Tampilkan postingan dengan label peduli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peduli. Tampilkan semua postingan
Kamis, Oktober 28, 2010
Sarapan sepotong kue
Pagi ini aku sarapan sepotong kue dan sebotol teh. Rasanya nikmat luar biasa. Selepas makan dan minum akupun ingat kembali kata ayahku almarhum.
"Saat kamu makan makanan yang enak, cobalah ingat di belahan bumi yang lain, ada yang belum tentu bsia makan seperti kamu. Sehari bisa makan saja sudah untung"
Astaghfirullah. Terima kasih buat bapakku yang masih suka mengingatkan aku walaupun beliau sudah tiada. Rasanya ibuku tersenyum di sampingku, padahal aku hatrus meyakinkan diriku bahwa Ibuku juga sudah tiada.
Berbahagialah yang masih mempunyai ayah dan ibu lengkap. Lakukan yang terbaik buat mereka, berbagilah pada sesama untuk menyenangkan hatimu, dan sebagai bukti syukur padaNya.
Insya Allah. Jalanmu akan dimudahkanNya. Amin.
Di belahan bumi yang lain masih banyak orang yang memerlukan uluran tangan kita, Yang paling dekat ada di Merapi, di Mentawai dan di Wasior
+++
Wasior
+++
Indonesia Berduka kembali
+++
Detik-detik Merapi meletus
Jumat, Desember 04, 2009
Khatib Jumatan di JCC
"Saya pulang dulu pak Eko", kata pak Kiming padaku.
"Lho baru jam berapa nih pak?"
"Lebih afdol Jumatan di masjid pak Eko"
"Ooo...iya ya", aku juga belum tahu sholat Jumatan dimana. Biasanya sih Jumatan di JCC memakai ruang Kasuari.
Saat khatib mulai khutbahnya, aku masih setengah melamun antara ingin sholat Jumat di Masjid atau tetap di ruang Kasuari saja. Sampai akhirnya khotbah itu menyinggung masalah dua hal yang selalu disepelekan oleh semua manusia di muka bumi ini.
Dua hal yang disepelekan oleh manusia adalah masalah KESEHATAN dan WAKTU.
Hampir semua orang suka lupa diri ketika sehat demikian juga sering lupa diri ketika waktu begitu banyak tersedia di depannya.
Kesehatan baru terasa mahal ketika kita sedang sakit. Semua yang ada di sekeliling kita tiba-tiba berubah menjadi sangat berbeda. Makanan kesukaan bisa menjadi makanan yang paling tidak bisa dimakan.
Lagu yang biasanya enak didengar bisa menjadi lagu yang paling dibenci dan bahkan kadang jadi paling tidak mau mendengar suara apapun saat sakit.
"Demi masa, sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian..."
Begitulah manusia itu, sering membuang waktu dengan percuma. Banyak hal yang bisa dikerjakan saat waktu luang tiba-tiba menjadi tidak bisa dikerjakan lagi karena sempitnya waktu.
Khatib ini dengan pelan-pelan menyampaikan khotbah singkatnya, sehingga terlihat tidak banyak jamaah yang berada di sekitarku yang terlihat mengantuk. Ada sih satu dua yang terlihat khusyu' banget sampai kepalanya hampir menyentuh lantai, tapi tidak banyak yang seperti itu.
Di akhir khotbahnya, Khatib menyinggung soal istilah Yatim dan Piatu. Yang sering didengar adalah Yatim itu bila kehilangan Ayah dan Piatu bila kehilangan ibu. Menurut khatib, Yatim adalah kehilangan bapak maupun ibu sedang piatu berarti kehilangan kaum kerabat.
Benarkah begitu? Hanya ahli bahasa yang tahu.
Selesai sholat Jumat akupun mengucapkan syukur. Sungguh sholat Jumat yang enak dan indah. Tempatnya dekat dan isi khotbahnya sangat padat berisi.
Tidak sia-sia Pameran Konstruksi Indonesia ini bekerja sama dengan pengurus JCC mengadakan acara Jumatan di Ruang Kasuari.
Terima kasih.
+++
Artikel [tidak] terkait
Bekasi Peduli Aids
Rabu, Desember 02, 2009
Nyupir di Hari Aids
Seperti biasa, kalau ditinggal istri, maka semua urusan rumah tangga jadi terlihat "gothang", terlihat ada proses yang hilang. Yang jelas ada satu kehangatan yang hilang di rumah ini. Yang muncul kemudian adalah beberapa masalah.
