Kamis, September 11, 2008

TeRtAwA

Di India katanya ada klub tertawa. Mereka berkumpul di suatu lapangan dan selama beberapa menit mereka memaksakan diri untuk tertawa bersama, hasilnya dari keterpaksaan tertawa di awal, ternyata beberapa saat kemduian mereka pada tertawa lepas.

Kalau kita inget masa kanak-kanak kita, maka saat-saat itu selalu penuh dengan senyum dan tawa. Dunia rasanya sangat bersahabat. Musuh kita saat kecil, paling sang pemilik pohon mangga yang mangganya sering kita curi, soalnya kalau diminta baik-baik sering nggak mau ngasih sih [lho kok malah curhat..!:-)]

He..he..he... ternyata tertawa, katanya, bisa menimbulkan efek yang luar biasa.

Coba simak situs 
http://www.mail-archive.com/mayapadaprana@yahoogroups.com/msg00668.html


Tertarik dengan tulisan itu, akupun mencoba mempraktekkannya di mobil. Waktu itu ngantuk berat dan sendirian saja di mobil. Nyetel lagu keras-keras sudah nggak mempan, nyetel radio juga gak ngaruh, ya udah kucoba saja untuk ngakak sendirian.

Mobil yang disampingku mungkin melihat aku yang sedang ngakak sendirian, tapi bodo amat. Kuteruskan saja ke"gokil"-an ini.

Bener juga, beberapa saat kemudian rasa kantuk ilang dan badan tiba-tiba segar. Wah, ajaib nih. Karena sugesti atau memang benar ini akibat manfaat tertawa?

Ya sudah kuteruskan saja kegilaan ini selama sekitar 5 menit. Badan fresh lagi dan sampai di tujuan dengan selamat.

Mudik [lagi]

Pulang dari buka bersama dan safari tarawikh di Kelapa Gading, aku naik taksi. Soalnya pingin cepet sampai di rumah, pingin denger cerita LiLo tentang takjilan di Masjid MI hari ini. Apalagi waktu lewat tempat mangkalnya armada Boeing A59 sepintas terlihat sepi.

Ya sudah, kupilih taksi tarif bawah dan sepanjang jalan asyik ngobrol sama drivernya. Ngalor ngidul nggak keruan, soalnya perlu untuk menghilangkan jenuh akan panjangnya perjalanan.

Mulai dari panen yang nggak maksimal, karena drivernya orang Indramayu, sampai ongkos mudik lebaran yang selalu naik dengan gila-gilaan.

Kebetulan perusahaanku yang ngerjakan bendung di Indramayu, tapi kutahankan diri untuk tidak cerita tentang yang satu ini, takutnya jadi "ujub" bin "takabur".

Macetnya lalu lintas menjelang hari H lebaran juga kita bahas. Memang, sebaiknya kalau gak perlu banget ngapain sih mudik?

Kalau niatnya cocok dengan semangat ramadhan sih masih bagus, tapi sering niatnya lain, jadi latihan selama sebulan di bulan ramadhan habis begitu saja di hari menjelang lebaran.

Subuhan sudah nggak ke masjid lagi, ibadah-ibadah lainnya juga sudah mulai berguguran. Waktu sudah habis untuk bersilaturahmi, sampai lupa tahu-tahu sudah masuk waktu sholat selanjutnya, padahal sholat sebelumnya belum dijalankan.

Soal naiknya ongkos transport juga sering dipermasalahkan, padahal belum tentu penyedia jasa layanan untung besar dengan naiknya ongkos itu. Untung mestinya iya, tapi untung yang besar banget kayaknya masih belum tentu.

Pada saat "narik" dari Jakarta ke kampung, maka penumpang penuh sesak dengan ongkos yang di atas harga rata-rata, tapi waktu dia balik lagi ke Jakarta, bukan tidak mungkin dengan kondisi penumpang yang kosong melompong.

Jadi marilah menarik seulas senyum dan selalu berbaik sangka pada siapa saja. Minimal berbaik sangka pada Allah swt, karena Dia memang selalu memberi yang terbaik untuk kita.

