Hari Senin selalu memunculkan tantangan yang berbeda dan aku sangat menyukainya. Perlu perhitungan yang cermat agar tidak kepagian dan tidak kesiangan saat masuk di jalan tol Cikampek Jakarta.
Bila kepagian, maka puluhan konvoi kendaraan besar akan membuat laju kendaraan kita jadi terhambat. Truk dan Bus memadati jalur tol saat dini hari. Mereka ada di semua lajur, baik kiri, tengah maupun kanan yang seharusnya hanya untuk lajur mendahului.
Biasanya aku ditemani radio Gema Annisa (RGA) saat meluncur dari rumah dan ganti channel ke Radio Dakta begitu sudah sampai di jalan tol Cikampek Jakarta Km 30. Saat macet mulai melanda, maka teman di jalan bertambah dengan aplikasi PLURK yang tertanam di ponsel. Artinya kalau aku sudah mulai nulis di PLURK, maka laju kendaraan sudah melambat atau berhenti beberapa saat.
Menjelang pintu tol Pondok Gedhe, sebelum membayar tiket tol, maka channel kuganti ke Radio GEN FM. Lalu lintas yang kacau balau sering jadi terlupakan kalau sudah mendengar ocehan Kemal Gendut yang selalu segar.Kadang aku juga ndengerin Farhan di Deltanesia. Musiknya sering cocok dengan tema yang disampaikan Farhan.
Bila jalanan benar-benar macet, maka aku akan sempat mendengarkan dua kali acara salah sambung, yaitu di jam 6.30 dan 7.30.
Senin, 5 Juli 2010, lalu lintas tiba-tiba berubah karakternya. Baru masuk jalan tol sudah terjadi perlambatan beberapa kali. Kulihat ada beberapa kendaraan besar yang terduduk di pinggir jalan dan menyebabkan menurunnya laju kendaraan.
Namun belum sampai Bekasi Timur, laju kendaraan benar-benar sudah tidak seperti karakternya lagi. Kalau sudah begini, maka secara reflek tanganku langsung memencet channel El Shinta.
"Saya berangkat dari rumah jam 2 siang dan seharusnya dalam waktu dua jam saya sudah sampai tol Jagorawi, tapi sampai saat ini saya masih terjebak di Puncak. Sudah 15 jam saya disini menikmati kemacetan ini mbak", begitu suara salah satu pendengar radio yang dihubungi oleh El Shinta.
"Saya sudah mematikan mesin sejak semalem. Kalau nanti sudah bergerak, biasanya hanya 1 atau 2 meter berhenti lagi dan mesin kembali saya matikan",
Beberapa diskusi antara pendengar radio El Shinta dengan Penyiar Radio dan pejabat dari Kepolisian berlangsung dalam suasana yang teduh dan adem. Tidak ada lontaran caci maki di antara mereka. Polisinya ngayomi dan pendengar El Shinta juga sangat memaklumi bahwa semua ini bukan kesalahan polisi.
"Banyak sekali simpul-simpul yang harus diurai di beberapa titik dan saya tidak berani menjanjikan jam berapa kemacetan ini akan mencair", begitu kata pak Polisi.
"Penyebab terbesar kejadian ini adalah ketidak sabaran para pengemudi kita. Di beberapa simpul kemacetan terlihat bahwa para pengguna jalan itu memakai jalan yang bukan haknya. Mereka yang seharusnya sabar menunggu antrian, sering menyerobot jalur kanan milik pengguna jalan dari arah berlawanan, sehingga begitu macet menjadi sangat susah diurai"
"Disini memang diperlukan kedisiplinan kita dalam menjadi pemakai jalan yang bukan milik pribadi tapi milik bersama. Ada etika berkendara yang harus kita patuhi bersama."
Hari Senin, 5 Juli 2010 ini memang ajang untuk latihan sabar yang sangat menantang. Semoga saat mudik dua bulan lagi, kondisi lalu lintas tidak separah hari ini. Baca tips mudik agar kita semua dapat menjadi pengguna jalan yang baik.
I Love Monday very much.
+++
Salut buat para pengatur lalu lintas Jalan Tol.
