Kamis, Oktober 09, 2008

BEI [masih] TuTuP


Begitu dahsyatnya imbas krisis global moneter [terutama di Amerika}, sehingga SBY perlu mendiskusikannya laiknya pertunjukkan wayang kulit alias dari malem sampai pagi.

Keputusannya jelas, BEI diserahkan pada pengelolanya untuk [terus] ditutup atau dibuka [lagi] hari ini. Tentu saja, dengan keputusan seperti ini, artinya BEI memang tutup [lagi].

Dahsyatnya bisnis 'menganak pinakkan' saham langsung "kelenger" begitu krisis moneter terus bergulir bak bola salju. Beberapa BANK di Amerika diprediksi akan gulung tikar, meskipun sudah ada tindakan pertolongan dari pemerintah.

Bank-bank CENTRAL di berbagai negara sudah mulai menurunkan tingkat suku bunganya [kecuali Indonesia] untuk menahan laju krisis ini [???], hasilnya belum jelas betul.

Para pengamat ekonomipun mulai unjuk gigi, "ini fenomena yang biasa di sektor non riil dan sudah diprediksi tahun lalu", kata mereka

"Gelembung semu naiknya beberapa saham secara drastis, pasti akan disusul turunnya saham [juga] secara drastis. Inilah saatnya kita berpegang pada sektor riil!",lanjutnya.

"Yang dieprlukan saat ini adalah tindakan yang cepat dan tepat agar kasus tutupnya BEI [yang pertama dalam sejarah] tidak melebar kemana-mana. Cukup BEI saja yang jadi korban krisis global moneter ini"

"Pantau terus nilai tukar mata uang rupiah, agar tetap terkendali dan tidak kayak yo-yo, naik turun tak terprediksi"

"Para pelaku pasar modal tetaplah berpikir secara jernih. Saat ini hampir semua pemodal sudah mulai bertindak irrasional, sehingga keputusan [tetap] menutup BEI perlu didukung, untuk mengantisipasi hal yang lebih buruk lagi".

Begitulah rangkuman berita yang kudengar di ElShiNtA dan Delta FM, Kamis pagi, 9 Oktober 2008, sepanjang perjalanan Cikarang-Cawang.

Tak setel radio sejak jam 05.55 dan tahu-tahu jam 06.40 sudah nyampai kantor. Lumayan buat rekor tahun ini. Hari kerja, 45 menit sudah nyampai kantor.

He..he..he... why?

Because an incident happened at Cikampek-Jakarta Tol Road [km34] before rest area.

Pelajaran hari ini :
1. Masalah dunia memang harus diserahkan pada ahlinya, atau tunggu kehancurannya [sudah bener tuh SBY nyerahin ke ahlinya, lebih baik kelihatan go blog daripada sook tapi akibatnya negara jadi ancur.
2. Pialang saham, pemodal dan sejenisnya istirahatlah mengejar materi dunia, masih ada yang lebih penting dari materi dunia.
3. Tersenyumlah pada dunia, dan dunia akantersenyum juga pada kita. Kepanikan menghadapi krisis moneter ini hanya akan memperburuk suasana [yang sudah buruk].
4. Khuznudzon pada rencana Allah swt. Yangterbaik akan kita dapatkan [insya Allah], karena yang baik menurut kita, belum tentu baik disisi Allah swt.
5. “Innallaha yughoyyiru maa biqoumiin, Hatta  yughoyyiru ma bi anfusihim”. Artinya tidak akan berubah nasib satu kelompok atau satu bangsa jika mereka sendiri tidak memulai mengubah dirinya sendiri kearah yang lebih baik. [CMIIW]

Salam

sumber gambar : internet [dari milis ke milis]

2 komentar:

Ramon Belloua mengatakan...

ikut prihatin juga dengan nasib amerika, apalagi nasib perekonomian dunia.... check arikel yg sebahasan di blog saya http://itisrama.blogspot.com/2008/10/indonesia-future-shock.html

Syamsul Alam mengatakan...

Pelajaran hari ininya, benar-benar bagus sekali....

Mas hobi foto-foto, ya? Blognya penuh dengan foto keluarga... header aja langsung disuguhi 'pasukan' berkacamata.... wakakakakak....