Pagi hari sehabis sholat subuh, aku ajak anakku yang nomor dua, Haslita Nisa untuk menelusuri jalan-jalan di Jababeka yang sangat segar dan menyehatkan.
Kulihat sebelum berangkat tadi, Luluk dan Lilo sedang asyik memperbaiki tampilan blognya LiLo. Pasti mereka gak minat untuk ikut sepedaan, jadi kutinggalkan mereka dengan keasyikannya.
Bener juga, belum lama menggoes sepeda, udara segar sudah langsung masuk ke paru-paru. Gelap dan dingin subuh membuat asupan udara pagi ini terasa mempunyai kekuatan berlipat-lipat untuk menyegarkan badan ini.
Langsung kukayuh sepeda menuju lokasi yang biasanya indah, yaitu sepasang tower di depan lapangan golf jababeka.
Beberapa adegan kuambil dengan menu utama adalah lukisan alam pagi, yang hari ini terasa lebih mistis lagi. Kayaknya aku terobsesi untuk selalu mengabadikan lukisan alam pagi ya.
Matahari yang masih sembunyi membuat kami akhirnya mengayuh sepeda lagi meninggalkan lokasi "Two Towers" itu.
Di tengah jalan, saat dikelilingi oleh gedung-gedung jababeka, kulihat matahari mulai muncul dengan sinarnya yang keemasan dan terlihat sangat besar.
Bulat kuning dan tidak menyilaukan, itulah beberapa menit yang bisa dinikmati di pagi hari ini.
Kuarahkan sepedaku menuju belakang rumahku. Kutahu di sana tidak ada lagi gedung-gedung yang mengurangi keindahan matahari pagi.
Kupuaskan mengambil gambar sang mentari yang baru bangun dari tidurnya. Hanya beberapa menit dan tahu-tahu sang mentari sudah menjadi garang. Panas dan menyilaukan.
Kamipun kembali menuju rumah. Sarapan sudah menanti di rumah dan keindahan sarapan berjamaah akan kami nikmati sebentar lagi.
Tunggu kami ya....
+++
Sabtu, Juni 20, 2009
Minggu, Juni 14, 2009
Kopdar Kompasiana di "Indonesian Cellular Show"
Akhirnya terlaksana juga pertemuan kopdar mini kompasiana hari ini. Satu demi satu peserta memasuki ruangan pertemuan dan acarapun dimulai oleh Kang Pepih, karena kalau nunggu yang belum datang, ditakutkan malah gak mulai-mulai.

Tidak seperti kopdar pertama yang kaku, maka kopdar mini siang/sore ini langsung masuk ke suasana yang cair. Beberapa muka baru yang muncul di kopdar mini ini, juga memberi warna tersendiri pertemuan para sahabat kompasiana ini.

Seperti biasa, pak Pray, Jendral beneran yang selalu ramah kepada siapapun, duduk di muka dan langsung ngocol dengan siapapun yang duduk di dekatnya.

Tak bisa dihindari, obrolan politikpun mewarnai pertemuan mini ini. Apakah ini berarti kompasiana mulai masuk ke ranah politik?
Jawabnya tentu tidak. Ranah politik sudah menjadi milik politikana dan kompasiana tetap berada pada jalannya sendiri. Kalaulah saat ini banyak blogger kompasiana yang menulis tentang politik, maka itu hanyalah trend sesaat karena memang saat ini kita tidak bisa lepas dari obrolan politik.
Yang penting, sepanjang PRO RAKYAT, maka semua urusan segera diselesaikan dengan cepat, karena lebih cepat akan lebih baik. Perintahnya satu saja, LANJUTKAN.
Blogger Kompasiana juga bertekad untuk mensukseskan Pesta Blogger o9. Ini terlihat dari kaos para hadirin yang sebagian memakai logo PBo8 [karena kaos PBo9 belum jadi ya?].
Suasana terus hangat dari saat dimulai sampai saat acara tanya jawab bebas. Forum yang sangat terbuka ini menghasilkan banyak masukan untuk kompasiana. Semua audience yang merasa punya ganjalan dengan manajemen kompasiana, satu demi satu mulai menyampaikan gagasannya.
Aku sendiri memilih diem, karena sebagian besar usulanku sudah dijawab sebelum sempat kutanyakan. Tampilan kompasiana yang lebih familiar segera akan di "launching" bila "timing"nya sudah tepat. Paling tidak bulan Agustus sudah bisa dinikmati para penggila kompasiana.

