Rabu, September 17, 2008
17 Ramadhan 1429 H
Jumat, Agustus 22, 2008
Proklamasi 17 08 05
Saat Sukarno membacakan naskah proklamasi itu, tidak banyak yang bisa mendengarkannya dan tidak akan ada yang mendengarnya kalau saja tidak ada orang kreatif yang beberapa tahun kemudian meminta SUkarno untuk merekam ulang pidato proklamasinya.
Yusuf, yang punya ide itu, langsung didamprat SUkarno."Proklamasi itu hanya sekali!", jawab Sukarno tegas.
Namun rupanya Yusuf tidak putus asa. Pencipta slogan "Sekali di udara Tetap di udara!" itu tidak kenal menyerah membujuk Sukarno, sehingga akhirnya di tahun 1951 SUkarnoi merekam kembali pidato proklamasinya.
Akibatnya, tidak terlihat adanya emosi yang seharusnya muncul seperti saat Sukarno membacakannya di tahun 1945. Backsoundnya juga terdengar sepi, soalnya belum ada mixing waktu itu untuk nambahi backsound.
Benarkah cerita di atas?
Aku ndengerin siaran Radio Delta FM, tangal 22 Agustus 2008, jam 17.00 ns.d 18.00. Yang diwawancarai anaknya pak Yusuf. Acara yang cukup menarik untuk disimak.
CMIIW
Salam
Senin, Agustus 18, 2008
MERDEKA 63x

Akhirnya hari H tiba sudah. Dimulai dengan upacara pagi hari dan diakhiri dengan malam syukuran sampai "midnight".
Minggu, Agustus 17, 2008
17 Agustus 2008

Pagi ini kuucapkan salam MERDEKA buat Indonesia. Buatku sendiri kuucapkan selamat menjadi ajudan pembina upacara.
Waktu SD dulu, aku sering jadi protokol upacara bendera di sekolah. SMP ngga kebagian apa-apa, demikian juga SMA dan PT.
Baru ketika kerja di Waskita, dapat tugas sebagai pemimpin upacara. Setelah itu, di proyek gak pernah upacara lagi. Banyak malesnya (kurang nasionaliskah diriku?).
Hari ini, aku kembali menjadi petugas upacara bendera di kantor dan kebagian jadi ajudan Pembina Upacara. Kebetulan yang jadi pembina adalah direktur Waskita yang dijuluki "Kepala Genk". Peserta upacara adalah gabungan dari seluruh BUMN Karya.
Semoga acaranya lancar dan fotonya bisa kupajang di blog ini. Sekarang sudah mandi dan siap-siap sholat subuh.
Yang penting selalu semangat, selalu tersenyum terhadap apapun yang kita terima.
Jumat, Agustus 15, 2008
Panen Kaos
Sampai hari ini aku sudah ngumpulin berapa kaos baru ya? Coba tak hitung lagi :
- Tenis meja
- Tenis lapangan
- Futsal (eh...., yang ini beli sendiri)
- Voli, hari -I
- Voli hari -II
- Voli semifinal
Nah udah setengah lusin tuh. Hari ini bakalan dapet kaos lagi untuk babak final, jadi total jendral ada 7 kaos baru. Kalau ditambah kaos dari sponsor telkomsel, total jendral 8 kaos baru.
Hari Kamis rencananya mimpin kunjungan keproyek. Tahun lalu, peserta dan "guide"-nya dapet kaos, jadi tercapailah angka 9 kaos di bulan ini.
Dari semua kaos itu, yang bersejarah adalah kaos di babak semifinal. Kita ambil set pertama, kita lepas set kedua (dengan menurunkan tim cadangan) dan kita abil lagi di set ke-3 (pakai the winning team).
Fotografernya juga pinter ngambil gambarnya. Terlihat aku sedang berperan sebagai pengatur permainan. He..he..he... ngatur sih gampang, main yang susah...!:-)
Merdeka !
Dirgahayu Indonesia 63....!
paling tinggi pasti direktur operasi
lagi-lagi (sok) mengarahkan tim
Rabu, Agustus 13, 2008
17an Direktur
Wah hebat juga semangat pak Direktur (baru) ini. Jangan-jangan semangat 45 telah merasuki jiwa para pimpinan kita. Wah, bagus itu..!
Saat permainan berlangsung, maka terlihat keakraban dari direktur dengan non direktur. Sudah tidak ada "gap" lagi antara direktur dengan satpam. "Tos-tos"an antara direktur dilakukan secara spontan karena bola masuk danpoint bertambah.
Kalau staf tidak ada yang jatuh bangun, maka direkturnya ada yang sampai terpaksa duduk di lapangan.
Pura-pura jatuh nggak ya? nggak deh, pasti jatuh beneran tuh.
Kalau kita berpendapat pura-pura jatuh berarti masih beranggapan setengah kosong, belum setengah isi. Pelajaran dari warung makan dari dulu adalah masakan telor setengah matang bukan telor setengah mentah (meskipun ujudnya sama).
Pelajaran hari ini,"semangat telah megalahkan umur!".
Hasilnya direktur yang tua-tua menang melawan tim yang muda-muda dan kompak. Mereka masih terlalu tangguh untuk dibandingkan dengan pevoli amatiran (he..he..he... agak narsis sedikit nih...!:-)





