Malem-malem lewat Ruko Anggrek, sudah pada tutup, tapi kok toko Cimart masih buka ya? Kulihat jarum jam sudah lewat pukul 22.00, ya sudah iseng saja mampir, barangkali ada teman-teman yang nongkrong disana. Lumayan bisa bantu mikir-mikir.
Tenryata benar, ada pak Ceppi sekeluarga disana. Kelihatannya pak Direktur Operasi ini sedang memeriksa kemajuan toko Cimart sambil berbelanja tentunya.
Tadi siang aku mampir ke toko juga dan kata Boby, yang njaga toko Cimart, pak Saparjan, Dirkeu juga rajin ke toko, meski tidak tiap hari.
Cocoklah kalau semua pengurus toko ini rajin menyambangi toko Cimart. Inilah toko kita dan kemajuan toko ini adalah kemajuan kita bersama.
Ngonrol ngalor ngidul, ternyata yang jadi topik oleh Dir Ops adalah masalah software untuk mengelola toko, sehingga diharapkan saat toko ini semakin maju, maka software untuk pengelolaan tokonya sudah siap sejak sekarang.
Katanya sih software itu sudah diinstall di komputer toko, tetapi belum dicoba untuk dijalankan beneran, karena belum punya kuncinya. Harga kunci itu sekitar 1,5 juta s.d 2 jutaan, karena saat ini sedang dalam proses negosiasi.
Iseng-iseng kutulis saja di milis TDA Bekasi, jangan-jangan ada yang juga punya toko dan sudah menjalankan software khusus untuk mengelola tokonya.
Semoga Pe-Er pak DirOps ini segera selesai, sehingga bisa mikir untuk yang lain.
Amin.
...
.
Tampilkan postingan dengan label direktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label direktur. Tampilkan semua postingan
Minggu, Agustus 30, 2009
Senin, Agustus 24, 2009
Waskita Gong Show III [etape terakhir]
Akhirnya Waskita Gong Show sampai di etape terakhir. Semua alat musik dan alat peraga pementasan panggung dikeluarkan semua di acara ini. Ini adalah seri terakhir, sebagai penerus Waskita Gong Show [WGS] etape I dan etape II yang sudah sukses dilaksanakan.
Alat band lengkap, sound system juga lengkap begitu juga pengisi panggungnya lengkap. Semua jenis pementasan muncul pada hari ini. Ada yang model band biasa, ada yang model band dilengkapi dengan penari latar untuk visualisasi lagu, ada yang menampilan drama yang penuh sentilan, ada juga yang model pesulap.
Patut diacungi jempol adalah penampilan dari sebuah keluarga Waskita yang sangat kompak. Mulai dari ayah, ibu sampai seluruh anaknya, tampil di satu panggung membawakan penampilan yang tidak biasa, yaitu pentas perkusi.
Nyawa pentas keluarga ini memang ada pada pemukul drumnya, tetapi semua anggota keluarga yang lain dapat juga porsi sesuai pegangan mereka masing-masing.
Pemenang kontes Gong Show versi Waskita ini memang jatuh pada Grup dari Sekper, yang kebetulan memang sebagai penyelenggara event ini, tetapi pada kenyataannya memang penampilan mereka terlihat kompak dan kemampuan vocalisnya juga di atas rata-rata [kebetulan juga salah satu vocalis adalah juara karaoke WGS etape I].
Nilai yang dicapai oleh grup dari Sekper ini jauh di atas pesaingnya, sehingga dewan yuri yang terdiri dari dua orang yuri internal dan 1 orang yuri eksternal sepakat memilih grup Sekper sebagai pemenang kontes WGS etape III ini.
Penampilan dua drumer cilik sempat memusingkan yuri karena masing-masing punya ke"khas"-an masing-masing. Lucunya ketika dijumlah, nilai dari dua drumer ini sama persis, sehingga diambil pemenangnya adalah yang umurnya lebih muda.
Juara karaoke tahun lalu, kali ini terpaksa tidak bisa mempertahankan reputasinya, karena bibit-bibit baru terus bermunculan demikian juga bibit lama yang tadinya tidak mau ikut berpartisipasi, saat WGS ini mereka mulai mau berpartisipasi.
Memang ini ajang pertemuan non formal dari Direktur sampai ke OB. Suasana terlihat semarak saat para Direktur tampil meramaikan suasana [saat yuri ISHOMA], demikian juga ketika para Driver tampil kompak di panggung.