Di penghujung acara, satu persatu para peserta memperkenalkan diri. Mas Amril memperkenalkan dirinya sambil tidak lupa menyinggung tentang acara pelatihan blog di Cikarang, yang merupakan hasil kerja sama antara Kompasiana dengan UB CiMart [komunitas blogger Cikarang]
Sementara itu, saat perkenalan, aku mempersingkat pekenalanku dengan menyebut diriku sebagai sopirnya mas Amril, karena setiap acara kompasiana ataupun pesta blogger kita selalu berangkat barengan, Aku bagian nyopir dan mas Amril bagian microblogging [PLURK]
Sayang mas Arishu tidak bisa gabung hari ini. Kesibukan telah membuat mas Aris kerja lembur dan tak sempat menikmati gurauan pak Ragile yang seru banget dengan mbak Novrita.
Pak Pray dan Mbak Linda juga tampil di depan untuk lebih menyegarkan suasana yang memang dari awal sudah segar. Kalaulah disitu ada piano, mungkin mbak Linda tak tahan untuk tidak menyentuhnya.

Jam 17.30 acara perkenalan baru bisa diakhiri, padahal ijin ruangan hanya sampai jam 17.00. Dasar para nekater kompasiana ini memang bandel-bandel ya [bisa jadi karena ada pak Pray disini, sehingga pada nggak takut diusir security, soalnya pak Pray kan bertahun-tahun bertugas di bagian security, hehehe....].

Sebagai penutup acara, apalagi kalau bukan pembagian door prize Kompas Phone. Sebuah hape yang sudah diinstall dengan aplikasi khusus, sehingga bisa melakukan akses ke Kompas dengan membayar 2 ribu per minggu.
Setiap minggu akan ada artikel sejumlah 2 ribuan, sehingga harga ini boleh dibilang sangat murah meriah.

Berbahagialah bagi mereka yang mendapat hadiah ini. Om Jay dan aku harus puas pulang dengan tangan kosong. Hadiah di kopdar pertama yang diterima Om Jay dan aku masih lebih bagus dari hadiah prtemuan kali ini [hehehe... menghibur diri sendiri ya...!:-)]
Alhamdulillah, di pintu keluar dapet kaos kompas dua biji. Satu untukku dan satu untuk istriku. Kupilih yang sizenya "S" dan langsung dipakai LiLo, blogger termuda yang ikut acara di hari itu.
Pada mini kopdar ini, aku memang membawa pasukan cukup lengkap. Mulai dari pak ATG, Pak Ceppi dengan Andranya [blogger termuda juga, sekelas dengan anakku di Al Azhar, sama-sama kelas 3 SD dengan penampilan klas 1 SD], kemudian istriku dan terakhir LiLo, anakku.
Selamat buat teman-teman baru dan salam kompak buat semuanya. Sampai ketemu lagi di kopdar yang lain. Jangan lupa, kalau ada ringan kaki, silahkan dijenguk pelatihan blogger di Cikarang, tanggal 5 juli 2009 nanti. Jangan lupa juga ada PBo9 yang sebentar lagi akan mulai memanaskan mesinnya.
Salam

.
.


.....
...
.
Tidak seperti kopdar pertama yang kaku, maka kopdar mini siang/sore ini langsung masuk ke suasana yang cair. Beberapa muka baru yang muncul di kopdar mini ini, juga memberi warna tersendiri pertemuan para sahabat kompasiana ini.
Seperti biasa, pak Pray, Jendral beneran yang selalu ramah kepada siapapun, duduk di muka dan langsung ngocol dengan siapapun yang duduk di dekatnya.
Tak bisa dihindari, obrolan politikpun mewarnai pertemuan mini ini. Apakah ini berarti kompasiana mulai masuk ke ranah politik?
Jawabnya tentu tidak. Ranah politik sudah menjadi milik politikana dan kompasiana tetap berada pada jalannya sendiri. Kalaulah saat ini banyak blogger kompasiana yang menulis tentang politik, maka itu hanyalah trend sesaat karena memang saat ini kita tidak bisa lepas dari obrolan politik.
Yang penting, sepanjang PRO RAKYAT, maka semua urusan segera diselesaikan dengan cepat, karena lebih cepat akan lebih baik. Perintahnya satu saja, LANJUTKAN.
Blogger Kompasiana juga bertekad untuk mensukseskan Pesta Blogger o9. Ini terlihat dari kaos para hadirin yang sebagian memakai logo PBo8 [karena kaos PBo9 belum jadi ya?].
Suasana terus hangat dari saat dimulai sampai saat acara tanya jawab bebas. Forum yang sangat terbuka ini menghasilkan banyak masukan untuk kompasiana. Semua audience yang merasa punya ganjalan dengan manajemen kompasiana, satu demi satu mulai menyampaikan gagasannya.
