Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, September 07, 2008

WARNA ISLAM



Sejak 1 Ramadhan 1429 H, munculah wadah baru Islami di jagad maya. Namanya http://warnaislam.com/

Sampai hari ini sudah 12 ribu lebih pengunjung situs itu. Kalau di cek dengan pagerank google, nilainya 3/10. Bandingkan dengan microsoft yang punya nilai 9/10 (sepertiganya ya...!:-)

Namun bila situs ini di kemudian hari ternyata makin menarik pembaca, maka bukan tidak mungkin nilainya bisa menyamai microsoft.

BTW soal nilai sebenarnya tidak penting-penting amat, yang lebih penting adalah situs ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Amin.

Anda ingin berpartisipasi?

Di situs itu ada tulisan begini :

Kirim tulisan anda ke warnaislam at gmail dot com beserta foto diri dan mini biodata.

Persyaratannya ?

Baca sendiri ya di http://warnaislam.com/

Salam

Senin, April 07, 2008

Ketika (Ayat-ayat) Cinta Bertasbih

Akhirnya aku nonton lagi film AAC. Persiapannya tentu sudah berbeda dengan waktu nonton yang pertama.

Waktu nonton yang pertama dulu, kesel banget karena kurang persiapan, jadinya film terasa sangat lambat dan serba nggak sesuai dengan yang diinajinasikan.

Itu memang bedanya menuangkan imajinasi novel dengan menuangkan imajinasi komik. Saat mbaca novel, maka tokoh imanjinasi kita dijamin akan berbeda dengan yang diimajinasikan oleh orang lain. Sejuta pembaca, maka akan memunculkan sejuta tokoh imajinasi yang berbeda.

Ini memang kendala sutradara, apapun kelasnya.

Persiapan yang kulakukan sebelum nonton adalah sebagai berikut :

1. Film ini lebih baik dari film hantu atau sinetron remaja yang berjubel di layar kaca.
2. Pembuatan film ini terlalu dipaksakan, terburu2, dan kekurangan dana (karena nggak yakin akan meledak di pasar), sehingga kalau film ini cukup lambat bertutur dan banyak dilakukan di studio, harus dimaklumi dari awal.
3. Tokoh utama bukan juara MTQ, jadi kalau pas ngaji dia hanya "lipsync", ya harus dipahami.

Adegan yang banyak di"komplain" adalah adegan pemukulan tokoh utama di kereta. Kurang Islami. Hal ini terjadi karena tidak lengkap menuangkan isi novel ke dalam layar kaca.

Terlalu mudahnya mematikan istri kedua, juga dikomplain beberapa penonton, karena dianggap penulis terlalu menyederhanakan masalah.

Adegan yang menyentuh, antara lain saat tokoh utama menjemput istri pertamanya (dari rumah pamannya) dan mengaku bahwa dia masih harus banyak belajar untuk menjadi adil dan dia hanya bisa melakukan hal itu jika dibantu istrinya.

Selebihnya terserah anda.

Selamat menunggu kedatangan film "Ketika Cinta Bertasbih", yang katanya dipersiapkan lebih matang dibanding AAC.

Salam
eshape