Tampilkan postingan dengan label waskita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label waskita. Tampilkan semua postingan

Rabu, Oktober 14, 2009

Mencari Hikmah Gempa Sumbar [1]

"Akhirnya bantuan itu tiba pak. Bantuan yang sangat kita tunggu-tunggu"

"Kita punya uang di kantong, tapi gak ada yang jual. Kalaupun ada, maka antrinya yang kita tidak tahan"

"Alhamdulillah, akhirnya BBM yang kita tunggu-tunggu ini datang juga"

Begitu komentar beberapa teman-temanku, ketika aku bertanya bantuan apa yang sangat mereka harapkan di saat kejadian gempa Sumbar.

"Lho ? Kok bukan mengharap bantuan makanan instant, tenda atau minuman?", komentarku.

"Lapar masih bisa ditahan, tenda kami tidak begitu perlu, minum memang perlu..."

"Tapi saat itu yang paling perlu adalah BBM pak. Begitu BBM datang, maka armada angkut kita bisa kita kerahkan untuk mencari apa yang kita butuhkan dan yang lebih penting lagi, kami perlu segera membantu teman-teman kami yang masih belum jelas keberadaannya"

Begitu BBM datang dari Pekanbaru, maka tim proyek Waskita Sumbar jadi lebih leluasa untuk melakukan segala kegiatan untuk mendukung posko peduli gempa yang didirikan oleh Waskita Sumbar begitu kejadian gempa melanda Padang dan sekitarnya.

Agar tidak berbenturan dengan posko peduli gempa yang lain, maka tim ini awal mulanya hanya fokus pada nasib saudara-saudara mereka yang tersebar di berbagai wilayah Sumbar.

Respon dari Waskita Jakarta, dan juga Waskita wilayah lain, membuat tim ini makin semangat untuk melakukan aksi sosial dalam rangka membantu tim penanganan pasca gempa yang sudah dibuat oleh yang berwajib.

Rombongan dari Yogya yang dianggap sudah berpengalaman melakukan tindakan penanganan musibah pasca gmpa ikut disupport oleh posko peduli gempa Waskita ini. Kita sediakan transportasi untuk tim dari Yogya ini agar mereka leluasa mengumpulkan data sebagai bahan untuk penanganan pasca gempa ini.

Kulihat daftar teman-teman yang sudah diinventarisir oleh tim Waskita. ALhamdulillah, meskipun ada yang kehilangan rumah tinggal atau rumahnya sudah tidak laik huni lagi, tapi tidak ada karyawan ataupun keluarga karyawan Waskita yang menjadi korban dalam musibah ini.

Kulihat pancaran wajah ikhlas dari teman-teman yang kukunjungi.

"Ini adalah suatu pelajaran buat kita semua. Pasti ada hikmah dibalik kejadian ini", begitu kira-kira yang ada di hati mereka.

Pak Ulul Azmi yang sempat diberitakan hilang, ternyata selamat dan meskipun rumahnya sudah tidak laik huni lagi, tapi tidak terpancar aroma kesedihan di wajahnya. Semoga keikhlasan sudah merasuk dalam hatinya.




Kalau kita berjalan-jalan di Padang, setelah tangal 12 Oktober 2009, maka sudah tidak terlihat lagi aroma gempa yang berskala 7.9 SR itu. Lalu lintas juga sudah ramai, kegiatan di pasar sudah berjalan seperti tidak ada apa-apa beberapa hari yang lalu.

Semuanya sudah normal kembali.

Gempa ini seperti memilih-milih tempat. Ada daerah yang sama sekali tidak tersentuh gempa, atau hanya beberapa rumah yang terlihat terkena gempa, tapi ada juga suatu daerah yang benar-benar habis.

Kulihat banyak sekali bangunan Bimbel yang hancur terkena gempa. Masjid Muhammadiyah juga kulihat rata dengan tanah. Tak terlihat sama sekali bangunan tiga lantai, yang terlihat malah bangunan di belakang masjid itu.



Sepanjang pengamatanku, banyak sekali dijumpai bangunan bertingkat yang kehilangan lantai 1 [satu]. Yang terlihat hanya lantai 2 ke atas. Banyak beredar cerita bahwa gempa ini membuat bangunan seperti dinaik-turunkan, sehingga lantai paling bawah seperti dipukul oleh lantai di atasnya, akibatnya lantai paling bawah masuk ke dalam tanah atau menjadi miring.



Lantai satunya hilang



Lantai satu sudah hilang tetapi lantai di atasnya terlihat masih kokoh.

Pemandangan di Padang sudah terlihat normal, tetapi jangan lupa, di Pariaman masih banyak saudara-saudara kita yang nasibnya masih menggantungkan pada uluran tangan kita.

Semoga gerakan Dompet Dhuafa yang akan membangun 1.000 rumah di wilayah gempa ini segera terealisir.

Insya Allah.
Amin.



Semoga kita pandai mencari hikmah dari kejadian ini. Semoga kita tetap disibukkan oleh gerakan untuk membantu para korban gempa dan dijauhkan dari berita Miyabi.

