Rabu, April 16, 2008

Soto (bango)

Pagi kemarin, jam 05.00, waktu kritis di rumah, kulihat gak ada laukuntuk sarapan pagi, padahal acara lainnya sudah menanti. Mandi pagi,bersihin rumah, dan ngantor/sekolah.

Malemnya, lampu kamar mandi anak-anak mati, jadi jumlah kamar mandi yang bisa dipakai berkurang 1,rebutan mandi akan nambah seru nich…

Lilo, si kecil yang paling mungkin disuruh beli telor, nampaknyungsep di kasur, karena tahu akan disuruh beli lauk di pagi buta,maka terjadilah dialog ini;

"Kalau Lilo dipinjemi barang yang sangat bagus sama temen Lilo,kemudian barang itu Lilo rawat dengan baik, kira-kira temen Lilo seneng nggak ya?"

"Seneng", jawab Lilo (lirih banget)

"Kalau Tuhan ngasih ciptaanNya ke Lilo dan kemudian Lilo rawat,dikasih makan, dimandiin, disayang-sayang, kira-kira Tuhan tambah cinta nggak ke mas Lilo?"

"Iya..", jawab Lilo (sudah mulai terdengar, tidak lirih lagi)

"Kalau gitu, siapa ya yang bisa mbeliin telur buat merawat ciptaanTuhan?"

Lilo nggak njawab lagi, langsung ngeloyor keluar kamar dan beli telur.

Ketika Lilo udah pergi, baru ketahuan kalau nasi yang dimasak semalem ternyata belum dipejet tombol ON-nya, sehingga masih belum jadi nasi(masih calon nasi).

Jadinya ke kantor dalam kondisi belum sarapan. Ketemu sama temen kantor yang juga belum sarapan, maka jadilah akumenraktir dia. Bubur ayam + sate. Wah, nikmat banget.

Siangnya, gantian aku diajak makan di warung soto genteng. Nah,disinilah aku menemukan warung soto yang uenak tenan. Lapar dan gakbayar membuat semuanya terasa nikmat.

Yang surprise adalah kecap yang ada di atas meja. Merknya "BANGO".Nah ini pasti ada yang senang atau malah mungkin sudah tahu kalau disebelah utara Cawang ada warung soto kudus yang uenak tenan.

Siang ini kembali ajakan makan gratis muncul lagi. Arahnya, sateblora Rawamangun, katanya juga mak nyus. Tinggal kita lihat apakahkecapnya juga BANGO?

Apakah ini gara-gara aku nraktir temen sarapan bubur, sehingga banyaktraktiran ke aku? Mungkin tidak begitu, tapi lebih baik kuanggapbegitu.

Jika kita mampu mensyukuri nikmat Tuhan, maka Dia akan memberikannikmat yang lebih pada kita (dari arah yang tidak disangka-sangka).
Insya Allah. Amin.

Salam.

10 komentar:

andri mengatakan...

saya kira mas Eko telah terobsesi oleh posting bango yang selalu ditampilkan sama Om Rd :D

Regards,
Andri
http://andri.cisco.or.id/blogs

rd mengatakan...

Sepertinya bukan itu Bank Ndri. Mas Eko ini orangnya tak gampang lho "diprovokasi"....

Yang saya salut dari Mas Eko adalah kecintaannya yang luar biasa terhadap kuliner Nusantara warisan nenek moyang kita. Dan itu perlu kita tanamkan kepada anak-anak kita.

Jangan sampai anak cucu kita kelak hanya menyukai jajanan dari mancanegara saja.

Lalu mereka lupakan makanan dan jajanan khas Indonesia.

Kalau bukan kita yang mengajarkan, siapa lagi hayo?


salam,

rd

Anung mengatakan...

Mas Eko Hape terobsesi kecap Bango karena postingan Wak Bajaj,

Andri Cisco terobsesi meng-counter postingan Wak Bajaj,

Saya terobsesi ditraktir Wak Bajaj.

