Tampilkan postingan dengan label jogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jogyakarta. Tampilkan semua postingan

Rabu, Oktober 27, 2010

Hari Blogger Nasional

Begitu banyak yang ingin kutulis dan akhirnya yang kutulis justru yang tidak kurencanakan. Siapa mengira Mbah Marijan akan meninggal dalam peristiwa meletusnya Merapi? Bahkan berita selamatnya mbah Marijan lebih seru dibanding berita yang lain.

Ketika akhirnya mbah Marijan dinyatakan meninggal dan foto mbah Marijan saat diotopsi menyebar kemana-mana, barulah orang mulai ngeh dan saat itupun bertubi-tubi ponselku menerima pesan seputar Bencana di Indonesia, baik di bagian Timur, Tengah maupun Barat.

Akupun kembali terusik menulis tentang Pesta Blogger 2010 yang akan segera berlangsung. Saat hati masih ragu untuk mendatangi acara pesta blogger, saat itu pula banyak ajakan untuk mengikuti pesta blogger demi keberlangsungan beberapa komunitas yang kuikuti.

Seharusnya aku memang ada acara di Jogya, tetapi justru istriku yang mau datang ke Cikarang untuk menyelesaikan beberapa urusan. Akibatnya aku mungkin tetap "stay" di Jakarta menemani istriku, bahkan mungkin bisa mengajak istriku untuk ikutan PB 2010.

Tapi, layakkah kita berpesta di saat ada saudara kita sedang didera bermacam-macam penderitaan?

Berita menyejukkan datang dari salah satu anggota panitia PB 2010, mas ATG. Menurut mas ATG, ada acara khusus di event Pesta Blogger 2010 yang akan membahas masalah kepedulian PB 2010 terhadap masalah bencana nasional yang sedang sangat hangat ini.

Baru saja aku terima berita di inbox ponsel dari teman-teman Tangan Di Atas (TDA).


Kawan-kawan, 

Info siang ini kebutuhan makan di Pengungsian Hargobinangun Merapi saja 2.000 orang lebih, belum di lokasi lain, 

Kedai Digital Corp sejak pukul 12 siang td mengumpulkan dana melalui Twitter, BBM dan Fesbuk, sampai saat ini sdh terkumpul dana 19.750.000.. Bagi yg ingin bergabung monggo transfer ke BCA 4563000000 a/n Saptuari Sugiharto.


Luar biasa teman-teman TDA ini.Mereka tidak hanya ngomong doang tapi langsung menuju sasaran dan langsung membawa pertolongan pada yang memerlukan. Salut buat teman-teman TDA.

Beberapa jam kemudian kulihat di FB Saptuari ada tulisan ini :


Sampai pukul 18:50 bantuan DANA UNTUK MERAPI melalui Posko Kedai Digital Corp sejumlah: Rp. 40.680.000.. Malam ini kami mulai belanja!



+++
Hendaknya semangat untuk membantu tidak hanya terfokus di Jogyakarta saja. 
Mungkin di Papua dan di Mentawai kondisinya jauh lebih parah dan bantuan juga lebih sulit sampai.
Di Hari Blogger Nasional ini mari kita ingatkan diri kita masing-masing, "sudah sejauh mana kita bermanfaat bagi lingkungan kita?"

Sabtu, Oktober 16, 2010

Lautan Manusia di Pawai Karnaval Jogya

Sesuai kesepakatan dalam rapat keluarga hari ini, maka acara malam ini adalah nonton pawai karnaval di Malioboro.

"Mau parkir di Sate Pak Amat atau di samping masjid Gedhe Kauman?"

"Di tempat yang paling memungkinkan dan paling dekat dengan lokasi saja pak"

"Jangan di sate pak Amat pak. Untuk menuju ke tempat parkir saja bisa kesulitan kita pak"

Akupun menyepakati mereka untuk parkir di rumah Mas Lukman yang terletak di sebelah utara masjid Gedhe Kauman.



Perjalanan menuju lokasi pawai ternyata memerlukan energi yang kuar biasa dan hanya Lilo yang akhirnya bisa menikmati pawai ini dengan tanpa kendala.

Dengan manisnya Lilo duduk di pundakku, sehingga bisa menyaksikan rangkaian acara yang ada di depan kerumuman manusia bak lautan manusia ini.

Sebagian besar foto ini memang hasil jepretan Lilo yang santai duduk di atas pundakku. Kaka-kaka Lilo yangmerasa tidak melihat apa-apa akhirnya ngacir duluan dan hilang begitu saja dari sisiku.

Rupanya mereka sudah pamit ke ibunya. Aku tentu saja jadi tidak tenteram dan segera meluncur ke rumah mas Lukman untuk menemui mereka. Syukur akhirnya semua bertemu kembali.

