Sabtu, Agustus 02, 2008

Komunikasi

Jaman internet ini sungguh sangat sulit dijumpai adanya orng yang masih gaptek tentang internet di lingkunganku. Apalagi aku kerja di bagian Biro Sistem dan TI, otomatis semua orang yang berteman denganku adalah orang yang mengerti serba banyak maupun serba sedikit tentang sistem atau teknologi informasi.

Di rumahku, mulai anakku yang umur 8 tahun sampai yang kelas 3 smp, semuanya sudah sangat familiar dengan internet. bahkan LiLo, yang saat ini umur 8 tahun, sudah bermain internet sejak 2 tahun lalu.

Lucunya, ibunya anak-anak yang dulu rajin kursus komputer ketika masih mahasiswa “gaptek”nya juga luar biasa.

Ketika dia pergi ke Jepang, maka disaat teman-temannya asyik main komputer, baik untuk komunikasi via email ataupun chating (YM), maka istriku terpaksa harus nyari telepon murah untuk dapat komunikasi dengan keluarganya.

Biaya komunikasi yang begitu mahal harus terbuang gara-gara gaptek internet. Coba dia pakai YM untuk komunikasi dengan rumah, pasti murah meriah dan memuaskan.

Namun dibalik semua itu, dengan senyum ikhlas yang selalu terkembang, maka banyak manfaat yang didapat, yaitu kesadaran bahwa “gaptek ternyata memang sangat merugikan!”

Rekor Milis UGM


Bulan Juli milis kampung ugm telah menembus angka fantastis, yaitu >2.000 postingan per bulan.

Bila kondisi ini terus dipertahankan, bukan tidak mungkin bulan Agustus ini akan lebih dari 3.000 posting per bulan.

Jangan-jangan malah bisa didaftarkan di MURI nih. Tinggal nyari siapa yang mau jadi volunteer untuk merangsang pertumbuhan posting dan ndaftarin ke MURI.

Rumus untuk jadi kompor sih kayaknya mudah banget tuh. Tinggal kirim posting tentang SARA, pasti akan ramai orang menanggapinya.

He..he..he.. ini usulan cemerlang atau ide yang gak gokil babar blas ya…?

Keep smilling…!:-)

Speedy

LiLo, anak bungsuku yang masih kelas 3 alias baru 8 tahun selalu nanya-nanya terus,”kapan tanggal 1-nya ya pak?” atau “tanggal 1 Agustus itu hari apa ya pak?”.

Biarpun telah berkali-kali dijawab, tetep saja dia nanyain terus tiap ketemu aku. baik sebelum berangkat kantor, sepulang kantor ataupun menjelang tidur.

Selidik punya selidik, ternyata dia pingin surfing internet untuk mencari gambar-gambar kesukaan dia. Memang sih ada tugas dari sekolah untuk nyari gambar, tetapi biasanya dalam perjalanan pencarian itu, LiLo suka juga nge”save” gambar-gambar kartun favoritnya.

Bulan Juli kemarin memang bulan yang penuh dengan euforia berselancar di dunia maya. baru beberapa hari surfing, ternyata quota 1 GB sudah terlampaui. Akhirnya terpaksa pemakaian dibatasi.

Ternyata meskipun sudah dibatasi, pemakaian internet di rumah bisa masuk “muri” tuh. habis hanya beberapa jam saja sudah ngabisin ratusan mega. Kayaknya kecepatan speedy yang kenceng dan banyaknya file yang sengaja maupun tidak sengaja terdownload membuat penggunaan internet jadi melonjak drastis. Akibatnya turun keputusan darurat perang, “dilarang berinternet sebelum tanggal 1 Agustus 2008!”

Bulan depan, kayaknya harus ganti ke paket unlimited nih…

Tetep senyum dengan ikhlas dan bersama-sama mengucapkan,”Insya Allah. Amin.”

Indahnya Berbagi (nasi)


Futsal sudah jadi mode di kantor. Pada demam main futsal, sampai-sampai diumumin di lift. Wah, pasti rame banget di hari latihan rabu depan.

Abis subuhan di masjid ama LiLo, aku nyoba latihan main bola di halaman belakang rumah. Itung-itung pemanasan, setelah sepuluh tahun nggak main bola lagi. Eh, ternyata belum 3 menit udah ngos-ngosan, padahal udah ngajak Lita untuk nemenin.

Alhasil ketika Lita sudah siap, akunya yang nggak siap. Udah capek.