Insya Allah. Amin.

[bersambung]

Senin, Agustus 24, 2009

Waskita Gong Show III [etape terakhir]

Akhirnya Waskita Gong Show sampai di etape terakhir. Semua alat musik dan alat peraga pementasan panggung dikeluarkan semua di acara ini. Ini adalah seri terakhir, sebagai penerus Waskita Gong Show [WGS] etape I dan etape II yang sudah sukses dilaksanakan.

Alat band lengkap, sound system juga lengkap begitu juga pengisi panggungnya lengkap. Semua jenis pementasan muncul pada hari ini. Ada yang model band biasa, ada yang model band dilengkapi dengan penari latar untuk visualisasi lagu, ada yang menampilan drama yang penuh sentilan, ada juga yang model pesulap.

Patut diacungi jempol adalah penampilan dari sebuah keluarga Waskita yang sangat kompak. Mulai dari ayah, ibu sampai seluruh anaknya, tampil di satu panggung membawakan penampilan yang tidak biasa, yaitu pentas perkusi.

Nyawa pentas keluarga ini memang ada pada pemukul drumnya, tetapi semua anggota keluarga yang lain dapat juga porsi sesuai pegangan mereka masing-masing.

pentas keluarga yang kompak

Pemenang kontes Gong Show versi Waskita ini memang jatuh pada Grup dari Sekper, yang kebetulan memang sebagai penyelenggara event ini, tetapi pada kenyataannya memang penampilan mereka terlihat kompak dan kemampuan vocalisnya juga di atas rata-rata [kebetulan juga salah satu vocalis adalah juara karaoke WGS etape I].

 
sang pemenang dari Sekper

 
penyanyi dari Grup sekper juga juara karaoke [poppy]



Nilai yang dicapai oleh grup dari Sekper ini jauh di atas pesaingnya, sehingga dewan yuri yang terdiri dari dua orang yuri internal dan 1 orang yuri eksternal sepakat memilih grup Sekper sebagai pemenang kontes WGS etape III ini.

 
contoh penonton yang narsis [abiz]

Penampilan dua drumer cilik sempat memusingkan yuri karena masing-masing punya ke"khas"-an masing-masing. Lucunya ketika dijumlah, nilai dari dua drumer ini sama persis, sehingga diambil pemenangnya adalah yang umurnya lebih muda.

Juara karaoke tahun lalu, kali ini terpaksa tidak bisa mempertahankan reputasinya, karena bibit-bibit baru terus bermunculan demikian juga bibit lama yang tadinya tidak mau ikut berpartisipasi, saat WGS ini mereka mulai mau berpartisipasi.

 
musisi andalan Waskita

Memang ini ajang pertemuan non formal dari Direktur sampai ke OB. Suasana terlihat semarak saat para Direktur tampil meramaikan suasana [saat yuri ISHOMA], demikian juga ketika para Driver tampil kompak di panggung.

Juara penyanyi yang diiringi live music juga merupakan debutan baru. Juara pertamanya seorang Driver dan juara ketiganya adalah seorang Kepala Biro [satu tingkat di bawah Direktur]. Di lomba ini juara karaoke tidak ikut, sehingga pesaing untuk menempati juara lebih terbuka. Pemenang kontes untuk kriteria penyanyi dengan live music ini juga terpaksa di"diskualifikasi" oleh panitia, karena dewan Yuri telah memilih salah seorang penyanyi yang tarafnya sudah "pelatih" .

 
juara III kopi ndangndut mania


Yang diharamkan menang di kontes WGS ini memang adalah mereka yang sudah profesional dan mereka yang menjabat sebagai Direktur.

Tahun depan kriteria akan dirapikan lagi, sehingga acara ini akan makin semarak dan bisa menambah semangat bekerja sebagai satu keluarga besar yang selalu ingin "Maju Dengan Karya Bermutu".

Setelah mengisi bulan Agustus tahun ini dengan bermacam-macam kegiatan [termasuk Waskita Bikers Community], maka kita akan bertemu lagi di tahun depan. Tahun baru nanti adalah ulang tahun Waskita, silahkan bersiap-siap untuk merencanakan acara yang lebih meriah lagi.

"Maju Dengan Karya Bermutu !"

+++

 
Dewan Yuri yang sudah dianggap pro di bidangnya masing-masing

Sabtu, Agustus 15, 2009

Waskita Bikers Community

dikutip lengkap dari blog friendsterku



Sekitar pukul 4 sore tanggal 4 Agustus 2007, sekumpulan “bikers” Waskita telah memplokamirkan dirinya sebagai anggota WBC (Waskita Bikers Community). Sebuah “surprise” bagi para penggagas ide touring Waskita, karena di awal kegiatan ada keraguan bahwa ide touring ini akan diminati banyak peserta, bahkan tidak terpikir untuk mendirikan suatu wadah khusus buat pecinta sepeda motor yang ada di Waskita.