Pertama tentu masalah makan dan minum beserta pernak-perniknya. Meja makan jadi terlihat semrawut.
Nah yang kedua, pasti tempat cuci piring dan perkakas dapur lainnya jadi terlihat penuh sesak.
Untung di rumah ada Lilo. yang hari ini senang sekali karena majalah NG for Kids-nya sudah datang.
Berkat Lilo, maka akhirnya semua jadi bersih kembali.
Di Hari Aids ini kita ucapkan salut buat Bekasi Peduli Aids dan berdua dengan LiLo kita menikmati hari Aids ini dengan Nyupir [nyuci piring].
Pertama tentu masalah makan dan minum beserta pernak-perniknya. Meja makan jadi terlihat semrawut.
Nah yang kedua, pasti tempat cuci piring dan perkakas dapur lainnya jadi terlihat penuh sesak.
Untung di rumah ada Lilo. yang hari ini senang sekali karena majalah NG for Kids-nya sudah datang.
Di Hari Aids ini kita ucapkan salut buat Bekasi Peduli Aids dan berdua dengan LiLo kita menikmati hari Aids ini dengan Nyupir [nyuci piring].
Senin, November 30, 2009
Ramaikan Kontes Bekasi Peduli Aids
Teman-teman BeBlog saat ini begitu antusias untuk mengadakan acara kontes Bekasi Peduli Aids Akupun tergerak untuk ikut mendukung acara ini.
Ini mungkin adalah sebuah kesadaran yang terlambat, tetapi bukankah lebih baik terlambat daripada tidak. Akan lebih baik kalau di dunia ini tidak ada yang kena AIDS dan itu bisa terlaksana kalau kita semua tanpa kecuali ikut peduli akan AIDS.
Mari kita ucapkan "Selamat Menikmati Dunia Tanpa Aids"
"Hentikan Penyebaran AIDS di Wilayah Bekasi dan Blogger siap menjadi DUTA AIDS"
Salam sukses buat Blogegr Bekasi !
Ini mungkin adalah sebuah kesadaran yang terlambat, tetapi bukankah lebih baik terlambat daripada tidak. Akan lebih baik kalau di dunia ini tidak ada yang kena AIDS dan itu bisa terlaksana kalau kita semua tanpa kecuali ikut peduli akan AIDS.
Mari kita ucapkan "Selamat Menikmati Dunia Tanpa Aids"
"Hentikan Penyebaran AIDS di Wilayah Bekasi dan Blogger siap menjadi DUTA AIDS"
Salam sukses buat Blogegr Bekasi !
Minggu, Oktober 04, 2009
Peduli Gempa 2009 di Cikarang [TDA dan Cimart]
Awalnya hanya acra HBH [halal bi halal] seperti biasanya, namun sikon yang berubah begitu cepat membuat acara ini berubah juga. Tadinya hanya sepedaan dari Montana [rumahku] menuju ke KTB [Kupat Tahu bandung] tempat halal bi halal MMB [mastermind bekasi]. Yah seperti acara sepedaan bulan Mei dulu
Mengingat toko Cimart baru buka gerai di ruko Anggrek, maka lokasi start kupindahkan ke toko Cimart saja, jadi bisa lebih nyaman nunggu teman-teman yang ingin sepedaan.
Pak Atopun langsung mengumumkan bahwa siapa saja yang makan di KTB akan mendapat diskon gila-gilaan alias segila-gilanya. Terakhir tenryata malah tidak ada diskon sama sekali, karen amuncukl ide yang lebih gila lagi.
Semua yang makan di KTB gak perlu mbayar ke pak Ato, tapi langsung bayar ke kotak amal yang akan disediakan di meja kasir dan semua hasil penjualan itu akan disumbangkan ke posko Peduli Gempa yang akan dibuka di Toko Cimart.
Ini memang ide dari pak Afrizal [dirut Cimart] dan pak Wawan [dirut NetCom], serta para Cimarter lainnya. Toko Cimart mulai hari Sabtu sudah didandani dengan spanduk POSKO Peduli Gempa Sumbar.
Gayungpun bersambut, mas Hendra bahkan merelakan semua kerupuk kemplangnya dihibahkan ke posko peduli Gempa Cimart.