11 SePteMbEr


Di berbagai belahan dunia, tanggal 11 September ini mempunya arti yang bisa sangat berbeda.

Ada yang mengutuk kejadian itu, namun ada juga yang membanggakan kejadian itu. Ada juga yang mengambil hikmah dari kejadian itu, karena memang pada peristiwa apapun selalu ada yang tersirat dibalik yang tersurat.

Pagi ini, selesai sholat subuh jam menunjukkan pukul 04.55, dan setelah selesai kultum jam menunjukkan pukul 05.02, pas banget waktu yang dipakai untuk kultum [kuliah tujuh menit] dari pak ustadz ini.

Padahal ustadznya gak lihat jam tuh.

Isi ceramahnya juga pas banget, pertama dia cerita tentang kita yang harus bersegera pada ampunan Allah.

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa"
Qs. Ali ‘Imran [3]: 133.


Kemudian, yang kedua dia menganjurkan untuk mematikan TiVi selama kurang lebih satu jam, yaitu pada saat habis maghrib sampai Isya.

Ustadz itu gak anti sinetron, tapi kayaknya dia ingin supaya waktu yang kita pakai di bulan puasa ini benar-benar termanfaatkan dengan baik.

Mumpung bulan diskon, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya. Nyari diskon yang asli seperti bulan puasa ini sungguh sulit didapat. Diskon yang terjadi, seringnya adalah harga dinaikkan dulu baru diturunkan.

Begitulah tipu menipu di dunia, karena memang dunia ini penuh dengan kesenangan yang menipu. Sebaik-baik dunia, tetap akhiratlah yang paling baik.

Semoga kita mampu menjadi hambaNya yang mampu memanfaatkan bulan diskon ini.
Amin.

source gambar :
http://www.entwurf-online.de/images/sept-M4.jpg

SaFaRi RaMaDhAn


Saat masih bujang, di bulan puasa, rasanya setiap hari pinginnya keliling ke rumah-rumah teman yang sudah berkeluarga. Sambil bersilaturahmi, kita biasanya dapet buka puasa [gratis dan uenak-uenak].

Habis itu, kita ikut sholat tarawikh di masjid dekat rumah kawan itu. Kalau pas apes, dapet tuan rumah yang punya prinsip sholat  tarawikh sebaiknya dilakukan malem-malem, sehingga pulang dari silaturahmi mesti sholat tarawikh di rumah sendirian [males banget rasanya waktu itu].

Ternyata hari ini kembali aku melakukan safari tarawikh, sepulang dari acara buka bersama serikat pekerja waskita.

Tempatnya keren banget, masjid Al Musyawarah, Kelapa Gading. Sebuah masjid yang cukup besar dengan jamaah yang masih meluap, baik cewek maupun cowok.

Ustadznya luar biasa enak ngasih kultumnya, tahu-tahu jam udah hampir jam 20.00. Yang paling berkesan ketika ustadznya cerita tentang 'hati-hati" [wara'].

Kenapa seorang ustadz selalu menunda ketika diajak naik haji? Jawabnya, karena ustadznya gak punya duit untuk naik haji, jadi dia perlu ngumpulin uang dulu buat naik haji.

Kenapa dia tidak mau dinaikkan haji oleh pemerintah?
Jawabnya hanya senyum dikulum ['kali, soalny anggak lihat waktu ustadznya njawab sih].

Beberapa waktu lalu, seorang bupati ditanya oleh seorang ustadz,"anda korupsi beberapa milyar, untuk apa saja duit itu pak?"

Apa jawab pak bupati korup itu?

"Untuk mbayarin para ustadz naik haji pak!"

Weleh...weleh... begitu ta?

Jadi memang harus hati-hati, jangan sampai mengecat masjid dengan air got. Warnanya gak menarik dan jorok.