Sore itu, sesaat setelah semua peserta dikumpulkan dalam suatu permainan yang sangat “menggairahkan”, maka para bikers sepakat untuk mendirikan wadah, menentukan nama wadah dan memilih penjaga wadah tersebut agar dapat bermanfaat bagi mereka yang terlibat dalam wadah tersebut dan tentunya muaranya akan bermanfaat bagi perusahaan. Hal ini sejalan dengan kriteria baru dalam kategori 5 Malcolm Baldrige Criteria for Performance Exellence (MBCfPE), yaitu “workforce engagement”. Karyawan perlu diikat dalam hubungan emosional yang saling menguntungkan, sehingga karyawan mampu memberikan kinerja terbaiknya.

Perjalanan yang lumayan panjang dari peserta touring, diawali dari kantor Waskita. Berkumpul sekitar pukul 7 pagi, dan group 1 berangkat sekitar pukul 8 pagi, pada sekitar pukul 12 siang sebagian besar peserta sudah mulai bisa menikmati makan siang di Puncak.

Acara pertama setelah makan siang adalah persiapan “games” untuk mengikat semua peserta menjadi suatu kelompok yang tidak lagi membedakan atasan dan bawahan. Acara “games” yang sangat meriah dimulai dengan pembagian peserta menjadi beberapa kelompok, dan mulailah mereka memasuki dunia anak-anak kembali.

Semua berlomba unjuk ketrampilan maupun ketangkasan kelompok. Semua larut dalam aturan yang disepakati bersama sehingga hukuman apapun yang diterima menjadi bumbu yang segar pada acara ini. Para personil dari Biro KSDM terlihat kompak memimpin acara ini, sehingga seolah-olah acara ini memang telah disiapkan sejak lama, padahal semua yang terjadi pada “games” ini lebih banyak unsur “surprise”-nya. Pada salah satu “games” pengelompokan, dengan jumlah kelompok bervariasi (bisa 2, 3, 4 atau 5), maka bawahan bisa menarik atasan untuk masuk kelompok bermainnya bila mereka kekurangan anggota atau bahkan menolak atasan masuk kekelompok bermainnya bila mereka menganggap jumlah kelompoknya sudah cukup.

Pada acara malam hari, beberapa pimpinan dari Biro KSDM ikut bergabung. Hal ini menunjukkan adanya keterikatan yang nyata dari pihak manajemen terhadap kegiatan yang murni digagas oleh karyawan.

Pembicaraan informal terus mengalir, diiringi oleh alunan musik kerakyatan, sehingga suasanapun terlihat makin cair. Ketika kantuk mulai muncul, sebagian peserta mulai masuk kamar untuk mempersiapkan fisiknya menempuh perjalanan besok yang masih setengah jalan, dan sebagian peserta tetap asyik menikmati suasana malam dalam kebersamaan yang jarang didapat.

Subuh dini hari, 5 Agustus 2007, beberapa peserta melakukan ibadah berjamaah di mushola yang ada di dekat tempat peristirahatan, berdoa bersama-sama semoga perjalanan kembali ke Cawang dilindungi dan dibimbing Tuhan YME, dan sebagian lagi mulai antri di depan kamar mandi yang terbatas jumlahnya.

Pukul 9 pagi, rombongan WBC mulai bergerak menuju Cawang dengan pengawalan dari pihak Kepolisian. Jalanan yang macet dengan mudah dilewati oleh para “bikers” dan kendaraan roda empat yang seharusnya mengikuti rombongan tertinggal cukup jauh, belum lagi adanya pemberlakuan aturan penutupan jalan.

Banyak hikmah yang dapat dipetik dari keseluruhan acara ini, baik mengenai kesiapan route, kesiapan tim “sweeper”, pembagian kelompok tidur sampai ke pengisi acara hiburan di malam hari.

Dengan segala kekurangannya, pelaksanaan touring yang pertama ini boleh dibilang telah menuai sukses besar. Tolok ukurnya adalah senyum yang selalu mengembang dari setiap peserta dan kalaupun ada kritikan selalu disertai dengan saran membangun dan tetap dengan senyum yang mengembang.

Sampai bertemu di touring selanjutnya. Jatiluhur sudah menunggu para bikers dari WBC. Selamat datang WBC dan selamat bergabung bagi karyawan yang tertarik.

Minggu, Agustus 09, 2009

Waskita Gong Show [etape II]

Setelah sukses dengan Waskita Gong Show [WGS] etape I, maka di etape II ini terlihat lebih sukses lagi. Ini semua memang sudah direncanakan, yaitu etape I hanya menampilkan para peserta karaoke dengan iringan sound untuk player DVD saja, sedangkan pada etape II ini sudah ada sound untuk BAND, sehingga suasana memang terasa lebih wah.



Pagi-pagi, para aktifis WGS sudah pada sibuk menjajal alat-alat band tersebut. Kiriman seperangkat Drum dari salah satu petinggi Waskita membuat penampilan Band Waskita menjadi lebih sangar.

mas Hari nyobain drum baru

Biasanya suara drum ini tidak dimasukkan ke mixer tapi memakai suara aslinya saja. Sekarang dengan drum yang lebih berkualitas, masih ditambah suaranya dimasukkan mixer, sehingga ruangan lantai 11 di Puncak Waskita ini menjadi seperti ruang konser mini.

