Tampilkan postingan dengan label mengilangkan kesedihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mengilangkan kesedihan. Tampilkan semua postingan

Rabu, April 09, 2008

Membagi Waktu



Menjelang sore, ketika kawan-kawan pada terlihat kelelahan, aku kirim imil ke kompie mereka. Isinya tentang cerita seorang motivator di salah satu TV Swasta kita.

Kata sang motivator itu, hidup ini dibagi menjadi 3,yaitu :

1. 8 jam untuk istirahat
2. 8 jam untuk bekerja dan
3. 8 jam untuk bermain

Pada kenyataannya, yang terjadi adalah sebagai berikut :

1. Istirahat nggak sampai 8 jam
2. Bekerja nggak sampai 8 jam
3. Bermain juga nggak nyampe 8 jam

Lho….???
Kok bisa?

Nasihatnya :

1. Gunakan waktu bekerjamu untuk bekerja dengan baik, sambil merasa seperti sedang bermain, sehingga bekerja menjadi lebih fun, lebih produktip dan gak terasa capek.
2. Gunakan waktu bermainmu dengan sungguh-sungguh, sehingga tidak perlu mencari waktu bermain lagi di luar waktu itu
3. Gunakan tidurmu dengan penuh kualitas, jangan ngorok saat kerja

Salam

eshape

Minggu, Februari 17, 2008

Menciptakan Kegembiraan


Ketika seorang sedang dirundung sedih, maka otomatis posisi tubuhnya akan mengikuti pancaran perasaannya. Dadanya akan mengempis, pandangan matanya menunduk layu.

Demikianpun bila seorang sedang dalam suasana suka ria, maka posisi tubuhnya juga akan mengikuti perasaan hatinya. Dadanya membesar, tatapan matanya hidup dan berbinar-binar.

Bagaimana bila kita sedang sedih dan ingin menghilangkan kesedihan?

Ternyata caranya sangat gampang. Kita tidak perlu mengusir kesedihan dari hati kita, karena itu akan sulit sekali. Kita cukup membesarkan dada kita, menarik nafas dalam-dalam, menegakkan dagu kita dan merubah pandangan layu kita dengan pandangan yang penuh sinar.

Cara ini terbukti lebih ampuh dibanding dengan mencoba mengurai kesedihan kita dan mencoba menghilangkannya.

Itu mungkin sebabnya di India kita kenal kelompok orang yang suka tertawa tanpa sebab. Mereka berkumpul di suatu lapangan dan mulai tertawa. Diawali dengan tertawa yang terpaksa, maka lama kelamaan mereka bisa tertawa lepas dan mengjilangkan segala beban yang membebani pundak mereka.

Tertawa seperti penyakit menular. Sekali kita tertawa, maka gelombang tawa ini bila ketemu dengan seseorang yang membuka pikirannya untuk tertawa, maka gelombang ini akan saling memperkuat dan akhirnya tanpa terasa semua orang sudah berada dalam lautan kegembiraan. Tanpa keterpaksaan dan begitu lepas mengalir di seluruh pembuluh darah.

Jadi kegembiraan ternyata bisa dibuat. Tinggal kemauan kita saja yang mau bergembira atau tetap ingin terpuruk dalam kesedihan yang tak kenal henti.

Selamat bergembira, semoga kebahagiaan mengikuti kegembniraan itu. Insya Allah. Amin.