Tampilkan postingan dengan label radio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label radio. Tampilkan semua postingan
Rabu, Juli 07, 2010
Rabu, Agustus 05, 2009
Talkshow Istriku di Radio Gaya 93.6 FM
Tanpa perencanaan matang dan tanpa terduga, istriku tiba-tiba diminta untuk ikut talkshow di Radio Gaya 93.6 FM. Penyebabnya adalah mundurnya Resto Samikuring pada acara talk show itu dan pengurus TDA Bekasi menunjuk istriku sebagai penggantinya [sebenarnya aku yang usul istriku menggantikan Resto Samikuring, hehehehe...].
Istriku ini memang sering punya masalah sederhana, misalnya pingin ikut aku ke luar negeri, tapi selalu tidak kuajak. Padahal di LN aku sering termenung sendirian di kamar yang kosong, kamar yang mubadzir. Coba ada istriku menemaniku di kamar kosong yang gedhe ini, wah... pasti akan terjadi hal-hal yang diinginkan...
Keinginan sederhana itulah yang membawa istriku pada bisnis kalung biofir. Sedikit demi sedikit jualan kalungnya laku dan akhirnya dia bisa ke LN, bahkan dia sudah sampai ke Jepang dan China, dua negara yang belum pernah kudatangi.
Nah, karena akupun pernah talk show di beberapa radio, maka istriku kayaknya perlu juga di"talk show"-in [iki boso opo yo?].
Diawali dengan salah jadwal, dikira on air jam 09.00 wib ternyata harus sudah on air di jam 08.00, maka perjalanan talk show istrikupun berjalan dengan seru.
Meski sudah pernah kuajak ke Radio Gaya, dengan beberapa kali nanya-nanya, ternyata istriku masih belum juga hafal dengan arah ke Radio Gaya. Akibatnya jadwal yang sudah terlambat menjadi semakin terlambat.
Coba pakai ilmunya pak Purdi, yang sukanya belok kanan dan nggak mau belok kiri, wah pasti istriku tambah nggak nyampe-nyampe ke Radio Gaya.
Begitulah, akhirnya istriku sampai di Radio gaya.
Ketika ditanya motivasi apa yang membuat istriku terjun di bisnis kalung biofir ini, maka keinginan sederhana ke LN itulah yang disampaikan istriku [semoga pak Samsudin Citoys berhasil merekam talk show ini. Inysa Allah, amin].
Ada juga pertanyaan kapan pertama kali mulai bisnis kalung biofir ini, maka istrikupun mulai melibatkan diriku.
Saat itu aku di ruang bos dan ditawari kalung kesehatan. Melihat harganya yang mahal dan kondisi kesehatanku yang tidak jelek-jelek amat, maka tentu saja aku kurang tertarik. Cuma karena mengharap dibelikan kalung oleh bosku [dia memang hobi ngasih-ngasih barang ke aku], maka akupun tetap duduk manis di ruang bosku, sambil melihat mereka asyik menunjukkan kehebatan kalung itu.
Aku jadi berubah pikiran 180 derajad ketika melihat kalung itu didekatkan pada es batu dan es batu itu terlihat mengucur dengan deras, berbeda ketika es batu itu dijauhkan dari kalung itu.
"Yah? Kok bisa ya?", begitu kata hatiku.
Aku langsung inget ibuku dan mertuaku yang ada di Yogya. Kayaknya mereka perlu kalung ini untuk meperlancar peredaran darah mereka yang sudah tidak bisa olah raga seperti masa mudanya dulu.
Aku langsung beli 3 kalung, bukan dengan maksud sok kaya, tapi karena kalau beli 3 buah maka harganya menjadi lebih murah, itu aja.
Ternyata ketika istriku mempelajari sisi lain dari kegunaan kalung ini, maka diapun langsung membeli beberapa kalung ini dan kemudian menjualnya.
Butuh waktu lama untuk mempelajari bisnis kalung ini, karena istriku memang masih ragu akan kehebatan bisnis ini. Baru ketika dia dapat tiket gratis ke Singapura, maka tersadarlah istriku untuk mulai serius menggarap bisnis kalung ini.
Jatuh bangun mewarnai usaha ini, sebuah bisnis yang biasa-biasa saja, tapi jika ditekuni ternyata bisa bikin gila dan membuat orang lain ikut gila.
