Rabu, November 04, 2009

Hari Pertama IBF ke 29 Th 2009

"Macet nih Semanggi, terus saja, nanti kita keluar sebelum Gedung MPR", kata temanku ketika melihat kemacetan menjelang Jembatan Semanggi.

Alhamdulillah, hari pertama ini tempat parkir masih menyisakan beberapa ruang kosong di dekat gedung JCC, jadi gak perlu jalan jauh dari tempat parkir ke lokasi pameran.

Penonton yang belum begitu banyak, membuat AC di tempat pameran buku bertajuk IBF 2009 ini masih terasa dingin. Sangat berbeda kondisinya dengan lokasi Indocomtech yang tembus dari pameran buku ini.

AC sudah nggak begitu terasa, kecuali di lorong=lorong yang menghubungan hall yang satu dengan hall yang lainnya.

Ketika kawan-kawan menuju pameran komputer Indocomtech, aku menuju ruang pameran buku di sisi kanan bangunan JCC.

Kulihat stand yang ada kurang lebih sama dengan tahun lalu. Hal ini terjadi karena memang data base panitia tersimpan rapi dan dipakai sebagai acuan untuk pelaksanaan acara setahun kemudian.

Katalog pameran buku yang dijual seharga 10 ribu membuat penonton tidak banyak yang membawa katalog, sehngga banyak yang tidak tahu acara apa saja yang akan berlangsung di panggung utama.

Meski begitu secara umum penonton yang datang kali ini mungkin adalah penonton yang datang tahun lalu, sehingga mereka sudah siap duduk-duduk di depan panggung, meskipun acaranya mngkin tidak mereka pahami dengan baik.

"Acara di panggung pasti menarik, jadi apapun acaranya, kita duduk saja di kursi yang jumlahnya terbatas ini", begitu mungkin jalan pikiran mereka.




Waktu yang begitu pendek [padahal setengah hari tuh] membuat aku tidak banyak mempunyai waktu untuk melihat secara detil stand yang ada di pameran ini.

Apalagi aku harus menemani istriku, yah sekedar memberi semangat agar semangatnya terus menyala-nyala. Kuperhatikan buku pak Dhe ngeBlog laku juga. Nggak tahu juga buku itu laku karena pengarangnya atau karena ada nilai sodakoh di buku itu.



Kelihatannya hari Sabtu dan Minggu baru aku bisa puas melihat semua stand yang ada. Apalagi di stand komputer, jubelan penonton dan antusias para SPG menawarkan dagangannya membuat aku kurang nyaman menikmatinya [aslinya karena gak bawa duit, jadi hanya memendam keinginan dalam hati akan barang-barang yang begitu menawan].

Melihat deretan camera SLR yang harganya dibawah 7 juta [termasuk kelengkapan lensa 18-55 mm] membuat rasanya ingin segera ganti camera [padahal baru saja ganti, hehehe...]

Begitulah manusia itu. Dikasih satu jurang emas, masih juga nyari jurang kedua. Dikasih lagi satu jurang emas, masih juga nyari jurang ketiga. Keinginan itu baru berhenti ketika mereka mendapat jurang seukuran 1 x 2 m alias liang lahat.

Kata Iwan Fals, "Keinginan adalah sumber penderitaan.."

Benarkah?
Jawaban jujur anda silahkan disampaikan.








2 komentar:

nikolas mengatakan...

mas eko..
lagi cuti mas???

mantep acarane mas.kalau ada buku tip bikin kaya dalm sekejap beli mas yah.aku ingin jadi orang kaya mas...

mantep deh

justposting.wordpress.com

eshape waskita mengatakan...

bener mau beli?

aku punya tuh
judul bukunya Al Quran
dijamin langsung kaya dalam sekejab

syaratnya ya harus percaya pada rukun SIlam dan rukum Iman

oce?

salam