Inilah kerja sama yang saling menguntungkan antara para anggota komunitas TDA [tangan diatas] dengan para Cimarter yang sedang "on fire".
Pagi-pagi, para Cimarter dan sekaligus anggota TDA sudah meramaikan suasana toko Cimart. Seragam kaos kuningpun dikenakan oelh para anggota TDA [kulihat di dalam kaos kuning itu ada kaos TDA Bekasi, hehehe...kulit luar Cimart, tapi hatinya TDA, gitu 'kali maknanya].
Para pejalan kaki di depan toko Cimart terlihat tertarik dengan berkumpulnya para bapak-bapak di depan toko ini. Mereka akhirnya paham bahwa hari ini adalah hari peduli gempa di toko Cimart, sehingga bapak-bapak yang biasanya langsung olah raga di pasar festival, hari ini pada ngumpul di depan toko Cikmart, yang biasanya masih sunyi sepi.
Setelah toko mulai ramai oleh para Cimarter, maka pak Afrizal memboyong para Cimarter untuk jalan ke arah pasar Festival. Yang datang pakai sepeda langsung nggenjot sepedanya, sedang yang datang pakai sepeda motor cukup berjalan kaki saja ke pasar festival.
Suasana pasar yang hiruk pikuk dengan pengunjung ini makin ramai oleh kedatangan dua tim pencari dana untuk korban gempa Sumbar.
Satu kelompok memakai seragam jas biru-biru, sedangkan satunya memakai kaos kuning-kuning. Yang membedakan mereka adalah warna seragamnya [hehehe...yang ini sudah jelas] dan umur mereka. Yang satu kelompok sudah bapak-bapak [meski ngakunya masih under 30 tahun] dan satunya muda mudi yang ganteng dan cantik-cantik [namanya saja muda mudi, ya cantik dan ganteng kan?].
Selesai muterin pasar Festival, maka rombongan menuju ke KTB [Kupat Tahu bandung] pak Ato. Berendeng beberapa sepeda mengarah ke KTB, sementara yang lainnya memakai sepeda motor atau mobil.
Ide untuk beli sepeda langsung muncul lagi, karena kebetulan ada juragan sepeda yang ikut sepedaan di acara ini. Kita tunggu saja berita kredit sepeda ini [setelah bulan lalu sukses menagdakan kredit note book].
Lilo, yang kalau bersepeda model Rosi "The Doctor" langsung menggebrak, sehingga akhirnya tabrakan dengan pengendara sepeda yang lain.
Setelah Lilo minta maaf pada pengendara sepeda yang lain, maka perjalanan dilanjutkan dan Lilo kembali meliuk-liuk dengan sepeda tanpa remnya itu.
Kalau sudah begitu aku sering mengurut dada, "nyontoh siapa ya Lilo ini? apa nyontoh aku waktu aku kecil dulu ya?"
Sampai di KTB suasana sudah ramai. Spontanitas yang tak terkoordinir ini membuat para peserta sepedaan punya rute sendiri-sendiri. Ada yang sampai bunderan Golf Jababeka langsung pulang, ada juga yang tetap ikut rute yang sebelumnya sudah disepakati.
"Aku tadi ke rumah mas Eko dan sepi, maka aku langsung ngejar sesuai rute, tapi nggak ketututan juga mas. Pada ngebut ya?", kata salah satu pengendara sepeda yang mengikuti rute asli.
"Hehehe...bapak nggak baca imil terakhir ya?"
Rupanya banyak peserta yang sudah tidak buka imil di hari menjelang hari H, sehingga perkembangan rute dan acara tidak tersosialisasikan ke peserta.
Akibatnya yang datang ke KTB juga bergiliran, tidak seperti acara sepedaan yang dulu, para peserta pada numpuk jadi satu kloter.
Jam 09.30 akupun balik ke toko Cimart untuk mengecek hasil pemngumpulan dana ini. Tenryata kotak sudah diambil oleh pak Afrizal untuk dihitung dan digabungkan dengan yang ada di pasar festival.
Yang kutahu, sampai sekitar jam 10.00 kondisi perolehan sumbangan adalah sebagai berikut :
- Kotak amal yang ada di Cimart ditambah yang kemudian diboyong ke KTB hasilnya adalah 1.053 + 525 atau 1.578
- Kotak amal yang dikelilingkan di Pasar Fatival adalah 535
Total sekitar 2.113 ribu rupiah atau 2.1 juta.
