Jumat, Agustus 05, 2011
SMS (setiap Minggu Sepedaan) ke Kraton
Kebetulan beberapa peserta SMS kali ini memang banyak yang bergelar profesor, jadi aku tidak tahujuga yang disapa profesor yang mana. Akhirnya ya aku hanya menduga-nduga saja. Aku tenggelam dalam lezatnya soto kadipiro, setelahmengayuh sepeda dari Mie Sehati ke Kampus dan balik lagi ke Soto Kadipiro yang hany abeberapa ratus meter dari mie sehati.
Pagi ini, seperti biasa aku ditemani mas Lilo yang memang sangat setia mendampingi kemanapun bapaknya bersepeda. Tak peduli bapaknya sudah kecapekan, Lilo tetap saja semangat mengajak bapaknya untuk rajin olah raga.
"Bapak kalau berhenti jangan megangi sepeda terus", kata Lilo ketika melihatku tetap di atas sepeda saat kita berhenti mengayuh sepeda.
"Lihat pak, lari-lari, naik turun tangga atau apalah, biar tambah sehat dan perutnya tidak gendut!", Lilo terus saja menasehatiku sementara aku tetap hanya bisa tersenyum melihat tingkah polah lucu Lilo.
Alasanku tetap di sepeda, pertama sepedaku memang tidak ada standardnya, sehingga tidak bisa dilepas, harus selalu dipegangi atau disenderkan ke tembok. Yang kedua, aku memang capek.
"Bapak itu harus banyak bergerak, biar sehat", kembali Lilo menasehatiku. Tidak juga bosan Lilo memberi nasehat padaku. Kadang aku mendengarkan nasehatnya, kadang bosan juga dengan nasehatnya.
Saat aku bosan, akupun jadi berpikir. "Jangan-jangan anak-anakkupun kalau mendengar nasehat dariku bosan juga ya?"
Beberapa kali bersepada dengan keluarga, anak-anakku yang cewek sering tidak mau lagi menemaniku bersepeda. Alasan mereka macam-macam. Mulai dari acara sekolah, sampai alasan teman-teman sepedaanku yang sudah banyak dan tua-tua.
Akupun tidak mau memaksa mereka. Biarlah mereka ikut sepedaan denganku kalau mereka berminat, jangan sampai aku memaksakan keinginanku untuk bersepeda tapi membuat mereka jadi menderita. Untunglah mas Lilo tetap setia menemaniku bahkan tidak segan-segan memberi nasehat olah raga padaku.
Melewati Kraton, para pesepeda sudah tinggal sedikit. Beberapa lamgsung pulang setelah kekenyangan soto di kadipiro. Lilopun kembali berlarian dan melompat-lompat di lapangan yang luas ini.
Hidup ini memang indah kalau kita menikmatinya. kadang kita lupa mensyukuri nikmat Tuhan, sehingga hidup jadi terasa menjemukan dan penuh dengan ketidak pastian. Saat bersepeda, bersenda gurau sepanjang jalan adalah saat yang membuat hidup ini menjadi sangat indah. Senyum merebak dimana-mana dan duniapun ikut tersenyum bersama kita.
Terima akasih Tuhan atas semua nikmat yang telah kau limpahkan pada diriku, keluargaku dan pada teman-temanku.
Sabtu, Juni 04, 2011
SMS : Setiap Minggu Sepedaan
Diawali dengan acara glenak glenik sepedaan alumni UGM, akhirnya yang paling rajin datang adalah alumni dari teknik sipil dengan S3GAMA-nya.
Provokator utama jelas mas MBR Mitrabani ditunjang oleh tenaga muda yang banyak kawannya, mas Robby mantan ketua Waterplant Community.
SMS minggu ini acaranya menarik banget karena akan finish di MieSehati. Seperti biasanya start dari Gelanggang Mahasiswa UGM. Kumpul jam 06.00 dan kemudian ngobrol ngalor ngidul sebelum akhirnya dianggap lengkap dan mulai ada yang memimpin para pesepeda Alumni UGM ini.
Hari Jumat, mas MBR mengajak untuk Gladi Resik Tour D'Sehati. "Sambil lihat sepeda Gazele punya pak Heilmy", katanya.
"Berapa orang yang akan kumpul di hari Jumat?"
"Berapapun yang kumpul tidak masalah, yang penting gowes sehat sepanjang jaman!"
Begitulah, Jumat pagi jam 06.50 aku sudah nongkrong di Gelanggang Mahasiswa UGM. Sebentar kemudian menyusul mas Yuli dan mas MBR. Mas Gareng menyusul kemudian sambil pamer celana sepeda barunya.