Kegilaan istriku inilah yang akhirnya membuatku memasukkannya ke komunitas TDA Cikarang dan tentu saja TDA Bekasi. Pertemanan dan saling sinergi yang sangat kuat di komunitas TDA telah membuat istriku makin kerasan berbisnis dengan para orang gila yang ada di Bekasi dan sekitarnya.
Aku jadi ingat ketika masih kerja di Surabaya Airport dan dijemput istriku di Airport. Biasanya kita ke airport selalu pakai mobil proyek, sehingga tidak perlu bayar parkir, tidak perlu beli tiket masuk.
Nah, giliran pakai mobil pribadi, istriku enak saja nyelonong tanpa beli karcis ke bandara. Akibatnya aku jadi stress waktu mau keluar. Sudah capek barui saja turun dari pesawat, eh langsung dihadapkan pada masalah parkir tanpa tiket.
Ternyata kita keluar dari Bandara dengan sangat aman. Mobil meluncur pelan-pelan ke luar dan tidak disetop oleh penjaga tiket yang terlihat tersenyum pada kita.
Dasar otak kanan memang selalu bikin semua jadi mudah !:-)
Terima kasih pada mbak Flora yang telah dengan baik memandu acara ini. Sampai bertemu lagi di Talk Show yang lain.
Istriku ini memang sering punya masalah sederhana, misalnya pingin ikut aku ke luar negeri, tapi selalu tidak kuajak. Padahal di LN aku sering termenung sendirian di kamar yang kosong, kamar yang mubadzir. Coba ada istriku menemaniku di kamar kosong yang gedhe ini, wah... pasti akan terjadi hal-hal yang diinginkan...
Keinginan sederhana itulah yang membawa istriku pada bisnis kalung biofir. Sedikit demi sedikit jualan kalungnya laku dan akhirnya dia bisa ke LN, bahkan dia sudah sampai ke Jepang dan China, dua negara yang belum pernah kudatangi.
Nah, karena akupun pernah talk show di beberapa radio, maka istriku kayaknya perlu juga di"talk show"-in [iki boso opo yo?].
Diawali dengan salah jadwal, dikira on air jam 09.00 wib ternyata harus sudah on air di jam 08.00, maka perjalanan talk show istrikupun berjalan dengan seru.
Meski sudah pernah kuajak ke Radio Gaya, dengan beberapa kali nanya-nanya, ternyata istriku masih belum juga hafal dengan arah ke Radio Gaya. Akibatnya jadwal yang sudah terlambat menjadi semakin terlambat.
Coba pakai ilmunya pak Purdi, yang sukanya belok kanan dan nggak mau belok kiri, wah pasti istriku tambah nggak nyampe-nyampe ke Radio Gaya.
Begitulah, akhirnya istriku sampai di Radio gaya.
Ketika ditanya motivasi apa yang membuat istriku terjun di bisnis kalung biofir ini, maka keinginan sederhana ke LN itulah yang disampaikan istriku [semoga pak Samsudin Citoys berhasil merekam talk show ini. Inysa Allah, amin].
Ada juga pertanyaan kapan pertama kali mulai bisnis kalung biofir ini, maka istrikupun mulai melibatkan diriku.
Saat itu aku di ruang bos dan ditawari kalung kesehatan. Melihat harganya yang mahal dan kondisi kesehatanku yang tidak jelek-jelek amat, maka tentu saja aku kurang tertarik. Cuma karena mengharap dibelikan kalung oleh bosku [dia memang hobi ngasih-ngasih barang ke aku], maka akupun tetap duduk manis di ruang bosku, sambil melihat mereka asyik menunjukkan kehebatan kalung itu.
Aku jadi berubah pikiran 180 derajad ketika melihat kalung itu didekatkan pada es batu dan es batu itu terlihat mengucur dengan deras, berbeda ketika es batu itu dijauhkan dari kalung itu.
"Yah? Kok bisa ya?", begitu kata hatiku.
Aku langsung inget ibuku dan mertuaku yang ada di Yogya. Kayaknya mereka perlu kalung ini untuk meperlancar peredaran darah mereka yang sudah tidak bisa olah raga seperti masa mudanya dulu.
Aku langsung beli 3 kalung, bukan dengan maksud sok kaya, tapi karena kalau beli 3 buah maka harganya menjadi lebih murah, itu aja.
