Jumat, Agustus 07, 2009

Suatu Pagi bersama LiLo

Malem-malem, ketika aku pulang ke rumah, LiLo sedang asyik mengerjakan PRnya. Terlihat Lilo agak kesusahan mengerjakan PR-nya tetapi dia tetap tak mau minta aku untuk mengajarinya.

Ada dua alasan mengapa LiLo tak mau meminta aku mengajarinya.

Yang pertama, karena aku gak pakai kaca mata sedang tulisannya memakai pensil HB, sehingga aku pasti akan kesulitan untuk membacanya.

Yang kedua, tentu karena model mengajarku yang kurang menarik dibanding model mengajar istriku.

Sayangnya, malam ini hanya aku yang bisa diajak berdialog masalah PR ini, sehingga akhirnya Lilopun minta diajari. Yang terjadi kemudian bisa ditebak. Sebuah perdebatan yang sengit dan sama-sama tidak mau mengalah.

Akhirnya LiLopun ngambeg dan tertidurlah dia di kasur. Akupun menemaninya tidur di sampingnya, sampai akhirnya terbangun menjelang subuh.

Setelah semua kegiatan rutin terlaksana, maka LiLo langsung minta dicarikan arti warna-warna yang ada di peta.

"Pak carikan arti warna-warna yang ada di peta ya pak, terus dicetak langsung pakai printer", katanya.

"Wah, printernya habis tintanya, abis itu sudah dilepas dari komputer soalnya mau dipak untuk dibawa ke Yogya", jawabku.

"Ya udah tulis tangan saja", kata Lilo. Rupanya dia sudah lupa perdebatan tentang PR matematika semalem.

Selesai aku mencari arti warna, maka aku "paste" sekalian hasil pencarian itu di blog kemudian LiLo mencatat arti warna yang ada di blogku.

Selama LiLo mencatat, akupun memeriksa PR LiLo. beberapa hasil hitungannya yang salah kukoreksi dan kutunjukkan cara ngitung yang benar pada Lilo.

Selesai mengerjakan PR, kitapun asyik mencari baju yang harus dipakai liLo pada hari ini [tiap hari kok ganti-ganti baju ya?]. Pagi ini dia harus pakai seragam olah raga dan kemudian setelah itu ganti dengan baju pramuka.

Selesai mandi, maka acara memasak sarapan sudah menanti. Pakai mode menu putus asa, yaitu masak nasi goreng!:-). Kebetulan aku memang mantan peserta lomba masak nasi goreng yang beberapa kali telah menggondol sabuk kejuaraan masak nasi goreng [mode narsis : ON]

Gesekan di kakiku saat memasak menyadarkan aku bahwa Ayuko harus segera dikasih makan juga.

Tak terasa tahu-tahu sudah terang tanah dan LiLo bertanya padaku.

"Bapak enggak masuk kerja?"

"Kan bapak masih mau makan?"

"Udah siang lho pak. Bapak juga belum mandi"

"Semua ini demi Lilo kan? Gak papa sekali-sekali berangkat kesiangan", kataku.

Kulihat LiLo tersenyum manis dan kupeluk dia. Kamipun berpelukan di pagi yang cerah dan indah ini. Puji Tuhan untuk segala karunia yang telah kuterima.

Alhamdulillah.

4 komentar:

Bangsari mengatakan...

uwalah. tak pikir lilo yang artis itu. lha kok bapake isih enom banget? :P

Syamsul Alam mengatakan...

Ketawa sendiri saya, sambil angguk2 akhirnya... saya suka bgt sama ceritanya bang eshape ini.... ga tahu kenapa.....

eshape waskita mengatakan...

@Bangsari

hehehe...semoga LiLo nanti jadi artis yang baik, sudah didoakan sama Bangsari
[amin]

sori ya kalau liLo yang ini bukan liLo yang dibayangkan, yang jelas LiLo yang ini lebih lucu dibanding mas LiLo KLA [bagiku lho...!:-)]

Salam FUNtastic

eshape waskita mengatakan...

@Mas Alam

ati-ati sama rasa ya
nanti cinta beneran sama aku gawaaaat deh...!:-)

[sebenarnya aku yang cinta setengah mati sama mas Alam, sampai tak usahakan ke surabaya, tapi mas Alam sibuk nggak bisa menemui aku, untung laskar Gadjah Mada Jatim mau menerimaku]

Salam FUNtastic