Juara penyanyi yang diiringi live music juga merupakan debutan baru. Juara pertamanya seorang Driver dan juara ketiganya adalah seorang Kepala Biro [satu tingkat di bawah Direktur]. Di lomba ini juara karaoke tidak ikut, sehingga pesaing untuk menempati juara lebih terbuka. Pemenang kontes untuk kriteria penyanyi dengan live music ini juga terpaksa di"diskualifikasi" oleh panitia, karena dewan Yuri telah memilih salah seorang penyanyi yang tarafnya sudah "pelatih" .
Yang diharamkan menang di kontes WGS ini memang adalah mereka yang sudah profesional dan mereka yang menjabat sebagai Direktur.
Tahun depan kriteria akan dirapikan lagi, sehingga acara ini akan makin semarak dan bisa menambah semangat bekerja sebagai satu keluarga besar yang selalu ingin "Maju Dengan Karya Bermutu".
Setelah mengisi bulan Agustus tahun ini dengan bermacam-macam kegiatan [termasuk Waskita Bikers Community], maka kita akan bertemu lagi di tahun depan. Tahun baru nanti adalah ulang tahun Waskita, silahkan bersiap-siap untuk merencanakan acara yang lebih meriah lagi.
"Maju Dengan Karya Bermutu !"
+++
Alat band lengkap, sound system juga lengkap begitu juga pengisi panggungnya lengkap. Semua jenis pementasan muncul pada hari ini. Ada yang model band biasa, ada yang model band dilengkapi dengan penari latar untuk visualisasi lagu, ada yang menampilan drama yang penuh sentilan, ada juga yang model pesulap.
Patut diacungi jempol adalah penampilan dari sebuah keluarga Waskita yang sangat kompak. Mulai dari ayah, ibu sampai seluruh anaknya, tampil di satu panggung membawakan penampilan yang tidak biasa, yaitu pentas perkusi.
Nyawa pentas keluarga ini memang ada pada pemukul drumnya, tetapi semua anggota keluarga yang lain dapat juga porsi sesuai pegangan mereka masing-masing.
pentas keluarga yang kompak
Pemenang kontes Gong Show versi Waskita ini memang jatuh pada Grup dari Sekper, yang kebetulan memang sebagai penyelenggara event ini, tetapi pada kenyataannya memang penampilan mereka terlihat kompak dan kemampuan vocalisnya juga di atas rata-rata [kebetulan juga salah satu vocalis adalah juara karaoke WGS etape I].
sang pemenang dari Sekper
penyanyi dari Grup sekper juga juara karaoke [poppy]
Nilai yang dicapai oleh grup dari Sekper ini jauh di atas pesaingnya, sehingga dewan yuri yang terdiri dari dua orang yuri internal dan 1 orang yuri eksternal sepakat memilih grup Sekper sebagai pemenang kontes WGS etape III ini.
contoh penonton yang narsis [abiz]
Penampilan dua drumer cilik sempat memusingkan yuri karena masing-masing punya ke"khas"-an masing-masing. Lucunya ketika dijumlah, nilai dari dua drumer ini sama persis, sehingga diambil pemenangnya adalah yang umurnya lebih muda.
Juara karaoke tahun lalu, kali ini terpaksa tidak bisa mempertahankan reputasinya, karena bibit-bibit baru terus bermunculan demikian juga bibit lama yang tadinya tidak mau ikut berpartisipasi, saat WGS ini mereka mulai mau berpartisipasi.
musisi andalan Waskita
Memang ini ajang pertemuan non formal dari Direktur sampai ke OB. Suasana terlihat semarak saat para Direktur tampil meramaikan suasana [saat yuri ISHOMA], demikian juga ketika para Driver tampil kompak di panggung.
Juara penyanyi yang diiringi live music juga merupakan debutan baru. Juara pertamanya seorang Driver dan juara ketiganya adalah seorang Kepala Biro [satu tingkat di bawah Direktur]. Di lomba ini juara karaoke tidak ikut, sehingga pesaing untuk menempati juara lebih terbuka. Pemenang kontes untuk kriteria penyanyi dengan live music ini juga terpaksa di"diskualifikasi" oleh panitia, karena dewan Yuri telah memilih salah seorang penyanyi yang tarafnya sudah "pelatih" .
juara III kopi ndangndut mania
Yang diharamkan menang di kontes WGS ini memang adalah mereka yang sudah profesional dan mereka yang menjabat sebagai Direktur.