Aku sendiri memilih diem, karena sebagian besar usulanku sudah dijawab sebelum sempat kutanyakan. Tampilan kompasiana yang lebih familiar segera akan di "launching" bila "timing"nya sudah tepat. Paling tidak bulan Agustus sudah bisa dinikmati para penggila kompasiana.
Di penghujung acara, satu persatu para peserta memperkenalkan diri. Mas Amril memperkenalkan dirinya sambil tidak lupa menyinggung tentang acara pelatihan blog di Cikarang, yang merupakan hasil kerja sama antara Kompasiana dengan UB CiMart [komunitas blogger Cikarang]
Sementara itu, saat perkenalan, aku mempersingkat pekenalanku dengan menyebut diriku sebagai sopirnya mas Amril, karena setiap acara kompasiana ataupun pesta blogger kita selalu berangkat barengan, Aku bagian nyopir dan mas Amril bagian microblogging [PLURK]
Sayang mas Arishu tidak bisa gabung hari ini. Kesibukan telah membuat mas Aris kerja lembur dan tak sempat menikmati gurauan pak Ragile yang seru banget dengan mbak Novrita.
Pak Pray dan Mbak Linda juga tampil di depan untuk lebih menyegarkan suasana yang memang dari awal sudah segar. Kalaulah disitu ada piano, mungkin mbak Linda tak tahan untuk tidak menyentuhnya.
Jam 17.30 acara perkenalan baru bisa diakhiri, padahal ijin ruangan hanya sampai jam 17.00. Dasar para nekater kompasiana ini memang bandel-bandel ya [bisa jadi karena ada pak Pray disini, sehingga pada nggak takut diusir security, soalnya pak Pray kan bertahun-tahun bertugas di bagian security, hehehe....].
Sebagai penutup acara, apalagi kalau bukan pembagian door prize Kompas Phone. Sebuah hape yang sudah diinstall dengan aplikasi khusus, sehingga bisa melakukan akses ke Kompas dengan membayar 2 ribu per minggu.
Setiap minggu akan ada artikel sejumlah 2 ribuan, sehingga harga ini boleh dibilang sangat murah meriah.
Berbahagialah bagi mereka yang mendapat hadiah ini. Om Jay dan aku harus puas pulang dengan tangan kosong. Hadiah di kopdar pertama yang diterima Om Jay dan aku masih lebih bagus dari hadiah prtemuan kali ini [hehehe... menghibur diri sendiri ya...!:-)]
Alhamdulillah, di pintu keluar dapet kaos kompas dua biji. Satu untukku dan satu untuk istriku. Kupilih yang sizenya "S" dan langsung dipakai LiLo, blogger termuda yang ikut acara di hari itu.
Pada mini kopdar ini, aku memang membawa pasukan cukup lengkap. Mulai dari pak ATG, Pak Ceppi dengan Andranya [blogger termuda juga, sekelas dengan anakku di Al Azhar, sama-sama kelas 3 SD dengan penampilan klas 1 SD], kemudian istriku dan terakhir LiLo, anakku.
Selamat buat teman-teman baru dan salam kompak buat semuanya. Sampai ketemu lagi di kopdar yang lain. Jangan lupa, kalau ada ringan kaki, silahkan dijenguk pelatihan blogger di Cikarang, tanggal 5 juli 2009 nanti. Jangan lupa juga ada PBo9 yang sebentar lagi akan mulai memanaskan mesinnya.
Salam
.
.
.....
...
.
KCB :Dua Jempol Dah !:-)

Luar biasa, itulah kata yang patut diucapkan oleh para penonton film KCB. Dikurangi nilai minus pada beberapa adegan atau materi cerita, tetap KCB layak mendapat acungan dua jempol sekaligus.
Jalan cerita memang rumit, tapi tetap dijaga dengan baik, sehingga tetap mengalir dengan lancar. Tokoh-tokoh cerita yang begitu banyak juga tidak mengaburkan jalan cerita. Semua mendapat porsi yang pas, sehingga penonton tidak kehilangan fokusnya.
Sambutan penonton juga luar biasa. Dua studio yang disiapkan untuk memutar film ini full house dantidak ada kursi tersisa, sehingga manajemen gedung bioskop memutuskan untuk memakai studio ketiga, agar penonton yang terlanjur datang tidak kecewa karena kehabisan tiket.

Kisahnya sendiri, meski berbelit-belit, tetapi mudah diikuti, karena karakter masing-masing tokoh dapat ditampilkan dengan baik oleh sutradara. Aku yakin mas Chaerul Umam telah bekerja keras untuk ini.

Label dijamin MESIR asli, kukira tidak perlu ditonjolkan di film ini, karena Mesir hanya merupakan latar belakang cerita saja. Tanpa ke Mesirpun, cerita ini sudah sangat kuat penokohannya.
