertama dua minggu lalu. Meskipun kehadiran direktur bertambah, tapi peserta malah merosot jauh.

Jangan-jangan dua minggu lalu abis main FUTSAL pada keseleo kakinya, jadi untuk FUTSAL kali ini mereka pada mengundurkan diri.

Kulihat pemain asli FUTSAL juga gak pada nampak. Pada kemana mereka ya?

Menjelang akhir permainan(ku), baru kudapat jawaban. Ternyata para pemain asli sedang lembur, jadi perlu perjuangan khusus untuk datang ke lapangan.

He..he..he... sehat memang dianjurkan, tapi kerja jangan dilupakan. Begitu pula sebaliknya, kerja jalan terus, tapi sehat juga perlu dipikirkan.

Ikut FUTSAL tidak hanya sehat jasmani, tapi rohani juga ikut sehat. Teriakan-teriakan maupun tepukan setiap terjadi hampir gol ataupun gol membuat pikiran jadi makin jernih, stres pekerjaan pada hilang dan malemnya tidur bisa nyuenyak buanget.

Tidurnya sambil senyum lagi.....!

Selasa, Juli 22, 2008

FuTSaL


FUTSAL

Menjelang pulang kantor ada kawan yang nanya tentang SMS yang dia kirim tadi malem.

Lho memang ada SMS untuk aku? Aku merasa nggak ada SMS yang masuk dari dia, maka langsung saja kubuka kotak masuk di hapeku.

“Nggak ada tuh. Emang nelpon kemana?”

Rupanya dia nelpon ke nomor frenku. He..he..he… nomor frenku udah lama nggak aktif, soalnya dulu kan kupakai untuk “pacaran” ama istriku, jadi setelah dia (istriku) selalu ada di sampingku ya nggak perlu lagi nomor itu.

Rupanya isi SMSnya ngajak main FUTSAL. Yang bikin aku sedikit surprise adalah ternyata yang ngajak main FUTSAL sebenarnya adalah pak Direktur Keuangan.

Yo wis, itung-itung liat seberapa kuat pak Direktur main FUTSAL.

Sampai di lapangan, ternyata sudah banyak kawan yang ngumpul. Rayuan mautpun mulai bertebaran.

“Ayo main dab. Nih pakai sepatuku”, kata si empunya bengkel KuPu2 Malam.
“Gak punya kaos? Ada tuh yang jual”, begitu kata pak Ucup menimpali.

“He..he..he…. gak punya celana juga nih”, kataku masih mencoba mengelak.

“Ada pak yang jual di depan”

Habislah alasanku, dan akhirnya akupun main FUTSAL. Dapet seragam kaos Inter Milan dan celana Argentina. Rasanya kayak Hernan Crespo deh.

Ternyata asyik banget tuh main FUTSAL. Tidak terlihat lagi perbedaan antara Direktur dan Sopir. Semuanya kumpul untuk mencari bola, berebut bola dan bertujuan membuat gol sebanyak-banyaknya.

Untuk kali pertama ini aku cukup jadi kiper aja dan kemasukan satu gol. Kawan-kawan ternyata mainnya bagus banget. Ada Agus, Didik, BuYunK (anaknya pak BEM nih) dan masih banyak lagi yang mainnya ciamik banget.

Kebetulan center back dan play maker di timku mainnya bagus banget. Jadi gak banyak tendangan yang mengancam gawangku. Kalau saja peter chech yang njagain pasti dijamin masih perawan tuh.

Selamat datang FUTSAL, sampai jumpa minggu depan. Amin.