Sabtu, Mei 24, 2008

Sharing Knowledge (JTSL UGM)


Jumat pagi, 23 Mei 2008, untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki ke JTSL FT UGM, rasanya suasana "ndeso"-nya Pogung tidak begitu terasa disini. Aku nggak tahu, apa karena ini hari kuliah terakhir, jadi mahasiswa pada ngumpet atau memang hari-harinya seperti ini.
Acara sharing knowledge berlangsung sesuai harapan (menurut saya!:-), dan acara di luar itu juga berlangsung meriah.

Ide-ide yang tadinya hanya muncul di milis, sekarang kembali dilontarkan dan dicarikan solusinya.
Kerja magang, misalnya. Saat ini fakultas kesulitan untuk mencari tempat magang bagi mahasiswa sipil, sedangkan di Waskita hampir tidak pernah menolak majasiswa yang mau kerja magang.
Saat ini, bahkan banyak PT lain yang memanfaatkan fasilitas Waskita untuk bahan risetnya. ITB paling banyak masuk ke Waskita, demikian juga Trisakti ataupun UI.
Waskita sangat terbuka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, jadi siapapun yang masuk, insya Allah, kita terima dengan baik.
Saya pribadi, tentu lebih suka kalau alumni yang masuk, soalnya bisa ngomong "jorok" (hire dab, podhol2 bil poya podho mol...!:-).
Di acara itu saya dikenalkan sebagai juara lawak mahasiswa sak Indonesia, dan selama 20 tahun belum pernah menginjakkan kaki di kampus Teknik. Sedangkan di sertifikat yang saya terima nama saya telah diubah menjadi Eko Sutrisno Heru Purnomo.
He..he..he... itulah dunia, kesalahan bisa terjadi dimana saja. Tanpa ada maskud memelintir berita, maka berita sudah terpelintir sendiri, sementara saya sebagai obyek berita malah senyam senyum sendiri. Gak ada koreksi, takut yang ngasih pernyataan menjadi serba salah.
Cuma setelah saya sampai di rumah, kayaknya gak adil kalau saya gak ngasih klarifikasi.
Inilah klarifikasi saya :
1. Saya belum pernah menjadi juara lawak mahasiswa sak Indonesia, tetapi selama beberapa tahun selalu rutin mengadakan acara lomba lawak mahasiswa sak Indonesia saat ultah teknik sipil (jurinya ada pak Guno, Arwah Setiawan, Arswendo, Habib Bari, Jaya SUprana, dll)
2. Saya sudah berkali-kali masuk fakultas teknik sejak pindah di utara Sardjito. Tahun lalu (?)bahkan pernah menjadi "operator" saat nyiarin acara Seminar nasional ke radio Amerika.
3. Nama saya biasa disingkat eshape, alias Eko Sutrisno HP, alias Eko Sutrisno "Hadi" Purnomo, dan belum pernah saya rubah menjadi "Heru". Di Waskita sendiri saya sering dipanggil pak Heru, padahal orang lain biasa manggil Eko (jauh banget antara Heru sama Eko ya?)
Lucunya lagi, ada komentar dari salah satu teman mahasiswa seperti ini :

Pak Eko, akhirnya saya bertemu Bapak, ternyata Bapak orangnya kalem. Pak Eko datang jauh-jauh koq jadi moderator, padahal saya mau tanya, Bapak kan ahlinya k3, hehe semua pertanyaan pasti bisa Bapak jawab

Begitulah yang terjadi di dunia ini. Kesalahan-kesalahan kecil sering terjadi, karena Tuhan menyembunyikan keburukan kita dan kita sering suka menonjolkan kelebihan-kelebihan kita.

Salam

15 komentar:

Anung mengatakan...

"Pak Eko datang jauh-jauh koq jadi moderator, padahal saya mau tanya, Bapak kan ahlinya k3"

Berarti dia belum tahu, Mas Eko - kalo sebagai Kabag Sistem & Litbang PT. Waskita, Mas Eko juga jagoan IT.

eshape waskita mengatakan...

Ha..ha..ha... ini juga perlu diklarifikasi.

Mas Anung, pak Drajad tuh sing dadi Kabag TI di Waskita, aku kebetulan duduk di depan beliau, jadi tahu IT sedikit-sedikit (nek ora ngerti njur ngadep pak Drajad, njur dijelaske..!:-).

Aku hanya orang "kalem" yang sering dianggap orang punya ilmu ini itu, pada ilmunya ya cuma ini doang.

BTW semoga ini menjadi doa yang baik buat kita semua.