"Awas Tro, kalau poto celanaku diupload ke milis", kata mas Gareng yang celananya sempat dijepret sama mas MBR.
Pembicaraan jadi seru ketika sepeda Gazele ikut masuk pelataran Gelanggang Mahasiswa UGM. Sampai akhirnya acara nggowespun lupa dimulai. Semua orang asyik memperhatikan sepeda Gazele ini.
Mulai dari sadelnya, lampu depan maupun belakang dan asesori bawaan khas Gazele.
Setelah puas motret Gazele, akhirnya menuju rumah mas Edi Ciak dan dilanjutkan dengan sarapan di depan RS Panti Rapih. Mulailah camera BB beraksi dan fotoku sukses diulpoad ke grup BB.
"Inilah penggunaan kaos Kagama Divisi Virtual di acara SMS"
Setelah kekenyangan baru terasa panasnya duduk nongkrong di depan Panti Rapih. Lokasi ngobrolpun dipindah ke lapangan Pancasila.
Akhirnya panas matahari yang menyengat membuat lapangan Pancasilapun ditinggalkan.
Sampai ketemu hari Minggu di acara Sepeda Tour D'Sehati. Salam sehati.
Kamis, Maret 24, 2011
Nikmatnya Jalan sama anak-anak
Selesai menonton acara bola langsung tancap ke kampus UGM Bulaksumur. Cuaca yang cerah dan hati yang berbunga-bunga membuat rasa capek tajk pernah mampir.
Saat aku pesan minuman sari tebu, maka Luluk dan Lilo pesan yang lain. Selera anak-anak memang selalu berbeda dengan ortunya. Mereka memilih ice Cream.
Di depanku duduk, banyak orang duduk dengan pikirannya masing-masing. Ada yang terlihat asyik ngobrol dan ada juga yang terlihat raganya disini tapi hati dan pikirannya entah kemana.
Sementara itu aku lebih memilih nonton kapal laut mini, semua ini mengingatkan aku akan masa-masa kapal mini ini selalu dipunyai anak-anak seusiaku saat itu. Masa lalu yang pahitpun terasa indah kalau sudah jadi nostalgia seperti ini.
Setelah puas minum perjalananpun dilanjutkan ke arah sdelokan mataram. Di depan Fakultas Perikanan, Luluk dan Lilo mengajak berhenti. Ternyata ada yang menarik perhatian mereka.
Hanya sebentar saja Luluk melihat lokasi bergambar komik Jepang dan kemudian sudah berbalik lagi.
"Pak Boleh.......?"
"Boleh..!"
"Hmmm....harganya mahal tapi,,,"
"Boleh pilih. Gramedia atau disini. Bagaimana?"
"Disini saja", sahut Luluk mantap
Aneh juga Luluk kali ini. Biasanya kalau ingin sesuatu terus disuruh milih, maka pilihan selalu jatuh ke Toko Buku. Kenapa kok sekarang gak milih ke toko buku ya?
Ternyata Luluk membeli boneka kesayangannya. Pantes saja toko buku dikalahin.
Akhirnya perjalanan dimulai lagi setelah Luluk selesai dengan bonekanya. Jam 08.00 pas sampai di Toko Buku Gramedia dan langsung parkir sepeda.
"Masuk saja, gak usah pakai karcis. Yang njaga belum datang". begitu kata pak Satpam.
Ya sudah kamipun masuk. Beli buku untuk Lilo dan peralatan tuner gitar untuk Luluk. Beli juga tali skipping dan barbel untuk variasi olah raga..
Sampai rumah langsung bergabung dengan pelatihan Mie Sehati. Peserta pelatihannya sangat ideal, 10 orang.
Dengan jumlah peserta sebanyak ini, maka peserta akan bisa menerima dengan baik apa yang diajarkan dan sang instrukturpun tidak terlalu memaksakan diri dalam mengajar.
Hari Minggu, 20 Maret 2011 inipun berlalu dengan manis.
Senin, April 14, 2008
Ke"hangat"an mas Roy Suryo
Bagaimanapun, kita (alumni UGM) telah dikaruniai seorang RS yang telah di"cap" sebagai salah satu pakar IT, yang paling "kontroversial".
Perseteruannya dengan para blogger, masih terus memanas, karena memang kedua belah pihak saling merasa yang paling benar.
Masyarakat awam, yang telah "kebacut" memberi merk pakar IT pada mas RS, tentu makin bingung, karena ternyata banyak pakar IT lain yang tidak setuju dengan kepakaran mas RS.
