Selasa, Januari 08, 2008

Leo Kristi

Beberapa lagu Leo Kristi menurut Mas Santosa.

Nyanyian Tanah Merdeka (Album 'Nyanyian Tanah Merdeka', lagu patrotik ini ditutup ketukan lyrabell memainkan mars 'Maju Tak Gentar')

Pojok Kafe Simpang Lima (Lagu romantis dari album 'Nyanyian Cinta' .. 2 sejoli beranda-andai jalinan cinta mereka berlanjut hingga kaki-nini)

Roda Pedati (Lagu pendek dari 'Nyanyian Malam' ini favorit anak saya .. he-he)

Sayur Asam Kacang Panjang (Lagu pembuka di album 'Nyanyian Tambur Jalan' .. ada kearifan khas orang kecil. Dengan sekotak wayang mereka yakin bisa untuk bekal sepanjang hidup. Mereka percaya hari esok akan panjang.)

Solus Aegroti Suprema Lexest (Kata Latin ini motto Rumah Sakit Darmo Surabaya [bener ora Dab Penyo?}. Inspirasinya, aku Om No, didapat saat ia berteduh di sana karena kehujanan. Artinya, keselamatan orang sakit adalah hukum paling utama. Lagu ini ada di album 'Ny. Malam'.)

Sudut Jalan, Surabaya 1979 (Dari 'Ny. Tambur Jalan' .. full suara pengamen jalanan. Apa maksudnya ditampilkan? Sekadar mengingatkan bahwa dulu (1979) di Surabaya, meski kota no. 2 di tanah air, pengamen tradisional masih meramaikan sudut-sudut jalannya?)

Umi Muda Serambi Tua (Dari 'Ny. Cinta'. Lagu ini menurut Om No ditulis di Bondowoso, inspirasinya dari kembaranya di daerah tapal kuda. Kata Om No, umi (nama orang) ini sama dengan yang ia sebut di 'Roda Pedati')

Ana Rebana (Ini lagu pembuka 'Ny. Cinta'. Ditulis Om No di tempat loakan Haji Sukri (Surabaya), bercerita kehidupan pengamen di Pulau Garam.)

Bedil Sepuluh Dua Jelang Empat Puluh Tahun Merdeka (Dari 'Ny. Tambur Jalan, isinya semacam kontemplasi, perasaan si aku menjelang tibanya hari keramat 17-Agustus)

Di Deretan Rel-rel (Dari album 'Ny. Fajar' ini lagu wajib setiap pentas Om No. Isinya romantika di kereta ekonomi. Katanya lagu ini tercipta di atas gerbong antara Yogya - Solo.)

Lenggang Lenggong Badai Lautku (Pembuka album 'Ny. Fajar' ini sebenarnya lagu sedih. Nelayan melaut dan kembali hanya perahu, hanya nama.)

Lewat Kiara Condong (Saat lagu di 'Ny. Tanah Merdeka' ini ditulis, Kiara Condong [nama stasiun di Bandung] masih sepi, masih terhitung pinggiran. Om No menanyakan kaitan sila ke-5 dengan kapan anak-anak yang ia lihat bisa melambaikan buku dan pena di tangan)

Minna Minkum (Lagu penutup album 'Lintasan Hijau Hitam', Berkisah tentang Nusantara dalam bahasa simbol.)

Nyanyian Fajar (Judul ini sama dengan nama albumnya. Menyingsingnya fajar adalah terbitnya harapan baru. Fajar terbit di hati gadis di sawah, fajar pula yang mengiringi langkah gerobag sayur.)

Nyanyian Malam (lagu senama dengan albumnya ini salah satu lagu Om No paling populer. Dulu di acara 17-an tingkat kelurahan, panitia lomba folk song kerap memasangnya sebagai lagu wajib. Inspirasinya dari LFC Surabya yang punya pagar besi setinggi 1,5m (5 kaki).)

Nyanyian Pantai (lagu melodius lain di 'Ny. Malam'. Bagi yang suka dengan pantai, deskripsi lagunya mewakili apa yang dicecap penglihatan.)

Begitu kata mas Santosa dari Sangatta

7-januari-2008 (dimuat di milis civeng)

Sumber gambar :

http://i177.photobucket.com/albums/w221/musiklawas3/nyanyian_fajar.jpg

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Leo Kristi adalah penyanyi yang aneh, tapi kok banyak yang senang ya.

sambada mengatakan...

lagu lagu Leo kristi hanya dapat difahami oleh manusia manusia bening hati, halus rasa, dan memerlukan kecerdasan nurani .

Anonim mengatakan...

sayang di internet banyak yang pamer dan tidak mau berbagi dengan yang lain, padahal kalau suruh bayarpun mau he he h e