Insya Allah aku bisa menjadi ahli K3 (tenanan), menguasai IT (dengan baik0 dan memakai ilmu itu di jalan yang benar (dan direstui Allah swt. Amin).

Salam

dechi3 mengatakan...

Ternyata bung Robby juga berpendapat sama tentang Pak Eko yaitu 'kalem'.

Kapan2 bolehlah berkunjung ke markas WC yang letaknya agak tersembunyi.

But, dari sanalah sebuah perjungan bahkan strategi perang pun di garap.

Alhamdulillah, cukup untuk para WC-ers berkarya dan berekspresi.

Doakan semuanya dimudahkan dan dilancarkan oleh-Nya.

Amiii...n.

dechi3

YuYuN mengatakan...

wakaka...ternyata pak eko dan hendi ada acara di teknik..

pantas saja si kriwil nongol di kos..

wah sayang gak menyaksikan langsung, seperti apa sih kalemnya pak eko..

Bu Yeni si atraktif abis..

kalo gosip "Pak Eko kalem" itu valid berarti Pak Eko dan Bu Yeni saling melengkapi...


YuYuN

eshape waskita mengatakan...

Tak pikir mas Robby ini kayak cover boy je, ternyata setelah tumbuh jenggotnya kayak kiyai boy deh...
Mas Robby, wajahnya cocok jadi pemimpin umat deh...

Kalau saya dibilang kalem, ya mas Robby jauh lebih kalem dibanding saya. Cuma perlu ditunggu klarifikasi dari "KALEM" itu apa?

Kalau makalahnya tentang sistem, kayaknya saya yang paling banyak ngomong deh, tapi saya paling suka jadi moderator, bisa sok pinter dan sok ngatur (he..he...he... !:-)

Salam

eshape

Robby Adiarta mengatakan...

Assalamu'alaikum

Definisi Kalem: dalam keadaan tidak tergesa-gesa, santai (Diambil dari
Kamus Besar Bahasa Indonesia/Edisi Ketiga/Depdiknas/Balai Pustaka)

Ya, Pak Eko orangnya santai dan suka bercanda. Saya berinteraksi
dengan Pak Eko biasanya lewat telepon, chat, milis, email, sms dari
situ banyak anggapan saya yang berbeda setelah bertemu Bapak. Dari
telepon Bapak seperti orang yang sangat serius, dari milis Bapak
terlihat Jenaka dan sangat akrab (kekeluargaan) serta enerjik. Sebelum
bertemu Bapak dan faktor-faktor tadi saya simpulkan, bahasa tulis
Bapak (sms, email, chat, milis) layaknya sang motivator yang
meningkatkan gairah anak muda dikisahkan dengan menggebu-gebu.

Setelah bertemu Bapak ternyata penampilan sungguh jauh berbeda, Bapak
layaknya Ayah dengan kepribadian menenangkan dan mampu mengayomi
anak-anaknya. Tentunya dengan kejenakaan Bapak yang masih selalu
mendampingi.

Hehehe, saya Kyai Boy jebolan cover boy....
Pak Eko waktu ketemu bilang difoto koq tidak ada jenggotnya, tapi
tetap ganteng kan Pak.. Semoga bisa jadi pemimpin umat seperti yang
Bapak sampaikan, pemimpin umat(Presiden), amin. Sekarang mimpin
teman-teman di Waterplant, lalu Direktur Waskita setelah Bapak hehehe
Amin.

Salam,
Robby Adiarta

eshape waskita mengatakan...

Salam.

Seperti yang saya tulis di blog, Tuhan menyembunyikan kekurangan-kekurangan kita dan kita sering menunjukkan kelebihan kita, sehingga yang terlihat hanya kelebihan kita saja.

Kritikan membuat kita makin tegar menghadapi ujian, pujian kita jadikan doa dan usaha harus selalu mendahului semua doa kita.

Nah, kayak kiai kan?

He...he..he... aku senang ketemu sama mas Robby, Aris, trus siapa lagi kemarin ya?

Banyak yang ditemui jadi pada lupa (nah ini ketahuan kalau sok ngetop...!:-)

Salam.

eshape

Akhmad Suraji mengatakan...

Selamat,

Kuliah Umum Terowong Waskita (Pak Kiming cs) sukses....

Saya dengar Pak Kiming membawa 10 pakar-pakar Waskita..

Mas Eko, suatu ketika perlu diundang kuliah khusus Malcolm Baldrige di JTSL,

Tanggal 23-24 April, Pak Kiming dan Pak Bambang E Marsono sudah ditanggap oleh LPJKN untuk menceritakan kebutuhan riset untuk Industri Konstruksi.