-Anung-

Andri mengatakan...

ha..ha..ha...
nek masalah kecap, memang benar mas Anung, semua selalu bilang nomer satu,

sampe-sampe jadi pameo ... kalau ada yang sukanya mengunggulkan dirinya/produknya/kelompoknya sebagai nomer satu, tinggal bilang aja... emangnya lu kecap!

qkkqkq..


Regards,
Andri
http://andri.cisco.or.id/blogs

eshape waskita mengatakan...

Ternyata warung sate blora cirebon yang di rawamangun, nggak pake' kecap BANGO tapi pakai kecap MAYA.
Semua pegawainya pake kaos berlogo MAYA.

Rasa satenya lumayan enak, cocok dan (cukup) cepat saji.

Memang lebih enak PSK di Sentul.

Salam

eshape
nb. nyari kecap BANGO di AlfaMart ternyata masih gak banyak, kehabisan stok atau nggak mau ngambil stok lagi, gak tahu sebabnya...!:-)

Edy K mengatakan...

Wah.. Om Anung.. buanglah impianmu untuk ditraktir WaK Bajaj..

Diriku sudah bertahun-tahun terobsesi melihat wajah nyata blio aja gak bisa kesampaian..

Berkali-kali munas diadakan..



Selalu aja blio gak bisa datang.. paling deket blio cuman berani SMS Om Nukman..

“Akika gak bisa datang Bo’…”



Lha emang kini saatnya blio dipanjangin namanya menjadi Wak Bajaj Nyolowadi (WBN) …


Edy K

Anung mengatakan...

Lho, belum ada yang pernah ketemu Wak Bajaj tho?

Nggak pernah ada yang jadi teman kuliah Wak Bajaj?

Hmm, jadi penasaran....

-Anung-

KangBono™ mengatakan...

Kesimpulane gimana Pak Eko, recommended enggak nih satenya?

Eh, yang dikamsud adlh yg warungnya dikelilingi tempat2 fotokopian itu kan?

Salam,
--
KangBono™
http://bondancaroko.blogspot.com

rd mengatakan...

Untuk Bank War
Iyo bener Bank War, gossip di warung sebelah memang seperti itu adanya....
TTBM = Tebak-Tebak Buah Manggis

Biasalah namanya gossip, kalau digosok makin sip..... hehehehhehe

Untuk Bank Nung,
Ada kok beberapa anak kampung yang sudah pernah ketemuan sama akoe. Ada tuh Bank Nukman...aku pernah beberapa kali ketemu, dan pernah juga ditraktir ngopi capucino sama beliau.

FYI, aku dan Bank Nuk itu sama-sama mantan wartawan majalah Swa.

Lalu aku pernah juga ketemuan sama Nyonya Bank Al (sebelum menikah sama beliau), dan Mbak Asrini Wiranti.

Kebetulan keduanya adalah adik kelasku jauh di Namche...

rd

eshape waskita mengatakan...

tambahan tentang soto kudus jaya :

dulunya warung soto kudus jaya ini adalah warungnya para pekerja yang ngerjain proyek jalan tol dari arah cawang ke priok (DI Panjaitan), jadi dindingnya ya masih seng dan demikian juga atapnya (ini cerita dari mulut ke mulut, keakuratannya masih bisa dipertanyakan)

letaknya dari cawang arah priok sebelah kiri jalan, setelah persimpangan ke arah kali malang (bekasi)

biasanya yang pesan langsung ngomong begini; "soto campur dua" (jadi langsung pesan dua mangkok, karena ukuran satu mangkok belum cukup mengenyangkan

atau bilang begini; "soto campur satu", kemudian sebelum habis, dia bilang lagi;"tambah separo", nah katanya soto satu setengah porsi ini bayaknya (kuantitasnya) sama dengan soto dua porsi, tapi harganya cuma 1,5 porsi

yang lain bilang begini; "soto pisah satu", nah yang ini biasanya dia nambah lauk di piring aja, soalnay nasinya sudah banyak banget tuh (kalau soto dan nasi dipisah)

buat KangBono™

Satenya namanya Sate Blora Cirebon, samping kirinya ada service komputer, pengetikan, dll

Cerita dari mukut ke mulut, sate ini sudah ganti pemilik sehingga makin laris (memang rasanya di atas rata-rata)

salam

eshape