Sabtu, November 01, 2008

Ikan Asin [BANGKA]

Pulang dari Bangka, bawa oleh-oleh ikan asin. Tadinya bingung mau dimasak apa, tapi akhirnya diputuskan asal digoreng aja pakai tepung. Jadilah dia ikan asin yang berpenampilan kayak ayam goreng.

Akibatnya banyak yang salah sangka, begitu di"kriuk", langsung asinnya menyerang lidah. WUihhh asin banget...!

Bagi yang tidak salah sangka, maka sudah ada persiapan menerima rasa asin di lidah, sehingga saat ikan asin itu masuk ke mulut, rasa nikmatnyalah yang muncul. Nikmat banget malah..!

Seorang tamu yang disuguhi makan nasi + ikan asin doank, memuji rasa ikan asin itu.

"Wah, enak sekali... Boleh bawa pulang?"

Apapun alasan dia memuji ikan asin itu, tapi akupun jadi tertarik untuk mencoba rumus makan sang tamu. Kuambil sepiring nasi hangat dan sepotong kecil ikan asin.

Subhanallah, memang enak banget rasanya. Sepiring nasi tandas hanya dengan sepotong kecil ikan asin. [lha simpenan ikan asin yang berpotong-potong itu apa habis dalam sebulan kalau cara makannya kayak gini???]

Ayuko [kucig perisa kami] memandangku tanpa berkedip. Tadinya dia duduk di lantai, tapi kemudian diberanikan diri untuk naik ke kursi makan yang kosong. Akhirnya dia nggak tahan untuk naik ke atas meja.

Nah Ayuko saja tertarik [he..he..he.. emang kucing kan demen banget ama ikan asin ya...].

Sayangnya Ayuko nggak boleh makan makanan manusia, sehingga dia cukup jadi pemirsa saja. Kasihan juga dia.