Minggu, September 14, 2008

14 SeP 08




Malem tadi, aku YM dengan beberapa teman yang ngucapin selamat berulang tahun. Memang hari ini adalah hariku untuk mawas diri, untuk melihat sejauh mana aku telah melakukan tugasku mengabdi pada Allah swt.

Kurasakan imanku memang sering naik turun, kadang terasa begitu indah, kadang terasa menjadi beban yang sangat berat. Beberapa cobaan sering membuatku tegar, tetapi beebrapa kenikmatan justru sering membuatku lengah.

Pagi-pagi sudah dilapori hilangnya sepeda Polygon LiLo. Meskipun itu bukan sepeda yang mahal amat, tetapi untuk beli lagi sepeda merk polygon di Cikarang tidak segampang seperti beli sepeda di Surabaya, yang semuanya dekat jaraknya. Udah gitu perlu uang yang tidak sedikit untuk membeli sepeda seperti itu lagi [lha tadi katanya tidak mahal].

Jadi, aku hanya bisa berharap semoga Allah mengembalikan sepeda LiLo itu. Semoga LiLo masih diberi kesempatan untuk naik sepeda itu lagi. Amin.

Dengan tetap tersenyum aku bilang LiLo untuk mencoba mencari lagi sepedanya, kali-kali ada yang nemuin dan menyimpannya. Siapa tahu di bulan puasa ini orang-orang pada tergerak hatinya untuk ebrbuat baik.

Insya Allah. Amin.

Tepat jam 00.00 [saat Adebayor membuat gol ke 2 di EPL] aku mendapat ucapan selamat dari keluargaku. Makanya aku nggak boleh keluar kamar semalem, rupanya mereka pada nyiapin acara buatku.

Aku dapet beberapa hadiah yang pas banget dengan kebutuhanku. Semoga Allah membimbing keluargaku agar selalu berpegang pada tali Allah.

Insya Allah. Amin.

Sabtu, September 13, 2008

SePeDaAn [di bulan PuaSa]




Hari libur [Sabtu-Minggu], acara yang paling menyenangkan adalah bermain bersama keluarga. Sekalian olah raga, maka diputuskan bentuk acara adalah bersepeda, memanfaatkan sepeda yang minggu lalu telah diberesin.

Kali ini kita menuju jembatan baru yang belum banyak dilalui orang. Sampai di lokasi ternyata banyak remaja ABG ngumpul disitu. Ada juga yang sudah berpasang-pasangan, duduk-duduk di pinggir jalan. Nggak kutanya apa mereka suami istri atau sedang pacaran, baik sangka sajalah, rumah mereka sedang bermasalah, jadi mereka berdiskusi di pinggir jalan umum yang sepi dan sejuk.

Begitu turun dari sepeda, sekelompok anak kecil mendatangi. Kayaknya mereka baru sekali ini melihat sepeda tandem, jadi mereka langsung membentuk kelompok, melingkari sepedaku.

Ketika LiLo terjatuh, secara spontan, "ketua geng" mereka langsung menolong LiLo.

Habis itu, terjadilah dialog kecil dengan mereka.

"Seberapa harganya", kata mereka

"Macem-macem", kataku,"ada yang dua juta ada yang satu setengah ada juga yang sejuta"

Pandangan mereka yang begitu antusias membuatku bertanya pada mereka,"Mau nyoba?"

Wah, pandangan mata mereka langsung berbinar-binar,"Boleh?", kata mereka seolah nggak percaya dengan ucapanku.

Begitulah, mereka bergantian naik sepeda tandemku. Setelah cukup lelah, baru mereka menyerahkan sepedanya. Mungkin mereka melihat aku juga sudah mulai pingin pulang.





KantorKu


Minggu ke dua bulan Puasa, LiLo tidak ikut acara buka bersama di kantorku. Kata istriku, LiLo sebenarnya sudah mandi, tapi ketika mau berangkat dia tertidur.

Sudah dibangunkan, ditanya dan LiLo menjawab mau ikut, tetapi ketika ditinggal meleng sebentar, LiLo tertidur lagi. Padahal aku tahu, sebenarnya LiLo sangat ingin ikut ke kantorku.

Beberapa hal yang disukai LiLo di kantorku adalah, antara lain :
  1. Bisa berlarian kemana-mana dalam ruangan yang suejuk.
  2. Naik turun lift untuk melihat masing-masing lantai, tanpa takut dimarahi orang [nggak bisa dilakukan di kantor orang lain 'kali]
  3. Kalau masuk ruanganku harus pakai password [mengetikkan kombinasi angka di depan pintu ruangan] atau dengan menunjukkan kartu pengenal di depan camera yang ada di sisi luar pintu ruangan.
  4. Ruanganku selalu bersih dan penuh dengan orang-orang yang ramah.
Memang begitulah kantorku, sangat nyaman untuk LiLo dan juga sangat nyaman untukku. Cuma kalau aku nggak pernah berlari-larian di kantorku dan nggak pernah juga naik turun lift untuk sekedar melihat-lihat ruangan lain.

Memang diantara teman-teman kantor, aku yang termasuk suka naik turun lantai untuk melakukan koordinasi dengan masing-masing unit bisnis yang ada di kantor.

Maklum kerjaanku banyak melibatkan unit bisnis, karena produk merekalah yang kukaji dan kudistribusikan ke seluruh unit bisnis/kerja.

