Selasa, Maret 18, 2008

KoTa LuMpIa


Datang kembali ke kota Lumpia, rasanya kenangan lama jadi muncul kembali. Dulu, tiap Sabtu Subuh aku selalu meluncur dari Yogya ke Semarang. Nongkrongnya di kampus Ekonomi Undip.

Fakultas ini pernah menjadi saksi bisu pertemanan yang kemudian harus berakhir dengan baik.

Katanya pertemanan dan perpisahan karena Allah adalah suatu hal yang harus dicari hikmahnya. Aku sudah menjalaninya, dan aku merasa bahagia ketika mengetahui mereka yang berpisah dengan aku, ternyata menemukan jalan yang baik, seperti aku juga yang akhirnya menemukan pelabuhan terbaikku.

Aku memang tidak bisa dan mungkin belum diberi kesempatan untuk bertemu dengan mereka yang pernah begitu dekat dengan aku, tetapi banyak kawan-kawan yang telah menyampaikan berita tentang mereka yang kini sudah bertemu dengan pangeran mereka dan menikmati hidup yang penuh kebahagiaan.

Beberapa dari mereka memang sempat kutemui lewat dunia maya, dan mereka sama-sama bersyukur bahwa kita telah dipisahkan dan dipertemukan dengan pendamping kita saat ini. Ini adalah hikmah yang baru bisa kita rasakan saat peristiwa perpisahan itu sudah berlalu.

Dulu, waktu berpisah, wah ….. rasanya pahit dan getir. Dunia rasanya gelap dan tidak bersahabat. Semua perjuangan terasa sia-sia dan hanya helaan nafas panjang disertai sebutan namaNYA yang dapat mengurangi kesedihan itu.

Aku masih ingat malem tahun baru, berjalan sendirian di jalan papandayan pada tahun 80-an. Gelap, gerimis dan tidak tahu harus kemana, sungguh suatu kecemasan yang mestinya kurasakan saat itu, tetapi saat itu terasa manis dan dunia rasanya begitu ramah dengan guyuran gerimisnya.

Aku memang harus mensyukuri semua yang telah terjadi, dan sekarang rasa itu semakin mengental. Kota Semarang, Undip, begitu banyak kenanganmu dan ketika kuhirup lagi udara Semarang, rasanya jauh lebih segar dari pada Semarang yang dulu.

Semoga kita masuk golongan orang yang pandai bersyukur.
Inysa Allah. Amin.
..

source gambar

12 komentar:

Itoel mengatakan...

wah.. pak eko punya kenangan jg ya di semarang..saya juga pak..dulu waktu diputusin,saya nekat nyusul mantan saya ke kampus undip, pdhl waktu itu saya gak tau sama sekali kota semarang.naek motor sendirian dari jogja ke smg,cuman mo minta balikan.gengsi n malu udah gak tau kemana perginya..pake keliru lagi. anaknya di kampus ekonomi, saya nyusulnya ke kampus teknik..setelah ketemuan mantan saya tetep kekeuh nolak (duuhh...sedih bgt deh waktu itu),sampe akhirnya saya plg lg dng hati yg hancur hehehe..(skrg mah bs ketawa, pdhl dulu nangis2 :))
Allah memang punya rencana laen, sampe saya dipertemukan dng pasangan saya yg sekarang..InsyaAllah pasutri sampe mati (kayak yg pak eko bilang..)Amiinn..

Gadis mengatakan...

Terima kasih sudah mengenang masa-masa itu, sebuah perjalanan yang tidak mungkin terlupakan, sebuah masa yang membuat kita menjadi orang seperti sekarang. Orang-orang yang mencintai keluarganya, dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah. Namun kenangan indah tetap menjadi kenangan, dan membuat kita semakin mencintai apa yang sudah kita miliki sekarang.

eshape waskita mengatakan...

menjelang 17an aku nyoba mbuat slide show tentang perlombaan 17an minggu lalu, tahu2 ada alert bahwa gadis memberi komentar di blog aku, so ... kuhentikan proses pembuatan slide show dan kucoba lihat apa komentarnya

beberapa minggu lalu aku kembali ke kota lunpia, untuk melakukan wawancara dengan calon pelamar dari fakultas teknik dan non teknik

acara wawancara diadakan di kampus ekonomi undip, suasana sungguh telah banyak berubah (terlalu banyak 'kali)

kawan2 di semarang ini lucu2 kalau dipikir, setiap aku ke semarang, selalu saja mereka mengajak muter2 ke tempat2 yang sering kusinggahi saat aku masih rajin ke semarang

sampai-sampai mereka dapet nomor telepon teman lamaku di semarang, maksudnya agar aku nelepon mereka

he..he..he.. mereka suka sih mengorek-ngorek keterangan tentang hobiku ke semarang

Anonim mengatakan...

Memangnya dulu rajin singgahnya kemana? Tapi setahuku sih hobbynya dari dulu sampai sekarang tetep sama.... (maaf ya komentarnya di blog, lain kali di japri dech)

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Gadis mengatakan...

Maaf ya.. lupa kasih URL, saking semangatnya sampai kepencet 2X

eshape waskita mengatakan...

he..he..he... dulu sih rajin singgah ke bukit manyaran, tapi sekarang sudah susah dicari lagi

kalau soal hobi nulis ini, sebenarnya sudah lama mati, dan baru rajin lagi ketika ternyata dengan menulis di blog ini membuat aku bisa kembali berkomunikasi dengan kawan-kawan lama yang terasa mustahil kutemukan lagi

di semarang ada endang syaiful anwar dari civeng undip yang sejak tahun 1978 gak ketemuan lagi, ada banyak deh kawan-kawan di semarang, tentu yang paling istimewa adalah Nyoman, seorang Gadis dari teater undip.

bagi yang mau japri, bisa kirim imil ke
eko.eshape@gmail.com
atau
eko.eshape@waskita.co.id
yang di yogya1212@yahoo.com jarang dibuka
harus bel dulu ke +628111905308 agar aku membuka imil di yogya1212
(he..he..he... double cost jadinya!:-)

salam

eshape waskita mengatakan...

ini hari yang luar biasa bagiku, gak nyangka gak nyana deh...

ternyata energi positif yang dibilang dalam buku Quantum Ikhlas atau di buku The Secret, benar-benar terbukti

waktu aku nulis blog ini, rencananya memang mau tak masukkan ke harian suara merdeka semarang, siapa tahu ada kawan yang mbaca dan mampir ke blog ini

3 bulan setelah itu ternyata kesabaranku berbuah, hanya Tuhan yang Maha Mengatur semua ini

Segala puji hanya kepada Allah swt

Gadis mengatakan...

Thanks udah di Japri

Gadis mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
eshape waskita mengatakan...

kayaknya baru hobi mencet 2x ya

he..he..he.. makasih banget sudah mengingatkan aku akan sesuatu yang begitu indah dalam hidup ini

salam

11-n mengatakan...

he..he.. tangannya gemeteran