Para penyanyi yang tadinya muncul di karaoke minggu lalu, rupanya pada mengkeret di acara ini. Minggu lalu mereka memang tidak harus hafal lirik lagu, karena ada layar besar yang menampilkan lirik lagu. Saat ini kalau mau tampil nyaman ya harus hafal lirik lagunya.

dewan Yuri [mbak Nita] dan peserta berduet untuk menghibur penonton

Tak terasa tahu-tahu sudah sore. Banyaknya penyanyi non peserta yang ikut meramaikan acara ini membuat acara jadi molor. Saat dewan Yuri istirahat untuk sholat, maka beberapa penonton diminta untuk tampil di panggung bukan sebagai peserta, sehingga merekapun naik ke panggung dan membawakan lagu masing-masing. Beberapa di antara mereka sebenarnya mempunyai kemampuan yang lebih dibanding peserta, tetapi mereka lebih enak nyanyi kalau bukan sebagai peserta.

Tiga direktur Waskita yang datang juga tidak kalah kocaknya. Disamping menyanyi merekapun ikut memeriahkan suasana dengan celetukan-celetukan lucunya. Sementara itu, lagu-lagu yang membuat goyang membuat patra penonton tergerak untuk ikut joget di lantai depan.

saking semangatnya goyang, jadi cameranya nggak sanggup menangkap penjoget

Ini memang acara yang membuat stress jadi hilang dan kita kembali merasa seperti sedang tidak bekerja [emang kan sedang ninggalin pekerjaan ya?].

Penampilan paling heboh tentu adalah penampilan dari Divisi Gedung yang menampilkan penyanyi yang  dilengkapi dengan peragaan adegan dari nyanyian itu.

goyang asyik yang mengalir bak air salju [emang ada ya air salju itu?]

peserta merangkap wartawan



Salut buat semua warga Waskita. Sukses selalu WGS ini.

Sampai ketemu Jumat 14 Agustus 2009 di WGS etape III.

Sabtu, Agustus 01, 2009

Waskita Gong Show [etape I]

Akhirnya Waskita Gong Show babak I dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2009. Membludaknya peserta membuat acara teraksa diajukan. Konesekuensinya, penonton tidak bisa banyak, karena sebagian besar peserta memang sedang dalam waktunya bekerja.

Setelah sore menjelang, penonton juga belum bisa banyak, karena ada lomba bola volley yang terlihat lebih menarik bagi sebagian karyawan.

Babak I ini memang hanya menampilkan para singers Wakita yang menyanyi sambil mbaca teks dan diiringi oleh DVD player, bukan oleh player beneran.

Tentu banyak kejadian yang lucu disini. Ada peserta yang suaranya bagus banget dan ternyata penyanyi aslinya belum dimatikan di DVD playernya. Begitu suara penyanyi asli dimatikan keluarlah suara penyanyi Waskitanya.

Ada juga yang memilih lagu yang ada suara penyanyi aslinya saat refrain, sehingga ada suara 1 dan suara 2. Tentu terdengar lebih manis dan lebih merdu.

Juara tahun lalu, tampil tetap prima seperti biasanya, membawakan lagunya Meggi Z, sedangkan penantangnya juga mulai tampil memikat dan merupakan wajah baru di acara ini.

Yang tidak kalah mantapnya adalah adanya penilaian untuk penampilan paling heboh, pakaian paling menarik dan juga penampilan paling unik.

Ada peserta yang begitu pedhe memakai pakaian daerah dan bergaya dengan gaya tempoe dulu. Tentu tepuk tangan mebahana ketika penampil ini tampil di atas panggung. Beberapa penonton juga terbawa untuk ikut menyanyi [mungkin memang supporternya 'kali]

Jumat depan akan kita lihat lagi penampilan di babak II. Ada beberapa penyanyi yang tidak suka diiringi DVD palyer dan mereka memilih diiringi dengan musik "live", dan itu ada di acara Waskita Gong Show minggu depan.

Ada juga penampilan dari dua drummer tunggal, tentu suatu hal yang menarik, karena yang tampil memang anak-anak dari karyawan Waskita.

Sampai meinggu depan, 7 Agustus 2009.

Yuri untuk acara ini adalah seorang penyanyi profesional, pemusik yang usahawan dan penulis blog ini.

 
mbak Nita, eshape dan mas Rawi 
yuri dan calon peserta minggu depan
 
Pak Direkturpun ikut mengisi acara [saat Yuri sedang sholat]
'''
.

Selasa, Juli 21, 2009

Waskita Gong SHow


Kegiatan 17an, dimana-mana biasanya temanya sama. Hanya sedikit dari acara 17an yang mencoba mencari warna baru dan Waskita termasuk di antara yang sedikit itu.

Terinspirasi oleh salah satu acara TV yang melibatkan semua jenis atraksi panggung [nyanyi, sulap, lawak, akrobat, pantomim, dll], maka dibuatlah sebuah acara berjudul Waskita Gong SHow.