Yang lebih mencenggangkan lagi adalah keputusan untuk menbuat sekuel kedua dari film ini. Ini penyelesaian yang cerdas dari pencetus ide. Bila dilaksakan untuk satu film, maka akan banyak adegan yang terpaksa dipotong dari naskah aslinya.
Tentu Habiburrahman El Shirazy kurang berkenan jika film ini jadinya dipaksakan untuk selesai satu film saja.
120 menit panjang film ini terasa begitu cepat berlalu. Humor menggelitik dan adegan-adegan yang menguras air mata membuat penonton terpaku di kursi masing-masing. Hebatnya lagi, meski menguras air mata tapi bukan karena diberi bom air mata laiknya tayangan sinetron di beberapa TV kita.
Adegan saat pinangan di penghujung cerita, meski tidak lazim tetapi memberikan warna lain dalam pemahaman agama Islam.
"Kalau aku tidak suka suamiku makan jengkol dan kemudian melarang suamiku makan jengkol, maka bukan berarti aku mengharamkan jengkol", begitu ucap sang pengantin wanita.
"Kalau aku tidak suka dimadu bukan berarti aku mengharamkan poligami", begitulah kira-kira arahnya.
Kalau kita pernah nonton AAC ataupun PBS, maka film ini layak untuk menjadi tontonan selanjutnya.
Selamat menonton.
============
cuplikan dari internet :
MEGA FILM KETIKA CINTA BERTASBIH diangkat dari novel mega best seller Asia Tenggara, karya penulis bertangan dingin Habiburrahman El Shirazy.
Film yang menceritakan kehidupan tokoh utamanya Khairul Azzam, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Al-Azhar University, Kairo.
Cerita yang bisa menjadi inspirasi bagi kita, ketika melihat bagaimana kerja keras sang tokoh yang menuntut ilmu sekaligus berjuang menghidupi ibu dan adik-adiknya di kampung.
Cerita yang juga bisa menuntun kita, ketika melihat usaha dan perjuangan Khairul Azzam dalam menemukan jodohnya dengan tetap selalu teguh berpedoman kepada ajaran agama
Setting filmnya sendiri benar-benar disesuaikan dengan gambaran yang ada di novel.
Penonton benar-benar akan dimanjakan dengan pemandangan Kota Kairo, Sungai Nil, Pyramid, Sphinx, Kota Alexandria dengan pemandangan laut Mediterania yang indah, Benteng Qait Bay, dan banyak lagi landscape Mesir yang sangat menarik dalam film ini

.....
...
.
Selasa, Juni 09, 2009
Sinergi Tanpa Henti
Kembali kelompok Mastermind Cikarang berkumpul untuk saling evaluasi "mimpi-mimpi" mereka. Satu demi satu anggota MMC1 ini mulai menyampaikan evaluasi terhadap mimpi mereka yang disampaikan dua minggu lalu.
Pak Agus Cahyo, tuan rumah langsung menyampaikan kekagumannya terhadap kegigihan tenaga pemasaran alat-alat cuci [jet cleaner] dan keberhasilannya menjalin kerja sama dengan bengkel cuci mobil. Dengan demikian, setiap ada yang servis di bengkel pak Agus mendapat bonus cuci gratis di bengkel cuci motor yang letaknya bersebelahan dengan bengkel Pak Agus.
Pak Ruwi, yang dua minggu lalu serba ragu-ragu dalam menentukan sikap, sekarang terlihat cerah ceria menyampaikan masukan dari teman-teman MMC1 yang telah dilaksanakannya dengan baik.
Saat ini usaha kursus musik yang digelutinya sudah memakai manajemen baru dan bahkan sudah mulai merambah dunia rekaman, suatu hal yang tabu dilakukan pada saat masih memakai manajemen lama.
Bahkan pak Ruwi sudah berhasil membuat blog sendiri http://jmstudiorental.blogspot.com/
Ini suatu hal yang tadinya tak pernah terpikirkan, mengingat keterbatasannya dalam penguasaan komputer. Sekarang hanya dalam waktu dua minggu, semua yang tadinya tidak mungkin ternyata begitu mudah mengalir dan menjadi mungkin.
Bahkan saat ini pak Ruwi sudah menyanggupi untuk membuka cabang di Yogyakarta, meskipun dia belum tahu banyak tentang bisnis Musik di Yogyakarta. Dengan adanya komunitas TDA, pak Ruwi mulai yakin bahwa semua urusan akan menjadi mudah bila berada dalam keluarga besar TDA. Pasti ada TDA di Yogya, dan komunitas itu diyakini akan memudahkan bisnis musik pak Ruwi di Yogya.
