Rabu, Desember 10, 2008

Pesta Daging Kurban

Idul Adha seperti hari ini, di Indonesia dan negara mayoritas muslim lainnya banyak orang (nggak kaya nggak miskin) yang berpesta daging kurban, entah sapi, kambing, domba bahkan unta. Memang hari raya ini dimaksudkan agar setiap orang bisa saling berbagi satu sama lain. Orang-orang bersuka cita dengan daging korbannya masing-masing. Banyak suguhan masakan yang disajikan, di Indonesia ada tongseng, gulai, sate, dll. Aku sendiri merasa senang karena sudah kenyang mencicipi masakan kambing buatan ibu. Siang tadi kami memasak tongseng dan sate kambing, meskipun sedikit rasanya tetap puas.


Sedikit cerita tentang hari raya idul Adha tahun ini. Sepertinya imbas krisis global ikut terasa dampaknya. Aku banyak menemukan di sekitar, banyak tetangga yang ikut berkurban tapi hewan kurbannya tampak kurus dan mengenaskan. Beberapa orang nekat malah mencoba berkurban anak kambing, tega banget deh. Kalau aku sih nggak tega untuk menyembelihnya, hidup hewan itu udah susah ditambah susah lagi, kasihan banget. Harusnya kalo emang uang sedang mepet, iuran aja untuk beli hewan kurban yang layak. Jangan nekat untuk mengorbankan hewan yang kondisinya mengenaskan seperti itu. Dunia ini memang tambah gila dan ada-ada saja. Tapi ada satu yang nggak berubah, yaitu acara masak-memasak yang tetep seru.


Acara masak memasak kadang sampai membuat terlena. Beberapa orang yang masak gila-gilaan seperti mau disantap semuanya. Gizi yang didapatkan dari daging kurban yang telah diolah seharusnya bisa dikontrol. Kalo nggak dikontrol bisa-bisa kelebihan gizi alias jadi gemuk. Untuk daging jenis kambing memang banyak yang bermasalah dengannya. Orang yang kena darah tinggi (hipertensi) pantang makan daging ini, jadi harus hati-hati. Tetanggaku ada yang mati muda karena menyepelekan penyakit darah tingginya dan menyantap daging kambing. Pokoknya bolehlah berpesta, asalkan bisa mengontrol nafsu makan. Disaat semuanya tersedia, memang orang jadi lupa diri. Untung tadi tidak semua daging kurban kami olah, sebagian disimpan untuk dimasak lain waktu. Perut aku saja saat ini sedikit-sedikit mulai membuncit.


Inget juga untuk terus berbagi, kadang-kadang distribusi daging kurban tidak merata. Masih ada saja orang yang harus berjuang berdesak-desakan untuk bisa mendapatkan daging yang harusnya banyak tersedia ini. Tadi saja di TV aku lihat betapa ricuhnya pembagian kupon daging kurban, hanya beberapa menit setelah sholat Eid. Bila ada tetangga yang masih belum kebagian, sisakan daging kurban untuk mereka. Jangan sampai menyimpan daging terlalu banyak, kalau tidak sempat diolah semua bisa jadi busuk. Ini bukan saat untuk rakus, tapi saat untuk saling berbagi kebahagiaan. Perut memang tidak ada habisnya untuk diganjal, sedikit terisi ingin diisi lagi dan lagi.


Yang jelas aku ingin mengucapkan Selamat Idul Adha buat semuanya saja. Jadikan momen hari raya ini saat untuk memperbaiki diri dan mempererat silaturahmi. Buat diri kamu semua bermanfaat bagi orang lain, masyarakat dan dunia. Selamat menyantap masakan daging kurban masing-masing juga. Bila punya resep masakan yang bisa dibagi, bolehlah aku ingin tahu. Sebenernya aku juga pengen bagi-bagi resep makanan, tapi udah lupa cara masak nih. Oh ya, buat temen-temen yang jauh di luar negeri sana, bagaimana suasana Idul Adha di tempat tinggal km? Sama nggak dengan yang di Indonesia? Take care all.


ITISRAMA.COM

[ditulis oleh ponakanku]

2 komentar:

Lyla mengatakan...

kambingny akok di warna warni punggungnya hehehe... oya selamat hari raya idul Adha ya mas... maap telat ngucapinnya :)

Pasang Iklan mengatakan...

duh...
ko malah jadi kacau begini yah...
niatnya ingin mendapatkan daging qurban secara gratis..
ko malah jadi ricuh sih...

sungguh suatu ironi yang sangat tidak kita inginkan...
apakah setiap ingin mendapatkan sedekah atau daging qurban harus seperti ini???

sungguh tidak masuk akal.
seharusnya panitia pelaksana sudah bisa memastikan bahwa dampak kericuhan ini akan terjadi.
apakah para panitia tidak berkaca dari kejadian2 yang lalu...
seperti pembagian zakat pada hari raya Idul Fitri.
seharusnya penitia bisa menanggulanginya dengan cara yang lebih baik.

memang terlalu banyak dinegeri kita ini orang yang kurang mampu.
tapi apakah dengan cara seperti ini mereka harus mendapatkan daging gratis???

semoga saja kejadian saat ini bisa memberikan pelajaran bagi para panitia pembagian sedekah zakat atau daging qurban.
agar dikemudian hari kita tidak mendengar lagi berita tentang kericuhan seperti ini. Amin

Iklan