Senin, Agustus 11, 2008
Belut Bakar
Ketika anak-anak melihat belut dan melihat lauk di meja yang belum terhidang, maka timbulah pikiran untuk masak belut.
Kuarahkan sedikit tentang bumbu yang perlu untuk masak belut. Mereka bilang mau dibakar saja, biar rasanya nggak seperti belut goreng yang biasa dibawa ibunya dari Yogya, jadi bumbunya sederhana saja, bawang merah-putih dan garam, kalau mau boleh ditambah kecap (cap Bango).
Acara yang paling sulit adalah membunuh belut itu. Kembali aku ngasih sedikit arahan untuk membunuh belut dengan tidak menyiksanya. Akhirnya merekapun sukses membunuh semua belut yang masih ada di ember.
Giliran proses masak, maka semua terlibat dalam menyiapkan peralatan untuk membuat sang belut mateng. LiLo berbuat semampu dia untuk ikut mensukseskan acara bakar belut itu. Sayangnya, setelah acara mbakar belut selesai, LiLo diajak main oleh kawannya, sehingga sholat Asar udah menjelang maghrib dan diapun tidak kebagian daging belut bakar.
Rupanya kakak-kakaknya sudah nggak tahan melihat sang belut bakar yang sudah siap hidang, dan habislah belut itu dimakan mereka berdua.
Kunasehati LiLO, yang matanya berurai air mata, kalau dia ikhlas menerim akondisi ini, maka Tuhan akan mengganti LiLo dengan makanan yang jauh lebih lezat dibanding belut bakar.
Terbuktilah, malem itu aku masak menu aneh yang luar biasa lezatnya, meskipun gizinya masih patut dipertanyakan.
Awalnya kita masak sarden tapi tanpa garam, sehingga rasanya hambar. Kemudian kita beli mie instan 2 bungkus dan kita campur sarden itu dengan mie instan tersebut.
Pertama, margarine satu sendok dipanaskan di “wajan” penggorengan, masukkan sarden yang telah ditambah air. Biarkan mendidih dan masukkan mie instan bersama dengan bumbunya. Tambahkan telur yang sudah diberi campuran sedikit garam dan kecap (cap Bango). Selesailah sudah...!
Setelah sore makan belut bakar, maka malemnya Luluk Lita dapat merasakan sarden + mie instan. Mama mia lezatos..!
Yang penting LiLo sudah ngga ngambek lagi, karena dapat bagian paling banyak ...!:-)