Lumayan sebagai hasil spontanitas tanpa koordinasi. Tinggal nanti perlu dikooridinasikan lagi agar dapat memperolah bantuan dana yang lebih besar. Kita semua tahu, gempa ini lebih dahsyat dibanding gempa di Yogya.
Jadi tepatlah kalau tim PU DIY saat ini ikut terbang ke Sumbar untuk memberikan masukan dan tindakan nyata terhadap penanganan gempa di Sumbar. Kita tahu bahwa DIY termasuk yang dianggap sukses menangani kejadian pasca gempa.
Sukses dan salut buat tim relawan dari DIY [PU maupun UGM] yang telah meluncurkan timnya ke Sumbar. Semoga menjadi amalan yang baik buat mereka. Amin. Posko Waskita Sumbar siap membantu tim ini dalam menangani semua kegiatan pasca gempa. Semoga muncul sinergi di antara kedua tim ini.
Semoga juga semua amalan para donatur itu diterima Allah swt.
Amin
+++
artikel [tidak] terkait
Posko Waskita di Sumbar
Mengingat toko Cimart baru buka gerai di ruko Anggrek, maka lokasi start kupindahkan ke toko Cimart saja, jadi bisa lebih nyaman nunggu teman-teman yang ingin sepedaan.
Pak Atopun langsung mengumumkan bahwa siapa saja yang makan di KTB akan mendapat diskon gila-gilaan alias segila-gilanya. Terakhir tenryata malah tidak ada diskon sama sekali, karen amuncukl ide yang lebih gila lagi.
Semua yang makan di KTB gak perlu mbayar ke pak Ato, tapi langsung bayar ke kotak amal yang akan disediakan di meja kasir dan semua hasil penjualan itu akan disumbangkan ke posko Peduli Gempa yang akan dibuka di Toko Cimart.
Ini memang ide dari pak Afrizal [dirut Cimart] dan pak Wawan [dirut NetCom], serta para Cimarter lainnya. Toko Cimart mulai hari Sabtu sudah didandani dengan spanduk POSKO Peduli Gempa Sumbar.
Gayungpun bersambut, mas Hendra bahkan merelakan semua kerupuk kemplangnya dihibahkan ke posko peduli Gempa Cimart.
Inilah kerja sama yang saling menguntungkan antara para anggota komunitas TDA [tangan diatas] dengan para Cimarter yang sedang "on fire".
Pagi-pagi, para Cimarter dan sekaligus anggota TDA sudah meramaikan suasana toko Cimart. Seragam kaos kuningpun dikenakan oelh para anggota TDA [kulihat di dalam kaos kuning itu ada kaos TDA Bekasi, hehehe...kulit luar Cimart, tapi hatinya TDA, gitu 'kali maknanya].
Para pejalan kaki di depan toko Cimart terlihat tertarik dengan berkumpulnya para bapak-bapak di depan toko ini. Mereka akhirnya paham bahwa hari ini adalah hari peduli gempa di toko Cimart, sehingga bapak-bapak yang biasanya langsung olah raga di pasar festival, hari ini pada ngumpul di depan toko Cikmart, yang biasanya masih sunyi sepi.
Setelah toko mulai ramai oleh para Cimarter, maka pak Afrizal memboyong para Cimarter untuk jalan ke arah pasar Festival. Yang datang pakai sepeda langsung nggenjot sepedanya, sedang yang datang pakai sepeda motor cukup berjalan kaki saja ke pasar festival.
Suasana pasar yang hiruk pikuk dengan pengunjung ini makin ramai oleh kedatangan dua tim pencari dana untuk korban gempa Sumbar.
Satu kelompok memakai seragam jas biru-biru, sedangkan satunya memakai kaos kuning-kuning. Yang membedakan mereka adalah warna seragamnya [hehehe...yang ini sudah jelas] dan umur mereka. Yang satu kelompok sudah bapak-bapak [meski ngakunya masih under 30 tahun] dan satunya muda mudi yang ganteng dan cantik-cantik [namanya saja muda mudi, ya cantik dan ganteng kan?].
Selesai muterin pasar Festival, maka rombongan menuju ke KTB [Kupat Tahu bandung] pak Ato. Berendeng beberapa sepeda mengarah ke KTB, sementara yang lainnya memakai sepeda motor atau mobil.