Tahun depan kriteria akan dirapikan lagi, sehingga acara ini akan makin semarak dan bisa menambah semangat bekerja sebagai satu keluarga besar yang selalu ingin "Maju Dengan Karya Bermutu".
Setelah mengisi bulan Agustus tahun ini dengan bermacam-macam kegiatan [termasuk Waskita Bikers Community], maka kita akan bertemu lagi di tahun depan. Tahun baru nanti adalah ulang tahun Waskita, silahkan bersiap-siap untuk merencanakan acara yang lebih meriah lagi.
"Maju Dengan Karya Bermutu !"
+++
Dewan Yuri yang sudah dianggap pro di bidangnya masing-masing
Minggu, Agustus 16, 2009
Waskita Bikers Community [ultah II]
Setelah dua tahun berdiri, maka kali ini ultah WBC [Waskita Bikers Community] diperingati dengan cara melakukan touring lagi [ada tanggal 15-16 Agustus 2009. Pemilihan tanggal yang cukup aneh, karena pasti berbenturan dengan banyak acara tujuh belasan.
Ternyata pemilihan tanggal ini mempunyai maksud tertentu, yaitu agar salah satu direktur Waskita bisa ikut kegiatan ini. Salut buat pak Direktur yang begitu menyatu dengan para Bikers, mengikuti jalan yang berliku-liku, naik turun dan macet. Apalagi rem belakangnya tidak berfungsi dengan baik, karena ada salah satu sparepartnya yang lepas.
Salut juga buat panitia yang tanggap akan kondisi sepeda motor anggotanya, sehingga sepeda motor yang bermasalah bisa diperbaiki dengan segera dan bisa ikut melaju lagi bersama sepeda motor bikers yang lainnya.
Tanggal 4 Agustus 2007 lalu, diploklamirkan berdirinya WBC di Puncak dan kali ini diperingati di pegunungan Sukabumi. Sebuah pemandangan yang indah menyambut para bikers di pebukitan itu. Kolam renang yang menggoda membuat rasanya semuanya ingin segera berendam di kolam itu.
Tantangan terbesar di touring kali ini memang pada kondisi jalan yang berliku, naik turun, rusaknya beberapa badan jalan di banyak ruas jalan dan kemacetan yang luar biasa. Long week end ini memang membuat hampir semua jalan menuju ke luar kota macet total [el shinta], mulai dari pagi hari sampai malam hari. Beberapa kecelakaan lalu lintas juga membuat kemacetan ini menjadi semakin parah.
Awalnya, akan ada polisi lalu lintas untuk membuka jalan WBC menuju perbatasan DKI [Cibinong], tetapi karena banyaknya tugas kepolisian [utamanya poltas], maka kawalan dari polisi ini dibatalkan. Kawalan dari PJR baru dilakukan setelah rombongan WBC memasuki daerah Cibinong.
Di baris paling belakang, tim penjaring dilengkapi dengan ambulance dan beberapa mobil panitia, sehingga diharapkan tidak ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi di acara ini.
Acara rutin "keblasuk" [tersesat] terjadi lagi di event kali ini. Dulu tersesat karena tim penjaring kurang menguasai medan, maka yang tersesat sekarang adalah mereka yang lepas dari kawalan dan begitu semangat untuk memacu kendaraannya. Dia lupa tidak melihat spion dan petunjuk arah, sehingga biarpun sendirian tetapi tetap melaju kencang menuju jalan yang diyakininya benar.
Acara rutin lainnya adalah acara pembentukan kekompakan tim dan terciptanya suasana kebersamaan yang kuat di antara para peserta touring ini.
Para pesertapun larut dalam suasana canda tawa, apalagi ada juga anak-anak pegawai Waskita yang ikut touring ini, sehingga suasana menajdi makin meriah.
Berbagai macam ketrampilan disampaikan pada kelompok-kelompok kecil dari touring ini. Ada yang menamakan dirinya kelompok mbah Surip, ada juga yang menamakan dirinya kelompok "I love You Full". Kelihatannya semua kelompok ini terinspirasi dari kebesaran nama mbah Surip, bahkan yang menamakan dirinya kelompok macan saja tetap memakai label mbah Surip saat menampilkan yel-yelnya.