Di kalangan para blogger, pasti sebagian besar sudah antipati dengan kepakaran mas RS. Di blognya mas Wibisono hampir semua komentar isinya anti RS, minimal bersikap netral. Saat tulisan ini dibuat, belum ada yang pro terhadap kepakaran mas RS.
Judul postingan mas Wibisono memang cukup eye cathing,"Roy Suryo: Membuat Blogger Positif Untuk Indonesia". Apalagi postingan ini ngelink ke berita di detik dot com dengan judul "Roy Suryo Sesalkan Hanya Sedikit Blogger Vokal Datang Berdialog".
Nah, kedua judul tersebut, pasti memperpanas suasana yang sudah panas. Kalau kita baca isi postingan itu, maka alasan mas RS yang memojokkan wartawan (pers), bukan tidak mungkin akan menciptakan perang babak baru antara RS dengan kalangan Pers.
Apapun yang terjadi, saat ini para blogger telah bersatu padu, jadi mas RS telah berjasa untuk menyatukan para blogger. Meskipun sebenarnya akan lebih menarik kalau ada blogger yang pro RS.
Ada gak ya situs yang pro sama RS, biar beritanya berimbang gitu.
Salam
.....
Rabu, Maret 26, 2008
Gagal Nampang di flickr
Anak-anak sendiri memaklumi permintaanku, meskipun mata mereka berkata lain. Maklum, semalem orang tua mereka pulang menjelang midninght, sehingga ada keinginan dalam hati mereka untuk bertemu orang tuanya lebih sorean di hari ini. Apalagi besok malam, orang tuanya kembali akan pulang malem lagi (ada acara pengajian Kang Jalal di kantor).
Karena mau berpose untuk flickr, maka kubawa Nikonku. Camera digital yang sudah malang melintang mendampingiku.
Siangnya, kucoba camera itu ketika mengunjungi proyek BOKER. Ternyata di proyek ini aku langsung disambut hujan yang lebat dan ketika kucoba untuk mengambil gambar, baru kusadari bahwa cameraku dalam kondisi rusak, alias gak bisa dihidupin, Kutekan tombol on/off berkali-kali, tetep saja diem gak ngaruh babar blas.
Kawan karibku yang ada di BOKER juga hapenya tiba-tiba rusak ketika dipakai untuk menelponku. Wah, ada apa ini? Apalagi ketika kubaca imil dari kawan-kawan kampung ugm.
Lho kok mereka yang sudah begitu “fixed” untuk jalan bareng dengan aku (mas Buset dan Kang Hasan), tiba-tiba mundur dari percaturan munas. Kayak kasus yang banyak terjadi di sinetron kita, tiba-tiba nggak bisa gitu (mendadak sakit, atau mendadak punya acara lain)
Sorenya. sepulang dari BOKER, aku ikut rapat Moving in Proyek Bendung Patlean (sekitar Halmahera). Proyek yang terletak di pelosok ini, ternyata presentasinya cukup canggih. Aku jadi semangat njelasin BSC untuk mereka, termasuk hubungannya dengan manajemen risiko.
Tanpa terasa badan tiba-tiba terasa capek, karena inget anak di rumah yang gak ada pembantu dan istri –yang mungkin juga akan- pulang malem.
Ketika lihat komputer dan ku”klik” icon YM dan ada bank Al yang online di YM, aku langsung kirim pesan untuk “give up”.
Yang terpikir saat itu adalah meeting yang kayaknya masih lama, anak yang dua malem gak ketemu orang tuanya menjelang tidur dan perjalanan dari Citos ke Cikarang yang "ngaluk-aluk" dan tidak jelas moda transportasinya.
Masih ada hari lain (kataku dalam hati), dan aku salut sama bank Al yang biarpun ada beberapa temen yang “give up” tapi acara tetep dilaksanakan. Sikap yang sangat baik menurutku.
Manusia berencana dan Tuhan yang akan menentukan, mana yang terbaik untuk kita. Insya Allah, munas yang akan datang bisa ikut. Amin.
Sampai di rumah, ternyata istri sudah ada sejak sore. Camera juga udah baikkan. Jadi hikmah apa yang dapat kuambil dari peristiwa ini ya?
Semoga Allah swt menunjukkannya padaku. Amin.
Salam
eshape
http://www.waskita.co.id/
http://eshape.blogspot.com/
Sabtu, Februari 02, 2008
Panser UGM 1978
Banyak nostalgia kawan-kawan CIVENG di awal tahun 1978, beberapa saya tulis disini (setelah diedit untuk memadatkan materi)
eshape :
Saat terdengar suara tembakan-tembakan dari arah gelanggang mahasiswa, kita maunya berhamburan keluar dari kelas dan bergabung dengan teman2 di gelanggang mahasiswa.