Acara ini terbuka untuk semua karyawan Waskita termasuk keluarganya. Masing-masing unit kerja dan unit bisnis akan mengirim wakilnya sendiri-sendiri.

Meski begitu, bukan suatu hal yang tabu bila salah satu unit bisnis/usaha memakai karyawan dari unit lain untuk melengkapi aksi panggungnya.

Disediakan tiga hari untuk melaksanakan acara ini, sehingga diharapkan jadwal aksi panggung masing-masing unit kerja/bisnis bisa sesuai dengan yang diharapkan.

Untuk acara yang sifatnya perlu latihan lebih banyak, misalnya BAND atau kulintang [?], maka disediakan waktu pada tanggal 14 Agustus 2009, sedangkan untuk aksi panggung yang berupa nyanyi dengan pengiring "player DVD", misalnya karaoke atau operet, maka sejak tanggal 31 Juli 2009 sudah disediakan panggungnya.

Para penampil yang dianggap laik tampil di acara-acara yang lebih besar akan ditampilkan dalam acara halal bi halal yang rutin diadakan saat bulan Syawal nanti [sekitar awal bulan Oktober 2009].

Selanjutnya pada ulang tahun Waskita yang jatuh pada tanggal 1 Januari 2010, kembali penampil terbaik akan ditampilkan di depan tamu undangan baik internal maupun eksternal.


 


 


 


Yang belum ndaftar segera ndaftar ya, biar waktunya bisa dialokasikan dengan baik dan optimal.

Salam ngeGONG !:-)


+++

gambar paling atas diambil dari Wikipedia
The Gong Show was a parody of television variety shows. It broadcast on NBC's daytime schedule from June 14, 1976 through July 21, 1978, and in first-run syndication in the U.S. from 1976 to 1980, and from 1988-1989. The NBC incarnation and the later years of the syndicated version were emceed by Chuck Barris, who also produced them.

Sabtu, Januari 31, 2009

Wawancara Calon Pegawai Waskita

 

Tahun lalu aku dapet tugas wawancara calon pegawai baru di Undip Semarang. Rasanya nyaman berada di kota LunPia itu. Nostalgia Semarang segera terpampang di halaman muka mataku.

Tahun 2009 ini, aku kebagian tugas wawancara di Yogya. Hmmm.... aroma nostalgia langsung tercium jauh sebelum aku menginjakkan kaki di Cengkareng.

Benar saja, begitu kakiku menginjakkan kaki di ruang sidang biru lantai 3 fakultas teknik sipil, maka semerbak nostalgia langsung memenuhi hidungku.

 

Mulai dari bos dosen sampai kepala bagian pengairan [Mr.GiYaT] alias yang punya kekuasaan mutlak di dapur, langsung menyalamiku. Aslinya aku pingin ketemuan dengan Master Milis Civeng Mr.Djoko Luknanto, tapi aku tahu beliau sedang super sibuk, jadi ya hanya nitip salam saja.

"Kayak pulang kampung ya dab..!", kata mr Rudi, sang pengrajin mobil pemilik Kupu-Kupu Malam Yogya, mengomentari keakrabanku dengan "aktifis" kantor jurusan teknik sipil ini.

Acara yang tadinya dijadwalkan dimulai jam 08.00 ini molor, padahal tidak ada hal-hal yang menjadi kendala. Malam ini aku baru nyadar kalau panitia di Yogya ini kan modelnya lain dengan Semarang, jadi penuh unggah-ungguh. Kalau belum diminta mulai, ya nunggu dulu perintah, takut "kuwalat" [halah....!]

Untung para calon pelamar mau memaafkan panitia [he..he..he.. dimaafkan enggak ya], sehingga acara tetap lancar meskipun terlambat dimulai. Akupun tampil memperkenalkan Waskita di hadapan mereka.

Presentasi yang kurang optimal [bagiku], karena aku baru menerima materi presentasi di saat dan di jam mulai presentasi itu. Biasanya aku buat sendiri presentasi itu, sehingga aku sangat menguasai jumlah slide yang ada di presentasi itu.

Aku heran juga, ternyata saat wawancara, banyak yang terkesan dengan presentasiku [alah ... ini paling mbujuki biar diterima ya...]

Ternyata ada kendala yang tidak kuperhitungkan saat aku mewawancarai para calon pegawai itu. Banyaknya ikatan kelompokisme membuat aku jadi terperangah. Wah aku harus profesional nih, masak gara-gara satu alumni terus semua tak luluskan.

Begitu ketemu sama anggota Waterplant Community, aku langsung berbaik sangka, mereka pasti orang yang penuh pengabdian, bercita-cita luhur dan punya visi serta misi hidup yang jelas. Wis langsung diterima saja.

Ada juga yang ternyata tetanggaan, terus ada yang sama-sama alumni delayota. Wah ... banyak banget ternyata yang punya hubungan kelompokisme denganku.

Untungnya mereka masuk range di atas batas bawah, bahkan ada yang "top" tenan, sehingga aku tetap dapat menjaga profesionalismeku. Jadi akupun dapat dengan lega meloloskan mereka ke jenjang berikutnya.

