Jumat, Januari 11, 2008

RODA SUHARTO

Ketika SD, mataku selalu berbinar-binar bila ada yang bercerita tentang kehebatan RPKAD. Peristiwa G30S PKI sungguh selalu memunculkan heroisme versi Suharto, dan aku sangat menikmatinya.

Sang Jenderal yang suka tersenyum itu membuat aku sangat terkagun-kagum. Kepiawaiannya dalam berdialog dengan masyarakat bawah (petani), membuat acara itu sangat kunikmati. Sangat menyentuh dan sangat merakyat. Sang pemimpin tertawa-tawa dan sang rakyat ikut tersenyum bangga, karena menjadi bagian sentral dari lakon klompencapir.


Hari ini, Suharto telah menghabiskan 100 juta untuk biaya perawatan 8 hari di RSPP. Jumlah yang lumayan besar (apalagi bagiku), tapi tetap akan ditanggung oleh keluarga Suharto, demi kesehatan dan kesembuhannya.


Begitulah dunia berputar, dulu hebat sekarang bisa jadi sudah tidak hebat lagi, atau tetap hebat tetapi di sisi lain dari sisi tempat dia dulu. Suharto yang dulu begitu disegani, sekarang terlihat terkulai lemah didorong-dorong oleh para perawat.


Tidak ada lagi kegagahan sang Jenderal yang selalu tersenyum.


Roda kehidupan memang begitu, kadang di atas dan kadang di bawah.


Jadi kalau saat ini kita sedang ada di”bawah”, maka percayalah suatu saat kita akan berada di”atas”.


Nah, kalau sampai bertahun-tahun kita kok tetap di “bawah”, mungkin rodanya sedang “macet”.


Berpikirlah positip, maka biarpun di bawah, kita akan merasa sudah di atas, dan selalu siap, siapa tahu besok kita ada di bawah.


Siapkan bekal sebelum sang Maha Kasih memanggil kita dalam kasihNya. Semoga kita termasuk mereka yang mendapat syafaat dari Muhammad SAW.Amin.


Data gambar :

2 komentar:

cahyo mengatakan...

dari beberapa berita, kok katanya ditanggung APBN ya biaya sakitnya pak harto ini ? :-(

3k0 eSHaPe mengatakan...

seathu saya semua biaya memang ditanggung apbn, sesuai aturan terhadap mantan presiden,
tapi kalau ada biaya yang tidak tercover, misalnya biaya kamar tambahan, ruang khusus keluarga, dll itu yang mestinya ditanggung keluarga sendiri
(tapi apa iya ya ditanggung sendiri?)

cuma, kalaupun ditanggung sendiri, duitnya masih banyak kok.....

aku hanya trenyuh melihat, orang segagah itu, kalau sudah dekat waktunya jadi begitu rapuh...