Beberapa permainan yang disajikan adalah permainan kepala Naga, penyeberangan kelompok yang berlawanan, ranjau darat dll.
Semua permainan itu adalah permainan untuk menguji kekompakan tim maupun konsentrasi tim. Begitu semangatnya para fasilitator kelompok ini, sehingga salah satu fasilitator permainan ikut menjadi anggota kelompok yang difasilitasinya.
Terlihat kepuasan dari mereka yang berhasil menyelesaikan tugasnya dan kekaguman mereka terhadap kelompok lain yang bisa menyelesaikan tugasnya. Tepuk tangnpun membahana setiap ada kelompok yang berhasil menyelesaikan tugasnya.
Tentu saja ajang saling ejek mengejek antar kelompok juga terjadi. Semuanya itu hanyalah bumbu dari kemeriahan acara sore ini.

Hujan rintik-rintik yang kemudian terasa makin deraslah yang akhirnya membuat acara ini harus diselesaikan sebelum terlanjur menjadi hujan lebat. Acara makan baksopun jadi terasa nikmat dibawah cuaca hujan yang seperti ini.
"Setelah berbulan-bulan tiada hujan, hujan ini benar-benar menjadi berkah", begitu kalimat yang keluar dari mereka yang mendambakan hujan
"Berarti rombongan ini membawa berkah ya mas", kataku menimpali.
Sore hari, akupun meluncur ke Jakarta lagi. Ada acara lain yang sudah menanti. Kutinggalkan mereka yang masih mempersipakan acara malam minggu yang sama dengan acara malam minggu dua tahun lalu. Semoga acaranya meriah, lebih meriah dibanding dua tahun lalu. Apalagi ada Direktur yang ikut memeriahkan acara itu.
Dua tahun lalu hanya Kepala Biro dan beberapa Kabag yang memeriahkan acara ini. Tahun ini benar-benar istimewa. Tidak ada Kepala Biro yang hadir, tetapi justru ada direktur yang hadir dan sangat aktif mengikuti acara ini dengan cara ikut naik motor bersama para Bikers WBC lainnya.
"Hari ini saya jadi anggota WBC, sama seperti yang lainnya", begitu ucapan singkat pak Direktur dikala memberi sambutan pemberangkatan di "Daerah Aman" Waskita.
Salut buat semua warga WBC, MERDEKA !
+++
artikel terkait dan tidak terkait [campur]
pengrajin mobil yogya
etika berkendara 1
etika berkendara 2
etika berkendara 3
etika berkendara 4
Ternyata pemilihan tanggal ini mempunyai maksud tertentu, yaitu agar salah satu direktur Waskita bisa ikut kegiatan ini. Salut buat pak Direktur yang begitu menyatu dengan para Bikers, mengikuti jalan yang berliku-liku, naik turun dan macet. Apalagi rem belakangnya tidak berfungsi dengan baik, karena ada salah satu sparepartnya yang lepas.
Salut juga buat panitia yang tanggap akan kondisi sepeda motor anggotanya, sehingga sepeda motor yang bermasalah bisa diperbaiki dengan segera dan bisa ikut melaju lagi bersama sepeda motor bikers yang lainnya.
[pinjam motor pak Yoga lagi]
Tanggal 4 Agustus 2007 lalu, diploklamirkan berdirinya WBC di Puncak dan kali ini diperingati di pegunungan Sukabumi. Sebuah pemandangan yang indah menyambut para bikers di pebukitan itu. Kolam renang yang menggoda membuat rasanya semuanya ingin segera berendam di kolam itu.
LiLo menjadi tester pertama di kolam renang
Tantangan terbesar di touring kali ini memang pada kondisi jalan yang berliku, naik turun, rusaknya beberapa badan jalan di banyak ruas jalan dan kemacetan yang luar biasa. Long week end ini memang membuat hampir semua jalan menuju ke luar kota macet total [el shinta], mulai dari pagi hari sampai malam hari. Beberapa kecelakaan lalu lintas juga membuat kemacetan ini menjadi semakin parah.
Awalnya, akan ada polisi lalu lintas untuk membuka jalan WBC menuju perbatasan DKI [Cibinong], tetapi karena banyaknya tugas kepolisian [utamanya poltas], maka kawalan dari polisi ini dibatalkan. Kawalan dari PJR baru dilakukan setelah rombongan WBC memasuki daerah Cibinong.