Memang acara malam ini luar biasa ramainya.


Di alun-alun LOR sendiri sudah ada acara Sirkus dan pernak pernik acara lainnya di sekeliling arena sirkus. Dengan demikian lengkaplah keramaian di seputaran malioboro dan bermuara akhir di alun-alun LOR (utara).


Beberapa jalan menuju lokasi acara karnaval ini, yang tadinya dua jalur dibuat menjadi satu jalur saja, sehngga bagi masyarakat yang terjebak di kemacetan ini tentu akan merasa makin terjebak. Ini memang malam yang penuh dengan kesabaran dan toleransi.

Jangan marah kalau ada yang minum teh manis dan karena didorong oleh orang lain terpaksa menjatuhkan tehnya di kaki kita. Itu salah satu ujian kesabaran di saat kita berada pada kondisi tidak siap, kondisi yang membuat kita jadi mudah marah.


Menjelang acara dimulai, aku sempat merekam kejadian di seputaran pojok beteng kulon yang terletak berdekatan dengan lapangan parkir stasiun Ngabean.


Beberapa polisi lalin tampak dengan ketat dan ramah memohon kepada mereka yang "ngeyel" ingin melewati jalan yang tadinya dua arah untuk mencari jalan lain saja.

Sebenarnya di beberapa titik di luar malioboro banyak layar raksasa yang dipasang untuk memuaskan para penonton karnaval yang tidak bisa sampai ke lokasi karnaval. Panitia telah menyiapkan 6 (enam) titik nobar untuk memecah konsentrasi penonton acara ini. Ini adalah upaya yang sangat bagus, meskipun mungkin hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Lokasi di Ngabean terlihat sepi dair penonton.


Lautan manusia di lokasi karnaval memang menyurutkan niat untuk menonton lebh lama. Praktis hanya yang berdiri di depan saja yang bisa menikmati acara ini. Terlihat beberapa anak kecil sangat menikmati acara ini, karena mereka biasanya dipanggul oleh orang tuanya agar bisa menyaksikan acara ini dengan baik.


Memang ada banyak sebab kenapa mereka yang tidak bisa menonton para peserta karnaval, tapi tetap saja menikmati suasana macet total ini.

Sebab-sebab itu misalnya sebagai berikut :
  1. Sedang dimabuk cinta, sehingga yang dipentingkan adalah kebersamaan dengan kekasih hati.
  2. Mempunyai sifat yang super ulet, sehingga tidak masalah kalau harus berjuang dengan sepenuh tenaga untuk merangsek ke depan.
  3. Penuual makanan, minuman atau penjual mercon. Makin ramai, makin macet, maka mereka makin menikmati larisnya dagangan mereka.
  4. Ingin memanfaatkan situasi tak terkendali ini dengan melakukan aksi negatip (misalnya mencopet). Seoga untuk yang ini aku salah menilai dan tidak ada yang kecopetan pada hari ini. Amin.
Untuk acara semacam ini, kalau memang ingin menikmati pawai karnaval dengan santai ya lebih baik ikut nobar di beberapa tempat yang disediakan layar tancap raksasa. Suasana lebih santai. Bisa sambil minum wedang ronde dan bergurau dengan kelompok masing-masing.


Malampun makin menjelang dan saatnya menjumpai mbak Bantal dan Dik Guling.

Sabtu, Oktober 09, 2010

Nonton Pameran (Piknik Murah meriah)

Lama banget gak jalan sama-sama satu keluarga, maka hari ini kit anonton pameran komputer di Jogyakarta. Gak ada yang menyenangkan selain jalan-jalan bareng satu keluarga.

Menjelang maghrib datang dan menjelang isya baru pulang. Yang menyenangkan, istirku ketemu dengan kawan lamanya di pameran itu. Sayang lupa kalau bawa tustel.

Mbak Litha juga ketemu sama temannya yang baru saja dia antar pulang ke rumah.

"Eh ketemu lagi.."

Dan pembicaraanpun jadi seru.



Lilo seperti biasa selalu suka di stand game. Ada game 3 Dimensi dan kitapun setia menemani Lilo memainkan game di stand itu.



Mbak Luluk dan mbak Litha asyik ngobrol di belakang kita.



Ibunya Lilo asyik motret kita yang sedang asyik diskusi masalah game 3 Dimensi.



Seperti biasa, Lilo tak peduli dengan sekelilingnya kalau sudah main game.



Sekali lagi, terima kasih buat mbak Litha dan mbak Luluk yang setia menemani kita jalan-jalan. I Love U FULL nak..!:-)