Tampilkan postingan dengan label hut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hut. Tampilkan semua postingan

Rabu, Agustus 13, 2008

17an Direktur

Selasa sore, aku ikut meramaikan lomba bola voli. Lapangan masih sepi, dan lawan tanding belum pada datang, tapi dua direktur Waskita sudah muncul di lapangan. Mr Dani dan Mr DiDi T, direktur Keuangan dan yang satunya direktur Operasi (pasti lulusan CIveng ini!:-).

Wah hebat juga semangat pak Direktur (baru) ini. Jangan-jangan semangat 45 telah merasuki jiwa para pimpinan kita. Wah, bagus itu..!

Saat permainan berlangsung, maka terlihat keakraban dari direktur dengan non direktur. Sudah tidak ada "gap" lagi antara direktur dengan satpam. "Tos-tos"an antara direktur dilakukan secara spontan karena bola masuk danpoint bertambah.

Kalau staf tidak ada yang jatuh bangun, maka direkturnya ada yang sampai terpaksa duduk di lapangan.

Pura-pura jatuh nggak ya? nggak deh, pasti jatuh beneran tuh.

Kalau kita berpendapat pura-pura jatuh berarti masih beranggapan setengah kosong, belum setengah isi. Pelajaran dari warung makan dari dulu adalah masakan telor setengah matang bukan telor setengah mentah (meskipun ujudnya sama).

Pelajaran hari ini,"semangat telah megalahkan umur!".

Hasilnya direktur yang tua-tua menang melawan tim yang muda-muda dan kompak. Mereka masih terlalu tangguh untuk dibandingkan dengan pevoli amatiran (he..he..he... agak narsis sedikit nih...!:-)







Minggu, Agustus 10, 2008

17an di tanggal 10

Seperti tahun yang sudah sudah, jalan di depan rumahku kembali menjadi ajang lomba anak-anak dan orang tua. Tumpleg bleg, semua warga cluster Montana memenuhi jalan di depan rumahku, terutama anak-anak mereka.

Ibunya anak-anak sedang ke Yogya, sehingga aku jadi “single parent” deh hari ini. Warga cluster Montana yang hanya beberapa KK itu ketika berkumpul ternyata ramai juga.

Lombanya masih konvensional (makan kerupuk, kelereng, pindah bola plastik, dll), kecuali lomba memindahkan bola ping pong dengan cara ditempelkan di pipa PVC. Bola itu akan nempel di pipa selama kita sanggup menghisapnya, bila hisapan berhenti untuk mengambil nafas, maka sang bola ping pong pasti jatuh dengan sendirinya. Untuk lomba ini, anakku LiLo jasi juara I di kelasnya.

Untuk lomba belut yang dinanti-nantikan, ternyata anakku =LiLo= kalah di final, sedangkan mbakyunya yang pernah juara di tahun-tahun lalu, sudah malu ikut lomba. Inilah risiko anak-anak yang punya bapak aktif menjadi panitia lomba. Yang diurusin justru anak orang lain, anak sendiri malah “kapiran”, nggak keurus.

Di kantor, di kampung, dimanapun, kalau sudah urusan anak-anak, biasanya aku kebagian jatah untuk mengelolanya. Akibatnya, anak-anakku pada protes, karena merasa nggak dieprhatiin. Anak orang lain pada bergembira ria bersama ortunya, sedangkan anakku hanya bisa bersama ibunya. Hari ini malah benar-benar terbengkalai, karena gak ada ibunya dan gak ada pembantu di rumah. Wis dijamin kapal pecah tanpa nakhoda sedang berlayar di rumahku.

Abis lomba, bapak-bapak masih ngumpul di teras depan. Ngobrol ngalor ngidul dan ditutup dengan test karaoke pakai PSR 1500. Itung-itung persiapan malam riang gembira menyambut 63 tahun RI.

Dirgahayu RI 63.



Lomba Pindah Belut


Ini sih eksyen......!:-)


Mbantuin adik yang lomba makan kerupuk

Canda tawa tanpa kenal kasta

Kecil-kecil udah latihan tari perut nich ...???

Pindah bola boleh kok dibantu ama mamanya ....

Suasana di depan rumah, tiap tahun selalu meriah ...

Lomba pindah bola ping pong bapak-bapak

semi final

Final

JUARA ....!

gak bisa makan sendiri, ya dibantu ama LiLo

Senin, Juli 28, 2008

17 Agustus (01)


17-an kali ini belum terasa kemeriahannya. Semua masih adem ayem saja kelihatannya. Itu makanya aku terkejut ketika dikabari ada kerja bakti di komplek, pada hari Minggu 27 Juli 2008.

Saat itu aku sedang di ruang pelatihan ESQ sama LiLo, jadi nggak mungkin ninggalin LiLo, soalnya (mumpung diperbolehkan) aku ingin mendampingi LiLo dan ikut ndengerin mbak instruktur yang terlihat sangat menguasai materinya.

Akhirnya menjelang siang aku baru bisa meninggalkan LiLo dan kulihat temen-teman (tetangga) yang ikut kerja bakti "ngecat gerbang" sedang "break". Kuparkir motorku di rumah dan akupun bergabung bersama mereka.

Lumayan kebagian pisang goreng dan minuman yang enak tenan (nggak ikut kerja kok ikut makan ya? Gak malu tuh...!:-).

Alhamdulillah, akhirnya aku diberi kerjaan ngecat pos ronda. Meskipun porsi kerjaku sangat sedikit, tetapi lumayan sebagai pengganti pisang goreng yang udah memenuhi perutku.

Yang penting, pas malem 17-an harus siap jadi MC lagi.

Oke, no problem. I'm ready to be a MC at Independence Celebration Day. Insya Allah. Amin.