Ternyata ketika istriku mempelajari sisi lain dari kegunaan kalung ini, maka diapun langsung membeli beberapa kalung ini dan kemudian menjualnya.
Butuh waktu lama untuk mempelajari bisnis kalung ini, karena istriku memang masih ragu akan kehebatan bisnis ini. Baru ketika dia dapat tiket gratis ke Singapura, maka tersadarlah istriku untuk mulai serius menggarap bisnis kalung ini.
Jatuh bangun mewarnai usaha ini, sebuah bisnis yang biasa-biasa saja, tapi jika ditekuni ternyata bisa bikin gila dan membuat orang lain ikut gila.
Kegilaan istriku inilah yang akhirnya membuatku memasukkannya ke komunitas TDA Cikarang dan tentu saja TDA Bekasi. Pertemanan dan saling sinergi yang sangat kuat di komunitas TDA telah membuat istriku makin kerasan berbisnis dengan para orang gila yang ada di Bekasi dan sekitarnya.
Aku jadi ingat ketika masih kerja di Surabaya Airport dan dijemput istriku di Airport. Biasanya kita ke airport selalu pakai mobil proyek, sehingga tidak perlu bayar parkir, tidak perlu beli tiket masuk.
Nah, giliran pakai mobil pribadi, istriku enak saja nyelonong tanpa beli karcis ke bandara. Akibatnya aku jadi stress waktu mau keluar. Sudah capek barui saja turun dari pesawat, eh langsung dihadapkan pada masalah parkir tanpa tiket.
Ternyata kita keluar dari Bandara dengan sangat aman. Mobil meluncur pelan-pelan ke luar dan tidak disetop oleh penjaga tiket yang terlihat tersenyum pada kita.
Dasar otak kanan memang selalu bikin semua jadi mudah !:-)
Terima kasih pada mbak Flora yang telah dengan baik memandu acara ini. Sampai bertemu lagi di Talk Show yang lain.
...
.
Sabtu, Februari 07, 2009
FARHAN loe tu gak loetjoe !!!
Bulan lalu aku ngantuk berat saat melaju di jalan tol, sehingga aku memutuskan untuk minggir dan tidur barang 5 menit. Eh, ketika bangun ada cewek cuantik bin manis yang berdiri di depan mobilku.
Halah.....
Ini mimpi apa beneran, kok di jalan tol ada yang berdiri di pinggir jalan?
Udah gitu ceweknya kece banget deh.
Antara sadar dan tidak sadar kupandangi cewek itu dan ada niat untuk buka pintu mobil. Barangkali dia mau numpang ke mobilku tapi sungkan, tapi ketika aku hidupkan mobil sambil akan emmbuka pintu, cewek itu langsung berjalan melewatiku.
Dia berhenti di belakang mobilku dan sebuah sedan merah berhenti disampingnya. Kulihat dia masuk mobil itu dan kusadari bahwa ini memang bukan mimpi. Sambil masih mengantuk kembali kujalankan mobil, sambil sesekali melihat spion,mencari posisi mobil sedan merah.
Secara refleks, akupun memijat tombol on pada radio FM dan suara Farhan terdengar memenuhi mobilku. Seperti biasa, obrolan Farhan ini gak ada matinya.
Dia tidak hanya sekedar membaca berita atau menyetel lagu, tapi selalu memberi komentar pada setiap apa yang dikerjakannya.
Kalau menyetel lagu, maka dia akan bercerita serba sedikit tentang tema lagu, atau kenapa lagu itu dibuat atau juga kapan menjadi hits dsb. Lagu itu juga dibuat "matching" dengan tema yang diangkat hari itu. Memang tidak setiap hari pakai tema, tapi topik hangat pagi itu selalu disesuaikan dengan lagu yang diputar.
Kadang tidak cocok juga antara tema dan lagu, tapi Farhan selalu saja bisa mengkaitkan lagu dan tema topik hari itu.
Sempat kehilangan juga, ketika Farhan pergi ke Amrik bulan lalu. Meskipun penggantinya tidak kalah baiknya, tetapi sekali Farhan ya tetap Farhan.

Arwah Setiawan dulu [tahun 80an] pernah mencetuskan bahwa Humor Itu Serius, dan Farhan telah membuktikannya. Dengan keseriusannya menjadi penyiar dan kesantaiannya menjalankan profesinya, maka munculah humor segar yang tidak hanya sekedar lucu tapi sering menghujam dan menukik langsung dalam hati.