Aku sering dianggep pinter karena telah memberikan ilmu-ilmu yang berguna buat unit usaha/kerja, padahal ilmu yang kuberikan adalah ilmu dari mereka juga.

Alhamdulillah segala puji bagi Tuhan yang telah memberikan nikmat begitu banyak padaku.

Lalu nikmat apalagi yang kamu dustakan?

Semoga nikmat Tuhan selalu dapat kusyukuri. Amin.

KulTuM [LiLo]

Sabtu subuh, dalam perjalanan ke masjid, LiLo cerita kalau dia mau menyampaikan kultum di sekolahnya.

Kalau gak salah dia mau cerita tentang seorang laki=laki bernama PARMAN yang ingin jadi SUPERMAN. Jadi akupun mengajukan usul ke LiLo untuk presentasi dulu ke keluarganya sebelum memberikan kultum ke teman-temannya.

Rupanya LiLo sudah tidak tertarik lagi dengan cerita Parman dan Superman, dia ingin cerita baru, yaitu tentang "TUJUAN HIDUP"

Begitulah, sehabis subuh kami sekeluarga berkumpul untuk mendengar dan melihat presentasi LiLo. Apa yang diomongkan dicatat dengan MS Word oleh Lita [kakak LiLo], kemudian karena ngomongnya cepet diambil alih oleh LuLuk [kakak Lita].

Setelah selesai presentasi, maka LiLo gantian yang ngutak-utik MS Word itu. Banyak yang dia koreksi, dan inilah hasil koreksiannya.

Bismillah hirahmani rahim..

ASS. WR. WB..

allhamdulillah,

ashadu alla iLaha ilallah wahdahula syarikallah, wa’ ashhadu anna muHammadan abduhu warrasulluh..

allahhuma shali wa shali alla muhammadin hottamil ambia iwal mursalim, wa’ala lihi wa'shabihi azmain, amma ba’du

teman-teman yang di rahmati Allah s.w.t saya akan menyampaikan kultum yang berjudul

Tujuan Hidup

tujuan hidup itu ada tiga, yaitu jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek.

Apa tujuan hidup jangka panjang..?

Yaitu, bertemu AllahS.w.t dengan bekal yang cukup

Sedangkan jangka menengah yaitu menyebarkan ajaran Islam

Dan jangka pendek adalah berbuat baik dari diri sendiri mulai sekarang.

Jadi, mulai sekarang marilah kita berbuat sebaik baiknya. Jangan mengharap pujian orang lain. dan Mengharapkan ridho Allah S.w.t.

Bersekolah itu ibadah bukan untuk mengharap pujian guru.

Dengan berbuat baik setiap hari setiap saat, lama-lama amal kita semakin banyak dan siap menghadap Allah swt.

amin yarobbalalamin
wabillahi taufik wal hidayah wass…


Semoga LiLo menjadi anak yang berguna bagi dia, kami, bangsa dan agama.
Amin.


Jumat, September 12, 2008

BukBeR SPW






Seperti tahun lalu, pak Slamet, bendahara Serikat Pekerja Waskita [SPW], mengajak untuk mengadakan acara rutin BukBer SPW. Aku, sebagai SekJend SPW, selalu saja menerimanya dengan senang hati. Tempat yang dipilih oleh Mr. Munir [kapro MOI] dan Mbak Rini [Bagian Kesra] adalah restoran Kuring di Kelapa Gading.

Itu adalah lokasi paling dekat dengan Mall of Indonesia [MOI], lokasi kerjaan Mr. Munir , selaku penyandang dana acara BukBer, sekaligus lokasi yang paling tidak kukenal [karena jarang blusukan disitu].

Bener saja, berangkat jam 16.30 dari kantor Cawang, nyampe di lokasi restoran Kuring di Kelapa Gading udah hampir bedug.

Awalnya salah turun ketika mau milih outlet keluar tol. Mas Yusuf [driver kita] yang biasa ke Mall  Kelapa Gading tidak faham bahwa kita bukan mau ke mall Kelap Gading tapi ke restoran Kuring yang ada di Kelapa Gading.

Setelah "kebablasen" [masuk ke Priok], maka kitapun hati-hati memilih jalan menuju lokasi bukber. Kita milih jalan di pinggir kiri, karena dari Priok ke Kelapa Gading kita mau belok kiri menuju Kelapa Gading.

Ternyata kalau mau ke kiri [kelapa Gading], kita harus milih jalur paling kanan, sehingga karena kita ambil jalur paling kiri, maka kitapun balik lagi ke arah Cawang.

Ya sudah, kita bertigapun dengan "full senyum" terus mencari jalan lain ke arah kelapa Gading. Pokoknya harus selalu tersenyum agar ibadah puasa dan acara bukber ini tetep dapat kita nikmati dengan baik.

Akhirnya, dengan panduan Mr Munir via hape, kitapun sampai di restoran Kuring di samping La Piazza. Ternyata cobaan belum berhenti, mobil yang kita pakai atapnya ketinggian, jadi nggak bisa parkir di gedung, harus nyari parkir diluar [yang jauuuuh banget letaknya].

Alhamdulillah, akhirnya bukber dapat berlangsung sesuai rencana. Makanannya enak, jumlahnya pas, dan tempat sholatnya cukup memadai.

Begitulah kalau cobaan dihadapi dengan senyum, maka tidak ada yang mampu membuat kami sedih biarpun tersesat berkali-kali.