Di baris paling belakang, tim penjaring dilengkapi dengan ambulance dan beberapa mobil panitia, sehingga diharapkan tidak ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi di acara ini.
Acara rutin "keblasuk" [tersesat] terjadi lagi di event kali ini. Dulu tersesat karena tim penjaring kurang menguasai medan, maka yang tersesat sekarang adalah mereka yang lepas dari kawalan dan begitu semangat untuk memacu kendaraannya. Dia lupa tidak melihat spion dan petunjuk arah, sehingga biarpun sendirian tetapi tetap melaju kencang menuju jalan yang diyakininya benar.
Acara rutin lainnya adalah acara pembentukan kekompakan tim dan terciptanya suasana kebersamaan yang kuat di antara para peserta touring ini.
tertawa lepas membuat stress jadi lari
Para pesertapun larut dalam suasana canda tawa, apalagi ada juga anak-anak pegawai Waskita yang ikut touring ini, sehingga suasana menajdi makin meriah.
Lilo kebagian jadi kepala Naga
Berbagai macam ketrampilan disampaikan pada kelompok-kelompok kecil dari touring ini. Ada yang menamakan dirinya kelompok mbah Surip, ada juga yang menamakan dirinya kelompok "I love You Full". Kelihatannya semua kelompok ini terinspirasi dari kebesaran nama mbah Surip, bahkan yang menamakan dirinya kelompok macan saja tetap memakai label mbah Surip saat menampilkan yel-yelnya.
Beberapa permainan yang disajikan adalah permainan kepala Naga, penyeberangan kelompok yang berlawanan, ranjau darat dll.
Semua permainan itu adalah permainan untuk menguji kekompakan tim maupun konsentrasi tim. Begitu semangatnya para fasilitator kelompok ini, sehingga salah satu fasilitator permainan ikut menjadi anggota kelompok yang difasilitasinya.
Terlihat kepuasan dari mereka yang berhasil menyelesaikan tugasnya dan kekaguman mereka terhadap kelompok lain yang bisa menyelesaikan tugasnya. Tepuk tangnpun membahana setiap ada kelompok yang berhasil menyelesaikan tugasnya.
Tentu saja ajang saling ejek mengejek antar kelompok juga terjadi. Semuanya itu hanyalah bumbu dari kemeriahan acara sore ini.
Hujan rintik-rintik yang kemudian terasa makin deraslah yang akhirnya membuat acara ini harus diselesaikan sebelum terlanjur menjadi hujan lebat. Acara makan baksopun jadi terasa nikmat dibawah cuaca hujan yang seperti ini.
yang hangat di udara yang dingin
"Setelah berbulan-bulan tiada hujan, hujan ini benar-benar menjadi berkah", begitu kalimat yang keluar dari mereka yang mendambakan hujan
"Berarti rombongan ini membawa berkah ya mas", kataku menimpali.
Sore hari, akupun meluncur ke Jakarta lagi. Ada acara lain yang sudah menanti. Kutinggalkan mereka yang masih mempersipakan acara malam minggu yang sama dengan acara malam minggu dua tahun lalu. Semoga acaranya meriah, lebih meriah dibanding dua tahun lalu. Apalagi ada Direktur yang ikut memeriahkan acara itu.
Dua tahun lalu hanya Kepala Biro dan beberapa Kabag yang memeriahkan acara ini. Tahun ini benar-benar istimewa. Tidak ada Kepala Biro yang hadir, tetapi justru ada direktur yang hadir dan sangat aktif mengikuti acara ini dengan cara ikut naik motor bersama para Bikers WBC lainnya.
"Hari ini saya jadi anggota WBC, sama seperti yang lainnya", begitu ucapan singkat pak Direktur dikala memberi sambutan pemberangkatan di "Daerah Aman" Waskita.
Salut buat semua warga WBC, MERDEKA !
+++
artikel terkait dan tidak terkait [campur]
pengrajin mobil yogya
etika berkendara 1
etika berkendara 2
etika berkendara 3
etika berkendara 4
Minggu, Agustus 09, 2009
Waskita Gong Show [etape II]
Setelah sukses dengan Waskita Gong Show [WGS] etape I, maka di etape II ini terlihat lebih sukses lagi. Ini semua memang sudah direncanakan, yaitu etape I hanya menampilkan para peserta karaoke dengan iringan sound untuk player DVD saja, sedangkan pada etape II ini sudah ada sound untuk BAND, sehingga suasana memang terasa lebih wah.