Ide untuk beli sepeda langsung muncul lagi, karena kebetulan ada juragan sepeda yang ikut sepedaan di acara ini. Kita tunggu saja berita kredit sepeda ini [setelah bulan lalu sukses menagdakan kredit note book].
Lilo, yang kalau bersepeda model Rosi "The Doctor" langsung menggebrak, sehingga akhirnya tabrakan dengan pengendara sepeda yang lain.
Setelah Lilo minta maaf pada pengendara sepeda yang lain, maka perjalanan dilanjutkan dan Lilo kembali meliuk-liuk dengan sepeda tanpa remnya itu.
Kalau sudah begitu aku sering mengurut dada, "nyontoh siapa ya Lilo ini? apa nyontoh aku waktu aku kecil dulu ya?"
Sampai di KTB suasana sudah ramai. Spontanitas yang tak terkoordinir ini membuat para peserta sepedaan punya rute sendiri-sendiri. Ada yang sampai bunderan Golf Jababeka langsung pulang, ada juga yang tetap ikut rute yang sebelumnya sudah disepakati.
"Aku tadi ke rumah mas Eko dan sepi, maka aku langsung ngejar sesuai rute, tapi nggak ketututan juga mas. Pada ngebut ya?", kata salah satu pengendara sepeda yang mengikuti rute asli.
"Hehehe...bapak nggak baca imil terakhir ya?"
Rupanya banyak peserta yang sudah tidak buka imil di hari menjelang hari H, sehingga perkembangan rute dan acara tidak tersosialisasikan ke peserta.
Akibatnya yang datang ke KTB juga bergiliran, tidak seperti acara sepedaan yang dulu, para peserta pada numpuk jadi satu kloter.
Jam 09.30 akupun balik ke toko Cimart untuk mengecek hasil pemngumpulan dana ini. Tenryata kotak sudah diambil oleh pak Afrizal untuk dihitung dan digabungkan dengan yang ada di pasar festival.
Yang kutahu, sampai sekitar jam 10.00 kondisi perolehan sumbangan adalah sebagai berikut :
- Kotak amal yang ada di Cimart ditambah yang kemudian diboyong ke KTB hasilnya adalah 1.053 + 525 atau 1.578
- Kotak amal yang dikelilingkan di Pasar Fatival adalah 535
Total sekitar 2.113 ribu rupiah atau 2.1 juta.
Lumayan sebagai hasil spontanitas tanpa koordinasi. Tinggal nanti perlu dikooridinasikan lagi agar dapat memperolah bantuan dana yang lebih besar. Kita semua tahu, gempa ini lebih dahsyat dibanding gempa di Yogya.
Jadi tepatlah kalau tim PU DIY saat ini ikut terbang ke Sumbar untuk memberikan masukan dan tindakan nyata terhadap penanganan gempa di Sumbar. Kita tahu bahwa DIY termasuk yang dianggap sukses menangani kejadian pasca gempa.
Sukses dan salut buat tim relawan dari DIY [PU maupun UGM] yang telah meluncurkan timnya ke Sumbar. Semoga menjadi amalan yang baik buat mereka. Amin. Posko Waskita Sumbar siap membantu tim ini dalam menangani semua kegiatan pasca gempa. Semoga muncul sinergi di antara kedua tim ini.
Semoga juga semua amalan para donatur itu diterima Allah swt.
Amin
+++
artikel [tidak] terkait
Posko Waskita di Sumbar
Minggu, Januari 25, 2009
GERTAKAN OBAMA ke HAMAS
"Sikap Obama sudah jelas pak Dhe. Jadi kita tidak perlu nunggu-nunggu lagi. Mari kita jadi relawan ke Gaza", Andre mengingatkan sikapnya sejak dulu terhadap Obama.
"Bener pak Dhe, nampaknya sudah saatnya kita bersatu padu untuk menolong saudara kita yang ada di Palestina", Khalid menambahkan.
"Bumi Allah sudah bergetar dan kita sudah sepakat, kita berangkat ke Gaza minggu depan", tambah Khalid mantap.
Rombongan anak muda mushola Al Makmur ini begitu berapi-api menyampaikan laporan hasil rapat mereka dengan pimpinan pabrik. Tidak seperti minggu lalu yang datang dengan perbedaan pendapat, sekarang mereka nampaknya sudah satu suara untuk pergi ke Gaza.