Apalagi kalau pas wawancara, selalu saja muncul pertanyaan segar dan tak terduga dari Farhan, sehingga yang diwawancarai sering jadi kaget dan memunculkan komentar balik yang segar dan orisinil. Mungkin karena jarang orang bertanya dengan model Farhan pada dia 'kali.
Jadi Farhan itu memang gak lucu, karena dia lucuuuu banget. Tidak hanya sekedar humor, tapi humor klas "high end" yang bisa dinikmati semua kalangan.
Setiap hari Farhan harus bersaing dengan Kemal Gen FM, El Shinta maupun Dakta. Jadi kalau Farhan gak segar ya channel bisa tiba-tiba pindah ke Salah Sambung atau berita kemacetan di Jakarta.
Saat libur panjang di akhir tahun aku sempat bertanya-tanya, kenapa ya kok rasanya ada yang hilang dari hidupku. Padahal semuanya berlangsung seperti biasa dan tidak ada yang kurang.
Eh.. ternyata karena libur, maka tak ada lagi suara radio dalam hidupku. Radio itu memang hanya menemaniku di sepanjang perjalanan rumah ke kantor, so ... kalau libur ya libur jugalah siaran radio dalam hidupku.
Habis begitu sampai di rumah, banyak siaran radio yang kurang jernih masuk dalam receiverku. Hanya radio Dakta saja yang tetap jernih.
Senangnya kalau rtadio Dakta banyak kalimat bijaknya.
Ini contoh hikmah dari Radio Dakta :
Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam Kitab yang nyata. (Hud : 6).
Hdup Radio Indonesia.
http://ww2.deltafm.net/
http://eshape.blogspot.com/2008/09/delta-fm.html
Halah.....
Ini mimpi apa beneran, kok di jalan tol ada yang berdiri di pinggir jalan?
Udah gitu ceweknya kece banget deh.
Antara sadar dan tidak sadar kupandangi cewek itu dan ada niat untuk buka pintu mobil. Barangkali dia mau numpang ke mobilku tapi sungkan, tapi ketika aku hidupkan mobil sambil akan emmbuka pintu, cewek itu langsung berjalan melewatiku.
Dia berhenti di belakang mobilku dan sebuah sedan merah berhenti disampingnya. Kulihat dia masuk mobil itu dan kusadari bahwa ini memang bukan mimpi. Sambil masih mengantuk kembali kujalankan mobil, sambil sesekali melihat spion,mencari posisi mobil sedan merah.
Secara refleks, akupun memijat tombol on pada radio FM dan suara Farhan terdengar memenuhi mobilku. Seperti biasa, obrolan Farhan ini gak ada matinya.
Dia tidak hanya sekedar membaca berita atau menyetel lagu, tapi selalu memberi komentar pada setiap apa yang dikerjakannya.
Kalau menyetel lagu, maka dia akan bercerita serba sedikit tentang tema lagu, atau kenapa lagu itu dibuat atau juga kapan menjadi hits dsb. Lagu itu juga dibuat "matching" dengan tema yang diangkat hari itu. Memang tidak setiap hari pakai tema, tapi topik hangat pagi itu selalu disesuaikan dengan lagu yang diputar.
Kadang tidak cocok juga antara tema dan lagu, tapi Farhan selalu saja bisa mengkaitkan lagu dan tema topik hari itu.
Sempat kehilangan juga, ketika Farhan pergi ke Amrik bulan lalu. Meskipun penggantinya tidak kalah baiknya, tetapi sekali Farhan ya tetap Farhan.
Arwah Setiawan dulu [tahun 80an] pernah mencetuskan bahwa Humor Itu Serius, dan Farhan telah membuktikannya. Dengan keseriusannya menjadi penyiar dan kesantaiannya menjalankan profesinya, maka munculah humor segar yang tidak hanya sekedar lucu tapi sering menghujam dan menukik langsung dalam hati.
Apalagi kalau pas wawancara, selalu saja muncul pertanyaan segar dan tak terduga dari Farhan, sehingga yang diwawancarai sering jadi kaget dan memunculkan komentar balik yang segar dan orisinil. Mungkin karena jarang orang bertanya dengan model Farhan pada dia 'kali.