Pak Choirunas, di kesempatan ini menunjukkan juga optimismenya. PAk Nas yang tadinya ragu-ragu memasarkan sabun curah, sekarang mulai menunjukkan kegesitannya menawarkan dagangannya. Beberapa sasaran telah berhasil didekati dan saat ini masih dalam proses negosiasi.
Yang sudah jelas oke menjadi pelanggannya adalah Resto Samikuring, yang tidak lain adalah anggota TDA Cikarang. Disinilah terlihat sinergi yang begitu nyata di kelompok komunitas Blogger Cikarang yang sekaligus anggota mastermind Cikarang.
Kendala yang dialami hanyalah ijin dari Dinas Kesehatan, yang minta didoakan agar segera terbit. Para anggota MMC1, langsung mendoakan begitu mendengar kesulitan dari pak Nas ini. Semua kegiatan memang harus diikuti oleh doa, karena hanya Dialah yang maha Mengatur semua lalu lintas kehidupan kita.
Bintang hari ini tak lain dan tak bukan adalah sang ketua MMC1, tak lain tak bukan adalah pak Mualib. Target tahun lalu yang sudah mencapai 4,5 M, tahun ini sudah dia naikkan menjadi sekitar 7 M. Hampir 100 persen kenaikan targetnya.
Begitu runtut apa yang disampaikan pak Mualib, sehingga para pendengar menjadi terlongong-longong. Salah satu hal yang disampaikan adalah proses negosiasi pembelian rumah di samping rumahnya. Yang tadinya harganya sekitar 650 juta, ternyata hasil negosiasi teralhir adalah 450 juta. Proses negosiasi yang berbelit-belit diceritakan dengan asyik oleh pak Mualib, sehingga banyak pencerahan yang dapat diambil oleh para pendengar.
Tahun ini yang masih menjadi mimpi pak Mualib adalah membuka cabang di Tangerang dan membuka toko peralatan safety [K3].
Yang menarik, dalam semua bisnisnya ini, pak Mualib tidak mengenal yang namanya jamuan tamu, bahkan beliau pernah menolak memberikan jamuan tamu dengan risiko kehilangan order, tetapi pada kenyataannya order itu tetap didapatnya.
Yang menarik lagi adalah website yang dipunyainya, meskipun tidak terlalu istimewa tetapi ternyata sudah mampu membantu mendongkrak orderan yang masuk ke pak Mualib. Bulan ini saja telah terjadi order sebesar 60 juta melalui websitenya.
Penampil mimpi selanjutnya adalah mas Gun yang terobsesi untuk membuat roti, kali ini mas Gun membawa contoh kue buatannya. Pak Arry Kurnia, yang ahli kue langsung menunjukkan kelebihan dari kue itu. Disamping itu, pak Akur dan teman-teman lain juga menyampaikan masukan agar kue yang dibuat menjadi lebih empuk.
Akupun menyampaikan masukan tentang peralatan mixer yang harganya murah dan kualitasnya lumayan bagus. Itu adalah alat masak yang sering didemokan oleh Koki kami dalam acara "cooking class" gratis yang diadakan oleh istriku.
Selanjutnya, Bu Wiwin menyampaikan terima kasih atas usaha teman-teman di TDA Bekasi dan Cikarang atas dukungan dan promosinya. Gara-gara ikut MMC1 ini, maka terjadi lonjakan pelanggan dalam dua minggu ini.
Saat ini Bu Wiwin mulai bermimpi lagi untuk melariskan usahanya di tempat lain dan mulai melakukan inovasi dalam hal bisnis minuman.
Pak Mualibpun kembali terusik dan menawarkan tanahnya seluas 1.800 m2 untuk dipakai sebagai ajang usaha para usahawan MMC1 ataupun Cimart.
Suasana makin meriah ketik abu Annas MY mulai angkat bicara. Saat ini beliau sudah membeli gerobak bekas untuk jualan KTB [kupat tahu bandung].
"Belum jualan, teman-teman sudah pada ke rumah nanyain mau jualan apa", begitu ucap bu Annas.
Dua minggu lagi, kitapun sepakat untuk berkumpul di rumah Bu Annas untuk melihat jualannya.
Yang masih menjadi masalah adalah macetnya ide untuk membuat tulisan di Blog, sehingga sampai hari ini baru bisa buat blog tapi belum bisa mengisinya.
Aku yang kebagian ngomong tentang mimpiku langsung nyaut dengan teori menulis yang gampang. Apa yang diceritakan oleh Bu Annas dalam membuat tulisan di blog, kuminta untuk dituangkan sebagai artikel pertamanya.
Dua minggu lagi akan kita cek hasil tulisannya di blog.