Pak Dhe, seperti biasa, selalu memasang senyumnya sebelum mulai menyampaikan tanggapannya.
"Terus kalian sudah sepakat, sudah menentukan harinya?", kata pak Dhe tenang.
"Benar pak Dhe. Tinggal menunggu arahan dari pak Dhe kalau ada. Kalau pak Dhe sudah nggak ada arahan lagi, kita segera pergi untuk mengurus segala sesuatunya" jawab Udin mantap.
"Masalah surat ijin atau cuti selama kalian tidak masuk kerja gimana? Udah beres juga ya?", pak Dhe melanjutkan tanggapannya.
Kali ini, tidak ada yang menjawab pertanyaan pak Dhe. Semuanya terdiam.
"Lho, giliran ditanya cuti kok diem?"
Mereka masih tetep diam, hanya saling berpandangan, sampai akhirnya Udin yang bicara meski terpatah-patah.
"Itu yang sekarang jadi masalah pak Dhe. Minggu lalu, kita sudah dapet ijin dari kepala pabrik, tapi kelihatannya pemilik pabrik ini telah menegur kepala pabrik, sehingga ijin dari kepala pabrikpun jadi tersendat"
"Hmmm...."
"Sebaiknya bagaimana pak Dhe?", akhirnya Khalid ikut bicara lagi.
"Bicara soal hati, siapa sih yang tidak ingin pergi ke Gaza? Bicara soal kerjaan, siapa sih pemilik pabrik yang rela karyawan-karyawan unggulannya meninggalkan pekerjaannya dan menurunkan kinerja pabriknya?" pak Dhepun mulai ceramahnya.
"Bagi yang benar-benar tidak bisa mematikan perasaan hatinya dan ingin tetap pergi ke Gaza, mari kita hargai. Risikonya memang perlu dipertimbangkan masak-masak, karena kita sudah menandatangani perjanjian dengan pemilik pabrik untuk bekerja di sini sesuai peraturan pabrik dan bukan sesuai peraturan kita.", pak Dhe melanjutkan ceramahnya.
"Risiko terbesar adalah tidak bekerja lagi disini", pak Dhe berhenti sebentar melihat reaksi para pemuda yang ada di depannya.
“ Tiada seekor binatang melata pun dimuka bumi ini, melainkan telah dijamin oleh Allah rezekinya… demikian yang ada di surat Hud ayat 6. Jadi tidak perlu khawatir terhadap rejeki Allah" pak Dhe berhenti lagi. Menunggu reaksi dari pendengarnya.
"Kalau memutuskan untuk tidak berangkat, gimana pak Dhe?", Udin mulai mengutarakan apa yang mengganjal di hatinya.
"Tidak masalah. Udin kan merasa bertanggung jawab terhadap grup produksi, sehingga melihat kalau ditinggal mungkin kinerja bagian produksi akan sedikit menurun. Bekerja adalah ibadah, jangan lupa itu. Jadi tindakan Udin adalah ibadah juga".
"Mengapa sih Obama begitu gampangnya menyalahkan HAMAS. Sebenarnya yang diserang Israel itu Palestina atau HAMAS sih pak Dhe?", Khalid rupanya lebih tertarik membahas situasi di Gaza.
"Masalah yang tadi sudah klop ya? Gak ngganjal lagi kan?", kata pak Dhe sebelum menjawab pertanyaan Khalid.
"Iya Pak Dhe", hampir serempak mereka menjawab pertanyaan pak Dhe.
"Sejarah panjang Israel, Palestina dan Amerika ini memang saling terkait dan saling memunculkan klaim-klaim yang berbeda, sehingga pasti kitapun jadi bingung menganalisanya."
"Israel berani bertindak macam-macam karena ada BACK UP yang luar biasa setianya yaitu Amerika. Sementara itu, di Amerika sana, untuk jadi presiden Amerika, perlu doa restu dari AIPAC [komite urusan publik israel amerika] yang isinya adalah orang Israel semua. Jadi wajar kalau presiden Amerika selalu pro Israel. Tidak ada kata reserve untuk yang itu"
"Mari kita berdoa saja untuk keselamatan kita, keluarga kita, saudara-saudara kita yang di Manokwari, atau dimanapun mereka berada, juga saudara-saudara kita yang ada di Gaza"
"Kita berdoa, semoga lagu Song for Gaza dari Michael Heart laris manis, jadi top dan bisa menyentuh semua pendengarnya, sehingga aroma perang tidak perlu kita dengar dan rasakan lagi"
"Insya Allah. Amin"
"Semoga FATAH dan HAMAS bisa bersatu. Demikian juga para pemimpin di Arab, semoga mereka disadarkan akan pentingnya persatuan di tanah Arab".