Jadi Farhan itu memang gak lucu, karena dia lucuuuu banget. Tidak hanya sekedar humor, tapi humor klas "high end" yang bisa dinikmati semua kalangan.
Setiap hari Farhan harus bersaing dengan Kemal Gen FM, El Shinta maupun Dakta. Jadi kalau Farhan gak segar ya channel bisa tiba-tiba pindah ke Salah Sambung atau berita kemacetan di Jakarta.
Saat libur panjang di akhir tahun aku sempat bertanya-tanya, kenapa ya kok rasanya ada yang hilang dari hidupku. Padahal semuanya berlangsung seperti biasa dan tidak ada yang kurang.
Eh.. ternyata karena libur, maka tak ada lagi suara radio dalam hidupku. Radio itu memang hanya menemaniku di sepanjang perjalanan rumah ke kantor, so ... kalau libur ya libur jugalah siaran radio dalam hidupku.
Habis begitu sampai di rumah, banyak siaran radio yang kurang jernih masuk dalam receiverku. Hanya radio Dakta saja yang tetap jernih.
Senangnya kalau rtadio Dakta banyak kalimat bijaknya.
Ini contoh hikmah dari Radio Dakta :
Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam Kitab yang nyata. (Hud : 6).
Hdup Radio Indonesia.
http://ww2.deltafm.net/
http://eshape.blogspot.com/2008/09/delta-fm.html
Selasa, November 04, 2008
Radio [u/ Mbah Uti]

Totok, adikku nomor 3, diketawain ketika beli radio "Mahar". Masak sudah punya banyak multimedia kok masih juga mbeli radio klasik.
Begitu juga ketika Totok menghidupkan radio yang disimpan di balik jaketnya, ketika dia naik motor. Orang-orang pada nyari dimana sumber suara radio, sementara adikku tenang-tenang saja nyetel radio.
Ide beli radio, awalnya ketika lebaran kemarin kita cerita-cerita sama ibu tentang keinginan ibu yang pingin ndengar pengajian, sementara nyari pengajian di TiPi sering kalah sama anak cucunya.
Sudah begitu, di Tipi tidak gampang nyari acara pengajian, lebih banyak acara non pengajian [habis acara pengajian tidak menjual sih, gitu 'kali alasan pengelola TiPi].
Model radio yang dibeli memang terinspirasi oleh film Laskar Pelangi
Di film itu tokoh Mahar merupakan salah satu favorit keluargaku, sehingga ketika muncul ide mbeliin mbah Uti radio, maka model radio yang dibawa-bawa Mahar menjadi pilihan pertama.
Kebetulan aku pas dapat tugas meriksa Proyek Waskita di Yogya, sehingga acara penyerahan radio untuk mbah Uti bisa kuikuti.
Mbah Uti seneng banget dapat radio + melihat aku ikut dalam prosesi penyerahan radio itu [he..he..he... kayak acara akbar saja].
Malam itu kamipun mengadakan tele conference dengan adikku nomor 4 yang tinggal di Brebes. Ibu jadi bahagia banget ditemani semua anak-anaknya, meskipun ada yang hanya suaranya saja.
Semoga di usia senjanya ini mbah Uti dapat menikmatinya dan selalu mendapat petunjuk untuk menjadi insan yang lebih baik dari hari kemarin.
AMin.
Kamis, Oktober 16, 2008
GEN FM [salah sambung]
Ternyata ada BLOG di Radio GEN FM, untuk penggemarnya yang demen "GO BLOG".
Akupun langsung kirim posting beberapa tulisan ke GEN FM. Ada tiga tulisan tuh.
RADIO BARUKU [ini remake aja]
http://www.987genfm.com/sobatgen/index.php?L=blogs.blog&article=48
SOLUSI [selalu dicari duluan]
http://www.987genfm.com/sobatgen/index.php?L=blogs.blog&article=49
http://www.987genfm.com/sobatgen/index.php?L=blogs.blog&article=50
He..he..he... isinya sama dengan blog ini, tapi penampakannya saja yang lain.
Selamat SALAH SAMBUNG bersama dengan GEN FM
Selasa, September 16, 2008
DELTA FM
Seperti biasa, pagi-pagi menuju Jakarta selalu ditemani tig ateman setia, mas Farhan di Delta FM, Kemal di GEN FM dan mbak EL SHinta.