Di ajang inipun, seperti biasa, banyak titipan dari orang-orang tertentu agar dibantu diluluskan. Akupun seperti biasa, menyampaikan saat presentasi, bahwa kebanggaanku sebagai insan Waskita adalah diterima melalui serangkaian test yang sulit dan berliku-liku.

Jadi kalau ada yang nitip atau dititpkan, pasti kuterima dengan tangan terbuka asal tetap mengikuti rangkaian test yang dilakukan.

Selesai wawancara, ada yang membisikiku bahwa nama peserta XXX adalah titipan apk YYY [seorang bos besar]. Aku sampai kaget, lha bos sebesar itu kok masih mau nitip2 ya? Apalagi setelah dia menyebut nama XXX, lah si XXX itu nilainya bagus banget, penampilan mantap kok ya masih dititip-titipkan.

Ada juga titipan model lain, yaitu titipan pertanyaan. Nah, ini baru menarik.

"Tanyain suhu air menguap pada tekanan atmosfer mas. Banyak lulusan teknik mesin UGM yang nggak bisa njawab tuh", begitu titipannya. Eh ... bener, ketika kutanyakan nggak ada yang bisa njawab tuh.

Lucunya, aku sendiri sebenarnya juga nggak bisa njawab, begitu juga bank Al, yang kukenal pintar, ternyata katanya juga nggak bisa njawab.

Jadi masalahnya, apa pertanyaannya yang terlalu sulit ya?
Jangan-jangan malah anak SMP yang bisa njawab.

He..he..he... selamat datang para calon pegawai Waskita Karya


Jumatan di Masjid Teknik
[katanya tidak boleh disebut masjid tapi mushola, karena masjid hanya ada satu di kampus]

 
poster di masjid Teknik
[hmmm ... semangat perdamaian yang indah]

Minggu, Oktober 12, 2008

Kehangatan [kota] MedaN



Ternyata Medan memang memuat banyak kenangan yang sulit dilupakan. Begitu melewati jalan GatSu, maka semua kenangan mulai bermunculan.

Ketika akhirnya sampai ke kantor Waskita Cabang Medan, maka wajah pak Omri yang lama hilang dari peredaran, muncul kembali. Lumayan dapet teh anget dari pak Omri. Sedap banget rasanya.

Ngobrol dengan pak Bangun, pak Sanusi, Endank, Topik, wah .... semua membuat film nostalgia terpampang jelas di depan mataku.

Akhirnya jam "njagong" temanten sampai juga, dan akupun meluncur ke tempat Aga melangsungkan salah satu hari sucinya. Haji muda ini melaksanakan resepsi pernikahannya di Balai Raya Aceh Sepakat, hari ini Minggu tanggal 12 Oktober 2008.

Pasangan yang sepadan, baik pusturnya maupun kecantikannya. Semoga menjadi keluarga sakinah yang mawadah wa rokhmah. Amin.

Tentu disini ketemu lagi dengan Mr. MUST [pak Umar], pak Tom [Sutomo Kasiman], mas Soni, pak Atok, dan tentu saja tante Reni dan Om Edi Ketaren. Ada mbak Hera juga, tapi kayaknya sibuk banget ama teman-temannya, jadi gak sempat salaman.

Ngobrol ngalor ngidulnya ya sama pak Atok dan pasangan ideal kita, Bobi sama Novi. Indahnya pertemuan hari ini. Apalagi ngeliat adik-adik kecilnya Andre Ketaren. Wah lucu banget, sayangnya nggak bisa diapa-apain, maklum baru pertama kali bertemu dan dia belum kenal sama aku, jadi ya dilihat saja.

Saat sendiri, maka satu wajah yan tak pernah bisa lepas dari ingatanpun muncul. Dialah eyang Aik yang sangat baiiiiiiiik hati. 

Untung aku masih punya fotonya waktu ngendong Lu2K TreZna. Sungguh eyang adalah pribadi yang sulit dicari.





Eh, turut senang juga ngeliat Bu Tom yang sudah terlihat sangat sehat. Sungguh berat cobaan sakit yang diterima, tetapi akhirnya ada juga saat untuk menikmati kesehatan dari Allah swt. Semoga sehat terus. Amin.

Jam 22.58 pas sampai di depan kompie dan mulai nulis blog ini.

Pelajaran hari ini :

1. Tali silaturahmi yang kuat akan membuat hati berbunga-bunga dan dunia terasa sangat indah [bener gak nih]
2. Nostalgia itu biarpun pahit saat dilakukan dulu, tapi seiring waktu yang berlalu jadi terasa manis.
3. Buntut dari bernostalgia adalah "gosip" ke orang-orang yang kurang disukai [wah .... ini godaan terbesar, bisa ilang pahala kita nanti]
4. Bersyukur, ternyata banyak teman yang sangat baik dalam hidup dan kehidupanku. Segala puji hanya bagi Allah swt.
5. Memberi masukan tidak sama dengan mengolok-olok. itu yang kulakukan untuk Hotel Tiara yang tidak menyediakan fasilitas internet [hari gini mau ngeblog di hotel kok susah................]

