Tampilkan postingan dengan label menjelang ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menjelang ramadhan. Tampilkan semua postingan

Minggu, Agustus 31, 2008

CuCi SePeDa




Setelah melalui tahapan penyemprotan dengan WD-40, cuci pakai sabun, ganti sadel dan selebor, maka sepeda yang sudah lama nganggur ini kembali dapat beraksi kembali.

Mumpung suasana bulan Ramadhan, maka segala hal perlu dikerjakan agar tidak larut dalam dosa, yang sering nggak terasa tahu-tahu sudah dilakukan. nGegosip, misalnya, begitu mudah muncul dan berkembang, padahal itu bukan perbuatan baik.

Minggu depan, siap-siap untuk memperbaiki sepeda satunya. Sepeda jenis tandem yang satunya perlu diperbaiki agar kalau bepergian bisa goncengan.

Jadi inget dulu berduaan sama istri sepedaan di Kediri. Perlu dicari lagi nih foto-foto jadul pas sepedaan, agar kenangan lama yang begitu ceria tidak begitu saja ilang. Kenangan manis je...!:-)

Sambil tersenyum, akupun menutup blog ini untuk persiapan makan sahur besok.

Sabtu, Agustus 30, 2008

Spirit of RaMaDhaN


Setiap aku jadi instruktur, entah kebagian pagi hari, siang hari ataupun sore hari, selalu kucoba awali dengan salam,"Selamat PAGI!"

Maksudnya, agar peserta (audience) tetap punya semangat pagi meskipun badan -mungkin- sudah loyo. Dengan selalu membawa semangat pagi dalam setiap kegiatan, maka semua masalah sudah tinggal menunggu "perginya" saja.

Malam Minggu, sehabis maghriban di Masjid Mekar Indah, LiLo diajak temen-temennya untuk pawai menyambut ramadhan. Kuiyakan permintaan LiLo untuk ikut pawai, kebetulan ada kawan (pak Ary) yang ngajak untuk ikut pawai ini.

Karena LiLo tidak punya kelompok pengajian, maka bajunyapun jadi nggak seragam sama kelompok kawan-kawannya. Alhasil LiLopun ikut pawai, meskipun jalannya disamping mobil satpam di posisi paling depan bukan gabung di barisan masing-masing kelompok pengajian.

Tahun ini lebih meriah dibanding tahun lalu, kata beberapa kawan yang ikut menyaksikan acara pawai ini. Mungkin karena ada peserta yang datang pakai mobil angkot (artinya bukan jamaah masjid MI), sehingga suasana terlihat sangat meriah.

Awalnya cukup membuat macet simpang tiga dekat perumahan Mekar Indah, karena bertemu dengan drum band yang diadakan oleh kelompok masjid yang lain, tapi tidak ada kendala, perjalanan pawai boleh dikata sangat lancar, sehingga sebentar kemudian sudah sampai di depan Multiplus untuk istirahat dan melihat salah satu panitia menyulut mercon (roket).

Awal yang bagus, semoga memang bulan ramadhan yang ini bisa membakar semua dosa kita dan diterima semua amalan baik kita.

Insya Allah. Amin.






Rabu, Agustus 27, 2008

Samarinda (02)

Malem-malem "hunting" keripik singkong di gang-gang sempit. Mobil papasan sulit tapi tetep aja kita nekad masuk sesuai arahan dari penelpon di ujung telepon.

Akhirnya sampai juga di lokasi.

Sudah ada 3 tamu dengan wajah angker di dalam rumah penjual keripik singkong itu. Dari penampakan wajahnya, kayaknya mereka tetua kampung. Sudah sepuh-sepuh dan nampak agak tegang, seperti menunggu suatu permasalahan yang harus dibahas dengan pemilik rumah.

Wah, sebentar lagi aku akan mendengarkan diskusi antara tetua kampung dengan pemilik rumah dalam bahasa Samarinda nih.

Tak lama berselang, bener ... keluarlah pemilik rumah, yang ternyata sudah sepuh juga. Suasana yang tadinya tegang langsung mencair. Wajah-wajah sepuh itu begitu pada ketawa hilang sudah keangkerannya.

Yang bikin lebih cair lagi adalah bahasa yang mereka gunakan. "Boso jowo dab...!"

Jadi merasa di Medan saja nih. Biarpun jauh dari pulau Jawa ternyata mereka aslinya juga dari Jawa. Pemilik rumah aslinya Madiun, dekat dengan asal ibuku Pacitan.

Dialog yang mereka ciptakan terasa menyayat hatiku. Rupanya mereka sedang mencari donatur untuk buka puasa di mesjid.

Ya Tuhan, dimana sih para remaja kita. Tidak di Surabaya, Jakarta ataupun Samarinda, semua kegiatan akhirat itu gak lagi disentuh oleh remaja kita. Hanya para orang sepuh yang sudah bau tanah yang rajin meramaikan masjid.

Pergaulanku yang sempit membuat aku berpikiran begitu. Semoga di belahan kegiatan yang lain, masih banyak remaja yang rajin meramaikan masjid.

Insya Allah. Amin.