Pagi-pagi, para aktifis WGS sudah pada sibuk menjajal alat-alat band tersebut. Kiriman seperangkat Drum dari salah satu petinggi Waskita membuat penampilan Band Waskita menjadi lebih sangar.
Biasanya suara drum ini tidak dimasukkan ke mixer tapi memakai suara aslinya saja. Sekarang dengan drum yang lebih berkualitas, masih ditambah suaranya dimasukkan mixer, sehingga ruangan lantai 11 di Puncak Waskita ini menjadi seperti ruang konser mini.
Para penyanyi yang tadinya muncul di karaoke minggu lalu, rupanya pada mengkeret di acara ini. Minggu lalu mereka memang tidak harus hafal lirik lagu, karena ada layar besar yang menampilkan lirik lagu. Saat ini kalau mau tampil nyaman ya harus hafal lirik lagunya.
Tak terasa tahu-tahu sudah sore. Banyaknya penyanyi non peserta yang ikut meramaikan acara ini membuat acara jadi molor. Saat dewan Yuri istirahat untuk sholat, maka beberapa penonton diminta untuk tampil di panggung bukan sebagai peserta, sehingga merekapun naik ke panggung dan membawakan lagu masing-masing. Beberapa di antara mereka sebenarnya mempunyai kemampuan yang lebih dibanding peserta, tetapi mereka lebih enak nyanyi kalau bukan sebagai peserta.
Tiga direktur Waskita yang datang juga tidak kalah kocaknya. Disamping menyanyi merekapun ikut memeriahkan suasana dengan celetukan-celetukan lucunya. Sementara itu, lagu-lagu yang membuat goyang membuat patra penonton tergerak untuk ikut joget di lantai depan.
Ini memang acara yang membuat stress jadi hilang dan kita kembali merasa seperti sedang tidak bekerja [emang kan sedang ninggalin pekerjaan ya?].
Penampilan paling heboh tentu adalah penampilan dari Divisi Gedung yang menampilkan penyanyi yang dilengkapi dengan peragaan adegan dari nyanyian itu.
Salut buat semua warga Waskita. Sukses selalu WGS ini.
Sampai ketemu Jumat 14 Agustus 2009 di WGS etape III.
Pagi-pagi, para aktifis WGS sudah pada sibuk menjajal alat-alat band tersebut. Kiriman seperangkat Drum dari salah satu petinggi Waskita membuat penampilan Band Waskita menjadi lebih sangar.
mas Hari nyobain drum baru
Biasanya suara drum ini tidak dimasukkan ke mixer tapi memakai suara aslinya saja. Sekarang dengan drum yang lebih berkualitas, masih ditambah suaranya dimasukkan mixer, sehingga ruangan lantai 11 di Puncak Waskita ini menjadi seperti ruang konser mini.
Para penyanyi yang tadinya muncul di karaoke minggu lalu, rupanya pada mengkeret di acara ini. Minggu lalu mereka memang tidak harus hafal lirik lagu, karena ada layar besar yang menampilkan lirik lagu. Saat ini kalau mau tampil nyaman ya harus hafal lirik lagunya.
dewan Yuri [mbak Nita] dan peserta berduet untuk menghibur penonton
Tak terasa tahu-tahu sudah sore. Banyaknya penyanyi non peserta yang ikut meramaikan acara ini membuat acara jadi molor. Saat dewan Yuri istirahat untuk sholat, maka beberapa penonton diminta untuk tampil di panggung bukan sebagai peserta, sehingga merekapun naik ke panggung dan membawakan lagu masing-masing. Beberapa di antara mereka sebenarnya mempunyai kemampuan yang lebih dibanding peserta, tetapi mereka lebih enak nyanyi kalau bukan sebagai peserta.
Tiga direktur Waskita yang datang juga tidak kalah kocaknya. Disamping menyanyi merekapun ikut memeriahkan suasana dengan celetukan-celetukan lucunya. Sementara itu, lagu-lagu yang membuat goyang membuat patra penonton tergerak untuk ikut joget di lantai depan.
saking semangatnya goyang, jadi cameranya nggak sanggup menangkap penjoget
Ini memang acara yang membuat stress jadi hilang dan kita kembali merasa seperti sedang tidak bekerja [emang kan sedang ninggalin pekerjaan ya?].