Minggu, Agustus 10, 2008
17an di tanggal 10
Ibunya anak-anak sedang ke Yogya, sehingga aku jadi “single parent” deh hari ini. Warga cluster Montana yang hanya beberapa KK itu ketika berkumpul ternyata ramai juga.
Lombanya masih konvensional (makan kerupuk, kelereng, pindah bola plastik, dll), kecuali lomba memindahkan bola ping pong dengan cara ditempelkan di pipa PVC. Bola itu akan nempel di pipa selama kita sanggup menghisapnya, bila hisapan berhenti untuk mengambil nafas, maka sang bola ping pong pasti jatuh dengan sendirinya. Untuk lomba ini, anakku LiLo jasi juara I di kelasnya.
Untuk lomba belut yang dinanti-nantikan, ternyata anakku =LiLo= kalah di final, sedangkan mbakyunya yang pernah juara di tahun-tahun lalu, sudah malu ikut lomba. Inilah risiko anak-anak yang punya bapak aktif menjadi panitia lomba. Yang diurusin justru anak orang lain, anak sendiri malah “kapiran”, nggak keurus.
Di kantor, di kampung, dimanapun, kalau sudah urusan anak-anak, biasanya aku kebagian jatah untuk mengelolanya. Akibatnya, anak-anakku pada protes, karena merasa nggak dieprhatiin. Anak orang lain pada bergembira ria bersama ortunya, sedangkan anakku hanya bisa bersama ibunya. Hari ini malah benar-benar terbengkalai, karena gak ada ibunya dan gak ada pembantu di rumah. Wis dijamin kapal pecah tanpa nakhoda sedang berlayar di rumahku.
Abis lomba, bapak-bapak masih ngumpul di teras depan. Ngobrol ngalor ngidul dan ditutup dengan test karaoke pakai PSR 1500. Itung-itung persiapan malam riang gembira menyambut 63 tahun RI.
Dirgahayu RI 63.
Mbantuin adik yang lomba makan kerupuk
Canda tawa tanpa kenal kasta
Kecil-kecil udah latihan tari perut nich ...???
Pindah bola boleh kok dibantu ama mamanya ....
Suasana di depan rumah, tiap tahun selalu meriah ...
Lomba pindah bola ping pong bapak-bapak
semi final
Final
JUARA ....!
gak bisa makan sendiri, ya dibantu ama LiLo
Rabu, Agustus 06, 2008
Pesta Tahunan Indonesia
Tema HUT RI ke-63:
"Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Lanjutkan Pembangunan Ekonomi Menuju Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, serta Kita Perkuat Ketahanan Nasional Menghadapi Tantangan Global".
Begitu tema pesta tahunan kali ini.
Bagiku, bulan Agustus adalah bulan untuk bersenang-senang, sejenak mengurangi beban pekerjaan dan meingkatkan rasa sosial di antara kita.
Segala macam Olah Raga dipertandingkan dan hampir semuanya kuikuti. Hasil pertandingan, aku selalu MENANG....NGGUNG MALU alaias kalah.
Bagiku kemenangan musuhku adalah amalku untuk membahagiakan mereka yang mungkin jarang menang dalam event olah raga resmi.
Penggembira, itulah yang lebih tepat untuk menggambarkan kontribusiku dalam lomba-lomba yang diadakan di kantor.
Di Kampung sendiri, biasanya aku ikut memeriahkan acara lomba anak-anak. Maksudnya biar anakku tidak takut ikut lomba, soalnya bapak ibunya pada aktif jadi panitia. Hasilnya lumayan. Kadang anakku juara kadang tidak. Yang penting tidak ada KKN untuk memenangkan lomba itu.
Selamat datang bulan Agustus, selamat datang semangat kebersamaan. Mari berbagi keceriaan di bulan penuh semangat ini.
Bulan depan sudah menanti bulan suci, bulan pembakaran dosa kita.
Semoga kita diberi kesempatan menikmati bulan suci Ramadhan.
Amin.
Senin, Juli 28, 2008
17 Agustus (01)

17-an kali ini belum terasa kemeriahannya. Semua masih adem ayem saja kelihatannya. Itu makanya aku terkejut ketika dikabari ada kerja bakti di komplek, pada hari Minggu 27 Juli 2008.
Saat itu aku sedang di ruang pelatihan ESQ sama LiLo, jadi nggak mungkin ninggalin LiLo, soalnya (mumpung diperbolehkan) aku ingin mendampingi LiLo dan ikut ndengerin mbak instruktur yang terlihat sangat menguasai materinya.
Akhirnya menjelang siang aku baru bisa meninggalkan LiLo dan kulihat temen-teman (tetangga) yang ikut kerja bakti "ngecat gerbang" sedang "break". Kuparkir motorku di rumah dan akupun bergabung bersama mereka.
Lumayan kebagian pisang goreng dan minuman yang enak tenan (nggak ikut kerja kok ikut makan ya? Gak malu tuh...!:-).
Alhamdulillah, akhirnya aku diberi kerjaan ngecat pos ronda. Meskipun porsi kerjaku sangat sedikit, tetapi lumayan sebagai pengganti pisang goreng yang udah memenuhi perutku.
Yang penting, pas malem 17-an harus siap jadi MC lagi.
Oke, no problem. I'm ready to be a MC at Independence Celebration Day. Insya Allah. Amin.