Minggu, Oktober 05, 2008

Kehangatan Syawalan Waskita Yogya



Akhirnya syawalan Waskita terlaksana juga pada tanggal 3 Oktober 2008 di Mang Engking Castle Soragan.

Dari getok tular via SMS, ternyata yang datang lebih dari perkiraan [tahun lalu]. Pak Pius, kembali jadi host dan kembali datang "agak" terlambat. Hanafi, sebagai "co host" tampil nggak mengecewakan [datang duluan]

Pak Joni JA, bu Tyas yang tadinya kejebak macet di Jalan Yogya Magelang, akhirnya dapat juga nyampe dengan selamat.

Pak Didi, sampai malem nggak juga dateng, karena terjebak macet di Jalan Yogya Solo. Di depan pak Didi, yang lolos dari macet adalah pak Widi dan pak Lantip.

Herwidiakto yang tahun lalu "kepancal", kali ini bisa hadir lengkap. Karyono Prayudi, seperti biasa datang dengan istri tercinta [anak-anaknya gak pernah ikut, sudah pada gedhe 'kali].

Pak Yoga, hampir pulang karena tidak ada nama Waskita yang "reserved" di RM itu. Rupanya pelayan di situ belum hafal dengan Waskita.

Pak Kristadi datang "on time". Pak Margono, seperti biasa datang di awal waktu [in time].

Aku sendiri, karena cuma perlu waktu 3 menit untuk sampai RM, datang setelah pak Yoga, pak Bayu [sorangan wae pak?] dan pak Margono.

Tahun depan semoga dapat kumpul lagi di tempat yang lebih baik [he..he..he... pelayanan resto ini gak seperti di pusatnya yang lancar dan toiletnya penuh air].
Insya Allah. Amin.





Senin, September 15, 2008

KuLTuM [di kantor]


Setiap bakda Dhuhur, di masjid kantor selalu diadakan acara kultum. Acara ini terasa pas, karena bisa menambah keimanan atau minimal mengingatkan kita akan perlunya memberi siraman rohani. Apalagi pas bulan puasa, jadi rasanya pas bener deh...!:-)

Pemberi kultum juga beraneka ragam posisi jabatan, mulai dari pejabat tinggi, sampai staf rendahan, bahkan OB-pun ikut memberi kontribusi kultum.

Ada juga penceramah dari luar yang ingin berbagi ilmu dengan jamaah masjid Waskita. Bila waktu ceramah dianggap masih kurang dan "audience" masih belum puas, maka lokasi kultumpun pindah ke depan masjid [namanya sudah bukan kultum tuh, mungkin kulibas =kuliah lima belas menit=].

Seperti di mesjid-mesjid lain, maka fenomena istirahat siang juga ada di masjid Waskita.

Karena tidak tiap hari ke masjid, maka aku tidak tahu apakah ada direktur atau kepala biro yang suka datang di masjid ini. Kebetulan pas aku hadir, pas meeka pada tidak kelihatan.


Minggu, Agustus 17, 2008

SEMARANG, Kami DatanG....!



Mulai tahun depan, rencananya, Waskita akan membesarkan Cabang di Semarang. Tadinya bersifat Cabang dan nantinya akan jadi Wilayah, sehingga yang diurusin tidak hanya kota Semarang dan DIY saja, tetapi seluruh Jawa, kecuali JAwa Timur dan DKI.

Kebetulan aku baru sering ke Semarang, baik menjadi instruktur untuk pegawai baru maupun untuk wawancara dengan lulusan Undip yang ingin ndaftar menjadi pegawai Waskita.

Semangat berbagi kota Semarang, seperti semangat komunitas linux, seperti matahari menyinari dunia. Selalu memberi dan tak pernah berharap kembali (diberi).

Benarkah begitu?
Kita lihat saja nanti.

Di Semarang juga ada seorang Gadis yang dulu pernah kukenal. Seperti apakah dia setelah 20 tahun lebih berpisah? Masihkah ia ingat padaku?
Kita juga lihat nanti...!:-)

Kamis, Februari 21, 2008

Paparan K3 di KTBG

Senin, 18 Pebruari 2008, aku diminta menjadi presenter K3 untuk hari Rabu, 20 Pebruari 200di Ruang Serbaguna Kantor Tata Bangunan dan Gedung (KTBG) Pemda Provinsi DKI Jakarta, Lantai IX, Jl. Taman Jatibaru No.1 Jakarta Pusat oleh mantan bosku.

Wah, aku jadi tersanjung deh. Soalnya aku sudah lama nggak jadi presenter di luar perusahaan, apalagi yang meminta adalah orang yang paling tahu tentang K3 di perusahaanku.

Ada 3 (tiga) sesi yang akan dibawakan oleh presenter dari Waskita, PP dan Jaya Konstruksi. Waskita membahas tentang SMK3 dari sisi teori, PP membahas dari sisi operasionalnya dan Jakon membahas dari sisi biayanya.