Aku kemudian melanjutkan cerita mimpiku untuk menjadi penulis buku, seperti yang dua puluh tahun lalu pernah kuimpikan. Saat di Yogya dulu, aku rajin menulis dan memasukkan tulisanku di Kedaulatan Rakyat, sekarang aku sudah tidak pernah lagi menulis di koran, sehingga aku harus mulai berlatih menulis di koran lagi.
Dorongan dari teman-teman ini membuat aku mulai mengumpulkan cerita "unggulanku" dan mengumpulkannya dalam suatu blog yang kuberi nama blog dongengan. Isinya berkisar tentang cerita pak Dhe yang menjadi tokoh sentral dalam semua artikelku.
Bila telah terkumpul, maka saatnya memasarkan ke penerbit yang mau menerbitkannya adalah mimpi selanjutnya.
Bila mimpi ini terlaksana, maka mimpi selanjutnya sudah menanti, yaitu bagaimana menampilkan isi blogku itu sebagai sinetron di layar kaca.
Sekarang aku hanya perlu mencari gambaran sosok pak Dhe dan rencananya aku akan melombakan gambar pak Dhe ini di blogku. Tinggal memikirkan hadiah apa yang cocok sebagai pemenangnya.
Saat hari mulai siang, maka pak Akur mulai bercerita tentang bisnis di Warung Garasinya. Bermacam-macam usaha akan dijadikannya menjadi satu tempat.
Masukan tean-teman untuk bersaing secara sehat dan baik menjadi hal yang diperhatikan pak Akur. Tak perlu takut berjualan hal yang sama dengan toko yang sudah ada. Semuanya sudah punya rekeki sendiri-sendiri, sehingga bukan tidak mungkin akan terjadi hubungan kemitraan yang saling menguntungkan.
Waktu jua akhirnya yang mengakhiri acara pertemuan pada hari itu. Paparan tentang properti yang disampaikan pak Mualib telah menutrup acara itu dengan semangat berbisnis yang luar biasa.
Selalu saja ada yang baru di setiap pertemuan dengan sesama pemimpi dari MMC 1 ini.
Sukses selalu, kapanpun, dimanapun dan jangan lupa selalu menghindari hal yang haram. Masih banyak yang halal di dunia ini dan tugas kita menggalinya tanpa ada yang meyuruh atau menunjukkan.
Selamat merealisasikan mimpi-mimpi kita.
Insya Allah berhasil.
Amin
Pak Agus Cahyo, tuan rumah langsung menyampaikan kekagumannya terhadap kegigihan tenaga pemasaran alat-alat cuci [jet cleaner] dan keberhasilannya menjalin kerja sama dengan bengkel cuci mobil. Dengan demikian, setiap ada yang servis di bengkel pak Agus mendapat bonus cuci gratis di bengkel cuci motor yang letaknya bersebelahan dengan bengkel Pak Agus.
Pak Ruwi, yang dua minggu lalu serba ragu-ragu dalam menentukan sikap, sekarang terlihat cerah ceria menyampaikan masukan dari teman-teman MMC1 yang telah dilaksanakannya dengan baik.
Saat ini usaha kursus musik yang digelutinya sudah memakai manajemen baru dan bahkan sudah mulai merambah dunia rekaman, suatu hal yang tabu dilakukan pada saat masih memakai manajemen lama.
Bahkan pak Ruwi sudah berhasil membuat blog sendiri http://jmstudiorental.blogspot.com/
Ini suatu hal yang tadinya tak pernah terpikirkan, mengingat keterbatasannya dalam penguasaan komputer. Sekarang hanya dalam waktu dua minggu, semua yang tadinya tidak mungkin ternyata begitu mudah mengalir dan menjadi mungkin.
Bahkan saat ini pak Ruwi sudah menyanggupi untuk membuka cabang di Yogyakarta, meskipun dia belum tahu banyak tentang bisnis Musik di Yogyakarta. Dengan adanya komunitas TDA, pak Ruwi mulai yakin bahwa semua urusan akan menjadi mudah bila berada dalam keluarga besar TDA. Pasti ada TDA di Yogya, dan komunitas itu diyakini akan memudahkan bisnis musik pak Ruwi di Yogya.
Pak Choirunas, di kesempatan ini menunjukkan juga optimismenya. PAk Nas yang tadinya ragu-ragu memasarkan sabun curah, sekarang mulai menunjukkan kegesitannya menawarkan dagangannya. Beberapa sasaran telah berhasil didekati dan saat ini masih dalam proses negosiasi.
Yang sudah jelas oke menjadi pelanggannya adalah Resto Samikuring, yang tidak lain adalah anggota TDA Cikarang. Disinilah terlihat sinergi yang begitu nyata di kelompok komunitas Blogger Cikarang yang sekaligus anggota mastermind Cikarang.