"Bener pak Dhe, nampaknya sudah saatnya kita bersatu padu untuk menolong saudara kita yang ada di Palestina", Khalid menambahkan.
"Bumi Allah sudah bergetar dan kita sudah sepakat, kita berangkat ke Gaza minggu depan", tambah Khalid mantap.
Rombongan anak muda mushola Al Makmur ini begitu berapi-api menyampaikan laporan hasil rapat mereka dengan pimpinan pabrik. Tidak seperti minggu lalu yang datang dengan perbedaan pendapat, sekarang mereka nampaknya sudah satu suara untuk pergi ke Gaza.
Pak Dhe, seperti biasa, selalu memasang senyumnya sebelum mulai menyampaikan tanggapannya.
"Terus kalian sudah sepakat, sudah menentukan harinya?", kata pak Dhe tenang.
"Benar pak Dhe. Tinggal menunggu arahan dari pak Dhe kalau ada. Kalau pak Dhe sudah nggak ada arahan lagi, kita segera pergi untuk mengurus segala sesuatunya" jawab Udin mantap.
"Masalah surat ijin atau cuti selama kalian tidak masuk kerja gimana? Udah beres juga ya?", pak Dhe melanjutkan tanggapannya.
Kali ini, tidak ada yang menjawab pertanyaan pak Dhe. Semuanya terdiam.
"Lho, giliran ditanya cuti kok diem?"
Mereka masih tetep diam, hanya saling berpandangan, sampai akhirnya Udin yang bicara meski terpatah-patah.
"Itu yang sekarang jadi masalah pak Dhe. Minggu lalu, kita sudah dapet ijin dari kepala pabrik, tapi kelihatannya pemilik pabrik ini telah menegur kepala pabrik, sehingga ijin dari kepala pabrikpun jadi tersendat"
"Hmmm...."
"Sebaiknya bagaimana pak Dhe?", akhirnya Khalid ikut bicara lagi.
"Bicara soal hati, siapa sih yang tidak ingin pergi ke Gaza? Bicara soal kerjaan, siapa sih pemilik pabrik yang rela karyawan-karyawan unggulannya meninggalkan pekerjaannya dan menurunkan kinerja pabriknya?" pak Dhepun mulai ceramahnya.
"Bagi yang benar-benar tidak bisa mematikan perasaan hatinya dan ingin tetap pergi ke Gaza, mari kita hargai. Risikonya memang perlu dipertimbangkan masak-masak, karena kita sudah menandatangani perjanjian dengan pemilik pabrik untuk bekerja di sini sesuai peraturan pabrik dan bukan sesuai peraturan kita.", pak Dhe melanjutkan ceramahnya.
"Risiko terbesar adalah tidak bekerja lagi disini", pak Dhe berhenti sebentar melihat reaksi para pemuda yang ada di depannya.
“ Tiada seekor binatang melata pun dimuka bumi ini, melainkan telah dijamin oleh Allah rezekinya… demikian yang ada di surat Hud ayat 6. Jadi tidak perlu khawatir terhadap rejeki Allah" pak Dhe berhenti lagi. Menunggu reaksi dari pendengarnya.
"Kalau memutuskan untuk tidak berangkat, gimana pak Dhe?", Udin mulai mengutarakan apa yang mengganjal di hatinya.
"Tidak masalah. Udin kan merasa bertanggung jawab terhadap grup produksi, sehingga melihat kalau ditinggal mungkin kinerja bagian produksi akan sedikit menurun. Bekerja adalah ibadah, jangan lupa itu. Jadi tindakan Udin adalah ibadah juga".
"Mengapa sih Obama begitu gampangnya menyalahkan HAMAS. Sebenarnya yang diserang Israel itu Palestina atau HAMAS sih pak Dhe?", Khalid rupanya lebih tertarik membahas situasi di Gaza.
[Tempo 24 Jan 09]
"Masalah yang tadi sudah klop ya? Gak ngganjal lagi kan?", kata pak Dhe sebelum menjawab pertanyaan Khalid.
"Iya Pak Dhe", hampir serempak mereka menjawab pertanyaan pak Dhe.