Selasa, September 09, 2008

Tips MuDiK 2008

Bentar lagi pasti para netters pada nyari tips untuk mudik, dan para penyedia jasapun mulai ramai menyediakan info mudik lewat situs masing-masing.


Untuk yang mau mudik pakai mobil, ini tipsnya.


  1. Cek kondisi mobil, sebaiknya gunakan di bengkel resmi (sekali setahun masih lebih murah dibanding kerusakan yang terjadi karena memakai bengkel amatir).
  2. Bawa perlengkapan standard; tools kit, dongkrak, ban serep, kotak p3k, segi 3 pengaman (bukan CD), kunci roda, senter, syukur2 punya pompa electric [sambung dengan colokan listrik]. Ember dan beberapa biji air aqua 1 literan [untuk diminum dan siapa tahu radiator tiba-tiba ngadat, minta minum terus]
  3. Cek kondisi tubuh. Tanya pada diri sendiri, seberapa kuat nyetir. Kalau tidak yakin sebaiknya pakai sopir profesional, atau cari co pilot.
  4. Beri briefing pada seluruh peserta mudik, bahwa selama perjalanan wajib pasang muka senyum, karena muka tanpa senyum tidak bermanfaat dan muka dengan senyum dapat menghilangkan penat di jalan.
  5. Bagi yang ikut milis, segera lapor untuk menonaktifkan kenaggotaan untuk sementara atau minta terima rangkuman imil harian (1 imil satu hari)
  6. Meskipun puasa, ada baiknya bawa makanan yang terjamin gizi dan kebersihannya, karena saat mudik banyak warung yang tidak sempat nyuci piring dengan baik [akibat kelarisan]. Warung yang terjamin kebersihannya tapi kurang bergizi adalah fast food fried chicken.
  7. Atur tumpukan barang mulai dari yang paling tidak diperlukan di jalan sampai yang sewaktu-waktu diperlukan di jalan.
  8. Untuk buang air (kecil maupun besar), pilih pom bensin yang besar, jadi kalau ngisi bensin jangan penuh-penuh biar bisa mbagi rejeki ke beberapa pom bensin [ini saran tanpa dasar tapi logis lho..!:-)]
  9. Jangan pernah merasa benar meskipun anda berada di jalan yang benar. Risikonya ditabrak orang yang salah jalan, sehingga nggak sampai ke kampung malah masuk rumah sakit. Mengalah setahun sekali banyak pahalanya. Amin.
  10. Menyalip rombongan truk/bus dari kiri kadang bisa membebaskan diri dari stress [karena truk/bisnya jalan bak kura-kura lapar], tapi risiko perlu diperhitungkan masak-masak [lihat item no 9]
  11. Menjelang lebaran, hampir semua majalah menyediakan tips untuk mudik. Segera ambil bagian petanya, karena hal sepele ini kadang-kadang diperlukan di jalan. Kalau mau search pakai google juga bisa, pasti menjelang lebaran banyak penyedia peta mudik.
  12. Pastikan HaPe dalam kondisi full charge. Bila membawa beberapa HaPe, cukup salah satu atau salah dua yang dihidupkan. Bila dianggap perlu beli kartu perdana beberapa biji [dari beberapa operator], sehingga selalu dapat sinyal dimanapun berada.
  13. Pastikan pamit dengan pak RT dan Satpam, sehingga mereka tahu kalau kita sudah tidak di rumah lagi. Tinggalkan nomor hape yang bisa dihubungi. Syukur-syukur bisa ninggalin sangu buat satpam.
  14. Pilih waktu berangkat sesuai kebiasan anda menyetir, atau kebiasaan sopir menyetir. Berangkat pagi dapat menikmati perjalanan, tetapi lambat. Berangkat malem lebih cepat tapi ada bahaya ngantuk. Bila bingung, sholat dulu, minta petunjuk pada Tuhan.
  15. Berdoa sebelum berangkat. Berdoa sepanjang jalan dan bersyukur bila sudah sampai dengan selamat.


Selamat Mudik, semoga selamat sampai di tujuan.

Amin.