Kendala yang dialami hanyalah ijin dari Dinas Kesehatan, yang minta didoakan agar segera terbit. Para anggota MMC1, langsung mendoakan begitu mendengar kesulitan dari pak Nas ini. Semua kegiatan memang harus diikuti oleh doa, karena hanya Dialah yang maha Mengatur semua lalu lintas kehidupan kita.
Bintang hari ini tak lain dan tak bukan adalah sang ketua MMC1, tak lain tak bukan adalah pak Mualib. Target tahun lalu yang sudah mencapai 4,5 M, tahun ini sudah dia naikkan menjadi sekitar 7 M. Hampir 100 persen kenaikan targetnya.
Begitu runtut apa yang disampaikan pak Mualib, sehingga para pendengar menjadi terlongong-longong. Salah satu hal yang disampaikan adalah proses negosiasi pembelian rumah di samping rumahnya. Yang tadinya harganya sekitar 650 juta, ternyata hasil negosiasi teralhir adalah 450 juta. Proses negosiasi yang berbelit-belit diceritakan dengan asyik oleh pak Mualib, sehingga banyak pencerahan yang dapat diambil oleh para pendengar.
Tahun ini yang masih menjadi mimpi pak Mualib adalah membuka cabang di Tangerang dan membuka toko peralatan safety [K3].
Yang menarik, dalam semua bisnisnya ini, pak Mualib tidak mengenal yang namanya jamuan tamu, bahkan beliau pernah menolak memberikan jamuan tamu dengan risiko kehilangan order, tetapi pada kenyataannya order itu tetap didapatnya.
Yang menarik lagi adalah website yang dipunyainya, meskipun tidak terlalu istimewa tetapi ternyata sudah mampu membantu mendongkrak orderan yang masuk ke pak Mualib. Bulan ini saja telah terjadi order sebesar 60 juta melalui websitenya.
Penampil mimpi selanjutnya adalah mas Gun yang terobsesi untuk membuat roti, kali ini mas Gun membawa contoh kue buatannya. Pak Arry Kurnia, yang ahli kue langsung menunjukkan kelebihan dari kue itu. Disamping itu, pak Akur dan teman-teman lain juga menyampaikan masukan agar kue yang dibuat menjadi lebih empuk.
Akupun menyampaikan masukan tentang peralatan mixer yang harganya murah dan kualitasnya lumayan bagus. Itu adalah alat masak yang sering didemokan oleh Koki kami dalam acara "cooking class" gratis yang diadakan oleh istriku.
Selanjutnya, Bu Wiwin menyampaikan terima kasih atas usaha teman-teman di TDA Bekasi dan Cikarang atas dukungan dan promosinya. Gara-gara ikut MMC1 ini, maka terjadi lonjakan pelanggan dalam dua minggu ini.
Saat ini Bu Wiwin mulai bermimpi lagi untuk melariskan usahanya di tempat lain dan mulai melakukan inovasi dalam hal bisnis minuman.
Pak Mualibpun kembali terusik dan menawarkan tanahnya seluas 1.800 m2 untuk dipakai sebagai ajang usaha para usahawan MMC1 ataupun Cimart.
Suasana makin meriah ketik abu Annas MY mulai angkat bicara. Saat ini beliau sudah membeli gerobak bekas untuk jualan KTB [kupat tahu bandung].
"Belum jualan, teman-teman sudah pada ke rumah nanyain mau jualan apa", begitu ucap bu Annas.
Dua minggu lagi, kitapun sepakat untuk berkumpul di rumah Bu Annas untuk melihat jualannya.
Yang masih menjadi masalah adalah macetnya ide untuk membuat tulisan di Blog, sehingga sampai hari ini baru bisa buat blog tapi belum bisa mengisinya.
Aku yang kebagian ngomong tentang mimpiku langsung nyaut dengan teori menulis yang gampang. Apa yang diceritakan oleh Bu Annas dalam membuat tulisan di blog, kuminta untuk dituangkan sebagai artikel pertamanya.
Dua minggu lagi akan kita cek hasil tulisannya di blog.
Aku kemudian melanjutkan cerita mimpiku untuk menjadi penulis buku, seperti yang dua puluh tahun lalu pernah kuimpikan. Saat di Yogya dulu, aku rajin menulis dan memasukkan tulisanku di Kedaulatan Rakyat, sekarang aku sudah tidak pernah lagi menulis di koran, sehingga aku harus mulai berlatih menulis di koran lagi.
Dorongan dari teman-teman ini membuat aku mulai mengumpulkan cerita "unggulanku" dan mengumpulkannya dalam suatu blog yang kuberi nama blog dongengan. Isinya berkisar tentang cerita pak Dhe yang menjadi tokoh sentral dalam semua artikelku.