"Sejarah panjang Israel, Palestina dan Amerika ini memang saling terkait dan saling memunculkan klaim-klaim yang berbeda, sehingga pasti kitapun jadi bingung menganalisanya."
"Israel berani bertindak macam-macam karena ada BACK UP yang luar biasa setianya yaitu Amerika. Sementara itu, di Amerika sana, untuk jadi presiden Amerika, perlu doa restu dari AIPAC [komite urusan publik israel amerika] yang isinya adalah orang Israel semua. Jadi wajar kalau presiden Amerika selalu pro Israel. Tidak ada kata reserve untuk yang itu"
"Mari kita berdoa saja untuk keselamatan kita, keluarga kita, saudara-saudara kita yang di Manokwari, atau dimanapun mereka berada, juga saudara-saudara kita yang ada di Gaza"
"Kita berdoa, semoga lagu Song for Gaza dari Michael Heart laris manis, jadi top dan bisa menyentuh semua pendengarnya, sehingga aroma perang tidak perlu kita dengar dan rasakan lagi"
"Insya Allah. Amin"
"Semoga FATAH dan HAMAS bisa bersatu. Demikian juga para pemimpin di Arab, semoga mereka disadarkan akan pentingnya persatuan di tanah Arab".
Kamis, Januari 08, 2009
Himbauan dari Masjid MI Cikarang

Himbauan Untuk Membantu Palestina
Assalamu’alaykum wr wb
Segala Puji bagi Alloh swt yang digenggaman-Nya seluruh kerajaan dan kekuatan, Dia lah yang telah menjadikan kematian dan kehidupan sebagai ujian siapa diantara kita yang paling baik amalnya. Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada teladan kita Rasulullah saw, beserta keluarga, sahabatnya dan setiap orang yang ikhlas dan konsisten mengikuti ajarannya
Islam mengajarkan kepada kita untuk membangun rasa persaudaraan, kepedulian dan solidaritas sesama muslim di manapun mereka berada. Tidak ada batas wilayah, geografis, latar belakang suku dan bangsa yang dapat menghalangi seorang muslim untuk membantu saudaranya yang kesulitan. Islam mengibaratkan rasa persaudaraan ini dengan ibarat kesatuan anggota tubuh “kal jasadul waahid”, dimana jika ada salah satu anggota tubuh yang sakit, anggota tubuh yang lain akan merasakan sakit dan segera membantu untuk mengobatinya
Saat ini, saudara saudara kita di Gaza Palestina sedang mengalami penderitaan yang sangat berat. Tanah kelahirannya, rumah tinggalnya, masjid masjidnya dan seluruh fasilitas hidupnya di rampas dan di hancurkan oleh Zinois Israel. Lebih dari itu secara brutal Militer Zionis Israel telah membunuh anak anak dan wanita serta menghancurkan harapan harapan mereka. Hingga saat ini tidak kurang dari 500 jiwa telah terbunuh dan ribuan lain mengalami luka luka akibat kebiadaban Zionis Israel
Pada kesempatan ini kami Yayasan Islam Mekar Indah (YIMI) menghimbau kepada seluruh jamaah untuk membantu saudara saudara kita tersebut dalam bentuk sebagai berikut
1. Melantunkan doa secara fardiyah untuk kemenangan umat islam di Palestina dan kehancuran Zionis Israel
2. Membaca doa qunut nazilah pada setiap sholat kita
3. Memberikan bantuan dana kepada lembaga lembaga terpercaya yang ada, seperti MER-C, KNRP, KISPA dan yang lainnya
Sekecil apapun bantuan yang kita berikan akan memberikan manfaat dan harapan yang besar bagi saudara saudara kita umat Islam di Palestina. Semoga Alloh memberikan kemenangan bagi mujahidin Palestina dan menghancurkan Zionis Israel laknatulloh ‘alaihim sehancur hancurnya.
“In tansurulloha yansurkum wa yutsabbit aqdaamakum”. Barang siapa yang menolong agama Alloh, pasti Alloh akan menolong dan meneguhkan kedudukannya.
Wasalamu’alaykum wr wb
H. Imam Hambali, S.Si
Ketua Yayasan Islam Mekar Indah
NB. Himbauan ini boleh di sebarkan luaskan ke jamaah/masjid yang lain
Langganan:
Postingan (Atom)