Salam,

Akhmad Suraji

eshape waskita mengatakan...

Salam.

Terima kasih kalau kuliah itu dianggap sukses, kami selalu siap untuk melakukan sharing knowledge tentang hal-hal yang bisa kami sampaikan.

Sekedar klarifikasi, yang dibawa pak Kiming bukan 10 orang pakar, tapi hanya beberapa pakar, yaitu :

1. Pak Drajad, pakar ilmu tanah (dan pakar TI)
2. Pak Munib, pakar proyek bendungan
3. Pak Mintadi, kepala proyek bendungan (yang akan disiapkan untuk ditinjau temen2 JTSL).

So, hanya tiga pakar yang diajak dan satu orang bukan pakar yang diajak. Dia tak lain dan tak bukan adalah, SAYA sendiri (he...he...he...!:-).

Salam

eshape

Aji mengatakan...

Mas Eko,

Saya panggil Mas Eko, karena dulu yang mlonco saya bersama Mas Wastajib yang 3S di Bebeng.

Barangkali kalau ada kesempatan seminar nasional, LPJKN bisa mengundang Waskita (Pak Kiming) memberi keynote speech bagaimana sukses membangun Tower di Dubai.


Salam,

Aji

eshape waskita mengatakan...

Salam.

Terakhir saya mlonco karena ada permintaan dari Jurusan. Waktu itu, kalau ndak salah ada mahasiswa yang mau masuk kuliah dan pintunya ditutup oleh pak Antono (alm), sehingga terjadi tarik2an antara mahasiswa dan dosen untuk memperebutkan pintu tersebut.

Cerita itu bener atau tidak, tapi mengilhami jurusan untuk melakukan "pembekalan tata tertib" pada mahasiswa baru (karena tahun itu plonco sudah dilarang).

Jadilah acara pembekalan di Bebeng, dengan 2 (dua) mbah senior, salah satunya saya ya....(he...he...he...!:-)

Berarti njenengan sak angkatan karo Rokh Subroto, Suroso , dll ya...

Salam kompak selalu (nostalgia memang selalu manis untuk dikenang)

eshape
nb.
saya sebenarnya pingin ketemuan sama pak DjokLuk, tapi beliaunya sibuk banget kayaknya (apalagi setelah mendapat hadiah dari HP atas prestasinya, wah... tambah sibuk deh...!:-)

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

Tuhan menyembunyikan keburukan kita.
Betul itu mas,yg terjadi malahan manusia seringkali mencari2 keburukan orang lain dg maksud untuk menjatuhkan.
Wah,mas eshape keliatannya orang penting di waskita ya..Tp mohon maaf mas,aku kurang tahu tentang waskita..Maklum kurang gaul..hehe ^_^

eshape waskita mengatakan...

Waskita adalah salah satu BUMN yang bergerak di bidang jasa konstruksi (gampangnya jadi kuli segala macam bangunan)

BNI Jakarta, Airport Cengkareng Jkt, Juanda Sby, dll merupakan beberapa contoh hasil dari kerja keras Waskita.

Saya kebagian kerja di Cawang, Kanot rpusat Waskita, Jl MT Haryono Kav 10.

Salam

Anung mengatakan...

"Insya Allah aku bisa menjadi ahli K3 (tenanan),menguasai IT (dengan baik) dan memakai ilmu itu di jalan yang benar (dan direstui Allah swt. Amin)
Kalo saya tertariknya sama Manajemen Proyek, serta Aspek Legal dan Administrasi Kontrak. Sepertinya, yang kita minati dulu nggak banyak diajar di JTS UGM, ya Mas. Mungkin bisa di-usulkan ke Pak DjokLuk, BWS, dll - jangan numpuk dosen Hydro aja di JTS UGM, hehehe...!

eshape waskita mengatakan...

Bener mas Anung...

Banyak sekali ilmu di lapangan yang benar-benar tidak diajarkan di bangku kuliah, kalaupun diajarkan memang hanya untuk mengetahui bahwa ada ilmu itu tapi bukan untuk mempedalamnya.

Di lapangan baru kita tahu bahwa masih banyak ilmu yang perlu kita ketahui agar kerjaan kita lancar.

Pengetahuan tentang FIDIC sangat menarik dan sangat diperlukan dalam dunia kontraktor, tapi yang tahu dan mau tahu hal ini sangat sedikit.

Saya tidak tahu pasti apakah memang kurikulum kita sudah benar atau memang masih perlu ditambahi (lagi).

Salam