Bila telah terkumpul, maka saatnya memasarkan ke penerbit yang mau menerbitkannya adalah mimpi selanjutnya.
Bila mimpi ini terlaksana, maka mimpi selanjutnya sudah menanti, yaitu bagaimana menampilkan isi blogku itu sebagai sinetron di layar kaca.
Sekarang aku hanya perlu mencari gambaran sosok pak Dhe dan rencananya aku akan melombakan gambar pak Dhe ini di blogku. Tinggal memikirkan hadiah apa yang cocok sebagai pemenangnya.
Saat hari mulai siang, maka pak Akur mulai bercerita tentang bisnis di Warung Garasinya. Bermacam-macam usaha akan dijadikannya menjadi satu tempat.
Masukan tean-teman untuk bersaing secara sehat dan baik menjadi hal yang diperhatikan pak Akur. Tak perlu takut berjualan hal yang sama dengan toko yang sudah ada. Semuanya sudah punya rekeki sendiri-sendiri, sehingga bukan tidak mungkin akan terjadi hubungan kemitraan yang saling menguntungkan.
Waktu jua akhirnya yang mengakhiri acara pertemuan pada hari itu. Paparan tentang properti yang disampaikan pak Mualib telah menutrup acara itu dengan semangat berbisnis yang luar biasa.
Selalu saja ada yang baru di setiap pertemuan dengan sesama pemimpi dari MMC 1 ini.
Sukses selalu, kapanpun, dimanapun dan jangan lupa selalu menghindari hal yang haram. Masih banyak yang halal di dunia ini dan tugas kita menggalinya tanpa ada yang meyuruh atau menunjukkan.
Selamat merealisasikan mimpi-mimpi kita.
Insya Allah berhasil.
Amin
.....
...
.
updated warung pak Agus sekarang, 27 Des 2009
Senin, Juni 08, 2009
Polling Capres dan Radio Delta
Pagi ini, Senin tanggal 8 Juni 2009 yang indah dan menyegarkan, Farhan kembali berceloteh tentang polling presiden yang diadakan oleh beberapa lembaga.
Yang dibahas mulai dari detik dot com, kompas maupun republika online. Yang terakhir adalah survei dari LSI. Hasilnya cukup mencenggangkan, karena berbeda-beda. Ada yang selesai satu putaran dan ada yang perlu putaran kedua. Ada yang memenangkan capres nomor X dan ada yang memenangkan capres nomor bukan X.
Mana yang benar?
Hanya Allah yang tahu [he..he..he..]
BTW kalau pingin berpartisipasi dalam acara 'just having fun" ini, maka silhakan klik polling di blog ini [di ujung kiri atas blog].
Kelihatannya banyak pembaca blogku yang belum tertarik untuk menngisi polling capres. Berbeda dengan saat polling pileg yang sudah kita lakukan bersama. Hasil pollimng PileG di blog ini, mirip dengan hitungan resmi pemerintah. Artinya pembaca blog ini mirip dengan komposisi rakyat Indonesia.
Selamat ngeklik polling presiden di blog ini. Masih ada 27 hari tersisa per hari ini, 8 Juni 2009, jadi masih bisa bersabar dulu, menunggu waktu yang tepat.
Terima kasih telah ikut berpartisipasi untuk kesenangan kita bersama, memeriahkan acara pilpres.
Salam
Yang dibahas mulai dari detik dot com, kompas maupun republika online. Yang terakhir adalah survei dari LSI. Hasilnya cukup mencenggangkan, karena berbeda-beda. Ada yang selesai satu putaran dan ada yang perlu putaran kedua. Ada yang memenangkan capres nomor X dan ada yang memenangkan capres nomor bukan X.
Mana yang benar?
Hanya Allah yang tahu [he..he..he..]
BTW kalau pingin berpartisipasi dalam acara 'just having fun" ini, maka silhakan klik polling di blog ini [di ujung kiri atas blog].
Kelihatannya banyak pembaca blogku yang belum tertarik untuk menngisi polling capres. Berbeda dengan saat polling pileg yang sudah kita lakukan bersama. Hasil pollimng PileG di blog ini, mirip dengan hitungan resmi pemerintah. Artinya pembaca blog ini mirip dengan komposisi rakyat Indonesia.
Selamat ngeklik polling presiden di blog ini. Masih ada 27 hari tersisa per hari ini, 8 Juni 2009, jadi masih bisa bersabar dulu, menunggu waktu yang tepat.
Terima kasih telah ikut berpartisipasi untuk kesenangan kita bersama, memeriahkan acara pilpres.
Salam
Langganan:
Postingan (Atom)
