Sabtu, Agustus 08, 2009

Anakku KuCeL

Pulang dari kantor kulihat rumah dalam keadaan gelap gulita. Semua lampu tidak ada yang hidup. Ketika kubuka pintu rumah, maka hanya kegelapan yang terlihat, tidak ada tanda-tanda kehidupan di rumah ini. Kemana ya mas LiLo, anak SDku yang baru berumur 9 tahun [?]

Kurapikan saja semua yang bisa kurapikan, kuteguk segelas air putih hangat dan segera kutunaikan ibadah sholat Maghrib, sebelum waktu Isya datang.

Selesai sholat, kudengar suara pintu pagar halaman dibuka orang dan kemudian terdengar suara yang sangat kukenal.

"Assalamu'alaikum...!"

Wah nadanya kurang bagus nih. Biasanya pengucapan kata terakhir intonasinya naik ke atas, lha ini kok turun ke bawah dan pendek banget kalimatnya. Alhamdulillah, dapet ladang amal.

Kubuka pintu kamar dan kulihat seorang anak kucel yang masih pakai seragam pramuka berdiri sambil membawa plastik berisi lauk pauk.

"Aku kelaparan pak, dari tadi mau masuk rumah tidak bisa!"

"Waduh...kasihan anak bapak ini. Coba ceritain deh, gimana ceritanya kok bisa nggak bisa masuk rumah?"

"Kuncinya gak ada!"

"Lho?"

Nah kalau ini gampang penyelesaiannya. Pasti LiLo lupa naruh kunci. Langsung saja kubimbing dia ke tempat kunci dan akhirnya mas LiLo bisa tenang.

Sayangnya ketika mau makan dia lihat lauknya adalah sayur asem, wah... LiLo langsung minta sate padang deh.

Setelah kubujuk baru dia mau mengurungkan niatnya untuk beli sate padang.

"Coba, kalau tidak kita makan siapa yang mau makan sayur ini. Hanya ibumu yang suka sayur seperti ini dan ibumu sekarang di Yogya, jadi ya harus kita habiskan berdua, bagaimanapun caranya", begitu nasehatku untuk LiLo dan untuk diriku sendiri [ketahuan kalau aku juga gak demen sama sayur asem, sayur kok asem...hehehe...]

"Di dunia ini banyak sekali orang yang mau makan saja susah, masak kita yang bisa makan malah nggak mau makan", kembali aku menasehati diriku sendiri melalui lilo.

Dalam hati aku,"akhirnya aku makan sayur asem juga ..."

Masalah selanjutnya adalah nasinya, ternyata belum ada nasi. Jadi LiLo langsung memutuskan untuk beli nasi uduk saja. Kamipun mengekuarkan sepeda tandem dan pergi menuju ke arah warung nasi uduk.

Di jalan baru terpikir, gimana ya rasanya nasi uduk dengan lauk sayur asem?

Kamipun diskusi kembali dan kemudian memutuskan lebih baik masak nasi sendiri dan kemudian jalan-jalan sambil menunggu nasi masak.

Dengan cekatan lilo memasak nasi dan kubantu motret dia [hehehe...LiLo memang pintar].



Begitu selesai menaruh beras ke "rice cooker" kamipun meluncur mencari kesibukan. Setelah waktunya dikira-kira cukup kamipun kembali meluncur ke rumah. Meski begitu aku merasa ada firasat yang aneh, tapi aku hilangkan saja firasat itu.

Alhamdulillah, rice cookernya lupa dihidupkan, hanya dicolokkan ke listrik, tapi lupa tidak dipejet tombol ON/OFF nya. Hehehe... nunggu lagi donk..!:-)

Saat itu aku baru sadar kalau LiLo pasti belum mandi. Dia tadi hanya ganti baju saja dan langung naik sepeda tandem.

Sambil nunggu nasi masak, kuminta LiLo untuk mandi.

"Pak sudah malam pak.... gak usah mandi saja ya...."

Nah mulai lagi nih [sesungguhnya setelah menyelesaikan satu masalah, siapa-siaplah menghadapi masalah selanjutnya].

Dibujuk gak mau, terus dipakai segala cara juga gak mempan, akhirnya terpaksa pakai senjata pamungkas. Otorisasi seorang bapak yang haus kekuasaan harus diperlihatkan pada LiLo [hehehe...gaya bahasa apa lagi ini ya?]

"Jam berapapun bapak pulang selalu menyegerakan mandi. Kamu mau ikut bapak atau ikut yang lainnya?"

Nah, ini sudah ngeri deh. Anakku pasti tidak suka dengan ancaman tersembunyi seperti ini.

Untungnya omonganku yang ini selalu cocok dengan tingkah lakuku setiap hari, jadi akhirnya LiLo dengan terpaksa menuju kamar mandi dan mandi [bebek]. Baru mau bernafas tahu-tahu LiLo sudah keluar dari kamar mandi [ini gaya bahasa apa ya? udah lupa ma pelajaran bahasa Indonesia di sekolah dulu]

Habis mandi LiLopun makan dan kemudian terguling di ranjang tanpa daya. Kayaknya ngantuk berat dan tadi dia bilang juga bahwa ini hari terberat dalam hidupnya.

Besok pagi juga diprediksi akan ada tantangan baru. Pasti LiLo belum mengerjakan PR-nya dan aku selalu anti mengerjakan PR liLo. Jadi pertempuran pagi besok akan seru dan menggairahkan karena masing-masing akan ngotot dengan pendapatnya sendiri-sendiri. Rumusnya mencoba selalu tersenyum, meskipun suliiiit banget. Inget rumus senyum ya, 2-2-7.

Meski begitu aku percaya Allah swt pasti akan menunjukkan jalannya, selama kita memang berniat untuk menyelesaikan masalah bukan mencari pembenaran diri sendiri. Belajar pada pengalaman dan belajar pada anak sendiri bukan suatu hal yang tabu.

Insya Allah. Amin.

Salam FUNtastic !:-)

2 komentar:

Syamsul Alam mengatakan...

Seru ya mas Eshape klo sudah punya anak itu...... aku jadi ketawa sendiri baca ini.... mungkin yang dipikir bapakku setiap hari di rumah juga seperti ini........... wkwkwkwk.......

eshape waskita mengatakan...

iya mas Alam

seru deh punya anak itu
makanya kalau salah ngasih perhatian, anak itu bisa jadi fitnah buat kita

terlalu sayang pada anak melebihi sayang pada Tuhan kan tidak boleh

itulah fitnah bagi anak

salam FUNtastic