Tampilkan postingan dengan label makan buah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makan buah. Tampilkan semua postingan

Jumat, September 11, 2009

Sekali-kali buka puasa sehabis Tarwikh

Biasanya aku sampai di rumah sebelum maghrib, jarang pas maghrib pas sampai rumah. Tetapi itu adalah kejadian umum, hari ini telah terjadi peristiwa entah dimana yang menyebabkan hampir semua ruas jalan di Jakarta macet total.

Hampir sejam kudengarkan radio ElShinta, dan isinya laporan macet di ebrbagai ruas jalan. Bukan macet biasa tapi macet total dan sampai berjam-jam terjadinya.

Aroma macet ini memang sudah terasa begitu aku masuk jalan DI Panjaitan. Jalan yang setiap sore selalu lengang, karena terimal bayangan di Cawang sudah dihapuskan, hari ini terlihat sangat padat. Ini pasti terjadi kecelakaan atau peristiwa tertentu di depan sana yang mengakibatkan jalan menjadi semacet ini.

Dugaanku ada ebnarnya sedikit, karena tepat di depan simpang Cawang kulihat sebuah truk besar yang macet. Namun di depan truk macet itu kondisi jalan juga sama macetnya, artinya ada truk macet maupun tidak kondisi jalan akan sama.

Di jalan DI Panjaitan, dari arah Priok, aku belok kiri menuju tol Cawang Cikampek. Kondisinya sama juga, macet. Sebentar jalan sebentar berhenti.

Akhirnya terjadilah peristiwa yang belum pernah terjadi bagiku, yaitu mendengar suara adzan padahal belum buka.

 
parkir di KM 19 


Aku harus berjuang dulu untuk bisa parkir di Rest Area KM 19. Mampir di warung minum dan beli teh dalam kemasan. Harganya dua kali lipat dibanding harga di CiMart.

Habis meneguk satu minuman kemasan, aku langsung menuju mushola dan menyelesaikan sholat jamah Maghrib di situ dan kemudian meluncur lagi menuju ke rumah.

Alhamdulillah, sampai di rumah lampu PLN mati. Kuperiksa box panel PLN yang ada di pinggir jalan. Aku jadi ingat beberap abulan lalu, sekeringnya putus dan diganti kawat.

 
sekering masih pakai kabel saja 


Kubuka box panel PLN dan kulihat kondisinya masih seperti dulu. Sekering jenis ini memang sulit dicari barangnya dan PLN kayaknya males untuk membeli lagi. Jadi gimana donk nasib kita, kalau sekering tidak ada dan hanya diganti kawat.

Akhirnya aku masuk rumah dan mandi dengan lampu darurat. Habis tiu aku keluar lagi nyari lauk, karena kulihat tidak ada makanan buka puasa di meja. Kulihat istriku sedang kecapekan di kamar tidur, jadi aku cari makan sendiri saja di luar.

Begitu sampai di rumah ada telpon masuk. Rupanya LiLo minta dijemput di sekolah. Terbengkalailah makan malamku, karena aku tidak mau LiLo kesepian sendiri di sekolah.

LiLo langsung "nyengklak" di motor, begitu melihat aku masuk ke pekarangan parkiran sekolahnya. Dalam waktu beberapa menit aku dan Lilo sampai di rumah. Ternyata ada tamu di rumah, padahal PLN masih mati. Terpaksalah tamunya diajak bercanda dalam gelap.

 
candle light dinner 


Sementara itu, aku sembunyi di ruang makan dan makan malam dengan diterangi cahaya lilin yang romantis. Sayang istriku sedang nemani tamu, sehingga aku hanya bisa makan sendirian saja.

 
lilo main lilin 


Habis makan akupun menuju ke CiMart. Ada pak Anas yang butuh kendaraan untuk angkut beras. Sayang pak Anas sudah menyelesaikannya dengan pak Rifky, sehingga aku tidak kebagian pahala mengantar barang itu.

Jadi hari ini beberapa acara telah berjalan tidak sesuai dengan "default" acara.

Pelajaran hari ini :
1. Manusia merencanakan, Tuhan yang menentukan [kayak ramalannya Womg Kam Fu aja nih]
2. Ujian kesabaran itu tidak akan pernah putus, karena kita adalah hambaNya yang akan dinaikkan derajatnya [insya Allah]. Amin
3. Makan di bawah cahaya lilin memang nikmat.

Kamis, Oktober 30, 2008

Makan Buah

Pagi-pagi LiLo [anak ragilku] narik-narik tanganku, yang sedang mau ngetik di kompie.

"Pak, jangan ngetik terus donk. Nanti matanya sakit lho keseringan ngetik", begitu kata LiLo.

Memang semalem aku nggak ketemu sama LiLo, soalnya aku nggak ngantor, tapi ke proyek GOR Boker [bimbingan fungsional sistem manajemen K3LM] dan pulangnya agak malam.

"Begini cara makannya pak. Pakai satu garpu dan kemudian satu-satu. Bapak makan satu, kemudian aku makan satu"

"Gitu ya?"

Lilo mengangguk sambil tersenyum, dan kamipun makan buah bersama. Jadi inget tadi malem, anakku Lita juga ngajak makan pisang goreng, tapi belum bisa kupenuhi, sehingga dia tidur duluan sebelum makan pisang bersama.

Kasihan anak-anakku yang jarang ketemuan sama bapaknya yang sok sibuk [gak menentu ini]. Semoga tangan Allah senantiasa menjaga mereka, menjaga agar taliku dengan tali keluargaku tetap terikat rapi dan makin lama makin erat.

Amin.

“Siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hubungkanlah tali silaturahminya,” (HR. Bukhari).

IMG_2506

Kates yang uenak tenan.

IMG_2504

Nulis dulu sebelum dihabiskan bapaknya [yang penggemar berat pisang goreng]thumbs_up