Namun ketika Luluk ikut-ikutan main bola, aku jadi tertarik dan kembali ke halaman belakang untuk main bola bertiga.

Jadi meriah donk hari libur ini. Apalagi ketika LiLo ikut nggabung. Wah, biar nggak bisa nendang bola, tapi semangat "jatuhnya" luar biasa. Puncaknya ketika LiLo dijadiin sasaran tembak.

Langsung aja dia pasang muka ngamuk. Acara balas dendampun berlangsung, dan aku lumayan kena tendangan bola kerasnya.

Acara main bola selesai ketika Lita kesakitan gara-gara LiLo ngelempar bola pas kena di kepalanya.

Selesai main bola kita makan-makan. Walah, ternyata lupa tadi baru" nyupir" (nyuci piring) dan mbersihin tempat masak nasi dan belum sempat ngisi beras di tempat itu.

Terpaksa beli nasi uduk dan dimakan  rame-rame. He..he..he.. dimana ada masalah, pasti ada jalan keluar. Yang ini enak banget deh jalan keluarnya.

Asyiiiiiiiiiik ......... makan satu piring berempat.

Kuncinya, ikhlas dan selalu tersenyum menghadapi segala masalah. Seberat apapun masalah itu, pasti ada jalan keluar, dan kondisi yang kita terima saat ini pasti adalah yang terbaik yang diberikan oleh Tuhan saat ini.

Insya Allah, aku selalu dapat menjadi hambaNya yang pandai bersyukur.
Amin.

Jumat, Agustus 01, 2008

Kiyai Dzarkhoniiy (lagi)

Jumat pagi berangkat agak siangan, ada acara telat bangun dan nelpon istri pakai kartu XL baru (sampai puaaaaaaaaaaassss!:-). Ternyata perjalanan ke kantor tetap 1 (satu) jam. Bedanya lokasi macetnya yang berubah.

Untuk sampai ke pintu tol, yang biasanya sekitar 10 menit, ini berubah menjadi 20 menit. Abis itu begitu masuk tol Cikarang Jakarta, lihat mobil Daihatsu Xenia yang terkapar (2 penumpang cewek tergeletak dan 3 orang lainnya kelihatan masih bisa bergerak-gerak).

HP N73ku kelamaan proses "on" cameranya, jadi nggak sempat ngambil gambarnya. Lelet bener nih N73.

Lalu lintas langsung mulai macet di belakangku, tapi di depanku lancar banget. Macet lagi ketika mendekati masuk jalan tol dalam kota.

Kebiasaan jelek mereka yang mau ke tol dalam kota adalah mengambil lajur kiri, yang mestinya menjadi hak mereka yang ingin ke cawang atau UKI.

Begitulah kalau kita suka mengambil hak orang lain, maka akan banyak orang yang tanpa sengaja mengumpat mereka. Biarpun senyum sudah dikembangkan, tapi tadi kan sempat jengkel juga? Artinya, aku belum siap untuk menjadi ikhlas 100%, masih berusaha untuk itu.

Disini aku juga diingatkan, beapa mudahnya menjadi Kiyai Dzarkhoniiy aliat NATO, hanya bisa ngomong tapi begitu melaksanakannya, ternyata nggak cocok dengan ucapannya.

Acara di TV yang memuat tokoh-tokoh politik kita yang ngomong begitu indah bin menarik, makin lama makin tidak menarik lagi. Terlalu banyak diantara mereka yang kemudian ternyata berbuat lain daripada yang mereka omongkan.

Sepanjang perjalanan ke kantor juga menjadi salah satu bukti tidak konsistennya aku tentang penyelamatan bumi. Mobil berAC yang kunaiki sendirian jelas suatu pemborosan energi, meskipun aku mendapat manfaat dengan tiba selalu tepat waktu ke kantor, tapi sebenarnya aku sudah melakukan pemborosan pemakaian sumber daya alam.

Mungkin aku harus kembali naik angkot agar bisa kembali bertemu dengan kawan-kawan yang begitu ramah, saling berbagi dan saling senyum. Ada sih yang nggak begitu, tapi semua kuanggap begitu, sehingga aku selalu merasa nyaman jika naik angkot.

Atau sebaiknya, kadang naik angkot kadang naik mobil sendiri ya.. (kok nggak ada ya kawan di Cikarang yang jam berangkatnya sama denganku...!:-).

Ya Tuhan, tunjukkanlah yang benar sebagai hal yang benar dan berikanlah aku kekuatan untuk melaksanakannya.
Amin.