Namun dengan penuh “welas asih” pak dosen kita berkata:
“Yang demo biar demo, yang kuliah harus tetap kuliah”.
Pulang kuliah, kita mampir di gelanggan mahasiswa dan melihat bekas2 peluru yang ada di mana-mana.
Rezim itu memang menyisakan banyak kenangan, suka maupun duka, yan mengharu biru.
NWS :
Saat itu aku yang lagi kena flu berat (sampai suara serak), penasaran dan menyempatkan diri ke bundaran panti rapih, disana terlihat banyak panser.
Ketika situasinya mulai panas aku pulang naik colt kampus, sampai kost-kostan selang 1/2 jam kemudian terdengar berita bahwa teman2 yang demo termasuk yang nonton dan yang kebetulan lewat situ di obrak abrik pakai panser.
Sorenya aku periksa sakitku ke dokter di gunung ketur , kebetulan dokternya adalah kepala RST saat itu (dr Andu Sofyan, kolonel) , saya sempat nanya tentang korban yang meninggal tapi sama beliau dibantah katanya nggak ada yg meninggal. Aku sendiri sempat dituduh suaraku serak karena demo, padahal murni lagi kena flu.
Teman kost yang lain yang saya kira hilang , ternyata diciduk ramai ramai , lebih dari 2 truk dibawa ke wirogunan , sore/malam dilepas setelah mencicipi sedikit "pijat" ala militer.
MB :
Hari ke 1), tentara kelihatannya masih belum menunjukkan kebringasannya. Mereka membentuk barisan melingkar mengepung mahasiswa yang demo.
Eri Humayun membawa sepeda ontel berada diantara mahasiswa2, ditengah lingkaran pagar betis tentara, dan membentur2kan sepedanya ke panser.
Siang itu demo bubar dengan "tertib".....tentara belum ada perintah untuk ngamuk...
(Hari ke 2) Tentara (Batalyon 403 ?) dibantu Raiders (baret hijau, yang katanya didatangkan dari Srondol) mulai ngamuk...tembakan membabi buta...(dinding Gelanggang Mhs penuh bobeng2 bekas "hujaman" timah panas...mahasiswa morat marit, sebagian ditangkap, dan yg sembunyi dirumah2 dosen di bulaksumur pun dikejar dan ditangkap....... rumah dosen digeledah...suara tembakan sporadis terus terdengar.
Hari itu, Kampus UGM benar2 diserbu tentara....
Saya bisa lolos karena dpt persembunyian yang cukup aman...rumah Kol Leo Ngali jl Cikditiro....menunggu sampai situasi diluar benar2 "aman"
Waktu pulang, saya sempat melihat, mahasiswa yang tertangkap dibariskan, dijemur di halaman ex Korem Pamungkas jl jendral Sudirman. Nasib2 mereka kemudian, saya tidak tahu...yang jelas siangnya diangkut dengan truck keluar dari Korem yang sebelumnya dijadikan barak Raiders
M3 :
Terus terang waktu ada ontran-ontran 1978 itu, setelah terdengar ada tembakan, aku pulang dan ngumpet di indekosan, Blimbing-sari. Soale takut kena peluru nyasar, lagi pula waktu itu, karena berat diongkos, aku sudah diultimatum ortu buat nyelesaiin kuliah, sudah 7 tahun lebih gak lulus-lulus......... hehehe..
MZA7000 :
Peristiwa 30 th lalu itu rasanya baru kemarin, Ya Jamannya memang berbeda dengan Demo Trisakti, atau kasus kematian Munir.
Kami memang menolak Pak Harto jadi Presiden lagi karena pada th 1978 beliau sudah jadi Presiden 2 kali masa jabatan dan itupun sudah pakai Bonus Pejabat Presiden apa masih kurang?
Kita memang berbeda sikap dalam menafsirkan UUD 1945, dan setelah 20 tahun kemudian barulah diakui bahwa yang benar adalah sikap mahasiswa th 1978 dulu, bahwa pengertian dapat dipilih kembali itu adalah 2 (dua) kali masa jabatan.
Kami memang menolak Dwifungsi ABRI diterus2kan, karena sudah cukup waktunya dari tahun 1966 s/d 1978 kami ingin pemerintahan Sipil dan kalau Tentara mau masuk pemerintahan ya lepas baju militernya alias pensiun.