Penampilan paling heboh tentu adalah penampilan dari Divisi Gedung yang menampilkan penyanyi yang dilengkapi dengan peragaan adegan dari nyanyian itu.
goyang asyik yang mengalir bak air salju [emang ada ya air salju itu?]
peserta merangkap wartawan
Salut buat semua warga Waskita. Sukses selalu WGS ini.
Sampai ketemu Jumat 14 Agustus 2009 di WGS etape III.
Selasa, Oktober 21, 2008
Direktur [terlucu]

Kalau saja ada lomba direktur terlucu di Indonesia. Kira-kira kalau aku usul Mr. Bambang Triwibowo sebagai nominatornya, ada yang protes enggak ya?
Pasti pastuga yang paling mendukung usulku ini, jelas kelompokisme mewarnai dukungan pastuga pada B3 [alias Bambang Triwibowo].
Kenapa aku mengusulkan B3 sebagai direktur terlucu, tentu ada alasannya, yaitu sebagai berikut :
1. Tidak pernah marah padaku
2. Suka menghadiri acara-acara pastuga
3. Punya anak dan istri
4. Suka mengirim imil
5. Wajahnya Berbahya meski tidak Beracun.
6. dll yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Demikian blog ini dibuat untuk apresiasi pada pak B3 yang segera akan dilantik sebagai direktur pastuga dengan predikat cum laucu [BGT]
Salam
artikel ini tidak bermakna apa-apa, dibuat hanya untuk apresiasi pada pastuga yang begitu kompak dan begitu lucu [tapi "SEMBADA"]
Bravo PasTuGa ..!
Rabu, Agustus 13, 2008
17an Direktur
Selasa sore, aku ikut meramaikan lomba bola voli. Lapangan masih sepi, dan lawan tanding belum pada datang, tapi dua direktur Waskita sudah muncul di lapangan. Mr Dani dan Mr DiDi T, direktur Keuangan dan yang satunya direktur Operasi (pasti lulusan CIveng ini!:-).
Wah hebat juga semangat pak Direktur (baru) ini. Jangan-jangan semangat 45 telah merasuki jiwa para pimpinan kita. Wah, bagus itu..!
Saat permainan berlangsung, maka terlihat keakraban dari direktur dengan non direktur. Sudah tidak ada "gap" lagi antara direktur dengan satpam. "Tos-tos"an antara direktur dilakukan secara spontan karena bola masuk danpoint bertambah.
Kalau staf tidak ada yang jatuh bangun, maka direkturnya ada yang sampai terpaksa duduk di lapangan.
Pura-pura jatuh nggak ya? nggak deh, pasti jatuh beneran tuh.
Kalau kita berpendapat pura-pura jatuh berarti masih beranggapan setengah kosong, belum setengah isi. Pelajaran dari warung makan dari dulu adalah masakan telor setengah matang bukan telor setengah mentah (meskipun ujudnya sama).
Pelajaran hari ini,"semangat telah megalahkan umur!".
Hasilnya direktur yang tua-tua menang melawan tim yang muda-muda dan kompak. Mereka masih terlalu tangguh untuk dibandingkan dengan pevoli amatiran (he..he..he... agak narsis sedikit nih...!:-)





Wah hebat juga semangat pak Direktur (baru) ini. Jangan-jangan semangat 45 telah merasuki jiwa para pimpinan kita. Wah, bagus itu..!
Saat permainan berlangsung, maka terlihat keakraban dari direktur dengan non direktur. Sudah tidak ada "gap" lagi antara direktur dengan satpam. "Tos-tos"an antara direktur dilakukan secara spontan karena bola masuk danpoint bertambah.
Kalau staf tidak ada yang jatuh bangun, maka direkturnya ada yang sampai terpaksa duduk di lapangan.
Pura-pura jatuh nggak ya? nggak deh, pasti jatuh beneran tuh.
Kalau kita berpendapat pura-pura jatuh berarti masih beranggapan setengah kosong, belum setengah isi. Pelajaran dari warung makan dari dulu adalah masakan telor setengah matang bukan telor setengah mentah (meskipun ujudnya sama).
Pelajaran hari ini,"semangat telah megalahkan umur!".
Hasilnya direktur yang tua-tua menang melawan tim yang muda-muda dan kompak. Mereka masih terlalu tangguh untuk dibandingkan dengan pevoli amatiran (he..he..he... agak narsis sedikit nih...!:-)





Langganan:
Postingan (Atom)