Pagi ini lagu-lagunya Delta fM pas banget dengan suasana hatiku. Ada soundtrack Flash Dance, mengingatkan aku pada Alex, Jeniffer BEals, yang mirip banget sama mantan pacarku dulu. Kami bertemu dan berpisah, insya ALlah, karena Tuhan memang menentukan begitu.
Aku senang dia sekarang sudah hidup bahagia, dengan laki-laki yang mirip denganku [blogger juga], tapi insya Allah lebih baik dari aku [kekurangan dia hanya bukan pemain teater saja].
Akupun sudah hidup bahagia dengan keluargaku yang sekarang. Jadi benarlah, bahwa cinta tidak harus memiliki, tetapi yang kita miliki yangharus kita cintai.
Saat kau mengharap pintu harapanmu terbuka dan dia masih tertutup terus, maka sebenarnya kau sudah punya pintu yang terbuka dan masih banyak lagi pintu yang terbuka untukmu.
Jadi syukurilah nikmat yang telah kau terima dan jangan berharap pada keinginan lain yang belum tentu cocok denganmu, karena nikmat yang kau terimapun sudah susah kau hitung banyaknya dan besarnya.
Begitu banyak nikmat yang kau terima dan nikmat apa lagi yang akan kau dustakan?
Mas Farhan, juga cerita tentang pembagian zakat di Pasuruan yang berakibat meninggalnya beberapa penerima zakat. Mereka meninggal hanya karena uang 20 ribu.
Ini pelajaran bahwa niat yang baik saja tidak cukup. Niat itu harus diikuti dengan perencanaan yang baik dan pelaksanaan yang baik.
Gak terasa tahu-tahu sudah sampai kantor.
Pelajaran hari ini :
1. Mantan pacar adalah masa lalu, keluarga adalah masa kini
2. Kenangan sepahit apapun akan menjadi manis ketika sudah berlalu
3. Niat yang baik belum cukup, harus diikuti cara yang baik
4. Diatas segalanya adalah selalu pandai mensyukuri nikmat Allah.
Terima kasih Delta [http://ww2.deltafm.net/], the bright side of Indonesia
Pagi ini lagu-lagunya Delta fM pas banget dengan suasana hatiku. Ada soundtrack Flash Dance, mengingatkan aku pada Alex, Jeniffer BEals, yang mirip banget sama mantan pacarku dulu. Kami bertemu dan berpisah, insya ALlah, karena Tuhan memang menentukan begitu.
Aku senang dia sekarang sudah hidup bahagia, dengan laki-laki yang mirip denganku [blogger juga], tapi insya Allah lebih baik dari aku [kekurangan dia hanya bukan pemain teater saja].
Akupun sudah hidup bahagia dengan keluargaku yang sekarang. Jadi benarlah, bahwa cinta tidak harus memiliki, tetapi yang kita miliki yangharus kita cintai.
Saat kau mengharap pintu harapanmu terbuka dan dia masih tertutup terus, maka sebenarnya kau sudah punya pintu yang terbuka dan masih banyak lagi pintu yang terbuka untukmu.
Jadi syukurilah nikmat yang telah kau terima dan jangan berharap pada keinginan lain yang belum tentu cocok denganmu, karena nikmat yang kau terimapun sudah susah kau hitung banyaknya dan besarnya.
Begitu banyak nikmat yang kau terima dan nikmat apa lagi yang akan kau dustakan?
Mas Farhan, juga cerita tentang pembagian zakat di Pasuruan yang berakibat meninggalnya beberapa penerima zakat. Mereka meninggal hanya karena uang 20 ribu.
Ini pelajaran bahwa niat yang baik saja tidak cukup. Niat itu harus diikuti dengan perencanaan yang baik dan pelaksanaan yang baik.
Gak terasa tahu-tahu sudah sampai kantor.
Pelajaran hari ini :
1. Mantan pacar adalah masa lalu, keluarga adalah masa kini
2. Kenangan sepahit apapun akan menjadi manis ketika sudah berlalu
3. Niat yang baik belum cukup, harus diikuti cara yang baik
4. Diatas segalanya adalah selalu pandai mensyukuri nikmat Allah.
Terima kasih Delta [http://ww2.deltafm.net/], the bright side of Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)