Tentang ada yang meninggal atau tidak, hanya Allah yang tahu wallahu a'lam bis sawab, peristiwa 27 juli saja bisa ghoib data2nya kok, dan ingat Peristiwa Tanjung Priok, pihak Militer nggak mengaku ada korban, beberapa tahun kemudian sesudah ditemukan makam dan pengadilan digelar barulah mengaku.
Rezim Suharto itu pada jamannya benar2 persis seperti FIR'AUN benar2 tangan besi dan sangat BENGIS, saya adalah satu dari ribuan saksi hidup peristiwa Maret 1978 di boulevard UGM, karena kebetulan yang memimpin demo pada saat itu, betapa ganasnya tentara yang konon diambilkan pasukan yang baru pulang dari Timor Timur, dengan BAYONET dan PELURU tajam mengobrak abrik UGM.
(komentar SS : Tentara alumni Timor Leste bila ditugaskan di lain tempat, mereka selalu terlihat lebih ganas karena mau bayar hutang .. he-he!:-)
Ada beberapa Tokoh mahasiswa yang ditangkap dan dibawa ke Semarang ada dari Fak Teknik, Ekonomi, Kedokteran, Psikologi dan Farmasi (faktanya memang ada karena ada Berita Acara Pemeriksaan Kejaksaannya) dan dari jumlah yang ditangkap maupun yang diperiksa sesudah jadi PERKARA memang terbanyak adalah Mahasiswa Teknik Sipil dan Arsitek.
Saya dan teman2 di Gerakan Anti Suharto 1977 - 1978 tidak pernah mengusulkan dan ikut terlibat dalam memilih pak Harto, SAMA SEKALI
Kami saat itu sudah berulang ulang memperingatkan tentang REZIM TOTALITER, sejak tahun 74 melalui MALARI, itu tentang penolakan terhadap kelompok Pengusaha Jepang dan China yang bekerjasama dengan Militer "MENGERUK" kekayaan rakyat.
Pak Harto memang sudah meninggal, secara orang per orang marilah kita saling memaafkan, dan ingat hanya ada 3 perkara yang ditinggalkan kalau seorang anak adam meninggal, tapi DOSA SEJARAH REZIM tidak bisa dihapus karena itu FAKTA dan dari sanalah SEJARAH ditulis untuk kepentingan anak cucu sekaligus sebagai peringatan kepada PENGUASA dan CALON PENGUASA yang kemudian sebagai PELAJARAN.
Bulan Maret 2008 besok adalah 30 th peristiwa TENTARA NYERBU KAMPUS UGM, beberapa orang akan memperingatinya bukan dengan semangat permusuhan, tapi sekedar untuk mengenang sejarah.
3 bulan yang lalu pada saat acara 50 th Perkawinan Prof Kunto Wibisono (PR III UGM pada jaman itu) di wisma Kagama bertemu beberapa mantan tokoh2 mahasiswa UGM 77-78, diantaranya ada pak Hendro Priyono (mhs S3 UGM dan Mantan Kepala BIN), Bondan Gunawan, Mensekneg Kabinet Gus Dur, Aritonang (sekarang di BPK waktu itu salah satu Ketua DEMA UGM yg ditahan) dan banyak yang lain termasuk Sutiarso Tatengkeng, hal2 tersebut diperbincangkan, apakah akan jadi realitas REUNI tsb.
MMM7271 :
Aku juga ikut-ikut demo waktu itu, cuma begitu tentara menyerbu dan menembak, jujur saja, nyaliku mengkeret, karena takut kena tembak, lalu aku lari pulang hehehehe..
DHY :
Saya tidak mengalami peristiwa Maret 1978 di Kampus UGM kita, karena waktu itu saya masih SMP, dan saya sangat menyesalkan peristiwa itu terjadi.
Yang penting sekarang bagaimana kita bisa ikut memikirkan bangsa ini keluar dari euphoria politik dan demokrasi seperti yang terjadi sekarang ini dan bergandengan tangan untuk mengejar ketinggalan sehingga kita bisa berdiri sejajar dengan bangsa 2 lain yang maju.
NWS :
Walaupun kurang berguna, nostalgia ini tetap perlu, karena nostalgia adalah bagian dari napak tilasnya para saksi "sejarah", mumpung saksi hidupnya masih ada........
Karena sejarah bisa diubah ...... oleh yang berkuasa menyiarkan sejarah.....
eshape :
Semoga apa yang ada di depan kita, dapat kita lalui dengan kondisi yang lebih baik.
Amin.