Selasa, 19 Pebruari 2008, aku juga diminta menjadi moderator untuk acara yang sama pada sesi yang dibawakan oleh PP. Tentu saja aku menyanggupinya.

Rabu, 20 Pebruari 2008, ada perubahan acara. Saat Presenter dari Waskita tampil, maka moderatornya juga dari Waskita, demikian juga presenter dari PP moderatornya juga dari PP.

Aku tentu saja tidak boleh jadi presenter sekaligus moderator di sesi yang sama. Akhirnya, kuputuskan jadi moderator saja dan presentasi dari Waskita dibawakan oleh orang yang lebih muda agar ada proses regenerasi.

Angkat topi buat pemrakarsa acara ini. Kepedulian tentang K3 memang harus dari semua pihak. Budaya kita yang kurang menjiwai K3 harus terus dirubah sedikit demi sedikit agar mulai memperhatikan masalah-masalah K3.

Pada presentasinya, Waskita lebih menitik beratkan pada masalah pengertian tentang K3, terutama pengertian tentang APD yang sering salah.

Hirarki kontrol risiko sebaiknya adalah sebagai berikut :

1. Mengendalikan RISIKO agar tidak terjadi, dengan cara :
a. Design and Process Changes (merubah disain/metode kerja, misalnya pengelasan tangki BBM dilaksanakan dalam keadaan kosong, mengganti kompor gas dengan kompor listrik, dsb),
b. Engineering Control (pasang pagar pengaman/railing, tutup pelindung, ventilasi, dll),
c. Administrative & Procedural Controls (Pasang rambu “dilarang masuk”, “dilarang merokok”, dsb),
d. Safety Equipment (limit switch, “R” alarm, etc)

2. Bila RISIKO mempunyai kemungkinan terjadi, dipakai alat pelindung diri (Personal Protective Equipment/APD) sebagai pengendali risiko. Pemakaian APD ini sifatnya represip, sehingga tidak menjamin proteksi pemakai. APD merupakan upaya terakhir cara-cara di atas.

3. APD tidak menjamin keselamatan dan keamanan pemakai, sehingga perlu pengontrolan pekerjaan terhadap Prosedur Kerja (SOP) yang berlaku,
a. diberikan pendidikan dan pelatihan yang memadai,
b. ada Perencanaan Darurat (Unit PMK, Paramedic, Ambulance, dll).
c. perlu dilakukan transfer risiko (asuransi terhadap tenaga kerja, alat maupun bangunan)

Pengertian yang salah tentang fungsi APD, hanya akan menyebabkan pembengkakan biaya saja.

PT PP sendiri lebih menitik beratkan pada kepatuhan ”workforce” mereka terhadap aturan K3 yang dijalankan di lapangan.

Berbagai ”tools” yang dipakai lebih menitik beratkan pada pentingnya pertemuan (meeting) dalam berbagai bentuk, baik harian, mingguan ataupun bulanan yang sudah dijadwalkan sejak proyek dimulai.

SHE TALK, tidak hanya dihadiri oleh pekerja, mandor atau sub, tetapi juga dihadiri oleh karyawan inti dari PT PP.

Di sesi terakhir, secara gamblang Jakon menggambarkan perlunya biaya K3 dimasukkan dalam BQ. Tuntutan masyarakat, LSM dan kondisi jaman yang telah berubah membuat pelaksanaan kontruksi harus memperhatikan K3.

Tanpa pelaksanaan K3 yang baik dan benar, maka pelaksanaan pekerjaan konstruksi tidak bisa dijamin berhasil dengan baik. Dengan demikian sebaiknya item K3 dimasukkan dalam BQ.

Dicontohkan oleh Jakon, perbedaan antara kontrak Jakon dengan Pemda dan kontrak Jakon dengan pihak lain yang memuat tentang item K3.

BQ Persiapan Kontrak Gedung Swasta

……Equipment…electrical..…..
5.5 Safety, Health & Welfare of Workpeople
- Hard hats and work shoes
- Protective devices (safety goggles, face shields, respirators, gloves, safety
lines and belt, hearing protection, dust and fume masks
- Remove all debris on daily basis
- First aid post
5.6 Hard hats, protective clothing and boots for visitors
5.17 Safeguarding the works (lighting, safety officer, barriers)
5.19 Protection of public and private services
5.20 Protection of the public and adjoing property
……

BQ Persiapan Kontrak Gedung Pemda

1. Papan nama proyek
2. Direksi keet 4 x 10 m
3. Bedeng kerja 4 x 10 m
4. Photo proyek


Ketika ”break” untuk ISHOMA, seorang yang duduk di paling depan dari hadirin menyapaku dan memastikan kalau aku adalah alumni pogung. Tentu saja kuiyakan, dan setelah kuperhatikan rupanya memang ia adalah alumnus pogung juga.

Pak Maryanto namanya dan ternyata dia adalah ownerku di proyek Gedung Waskita. Langsung saja kucatat namanya dan alamat imilnya, esoknya dia udah masuk milis civeng.

Rasanya dunia ini memang makin lama makin sempit saja.